Anda di halaman 1dari 5

LO 2

Macam Macam Resin Komposit:


Resin komposit berdasarkan aktivasi polimerisasi yang berbeda,
yaitu:
1. Visible-light-activated systems
Visible-light-activated systems adalah komposit

yang diaktifkan

oleh sinar. Komposit ini mengandung dua komponen initiator


sistem, terdiri dari di-ketone dan tertiary amine. Di-ketone yang
fotosensitif, biasanya 0,2-0,7% champhorquinone, menyerap energi
radiasi dengan panjang gelombang 450-475 nm yang dipancarkan
dari quartz halogen, laser, plasma arc dan yang paling baru Light
Emitting Diodes (LED). Untuk laser curing, laser yang sering
digunakan adalan Argon laser dengan lama penyinaran 10 detik
setiap ketebalan 2 mm. Energi minimum yang dibutuhkan untuk
curing yang adekuat adalah 300 mW/cm2 . Resin komposit yang
tersedia di pasaran sekarang biasanya memakai sistem ini.
Keuntungan dari resin polimerisasi dengan sinar adalah :
- Waktu kerjanya lebih fleksibel
- Resisten terhadap abrasi
- Mengurangi porositas
2. Chemically activated systems
Resin komposit ini dijual dalam bentuk pasta base dan
catalyst ataupun dalam bentuk powder-liquid. Salah satu bagian dari
base dan catalyst maupun powder-liquid akan mengandung sebuah
initiator, benzoyl peroxide, dan bagian lainnya tertiary aromatic
amine accelerator yang ketika dicampurkan kedua bagian ini akan
memicu polimerisasi dari resin komposit.
3. Sistem lain (Dual-activated)

Dual-activated komposit memiliki dua sistem pemicu


polimerisasi yaitu light-activated dan chemically activated. Lightactivation digunakan untuk memicu polimerisasi dan chemicalactivation digunakan untuk melanjutkan dan melengkapi reaksi
setting dari resin komposit.

Resin komposit berdasarkan presentase muatan fillernya :


1. Resin komposit flowable
Resin ini memiliki ukuran filler sekitar 0,04-1 m dengan
presentase filler 44-54%. Hal ini menyebabkan filler menjadi lebih
sedikit daripada matrix resinnya. Kandungan filler yang sedikit ini
menyebabkan daya alirnya menjadi meningkat / viskositas atau
kekentalannya berkurang. Sehingga memudahkan dalam mengisi /
menutupi celah pada kavitas. Karena kemampuan daya alir yang
tinggi, resin komposit ini disebut sebagai resin komposit flowable.
Selain itu resin komposit jenis ini memiliki modulus elastisitas yang
rendah sehingga lebih fleksible, penumpatan lebih mudah, cepat,
mudah adaptasi, mudah dipolish, bersifat radiopak, mengandung
fluor, dan mengurangi sensitivitas setelah penumpatan. Selain itu
resin komposit flowable dapat membentuk lapisan elastis untuk
mengimbangi pengerutan / shrinkage saat polimerisasi. Indikasi
untuk resin ini adalah untuk kavitas dengan invasive yang minimal
seperti kavitas kelas I, kelas II dengan teknik oklusal yang
ringan,kelas V , dan sebagai liner.
2. Resin komposit packable
Ukuran partikelnya adalah sekitar 0,7-2 m. presentase
muatan fillernya sekitar 48-65% volume, artinya filler pada resin
komposit packable ini lebih banyak daripada jumlah matrix resinnya.
Tingginya kandungan filler ini dapat meningkatkan kekentalan /

viskositas, sehingga daya alirnya menurun yang menyebabkan


sulitnya untuk mengisi atau menutupi celah kecil pada kavitas. Filler
yang tinggi diharapkan dapat meningkatkan sifat mekanis dan sifat
fisisnya dan dapat mengurangi shrinkage / penyusutan selama
polimerisasi. Resin komposit packable ini memiliki koefisien
expansi termal yang hampir sama dengan struktur gigi. Indikasinya
adalah untuk tumpatan pada gigi posterior karena ketahanannya
terhadap tekanan yang cukup baik, untuk kelas I, keals II dengan
kavitas yang kecil, dan kelas V.

Resin komposit berdasarkan ukuran, jumlah dan komposisi bahan


pengisi anorganik :
1. Komposit konvensional
Komposit ini memiliki ukuran partikel 8 mikron, berisi 7580% bahan pengisi anorganik dari beratnya. Komposit jenis ini
memiliki tekstur permukaan yang kasar karena ukurannya yang
besar sehingga menyebabkan bahannya yang keras. Biasanya,
komposit jenis ini mudah terjadi akumulasi plak yang lebih cepat
disbanding komposit jenis lain. Komposit konvensional bersifat
radiolusen dan tidak mudah fraktur.
2. Resin microfilled
Ukuran partikel komposit ini berkisar 0,01-0,04 mikron
sehingga permukaannya halus dibandingkan komposit konvensional.
Oleh sebab itu, komposit ini lebih resisten terhadap akumulasi plak,
debris dan stain. Bahan pengisi anorganik dari komposit ini 35-60%
dari beratnya sehingga memiliki sifat fisik yang lebih rendah
dibanding konvensional.
3. Resin komposit partikel kecil
Resin komposit berpartikel

kecil

muncul

sebagai

perkembangan alami untuk mendapatkan permukaan halus yang

sama atau sekurangnya mendekati permukaan komposit pasi-mikro


dengan tetap mempertahankan atau memperbaiki sifat-sifat fisik dan
mekanis dari komposit konvensional. Dengan bertambahnya
kandungan pasi, akan terjadi perbaikan pada hampir semua sifatsifatnya. Permukan resin menjadi lebih halus karena penggunaan
pasi yang lebih kecil dibandingkan dengan komposit konvensional.
Bahan ini pasinya berisi kaca yang mengandung logam berat.
4. Resin komposit hybrid
Komposit ini mengembangkan kelebihan dari komposit
konvensional dan microfilled. Ukuran partikel anorganiknya 0,4-1
mikron dengan bahan pengisi anorganik 75-85% dari beratnya
sehingga memiliki sifat fisik seperti konvensional dengan tekstur
permukaan yang halus. Keuntungan resin komposit ini yaitu
diindikasikan untuk gigi anterior. Namun kekurangannya tidak dapat
digunakan untuk daerah dengan tekanan yang berat dan tidak sehalus
microfilled karena ukurannya yang lebih besar.
Klasifikasi komposit berdasarkan ukuran partikel (Bayne)
Komposit

Ukuran partikel (m)

Megafill

0,5

Macrofill

10 - 100

Midfill

1 - 10

Minifill

0,1 - 1

Microfill

0,01 - 0,1

Nanofill

0,005 - 0,01

Selain itu, juga terdapat jenis resin komposit yang lain, yaitu :

Fiber Reinforced Composite


Komposit jenis ini memiliki filler berupa fiber dengan diameter fiber
5-10m dan panjang 20-40 m. Komposit ini memiliki kekuatan yang
bagus.

Sumber : Chandra, Satish et all. 2007. Textbook of Operative Dentistry. New


Delhi : Jaypee
Narayana, Laksmier et all. 2010. Essentials of Operative Dentistry. New
Delhi : Jaypee