Anda di halaman 1dari 2

Naufarrel Kaviandhika.

Fakultas Teknik / S-1 Teknik Kimia

Alasan Memilih Teknik Kimia


Alasan Memilih Jurusan Teknik Kimia Selama di SMA saya sangat tertarik dengan
pelajaran yang menggunakan logika dan penalaran seperti matematika. Namun seiring
dengan berjalannya waktu di bangku SMA, saya mulai tertarik dengan pelajaran
biologi. Karena saya mempunyai rasa ingin tahu yang besar dan senang dengan hal
hal baru. Ketertarikan di masa SMA merupakan titik awal dalam pertimbangan memilih
jurusan saat nanti kuliah kedepannya. Sehingga pada awalnya saya ingin kuliah di
jurusan Kedokteran. Namun saya berpikir dua kali setelah mengetahui biaya yang
dibutuhkan. Saya tidak ingin membebani orang tua. Hal ini juga didukung oleh prestasi
akademis yang saya peroleh. Nilai rapot fisika saya selalu diatas 90, termasuk nilai
matematika yang terus meningkat dalam waktu 3 tahun di SMA. Setelah mencari
referensi, saya mulai berfikir bahwa jurusan yang tepat dengan saya adalah Teknik
Kimia. Yang saya dapat dari internet tentang teknik kimia yaitu cabang teknik yang
memproses bahan bahan, sehingga bisa menjadi bahan bernilai ekonomis yang tinggi
dan menguntungkan. Yang akan dipelajari di sini yaitu, neraca masa, termodinamika,
operasi pemisahan bahan, reaktor kimia, perpindahan panas, perancangan alat,
pengendali proses, dan lain lain. Setelah saya mengetahuinya, saya mulai merasa cocok
karena saya menyukai hal hal yang baru, Ditambah lagi prospek kerja Teknik Kimia
yang begitu luas. Selain itu, dengan menjadi sarjana Teknik Kimia, kita dapat membantu
untuk mensejahterakan masyarakat. Sekian penalaran tentang alasan pemilhian jurusan
yang sekarang saya tempati.

Alasan Kebutuhan Beasiswa


Alasan Kebutuhan Beasiswa Sebagai anak pertama mempunyai beban tersendiri. Yang
pertama harus bisa memberikan contoh pada adik. Dan saya mempunyai seorang adik.
Selain itu kebanyakan orang tua pasti akan banyak berharap pada anak pertama, baik
ingin kelak anaknya sukses maupun agar bisa segera lulus dan membantu orang tua.
Yaitu meringankan beban ekonomi orang tua. Beruntungnya keluarga saya termasuk
dalam masyarakat menengah ke atas, yang berarti berpendapatan cukup, Sehingga orang
tua saya selalu memberikan kepada anak anaknya berbagai kebutuhan untuk belajar,
yang bila dihitung dengan uang, membutuhkan biaya yang lumayan banyak. Namun,

Naufarrel Kaviandhika. Fakultas Teknik / S-1 Teknik Kimia

semuanya berubah ketika ibu saya terkena kanker payudara. Sehingga sudah menjalani
operasi lebih dari dua kali. Kejadiannya dimulai dari 3 tahun yang lalu. Dan sampek
sekarang ibu saya diwajibkan untuk kontrol setiap 1 2 kali seminggu untuk kontrol.
Dan biaya untuk keduanya juga tidak sedikit. Sehingga saya sadar, inilah gilirah saya
untuk membahagiakan orang tua saya. Setidaknya untuk hidup hemat dan tidak berfoya
foya. Yang akan lebih bagus bila saya mendapatkan beasiswa saat kuliah. Selain akan
membuat orang tua bangga, beasiswa ini akan meringankan beban orang tua saya.
Selain harus menyisihkan uang untuk kontrol penyakit ibu saya, orang tua saya juga
harus memberikan bantuan kepada anak yatim yang berasal dari masyarakat kelas
bawah. Sehingga saya sangat membutuhkan beasiswa ini

Visi Jangka Panjang Setelah Lulus Kuliah


Sebelum memikirkan rencana setelah lulus, ada baiknya memikirkan rencana untuk bisa
lulus kuliah. Saya berencana untuk lulus kuliah kurang dari 4 tahun, ada baiknya hanya
7 semester yaitu 3,5 tahun. Setelah lulus, saya berencana melamar pekerjaan di sebuah
perusahaan perminyakan sebagai drilling site supervisor. Sebenarnya saya tidak hanya
ingin menjadi orang yang mencari pekerjaan menjadi seorang pegawai ataupun yang
lainnya, tapi saya ingin menjadi seorang yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan.
Namun apa daya menjadi seorang wirausahawan membutuhkan modal yang tak sedikit.
Jadi tidak ada salahnya saya menjadi seorang pegawai terlebih dahulu untuk menabung
dana dan ilmu. Lalu mengenai kelanjutan pendidikan ke jenjang S2, saya akan berusaha
mencari beasiswa yang bisa mendanai kuliah saya. Namun, sembari kuliah, saya
berusaha agar tetap bisa bekerja. Rencana jangka panjang ini saya susun berdasarkan
jangka waktu secara jelas dan konkret dan suatu saat nanti saya yakin dapat
mewujudkannya.