Anda di halaman 1dari 2

Kunci Jawaban

Soal Uraian :

1. Alat tenun tradisional (gedog)


Alat tenun ini memiliki beberapa kelemahan yaitu lambat dalam produksi dan tidak
dapat untuk membuat kain yang berukuran panjang dan lebar. Alat tenun ini biasanya
digunakan pad industri rumah. Alat tenun gedog saat ini sudah jarang digunakan lagi.
Alat tenun bukan mesin (ATBM)
Bahan dasar untuk membuat alat tenun ini adalah kayu. Kain tenun yang dihasilkan
dari alat ini memiliki mutu yang lebih baik dibandingkan dari alat tenun gedog, dan
dapat untuk membuat kain tenun yang panjang dan lebar. seelain itu ATBM juga dapat
memproduksi kain tenun dalam waktu yang cepat. orang yang menjalankan alat tenun
ini menggunakan kedua tangan dan kakinya.
Alat tenun mesin (ATM)
alat tenun ini dibuat dengan menggunakan bahan dasar logam sehingga kuat dan
kokoh, serta stabil. Aat tenun mesin memiliki banyak keunggulan dibandingkan kedua
alat tenun diatas yaitu memrroduksi lebih cepat, hasilnya lebih rapi, dan lebih kuat.
Alat tenun mesin digunakan pada pabrik-pabrik tekstil yang memiliki skala produksi
besar.
2. Benang lungsi adalah benang yang terletak memanjang (vertikal) pada
alat tenun,
benang pakan adalah benang yang masuk keluar pada lungsi saat
menenun.

3. Tenun sederhana.
Tenun ikat lungsi
Tenun ikat pakan
Tenun ikat ganda (ikat lungsi dan pakan)
Tenun songket
4. Kain tenun ikat dapat dibedakan dari benangnya yang terbuat dari katun.
Kain songket umumnya memakai benang emas atau perak. Motif kain
songket hanya terlihat pada salah satu sisi kain, sedangkan motif kain ikat
terlihat pada kedua sisi kain.

5. Proses Plangkan
Proses ini dilakukan dengan menyusun benang dari bentuk streng atau kones ke dalam
plangkan. Pada saat bersamaan benang-benang tersebut sudah dikres atau disilangkan,
agar pada saat proses penenunan benang-benang tersebut dapat menganyam benang
pakannya.
Proses pembuatan pola
Menyusun pola yang diinginkan diatas benang yang sudah diplangkan. Memola
dilakukan dengan kuas dan pewarna Indanthren dengan cara memberi garis sebagai
tanda atau batas yang harus diikat nantinya.
Proses Pengikatan
Pengikatan dilakukan mengikuti pola atau motif yang sudah digambar dengan
menggunakan tali. Ikatan yang bagus adalah ikatan yang tepat pada garis pola dan
ikatannya padat, sehingga warna tidak tembus pada benang yang sudah diikat.
Proses Pewarnaan

Dilakukan untuk mendapatkan warna pada benang yang nantinya akan


ditenun.pewarnaan dapat dilakukan dengan pewarna alami atau pwearna buatan.
Namun pada umumnya pewarnaan menggunakan pewarna buatan yaitu napthol.
Pewarnaan tenun ikat lungsi dimulai dari warna tua lebih dulu, karena teknik
penghalang pewarnanya dengan teknik membuka ikatan. Dipilih warna tertua lebih
dulu karena warna tua tidak tertutup dengan warna yang lebih muda. Setelah itu
dijemur sampai kering
Proses mbatil atau membuka ikatan
Benang yang telah kering dapat dibuka ikatannya, harus hati-hati jangan sampai ada
benang yang terputus, bila putus harus langsung disambung
Proses Penghanian atau Nyekir
Benang yang sudah kering, masih dalam bentuk streng dimasukkan ke dalam bom
besar dan diatur sesuai urutan motifnya. Lalu ditarik secara bersamaan dan digulung
dalam bom kecil (bom ATBM). Saat penggulungan juga dilakukan penataan benang
dan motif agar sesuai dengan tempat dan gambar yang sudah direncanakan serta
memperbaiki benang yang kusut dan menyambung benang yang putus.
Proses Pemaletan
Pemaletan adalah memindahkan benang dari bentuk streng ke dalam kelenting
sehingga menjadi benang pakan dalam bentuk paletan dengan menggunakan alat
pintal (erek), tidak boleh melewati ujung kelenting karena dapat mengakibatkan
benang dari teropong susah ditarik atan keluar. Untuk mempermudah benang keluar
dari teropong, susunan benang pada kelenting lebih banyak pada bagian tengahnya.
Proses Penenunan
Diperlukan ketelitian dan kecermatan, tak hanya menenun saja namun juga mengatur
motif sesuai dengan yang direncanakan. Lalu dilanjutkan dengan pekerjaan finishing
agar hasil tenunan menjadi kelihatan lebih baik.

Beri Nilai