Anda di halaman 1dari 23

Review Journal

Matakuliah Membran

Oleh:
Siti Aisah (111810301009)

BAB 1. Pendahuluan
1.1 Latar Belakang

Penanganan
Khusus

Treatment Pewarna

Membran UF

Modifikasi Membran
UF

1.2 Rumusan Masalah


a.

b.

Bagaimana cara kerja membran UF


termodifikasi dalam memulihkan limbah
cair zat warna yang dihasilkan dari
produksi tekstil?
Bagaimana kemampuan membran UF
termodifikasi dalam memulihkan limbah
cair zat warna yang dihasilkan dari
produksi tekstil?

1.3 Tujuan
a.

Menguji kemungkinan yang efektif


dalam pemulihan limbah yang
mengandung pewarna dengan
menggunakan membran UF
termodifikasi.

BAB 3. Metodologi Penelitian

3.1 Alat dan


Bahan
3.1.1 Alat
a. beaker glass
b. botol semprot
c.
stirrer
d. neraca analitik
e. pH meter,
f. Kompresor
g. micrometer
h. alat pencetak membran
i. Stopwatch
j.
pelat kaca
k. satu set alat ultrafiltrasi
l. X-ray photoelectron spectroscopy (XPS)
m. Kratos Axis UltraDLD spectrometer
(Kratos Analytical-A Shimadzu Group
Company)
n. X-Ray (1486.6 eV photons).

3.1.2 Bahan
a. Composite regenerated
cellulose (RC)
b. asam 3-bromopropanesulfonat
c. garam natrium (BrC3H6SONa)
d. red ED-2B
e. yellow K-6G
f. blue KN-R
g. Vit B12
h. HCl
i. NaOH
j. Buffer Tris

3.2 Prosedur Penelitian


3.2.1 Persiapan Membran
a.
Sebelum modifikasi
membran
- dibilas dengan air DI
- direndam dengan NaOH 0,1 M kurang
lebih 1 jam
Hasil

b. Pembuatan membran dengan spacer arm length


3

Membran RC
- Dicelupkan kedalam larutan
BrC3H6SO3 2 M dalam NaOH
0,1 M selama 48 jam
Hasil

c. Pembuatan membran dengan spacer arm length


9
Membran RC
-dicelupkan kedalam larutan
6-kloro-1-heksanol
(ClC6H12OH) 2 M dalam 0,1 M
NaOH selama 48 jam
-dicelupkan kedalam larutan
BrC3H6SO3 2 M dalam NaOH
0,1 M selama 48 jam
Hasil

3.2.2 Percobaan Ultrafiltrasi


Larutan Dye

-dimasukkan kedalam sel stire


- diaduk dengan kecepatan 600
rpm
- dikumpulkan Filtrat yang
dihasilkan untuk analisis
selanjutnya

hasil

BAB 4. Hasil dan Pembhasan


4.1 Karakterisasi dari Muatan Membran

Gambar 1. Hasil XPS untuk basa (tidak termodifikasi) membran


RC dan muatan negatif modifikasi membran RC dengan jarak
spacer arm length 3 dan 9.

Tabel 1. Massa dan konsentrasi atom dari


sulfur dan karbon yang terkandung di
perukaan membran

4.2 Efek dari densitas muatan dari molekul


pewarna yang dihilangkan

Gambar 3. Penolakan koefisien selama ultrafiltrasi dari tiga


molekul pewarna menggunakan muatan membran UF dengan
spacer arm length 3.

4.3 Efek dari kekuatan larutan ionik dari


penghilangan pewarna

Gambar 4. Koefisien penolakan selama ultrafiltrasi dari larutan


reaktif red ED-2B melalui modifikasi muatan membran UF dengan
spacer arm length 3 perbedaan kekuatan ionik

Gambar 5. Jarak reaktif red ED-2B selama proses DF 30 kDa


muatan JF membran dengan spacer arm length 3 dalam 500
mM dan 10 mM larutan KCl

Rumus yang digunakan


S

= (1- ) exp ( )

= A1 + A 2 + A 3

rsolute

= 4C0FK-1 sinh

= 1-

= A 1 + A2 + A 3

BaB 5. Kesimpulan
Koefisien penolakan yang terbesar untuk
pewarna memiliki nomor terbesar dari gugus
muatan negatif ketika menggunakan membran
bermuatan negatif, terutama pada kekuatan
ionik yang rendah akibat dari tolakan
elektrostatik antara pori-pori membran dan
mlekul pewarna yang bermuatan
Retensi pewarna menurun secara signifikan
karena kekuatan larutan ionik meningkat
Perbandingan antara membran RC unmodifed
(mendekati netral) dengan membran
bermuatan negatif yaitu memiliki banyak
koefisien rejeksiuntuk muatan pewarna dengan
retensi terbesar