Anda di halaman 1dari 2

Muscle Relaxant

Sebuah relaksan otot adalah obat yang mempengaruhi fungsi otot rangka dan
menurunkan tonus otot. digunakan untuk meringankan gejala seperti kejang otot, nyeri, dan
hyperreflexia. Istilah "relaksan otot" digunakan untuk merujuk pada dua kelompok terapi utama:
blocker neuromuskuler dan spasmolytics. Blocker neuromuskuler bertindak dengan mengganggu
transmisi di ujung plat neuromuscular. Spasmolytics, juga dikenal sebagai relaksan otot,
digunakan untuk meringankan nyeri otot dan kejang dan untuk mengurangi spastisitas dalam
berbagai kondisi neurologis. Sementara kedua blocker neuromuskuler dan spasmolytics sering
dikelompokkan bersama sebagai relaksan otot,
Obat pelumpuh otot dibagi menjadi dua kelas yaitu pelumpuh otot depolarisasi
(nonkompetitif, leptokurare) dan nondepolarisasi (kompetitif, takikurare). Obat pelumpuh otot
depolarisasi sangat menyerupai asetilkolin, sehingga ia bisa berikatan dengan reseptor asetilkolin
dan membangkitkan potensial aksi otot. Akan tetapi obat ini tidak dimetabolisme oleh
asetilkolinesterase, sehingga konsentrasinya tidak menurun dengan cepat yang mengakibatkan
perpanjangan depolarisasi di motor-end plate. Perpanjangan depolarisasi ini menyebabkan
relaksasi otot karena pembukaan kanal natrium bawah tergantung waktu, Setelah eksitasi awal
dan pembukaan, pintu bawah kanal natrium ini akan tertutup dan tidak bisa membuka sampai
repolarisasimotor-end plate. Motor end-plate tidak dapat repolarisasi selama obat pelumpuh otot
depolarisasi berikatan dengan reseptor asetilkolin; Hal ini disebut dengan phase I block. Setelah
beberapa lama depolarisasi end plate yang memanjang akan menyebabkan perubahan ionik dan
konformasi pada reseptor asetilkolin yang mengakibatkan phase II block, yang secara klinis
menyerupai obat pelumpuh otot nondepolarisasi.
Obat pelumpuh otot nondepolarisasi berikatan dengan reseptor asetilkolin akan tetapi tidak
mampu untuk menginduksi pembukaan kanal ion. Karena asetilkolin dicegah untuk berikatan
dengan reseptornya, maka potensial end-plate tidak terbentuk. Karena obat pelumpuh otot
depolarisasi tidak dimetabolisme oleh asetilkolinesterase, maka ia akan berdifusi menjauh dari
neuromuscular junction dan dihidrolisis di plasma dan hati oleh enzim pseudokolinesterase.
Sedangkan obat pelumpuh otot nondepolarisasi tidak dimetabolisme baik oleh asetilkolinesterase
maupun pseudokolinesterase. Pembalikan dari blockade obat pelumpuh otot nondepolarisasi

tergantung pada redistribusinya, metabolisme,ekskresi oleh tubuh dan administrasi agen


pembalik lainnya (kolinesteraseinhibitor).
1.

Pelumpuh Otot Depolarisasi


Pelumpuh otot depolarisasi bekerja seperti asetilkolin, tetapi di celah sinaps tidak dirusak
dengan asetilkolinesterase sehingga bertahan cukup lama menyebabkan terjadinya depolarisasi
yang ditandai dengan fasikulasi yang diikuti relaksasi otot lurik. Termasuk golongan ini adalah
suksinilkolin (diasetil-kolin) dan dekametonium.

2.

Pelumpuh Otot Non Depolarisasi

Bekerja berikatan dengan reseptor kolinergik nikotinik tanpa menyebabkan depolarisasi,


hanya menghalangi asetilkolin menempatinya, sehingga asetilkolin tidak dapat bekerja