Anda di halaman 1dari 11

NAMA

: LIA FITRI FUJIARSI

NIM

: 061330400319

KELAS

: 4 KB

KONVEKSI
Konveksi adalah perpindahan kalor yang disertai dengan perpindahan partikelpartikelnya. Konveksi adalah proses perpindahan kalor dari satu bagian fluida kebagian lain
fluida oleh pergerakan fluida itu sendiri. konveksi terjadi karena perbedaan massa jenis dan
konveksi hanya terjadi pada zat cair dan gas.Untuk menyelidiki perpindahan kalor secara
mengalir , digunakan alat konveksiair dan alat konveksi udara. Besarnya konveksi tergantung
pada :
a. Luas permukaan benda yang bersinggungan dengan fluida (A).
b. Perbedaan suhu antara permukaan benda dengan fluida (
c. Koefisien konveksi (h), yang tergantung pada :
1) viscositas fluida
2) kecepatan fluida
3) perbedaan temperatur antara permukaan dan fluida
4) kapasitas panas fluida
5) rapat massa fluida
6) bentuk permukaan kontak
Proses perpindahan kalor secara konveksi dibedakan menjadi dua yaitu konveksi alamiah
dan konveksi paksa.

Pada pemanasan air. Elemen pemanas memiliki suhu yang lebih tinggi sedangkan air yang berada di sekitarnya memiliki suhu yang lebih rendah. maka kalor mengalir dari elemen pemanas menuju air yang menempel dengannya. massa jenis air yang dipanasi mengecil sehingga air yang panas naik digantikan air yang massa jenisnya lebih besar. Sebaliknya. Aplikasi konveksi alami Proses pemanasan air menggunakan pemanas listrik juga mirip dengan kasus di atas. Bagian fluida yang menerima kalor/dipanasi memuai dan massa jenisnya menjadi lebih kecil. Karena terdapat perbedaan suhu. contoh: pemanasan air. Perpindahan kalor dari elemen pemanas menuju air terjadi secara konduksi.KONVEKSI ALAMIAH Konveksi alamiah adalah perpindahan kalor yang terjadi secara alami atau pergerakan fluida yang terjadi akibat perbedaan massa jenis. proses perpindahan . Kemudian tempatnya akan digantikan oleh bagian fluida dingin yang jatuh ke bawah karena massanya jenisnya lebih besar. sehingga bergerak ke atas.

Demikian seterusnya sampai semua air yang berada dalam wadah mendapat jatah kalor. Gabus atau kayu kering bisaterapung karena massa jenisnya lebih kecil dari massa jenis air.Adanya tambahan kalor membuat air yang menempel dengan dasar wadah mengalami peningkatan suhu. maka suhu dasar wadah meningkat. ingat lagi persamaan massa jenis alias kerapatan(massa jenis = massa / volume).kalor dalam air terjadi secara konveksi. arus konveksi udara yang membantu asap bergerak naik atau cerobong asap.volume air bertambah. Suhu bagian dalam dasar wadah pun meningkat. Karena terdapat perbedaan suhu. Akibatnya air tersebut memuai. Posisinya digantikan oleh temannya yang berada di sebelah atas. maka kalor mengalir dari bagian luar dasar wadah (yang bersentuhan dengan nyala api) menuju bagian dalam dasar wadah (yang bersentuhan dengan air). Kali ini temannya yang menempel dengan dasar wadah. Berkurangnya massa jenis air menyebabkan si air bergerak keatas (kita bisa mengatakan air tersebut mengapung). Massa air yang memuai tidak berubah. Ingat ya. Perpindahan kalor dari dasar wadah menuju air yang berada di permukaannya juga terjadi secara konduksi.Perlu diketahui bahwa perpindahan kalor pada wadah terjadi secara konduksi. kalor mengalir dari nyala api (suhu lebih tinggi) menuju dasar wadah (suhu lebih rendah). Karena volume air bertambah. Karena mendapat tambahan kalor. Ketika memuai. yang bersentuhan dengan nyala api adalah bagian luar dasar wadah. Karena massa jenisnya berkurang maka ia bergerak keatas. maka massa jenisnya berkurang. . Mirip seperti gabus atau kayukering yang terapung jika dimasukan ke dalam air. maka kalor mengalir dari dasar wadah (suhu lebih tinggi) menuju air (suhu lebih rendah). Kalau bingung. maka kalor mengalir dari dasar wadahmenuju temannya. Ketika kita memanaskan air menggunakan kompor. Temannya ikut2an kepanasan juga (suhu meningkat) sehinggamassa jenisnya berkurang. Karena volume air bertambah maka massa jenis air berkurang. Karena terdapat perbedaan suhu. yang berubah hanya volumeya saja. Karenaair yang berada di permukaan wadah memiliki suhu yang lebih kecil.Karena bergerak ke atas maka posisi air tadi digantikan oleh temannyayang berada di sebelah atas.

Contoh peristiwa konveksi diantaranya: (1). Tangki utama dihubungkan ke suplai air dingin oleh katup yang dikendalikan oleh pelampung. Air dingin di dalam tangki utama kemudian turun menuju ke ketel untuk dipanaskan. maka pelampung akan membuka katup suplai air. Sistem suplai air panas Prinsip kerja : Air panas di dalam ketel naik ke bagian atas tangki penyimpan.KONVEKSI PAKSA Konveksi paksa adalah konveksi yang terjadi dengan sengaja (dipaksakan).Lampu minyak dan sirkulasi udara diruang tamu (2). . Terjadinya angin darat maupun angin laut Aplikasi konveksi Paksa: 1. Jika ketinggian air di dalam tangki utama berada di bawah ketinggian minimum tertentu.contoh: pada sistem pendingin mesin mobil. Pipa luapan berfungsi mengalirkan luapan air panas yang dihasilkan ke dalam tangki utama.Cerobong asap pabrik dan cerobong asap dapur (3).

Pergerakan udara ini menghasilkan arus konveksi alamiah udara. Dapat dirumuskan menjadi .2. Arus konveksi udara ini akan mendinginkan semua makanan yang disimpan di dalam lemari es. Sistem konveksi udara pada lemari es Rumus-rumus konveksi paksa dan konveksi alami Konveksi paksa Laju perpindahan kalor suatu benda sebanding dengan beda temperatur antara benda dengan fluida sekelilingnya. dan tempatnya digantikan oleh udara hangat yang naik dari bagian bawah dan didinginkan oleh pipa-pipa pendingin. Lemari es Prinsip kerja : Udara dingin pada kompartemen pendingin bergerak ke bawah.

Ada beberapa rumus luasan yaitu : Pada plat datar (A = P x L) Pada silinder (Ar = 2πrL) Gradien temperatur (∆T) merupakan selisih temperatur antara temperatur objek dan temperatur lingkungan/fluida. Dimana : Q = laju perpindahan kalor (W) h = koefisien perpindahan panas (W/m2K) A = Luas permukaan objek (m2) To = Temperatur permukaan objek (K) T∞ = Temperatur lingkungan/fluida (K) [4].Q = h. Koefisien perpindahan panas (h) merupakan koefisien konveksi aliran. Redm .(To . Prn Ket : Nud = Bilangan Nusselt Red = Bilangan Reynold Pr = Bilangan Prandtl n = 0. Prandtl (Pr). Rumusan konveksi paksa erat hubungannya dengan angka Reynolds (Re).A.T∞). Laju perpindahan kalor (Q) merupakan besarnya perpindahan panas yang terjadi terhadap suatu objek.3 (Pendinginan) . Luas permukaan objek (A) adalah luas permukaan yang dikenakan perpindahan panas. Ketiga bilangan ini membentuk persamaan: Nud = C . Nusselt (Nu).4 (Pemanasan) 0.

Digunakan untuk menentukan kriteria aliran laminar dan turbulen [5]. Ket: Red = bilangan Reynold µm = laju aliran udara (m/s) ρ = massa jenis (kg/m3) d = diameter (m) µ = viskositas fluida (kg/m. m. dan n adalah konstanta yang harus ditentukan dari percobaan. Bilangan Prandtl Bilangan Prandtl merupakan bilangan yang digunakan sebagai perbandingan viskositas kinematik fluida terhadap difusivitas termal fluida. c p .Dimana C.s) Batasan: Aliran Laminar (Re ≤ 2300) Aliran Turbulen (Re ≥ 2300) [1]. v Pr = a = k Dimana: v = viskositas kinematik a = difusivitas termal (m2/s) . Bilangan Reynold Bilangan tak berdimensi yang mengukur rasio gaya inersia dari fluida dengan viskositas.

Aliran turbulen berkembang penuh Berdasar Sneider & Tate: Ket: Nud = bilangan Nusselt µ = viskositas dinamik (kg/m. Untuk aliran dalam pipa. seperti halnya aliran melewati plat datar profil kecepatan serupa dengan profil suhu untuk fluida yang mempunyai bilangan Prandtl satu.s) Cp = koefisien panas gas (kJ/kg.°C)[6]. Bilangan Nusselt Aliran laminar berkembang penuh Batasan Ket: Red.Pr Nud= bilangan Nusselt µ = viskositas dinamik (kg/m.µ = viskositas dinamik (kg/m.s) .s) µw= viskositas dinding (kg/m.s) D = diameter pipa (m) L = panjang pipa (m)[6].

023. Pemanas Heater .oC) Nud = Nusselt number [1].s) [1].8. Aliran turbulen berkembang penuh pada tabung licin Nud = 0. Red0. Variabel perpindahan panas konveksi .°C) K = konduktivitas termal (W/m.Prn Batasan : n = 0.6 < Pr < 100 (untuk aliran turbulen yang tidak berkembang sepenuhnya di dalam tabung licin dan dengan beda suhu moderat antara dinding fluida).4 (Pemanasan) n = 0.µw= viskositas dinding (kg/m.∆T Keterangan : � = Perpindahan Kalor (joule) h = Koefisien Konveksi A = Luas Penampang (m2) T = Suhu (kelvin) Koefisien Perpindahan Kalor h k N ud D (W/m2.oC) Dimana : h = koefisien perpindahan kalor (W/m2.3 (Pendingin) 0.

Suhu Limbak/Suhu Film Tf  Ket: Tf Tw  Tb 2 = Suhu film (°C) Untuk konsep suhu limbak (bulk temperatur) yaitu perpindahan kalor yang melibatkan aliran dalam saluran tertutup.Tb ) (Watt) Q = Banyaknya kalor (Watt) h = Koefisien perpindahan kalor (W/m2. 2π.°C) r = Jari-jari (m) L = Panjang Pipa (m) Tb = Temperatur udara keluar (°C) Tw = Temperatur dinding (°C)[6].energi total yang ditambahkan dapat dinyatakan dengan beda suhulimbak: Ket : = massa per satuan waktu (m/kg) cp = kalor jenis pada tekanan konstan(Joule/Kg oC) Tw = temperatur dinding (0C) Tb = temperatur bulk (0C) . r. L ( Tw.Qheater Ket: = h.

Penurunan suhu udara menyebabkan massa jenis udara bertambah. Dirimu menyebutnyadengan julukan angin darat. Proses ini terjadi terus menerus sehingga terbentuk arus konveksiudara sebagaimana yang ditunjukkan pada gambar di atas. udara yang bergerak ke atas mendingin(suhunya menurun). Penurunan suhu menyebabkan massa jenis udara bertambah. Udara yang berada di atas daratan segera meluncur ke laut (2)Sampai pada ketinggian tertentu. Di sebut angin darat karena udara yang berada didaratan melakukan pengungsian massal menuju laut. Akibatnya suhu udara yang berada di atas daratan menurun. . menggantikan posisi udara yang meluncur kelaut tadi (3).Daratan yang memiliki suhu lebih rendah mendinginkan udara yang berada di atasnya.Si udara pun meluncur ke bawah. Angin darat hanya terjadi pada malam hari.