Anda di halaman 1dari 6

III.

Dasar Teori
Kafein adalah suatu senyawa organik yang mempunyai nama lain yaitu kafein, tein, atau
1,3,7-trimetilxantin. Kristal kafein dalam air berupa jarum-jarum bercahaya. Bila tidak
mengandung air, kafein meleleh pada suhu 234oC – 239oC dan menyublim pada suhu yang lebih
rendah. Kafein mudah larut dalam air panas dan kloroform, tetapi sedikit larut dalam air dingin
dan alkohol (Abraham, 2010)
Kafeina atau lebih populernya kafein, ialah senyawa alkaloid xantina berbentuk kristal
dan berasa pahit yang bekerja sebagai obat perangsang psikoaktif dan diuretik ringan. Kafeina
ditemukan oleh seorang kimiawan Jerman, Friedrich Ferdinand Runge, pada tahun 1819. Ia
menciptakan istilah "kaffein" untuk merujuk pada senyawa kimia pada kopi. Kafeina juga
disebut guaranina ketika ditemukan pada guarana, mateina ketika ditemukan pada mate, dan
teina ketika ditemukan pada teh. Semua istilah tersebut sama-sama merujuk pada senyawa kimia
yang sama. Kafeina dijumpai secara alami pada bahan pangan seperti biji kopi, daun teh, buah
kola, guarana, dan maté. Pada tumbuhan, ia berperan sebagai pestisida alami yang melumpuhkan
dan mematikan serangga-serangga tertentu yang memakan tanaman tersebut. Ia umumnya
dikonsumsi oleh manusia dengan mengekstraksinya dari biji kopi dan daun teh. Kafeina
merupakan obat perangsang sistem pusat saraf pada manusia dan dapat mengusir rasa kantuk
secara sementara. Minuman yang mengandung kafeina, seperti kopi, teh, dan minuman ringan,
sangat digemari. Kafeina merupakan zat psikoaktif yang paling banyak dikonsumsi di dunia.
Tidak seperti zat psikoaktif lainnya, kafeina legal dan tidak diatur oleh hukum di hampir seluruh
yuridiksi dunia. Di Amerika Utara, 90% orang dewasa mengkonsumsi kafeina setiap hari
(Anonim, 2010)
Kopi adalah sejenis minuman yang berasal dari proses pengolahan dan ekstraksi biji
tanaman kopi. Kata kopi sendiri berasal dari bahasa Arab qahwah yang berarti kekuatan, karena
pada awalnya kopi digunakan sebagai makanan berenergi tinggi. Kata qahwah kembali
mengalami perubahan menjadi kahveh yang berasal dari bahasa Turki dan kemudian berubah
lagi menjadi koffie dalam bahasa Belanda.[rujukan?] Penggunaan kata koffie segera diserap ke
dalam bahasa Indonesia menjadi kata kopi yang dikenal saat ini. Secara umum, terdapat dua jenis
biji kopi, yaitu arabika (kualitas terbaik) dan robusta. Sejarah mencatat bahwa penemuan kopi
sebagai minuman berkhasiat dan berenergi pertama kali ditemukan oleh Bangsa Etiopia di benua

Selain itu. teori itu ditentang oleh Profesor Peter Rogers dari Universitas Bristol. tidak dapat tidur (insomnia).19 dengan rumus kimia C8H10N8O2 dan pH 6. biji kola. serta memberikan efek samping berupa rasa gelisah (neuroses). pakar gizi dari Universitas Indonesia. dan beberapa minuman penyegar. 2007) Tapi. kopi juga dapat menurunkan risiko terkena penyakit kanker. dan konsentrasi kita terjaga. batu empedu. Di samping rasa dan aromanya yang menarik.[rujukan?] Indonesia sendiri telah mampu memproduksi lebih dari 400 ribu ton kopi per tahunnya. Khasiat kopi yang sudah umum dikenal orang sejak dulu adalah mengurangi rasa kantuk dan lelah. daun mete. senyawa kafein yang tergolong alkaloid itu sebetulnya juga mampu meningkatkan kewaspadaan saraf motorik. Hal inilah yang membuat banyak orang mengkonsumsi kopi di pagi hari. kopi sebetulnya memiliki segudang manfaat bagi manusia. Selain itu. daun teh. Menurut penelitian yang dilakukannya. Ini karena saraf kita terstimulasi. orang yang meminum kopi akan mampu lebih berkonsentrasi dalam melakukan pekerjaannya. tidak mengantuk. Inggris. Hasilnya. kafein yang terkandung dalam kopi tersebut tidak akan akan memunculkan khasiat-khasiat itu bila orang yang meminumnya sudah terbiasa dengan pengaruh kafein (Anonim. di balik kandungan kafein yang lumayan besar itu. Kafein memiliki berat molekul 194. sehingga kita bisa berpikir cemerlang. orang akan merasa lebih segar setelah meminum kopi.Afrika sekitar 3000 tahun (1000 SM) yang lalu. biji coklat. Namun.9 (larutan kafein 1% dalam air). Dari beberapa literatur. dan denyut jantung tak berarturan (tachycardia). karena tanaman kopi dan teh menghasilkan biji kopi dan daun teh dengan sangat cepat. . tetapi yang ada adalah efek tak langsungnya seperti menstimulasi pernafasan dan jantung. dan berbagai penyakit jantung (kardiovaskuler) (Anonim. Kafein pun menimbulkan perangsangan pada sistem pernafasan dan sistem pembuluh darah dan jantung. 2010) Kafein merupakan jenis alkaloid yang secara alamiah terdapat dalam biji kopi.” terang Saptawati Bardosono. sementara penghancurannya sangat lambat (Hermanto. “Kafein yang terkandung dalam kopi mampu merangsang sistem saraf pusat. diketahui bahwa kopi dan teh banyak mengandung kafein dibandingkan jenis tanaman lain. efek langsung dari kafein terhadap kesehatan sebetulnya tidak ada. diabetes. Secara ilmiah. Kopi kemudian terus berkembang hingga saat ini menjadi salah satu minuman paling populer di dunia yang dikonsumsi oleh berbagai kalangan masyarakat. 2008).

aseton. 2009). Ekstrak biasanya menggunakan pelarut organik. karena pelarut organik akan melarutkan semua senyawa bioaktif dan senyawa yang berpotensi lainnya dalam bahan tersebut bila ingin dikembangkan secara komersial. Pembagian solut antara dua cairan tak saling campur memberikan banyak kemungkinan yang menarik bagi pemisahan-pemisahan secara analitik. 2008). yaitu: 1. diantaranya:    Suhu Ukuran partikel Faktor solven Kafein biasanya diisolasi dengan ekstraksi menggunakan solven organik. Solute akan terpisah dari sampel dan larut oleh solven membentuk fase ekstrak. biasanya melalui proses difusi. karena ukuran partikel sangat mempengaruhi internal diffusi dari pelarut ke dalam padatan (Hernani. 3. Secara garis besar. pH. alkohol. pelarut yang berhalogen. Pemisahan fase ekstrak dengan sampel. waktu. 1981). Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi ekstraksi. Juga untuk keadaan yang tujuan utamanya bukanlah analitik melainkan preparatif. proses pemisahan secara ekstraksi terdiri dari tiga langkah dasar. Metode ekstraksi dan ukuran partikel dalam proses ekstraksi akan mempengaruhi rendemen ekstrak yang dihasilkan. maka ekstraksi solven dapat merupakan suatu langkah penting dalam urutan yang memberikan hasil murni di dalam laboratorium organik. . Ekstraksi pelarut dari bahan-bahan sumber memberikan hasil lemak tertinggi. seringkali diperlukan hanya sebuah corong pemisah (Day. karbondisulfida. 1985). Meskipun kadang-kadang digunakan alat-alat yang sukar. Penambahan sejumlah massa solven untuk dikontakkan dengan sampel. atau biokimia. Pelarut yang digunakan antara lain hidrokarbon. 2.Secara sederhana ekstraksi dapat didefinisikan sebagai proses pemindahan satu atau lebih komponen dari satu fase ke fase lainnya. anorganik. Ekstraksi pelarut terutama penting jika diharapkan sisa yang berkandung lemak rendah misalnya tepung kedele untuk pembuatan tekstur protein nabati (Buckle. suhu. dan rasio komposisi solven dengan bahan) dapat mempengaruhi efisiensi ekstraksi kafein (Majid. dan kondisi ekstraksi (solven.

Untuk bermacam-macam kopi kadar kafeinnya berbeda-beda.0 – 1.2 .5% caffeine. Senyawa-senyawa tersebut berasal dari bubuk kopi yang dikonsumsi sebagai minuman.2 persen. Pada suhu 25oC kafein larut dalam campuran 45.8% kenaikan rendemen yang signifikan hanya didapat pada kurun waktu ekstraksi 0-1 jam (Ramadhan. Hal ini dikarenakan semakin tinggi konsentrasi etanol maka semakin rendah tingkat kepolaran pelarut yang digunakan.01 mg/g. kopi liberia 1. Dalam teh kering terdapat kira-kira 3% caffeine. Kandungan kafein dalam teh hijau adalah 21. kopi arabika 1. Cairan kopi diperoleh dari kopi bubuk yang diseduh dengan air panas yang menyebabkan semakin banyaknya senyawa yang terekstraksi. Dalam pengolahan elusi. Dalam bulu daun peko terdapat 2% caffeine (Adisewojo. diantaranya kafein. Ini diamati afinitas yang lebih tinggi dan pemulihan kafein dapat diperoleh pada kartrid kafein MIP. Rendemen tertinggi dapat diperoleh dengan menggunakan etanol 99.5 persen. Kafein MIP yang disintesis dan disusun bisa diekstrak secara selektif dan menghilangkan kafein dan beberapa senyawa katekin dari teh hijau (Jin. Akan tetapi. sedang dalam tangkai hanya terdapat 0.2. Daun yang termuda misalnya mengandung caffeine yang terbanyak. Kadar kafein dalam biji kopi (Cafea sp. serta trigonelin (Rahayu.4 -1. karbondioksida. Di dalam kopi yang telah disangrai terdapat beberapa senyawa penting.6 bagian air. rendemen yang diperoleh pun akan meningkat. dengan menggunakan etanol 99. yaitu 3-4%. Pada prinsipnya pembuatan kopi dekafein ialah melarutkan kafein dengan suatu pelarut tertentu. Misalnya kadar kafein pada kopi robusta 1. daun kelima dan keenam 1½%. Pada galibnja kadar caffeine tidak dimana-mana bagian dari tanaman sama.) ialah 0. hampir kafein murni terdeteksi pada kartrid kafein MIP. 2009). Senyawa-senyawa yang terdapat di dalam cairan kopi hampir sama dengan cairan teh.4 – 1. asam organik. Bahan inilah yang menimbulkan rasa nikmat dari air teh.1964).2 persen.8% sebagai pelarut pada suhu 40oC selama 6 jam.Tingginya konsentrasi pelarut juga menunjukkan turunnya polaritas pelarut yang merupakan campuran etanol dengan air. 2007). yang kelarutannya meningkat dengan .5 – 2. 2007). Semakin lama waktu ekstraksi.6 persen dan kopi mukka 1. yang pada akhirnya dapat meningkatkan kemampuan pelarut dalam mengekstrak.

pelarut dipanaskan dalam labu didih sehingga menghasilkan uap. yaitu ekstraktor Soxhlet dan ekstraktor Butt. Secara kimia. Alkaloid adalah basa organik yang mengandung amina sekunder. Uap tersebut kemudian masuk ke kondensor melalui pipa kecil dan keluar dalam fasa cair. Adapun kopi instan setiap cangkirnya mengandung kafein lebih tinggi. 2008). yaitu 60 – 80 miligram. Peristiwa ini disebut dengan efek sifon (Utami. Pembungkus tersebut dimasukkan kedalam alat soxhlet. tersier atau siklik. biasanya sebagai bagian dari sistem siklik. Senyawa kafein tergolong dalam jenis alkaloid yang bisa menimbulkan kecanduan. Menurut sebuah riset. yang ampasnya diendapkan. Kemudian pelarut seluruhnya akan menggejorok masuk kembali ke dalam labu didih dan begitu seterusnya. Kandungan paling tinggi ditemukan pada kopi biasa yang tidak diendapkan. Pelarut dan batu didih dimasukkan kedalam labu dan diekstrak dengan suhu dan waktu yang diinginkan. yang merupakan golongan senyawa metabolit sekunder terbesar dari tanaman. tetapi alkaloid umumnya mencakup senyawa-senyawa bersifat basa yang mengandung satu atau lebih atom nitrogen. Kemudian pelarut masuk ke dalam selongsong berisi padatan. . 2006). mengandung 25 miligram – 30 miligram kafein. Banyak alkaloid adalah terpenoid di alam dan beberapa adalah steroid (Utami. Pada ekstraktor Soxhlet. 2009).13 gram kafein/ 100 g air sedangkan pada suhu 100oC pelarutannya 50. Ekstraksi soxhlet merupakan proses ekstraksi yang berlangsung secara berulang-ulang dan teratur. Secangkir kopi biasa. Ada dua jenis ekstraktor yang lazim digunakan pada skala laboratorium. Pelarut akan membasahi sampel dan tertahan di dalam selongsong sampai tinggi pelarut dalam pipa sifon sama dengan tinggi pelarut di selongsong. yakni 120 miligram per cangkirnya (Anonim2.makin tingginya suhu air misalnya pada suhu 25oC dapat larut 2. Tidak ada satupun definisi yang memuaskan tentang alkaloid. alkaloid adalah golongan yang sangat heterogen berkisar dari senyawa-senyawa yang sederhana seperti coniine sampai ke struktur pentasiklik strychnine. besarnya kandungan kafein itu tergantung dari cara pengolahan kopi sebelum diminum. Diperkirakan ada 5500 alkaloid telah diketahui. Bahan yang akan diekstrak dijadikan serbuk dan diletakkan dalam pembungkus yang berpori (kertas saring). sedangkan pada bagian atas alat ini dihubungkan dengan kondensor atau pendingin. 2008).0 g kafein/ 100 g air (Koswara.

miscible dengan cairan organik yang paling. .Penggunaan ekstraksi soxhlet mempunyai keuntungan. Kloroform digunakan sebagai pelarut dalam farmasi industri dan untuk memproduksi pewarna dan pestisida . sehingga proses ekstraksi membutuhkan waktu lama(Nuryanti. 2010). Sebagai contoh. salah satunya adalah proses ekstraksi dapat berlangsung berulang-ulang secara otomatis sampai ekstraksi sempurna. Namun kekurangan dari sistem ini adalah suhu campuran pada tabung ekstraksi tidak sama dengan titik didih pelarutnya. dan nyaman volatile. ia digunakan dalam perdagangan untuk ekstrak morfin dari poppy dan skopolamin dari Datura tanaman (Anonim. 2010). Kloroform adalah pelarut yang umum di laboratorium karena relatif tidak reaktif. Kloroform adalah pelarut yang efektif untuk alkaloid dalam bentuk basis mereka dan dengan demikian bahan tanaman biasanya diekstraksi dengan kloroform untuk diproses farmasi.