Anda di halaman 1dari 3

1.

Skimming Pricing

Strategi ini diterapkan dengan jalan menetapkan harga yang tinggi bagi suatu
produk baru atau inovasi dalam tahap perkenalan, kemudian menurunkan harga
tersebut pada saat persaingan mulai ketat. Strategi ini baru bisa berjalan baik jika
konsumen tidak sensitif terhadap harga, tetapi lebih menekankan pertimbanganpertimbangan kualitas, inovasi, dan kemampuan produk tersebut dalam
memuaskan kebutuhan.
Contoh handphone nokia, laptop, komputer, dan lain sebagainya.

2.

Penetration Pricing

Strategi harga penetrasi adalah menentukan harga awal yang rendah atau murah
dengan tujuan untuk penetrasi pasar dengan cepat dan juga membangun loyalitas
merek dari pada konsumen. Tujuan dari strategi ini untuk mencapai skala ekonomis
dan mengurangi biaya per unit. Pada saat bersamaan strategi penetrasi juga dapat
mengurangi minat dan kemampuan pesaing karena harga yang rendah
menyebabkan marjin yang diperoleh setiap peusahaan menjadi terbatas.
Contoh : tarif layanan operator baru three / 3, mie selera rakyat, so klin
MB, dan lain-lain.

3.

Prestige Pricing

Strategi harga Prestige Price adalah menetapkan harga yang tinggi demi
membentuk image kualitas produk yang tinggi yang umumnya dipakai untuk produk
shopping dan specialty.. Sedangkan apabila harga diturunkan sampai tingkat
tertentu, maka permintaan terhadap barang atau jasa tersebut akan turun. Produkproduk yang sering dikaitkan dengan prestige pricing antara lain adalah permata,
berlian, mobil mewah, dan sebagainya.
Contoh : roll royce, rolex, guess, gianni versace, prada, vertu,Harley
davidson dan lain sebagainya.

4.

Bundle Pricing

Merupakan strategi pemasaran Penetapan harga dengan cara menjual produk
dalam satu paket dengan satu harga tertentu yang lebih murah dibanding membeli
satu unik produk masing-masing.
Misalnya travel agency, menawarkan paket liburan yang mencakup
transportasi, akomodasi, dan konsumsi. Metode ini memberikan manfat
besar bagi pembeli dan penjual. Pembeli dapat menghemat biaya total,
sedangkan penjual dapat menekan biaya pemasarannya.

dan masih banyak peralatan lainnya. arloji 25%. Metode ini banyak diterapkan di supermarket dan took-toko eceran lainya yang menawarkan banyak lini produk. seperti mobil. accessories. 7.atau furniture) dan jenis produk yang dijual. Target Return Pricing Strategi penetapan hargadimana perusahaan menentukan harga yang akan menghasilkan tingkat pengembalian ROI (adalah rasio uang yang diperoleh atau hilang pada suatu investasi. Persentase markup bervariasi besarnya . Skema ini banyak diterapkan pada produk-produk yang bersifat sangat teknikal. Misalnya pakaian dikenai tambahan 15%.Loss Leader Pricing . Biasanya produk yang tingkat perputarannya tinggi dikenakan markup yang lebih kecil daripada produk yang tingkat perputarannya rendah Contoh: Carrefour Supermarket Carrefour menjual berbagai macam kebutuhan mulai dari grocery. buku. pakaian.hem 15%. sepatu 20%. Persentase markup besarnya bervariasi tergantung pada jenis produk yang dijual. Cost Plust Fixed Fee Pricing Dalam skema ini pemasok atau produsen akan mendapatkan ganti atas semua biaya yang dikeluarkan. tetapi produsen tersebut hanya memperoleh fee tertentu sebagai laba dengan besar tergantung pada biaya final proyek tersebut yang disepakati bersama.tergantung pada jenis took eceran (pakaian. tentunya memasang markup pricing yang berbeda-beda sesuai dengan jenis took eceran dan jenis produk yang dijual. 6. dan lain-lain. furniture 35%.sepatu 20%. Standard Markup Pricing Merupakan penetapan harga yang ditentukan dengan jalan menambahkan persentase (markup) tertentu dari biaya pada semua item dalam suatu kelas produk. berapapun besarnya.) yang diinginkan 8. elektronik.dan lain-lain. pakaian dikenai tambahan 15%. Dari jenis-jenis kebutuhan tersebut.5. Sebagai contoh.grosery. furniture. relatif terhadap jumlah uang yang diinvestasikan. pesawat dll.

produk dijadikan semacam penglaris (pancingan) agar produk yang lainnya laku. Jadi. 9. . Jika ada perusahaan yang ingin membeli produk. perusahaan terkadang menjual produknya dengan harga dibawah biaya produksinya dengan tujuan untuk menarik sebanyak mungkin konsumen potensial. maka yang bersangkutan menggunakan jasa agen pembelian untuk menyampaikan spesifikasi produk yang dibutuhkan kepada calon produsen. Sealed Bid Pricing Sistem ini menggunakan penawaran harga yang melibatkan agen pembelian (buying agency).Untuk keperluan promosi. Kemudian diadakan semacam lelang untuk menentukan penawaran terendah yang memenuhi syarat untuk melaksanakan kontrak pembelian.