Anda di halaman 1dari 1

HOME

VISI MISI

DASAR NLP

DISCLAIMER

LINGUISTIC

NLP & PELATIHAN

KONTAK KAMI

NLP & BELAJAR

NLP & PENJUALAN

PENULIS TETAP

NLP & COACHING

NLP & PERSUASI

NLP & KESEHATAN

NLP & SEKS

NLP & MODELING

LEVEL PRAKTISI

-Leading with NLP- Series: Aligned Leader

NLP & MOTIVASI

KISAH PRAKTEK NLP

HYPNOSIS/THERAPY

CARI ARTIKEL

3 January, 2008 By Teddi P. Yuliawan — 5 Comments
Search the site ...

Seorang manajer harus mendatangi anak buahnya setiap hari untuk mengingatkan penyelesaian tugas yang
rutin dan sudah terstandardisasi. Ia merasa tidak punya cara lain untuk membuat anak buahnya dapat
menjalankan pekerjaan sesuai yang ia inginkan. Jadilah ia harus meluangkan waktu 1 jam setiap harinya

ARSIP ARTIKEL

hanya untuk pekerjaan cek mengecek ini. Sang manajer berpendapat bahwa ia harus menjaga kinerja tim
yang ia kelola, sehingga setiap target dapat tercapai pada waktunya dan tidak merugikan perusahaan.
Select Month

Sisi lain, si anak buah pun gerah melihat perilaku manajernya. Ia merasa diperlakukan layaknya seorang anak
kecil. Tidak lewat satu hari tanpa ia harus mendengar pertanyaan, ”Sampai mana progresnya?”, dengan nada
yang menurutnya kurang bersahabat. Kualitas baginya jauh lebih penting daripada leadtime. Ia tidak rela
menyelesaikan sebuah pekerjaan sesuai deadline jika tidak menunjukkan kualitas yang ia inginkan.
Well, tidakkah keduanya memiliki maksud yang baik? Ya, bukan? Perilaku sang manajer barangkali kurang

Ya, saya mau belajar NLP Gratis!
Kirimkan tips, artikel, teknik NLP & info diskon
event ke mailbox saya.
Name:

pas sebagai seorang pemimpin yang bijak, namun maksudnya melakukan hal itu adalah yang sangat benar.
Sementara itu, perilaku si anak buah bisa jadi juga tidak tepat bagi kinerja perusahaan secara keseluruhan,

Email:

tapi niatnya menyelesaikan pekerjaan dengan cara itu juga amat benar.
Sign Up!
Lalu, yang mana kah yang benar jika kondisi seperti ini terjadi di perusahaan Anda?
We respect your privacy

”Selalu ada maksud baik di balik setiap perilaku”, demikian ujar salah satu NLP Presuppotitions. Ditambah
lagi, ”Manusia itu lebih dari sekedar perilakunya”, maka berarti selalu ada kemungkinan bagi setiap orang
untuk melakukan perubahan dalam dirinya.
Nah, apa hubungannya dengan cerita tadi?
ENSIKLOPEDIA NLP
Begini. Saya termasuk orang yang kurang setuju jika ada yang serta merta mengatakan bahwa, ”Segala
sesuatu itu tergantung niatnya”. Ya, niat memang penting, DAN niat yang tereksekusi menjadi perilaku yang
sesuai jauh lebih penting. Menilik kembali cerita di atas, niat sang manajer dan si anak buah tentu amat baik,
tapi apakah perilaku mereka pas selaras dengan niat tersebut?
Di titik ini, saya pun bertanya-tanya, ”Bagaimana agar perilaku saya sebagai seorang pemimpin memang
benar-benar mencerminkan niat saya yang sesungguhnya?” Menggunakan istilah yang sedikit teknis, NLP
menyebut hal seperti ini dengan kongruen.
Tidak bisa tidak, seorang pemimpin yang efektif adalah mereka yang selaras. Walk the talk. Sangat teruji
integritasnya, karena apa yang ia niat dan katakan, itulah pula yang ia jalankan. Meminjam istilah yang
banyak digunakan dalam law of attraction, orang yang kongruen memiliki vibrasi energi yang jauh lebih besar
dibandingkan dengan yang tidak. Adakah yang istimewa dari kata-kata seorang pemimpin besar seperti
Mandela, misalnya? Ya dan tidak. Namun membayangkan sosoknya, mendengar kata-kata tersebut
diucapkan darinya sendiri, muncul perasaan yang amat berbeda dibandingkan jika kata-kata itu diucapkan
oleh orang lain.

Istilah-istilah NLP
Presuposisi NLP
Apakah NLP itu?
Sejarah NLP
F.A.Q.

Lalu, apa yang bisa kita lakukan untuk menjadi pemimpin yang seperti ini?
Salah satu teknik dalam NLP yang menurut saya pas untuk menjawab pertanyaan ini adalah Neurological
Level. Dikembangkan pertama kali oleh Robert Dilts, teknik ini menjadi salah satu teknik yang

FILM BERNUANSA NLP

mengutamakan pendekatan sistemik untuk memahami manusia. Ia disusun untuk menjawab kebutuhan
para praktisi NLP yang ingin memahami bagaimana menggunakan NLP secara sistemik dan tidak terpisah
antara satu teknik dengan teknik lainnya.
Neurological Level mengajak kita untuk memahami proses berpikir dan merasa manusia menjadi beberapa
level, yaitu:
• Environment
• Behavior
Limitless

• Capability

Film The Negotiator, 1998
• Belief/Values

Derren Brown, Serial TV
The Mentalist: TV Serial

• Identity, dan
• Spiritual
Untuk lebih mudah memahami, perhatikan contoh di bawah ini. Ketika membaca, tekankan pada kata yang

REVIEW RINGKAS BUKU NLP

bercetak tebal, dan rasakan bedanya ketika Anda membacanya dengan penekanan tersebut.
Saya tidak bisa melakukan hal seperti itu di sini
Saya tidak bisa melakukan hal seperti itu di sini
Saya tidak bisa melakukan hal seperti itu di sini
Saya tidak bisa melakukan hal seperti itu di sini
Saya tidak bisa melakukan hal seperti itu di sini

Change Your Mind (and Keep the Change), Steve &
Connirae Andreas

Anda bisa merasakan perbedaannya bukan? Dari sisi Neurological Level, kalimat-kalimat tersebut
Frog Into Princess: Richard Bandler & John Grinder

mengindikasikan perhatian kita terhadap level yang berbeda.

Structure Of Magic: Richard Bandler & John
Saya tidak bisa melakukan hal seperti itu di sini (Environment)

Grinder

Saya tidak bisa melakukan hal seperti itu di sini (Behavior)
Saya tidak bisa melakukan hal seperti itu di sini (Capability)

UAN / UAS – UJIAN AKHIR NEGERI /
SEKOLAH

Saya tidak bisa melakukan hal seperti itu di sini (Belief/Value)
Saya tidak bisa melakukan hal seperti itu di sini (Identity)
Mencermati penekanan yang terdapat dalam kalimat yang kita ucapkan, kita bisa menandai pada level
mana kah kita sedang berbicara, dan karenanya memudahkan untuk melakukan identi kasi masalah.
Contoh, jika Anda mengatakan, ”Sebenarnya saya bukanlah seseorang yang detil dalam mengerjakan
pekeraan”, pada level mana kah masalah Anda berada?
Aha, tepat! Identitas. Maka tidak akan banyak berguna jika Anda mengembangkan diri untuk mengatasi
kekurangmampuan Anda dalam hal detil melalui berbagai pelatihan atau penugasan. Anda membutuhkan
sebuah perubahan yang lebih mendalam sehingga tidak muncul pertentangan antara keterampilan detil
Anda dengan identitas yang Anda miliki.

Rahasia Membuat Contekan UAN Yang Legal
100%

Lain lagi ceritanya jika Anda mengatakan, ”Saya merasa tidak terlalu baik dalam menyusun sebuah konsep

Bantu Anak Menghadapi UAN Dengan NLP

global”. Dalam kondisi demikian, Anda memang membutuhkan pengembangan yang bersifat peningkatan
perilaku. Anda barangkali sudah memiliki pengetahuan yang cukup, namun membutuhkan peluang lebih
banyak agar pengetahuan tersebut mewujud menjadi keterampilan.
SPAM YANG TIDAK EKOLOGIS:
Agar lebih mudah lagi untuk diterapkan, saya akan berikan kata kunci untuk melakukan eksplorasi
Neurological Level Anda. Ini dia:

124,511 spam
blocked by Akismet

• Environment. Informasi tambahan mengenai lingkungan apa yang saya butuhkan?
• Behavior. Saya punya informasi yang cukup, tapi bagaimana saya bisa menggunakannya?
• Capability. Saya tahu apa yang harus saya lakukan, tapi bagaimana agar saya bisa menggunakannya
dengan baik secara konsisten?
• Belief/Values. Saya bisa melakukannya, tapi maukah saya melakukannya? Apakah bagi saya itu penting?
• Identity. Apakah hal itu bermakna bagi saya? Sesuaikah dengan identitas yang saya miliki?
• Spiritual. Apakah hal itu sesuai dengan keyakinan saya yang paling dalam? Dengan agama yang saya anut?
Dengan misi saya hidup di dunia?
Nah, jika sudah selesai melakukan identi kasi di tiap level, Anda bisa menjalankan latihan berikut untuk
menyelaraskan setiap levelnya. Amat baik jika Anda memiliki seorang partner untuk menjadi pembimbing
selama Anda menjalaninya.
Neurological Level Alignment
Mulailah dengan berdiri di sebuah tempat yang memungkinkan Anda untuk melangkah 5 langkah ke
belakang.
Pikirkan sebuah situasi yang Anda ingin mempunyai lebih banyak pilihan, yang Anda memiliki keraguan
bahwa Anda sudah menggunakan semua sumber daya yang Anda miliki, yang Anda merasa bahwa Anda
bukanlah Anda yang sebenarnya. Anda juga bisa menggunakan latihan ini untuk lebih memastikan bahwa
Anda sudah menyelaraskan semua sumber daya yang Anda miliki.
Mulailah dengan lingkungan di tempat Anda merasakan munculnya masalah tersebut.
Deskripsikan lingkungan tempat Anda berada.
Di manakah Anda?
Siapa saja yang ada di sekeliling Anda?
Apa saja hal yang bisa tandai di tempat ini?
Lihat apa yang Anda lihat, dengar apa yang Anda dengar, dan rasakan apa yang Anda rasa di tempat
tersebut.
Ambil satu langkah ke belakang. Anda berada pada level perilaku.
Apa saja yang sedang Anda lakukan?
Pikirkan Anda sedang bergerak, mengambil tindakan, dan berpikir.
Pikirkan bagaimana perilaku Anda menyesuaikan diri dengan lingkungan Anda.
Lihat apa yang Anda lihat, dengar apa yang Anda dengar, dan rasakan apa yang Anda rasa demi melakukan
hal-hal tersebut.
Ambil satu langkah lagi ke belakang, yang membawa Anda pada level kemampuan.
Pikirkan berbagai keterampilan yang Anda miliki.
Apa saja kah keterampilan itu?
Bagaimana sikap mental yang Anda miliki?
Bagaimana kualitas berpikir Anda?
Kemampuan komunikasi dan interpersonal apa saja yang Anda miliki?
Kualitas apa saja yang Anda miliki yang sejauh ini sudah menjadikan hidup Anda lebih baik?
Hal apa saja—dalam konteks apapun—yang dapat Anda lakukan dengan baik?
Lihat apa yang Anda lihat, dengar apa yang Anda dengar, dan rasakan apa yang Anda rasa demi melakukan
hal-hal tersebut.
Melangkah ke belakang lagi, bere eksilah kepada keyakinan dan nilai-nilai yang Anda miliki.
Apa saja yang penting bagi Anda?
Apa saja yang bermakna bagi Anda?
Keyakinan yang membangun apa saja yang Anda miliki terhadap diri Anda sendiri?
Keyakinan yang membangun apa saja yang Anda miliki terhadap orang lain?
Prinsip apa saja yang sangat Anda pegang teguh?
Lihat apa yang Anda lihat, dengar apa yang Anda dengar, dan rasakan apa yang Anda rasa demi melakukan
hal-hal tersebut.
Anda bukanlah perilaku Anda, pun bukan pula keyakinan Anda. Ambil satu langkah ke belakang, dan pikirkan
keunikan personal Anda (level identitas).
Apa misi Anda dalam hidup?
Orang seperti apa kah Anda?
Rasakan menjadi diri Anda sendiri sepenuhnya, dan apa yang ingin Anda capai dalam hidup.
Ekspresikan dalam metafora—simbol atau apapun yang muncul dalam pikiran Anda yang dapat
menggambarkan diri Anda.
Ambil langkah terakhir, level spiritual. Pikirkan bagaimana Anda terhubung dengan semua makhluk hidup lain
dan apapun yang Anda yakini ada dalam hidup Anda.
Metafora apakah yang tepat untuk menggambarkan hal ini?
Ambil perasaan terhubung ini sembari Anda melangkah maju ke lokasi tempat level identitas (satu langkah
di depan), dengan tetap mempertahankan posisi tubuh persis seperti pada langkah terakhir (spiritual).
Perhatikan, dengarkan, dan rasakan perubahan yang muncul.
Sekarang, ambil perasaan diri Anda yang baru ini, berikut metaforanya, untuk melangkah ke lokasi tempat
keyakinan dan nilai-nilai berada. Pertahankan posisi tubuh Anda seperti sebelumnya.
Apa saja yang penting bagi Anda sekarang?
Apa saja yang Anda yakini sekarang?
Apa yang Anda inginkan untuk Anda anggap penting?
Apa yang Anda inginkan untuk Anda yakini?
Keyakinan dan nilai-nilai apa saja yang menggambarkan identitas Anda?
Ambil perasaan keyakinan yang baru ini dan melangkahlah ke level keterampilan, dengan tetap
mempertahankan posisi tubuh sebelumnya.
Bagaimana menurut Anda, keterampilan Anda akan bertransformasi dan semakin meningkat serta semakin
dalam?
Bagaimana Anda akan menggunakan keterampilan tersebut dalam level yang paling maksimal?
Pertahankan posisi tubuh Anda, dan melangkahlah ke level perilaku.
Bagaimana Anda akan berperilaku sehingga menggambarkan keselarasan yang sudah Anda rasakan
sekarang?
Terakhir, melangkahlah ke level lingkungan.
Bagaimana semuanya terasa berbeda ketika Anda membawa keselarasan ini ke lingkungan tempat Anda
berada?
Tandai perasaan Anda demi membawa keselarasan ini.
Dan sekarang, jika Anda bawa keselarasan ini untuk menyelesaikan permasalahan yang Anda alami, atau
tujuan yang ingin Anda capai, semuanya akan berubah!
Selamat mencoba!

0

0
Like

Filed Under: NLP Level Praktisi

SILAHKAN MEMBERIKAN TANGGAPAN / KOMENTAR KONSTRUKTIF.
Jika Anda mendapatkan pesan “Pesan Anda Menunggu Moderasi”, berarti komentar Anda mengandung
kata-kata “possible spam” yang ter lter OTOMATIS oleh mesin ANTI SPAM.
Komentar yang tidak sopan, mengadu domba, atau bersifat negatif, pasti dihapus oleh sistem.

Comments

Asep Haerul Gani says
3 January, 2008 at 9:03 pm
Mas Teddy, Makanan pembuka yang segar memasuki tahun 2008.
Bila saja tampilan webnya memungkinkan menjadi TEBALNYA (Bold) kata-kata yang harus
tercetak tebal, sehingga 6 neurological levelnya bisa terlihat, terdengar dan terasa, maka lebih
mudah bagi pembaca untuk memahaminya.
Saya usul Mas Teddy mengedit naskah ini dan menggantikan kata-kata/frasa yang harusnya
tercetak tebal dengan HURUF BESAR , sehingga keterbatasan di web tetap dapat memberikan apa
yang Anda inginkan.
Oh, Ya, 4 Buku sudah menunggu Anda: Conjoint family THerapy; Taproof: Magick Trick: dan 1 karya
Ormond McGill. Kapan kita ketemuan?
Sukses bagi Anda. Salam bagi sang bayi, juga ibunya.
Asep H Gani

titus budi says
28 January, 2008 at 4:10 pm
terimakasih untuk artikel ini. mudah dicerna, berbobot. salam dari bangka

arif says
30 June, 2008 at 9:37 am
Tulisan yang bagus, tapi ada satu hal yg kayaknya pak Asep harus buka lg hadist arbain no 1.
orang yg berbuat tanpa ada niat, gak akan baik hasilnya, atau orang yang berbuat sesuatu yg
bermanfaat tapi niatnya jelek gak berkah juga tuh hasilnya.

Yuris says
12 June, 2009 at 6:59 am
Terimakasih pak Teddy..
Saya udah baca b’kali2 tentang neurological level ,tp kok pahamnya setelah membaca artikel ini..
Boleh juga tuh pak Teddy usul dari Pak Asep,saya akses portal ini dari hp,ga tau knp huruf tebalnya
ga muncul,dan lebih mudah lagi kl dipake huruf BESAR utk yg cetak tebal..
Trmksh pak Teddy,Trmksh Pak Asep..
Salam streetsmart Nlp!

buyung kiu says
6 July, 2010 at 3:50 am
Apa hubungannya dengan cerita awal tentang manager yang nyinyir tadi ya … Gua kayaknya gak
dong tuh …

Leave a Reply
Your email address will not be published. Required elds are marked *
Name *

Email *

Website

Comment

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym
title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q
cite=""> <strike> <strong>

POST COMMENT

Powered By Sinergy Lintas Batas