Anda di halaman 1dari 17

Telaah Kepustakaan

Yang dimaksud dengan studi (telaah) kepustakaan adalah segala usaha yang dilakukan oleh
peneliti untuk menghimpun informasi yang relevan dengan topik atau masalah yang akan atau
sedang diteliti. Informasi itu dapat diperoleh dari buku-buku ilmiah, laporan penelitian,
karangan-karangan ilmiah, tesis dan disertasi, peraturan-peraturan, ketetapan-ketetapan, buku
tahunan, ensiklopedia, dan sumber-sumber tertulis baik tercetak maupun elektronik lain.
A. Kegunaan Telaah Kepustakaan
Penelaahan atau studi kepustakaan mempunyai beberapa tujuan, yaitu
1. Untuk menambah dan memperluas wawasan baik yang berkaitan dengan
permasalahan atau tidak
2. Untuk mencetuskan suatu gambaran sebagai bentuk ide, sehingga dapat
diungkapkan ke dalam suatu permasalahan yang up to date dan menarik
3. Untuk mendapatkan informasi lebih jauh dan yang telah berkembang dalam ilmu
pengetahuan
4. Agar dapat menerapkan metode penelitian yang tepat guna keperluan operasional
lapangan maupun penulisan
5. Untuk dapat mengimbangi gerak majunya ilmu pengetahuan kedalam penelitian
yang hendak dilakukannya
6. Sebagai bahan makanan dalam membuat kesimpulan penulisan akhir, sehingga
dapat digeneralisasikan dalam pemakaiannya
7. Untuk menempa buah pikiranpara peneliti, sehingga dapatberfikir secara
isitematis dan kritis
8. Untuk tidak mengurangi nilai keilmiahan dari hasil penelitian
Dengan demikian arti penting penelusuran kepustakaan ini akan sadar, bahwa
semakin banyaknya pengetahuan dan teori-teori yang telah ada, akan mempertinggi
kualitas hasil yang diperolehnya.

B. Teori yang diperlukan untuk telaah kepustakaan


Menurut Nazir (1998 : 112) studi kepustakaan merupakan langkah yang penting
dimana setelah seorang peneliti menetapkan topic penelitian, langkah selanjutnya adalah
melakukan kajian yang berkaitan dengan teori yang berkaitan dengan topik penelitian.
Dalam pencarian teori, peneliti akan mengumpulkan informasi sebanyakbanyaknya dari kepustakaan yang berhubungan. Sumber-sumber kepustakaan dapat
diperoleh dari: buku, jurnal, majalah, hasil-hasil penelitian (tesis dan disertasi), dan
sumber-sumber lainnya yang sesuai (internet,koran dll). Bila kita telah memperoleh

kepustakaan yang relevan, maka segera untuk disusun secara teratur untuk dipergunakan
dalam penelitian.
Oleh karena itu studi kepustakaan meliputi proses umum seperti:
mengidentifikasikan teori secara sistematis, penemuan pustaka, dananalisis dokumen
yang memuat informasi yang berkaitan dengan topik penelitian.
Menurut Sutrisno Hadi (1991) ada tiga pedoman untuk pemilihan daftar pustaka
yaitu: relevansi, kemutakhiran dan adekuasi. Yang dimaksud dengan relevansi adalah
keterkaitan atau kegayutan yang erat dengan masalah penelitian. Kemutakhiran adalah
sumber-sumber pustaka yang terbaru untuk menghindari teori-teori atau bahasan yang
sudah kadaluwarsa. (Namun untuk penelitian histories, masih diperlukan sumber bacaan
yang sudah lama).
Sumber bacaan yang telah lama mungkin memuat teori-teori atau konsep-konsep
yang sudah tidak berlaku karena kebenarannya telah dibantah oleh teori yang lebih baru
atau hasil penelitian yang lebih mutakhir. Di samping sumber itu harus mutakhir, juga
harus relevan bagi masalah yang sedang digarap. Jadi, hendaklah dipilih sumber-sumber
yang berkaitan langsung dengan masalah yang sedang diteliti, dan inilah yang dimaksud
dengan adekuasi.
Sumber Bacaan
Secara garis besar sumber bacaan dapat dibedakan menjadi dua yaitu:
a. Sumber acuan umum
Berwujud teori dan konsep, biasanya terdapat dalam buku-buku
teks, ensiklopedia, monografi dan sejenisnya.
b. Sumber acuan khusus.
Sumber acuan khusus berupa hasil-hasil penelitian terdahulu yang
dapat ditemukan dalam jurnal, bulletin penelitian, tesis dan disertasi.
Menurut Moh. Nazir, sumber bacaan ada beberapa macam, yaitu:
1. Buku teks
Buku teks adalah tulisan ilmiah yang dijilid rapi, yang diterbitkan
dengan interval yang tidak tentu. Buku teks berkenaan dengan sutau
bidang ilmu yang isinya menyeluruh dan biasanya digunakan sebagai
buku wajib dalam mata kuliah tertentu
2. Jurnal
Jurnal adalah majalah ilmiah yang berisitulisan ilmiah atau hasil-hasil
seminar yang diterbitkan oleh Himpunan Profesi Ilmiah. Jurnal berisi lebih
dari satu artikel ilmiah dalam satu volume, yang ditulis oleh banyak
pengarang-pengarang ilmuan. Ada juga jurnal yang berisi singkatan-

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

singkatan artikel dari pengarang, yang dinamakan review jurnal dan


abstract jurnal.
a. Review Jurnal
Review jurnal adalah majalah ilmiah yang berisi artikelartikel yang dipersingkat dalam suatu cabang ilmu pengetahuan.
Singkatan artikel bukan saja berisi ikhtisar dari hasil penemuan
tetapi dimulai dari masalah dan termasuk metode penelitian
b. Abstract Jurnal
Abstract jurnal adalah majalah ilmiah yang berisi singkatan
atau ikhtisar dari artikel-artikel, dari jurnal-jurnal terbaru. Artikel
singkatan berisi judul, metode, serta kesimpulan. Artikel yang
disingkat tidak lebih dari artikel yang baru diterbitkan oleh jurnaljurnal,antara 8-10 bulan yang lampau.
Priodical
Periodical adalah majalah ilmiah yang diterbitkan secara berkala
oleh lembaga-lembaga baik pemerintah atau swasta yang berisi hasil
penelitian yang dikerjakan. Banyak periodical diterbitkan oleh Perguruan
Tinggi.
Yearbook
Yearbook adalah buku mengenai fakta-fakta dan statistic setahun
yang diterbitkan oleh lembaga pemerintah atau swasta, yang diterbitkan
tiap tahun. Ada kalanya yearbook dikeluarkan membahas suatu masalah
bidang ilmu.
Buletin
Bulletin adalah tulisan ilmiah pendek yang terbit secara berkala
yang berisi catatan-catatan ilmiah ataupun petunjuk-petunjuk ilmiah
tentang suatu kegiatan operasional. Biasanya dilakukan oleh Lembaga
Negara ataupun Profesi Ilmiah . tiap bulletin biasanya berisi satu artikel
saja. Jika bulletin berisi satu artikel mengenai hasil penelitian, disebut juga
contributions.
Circular
Circular adalah tulisan ilmiah pendek dan praktis, biasnya
dikeluarkan oleh Lembaga Negara atau Swasta seperti universitas,
lembaga penelitian, dinas-dinas dan lain sebagainya.
Leaflet
Berisi karangan ilmiah kecil yang sifatnya ilmiah praktis.
Diterbitkan oleh lembaga-lembaga Negara atau swasta.
Annual Review
Berisi ulasan-ulasan tentang literature yang telah diterbitkan
selama masa setahun atau beberapa tahun yang lampau. Dalam
menggunakan annual review, maka carilah annual review yang terbaru,
kemudian baru mundur kejilid yang sebelum-sebelumnya.
Beberapa sumber bacaan lain

a. Off print
Off print adalah artikel dari pengarang, yang terlepas dari
majalah atau buku teks.
b. Reprint
Reprint adalah suatu artikel yang telah dimuat dalam suatu
majalah ilmiah dan dicetak ulang oleh penerbit secara terpisah, dan
diberi sampul.
c. Recent advance
Recent advance adalah sejenis majalah ilmiah yang berisi
artikel-artikel yang tidak diperoleh dalam review journal.
d. Bibliografi
Bibliografi adalah buku yang berisi judl-judul artikel yang
membahas bidang ilmu tertentu.dalam buku ini diberikan judul,
pengarang, tahun penerbitan, nama penerbitan, serta alamat dari
sumber dimana artikel itu dimuat.
Bibliografi ini merupakan buku referensi pada
perpustakaan dan pembaca dengan membaca buku bibliografi ini
memperoleh petunjuk-petunjuk tentang artikel-artikel yang
berguna dalam bidang ilmu tertentu, dan dalam buku atau majalah
ilmiah mana artikel tersebut diperoleh.
e. Handbook
Handbook adalah buku kecil yang diterbitkan oleh lembaga
Negara atau swasta yang berisi petujuk-petunjuk tentang suatu
masalah tertentu, ataupun tentang fenomena yang bersifat umum.
Handbook ini bisa saja mempunyai pengarang, ataupun tanpa
pengarang tetapi dikumpul oleh suatu instansi tertentu.
f. Manual
Manual adalah buku petunjuk tentang mengerjakan atau
melakukan sesuatu secara terperinci. Biasanya mengenai suatu
masalah praktis , baik dalam mengukur, melakukan kegiatan atau
memakai sesuatu secara benar.
Menurut Prasetya Irawan , ada 2 sumber bacaan, yaitu sebagai berikut:
1. Media Cetak
a. Buku Acuan (General reference)
i. Buku acuan yang memberikan informs lansung
Contoh: kamus, ensiklopedi, direktori, almanac,
biografi, atlas dan statistic.
Jenis buku acuan ini diperlukan untuk mengetahui
arti suatu kata (dengan melihat kamus), untuk mencari
penjelasan mengenai suatu topic ( dengan menggunakan
ensiklopedi), dengan mengutip laporan statistic mengenai

suatu hal dengan mengacu pada buku statistic, dan


seterusnya.
ii. Buku acuan yang memberikan petunjuk mengenai sumber
informasi.
Jenis buku acuan ini umumnya digunakan dalam
kegiatan mencari sumber pustaka untuk keperluan
penelitian. Jenis buku acuan ini meliputi bibliografi, buku
indeks, dan buku abstract.
Buku indeks dan buku abstract diperlukan untuk
meleusuri lokasi sebuah pustaka yang berupa artikel,
laporan penelitian, maupun yang berupa makalah seminar.
Buku indeks memuat daftar pengarang, judul dan nama
penerbit. Buku abstact memuat informasi nama pengarang,
judul an penerbit, tetapi juga memuat ringkasan dari artikel
atau makalahnya (abstract)
b. Sumber Pustaka primer
Sumber pustaka primer adalah pustaka yang merupakan
penjelasan lansung dari seorang peneliti mengenai kegiatan
penelitian yang telah dilakukannya. Sumber pustaka primer
biasanya berupa artikel atau laporan penelitian yang telah
dilakukannya.
Sumber pustaka primer biasanya berupa artikel atau
laporan penelitian yang ditulis lansung oleh peneliti bersangkutan,
dan biasanya dimuat dalam sebuah jurnal ilmiah . selain berupa
artikel, sumber pustaka primer juga dapat berupa laporan lepas
yang tidak diterbitkan dalam sebuah jurnal, misalnya berupa
laporan penelitian, tesis, maupun disertasi.
c. Sumber Pustaka sekunder
Sumber pustaka sekunder adalah setiap publikasi yang
disusun oleh seorang penulis yang bukan pengamat lansung atau
partisipan dalam kegiatan yang digambarkan dalam pustaka
tersebut. Contohnya buku teks.
Sumber pustaka sekunder juga dapat berupa artikel atau
buku yang merupakan penafsiran dari seorang penulis mengenai
suatu topik, berdasarkan hasil pengkajian terhadap berbagai artikel,
buku maupun laporan penelitian. Contoh lainnya yaitu artikel yang
membahas hasil-hasil penelitian orang lain.
2. Media Non Cetak
Berupa media elektronik seperti computer atau internet.
C. Cara memilih referensi untuk telaah kepustakaan

Berikut ini adalah sintesis dari langkah-langkah melakukan kajian pustaka menurut
Donald Ary dan Creswell sebagai berikut:
1. Mulailah dengan mengidentifikasi kata kunci topik penelitian untuk mencari
materi, referensi, dan bahan pustaka yang terkait.
2. Membaca abstrak laporan-laporan hasil penelitian yang relevan, bisa didapatkan
dari sumber perpustakaan, jurnal, buku, dan prosiding.
3. Membuat catatan hasil bacaan dengan cara membuat peta literatur (literature
map) urutan dan keterkaitan topik penelitian dan referensi bibliografi secara
lengkap.
4. Membuat ringkasan literatur secara lengkap berdasarkan peta literatur, sesuai
dengan urutan dan keterkaitan topik dari setiap variabel penelitian.
5. Membuat kajian pustaka dengan menyusunnya secara tematis berdasarkan teoriteori dan konsep-konsep penting yang berkaitan dengan topik dan variabel
penelitian.
6. Pada akhir kajian pustaka, kemukakan pandangan umum tentang topik penelitian
yang dilakukan berdasarkan literatur yang ada, dan jelaskan orisinalitas dan
pentingnya topik penelitian yang akan dilakukan di banding dengan literatur yang
sudah ada.
Langkah-langkah di atas dapat digunakan untuk menulis kajian pustaka berbagai jenis
metode/pendekatan penelitain. Selain itu juga dapat mempersempit ruang lingkup
penelitian yang di ajukan sehingga rumusan masalah dan langkah penelitian lebih jelas
dan dapat dilakukan dengan baik.
Kriteria Memilih Sumber Bacaan
Dalam mencari sumber bacaan, kita perlu pilih-pilih (selektif), artinya
tidak semua yang diketemukan lalu ditelaah. Kriteria pemilihan sumberpustaka
mencakup :
1. Ketetapan (Adequacy)
Isi dari sumber pustaka sesuai dengan penelitian yang
dilaksanakan.
2. Kejelasan (Clarity)
Sumber pustaka harus mudah di pahami atau di mengerti oleh
peneliti.
3. Empiris (Empericalness)
Sumber pustaka itu berdasarkan ada kenyataan bukan hasil
imajinasi.
4. Terorganisasi (Organization)
Isi dari sumber pustaka harus terorganisasi dengan baik sehingga
memudahkan peneliti untuk mencari informasi.

5. Kemutakhiran (Recency)
Sumber pustaka harus berdasarkan perkembangan terbaru dalam
bidangnya (Up to date)
6. Relevansi (Relevance)
Sumber pustaka berhubungan dengan penelitian
7. Keyakinan (Convisigness)
Sumber pustaka dapat menjadi acuan yang terpercaya bagi peneliti
Namun, 2 kriteria yang biasa digunakan dalam memilih sumber
bacaanyaitu prinsip kemutakhiran (recency) dan prinsip relevansi (relevance).
Kecuali untuk penelitian historis, perlu dihindarkan penggunaan sumberbacaan
yang sudah lama dan dipilih sumber yang lebih mutakhir. Sumber yangtelah lama
mungkin memuat teori-teori atau konsep-konsep yang sudah tidak berlaku lagi
karena kebenarannya telah dibantah oleh teori yang lebih baru atauhasil penelitian
yang lebih kemudian. Di samping sumber itu harus mutakhir, jug harus relevan
bagi masalah yang sedang digarap. Seleksi berdasarkan kriteria relevansi ini
terutama jelas pada sumber acuan khusus. Jadi, hendaklahdipilih sumber-sumber
yang berkaitan langsung dengan masalah yang diteliti.
Salah satu kriteria skripsi yang baik adalah bila menggunakan teori-teori
yang berkualitas. Teori yang berkualitas maksudnya adalah teori yang
sangatrelevan dengan permasalahan, terbaru, dan sudah teruji kesahihan (valid)
dan kehandalannya (reliable).

Mengorganisasikan substansi Kajian Teori


Setelah informasi yang berhubungan dengan permasalahan penelitian
diperoleh secara komprehensif dan lengkap dengan pencatatan sumber informasi
sesuai dengan aturan tata tulis yang di tetapkan, langkah berikutnya yang perlu
diperhatikan oleh para peneliti ialah mengorganisasikan materi yang diperoleh
secara sistematis sebagai bahan acuan selama melakukan kegiatan penelitian.
Untuk memberikan sekadar rambu-rambu cara mengorganisasi data yang
berasal dari bermacam-macam sumber, berikut ini diberikan beberapa langkah
untuk dapat diaplikasikan sesuai dengan keadaan yang ada.
1. Mulai dengan materi hasil penelitian yang secara sekuensi diperhatikan
dari yang paling relevan, relevan, dan cukup relevan. Cara lain dapat juga
misalnya dengan melihat tahun penelitian diawali dari yang paling
mutakhir dan berangsur-angsur mundur ke tahun-tahun yang lebih lama.
2. Membaca abstrak dari setiap penelitian lebih dahulu untuk memberikan
penilaian apakah permasalahan yang dibahas sesuai dengan yang
hendak dipecahkan dalam penelitian.

3. Mencatat bagian-bagian penting dan relevan dengan


permasalahan penelitian. Untuk menjaga agar tidak
terjebak dalam unsur plagiat, para peneliti hendaknya juga
mencatat sumber-sumber informasi dan mencantumkannya
dalam daftar pustaka, jika memang informasi berasal dari idea tau hasil
penelitian orang lain.
4. Buatlah catatan, kutipan, atau salinan informasi dan susun secara
sistematis sehingga peneliti dengan mudah dapat mencari kembali jika
sewaktu-waktu diperlukan.
5. Atur kartu-kartu tersebut menurut abjad atau katalog yang telah dibuat
sesuai dengan interes peneliti, agar mudah dalam mencari bila sewaktuwaktu diperlukan.
6. Tulis juga pada muka kartu sebaliknya, dari mana sumber tersebut diambil
secara lengkap dan teliti.
7. Agar mudah mencari dan mengatur kartu-kartu yang dibuat, peneliti
hendaknya membuat satu substansi kutipan untuk setiap kartu.
8. Yakinkah bahwa isi acuan tersebut dikutip secara langsung, diringkas, atau
diuraikan dengan menggunakan bahasa sendiri agar peneliti terhindar dari
plagiator.

D. Cara menuliskan referensi


Referensi adalah salah satu cara untuk menambah pengetahuan pembaca
tentang background reading, sesuatu yang mungkin menjadi pembuka pintu untuk
memahami paper yang kita baca.
Berikut ini beberapa panduan untuk menulis daftar pustaka yang baik:
1. Nama penulis diurutkan sesuai alfabetis dari A-Z, nama pengarang yang ditulis
lebih dahulu adalah nama belakang, jika ada nama atau buku asing maka
sebaiknya didahulukan dulu untuk ditulis.
2. Beri Tanda titik sebagai jeda kemudian tulis tahun buku diterbitkan
3. Selanjutnya beri tanda titik lagi dan tulis judul buku yang dicetak miring atau
ditulis tebal dan diberi garis bawah.
4. Beri tanda titik lagi kemudian tulis kota tempat buku diterbitkan.
5. Yang terakhir setelah kota beri titik dua dan tulis penerbit buku tersebut
6. Jika yang dipakai referensi pengarangnya sama tapi bukunya berbeda, anda dapat
menuliskannya tepat dibawah nama penulis dan memberi garis panjang.
7. Sebaiknya dipisah antara referensi yang berasal dari buku, internet atau media
cetak.
Contoh Penulisan Daftar Pustaka
1. Penulisan daftar pustaka yang pengambilan datanya dari internet
Pertama; tulis nama,

Kedua; tulis (tahun buku atau tulisan dibuat dalam tanda kurung) setelah itu beri
(tanda titik),
Ketiga; tulis judul buku/tulisannya lalu beri (tanda titik) lagi,
Keempat; tulis alamat websitenya gunakan kata (from) untuk awal judul web dll
setelah itu beri tanda koma,
Kelima; tulis tanggal pengambilan data tersebut ok.
Seperti contoh dibawah ini:
Albarda (2004). Strategi Implementasi TI untuk Tata Kelola Organisasi (IT
Governance).
From
http://rachdian.com/index2.php?
option=com_docman&task=doc_view&gid=27&Itemid=30, 3 August 2008
2. Penulisan daftar pustaka yang pengambilan datanya dari buku
Pertama; penulisan nama untuk awal menggunakan huruf besar terlebih
dahulu setelah nama belakang ditulis beri (tanda koma), dimulai dari nama
belakang lalu beri (tanda koma) dan dilanjutkan dengan nama depan,
Kedua; Tahun pembuatan atau penerbitan buku,
Ketiga; Judul bukunya ingat ditulis dengan mengunakan huruf miring setelah
judul gunakan (tanda titik),
Keempat; Tempat diterbitkannya setelah tempat penerbitan gunakan (tanda titik
dua),
Kelima; Penerbit buku tersebut diakhiri dengan (tanda titik).Seperti contoh
dibawah ini:
Peranginangin, Kasiman (2006). Aplikasi Web dengan PHP dan MySql.
Yogyakarta: Penerbit Andi Offset. Soekirno, Harimurti ( 2005). Cara Mudah
Menginstall Web Server Berbasis Windows Server 2003. Jakarta: Elex Media
Komputindo.
3. Penulisan daftar pustaka yang lebih dari satu/dua orang penulis dalam buku yang
sama.
Pertama tulis nama belakang dari penulis yang pertama setelah nama
belakang beri (tanda koma) lalu tulis nama depan jika nama depan berupa
singkatan tulis saja singkatan itu setelah nama pertama selesai beri (tanda titik)
lalu beri (tanda koma) untuk nama kedua / ketiga ditulis sama seperti nama sali
alis tidak ada perubahan, yang berubah penulisannya hanya orang pertama
sedangkan orang kedua dan ketiga tetap. Setelah penulisan nama kedua selesai,
nah jika tiga penulis gunakan tanda dan (&) pada nama terakhir begitupula jika
penulisnya hanya dua orang saja, setelah penulisan nama selesai.
Kedua; Tahun pembuatan atau cetakan buku tersebut dengan diawali
[tanda kurung buka dan kurung tutup/ ( )] setelah itu beri (tanda titik).
Ketiga; Judul buku atau karangan setelah itu beri (tanda koma) dan ditulis
dengan huruf miring ok.

Keempat; Yaitu penulisan tempat penerbitan/cetakan setelah itu beri (tanda


titik dua : ) dan terakhir
Kelima; Nama perusahaan penerbit buku atau tulisan tersebut dan diakhiri
(tanda titik) ok. Untuk gelar akademik tidak ditulis dalam penulisan daftar
pustaka.
Nah ini contohnya seperti dibawah ini:
Suteja, B.R., Sarapung, J.A, & Handaya, W.B.T. (2008). Memasuki Dunia ELearning, Bandung: Penerbit Informatika.
Whitten, J.L.,Bentley, L.D., Dittman, K.C. (2004). Systems Analysis and
Design Methods. Indianapolis: McGraw-Hill Education.
4. Penulisan daftar pustaka Dengan Banyak Pengarang/Penulis
Jika dalam penulisan daftar pustaka memiliki banyak nama pengarang
Pertama; Hanya nama pengarang pertama yang dicantumkan dengan susunan
terbalik.
Kedua; Untuk mengganti nama-nama pengarang lainnya gunakan
singkatan et al yang artinya dan lain-lain.
Contoh penulisan banyak pengarang;
Morris, Alton C., et al. College English, the Firts Year. New York: Harcourt,
Brace&World.Inc., 1964.
5. Penulisan daftar pustaka Untuk Buku hasil terjemahan
Untuk penulisan daftar pustaka dari buku-buku terjemahan cara
penulisannya.
Pertama; Nama pengarang asli yang diurutkan dalam urutan alfabetis
Kedua; Keterangan tentang penerjemah ditempatkan sesudah judul buku, dipisah
dengan tanda koma, Contoh Penulisannya;
Multatuli. Max Havelaar, atau lelang Kopi Persekutuan Dagang Belanda, Terj.
H.B Jasin, Jakarta: Djambatan, 1972
6. Penulisan Daftar Pustaka dari majalah, Jurnal
Bagaimana Penulisan Daftar Pustaka dari Jurnal, Koran Majalah; berikut cara
penulisannya;
i. Jurnal atau Journal
Seiring dengan era digital, Jurnal bukan hanya dari jurnal cetak yang
dijilid dari berbagai volume, namun ada jurnal digital yang menjadi
sumber referensi di era digital ini. Karena perpustakaan modern sudah
mempublikasikan jurnal online agar lebih mudah diakses. Bagaimana
Penulisan daftar pustaka jurnal,
a. Jurnal Cetak;
Penulisannya;
1) Nama Pengarang atau Penulis (Tulis nama dari nama
belakang kemudian nama depan Berdasarkan Alphabetis

2)
3)
4)
5)

Tahun Penerbitan Jurnal


Judul Jurnal
Penulisan Nama Penerbit
Penulisan
volume

atau

edisi

jurnal

b. Jurnal Online atau Jurnal Digital


1) Nama Pengarang atau Penulis (Tulis nama dari nama
belakang kemudian nama depan Berdasarkan Alphabetis
2) Tahun Penerbitan Jurnal
3) Judul Jurnal
4) Penulisan Nama Penerbit
5) Penulisan volume atau edisi jurnal
6) Alamat URL
7) Tanggal pengambilan data tersebut
Contoh;
Ridjanovi, Midhat. PhD, July 2013, "Naive Translation
Equivalent". Translation Journal. Volume 17, No.
3, http://translationjournal.net/journal/65naive.htm, 10 July
2013.
ii.

Koran atau Surat Kabar


Artikel Dari Koran bisa menjadi referensi Anda, begini cara
penulisan daftar pustaka dari koran;
Nama Penulis. Tahun Penerbitan. Judul Artikel. Nama Koran. Tanggal
Penerbitan.
Contoh;
Arifin, Mushallin. 2013. "Rahasia Sukses Menjadi IB Forex".
KOMPAS, 2 Juni 2013.

iii.

Majalah
Penulisan daftar pustaka dari Majalah bisa menjadi referensi
penulisan ilmiah ataupun penelitian lainnya, begini cara penulisannya;
Nama Penulis. Tahun Penerbitan. Judul Artikel. Nama Majalah Nomor
edisi
Misal;
Arifin, Lukman. 2012. "Janji Politikus dan Janji Pengusaha". Gatra
IXXX

Cara mengutip karya atau sumber tertulis itu sebagai berikut


1. Kutipan Lansung

Kutipan lansung terbagi atas 2 macam:


a. Kutipan langsung yang terdiri atas tidak lebih dari 3 baris atau tidak lebih
dari 40 kata ditempatkan didalam paragraf sebagaimana baris yang lain,
tetapi diapit oleh tanda petik dua () yang dimulai atau ditutup dengan
identitas rujukan.
Contoh:
Tolla (1996:89) menegaskan Metode CBSA dalam pengajaran bahasa
berdasarkan pendekatan komunikatif seharusnya berbeda denga metode
CBSA dalam bidang studi yang lain.
Cara yang lain adalah Metode CBSA dalam pengajaran bahasa
berdasarkan pendekatan komunikatif seharusnya berbeda denga metode
CBSA dalam bidang studi yang lain. (Tolla, 1996:89).
b. Kutipan langsung yang terdiri atas lebih dari 3 baris atau lebih dari 40 kata
diketik dalam paragraf tersendiri dengan spasi tunggal yang didahului
dan ditutup dengan tanda petik dua () dan dimulai pada ketukan
ketujuh.
Contoh :
Perihal perbedaan metode CBSA dalam pengajaran bahasa harus
diwarnai oleh aktivitas berbahasa secara dinamis dan kreatif. Keaktifan
secara intelektual tanpa disertai dengan keaktifan verbal tidak dapat
dikatakan CBSA dalam pengajaran bahasa karena hakikat bahasa adalah
tuturan lisan yang kemudian dikembangkan menjadi aturan lisan dan
tulisan. Oleh karena itu, CBSA dalam pengajaran bahasa harus dimuati
dengan kreativitas berbahasa sehingga nama yang poaling tepat adalah
CBSA Komunikatif.
2. Kutipan Tidak Langsung
Kutipan tidak langsung umumnya tampil bervariasi; bergantung kepada
gaya bahasa penulis. Setiap penulis mempunyai cara sendiri-sendiri
mengungkapkan kembali ide atau konsep orang lain didalam tulisannya. Ada
penulis yang memberi komentar lebih panjang, tetapi ada yang menyatakannya
dengan singkat. Kutipan tidak langsung tidak perlu disertai dengan halaman buku
sumber, cukup dengan mencantumkan nama penulis yang diikuti dengan tahun
terbitan buku sumber.
Contoh :
Tolla (1996) mengemukakan bahwa metode CBSA dalam pengajaran perlu
dibedakan dengan metode CBSA dalam bidang studi yang lain kerena pengajaran
bahasa mempunyai karakteristik khusus yang berbeda dengan bidang studi yang
lain.
Cara Lain :

Penerapan metode CBSA dalam pengajaran bahasa harus dibedakan dengan


penerapannya dalam budang studi yang lain dengan alasan bahwa karakteristik
pengajaran bahasa adalah penggunaan bahasa secara dinamis dan kreatif (Tolla,
1996).

E. Apa itu penelitian Relevan?


Penelitian yang Relevan biasanya digunakan untuk mencari persamaan dan perbedaan
ataran penelitian orang lain dengan penelitian yang sedang kita buat atau
membandingkan penelitian yang satunya dengan yang lainnya.
Contohnya:
Novel Perahu Kertas karya Dewi Lestari ini sudah dibahas dalam bentuk artikel. Artikel
dengan judul Kisah di Balik Perahu ditulis oleh Salman pada tahun 2009. Melalui
novel ini Salman memperoleh kesan bahwa baginya Perahu Kertas adalah pengalaman
mencicipi novel bergizi secara Dee. Sebuah konsep cerita yang membuat kita ketagihan
sampai tak tahan harus menuntaskan dengan sekali membaca.
Hasil atau kesimpulan dari artikel Kisah di Balik Perahu ini yaitu daya magis tulisan
Dee yang ikut tumbuh bersama-tokoh-tokoh di dalamnya. Sangat menyenangkan saat
melihat semua karakter yang terbaca bergulat bersama waktu dan tumbuh dewasa.
Mungkin inilah candu yang diberikan Dee. Artikel yang ditulis Saman ini memiliki
kesamaan dengan yang diteliti. Subjek yang diteliti sama-sama menggunakan novel
Perahu Kertas. Selain kesamaan juga mamiliki perbedaan. Perbedaan artikel yang ditulis
Salman dengan yang dilakukan oleh peneliti adalah mengenai
a. wujud konflik,
b. sikap tokoh utama dalam menghadapi konflik
c. bentuk penyelesaian konflik.
Artikel yang ditulis Salman membahas
a. tokoh-tokoh
b. karakter.

Komentar dari tinjauan pustaka Tugas Akhir dengan judul Model Matematika
Gelombang siliton
Sumber Bacaan
Pada TA ini, sumber yang diambil berasal dari media cetak dan media noncetak.
Contoh media cetak, pada halaman 10, dan media non cetak pada halaman 8.
Cara Penulisan Referensi
Pada TA ini, si penulis hanya menggunakan kutipan tidak lansung
Contoh pada hal 17.

Komentar dari tinjauan pustaka Tugas Akhir dengan judul Penggunaan Algoritma Pohon
Pencariian Biner pada Pengolahan Data Alumni Jurusan Matematika FMIPA UNP
Padang
Sumber Bacaan
Pada TA ini, sumber yang diambil hanya berasal dari media cetak saja.
Contoh media cetak, pada halaman 21.
Cara Penulisan Referensi
Pada TA ini, si penulis banyak menggunakan kutipan lansung dan kutipan tidak
lansung
Contoh pada hal 7 digunakan kutipan lansung, sedangkan pada halaman 8.
Penelitian relevan
Penelitian ini merupakan penelitian yang relevan, karena pada hal 25, si penulis
telah membandingkan hasil penelitian sebelumnya dengan hasil penelitiannya

Tugas
Metode Penelitian

Oleh:
Yessy Nazir ( 1201300)
Meyki Riani ( 1201301)
Nadiatur Rahma ( 1201302)
Nur Shayara Kamila ( 1201303)

Dosen Pembimbing: Dra. Dewi Murni, M.Si.

Jurusan Matematika
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan
Alam
Universitas Negeri Padang