Anda di halaman 1dari 3

PEMBELAJARAN AKTIF, INOVATIF, KREATIF, EFEKTIF

,
DAN MENYENANGKAN (PAIKEM)
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama teknologi informasi, menyebabkan arus
informasi menjadi cepat dan tanpa batas. Hal ini berdampak langsung pada berbagai bidang
kehidupan, tanpa kecuali bidang pendidikan. Lembaga pendidikan sebagai bagian dari sistem
kehidupan telah berupaya mengembangkan struktur kurikulum, sistem pendidikan, dan
metode pembelajaran yang efektif dan efisien untuk meningkatkan sumber daya manusia
yang berkualitas (Sudjatmiko,2003). Untuk menghadapi perubahan tersebut dibutuhkan
pendidikan yang meberikan kecakapan hidup (life skill), yaitu memberikan keterampilan dan
keahlian dengan kompetensi tinggi. Dengan dimilikinya life skill diharapkan nantinya peserta
didik dapat betahan dalam suasana yang selalu akan berubah dan berkembang.
Pendidikan merupakan kunci untuk semua kemajuan dan perkembangan yang berkualitas,
sebab dengan pendidikan manusia dapat mewujudkan semua potensi dirinya baik sebagai
pribadi maupun sebagai warga masyarakat. Berdasarkan hasil observasi dapat ditengarai
bahwa aspek proses dan hasil pembelajaran merupakan salah satu penyebab perlunya
ditingkatkan mutu pendidikan. Kualitas proses dan hasil belajar mengajar yang rendah
menunjukkan bahwa interaksi antara siswa dengan sumber belajar seperti dengan guru dan
lingkungan, tidak berjalan efektif sehingga hasil belajar yang dicapai tidak optimal (Purwanti,
2004). Oleh karena itu dalam proses pembelajaran diupayakan agar lingkungan belajar dapat
mendukung berlangsungnya pembelajaran efektif dan berpusat pada siswa.
Dalam rangka mewujudkan potensi diri menjadi multiple kompetensi harus melewati proses
pendidikan yang diimplementasikan dalam proses pembelajaran. Berlangsungnya proses
pembelajaran tidak terlepas dengan lingkungan sekitar. Sesungguhnya pembelajaran tidak
terbatas pada tempat dinding kelas. Pembelajaran dengan pendekatan lingkungan dalam
artian bahwa potensi dan karakteristik wilayah/daerah akan digali dan dimanfaatkan oleh
siswa sebagai darana pembelajaran, dan selanjutnya akan menghapus kejenuhan dan
menciptakan peserta didik untuk berkreasi berfikir.
Berdasarkan teori belajar, melalui pendekatan lingkungan sekitar, pembelajaran menjadi
bermakna. Sikap verbalisme siswa terhadap penguasaan konsep dapat diminimalkan dan
pemahaman siswa akan membekas dalam ingatannya. Dari proses pendidikan dan
pembelajaran akhirnya akan bermuara pada lingkungan. Manfaat keberhasilan pembelajaran
akan terasa manakala apa yang diperoleh dari pembelajaran dapat diaplikasikan dan
diimplementasikan dalam realitas kehidupan. Inilah salah satu sisi positif yang
melatarbelakangi pembelajaran dengan pendekatan lingkungan. Model pembelajaran dengan
pendekatan lingkungan, bukan merupakan pendekatan pembelajaran yang baru, melainkan
sudah dikenal dan populer, hanya saja sering terlupakan. Adapun yang dimaksud dengan
pendekatan lingkungan adalah suatu strategi pembelajaran yang memanfaatkan lingkungan
dimana telah diketahui potensi dari suatu wilayah/daerah untuk dikembangkan sebagai
sasaran belajar, sumber belajar, dan sarana belajar. Hal tersebut dapat dimanfaatkan untuk
memecahkan masalah yang ada pada lingkungan dan untuk menanamkan sikap pada diri anak
didik tersebut (Karli dan Yuliaritiningsih, 2002).

dipahami dan digunakan oleh siswa dengan baik. memotivasi peserta didik untuk berpatisipasi aktif serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. Dalam prinsip-prinsip pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) bahwa pendidikan yang diselenggarakan harus (1) berpusat pada potensi. dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. dan efektif. dan kemandirian sesuai dengan bakat. dan ketrampilan vokasional perlu di tingkatkan. dalam pelaksanaan kurikulum tingkat satuan pendidikan harus diwujudkan di kelas karena dasar hukumnya sudah jelas yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Siswa sebagai subjek belajar tidak mengkonsumsi gagasan tetapi memproduksi gagasan dalam proses pembelajaran yang difasilitasi oleh guru. Dari uraian singkat tentang Pembelajaran Aktif. efektif. menantang. minat. menyenangkan. menyenangkan. ketrampolan akademik. perkembangan. dan menyenangkan (PAIKEM). kebutuhan dan kepentingan peserta didik dan lingkunganya (2) beragam dan terpadu (3) tanggap terhadap perkembangan iptek dan seni (4) relefan dengan kebutuhan pendidikan (5) menyeluruh dan berkesenambungan (6) belajar sepanjang hayat (7) seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah (BSNP 2006).” Hal tersebut merupakan dasar bahwa guru perlu menyelenggarakan pembelajaan yang aktif. inspiratif. PP No. dimana pengembangan kurikulumnya (perangkat pembelajaran) dilakukan dengan melibatkan memangku kepentingan atau (stacheholders) untuk menjamin relefansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan. dunia usaha dan dunia kerja. keatifitas. ketrampilan sosial. inovatif. tantangan. inovatif. kreatif.Model dan metode mengajar adalah suatu pengetahuan tentang cara-cara mengajar yang dipergunakan oleh guru agar materi pelajaran dapat ditangkap. adalah sebuah model pembelajaran yang memungkinkan peserta didik melakukan kegiatan (proses belajar) yang beragam untuk mengembangkan ketrampilan. 19 tahun 2005 Bab IV Pasal 19 ayat 1 menyatakan bahwa ”Proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif. Metode mengajar yang digunakan hendaknya metode yang dapat memotivasi siswa agar mampu menggunakan pengetahuannya untuk memecahkan suatu masalah yang dihadapi ataupun untuk tujuan agar siswa mampu berfikir dan mengemukakan pendapatnya sendiri dalam menghadapi masalah. Guru sebagai fasilitator hendaknya dapat memfasilitasi terwujudnya pembelajaran yang aktif. yang pada dasarnya belajar adalah memproduksi gagasan atau membangun makna baru dari pengetahuan awal yang sudah dimiliki siswa. efektif dan menyenangkan (PAIKEM). dan pemahaman berbagai sumber dan alat bantu belajar termasuk pemanfaatan lingkungan supaya pembelajaran lebih menarik. dan keragaman karakteristik lingkungan. termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan. efektif. Pembelajaran aktif. Berdasarkan tujuh prinsip pengembangan KTSP di atas maka pendidikan yang diselenggarakan dan dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan daerah untuk membangun yang di sesuikan dengan potensi. Kreatif dan Menyenangkan (PAKEM). Masing-masing daerah memerlukan pendidikan sesuai dengan karakteristik daerah dan pengalaman kehidupan sehari-hari. kebutuhan. Permasalahannya adalah bagaimana kreatifitas dan inovasi guru dalam menciptakan suasana kelas agar siswa belajar. dan menyenangkan (PAKEM). Model dan motode yang dikembangkan tidak terlepas dari kurikulum nasional yang berlaku dalam hal ini adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). kreatif. Oleh karena itu pengembangan pribadi. ketrampilan berfikir. . sikap. kreatif.

1. Untuk mengetahui pengertian model pembelajaran PAIKEM 6. maka perlu sebuah pembahasan secara mendalam dengan mengembangkan perangkat pembelajaran yang bercirikan model pembelajaran yang aktif. Untuk mengetahui pemahaman proes belajar mengajar dengan meakai model pembelajaran PAIKEM 7. Untuk mengetahui amplikasi model pembelajaran PAIKEM dalam proses belajar mengajar . inovatif. Bagaimana amplikasi model pembelajaran PAIKEM dalam proses belajar mengajar? 4.Dengan adanya latar belakang di atas. kreatif. dalam mengatasi permasalahan pembelajaran biologi yang terjadi di sekolah-sekolah pada umumya. Tujuan Masalah 5. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas maka masalah yang diajukan dalam makalah ini adalah 1. efektif dan menyenangkan (PAIKEM). Apa yang dimaksud dengan model pembelajaran PAIKEM? 2. Bagaimanakah pemahaman proses belajar mengajar dengan memakai model pembelajaran PAIKEM? 3.