Anda di halaman 1dari 4

Jurnal Biologi Sumatera, Januari 2007, hlm.

21 – 22
ISSN 1907-5537

Vol. 2, No. 1

POTENSI TANAMAN Nerium oleander UNTUK TINDAKAN AUGMENTASI
STEPHANIDAE (HYMENOPTERA) SEBAGAI MUSUH ALAMI LEPIDOPTERA
(Komunikasi Singkat)
Gunawan
Program Studi Biologi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat
Jl. A. Yani Km 35 Banjarbaru, Kalimantan Selatan

Abstract
The number of pest natural enemies can be optimized by providing some alternative plants as their
microhabitat. The objective of this research was to know potential of Nerium oleander as an alternative plant for
Stephanidae, a natural enemy of Lepidoptera. N. oleander at Veteran Street, Ijen Street, Sawojajar Street, and
Griyasanta Street was counted directly as well as Lepidopteran pupae in the plant. The pupae were then put into
glass boxes. The plant potential was known from number of adult Stephanidae emerged from Lepidopteran
larvae. The result showed that N. oleander of Veteran Street, of Ijen Street, of Sawojajar Street, and of
Griyasanta could produce 715, 624, 91, 39 adult Stephanidae, respectively.
Keywords: stephanidae, lepidoptera, Nerium oleander

Penemuan insektisida menimbulkan masalah
baru dalam dunia pertanian. Ketidaktepatan
penggunaan tidak hanya membunuh serangga hama
tetapi juga serangga musuh alami. Insektisida
menimbulkan resurgensi dan resistensi hama,
kemungkinan ledakan hama sekunder dapat terjadi
apabila kelimpahan serangga musuh alami menurun.
Penyebaran insektisida melalui aliran air dan udara
menimbulkan pencemaran lingkungan. Akumulasi
bahan kimia insektisida meningkat sesuai dengan
meningkatnya tingkatan trofik. Konsentrasi bahan
kimia yang tinggi pada organisme akan bersifat racun
yang mematikan (Winarno, 1987).
Keberadaan musuh alami dapat menjadi
alternatif untuk mengontrol populasi serangga hama
tanpa risiko yang berarti dibanding dengan
insektisida. Serangga musuh alami dapat berupa
serangga entomofagus yaitu predator dan parasitoid.
Keunggulan dari parasitoid adalah dapat memotong
daur hidup serangga hama dengan memarasiti telur,
larva atau pupa dari serangga hama tersebut
(Mudjiono, 1994). Kinerja dan efektivitas musuh
alami dapat ditingkatkan dengan cara memanipulasi
habitat. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa
beberapa tanaman liar seperti Stachytarpheta indica
L., Bidens pilosa, Mimosa pudica, Vernonia cinera
sangat menarik beberapa serangga musuh alami dari
famili Syrpidae yang berperan sebagai polinator dan
predator pada tanaman padi, antara lain: Pocota
personata L. dan Eristalis tenak (Yanuwiadi et al.,
2000). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui

potensi tanaman Nerium oleander untuk mendukung
keberadaan dan kinerja musuh alami serangga famili
Stephanidae.
Penelitian potensi tanaman Nerium oleander
untuk mendukung keberadaan dan kinerja musuh
alami dilakukan di Kota Madya Malang Propinsi Jawa
Timur. Studi potensi dilakukan dengan mencacah
rumpun tanaman Nerium oleander yang ada di
sepanjang Jalan Veteran, Jalan Ijen, jalan di
perumahan Sawojajar dan jalan di perumahan
Griyashanta, sekaligus mencacah kepompong
Lepidoptera yang melekat pada tanaman Nerium
oleander. Kepompong di ambil dari tanaman Nerium
oleander kemudian dimasukkan ke dalam stoples dan
diamati keluarnya Stephanidae dari kepompong
Lepidoptera. Potensi Nerium oleander untuk
mendukung Stephanidae dapat diketahui dari jumlah
kepompong
Lepidoptera
yang
menghasilkan
Stephanidae dewasa pada masing masing rumpun
Nerium oleander karena Stephanidae meletakkan telur
telurnya di dalam kepompong Lepidoptera. Data hasil
pengamatan dianalisis dengan statistik deskriptif.
Hasil pencacahan rumpun Nerium oleander
pada Jalan Veteran terdapat 13 rumpun Nerium
oleander dan ditemukan 74 kepompong. Hasil
pengamatan yang dilakukan pada 74 kepompong
menunjukkan bahwa 55 kepompong menghasilkan
Stephanidae dewasa. Di Jalan Ijen terdapat 16 rumpun
Nerium oleander dan ditemukan 60 kepompong. Hasil
pengamatan pada 60 kepompong menunjukkan 48
kepompong menghasilkan Stephanidae dewasa. Di

Universitas Sumatera Utara

21

Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya bahwa setiap individu kepompong tersebut rata-rata mengasilkan 13 individu Stephanidae dewasa. pada Jalan Ijen masing masing rumpun Nerium oleander menghasilkan 624 Stephanidae dewasa.22 GUNAWAN perumahan Sawojajar terdapat 29 rumpun Nerium oleander dan ditemukan 9 kepompong. Penatagama. Tanaman Nerium oleander dapat berfungsi ganda yaitu sebagai tanaman hias dan sebagai tanaman yang dapat digunakan untuk membuat suatu mikrohabitat dalam rangka konservasi musuh alami. Universitas Sumatera Utara . Nerium oleander sangat penting sebagai tanaman untuk mendukung keberadaan dan peran Stephanidae di alam. Malang. Jakarta. Yanuwiadi. Penerbit Gramedia. pada jalan di perumahan Sawojajar masing masing rumpun Nerium oleander menghasilkan 91 Stephanidae dewasa dan pada jalan di perumahan Griyashanta masing masing rumpun dapat menghasilkan 39 Stephanidae dewasa. Pengendalian Hayati terhadap Hama: Peranan Serangga Entomofagus.. Nandini. Winarno. 1994. Dari data tersebut dapat diketahui bahwa di Jalan Veteran rumpun Nerium oleander dapat menghasilkan 715 Stephanidae dewasa. Proceeding Simposium PEI. Hasil pengamatan menunjukkan 3 kepompong menghasilkan Stephanidae dewasa. Di perumahan Griyasanta terdapat 4 rumpun Nerium oleander dan ditemukan 6 kepompong. pada jalan di perumahan Sawojajar rumpun Nerium oleander menghasilkan 91 Stephanidae dewasa dan pada jalan di perumahan Griyashanta masing masing rumpun Nerium oleander menghasilkan 39 Stephanidae dewasa.. Hasil pengamatan menunjukkan 7 kepompong menghasilkan Stephanidae dewasa. Lembaga Penelitian Universitas Brawijaya. Ekologi Gulma. Biologi Sumatera oleander dapat menghasilkan 624 Stephanidae dewasa. 1990. DAFTAR PUSTAKA Mudjiono. Cisarua.. B. 2000. Tanaman Liar untuk Manipulasi Habitat dalam Konservasi Syrphidae Predator dan Polinator. G. Pada Jalan Veteran rumpun Nerium oleander dapat menghasilkan 715 Stephanidae dewasa. S. Z. pada Jalan Ijen rumpun Nerium J.

Sum. isi. dan catatan kaki terhadap koresponden harus ditujukan lengkap dengan nomor telepon. faksimili. Dalam abstrak harus terkandung tujuan. nama lengkap. Naskah dapat berupa artikel hasil penelitian (Original Article). Cara penulisan dapat mengikuti salah satu dari berikut: Universitas Sumatera Utara . gambar. Hasil yang disajikan dalam naskah merupakan hasil yang signifikan dan berarti penting bagi naskah. Panjang maksimum naskah adalah 6. Seluruh nama penulis dicantumkan dalam daftar pustaka (tidak ada penggunaan et al dalam Daftar Pustaka). isi. tabel. Abstrak: Abstrak ditulis dalam bahasa Inggris (Abstract) dan tidak lebih dari 250 kata. gambar atau langsung dalam tubuh tulisan. Format: Seluruh isi naskah termasuk abstrak. Pada bagian Bahan dan Metode harus berisikan informasi teknis sehingga peneliti lain dapat mengulangi berdasarkan teknik percobaan yang dikemukakan. Hindari penggunaan grafik atau gambar yang berlebihan bila dapat disajikan dalam tubuh tulisan dengan singkat. daftar isi. Tabel. dan informatif. Naskah yang dipublikasi di Jurnal Biologi Sumatera (J. spesifik. Daftar Pustaka: Daftar Pustaka ditulis memakai sistem tahun nama (Harvard) dan diurut menurut abjad. tabel. metode. daftar pustaka. Hasil dapat disajikan dalam bentuk tabel. Bila penulis lebih dari dua. 2001). ulas balik (Review/Minireview) dan komunikasi singkat (Rapid Communication). Pada bagian judul harus terdapat jenis naskah. Judul: Judul harus singkat. Hasil. hasil dan pembahasan. ucapan terima kasih. Data yang tidak dipublikasi tidak dapat digunakan sebagai sumber kepustakaan. Penggunaan nama genus dan spesies ditulis cetak miring. Pendahuluan memberikan latar belakang yang cukup agar pembaca memahami dan memperkirakan hasil yang akan dicapai tanpa harus merujuk pada penerbitan-penerbitan sebelumnya. dan keterangan gambar diletakkan pada akhir naskah. yang dicetak miring (contoh Suryanto et al. dan alamat penulis. Naskah yang isinya tidak sesuai dengan pedoman penulisan dan penulisannya tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia dan bahasa Inggris tidak akan dipublikasi dan Editor tidak berkewajiban mengembalikan naskah bersangkutan. dan Pembahasan. dan/atau e-mail. Biol. Aspek-aspek yang baru dan penting harus tercermin dalam abstrak. akan tetapi naskah yang sudah diterima untuk publikasi tetapi belum terbit dapat dimasukkan dalam Daftar Pustaka dengan menyebutkan nama jurnal dan diikuti oleh kata diterima untuk publikasi atau in press. Cara penulisan rujukan dalam teks dengan menyebutkan penulis diikuti tahun penerbitan (contoh: bila di akhir teks ditulis [Munir & Suryanto 2004) dan bila di awal teks ditulis Munir & Suryanto (2004)]. Hindari pengulangan metode dan hasil penelitian serta hal-hal yang telah dicantumkan dalam bagian Pendahuluan. dan kesimpulan. Untuk Ulas Balik dan Komunikasi Singkat ditulis sebagai naskah sinambung tanpa sub judul bahan dan metode. 8. dan keterangan gambar harus dimulai dari halaman baru. Nama jurnal dipendekkan menurut abreviasi yang lazim dari The List of Serial Title Word Abreviation yang dikeluarkan oleh Pusat Internasional ISSN dan dicetak miring.23 JURNAL BIOLOGI SUMATERA (J Biol Sum) Sumatran Journal of Biology PEDOMAN PENULISAN Naskah: Jurnal Biologi Sumatera menerima naskah dari berbagai bidang ilmu biologi baik murni maupun terapan. gambar dan keterangan gambar diketik pada kertas ukuran HVS A-4 dengan jarak dua spasi dengan menggunakan huruf Times New Roman ukuran 12 point. Setiap lembarnya diberi nomor halaman. Abreviasi harus ditulis penuh untuk pertama kali muncul dan penggunaan kependekan dalam judul dan abstrak harus dihindari. Abstrak. hasil. Untuk kondisi tertentu nama dan merek alat beserta kondisi percobaan harus dicantumkan. Pembahasan berisikan interpretasi terhadap hasil penelitian dan dikaitkan dengan hasil-hasil yang pernah dilaporkan.) merupakan naskah yang belum pernah diterbitkan dalam jurnal lainnya. Naskah dapat ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Hasil dan Pembahasan juga dapat digabung. Bahan dan Metode. dan 3 halaman cetak masing-masing untuk artikel hasil penelitian. Data yang terdapat dalam abstrak merupakan data yang sangat penting. Pendahuluan juga harus berisikan latar belakang beserta tujuan dari penelitian. Tulisan: Tulisan untuk naskah artikel hasil penelitian terdiri dari Pendahuluan. Nama generik zat kimia yang digunakan harus ditulis. Ketepatan penggunaan Daftar Pustaka merupakan tanggung jawab penuh penulis. Maksimum lima kata kunci dalam bahasa Inggris ditulis di bawah abstrak. Standar abreviasi dan unit harus menggunakan standar internasional. gambar. ditulis nama penulis pertama saja dan diikuti dengan kata et al. ulas balik dan komunikasi singkat.

5 cm atau 18 cm. Medan 20155. Buku: Boaden PJS. Abstrak Seminar Nasional Kimia. Fakultas MIPA. Kyoto. The forest ecology in the Lake Toba catchment area.) jantan dewasa strain DDW. Penulis mendapatkan satu eksemplar terbitan dan 5 (lima) salinan artikel. Bila dalam tabel terdapat kependekan harus dijelaskan dengan catatan kaki. hlm 287-293.000. Jln.colostate.. Jarosz M. The effect of phosphor and nitrogen addition on crude oil degradation by Candida sp. Simorangkir J. Medan. 11 Oktober 2003.ansci. Cambridge: Cambridge University Press. Uctuk R. File elektronik dapat dikirim ke: biologi. [Skripsi]. Kontribusi Penerbitan: Setiap penulis dibebani biaya cetak sebesar Rp.pdf. Johnson D. 2000. Seed R.usu@lycos. Kelebihan halaman dikenakan biaya tambahan sebesar Rp. 1985. Engineering of bioremediation process: Need and limitations. Di dalam Crawford RL.5 cm atau 18 cm. Bioremediation: Principles and applications. Internet: Phetteplace H. Tabel: Tabel diberi nomor secara berurutan sebagaimana muncul dalam teks. Crawford DL (ed). Pada disket atau CD dituliskan nama penulis pertama dan nama dokumennya. Gambar atau foto hanya yang berwarna hitam putih dan harus jelas untuk dapat diperbanyak. September 17-19. 2003. Lebar maksimum gambar harus sesuai dengan lebar maksimum area cetak yaitu 8. 2004.Jurnal: Millar SL. 2002. Molecular phylogeny of the genus Russula in Europe with a comparison of modern infrageneric classification. Pengiriman Naskah: Penulis diminta untuk mengirimkan dua eksemplar asli beserta dokumen (file) dalam disket atau compact disc (CD) dengan program Microsoft Word. Medan: Fakultas MIPA. Buyck B. An Introduction to Coastal Ecology. Skripsi/Tesis/Disertasi: Rahmawati S. Pengaruh pemberian ekstrak biji pepaya (Carica papaya L. 1998. Universitas Sumatera Utara. Bioteknologi No. Di dalam: Proceedings of The 5th International Wood Science Symposium JSPS-LIPI Core University Program in the Field of Wood Science.(seratus ribu rupiah) untuk setiap artikel yang diterbitkan. Korus RA. Prosiding: Nasution Z. hlm 27. 2003. Sporleder R. Masingmasing gambar harus diserahkan dalam lembaran yang terpisah dan siap jadi tanpa perlu perubahan ukuran dan bentuk dan masing-masingnya dilengkapi dengan keterangan yang cukup. Flaherti V. Abstrak Priyani N. Evaluation of single cell protein as a protein supplement for finishing cattle. Naskah dikirimkan kepada: Editor Jurnal Biologi Sumatera Departemen Biologi. 1. http://www. 50. [20 Maret 2003]. Gambar: Seluruh gambar atau foto harus dirujuk di dalam teks dan diberi nomor secara berurutan.) terhadap gambaran sel-sel Leydig mencit (Mus musculus L. New York: Blackie. Bab dalam Buku: Admassu W.(lima puluh ribu rupiah) per halaman cetak. Mycol Res 106:259-276. Setiap tabel diberi judul yang informatif. Lebar maksimum tabel harus sesuai dengan lebar maksimum area cetak yaitu 8.000. Kampus USU.edu/documents/ren ut/2000/pdf/hp001.com Universitas Sumatera Utara .. 100. Universitas Sumatera Utara.