Anda di halaman 1dari 4

Jangan Terprovokasi Tari Pendet di Iklan

Malaysia
JAKARTA - Departemen Luar Negeri menyarankan agar masyarakat Indonesia tidak mudah
terprovokasi seperti melancarkan protes, dengan tampilnya tari Pendet asal Bali di iklan visit
year Malaysia.

Demikian dikatakan juru bicara Deplu Teuku Faizasyah dalam jumpa pers di Kantor Deplu, Jalan
Pejambon, Jakarta Pusat, Jumat (21/8/2009).

"Kita harus lihat dahulu seperti apa, kalau hanya dijadikan background iklan, seharusnya kita
tidak terprovokasi seperti melancarkan protes. Ini malah bisa jadi sarana promo kita," kata
Faizasyah.

Dia menambahkan, Indonesia pernah menjadikan Eropa sebagai background iklan.

Ditanya mengenai tindakan Deplu terkait isu yang sempat ramai diperbincangkan itu, Faizasyah
mengaku pihaknya belum melakukan tindakan apapun.

"Kalau itu sudah jadi isu publik akan kita tindak lanjuti. Intinya belum ada klaim dari pihak
Malaysia, hanya iklan," pungkas dia.

Malaysia menampilkan tari Pendet dalam iklan komersil bidang pariwisata. Praktis hal ini
menuai banyak protes. Sejauh ini Malaysia dituduh telah mengklaim beberapa kebudayaan
milik Indonesia. Misalnya, reog Ponorogo dengan nama sisingaan, tari barong dengan nama
barongan, lagu "Rasa Sayange" yang berasal dari Ambon, lagu "Es Lilin" asli Sunda, keris,
angklung, dan batik. (lsi)

Tetapi pada 1950.” ujar dia.” jelas dia. ”Apalagi sudah ada beberapa kejadian sebelumnya. tari itu adalah tari sakral yang dipertunjukkan pada upacara ritual keagamaan untuk menyambut turunnya para dewa dari kahyangan. Anggota DPD RI dari Bali Ida Ayu Mas menyatakan. Pada tahun 1961. tarian tersebut dimodifikasi menjadi tari penyambutan tamu dengan mendapat sebutan khusus sebagai Tari Pendet Puja Astuti. “Pendet adalah tari yang sudah ratusan tahun dimainkan warga Bali. I Wayan Beratha mengolah kembali tari Pendet dengan lima penari yang bertahan hingga saat ini. 22 Agustus 2009 | 11:57 WIB TEMPO Interaktif. Penciptanya Ni Ketut Reneng dan I Wayan Rindi menjadikan Pendet dengan empat penari sebagai bagian dari pertunjukan turistik di Bali Hotel (Denpasar). Sabtu (22/8). ”Tahun 1962 kembali dimodifikasi sebagai tarian massal dengan 800 penari untuk pembukaan Asian Game di Jakarta. Protes kalangan seniman itu akan difasilitasi Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI untuk menjadi protes resmi dari lembaga negara di Indonesia. Misalnya dengan mengurus hak cipta dari komunitas budaya di Indonesia.Seniman Bali Protes Klaim Malaysia atas Tari Pendet Sabtu. Sementara itu DPD RI juga akan meminta pemerintah Indonesia untuk merlindungi karya- karya budaya nusantara.” ujar mantan Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar itu. Tindakan itu dianggap sebagai pencurian atas kekayaan budaya masyarakat Bali. Karya-karya itu harus dianggap sebagai kekayaan bangsa yang tidak bisa sembarangan diklaim bangsa lain.Kalangan seniman Bali memprotes klaim Malaysia atas Tari Pendet yang digunakan dalam iklan Visit to Malaysia. Seniman tari Wayan Dibia mengaku terkejut dengan kejadian itu. Pada awalnya. . sikap pihak Malaysia itu tidak bisa dibiarkan. Denpasar .

mengatakan pengklaiman budaya Indonesia oleh Malaysia untuk kesekian kalinya merupakan kesalahan pemerintah Indonesia sendiri. batik. pemerintah dan masyarakat tak lagi peduli. Rabu (19/8). "Kita majukan budaya kita supaya kita ada di depan. kedepannya agar Indonesia tidak kecolongan lagi. "Kalau itu sudah jadi isu publik akan kita tindak lanjuti. Hanya peduli pada olahraga dan program lainnya.JAKARTA--Malaysia kembali mengklaim budaya Indonesia -. Jangan mudah terprovokasi. "Malaysia tahu mereka kekurangan budaya. Budayawan." katanya. pihaknya belum mengetahui secara detil dari permasalahan itu sehingga menjanjikan akan menindaklanjutinya dengan menghubungi perwakilan Indonesia di Malaysia. mereka telah mengklaim angklung." ujarnya." kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri Teuku Faizasyah di Jakarta. dan mereka menghargai budaya untuk mencari keuntungan. Hombo Batu. Jumat (21/8). karena kita sadar sebagai pemilik kebudayaan itu kita tidak memperhatikannya. sedangkan pemerintah kita tidak peduli. jangan lagu-lagu masa kini yang dinyanyikan oleh Presiden kita. Sebelumnya. Sedangkan negara lain. Menurut dia. pemerintah harus perhatikan kebudayaan itu. Ia menilai kita terluka dan malu. "Selama ini kebudayaan dipinggirkan. Radhar Panca Dahana. "Ya tidak apa-apa lah. Sebelumnya publik Indonesia pernah beberapa kali dibuat terkejut dengan klaim-klaim budaya Malaysia antara lain lagu "Rasa Sayange" yang berasal dari Maluku dan kesenian Reog Ponorogo dari Jawa Timur. seperti Malaysia. membutuhkan ekstensi kebudayaan. acara-acara." tandasnya. Potensi bisnisnya bagus. kata Radhar.menjadi budaya mereka yang dicantumkan dalam iklan visit year mereka. "Kita harus lihat dulu seperti apa. she/kpo JAKARTA-.tarian pendet. karena kebudayaan adalah senjata terbaik untuk diplomasi internasional. reog Ponorogo.Pemerintah Indonesia berharap publik Indonesia tidak terprovokasi dengan iklan tari Pendet asal Bali yang terdapat pada iklan kunjungan ke Malaysia. mereka pintar melihat kebudayaan negara tetangganya. Tari Pendet asal Pulau Dewata itu ditayangkan sebagai latar iklan kunjungan ke Malaysia. kita juga suka mengambil budaya lain untuk untuk promosi." katanya kepada Republika. ant/ahi . Untuk itu. munculkan budaya kita dalam upacara-upacara. Sebelumnya beredar kabar bahwa Malaysia mengklaim tari Pendet sebagai tari tradisionalnya." katanya. Bali -. Ia menilai kecolongan budaya tersebut sebenarnya sebuah cermin atau refleksi. Sejauh ini Malaysia memiliki rekam jejak negatif di kalangan publik Indonesia apabila terkait dengan kekayaan budaya Indonesia. dan Tari Folaya. kata Radhar.

Lambat-laun. jika nantinya memang terbukti Pemerintah Malaysia menggunakan tarian pendet dalam iklan pariwisatanya. Tari yang tercipta awal tahun tujuh puluhan oleh seniman I Nyoman Kaler ini. Taburan bunga disebarkan di hadapan para tamu sebagai ungkapan selamat datang. Para gadis muda mengikuti gerakkan dari para wanita yang lebih senior yang mengerti tanggung jawab mereka dalam memberikan contoh yang baik. Tidak seperti halnya tarian-tarian pertunjukkan yang memerlukan pelatihan intensif. Ia mengatakan. terutama untuk jenis tarian dikarenakan banyaknya warga keturunan Indonesia yang telah menetap di Malaysia yang menyebarkan budaya tersebut dalam kehidupan sehari-hari.Demikian disampaikan Dirjen Nilai Budaya Seni dan Film Departemen Kebudayaan dan Pariwisata. Tari Pendet merupakan tari pemujaan yang banyak diperagakan di pura.JAKARTA--Pemerintah Indonesia akan meminta klarifikasi kepada Pemerintah Malaysia terkait penggunaan tarian asal Indonesia. gin/kpo Pada awalnya. meski tetap mengandung anasir yang sakral-religius. kaum wanita dan gadis desa. sebenarnya tidak dipermasalahkan asalkan dalam iklan tersebut dicantumkan. kendi. Tari Pendet adalah tarian para putri yang memiliki pola gerak yang lebih dinamis dari tari Rejang yang dibawakan secara berkelompok atau berpasangan. Rabu (19/8). Pendet dapat ditarikan oleh semua orang. Tjetjep Suparman saat menghadiri simposium dan workshop mengenai inventarisasi dalam rangka perlindungan warisan budaya tak benda Indonesia di Jakarta. Pendet merupakan pernyataan dari sebuah persembahan dalam bentuk tarian upacara. menurut Tjetjep. pemangkus pria dan wanita. para seniman Bali mengubah Pendet menjadi "ucapan selamat datang". seiring perkembangan zaman. banyaknya penggunaan budaya Indonesia oleh Pemerintah Malaysia. Penggunaan tarian asal Indonesia dalam iklan pariwisata di Malaysia. Tarian ini diajarkan sekedar dengan mengikuti gerakkan dan jarang dilakukan di banjar-banjar. menggambarkan penyambutan atas turunnya Dewa-dewi ke alam marcapada yang merupakan pernyataan dari sebuah persembahan dalam bentuk tarian upacara. . Tjetjep menambahkan. ditampilkan setelah tari Rejang di halaman pura dan biasanya menghadap ke arah suci (pelinggih) dengan mengenakan pakaian upacara dan masing-masing penari membawa sangku. cawan dan perlengkapan sesajen lainnya. maka Pemerintah Indonesia akan menyampaikan teguran resmi terhadap Pemerintah Indonesia sehingga diperoleh kejelasan. yakni tari pendet yang dijadikan sebagai iklan Visit Malaysia Year.