Anda di halaman 1dari 4

Menganalisa Induktor yang di beri arus AC

Analisa arus AC pada induktor perlu dipelajari karena induktor akan memberikan
karakteristik khusus apabila dilewati arus AC. Pada saat sebuah induktor dialiri arus bolakbalik (AC), maka pada induktor tersebut akan timbul reaktansi induktif resistansi semu
atau disebut juga dengan istilah reaktansi induktansi dengan notasi X L. Besarnya nilai
reaktansi induktif tergantung dari besarnya nilai induktansi induktor L (Henry) dan
frekuensi (Hz) arus bolak-balik (AC). Gambar berikut memperlihatkan hubungan
antara reaktansi induktif terhadap frekuensi arus bolak-balik.
Hubungan Reaktansi Induktif Terhadap Frekuensi

Besarnya reaktansi induktif berbanding langsung dengan perubahan frekuensi dan nilai
induktansi induktor, semakin besar frekuensi arus bolak-balik dan semakin besar nilai
induktor, maka semakin besar nilai reaktansi induktif X L pada induktor sebaliknya semakin
kecil frekuensi arus bolak-balik dan semakin kecil nilai dari induktansinya, maka semakin
kecil nilai reaktansi induktif XL pada induktor tersebut.
Hubungan Arus Dan Tegangan Pada Induktor

Dari grafik analisa arus bolak-balik (AC) pada induktor diatas terlihat bahwa tegangan AC
(v) yang dilewatkan pada suatu induktor mendahului (leading) 900 dari pada arus AC (i) yang
dilewatkan pada sebuah induktor (L). KOndisi ini berkebalikan dengan karakteristik arus

Hal ini menunjukkan bahwa kumparan kawat berarus listrik dapat menghasilkan medan magnet. Hal ini berarti semakin besar arus listrik yang digunakan semakin besar medan magnetik yang dihasilkan. maka arah keempat jari yang lain menunjukkan arah medan magnetik (B). Ia berhasil membuktikan bahwa penghantar yang berarus listrik dapat menghasilkan medan magnetik. Berdasarkan hasil percobaan tersebut terbukti bahwa arus listrik yang mengaliri dalam kawat penghantar ini menghasilkan medan magnetik. Kuat Medan Magnet pada Kawat Berarus Listrik Gejala ini pertama kali dikaji oleh Hans Christian Oersted. Kumparan kawat berinti besi yang dialiri listrik dapat menarik besi dan baja.listrik bolak-balik (AC) yang diberikan pada sebuah kapasitor. . Melalui percobaan. Medan magnet juga dapat ditimbulkan oleh kawat penghantar lurus yang dialiri listrik. Gambar: penyimpangan magnet kompas Arah medan magnetik di sekitar kawat penghantar lurus berarus listrik dapat ditentukan dengan kaidah tangan kanan. ternyata kutub utara jarum kompas menyimpang lebih jauh. Kaidah tangan kanan ini juga dapat digunakan untuk menemukan arah medan magnetik pada penghantar berbentuk lingkaran yang dialiri listrik. ia berhasil mengungkap hubungan antara listrik dan magnet. Pada saat arus listrik yang mengalir dalam penghantar diperbesar. atau disekitar kawat berarus listrik terdapat medan magnetik. Semoga artikel “Analisa Arus AC Pada Induktor” yang sedikit ini dapat memberikan informasi dan manfaat. Jika arah ibu jari menunjukkan arah arus listrik (I).

Kemudian. 4. Ternyata penghantar berarus listrik yang ditempatkan dalam medan magnet juga mengalami gaya magnet. Besar gaya Lorentz bergantung pada besar medan magnetik. genggam ujung kumparan yang pertama kali teraliri arus listrik dengan posisi jari tangan kanan sesuai dengan letak kawan pada inti besi. 2. kemudian genggam kumparan yang berinti besi. Hal ini ditemukan pertama kali oleh Hendrik Antoon Lorentz. Gaya Lorentz terjadi apabila kawat penghantar berarus listrik berada di dalam medan magnetik. letakkan telapak tangan menghadap ke depan.Gambar: kaidah tangan kanan Untuk mengetahui letak kutub utara dan kutub selatan yang terbentuk pada kumparan berarus listrik. dan kutub selatan magnet. 3. Ujung kumparan yang pertama kali mendapat arus listrik dijadikan sebagai pedoman untuk menentukan letak kutub-kutub magnet. gaya Lorentz dapat dinyatakan dengan: F = B x I x l . dapat dilakukan dengan cara: 1. Jika kawat penghantar yang pertama kali teraliri arus listrik berada di belakang inti besi. Apabila kawat itu berada di depan inti besi. Letak kutub utara magnet ditunjukkan oleh arah ibu jari. Perhatikan arah listrik yang mengalir pada kumparan. 6. sedangkan arah sebaliknya menunjukkan kutub selatan. Dengan cara yang sama kita dapat juga menentukan letak kutub utara. panjang penghantar. 5. dan besar arus listrik yang mengalir dalam kawat penghantar. Untuk arah aliran arus listrik tegak lurus terhadap arah medan magnet. maka hadapkan telapak tangan ke belakang. 7. kemudian genggam kumparan kawat itu.

Keterangan: F = gaya Lorentz pada kawat (N) B = medan magnet (Tesla) I = arus listrik (A) l = panjang kawat (m) .