Anda di halaman 1dari 12

SEJARAH PSIKOLOGI INDUSTRI & ORGANISASI

PERIODE PD I – PD II

DISUSUN OLEH
HILMUN ZAHRINA

(15010112130064)

ANIS MUATSIROH

(15010112130077)

ALMIRA OCTAVIANI

(15010112140102)

ENY DWI HARSIWI

(15010112140109)

ILMA ADJI

(15010112140110)

FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2014
BAB I

Thorndike. Seleksi. placement. dan anggotanya.PENDAHULUAN A. Rintisan testing mulai dikembangkan sejak Perang Dunia I. Keterlibatan psikolog dalam wilayah militer. personil dan Walter Dill Scott menggunakan ujian psikologi dalam proses pemilihan anggota tentara. 2. yaitu Edward L. 3. Komite ini diketuai oleh Walter Dill Scott. sekretaris perang membentuk Komite Klasifikasi Personil untuk melakukan rekruitmen tentara (militery testing). Pada tahun 1917. Sejarah Psikologi Industri dan Organisasi antara Perang Dunia I-II PD I memberikan pengaruh yang sangat signifikan bagi perkembangan PIO. PD II lebih menantang sumber daya psikologi industri pada tantangan yang sebelumnya tidak ada. Scott menerbitkan buku “The Theory of Advertising”tahun 1901—buku pertama tentang psikologi dalam aspek dunia kerja. Bingham. Psikologi berperan dalam masalah peperangan untuk menyeleksi anggota tentaranya –membuat tes army alpha dan army betha untuk para prajurit. penempatan dan . Bukti-buktinya dapat dilihat pada : 1. V. dan W. 4. penilaian kinerja perwira. analisa pekerjaan. Walter Dill Scott dan Bingham menetapkan program psikologis di bawah perwira personel AD dan bertanggung jawab untuk pengembangan berkas penciptaan bentuk penilaian kerja. terutama dalam mengkonstruksi tes evaluasi.

pelatihan baik sipil maupun militer. pengkelasan. PIO semakin berkembang pada masa PD II karena di Amerika. maka classical organization theory mendominasi ranah teori organisasi. dan mengadakan latihan Army General Classification Test untuk menguji kemahiran menggunakan senjata perang yang canggih dan Strategis Services untuk menguji kemampuan tentara. Mereka melakukan pengujian. lebih besar. dan lebih mendesak. lebih dari 2000 orang PIO ikut terlibat. Pada masa Perang Dunia II. lebih rumit. Sebelum  PD I  setelah PD I William Wunt pada tahun 1978 mendirikan sebuah laboratorium psikologi pertama di Lepzig Masalah Cattell  Psychological efisiensi Coorporation (1921)  organisasi mengeksiskan psikologi menjadi isu “mulai digunakan istilah utama  Fungsionalisme Classical (manusia&organisme Organization beradaptasi dengan Theory lingkungan) Badan Riset Psikologi (oleh Walter Bingham)  seleksi dan penempatan .

Barnard  Cooperative 1. Teori administrasi Organisasi Ilmiah(Frederick (Henri Fayol (1916) (Birokrasi) oleh Max Winslow Taylor  cara dan Lyndall Weber  struktur yang paling efisien untuk Urwickserta Mooney dalam organisasi melakukan suatu dan Reiley . Teori Tipe 2. dan lebih efisien manajemen alamiah.BAGAN TEORI KLASIKAL TEORI KLASIKAL: 3 aliran yaitu Kebutuhan untuk birokrasi. membuat organisasi administrasi. Manajemen 3.

Pada tahun1904 dan 1905. Legal karena wewenangnya berasal dari serangkaian aturan.BAB II PENGKLASIFIKASIAN TOKOH PD I – PD II A. Jerman. Tokoh-tokoh yang masuk pada masa klasik diantaranya : 1. Masa Klasik Teori klasik mengembang-kan beberapa asusmsi dasar sebagai pedoman dalam praktek berorgaisasi: 1. prosedur dan peran yang dirumuskan dengan jelas. Menurut Weber ada beberapa karakter organisasi birokratik : . Tujuan praktek ber-organisasi pada dasar-nya untuk mencapai efisiensi. Max Weber Max Weber lahir di Erfurt. 2. ia menerbitkan karya terkenalnya The Protestant Ethnic and The Spirit of Capitalism. Birokrasi berasal dari kata “legal-rasional”. Organisasi dianggap sebagai aktivitas yang harus dikelola dengan prinsip-prinsip umum yang tegas dalam rangka mencapai efisiensinya. 21 April 1864. Rasional organisasi karena penetapan tujuan dan rancangan ditentukan dengan jelas. Birokratik merupakan bentuk organisasi yang paling efisien dalam menjalankan aktivitas untuk mencapai tujuannya. Max Weber mengembangkan teori birokrasi. berasal dari keluarga kelas menengah.

4. 19 November 1925. wewenang dan tanggung jawab. 7. Pengawasan (controlling)\ 14 Prinsip yangdikembangkan oleh Henri diantaranya adalah sebagai berikut : 1. kesatuan perintah. 5. 3. kesatuan pengarahan. Hirarki wewenang yang jelas 3. 5.1. 2. Ia dengan originalitasnya mampu menciptakan teori-teori manajemen secara ilmiah. 5. Fayol daripada . Pembagian kerja. displin. 3. Henri Fayol Henri Fayol lahir di Istambul. seorang direktur pertambangan serta seorang pakar manajemen. Pemberian perintah (commanding) Pengkoordinasian (coordinating). Turki . 4. 2. Pengorganisasian (organizing). Beliau meninggal dunia di Paris. 6. mendahulukan kepentingan umum kepentingan pribadi. Ia adalah seorang insinyur pertambangan lulusan Perancis. balas jasa. Perancis. 29 July 1841. Sistem aturan yang jelas dalam mengatur hak dan kewajiban posisi para pemegang jabatan. Hubungan antar pribadi yang dibangun berdasarkan hubungan yang “impersonal”. yaitu : 1. Program rasional dalam mencapai tujuan organisasi 4. Pembagian kerja yang jelas 2. Henri Fayol bergabung dalam Teori Administrasi. Fayol memerinci fungsi kegiatan administrasi menjadi “ elemen-elemen manajemen” yang juga dikenal dengan Fayol’s Functionalism atau teori fungsionalisme Fayol . Perencanaan (planning). 2.

teknik penerapannya yang kemudian dikenal dengan Urwick’s Technique. 4. sentralisasi. Mooney dan Reilly Mengembangkan prinsip-prinsip tempat administrasi dan di Amerika Serikat pada tahun 1931-an. yang personalia. semangat kerja korps. keadilan. departemen Proses. 10. koordinasi . penerapan kaidah-kaidah organisasi (terutama birokrasi) dalam praktek. 9. aturan. Gulick dan Urwick memperkenalkan prinsip-prinsip yang berhubungan dengan pembagian kerja .8. Lyndall Urwik dan Luther Gulick (1920-1930-an) Kedua tokoh ini mengembangkan administrasi berdasarkan pengalaman mereka yang tercermin dalam dua dan prinsip managerial makalahnya A technical Problem dan The Function of Administration. 3. Prinsip administrasi yang di kembangkan Lyndall dan Luther yaitu a. disusun dan atas tempat dasar “ dan penggunaan staff. proses. 12. Prinsip yang dikembangkan terutama didasarkan pada teori birokrasi Weber dengan menekankan pada tiga prinsip yang . Departementasi yang disusun berdasarkan tujuan organisasi. 11. rentang Skalar. Dalam makalah-makalah mereka. Urwick terutama melihat kesulitan – kesulitan administrasi . Pembagian kerja b. inisiatif. sehingga dia mengembangkan teknik . personalia. Koordinasi c. penciptaan departemen “tujuan. penggunaan staff. kelanggengan personalia.

W Taylor mengembangkan tentang prinsip-prinsip manajemen ilmiah. F. manajemen ilmiah sebagai penerapan metode atau prinsip-prinsip ilmiah dalam studi. Teori Manajemen Ilmiah Prinsip-prinsip manajemen ilmiah dikembangkan oleh Frederick Winslow Taylor sekitar tahun 1900. organisasi Pada dasarnya industry Taylor (meningkatkan mengungkapkan bahwa factor yang sangat berpengaruh terhadap efisiensi pencapaian tujuan organisasi adalah pembagian kerja atau spesialisasi kerja. analisa dan penyelesaian berbagai masalah organisasi. . Tiga prinsip yang dianggap penting dalam pengelolaan organisasi yang efisien menurut Mooney dan Reilly : a. Koordinasi b. Kedua.dianggap penting dalam pengelolaan organisasi yang efisien. Pertama. Fred Fidlr Mengemukakan teori kepemimpinan yang dikenal sebagai “Contingency Models of Leadership” yang menyatakan situasi berbeda membutuhkan style yang berbeda pula. fungsional (perbedaan bermacam-macam tugas) Prinsip koordinasi dianggap paling penting dalam perencaaan organisasi yang efisien. Skalar (Hirarki) c. Manajemen ilmiah dalam prakteknya paling tidak memiliki dua pemahaman yang berbeda. sebagai teknik atau cara baru untuk meningkatkan kerja yang efisien dalam praktek organisasi terutama dalam prokduktivitas). 5.

Pengembangan ilmu tentang kerja. melibatkan setiap orang dalam proses pengambilan keputusan 2. Peningkatan semangat dan mental karyawan dengan meningkatkan hubungan karyawan dengan manager agar tercipta suasana kerja yang baik. Penggantian metode kerja baru secara ilmiah. Bila pada teori klasik banyak menitik beratkan pembahasannya pada struktur. Partisipasi. . tata tertib. 2. Masa Neoklasik Teori Neoklasik merubah. 3.Menurut Taylor agar organisasi dapat mencapai tujuan dengan efisian maka harus dikelola dengan teknik ilmiah : 1. 4. Perluasan kerja sebagai spesialisasi 3. artinya berdasarkan kajian kerja yang efisien dan efektif secara ilmiah. faktor-faktor sedang-kan teori ekonomi danrasionalitas neoklasik banyak tujuan menekankan pentingnya aspek sosial dalam pekerjaan atau organisasi informal dan aspek psikologis (emosi). Teori Neoklasik didefinisikan organisasi sebagai kelompok dengan tujuan bersama. Mengadakan seleksi dan pelatihan agar tercapai spesialisasi dan produktivitas yang tinggi. Hal-hal yang dalam pembagian kerja teori neo-klasik : 1. seleksi dan latihan yang terintegrasi sehingga memungkinkan karyawan mencapai tingkat upah yang tinggi. b. dan dalam banyak hal memperluas teori klasik. Manajemen kesempatan bottom-up kepada kebalikan yang junior akan untuk dari pola memberikan berpartisipasi dalam peng-ambilan keputusan manajemen puncak. menambah. organisasi formal.

2.Tokoh-tokoh yang terlibat dalam masa neo-klasik ini diantaranya adalah : 1. Pemilihan dan pemanfaatan sumber-sumber yang ada dengan tepat. Karena tentunya reaksi emosional antar para karyawan lebih berpengaruh kepada produktifitas suatu perusahaan. Bila hubungan itu buruk. Untuk mencapai tujuan produktivitas harus melakukan tiga cara : 1. Menentukan orang-orang yang terbaik. 3. Hugo Muensterberg Pada dasarnya Munsterberg adanya perbedaan-perbedaan individual dalam menekankan karakteristik organisasi-organisasi. Elton Mayor Elton Mayo dikenal dengan percobaan- percobaan “Howthorne”. dimana hubungan antara individu hampir sama dengan hubungan antara Atasan dengan bawahannya. dan tidak . moral dan efisiensi kerja akan tidak terrealisasi dan sistem manajemen dalam organisasi juga akan buruk. Percobaan “Howthorne” menggambarkan bahwa kenaikan produktifitas kerja di dalam suatu perusahaan yang diatur suatu system manajemen yang baik dan keserasian antara berbagai “kelas” dalam perusahaan dibandingkan itu ternyata meningkatkan lebih insentif ampuh keuangan diantara para karyawan. 2. Menentukan cara kerja yang paling efisien dan efektif. maka ada kemungkinan etika.

4. 3. . Dari hasil penelitian para ahli dapat disimpulkan bahwa : 1. 2. Pentingnya para manajer untuk memperhatikan perasaan dan sikap kelompok kerja. Moral kerja yang tinggi akan meningkatkan produktivitas kerja.bias diciptakan begitu saja dengan memberikan materi dan fasilitas lebih baik.penyelia lebih berpengaruh terhadap produtivitas kerja. Keterkaitan pada kelompok social para karyawan serta informal atau organisasi lebih kuat pengaruhnya terhadap produktivitas kerja daripada tuntutantuntutan formal organisasi. Hubungan sosial atau kemanusiaan diantara para karyawan.

& Judge.DAFTAR PUSTAKA Robbins. (2012). Edisi 12. Suharsono. Jakarta: Salemba Empat. P. (2009). Pengetahuan Dasar Organisasi. A. S. Jakarta:Atmajaya .. Perilaku Organisasi. T.