Anda di halaman 1dari 6

Uji Tubex

Pemeriksaan ini mudah dilakukan dan hanya membutuhkan waktu singkat untuk
dilakukan (kurang lebih 5 menit). Untuk meningkatkan spesivisitas, pemeriksaan
ini menggunakan anti¬gen O9 yang hanya ditemukan pada Salmonellae
serogroup D dan tidak pada mikroorganisme lain. Antigen yang menyerupai
ditemukan pula pada Trichinella spiralis tetapi antibodi terhadap kedua jenis
antigen ini tidak bereaksi silang satu dengan yang lain. Hasil positif uji Tubex ini
menunjukkan terdapat infeksi Salmonellae serogroup D walau tidak secara
spesifik menunjuk pada S. typhi. Infeksi oleh S. paratyphi akan memberikan hasil
negatif. 1.9
Secara imunologi, antigen O9 bersifat imunodominan. Anti¬gen ini dapat
merangsang respons imun secara independen terhadap timus, pada bayi, dan
merangsang mitosis sel B tanpa bantuan dari sel T. Karena sifat-sifat ini, respon
terhadap anti¬gen O9 berlangsung cepat sehingga deteksi terhadap anti-O9
dapat dilakukan lebih dini, yaitu pada hari ke 4-5 untuk infeksi primer dan hari ke
2-3 untuk infeksi sekunder. Uji Tubex hanya dapat mendeteksi IgM dan tidak
dapat mendeteksi IgG sehingga tidak dapat dipergunakan sebagai modalitas
untuk mendeteksi infeksi lampau. 1.9
Pemeriksaan ini dilakukan dengan menggunakan 3 macam komponen,
meliputi:1.9
1. Tabung berbentuk V, yang juga berfungsi untuk meningkatkan sensitivitas.
2. Reagen A, yang mengandung partikel magnetik yang diselubungi dengan
antigen S. typhi O9
3. Reagen B, yang mengandung partikel lateks berwarna biru yang diselubungi
dengan antibodi monoklonal spesifik untuk antigen 09.
Komponen-komponen ini stabil disimpan selama 1 tahun dalam suhu 40C dan
selama beberapa minggu dalam suhu kamar.
Di dalam tabung, satu tetes serum dicampur selama kurang lebih 1 menit
dengan satu tetes reagen A. Dua tetes reagen B kemudian dicampurkan dan
didiamkan selama 1-2 menit. Tabung kemudian diletakkan pada rak tabung yang
mengandung magnet dan didiamkan. Interpretasi hasil dilakukan berdasarkan
warna larutan campuran yang dapat bervariasi dari kemerahan hingga kebiruan.
Berdasarkan warna inilah ditentukan skor, yang interpretasinya dapat dilihat
pada label 1.
Konsep pemeriksaan ini dapat diterangkan sebagai berikut. Jika serum tidak
mengandung antibodi terhadap O9, reagen B akan bereaksi dengan reagen A.
Ketika diletakkan pada daerah yang mengandung medan magnet (magnet rak),
komponen mag-net yang dikandung reagen A akan tertarik pada magnet rak,
dengan membawa serta pewarna yang dikandung oleh reagen B. Sebagai
akibatnya, terlihat warna merah pada tabung yang sesungguhnya merupakan
gambaran serum yang lisis. Sebaliknya, bila serum mengandung antibodi
terhadap O9, antibodi pasien akan berikatan dengan reagen A menyebabkan
reagen B tidak tertarik pada magnet rak dan memberikan warna biru pada
larutan.
Tabel 1. Interpretasi hasil uji Tubex9
Skor
Interpretasi

Tanpa disadari. Sehingga di kembangkan metode baru untuk tes pendeteksian demam tifoid yaitu Anti Salmonella Typhi IgM. SpFK beberapa tahun lalu. berikut adalah kelemahan Tes Widal untuk mendeteksi Penyakit Tifus:  Tingkat kesalahan yang sangat tinggi. Beberapa tahun kebelakang dan sepertinya masih popular hingga saat ini. Padahal menurut dia. bibir pecah-pecah.<2 3 4-5 >6 Negatif Borderline Positif Positif Penyakit Tifus atau Demam Tifoid merupakan penyakit dengan gejala yang tidak khas yang sering menjangkit masyarakat di negara berkembang terutama dengan sanitasi lingkungan yang kurang baik. Iwan Darmansjah. sakit kepala. sakit perut termasuk diare pada anak-anak dan sembelit pada dewasa. SpFK. Beliau menambahkan. Maka dari itulah pemerksaan Widal pada orang Indonesia memiliki margin of error yang sangat tinggi. Menurut Prof. dimana sensitivitas dan spesifisitas rendah dengan hasil positif dan negatif palsu yang sangat tinggi. pendeteksian penyakit ini harus melalui tes laboratorium sebagai penunjang di samping gejala klinis masih merupakan faktor yang paling menentukan. semua buku kedokteran juga tidak ada yang akan membenarkannya. kesalahan kolektif ini terus di jalankan oleh banyak dokter baik specialis maupun dokter umum dan bahkan dari pihak laboratorium pun dengan aktif menawarkan Tes Widal untuk pasien dengan demam tersebut. asal mula kebiasaan pemeriksaan Widal pada setiap pasien dengan demam lebih dari tiga hari merupakan kesalahan kolektif yang tidak jelas asal mulanya.Dr. Hal tersebut sangat berguna dalam rangka penanganan yang tepat. Sistem pembuangan limbah termasuk kotoran manusia yang tidak baik bisa menjadi pemicu penyebaran kuman Salmonella typhi. Iwan Darmansjah. Hanya dapat mendeteksi Antibodi Salmonella Typhi non-spesifik  Pemeriksaan widal ideal membutuhkan sampel serum ganda  Hasil bisa bervariasi atar laboratorium  Sementara itu pemeriksaan laboratorium yang akurat sangat diperlukan untuk mendekteksi dini penyakit tifus atau demam tifoid ini. kuman tersebut mencemari air dan makanan yang di konsumsi. Walaupun di ketahui belakangan bahwa Tes Widal memiliki banyak kekurangan. orang Indonesia yang menunjukan reaksi widal positif tidak berarti orang tersebut sakit tifus. mual disertai muntah. Masih menurut Prof. nilai titer Widal tidak bisa dipakai untuk mendiagnosis tifus secara akurat melainkan hanya bisa dipakai dalam proses tindak lanjut seperti waktu lampau dimana belum ada antibiotika yang memadai dan tifus bisa berlangsung 1 bulan atau lebih. pemeriksaan Widal menjadi pemeriksaan laboratorium yang dipercaya bisa mendeteksi penyakit tifus secara dini. nafsu makan menurun.Dr. pembesaran hati dan . Oleh karena itu. Hal ini berkaitan dengan sanitasi di kawasan pemukiman orang Indonesia terutama di kota-kota besar tidak begitu baik. Malangnya. Secara umum. Walaupun gejala klinis penyakit tifus seperti demam pada sore dan malam hari.

merupakan gejala klinis yang harus menjadi indikator utama. Tes ini pada dasarnya merupakan tes awal yang mana pada tataran tertentu. juga musim kemarau.  Antigen yang digunakan dalam tes anti-Salmonella typhi IgM/IgG responsive terhadap antibody spesifik terutama pada pasien anak-anak. yaitu dengan Anti-Salmonella typhi IgM.com/doc/139198379/Makalah-Pemeriksaan-Igm-SalmonellaTyphi#download Demam tifoid (alias tipus / thypus) masih merupakan masalah kesehatan penting di Indonesia ini. karena antibody IgM muncul pada hari ke 3-4 terjadinya demam (sensitivitas lebih dari 95%) Lebih spesifik dalam mendeteksi infeksi Salmonella Typhi dibandingkan dengan widal sehingga bisa membedakan secara tepat berbagai infeksi dengan gejala yang mirip (spesifisitaslebih dari 93%)  Hanya memerlukan sampel serum tunggal. dan bervariasi dari gejala seperti flu ringan sampai tampilan sakit berat dan fatal yang mengenai banyak sistem . Berikut adalah kelebihan tes anti-Salmonella typhi IgM/IgG sebagaimana di informasikan oleh Prodia. komplikasi pendarahan atau infeksi pada usus. Pada prinsipnya tes anti-Salmonella typhi IgM/IgG di desain untuk mendeteksi secara berkesinambungan dan juga membedakan antibody IgG dan IgM terhadap bakteri Salmonella Typhi di dalam serum.scribd. sedangkan pada widal idealnya dilakukan dua kali dengan jarak pemeriksaan antara 5-7 hari. salah satu laboratorium klinik di Indonesia:   Mendeteksi secara dini infeksi akut akibat Salmonella Typhi. tes-tes selanjutnya yang lebih spesifik perlu dilakukan untuk mengkonfirmasi infeksi Salmonella typhi. plasma atau darah secara cepat dan kualitatif. Tes Anti-Salmonella typhi IgM/IgG merupakan solid phase dari immunochromatographic untuk deteksi antibodi IgG dan IgM pada Salmonella typhi serum. plasma ataupun darah manusia.limpa.com/anti-salmonella-typhi-igm/ Komang Bayu Hendrawan on May 03. Keluhan dan gejala Demam Tifoid tidak khas. sehingga memiliki sensitivitas yang baik pada kelompok umur tersebut. kesehatan lingkungan. sumber air dan sanitasi yang buruk serta standar higiene industri pengolahan makanan yang masih rendah. Penyakit ini biasanya mewabah pada musim hujan. Berkaitan dengan hal tersebut. http://buletinkesehatan. Demam tifoid merupakan suatu penyakit infeksi sistemik yang disebabkan oleh Salmonella typhi . baru baru ini ada metode pemeriksaan pendeteksian penyakit tifus yang sedang popular dan dipercaya lebih akurat ketimbang pemeriksaan titer widal. kepadatan penduduk. Penyakit ini juga merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius karena penyebarannya berkaitan erat dengan urbanisasi (perpindahan penduduk). 2013 https://www.

Uji widal hanya sebagai pemeriksaan yang menunjang diagnosis. Untuk menentukan seseorang menderita demam tifoid : 1. muntah. hasil uji widal negatif terutama pada beberapa hari pertama demam belum dapat menyingkirkan kemungkinan tifus. 2. dan antibodi H muncul pada hari ke 10-12). sehingga pada minggu ke 2 panas tinggi terus menerus terutama pada malam hari. dan kembung. ini juga pengertian yang salah. bukan indikasi untuk mengulang pengobatan bilamana tidak lagi didapatkan gejala yang sesuai. Karena itu bila infeksi baru berlangsung beberapa hari. gangguan fungsi usus. Lakukan tes lanjutan (tes yang paling akurat adalah dengan kultur darah / gal . Dengan demikian.organ (itu kata dokter di tmpt sy kerja).Panas lebih dari 7 hari. soalnya tes widal hanya menunjukkan adanya antibodi terhadap kuman Salmonella.Gejala pencernaan dapat berupa diare. Beberapa hal yang sering disalah artikan : 1. Setelah seseorang menderita tifus dan mendapat pengobatan. hasil uji widal kemungkinan positif untuk waktu yang agak lama sehingga uji widal tidak dapat digunakan sebagai acuan untuk menyatakan kesembuhan. dan keluhan susunan saraf pusat. Tetap harus didasarkan adanya gejala yang sesuai dengan penyakit tifus. mual. Secara klinis gambaran penyakit typus berupa demam berkepanjangan. Penularan penyakit ini melalui makanan dan minuman yang tercemar kuman Salmonella. 2. Pemeriksaan widal positif dianggap ada kuman dalam tubuh. sering kali hasilnya masih negatif dan baru akan positif bilamana pemeriksaan diulang. Pemeriksaan widal yang diulang setelah pengobatan dan menunjukkan hasil positif dianggap masih menderita tifus. yang menunjukkan bahwa seseorang pernah kontak/terinfeksi dengan kuman Salmonella tersebut. biasanya mulai dengan demam tidak tinggi yang makin hari makin meninggi. 1. Hasil uji negatif jangan terlalu dianggap tidak menderita tifus : Uji widal umumnya menunjukkan hasil positif pada 5 hari atau lebih setelah infeksi. ini merupakan pengertian yang salah. Pemeriksaan ini mengukur kadar aglutinasi antibodi terhadap antigen O dan H dalam darah (antigen O muncul pada hari ke 6-8. Hasil ulang pemeriksaan widal positif setelah mendapat pengobatan tifus. Gambaran klinis demam tifoid seringkali tidak spesifik sehingga dalam menegakan diagnosis diperlukan konfirmasi pemeriksaan laboratorium (he he jual diri) Pemeriksaan laboratorium yang selama ini banyak dilakukan adalah pemeriksaan serologis yaitu Widal. Uji widal positif artinya ada zat anti (antibodi) terhadap kuman Salmonella. 2. 3.

Memang terdapat kesulitan dalam interpretasi hasil uji widal karena kita tinggal di daerah endemik.cultur) Pemeriksaan gal cultur memiliki kelemahan. 2. sehingga menunjukkan hasil uji widal yang positif (walaupun hanya dengan kadar yang rendah). Hasil dapat diperoleh lebih cepat. 2. dan bisa memberikan hasil negatif sampai 30% dari sampel biakan positif penyakit tifus. Pemeriksaan ini lebih spesifik dan lebih sensitive. sehingga hasil tes Widal yang negatif bukan berarti dapat dipastikan tidak terjadi infeksi. . B. dan bisa menimbulkan hasil positif palsu. yang mana sebagian besar populasi sehat juga pernah kontak atau terinfeksi yang sedikit demi sedikit menghasilkan antibodi. tetanus. paratyphi A. . sehingga menimbulkan reaksi silang dengan jenis bakteri lainnya. *** Pemeriksaan yang dapat dijadikan alternatif untuk mendeteksi penyakit demam typhoid lebih dini adalah mendeteksi antigen spesifik dari kuman Salmonella melalui pemeriksaan IgM Anti Salmonella (Tubex TF). sirosis. typhi (bukan tifoid). Beberapa keterbatasan uji Widal ini adalah : 1. Negatif Palsu Pemberian antibiotika yang dilakukan sebelumnya (ini kejadian paling sering di daerah saya. karena antibody IgM muncul pada hari ke 3 terjadinya demam. Mendeteksi secara dini infeksi akut akibat Salmonella typhi. Padahal sebenarnya bisa positif jika dilakukan kultur darah. demam –> kasih antibiotika –> nggak sembuh dalam 5 hari –> tes Widal) sehingga dpt menghalangi respon antibodi. yaitu hasil pemeriksaan yg cukup lama (5-7 hari) dan harga yg lebih mahal. Kelemahan pemeriksaan ini adalah sensitivitas yang kurang.Beberapa jenis serotipe Salmonella lainnya (misalnya S. Hanya dibutuhkan sample darah sedikit 4. Padahal mungkin yang positif yaitu kuman non S. juga lebih praktis untuk deteksi dini infeksi akibat kuman Salmonella typhi. dll. Keunggulan pemeriksaan TUBEX TF : 1. Mempunya sensitivitas yang tinggi terhadap kuman Salmonella ( > 95 %) 3. Positif Palsu . C) memiliki antigen O dan H juga.Beberapa penyakit lainnya : malaria.

.Dengan pemeriksaan TUBEX TF diharapkan diagnosis demam typhoid dapat ditegakkan lebih dini sehingga pengobatan yang tepat dapat segera diberikan. dengan demikian dapat menurunkan angka kematian akibat kompikasi demam typhoid.