Anda di halaman 1dari 19

Kondiloma Akuiminatum

13.10.211.204

Nice To Know..
Kondiloma berasal dari bahasa
Yunani yang artinya tumor bulat,
dan akuminata berasal dari bahasa
latin yang artinya titik yang tajam.

Definisi
Kondiloma akuminata adalah kelainan
kulit berbentuk vegetasi bertangkai
dengan permukaan berjonjot bersifat
jinak dan superfisial.Disebabkan oleh
virus yaitu Human Papilloma Virus
(HPV) jenis tertentu.Pasien kondiloma
akuminata terjadi kelainan berupa
fibroepitelioma pada kulit dan mukosa.

Epidemiologi
Di Indonesia, prevalensi kondiloma
akuminata di masyarakat berkisar 5 19 %
Peningkatan insidens dipengaruhi oleh
berbagai faktor risiko yang mempermudah
transmisi kondiloma akuminatum.
Beberapa faktor risikonya adalah banyaknya
jumlah mitra seksual, jarang menggunakan
kondom, imunitas tubuh rendah dan lainnya.
Risiko seorang perempuan tertular KA dari
partner seksualnya adalah sebesar 30%

Etiologi
Penyebab dari kondiloma akuminata
adalah Human Papilloma Virus (HPV).
HPV adalah virus DNA yang
merupakan virus
epiteliotropik(menginfeksi epitel) dan
tergolong dalam famili
Papovaviridae.
Pada kondiloma akuminata adalah
HPV tipe 6, 11, 16, dan 18

Gejala Klinis
Masa inkubasi kondiloma akuminata berlangsung
antara 1-8 bulan (rata-rata 2-3 bulan)
Untuk kepentingan klinis kondiloma akuminata
dibagi dalam 3 bentuk, yaitu:
Bentuk akuminata

Terutama dijumpai pada lipatan dan lembab.


Terlihat vegetasi bertangkai dengan permukaan
yang berjonjot-jonjot seperti jari. Beberapa kutil
dapat bersatu membentuk lesi yang lebih besar
sehingga tampak seperti kembang kol. Lesi yang
besar ini sering dijumpai pada wanita yang
mengalami fluor albus, pada wanita hamil, dan
pada keadaan imunitas terganggu.

Bentuk papul
Lesi bentuk papul biasanya
didapati pada daerah dengan
keratinisasi sempurna, seperti
batang penis, vulva bagian lateral,
daerah perianal dan perineum.
Kelainannya berupa papul dengan
permukaan yang halus dan licin,
multipel dan tersebar secara diskret.

Bentuk datar
Secara klinis, lesi bentuk ini terlihat
sebagai makula atau bahkan sama
sekali tidak tampak dengan mata
telanjang (infeksi subklinis), dan baru
terlihat setelah dilakukan tes asam
asetat. Dalam hal ini penggunaan
kolposkopi sangat menolong.

Pemeriksaan Kulit
Lokalisasi: Vulva, labia mayora,
minora, glans penis,prepusium dan
korpus penis.
Efloresensi: tumor dgn perm.
Berbenjol-benjol menyerupai
kembang kol, warna merah dan
konsistensi lunak, dpt berbentuk
hiperplasia, sesil atau tdk rata

Gambaran histopatologik
Epidermis : hiperkeratosis,
parakeratosis, papilomatosis, edema
antar sel dan akantosis serta
vakuolisasi
Dermis : pelebaran pembuluh darah
dan sebukan sel radang.

Pemeriksaan Penunjang
Tes asam asetat
Bubuhkan asam asetat 5% dengan lidi kapas
pada lesi yang dicurigai. Dalam 1-5 menit lesi
akan berubah warna menjadi putih (acetowhite)

Kolposkopi
Pemeriksaan ini terutama berguna untuk melihat
lesi kondiloma akuminata yang subklinis (Zubier,
2003). Kolposkopi menggunakan sumber cahaya
yang kuat dan lensa binokular sehingga lesi dari
infeksi HPV dapat diidentifikasi. Biasanya
kolposkopi digunakan bersama asam asetat
untuk membantu visualisasi dari jaringan yang
terkena.

PCR
Menggunakan Polymerase Chain Reaction (PCR)
dan teknologi hybrid capture adalah metode
yang sensitif dan spesifik dalam mendiagnosa
infeksi HPV. PCR menggunakan DNA polimerase
primer spesifik untuk memperbesar DNA HPV.

Serologi
Enzym-lingked imunoabsorbent assay (ELISA)
digunakan untuk mengukur IgG dan IgM pada
infeksi HPV dengan target partikel khusus
seperti virus. Pasien dengan kondiloma
akuminata dan penyakit lain yang berhubungan
dengan infeksi HPV ditemukan memiliki respon
serologi spesifik terhadap HPV tipe 6 dan 11.

Tata Laksana
Kemoterapi
Tingtur Podofilin : Yang digunakan
tingtur podofilin 15-25%.
Podofilotoksin 0,5% (podofiloks)
Asam trikloroasetat : Digunakan larutan
dengan konsentrasi 50%, dioleskan
setiap minggu.
5-Fluorourasil : Konsentrasinya antara 15% dalam krim

2. Tindakan bedah:
a. Bedah skalpel
b. Bedah listrik
c. Bedah beku (N2 cair, N2O cair)
d. Bedah laser (CO2 laser)

Interferon
Pemberiannya dalam bentuk
suntikan (intra muscular atau
intra lesi), bentuk krim (topical)
dan dapat diberikan bersama
pengobatan yang lain. Secara
klinis terbukti interferon alfa-,
beta-, gama- bermanfaat
dalam pengobatan infeksi HPV.

Immunoterapi
Pada penderita dengan lesi yang luas
dan resisten terhadap pengobatan
dapat diberikan pengobatan bersama
imunostimulator

Pencegahan
Metode yang paling handal
mencegah terinfeksi HPV adalah
menghindari hubungan seksual yang
bebas dan berganti-ganti pasangan.
Pencegahan dengan vaksin
menawarkan pilihan baru. Vaksin
multivalent terhadap 4 subtipe HPV
(6, 11, 16, dan 18)

Komplikasi
Kondiloma akuminata memiliki resiko
berkembang menjadi kanker yang
invasif. Bagaimanapun, individu
dengan kondiloma akuminata
biasanya memiliki faktor resiko
terkena HPV tipe ongkogenik yang
menyebabkan CIN dan anal
intraepithelial neoplasia.

Prognosis
Walaupun sering mengalami residif,
prognosisnya baik