Anda di halaman 1dari 25

1

Menyelesaikan Pengujian dalam Siklus Akuisisi dan
Pembayaran : Verifikasi Akun Tertentu

Jenis akun yang berhubungan dengan transaksi dalam siklus akuisisi dan pembayaran
terdiri dari audit atas:
• Aset tetap (properti dan peralatan)
• Beban dibayar dimuka
• Utang lain-lain
• Akun pendapatan dan beban
1. Audit atas asset tetap (Properti dan peralatan)
Aset tetap (property dan peralatan) adalah asset yang diharapkan memiliki umur lebih
dari satu tahun, digunakan dalam bisnis, dan tidak ditujukan untuk dijual kembali. Penggunaan
asset tetap dalam pelaksanaan bisnis klien dan ekspektasi umur ekonomis lebih dari satu
tahun merupakan karakteristik utama yang membedakan asset tersebut dengan persediaan,
beban dibayar dimuka, dan investasi.
Auditor melakukan verifikasi atas peralatan manufaktur secara berbeda dengan akun
asset lancar karena tiga alasan berikut:
1. Biasanya terdapat akuisisi peralatan dalam jumlah sedikit pada periode berjalan.
2. Nilai akuisisi biasanya material.
3. Peralatan biasanya disimpan dan dicatat dalam pencatatan akuntansi selama beberapa
tahun.
Dalam audit peralatan manufaktur dan akun terkait, pengujian akan dimudahkan jika
dipisah menjadi beberapa kategori:
Melakukan prosedur analitis
• Membandingkan rasio beban depresiasi dibagi biaya peralatan manufaktur kotor dengan
tahun sebelumnya.

2
• Membandingkan akumulasi depresiasi dengan biaya peralatan manufaktur kotor dengan
tahun sebelumnya.
• Membandingkan beban perbaikan dan pemeliharaan bulanan atau tahunan, beban
persediaan, beban peralatan kecil dan akun sejenis dengan tahun sebelumnya.
• Membandingkan biaya peralatan manufaktur kotor dibagi dengan beberapa jumlah produksi
dengan tahun sebelumnya..
Melakukan verifikasi akuisisi tahun berjalan
Perusahaan harus mencatat penambahan pembelian asset tahun berjalan dengan
benar karena asset tetap memiliki dampak jangka panjang pada laporan keuangan. Kesalahan
dalam mengapitalisasi asset atau mencatat akuisisi dengan jumlah yang tidak benar akan
berdampak pada neraca hingga perusahaan menghentikan menggunakan asset tersebut.
Titik awal verifikasi untuk akuisisi tahun berjalan merupakan skedul yang diperoleh dari
klien atas seluruh catatan akuisisi dalam buku besar untuk asset tetap selama tahun tersebut.
Klien menyediakan informasi tersebut dari berkas utama. Daftar skedul untuk setiap
penambahan dilakukan terpisah dan mencakup tanggal akuisisi, vendor, deskripsi, dan catatan
apakah barang tersebut baru atau bekas, umur asset untuk penentuan depresiasi, metode
depresiasi, dan biayanya.
Verifikasi penghentian aset pada tahun berjalan
Transaksi yang mencakup penghentian peralatan manufaktur biasanya mengalami
salah saji bila pengendalian internal perusahaan melemah dalam menjalankan metode formal
untuk menginformasikan menejemen untuk transaksi penjualan, tukar-tambah, pembatalan,
atau pencurian mesin dan peralatan. Tujuan utama auditor dalam verifikasi penjualan, tukartambah, atau penghentian asset tetap adalah mendapatkan bukti memadai bahwa seluruh
penghentian dicatat dalam jumlah yang benar.
Prosedur berikut biasanya digunakan untuk melakukan verifikasi penghentian:
• Menelaah apakah terdapat akuisisi aset baru yang menggantikan aset lama.
• Menganalisis laba dan rugi penghentian aset dan pendapatan lain-lain sebagai penerimaan
kas dari penghentian aset.

Umur ekonomis untuk akuisisi di masa sekarang. penggunaan nomor identifikasi untuk setiap asset tetap. Pengendalian yang penting harus mencakup pemakaian berkas utama untuk masing-masing asset tetap. auditor pertama kali harus mempertimbangkan sifat pengendalian internal atas peralatan manufaktur. Verifikasi beban depresiasi Beban depresiasi adalah satu dari sedikit akun beban yang tidak diverifikasi sebagai bagian dari pengujian pengendalian dan pengujian substantive atas transaksi. dan perhitungan asset tetap secara periodic dan rekonsiliasinya oleh personel akuntansi. Kebijakan mendepresiasi asset selama tahun akuisisi dan penghentian. Seluruh perlengkapan yang dicatat secara fisik ada pada tanggal neraca (keberadaan).3 • Menelaah modifikasi pabrik dan perubahan lini produk. yaitu: 1. atau asuransi yang merupakan indikasi penghapusan aset. 2. Seluruh perlengkapan yang dimiliki sudah dicatat (kelengkapan). Dalam menentukan hal tersebut. • Melakukan tanya jawab dengan manajemen dan personel bagian produksi tentang kemungkinan penghentian aset. Metode yang berguna untuk mengaudit depresiasi adalah pengujian prosedur analitis atas kewajaran yang dibuat dengan mengalikan asset tetap yang kurang didepresiasi dengan tingkat depresiasi untuk tahun tersebut. 2. Verifikasi saldo akhir akun aset Terdapat dua tujuan auditor saat melakukan audit peralatan manufaktur meliputi penentuan bahwa: 1. pengendalian fisik yang memadai atas asset yang mudah dipindahkan. auditor harus mempertimbangkan empat hal. Estimasi nilai sisa 4. pajak-pajak property. Tujuan auditterkait saldo yang paling penting untuk beban depresiasi adalah akurasi. Saat mendesain pengujian audit untuk memenuhi tujuan tersebut. Metode depresiasi 3. Bila pengujian kewajaran tidak dapat dilakukan .

Audit Beban Dibayar di Muka Beban dibayar di muka. termasuk pengungkapan metode depresiasi dan umur ekonomis atas klasifikasi asset. dan aset tak berwujud adalah aset yang umurnya bervariasi dari hitungan bulan sampai bertahun-tahun. Termasuk di dalamnya adalah: • Sewa dibayar di muka • Biaya organisasi • Pajak dibayar di muka • Paten • Asuransi dibayar di muka • Merek dagang • Tagihan di muka • Hak cipta . 2. maka auditor melakukan prosedur untuk mendapatkan bukti bahwa keempat tujuan audit terkait penyajian dan pengungkapan depresiasi telah dipenuhi. Jika auditor menelusuri transaksi tertentu ke catatan akumulasi depresiasi dalam berkas utama aset sebagai bagian dari pengujian ini. Akumulasi depresiasi yang dinyatakan dalam berkas utama aset sesuai dengan dalam buku besar. tagihan di muka. maka pengujian perincian perlu dilakukan.4 sepenuhnya. Dua tujuan yang biasanya dilakukan dalam audit saldo akhir dalam akumulasi depresiasi adalah: 1. Verifikasi saldo akhir akumulasi depresiasi Debet atas akumulasi depresiasi secara normal diuji sebagai bagian dari audit penghentian asset dan kreditnya deverifikasi sebagai bagian dari beban depresiasi. Oleh karena standard akuntansi mensyaratkan adanya penjelasan tambahan sehubungan dengan depresiasi asset tetap. maka perlu dilakukan pengujian tambahan atas saldo akhir akumulasi depresiasi. 2. Akumulasi depresiasi dalam berkas utama adalah akurat.

Tanggung jawab auditor dalam menelaah cakupan asuransi ini merupakan pertimbangan yang tidak ditemukan atas akun lain dalam kategori ini. oleh karena pembayaran premi diuji sebagai bagian dari pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi dan prosedur analitis. Di bagian ini. 3. Dalam audit tertentu. kita akan membahas beberapa jenis pengendalian internal dan pengujian audit yang biasanya dikaitkan dengan beban dibayar di muka. Konsisten dengan prosedur yang didiskusikan dalam siklus tersebut. Residual ini berasal dari saldo awal pada asuransi dibayar di muka. asuransi dibayar di muka digunakan sebagai contoh pembahasan dalam kelompok ini karena: 1. akun ini nilainya sangat material. 2. Prosedur analitis biasanya dianggap memadai untuk beban dibayar di muka dan aset tak berwujud. auditor harus selalu berpikir bahwa jumlah dalam beban asuransi adalah nilai sisa (residual). dan pengendalian pencatatan beban asuransi. Pengendalian akuisisi dan pencatatan asuransi merupakan bagian dari siklus akuisisi dan pembayaran. maka penekanan pada pengujian perincian saldo adalah pada asuransi dibayar di muka. Permasalahan yang biasanya muncul dalam audit asuransi dibayar di muka bila klasifikasinya mirip. pengendalian register asuransi.5 Dalam beberapa kasus. Dalam diskusi berikut ini. Pengendalian internal untuk asuransi dibayar di muka dan biaya asuransi dapat dibagi menjadi tiga kategori: pengendalian akuisisi dan pencatatan asuransi. perusahaan tidak memiliki akun tersebut dalam jumlah besar atau tidak material. Dalam audit tertentu. Melalui audit asuransi dibayar di muka dan beban asuransi. beberapa aset ini jumlahnya signifikan. otorisasi yang tepat untuk kebijakan asuransi baru dan pembayaran premi asuransi merupakan pengendalian penting. Satu-satunya pengujian dalam akun beban yang harus dilakukan adalah prosedur analitis dan pengujian untuk memastikan bahwa seluruh tagihan untuk beban asuransi mencul dari kredit atas asuransi dibayar di muka. Asuransi dibayar di muka banyak ditemukan dalam audit. bahkan hampir setiap perusahaan memiliki beberapa jenis asuransi. Auditor biasanya melakukan prosedur analitis ini untuk asuransi dibayar di muka dan biaya asuransi: . pembayara premi selama tahun tersebut dan saldo akhirnya.

2. . Auditor tidak dapat menjadi ahli asuransi. tetapi pemahaman auditor atas akuntansi dan penilaian aset diperlukan untuk memastikan bahwa perusahaan tidak kurang diasuransikan. Telaah atas polis asuransi yang klaimnya dimiliki pihak lain selain klien merupakan pengujian yang kuat atas tidak tercatatnya utang dan aset yang dijaminkan. • Membandingkan perhitungan saldo asuransi dibayar di muka untuk tahun berjalan berdasarkan masing-masing polis dengan tahun sebelumnya sebagai pengujian atas kesalahan perhitungan. Auditor biasanya lebih senang mengirimkan konfirmasi kepada agen asuransi klien karena pedekatan ini biasanya tidak memakan waktu lama dibandingkan dengan pengujian bukti transaksi dan konfirmasi ini dapat menghasilkan verifikasi 100 persen. penerima klaim yang tertulis dalam polis adalah klien. • Membandingkan masing-masing cakupan polis asuransi pada skedul asuransi yang diperoleh dari klien dengan skedul tahun sebelumnya sebagai pengujia pengurangan kebijakan tertentu atau perusahaan cakupan asuransi. yaitu: 1. Polis Asuransi Terdapat dalam Skedul Asuransi Dibayar di Muka dan Polis Asuransi yang Ada Telah Didaftar (Keberadaan dan Kelengkapan) Pengujian atas keberadaan dan penghapusan polis asuransi dari skedul klien dapat dilakukan dengan dua cara. • Menelaan kewajaran cakupan asuransi pada skedul asuransi dibayar di muka bersama pegawai klien atau pegawai asuransi. Melakukan konfirmasi atas informasi asuransi dari agen asuransi perusahaan. maka klaim asuransi bisa saja terutang kepada kreditur.6 • Membandingkan total asuransi dibayar di muka dan beban asuransi dengan tahun-tahun sebelumnya. • Membandingkan rasio asuransi dibayar di muka ke beban asuransi dan membandingkannya dengan tahun-tahun sebelumnya. Klien Memiliki Hak atas Seluruh Polis Asuransi dalam Skedul Asuransi Dibayar di Muka (Hak) Pihak yang akan menerima keuntungan bila klaim asuransi diajukan dinyatakan sebagai pihak yang memiliki hak. Menguji sampel faktur asuransi dan polis sebagai perbandingan dengan skedul. tetapi apabila ada hipotek atau kewajiban lain. Biasanya.

Dalam kasus lain. alokasi perlu dilakukan. lama periode asuransi. Banyak utang akrual merupakan utang masa depan untuk jasa yang belum dibayarkan. tetapi sebenarnya belum berutang pada tanggal neraca. Utang Gaji . Oleh karenanya. asuransi kebakaran atas bangunan memerlukan alokasi ke beberapa akun yang berbeda. Jika auditor mengecek pisah batas untuk akuisisi asuransi. Setelah keduanya diverifikasi. Mislanya. Dalam beberapa kasus. yaitu estimasi kewajiban yang belum dibayarkan atas jasa atau keuntungan yang telah diterima sebelum tanggal neraca. Misalnya. Beban Asuransi Terkait dengan Asuransi Dibayar di Muka Diklasifikasikan dengan Benar (Klasifikasi) Klasifikasi pendebetan yang benar atas akun beban asuransi yang berbeda perlu ditelaah sebagai pengujian laporan laba/rugi.7 Jumlah Dibayar di Muka pada Skedul adalah Akurat dan Totalnya Ditambahkan dengan Benar dan Sesuai dengan Buku Besar (Akurasi dan Kecocokan Perincian) Pengujian audit untuk melakukan verifikasi terhadap akurasi asuransi dibayar di muka juga meliputi verifikasi jumlah premi asuransi. termasuk biaya-biaya tak langsung atas manufaktur (manufacturing overhead). maka mereka melakukannya sebagai bagian dari pengujian pisah batas untuk utang dagang. Utang sejenis lainnya adalah : 1. dan alokasi premi atas asuransi yang belum jatuh tempo. pada tanggal neraca. Transaksi Asuransi Dicatat pada Periode yang Benar (Pisah Batas) Pisah batas untuk akuisisi asuransi biasanya bukan masalah penting karena jumlah polis tidak banyak dan jumlahnya tidak material. 3. Jumlah premi atas polis tertentu dan masa berlakunya dapat diverifikasi bersamaan dengan memeriksa faktur premi atau konfirmasi dari agen asuransi. akun beban yang benar jelas terlihat karena jenis asuransinya. keuntungan dari menyewakan aset yang terutang selama tahun berjalan. porsi tertentu dari total biaya sewa yang belum dibayarkan harus menjadi akrual. Skedul asuransi dibayar di muka dapat dijumlahkan dan totalnya ditelusuri ke buku besar untuk melengkapi kecocokan perinciannya. Audit Utang Akrual Kategori ketiga dalam siklus akuisisi dari pembayaran adalah utang akrual. seperti polis untuk mengasuransikan sebuah peralatan. perhitungan klien atas asuransi yang belum jatuh tempo dapat diuji melalui perhitungan ulang.

Honor Profesional Akrual 6. keseluruhan delapan tujuan audit terkait saldo adalah relevan kecuali nilai realisasi. Komisi Akrual 5. Saat auditor melakukan verifikasi pajak properti akrual. misalnya jika pajak properti tidak dibayarkan sebelum tanggal neraca dan tidak termasuk sebagai pajak properti akrual. Dalam audit. Pembahasan berikut mengenai pajak properti akrual merupakan contoh audit yang akrual.8 2. Utang Bunga Jenis akrual yang kedua adalah estimasi jumlah kewajiban yang jatuh temponya tidak pasti. Kesalahan salam memasukkan properti dimana pajak seharusnya dihitung akrual akan terjadi kurang saji pada utang pajak properti (kelengkapan). Pajak atas Utang Gaji 3. akunakun tertentu seperti pajak penghasilan akrual. pajak properti akrual dicatat secara akurat. Auditor menggunakan dua pengujian utama yang memasukkan seluruh akrual. tetapi setiap . 2.Verifikasi beban akrual bervariasi bergantung pada sifat akrual dan kondisi klien. Bonus Karyawan Akrual 4. Biaya garansi akrual dan biaya pensiun akrual juga merupakan akrual yang sama. hanya terdapat sedikit pembayaran pajak properti. Auditor melakukan verifikasi akrual bersamaan dengan audit pembayaran pajak properti tahun berjalan. dan biaya pensiun kadangkadang material dan memerlukan pertimbangan audit. seperti kewajiban pajak penghasilan daerah dimana kemungkinan jumlah yang tercantum dalam pengembalian pajak akan berubah setelah petugas pajak mengaudit pengembalian tersebut. Sewa Akrual 7. Auditor perlu memperhatikan konsistensi perlakuan akrual dari tahun ke tahun (akurasi). Salah saji material dapat terjadi. biaya garansi. akrual menghabiskan waktu cukup banyak. Pada kebanyakan audit. Dua hal di bawah ini merupakan hal penting. Dalam kondisi lain. yaitu : 1. Properti yang diperhitungkan pajak akrualnya berada dalam skedul akrual.

• Membandingkan beban komisi dibagi dengan penjualan dengan rasio tahun-tahun sebelumnya. Auditor biasanya melakukan prosedur analitis ini untuk akun pendapatan dan beban: • Membandingkan beban individual dengan tahun-tahun sebelumnya. Bagian dari audit yang langsung memengaruhi akun-akun ini adalah: 1. • Membandingkan persentase laba kotor dengan tahun-tahun sebelumnya. • Membandingkan beban individual dengan anggaran. • Membandingkan beban asuransi dibayar dimuka dengan tahun-tahun sebelumnya. . • Membandingkan aset individual dan saldo utanf dengan tahun-tahun sebelumnya.9 pembayaran sering kali material. Auditor harus mengecek apakah masing-masing dari total pendapatan dan beban sudah dimasukkan dalam laporan laba/rugi dan laba bersih tanpa salah saji material. Kesesuaian antara periode pendapatan dan beban diperlukan untuk menentukan hasil yang benar. Audit Akun Pendapatan dan Beban Untuk menentukan apakah akun pendapatan dan beban dalam laporan keuangan sudah disajikan dengan wajar sesuai GAAP. sehingga bisa diverifikasi satu sama lain. Prosedur Analitis. 4. Audit akun pendapatan dan beban langsung terkait dengan neraca dan bukan bagian terpisah dari proses audit. 2. Dua konsep berikut dalam audit akun pendapatan dan beban merupakan hal penting dalam mempertimbangkan tujuan laporan laba rugi: 1. Audit akun pendapatan dan beban berkaitan dengan audit pada bagian lain. Penerapan prinsip akuntansi yang konsisten dalam beberapa periode penting untuk perbandingan. Auditor juga membandingkan akrual dengan tahun-tahun sebelumnya.

laporan penerimaan. Contohnya adalah beban depresiasi. pengendalian dan salah saji yang tidak memadai dapat ditemukan melalui pengujian pengendelian dan pengujian substantif atas trasaksi dan mengindikasikan kemungkinan salah saji baik pada laopran laba/rugi maupun neraca. Sebaliknya. 4. 2. 3. Jika klien salah dalam mengikuti GAAP atau salah menghitung alokasi. Pengujian perincian saldo akun-analisis beban Auditor harus menganalisis jumlah yang termasuk dalam akun laporan laba/rugi meskipun pengujian telah dilakukan. dan dicatat secara akurat. yaitu terdiri atas faktur. Pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi. Baik pengujian pengendalian maupun pengujian substantif atas transaksi berdampak simultan terhadap verifikasi akun neraca dan laporan laba/rugi. pesanan pembelian. Pengujian amortisasi sebagai bagian dari verifikasi paten atau penghentian yang lama. Auditor biasanya melakukan penh=gujian tersebut sebagai bagian dari audit aset dan utang terkait. dan . Pengujian perincian saldo-alokasi Beberapa akun beban dihsilkan dari alokasi atau akuntansi. Hal ini meliputi verifikasi beban depresiasi sebagai bagian dari audit asset tetap. auditor melakukan verifikasi transaksi dalam akun yang spesifik untuk menentukan apakah transaksi tersebut benar. diklasifikasikan dengan benar. Tujuan terpenting dalam melakukan verifikasi akun laporan laba/rugi dalam setiap siklus transaksi adalah untuk mendapatkan pemahaman mengenai pengendalian internal dan pengujian terkait pengendalian dan substantive atas transaksi. dan kontrak. maka laporan keuangan bisa salah saji secara material. bukan transaksi riil. Dua prosedur audit terpenting dalam audit alokasi adalah pengujian untuk keseluruhan kewajaran dengan prosedur analitis dan perhitungan kembali atas hasil perhitungan klien.10 • Membandingkan beban manufaktur individual dibagi biaya total manufakturdengan rasio tahun-tahun sebelumnya. Analisis akun beban melibatkan penyelidikan auditor terhadap dokumen pendukung untuk masing-masing transaksi dan perincian atas total akun beban Jenis dokumen tersebut sama dengan yang digunakan untuk memeriksa transaksi sebagai bagian dari pengujian transaksi akuisisi. dan amortisasi hak cipta dan biaya catalog. deplesi. Alokasi biaya overhead manufaktur antara persediaan dan harga pokok penjualan adalah contoh jenis lain dari alokasi yang memengaruhi beban. Dalam anlisis beban dan akun laporan laba/rugi lainnya.

Menunjukkan pentingnya pengujian audit atas berbagai siklus transaksi pada audit kas. tetapi tak satupun dapat ditemukan dalam audit atas rekonsiliasi bank: • Kesalahan dalam menagih konsumen • Pencurian kas dengan menghambat pembayaran kas dari konsumen sebelum dicatat. Dalam audit atas kas. Audit Atas Saldo Kas Hubungan antara kas di bank dan siklus transaksi lainnya memiliki 2 (dua) fungsi yaitu: 1.11 verifikasi alokasi antara persediaan dan harga pokok penjualan sebagai bagian dari audit persediaan. Misalnya setiap salah saji berikut ini menghasilkan kesalahan dalam pembayaran atau menyebabkan kesalahan dalam penerimaan kas. auditor harus membedakan antara verifikasi rekonsiliansi saldo laporan bank oleh klien dengan saldo buku besar. • Duplikasi pembayaran faktur vendor • Pembayaran tidak benar atas biaya pribadi pejabat perusahaan • Pembayaran atas bahan baku yang tidak pernah diterima • Pembayaran atas karyawan lebih besar daripada jam kerja aktual . dan verifikasi bahwa pencatatan kas dalam buku besar mereflesikan dengan benar seluruh transaksi kas yang terjadi sepanjang tahun. Membantu memahami lebih lanjut atas integrasi antara siklus transaksi yang berbeda. dengan akun dianggap sebagai piutang tak tertagih. Verifikasi rekonsiliasi klien ke saldo akun bank dan buku besar lebih mudah. 2. tetapi bagian terpenting dalam total audit dalam perusahaan adalah adanya verifikasi bahwa pencatatan transaksi kas dilakukan dengan benar.

Satu-satunya setoran ke dalam akun adalah untuk penggajian mingguan dan semi bulanan dan satu-satunya pengeluaran adalah pembayaran cek kepada karyawan.Dalam beberapa perusahaan penyetoran dan pengeluaran untuk setiap cabang dibuat dalam akun yang berbeda. Terdapat 2 (dua) akun impres lain yang terdiri atas satu akun bank untuk penerimaan dan satu lagi untuk pengeluaran.dibuat dalam akun bank untuk penggajian.5. 3.000.-. suatu cek atas transfer elektronik ditarik pada akun kas umum untuk menyetorkan total jumlah penggajian bersih ke akun penggajian. dan kelebihan kas secara periodik dikirimkan ke aakun bank umum pada kantor pusat. tetapi dengan cara yang berbeda dengan akun penggajian impres.000. Segera sebelum setiap periode pembayaran. Akun pengeluaran dibentuk berbasis impres. Saldo tetap misalnya Rp. akun bank seharusnya memiliki saldo Rp. Auditor cenderung mempelajari jenis-jenis saldo kas saat memperoleh pemahaman mengenai bisnis klien.5. Seluruh penerimaan disetorkan dalam akun impres dan totalnya dipindahkan ke akun umum secara periodik.000. 1.12 • Pembayaran atas bunga kepada pihak luar jumlahnya relatif lebih besar dibandingkan tingkat bunga sebenarnya. 4. Akun Kas Umum Akun kas umum adalah titik fokus bagi banyak perusahaan karena semestinya seluruh penerimaan kas dan pengeluaran kas mengalir melalui akun ini. Setelah cek untuk gaji dilakukan pada akun penggajian impres. Akun Impres Banyak perusahaan membuat akun penggajian impres terpisah untuk meningkatkan pengedalian internal atas pembayaran gaji.. Perusahaan bisa saja memiliki beberapa akun ini untuk divisi yang berbeda. tetapi hampir sama dengan kas pada bank. Akun Bank Cabang Akun bank cabang berguna untuk membangun relasi dengan bank dalam komunitas lokal dan memungkinkan sentralisasi operasional pada tingkat cabang. Dana Kas Kecil Impres Dana kas kecil impres bukan merupakan akun bank. Berikut ini adalah jenis-jenis utama akun kas. 2. Akun kas kecil biasanya merupakan akun kas yang sampel untuk keperluan biaya .000.

jenis kecurangan yang dapat terjadi dari kekurangaan tersebut. A. Setara Kas Setara kas meliputi deposito berjangka. Setara kas bisa sangat material dan dimasukkan dalam laporan keuangan sebagai bagian dari akun kas jika merupakan investasi jangka pendek yang siap dikonversikan menjadi kas dalam jumlah yang pasti. 3. Mendesain Pengujian Perincian Saldo Kas (Tahap III). Auditor harus memperluas prosedur dalam audit atas kas akhir tahun dengan menentukan kemungkinan adanya kecurangan material yang terjadi karena kurangnya pengendalian internal. Kecurangan ini bersumber dari tidak memadainya pemisahan tugas antara pemegang kas dan pencatatan transaksi kas dalam pencatatatan akuntansi dan kurangnya rekonsiliasi bank bulanan yang independen. Prosedur yang dapat menemukan kecurangan penerimaan kas meliputi: ➢ Konfirmasi piutang dagang ➢ Pengujian yang dilakukan untuk menemukan pencurian uang ➢ Penelaahan aktivitas buku besar dalam akun kas atas transaksi yang tidak lazim . Mengidetifikasikan Risiko Bisnis Klien yang Memegaruhi Kas (Tahap I). Akun ini digunakan untuk pengeluaran kas berjumlah kecil yang lebih mudah dibayarkan menggunakan uang tunai dibandingkan cek. dan dan pasar uang. 5. sertifikat deposito. dan tidak terdapat risiko signifikan atas perubahan nilai dari perubahan tingkat suku bunga. 5. Mendesain dan Melakukan Prosedur Analitis (Tahap III). Potensi material kecurangan. Menetapkan Salah Saji yang Dapat Diterima dan Menilai Risiko Bawaan (Tahap I). Akun Kas Umum Metodologi Desain Pengujian Perincian Saldo untuk Kas di Bank 1. 4. 6. auditor harus mempertimbangkan sifat dari kurangnya pengendalian internal. 2. Menilai Risiko Pengendalian (Tahap I). Mendesain dan Melakukan Pengujian Pengendalian dan Pengujian Substantif atas Transaksi (Tahap III).13 yang mendadak. dan prosedur audit yang paling efektif untuk menemukan kecurangan. Sekuritas yang dapat diperdagangkan dan investasi berbunga dengan jangka waktu lebih panjang bukan merupakan setara kas. Dalam mendesain prosedur untuk menemukan kecurangan. atau untuk memudahkan karyawan dalam mencairkan cek gaji atau pribadi. Prosedur Berorientasi Kecurangan Pertimbangan utama dalam audit atas saldo kas umum adalah kemungkinan terjadinya kecurangan.

Pembuktian kas meliputi empat rekonsiliasi berikut ini: ➢ Rekonsiliasi saldo padaa laporan bank dengan saldo buku besar pada awal periode pembuktian kas. Mendekati tanggal neraca. baik di bank penerima maupun bank pengirim ➢ Tanggal pencatatan pengeluaran dan penerimaan untuk setiap transfer harus dilakukan di tahun fiskal yang sama. cek ditarik atas suatu akun bank dan dengan segera disetorkan ke akun kedua sebelum periode akuntansi berakhir. maka perlu melakukan perluasan pengujian atas rekonsiliasi bank akhir tahun. Selain itu juga akan memberikan verifikasi apakah seluruh bagian pada rekonsiliasi bank sudah dimasukkan dengan benar. Orang yang melakukan kecurangan menutupi pencurian kas dengan suatu praktikyang disebut kiting.14 ➢ Perbandingan pesanan konsumen atas penjualan dan penerimaan kas ➢ Pemeriksaan persetujuan dan dokumen pendukung untuk piutang tak tertagih dan retur dan cadangan penjualan. ➢ Transfer antarbank harus dicatat. yaitu memindahkan uang dari suatu bank ke bank lainnya dan tidak mencatat transaksi itu dengan benar. ➢ Rekonsiliasi penerimaan kas yang disetorkan ke bank dengan penerimaan yang tercatat dalam jurnal penerimaan kas pada periode tertentu. . Auditor menggunakan pembuktian kas untuk menetukan apakah hal-hal berikut ini telah dipenuhi: ➢ Seluruh penerimaan kas yang tercatat telah disetorkan ➢ Seluruh setoran ke bank dicatat dalam pencatatan akuntansi ➢ Seluruh pengeluaran kas dibayarkan oleh bank ➢ Seluruh jumlah yang dibayarkan oleh bank sudah dicatat. ➢ Rekonsiliasi cek yang dibatalkan yang dikliring ke bank dengan dicatat dalam jurnal pengeluaran kas untuk periode tertentu. Untuk menguji adanya praktik kiting seperti halnya kesalahan yang tidak disengaja dalam pencatatan transfer antarbank yang dilakukan beberapa hari sebelum dan sesudah tanggal neraca dan menelusuri masing-masing ke pencatatan akuntansi agar dicatat dengan benar. Saat auditor yakin rekonsiliasi bank dapat dengan sengaja salah saji. Auditor kadang-kadang membuat pembuktian kas saat klien memiliki kelemahan material atas pengendalian internal untuk kas. Ada beberapa hal yang perlu diaudit atas skedul transfer antarbank yaitu sebagai berikut: ➢ Keakuratan informasi pada skedul transfer antarbank harus diverifikasi. ➢ Rekonsiliasi saldo laporan bank dengan saldo buku besar padaa akhir periode pembuktian kas. Prosedur ini akan memberikan verifikasi apakah seluruh transaksi yang termasuk dalam jurnal pada bulan terakhir tahun tersebut dimasukkan dengan benar atau tidak dimasukkan dalam rekonsiliasi bank.

– Pengujian Audit atas Kas Kecil Dalam pengujian kas kecil. Memeriksa kewajaran dokumen pendukung. faktur. Biasanya. Audit atas Akun Bank Penggajian Impres Pengujian atas rekonsiliasi bank untuk penggajian tidak akan memakan waktu jika terdapat akun impres untuk penggajian dan rekonsiliasi independen atas akun bank. Prosedur utama harus meliputi: 1.15 ➢ Pengeluaran pada skedul transfer antarbank harus dimasukkan atau dikeluarkan dengan benar dari rekonsiliasi bank akhir tahun sebagai cek beredar. auditor harus mendapatkan rekonsiliasi bank. banyak auditor melakukan verifikasi kas kecil karena terdapat potensi kecurangan dan klien mengharapkan auditor memeriksa akun tersebut meski jumlahnya tidak material. dan bukti penerimaan. biasanya terdiri atas gulungan register kas. Ketika auditor menguji kas kecil dua prosedur utamanya adalah menghitung saldo kas kecil dan melanjutkan dengan pengujian terperinci atas satu atau dua transaksi pengeluaran Ketika auditor menguji kas kecil dua prosedur utamanya adalah menghitung saldo kas kecil dan melanjutkan dengan pengujian terperinci atas satu atau dua transaksi pengeluaran. . ➢ Skedul transfer antarbank harus dimasukkan atau dikeluarkan dengan benar dari rekonsiliasi bank akhir tahun sebagai setoran dalam perjalanan. Dalam pengujian saldo akun bank untuk penggajian. Hal ini dilakukan dengan mendiskusikan pengendalian internal bersama pemegang kas kecil dan memeriksa dokumen atas beberapa transaksi. Memeriksa otorisasi dan pembatalan voucher kas kecil 4. dan dana harus disimpan terpisah dari aktivitas lainnya. Menjumlahkan voucher pendukung kas kecil yang menunjukkan jumlah pengeluaran 2. biasanya auditor tidak melakukan pengujian lebih lanjut karena tidak material. Audit Atas Kas Kecil Impres Kas kecil adalah akun yang unik. konfirmasi bank dan laporan bank atas pisah batas. – Pengendalian Internal atas Kas Kecil Pengendalian internal yang paling penting dalam kas kecil adalah penggunaan dana impres yang merupakan tanggung jawab perorangan. Memperhatikan urutan voucher kas kecil 3. Dana untuk kas kecil tidak dapat digabungkan dengan penerimaan lainnya. seperti yang dijelaskan pada akun umum. Meskipun jumlahnya tidak material. B. Saat hasil penilaian risiko pengendalian adalah rendah dan hanya sedikit pengeluaran dilakukan selama tahun berjalan. satu-satunya bagian yang direkonsiliasi adalah cek beredar. auditor pertama kali harus menentukan prosedur klien dalam menangani dana.

16 Menyelesaikan Audit Penerapan Pengujian Tambahan Atas Penyajian dan pengungkapan Perlunya melakukan prosedur untuk memenuhi 3 (tiga) kategori dalam tujuan audit: tujuan terkait transaksi. Telaah laporan keuangan untuk menentukan apakah aset diklasifikasikan dengan benar antara kategori aset lancar dan nonlancar. Penggunaan tercangkup dalam laporan keuangan sudah pengungkapan untuk menentukan apakah Dimasukkan. keuangan daftar pembanding sudah pengungkapan yang memasukkan disyaratkan dalam prinsip akuntansi berlaku umum. Terdapat potensi pembayaran di masa mendatang kepada pihak luar atau penurunan nilai aset yang dihasilkan dari kondisi sekarang. . dan tujuan-terkait penyajian dan pengungkapan. Terdapat ketidakpastian jumlah pembayaran atau penurunan nilai di masa mendatang 3. tujuan-terkait saldo. yaitu: 1. Kewajiban Kontijensi adalah potensi utang di masa depan kepada pihak luar atas jumlah yang belum dapat ditentukan yang hasilnya dari aktivitas yang telah dilakukan. Terdapat 3 (tiga) kondisi yang diperlukan atas munculnya kewajiban kontijensi. Pembatasan pada tiga tahap pertama dalam audit menjelaskan cara auditor mendesain dan melaksanakan pengujian audit untuk mendapatkan bukti yang memadai guna mendukung setiap tujuan audit. Kelengkapan – Seluruh pengungkapan yang jaminan. Tujuan Audit atas Penyajian dan Pengungkapan Tujuan Audit Keterjadian dan hak dan kewajiban – Kejadian Contoh Prosedur Subtantif Telaah atas kontrak utang untuk menentukan dan transaksi yang diungkapkan telah terjadi apakah piutang dagang digunakan sebagai dan disebut dlm entitas. laporan seluruh Klasifikasi dan dimengerti keuangan disajikan dengan – Informasi baik dan dijelaskan serta diungkapkan dengan jelas. Kewajiban kontijensi yang berjumlah material harus diungkapkan dalam catatan penjelasan tambahan. 2. dengan informasi yang telah diperiksa dan didukung oleh kertas kerja audit atas utang. Membaca penjelasan tambahan (footnote Akurasi dan penilaian – Informasi keuangan disclousure) agar lebih jelas Rekonsiliasi jumlah yang terdapat dalam dan lainnya diungkapkan secara wajar dan penjelasan tambahan utang jangka panjang pada jumlah yang tepat. Hasilnya akan diperoleh dari kejadian di masa mendatang.

Komitemen meliputi halhal seperti perjanjian untuk membeli bahan baku atau melakukan sewa guna usaha suatu fasilitas pada harga tertentu dan penjualan barang dagangan pada harga yang sudah ditentukan. • Mengindetifikasikan praktik kontijensi yang belum diidentifikasikan manajemen (tujuan penyajian dan pengungkapan untuk kelengkapan). Karakteristik yang paling penting dari komitmen adalah perusahaan setuju untuk berada dalam kondisi tertentu di masa mendatang. bagi hasil dan dana pensiun dan perjanjian royalti. Tujuan utama auditor dalam melakukan verifikasi kewajiban kontijensi adalah: • Mengevaluasi perlakuan akuntansi atas kewajiban kontijensi yang diketahui untuk menentukan apakah manajemen telah mengklasifikasikan kontijensi dengan benar (tujuan penyajian dan pengungkapan untuk klasifikassi). Prosedur Audit untuk Menemukan Kontijensi Langkah pertama audit kontijensi adalah menentukan apakah terdapat kontijensi (tujuan penyajian dan pengungkapan atas keterjadian). juga rencana pemberian bonus. produk atau tindakan lainnya • Sengketa atas pajak penghasilan • Waran produk • Diskonto piutang dagang • Jaminan terhadap kewajiban lainnya • Saldo tak terpakai dari perjanjian kredit (Letter of credit) yang beredar. • Menganalisis biaya hukum untuk periode audit dan menelaah tagihan dan pernyataan dari penasihat hukum bila terdapat indikasi adanya kewajiban kontijensi. . seperti: • Litigasi yang belum final untuk pengeluaran paten. tanpa memperhatikan apa yang terjadi dengan laba perusahaan atau perekonomian keseluruhan. • Menelaah laporan agen penerimaan internal pada tahun berjalan dan tahun-tahun sebelumnya atas penentuan pajak penghasilan.17 Auditor akan lebih fokus mengenai kewajiban kotijensi tertentu. tetapi tidak semua dapat diterapkan untuk setiap audit: • Melakukan tanya jawab dengan manajemen (langsung atau tertulis) tentang kemungkinan tidak tercatatnya kontijensi. terutama tuntutan hukum dan pengenaan pajak yang masih tertunda. Berikut ini adalah prosedur audit yang biasa digunakan untuk mencari kewajiban kontijensi. • Menelaah notulensi pertemuan direktur dan pemegang saham bila ada indikasi tuntutan hukum atau kontijensi lainnya. Komitmen sangat berkaitan erat dengan kewajiban kontijensi.

Auditor harus menelaah transaksi dan kejadian yang muncul setelah tanggal neraca untuk menetukan apakah terdapat transaksi atau kejadian yang akan mempengaruhi penyajian dan pengungkapan pada laporan periode berjalan. Tanggung jawab auditor atas telaah kejadian setelah tanggal neraca biasanya terbatas pada periode awal. • Menelaah dokumentasi audit bila terdapat informasi yang mengindetifikasikan kontijensi. Misalnya. Oleh karena tanggal laporan auditor merupakan saat penyelesaian prosedur audit .18 • Memperoleh surat dari penasihat hukum yang diberikan kepada klien berkenaan dengan status litigasi yang tertunda atau kewajiban kontijensi lainnya. Evaluasi Kewajiban Kontijensi Yang Telah Diketahui Jika auditor menyimpulkan bahwa terdapat kewajiban kontijensi maka mereka harus mengevaluasi signifikansi potensi utang dan sifat pengungkapan yang diperlukan dalam laporan keuangan untuk memperoleh bukti atas keterjadian dan hak dan kewajiban dalam tujuan penyajian dan pengungkapan. Pengacara tidak mau menanggapi karena tidak memahami kewajiban kontijensi. yaitu pada tanggal neraca dan berakhir pada tanggal laporan auditor. Prosedur Audit untuk Menemukan Komitmen Pencarian komitmen yang tidak diketahui biasa dilakukan sebagai bagian audit dalam setiap audit area. dalam verifikasi transaksi penjulalan.dimana yang disyaratkan PSA 46 (SA 560). Pengacara tidak mau mengungkapkan informasi karena sifatnya rahasia. auditor harus berhati-hati dengan komitmen penjualan. Tanya Jawab dengan Pengacara Klien Tanya jawab dengan pengacara klien merupakan prosedur utama yang diandalkan auditor dalam mengevaluasi proses hukum yang ada atau tuntutan lain atas klien dan mengindentifikasikan bila ada masalah lainnya. Beberapa tahun terakhir pengacara enggan memberikan informasi kepada auditor sehubungan dengan kewajiban mereka untuk menjaga kerahasiaan informasi klien. • Memeriksa perjanjian kredit pada tanggal neraca dan meminta konfirmasi saldo yang terpakai atau yang tidak. 2. Jenis-jenis penolakan pengacara dalam memberikan informasi kepada auditor mengenai kewajiban kontijensi kliennya dapat dibagi menjadi dua hal: 1.

Kejadian jenis ini memberikan suatu kondisi yang tidak terjadi pada tanggal neraca yang dilaporkan. • Penghentian aset tetap yang tidak digunakan dalam operasi pada nilai di bawah nilai buku. Pengujian Audit Prosedur Audit untuk menelaah kejadian setelah tanggal neraca terbagi dalam 2 (dua) kategori yaitu: 1. Kejadian atau transaksi yang terjadi setelah tanggal neraca yang memerlukan pengungkapan. Kejadian yang berdampak langsung pada laporan keuangan dan membutuhkan penyesuaian. Prosedur yang biasanya terintegrasi sebagai bagian dari verifikasi saldo akun akhir tahun. bukan hanya penyesuaian dalam laporan keuangan. Kejadian yang tidak berdampak langsung pada laporan keuangan tetapi memerlukan pengungkapan. • Penerbitan obligasi atau sekuritas ekuitas • Penurunan nilai pasar atas persediaan sebaagai dampak dari tindakan pemerintah yang membatasi penjualan produk. Beberapa kejadian yang terjadi setelah tanggal neraca memberikan informasi tambahan kepada manajemen agar dapat menentukan penyajian dan pengungkapan yang wajar atas saldo akun pada tanggal neraca. seperti berikut ini. • Penjualan investasi pada harga di bawah harga perolehan. . maka telah kejadian setelah tanggal neraca harus diselesaikan mendekati akhir audit Jenis-Jenis Kejadian Setelah Tanggal Neraca 1. Kejadian setelah tanggal neraca. • Kerugian persediaan yang tidak diasuransikan akibat kebakaran. • Penetapan proses litigasi padaa nilai yang berbeda dengan nilai yang ditetapkan pada pembukuan. tetapi tidak terlalu signifikan namun tetap memerlukan pengungkapan meskipun tidak memerlukan penyesuaian akun. memerlukan penyesuaian atas saldoakun pada laporan keuangan tahun berjalan jika jumlahnya material: • Pernyataan kebangkrutan oleh pelanggan atas saldo piutang dagang yang beredar karena kondisi keuangan pelanggan memburuk. • Penggabungan usaha atau akuisisi. 2.19 yang penting di kantor klien. meliputi: • Penurunan nilai pasar atau sekuritas milik perusahaan untuk investasi sementara atau akan dijual kembali.

tetapi bisa saja mengubah hasil penilaian bila ada informasi baru. . Lima jenis akumulasi bukti akhir antara lain : 1. Auditor membuat penilaian pada awalnya sebagai bagian dari perencanaan. termasuk penjelasan tambahan dan mempertimbangkan hal berikut: ◦ Kecukupan bukti yang dikumpulkan atas saldo akun yang tidak lazim atau tidak diharapkan atau hubungan yang teridentifikasi selama perencanaan atau selama pelaksanaan audit. setidaknya dalam waktu satu tahun atau lebih setelah tanggal neraca. yang disyaratkan dalam standar audit. Prosedur yang dilakukan khususnya untuk menemukan kejadian atau transaksi yang harus diakui sebagai kejadian setelah tanggal neraca. ◦ Saldo akun yang tidak lazim atau diharapkan atau hubungan yang tidak teridentifikasi sebelumnya.20 2. tetapi sebelum laporan audit diterbitkan. Mengevaluasi asumsi kelangsungan usaha PSA 30 (SA 341) mensyaratkan auditor untuk mengevaluasi bila ada keraguan yang substansial mengenai kemampuan klien dalam melanjutkan usaha. Memperluas seluruh kejadian setelah tanggal neraca ke batas tanggal yang baru. Saat melakukan prosedur analitis selama tahap telaah akhir. Auditor memiliki dua pilihan atas perluasan pengujian kejadian setelah tanggal neraca. Penetapan Tanggal Neraca Biasanya auditor menentukan bahwa kejadian setelah tanggal neraca yang mempengaruhi laporan keuangan periode berjalan terjadi setelah pekerjaan lapangan selesai. Melakukan prosedur analitis akhir Prosedur analitis yang dilakukan selama penyelesaian audit berguna sebagai telaah akhir atas salah saji material atau masalah keuangan yang tidak disebutkan selama pengujian dan membantu auditor dalam memberikan pandangan objektif atas laporan keuangan. Auditor memiliki beberapa akumulasi pertanggujawaban bukti akhir yang berlaku untuk seluruh siklus. 2. 2. dan mengumpulkan informasi mengenai bisnis klien selama masa audit agar dapat memberikan penilaian terhadap kemungkinan kesulitan keuangan pada tahun depan. yaitu : 1.Membatasi telah kejadian setelah tanggal neraca sehubungan dengan kejadian baru setelah tanggal neraca. mendiskusikan dengan manajemen mengenai kemungkinan adanya kesulitan keuangan. Auditor menggunakan prosedur analitis. rekanan biasanya membaca laporan keuangan.

Biasanya auditor tidak melakukan audit terperinci yang memadai untuk menyesuaikan opini atas informasi tambahan.2. Standar audit dengan sengaja tidak mendefinisikan atau membatasi informasi tambahan agar perusahaan dapat menyediakan informasi yang bisa memenuhi kebutuhan penggunanya. Auditor diminta untuk membandingkan informasi dengan laporan keuangan atas kesesuainya. Mempertimbangkan informasi pendukung laporan keuangan dasar Klien kadang-kadang memasukkan informasi tambahan di luar laporan keuangan dasar yang di buat untuk manajemen atau pengguna laporan dari luar.menjadi Rp. Ada 3 (tiga) tujuan surat representansi klien tersebut yaitu: ◦ Menekankan kepada manajemen bahwa mereka bertanggung jawab atas penilaian laporan keuangan. Misalnya asumsikan bahwa surat dalam laporan tahunan menyebutkan kenaikkan laba per lembar saham dari Rp. ◦ Mengingatkan manajemen atas potensi salah saji atau hal yang tidak dimasukkan dalam laporan keuangan. 4. terutama untuk perusahaan kecil yang personelnya kurang memahami akuntansi.930.600. PSA 36 (SA 551) merujuk pada informasi tambahan tersebut sebagai informasi yang menyertai laporan keuangan dasar dalam dokumen yang diserahkan oleh auditor. termasuk setelah untuk kontijensi dan kejadian setelah tanggal neraca serta akumulasi bukti akhir.-. Setelah melakukan seluruh prosedur audit dalam setiap area audit. Membaca informasi lain dalam laporan tahunan PSA 44 (SA 550) mensyaratkan auditor untuk membaca informasi lain yang dimasukkan dalam laporan tahunan mengenai laporan keuangan.2. auditor harus . ◦ Mendokumentasikan jawaban dari manajemen atas tanya jawab mengenai berbagai aspek dalam audit. Memperoleh surat representasi manajemen PSA 17 (SA 333) mensyaratkan auditor untuk memperoleh surat representasi yang mendokumentasikan representasi penting bagi manajemen yang dibuat selama audit. tetapi dalam kondisi tertentu auditor dapat saja mengandalkan bahwa informasi tersebut disajikan dengan wajar. Manajemen mudah melupakan tanggung jawab mereka atas penyajian laporan keuangan yang wajar. Auditor harus jelas memisahkan audit dan tanggung jawab pelaporan atas laporan keuangan utama dan untuk informasi tambahan.21 3. 5.

Jika auditor memutuskan bahwa bukti yang memadai tidak terpenuhi dalam rangka memutuskan apakah laporan keuangan disajikan dengan wajar. maka mereka memiliki 2 (dua) pilihan mengakumulasikan bukti tambahan atau menerbitkan opini dengan pengecualian atau tidak memberikan opini. dengan mempertimbangkan seluruh kondisi audit. Bukti pendukung opini auditor Bagian terpenting dalam mengevaluasi apakah laporan keuangan disajikan dengan wajar adalah telaah auditor atas ringkasan salah saji yang ditemukan dalam audit.22 mengintegrasikan hasil ini ke dalam satu kesimpulan keseluruhan mengenai laporan keuangan. . auditor harus mengajukan pembetulan kepada klien atas laporan keuangan. Hal ini terjadi karena kemungkinan terdapat kesalahan dalam pengambilan sampel. Sebagai tambahan atas masing-masing salah saji material. Kelima aspek dalam evaluasi hasil yaitu: 1. Mungkin tidak mudah untuk menentukan jumlah yang tepat atas pembetulannya karena jumlah pasti salah saji tidak dapay ditentukan. Bukti yang tepat dan memadai Untuk membuat evaluasi akhir apakah bukti sudah diakumulasikan dengan tepat dan memadai. Pengungkapan laporan keuangan Sebelum menyelesaikan audit. ada beberapa salah saji yang tidak material tetapi tidak disesuaikan oleh klien. dan pengungkapan sudah diuji secara memadai. Bagian penting dalam telaah adalah memastikan bahwa seluruh bagian dari program audit dilengkapi dengan akurat dan didokumentasikan dan seluruh tujuan audit terpenuhi. Auditor harus menggabungkan salah saji yang tidak material untuk melihat apakah hasil gabungan tersebut akan material. Sebagai bagian dari telaah akhir dalam pengungkapan laporan keuangan. Auditor harus mendesain dan melakukan prosedur audit untuk mendapatkan bukti yang memenuhi keempat tujuan penyajian dan pengungkapan. 3. banyak KAP mensyaratkan adanya penyelesaian daftar pembanding pengungkapan laporan keuangan untuk setiap audit. Auditor perusahaan publik harus membuat kesimpulan menyeluruh atas efektivitas pengendalian internal dalam pelaporan keuangan. Kuesioner ini didesain untuk mengingatkan auditor tentang masalah yang biasanya muncul dalam laporan keuangan dan memfasilitasi telaah akhir untuk keseluruhan audit oleh seorang rekanan independen. akun. Ketika terdapat salah saji yang material. 2. auditor menelaah dokumentasi atas audit keseluruhan untuk menentukan apakah seluruh hal material dari transaksi. auditor harus membuat evaluasi akhir apakah pengungkapan laporan keuangan sudah memenuhi seluruh tujuan penyajian dan pengungkapan.

biasanya terdapat telaah untuk laporan keuangan dan keseluruhan berkas audit oleh penelaah independen yang tidak terlibat dalam audit. 6. • Menghilangkan kerancuan yang sering muncul dalam penilaian auditor. tetapi merupakan staf kantor akuntan yang juga melakukan audit. Akun. • Memastikan bahwa proses audit memenuhi standar kinerja KAP. Telaah independen Pada saat penyelesaian audit yang lebih besar. 5. Telaah independen disyaratkan oleh Sec. Telaah dokumentasi audit Ada 3 (tiga) alasan mengapa staf firma audit yang berpengalaman harus menelaah dokumentasikan audit pada saat penyelesaian audit: • Untuk mengevaluasi kinerja karyawan yang belum berpengalaman. dan tujuan ----------------------Prosedur audit Jumlah sampel Sampel yang dipilih Penetapan waktu Evaluasi hasil (berdasarkan akun Evaluasi keseluruhan Laporan keuangan Dan siklus) ------------------------------------------- Estimasi salah saji (berdasarkan akun) Risiko audit (berdasarkan akun & Siklus) Penerbitan Laporan Audit Estimasi salah saji (keseluruhan laporan) Risiko audit (keseluruhan laporan) Penerbitan Laporan Audit Auditor harus menunggu untuk menentukan laporan audit yang memadai untuk diterbitkan sampai seluruh bukti diakumulasi dan dievaluasi. Oleh karena laporan audit adalah satu-satunya yang dilihat oleh sebagian besar pengguna dari keseluruhan proses audit.23 4. termasuk telaah atas informasi keuangan intern dan audit pengendalian internal. maka laporan ini sangat penting. Berkomunikasi Dengan Komite Audit dan Manajemen . termasuk seluruh langkah penyelesaian audit. sementara konsekuensi dari penerbitan laporan yang tidak benar sangat besar. Ringkasan Evaluasi Bukti Evaluasi hasil dan pencapaian Kesimpulan Berbasis Bukti Evaluasi Hasil dan Pencapaian Kesimpulan Bukti audit aktual (berdasarkan siklus.

Rekomendasi biasanya berfokus pada efisiensi pengoperasian perusahaan. Surat manajemen ditujukan untuk menginformasikan pihak klien mengenai rekomendasi KAP guna meningkatkan bisnis klien. auditor harus menyampaikan perihal kurangnya pengendalian internal dan kelemahan material dalam desain atau pengoperasian pengendalian internal secara tertulis kepada pihak yang bertanggung jawab atas keleola. meskipun tidak material. dan surat manajemen. Kombinasi antara pengalaman auditor dalam berbagai area bisnis dan melalui pemahaman yang diperoleh dalam melakukan audit membuat auditor dan memberikan pengarahan kepada manajemen. Jika auditor menemukan bahwa terdapat kekeliruan dalam laporan keuangan setelah diterbitkan. Tujuan dari penyampaian ini adalah agar komite audit dan pihak lain yang bertanggung jawab atas tata kelola mengetahui tentang informasi penting dan relevan mengenai proses laporan keuangan dan memberikan kesempatam kepada komite audit untuk membahas hal-hal penting dengan auditor. Penemuan Fakta Setelah Tanggal Neraca Saat terdapat penemuan fakta setelah penerbitan laporan audit terjadi. Pembahasan tentang kecurangan dan tindakan ilegal yang tertuang dalam PSA 32 (SA 316) dan PSA 31 SA (317) mensyaratkan auditor untuk menyampaikan seluruh kecurangan dan tindakan ilegal kepada komite audit dan kelompok lain yang sejenis. Pembahasan hal lainnya kepada komite audit yang tertuang dalam PSA 48 (SA 380) mensyaratkan auditor untuk menyampaiakan informasi tambahanyang diperoleh selama audit kepada pihak yang bertanggung jawab atas kelola biasanya adalah komite audit. kurangnya pengendalian internal. pembahasan lain dengan komite audit. termasuk pembahasan mengenai kecurangan dan tindakan ilegal. maka tindakan paling tepat adalah meminta klien untuk menerbitkan revisi laporan keuangan yang memasukkan penjelasan atas alasannya. auditor berkewajiban untuk memestikan bahwa pengguna laporan keuangan mendapatkan informasi atas salah saji tersebut. .24 Setelah audit diselesaikan terdapat beberapa hal yang perlu disampaikan auditor kepada komite audit dan pihak yang berkaitan dengan tata kelola. Pembahasan tentang kurangnya pengendalian internal.

. Tanggungjawab auditor atas telaah kejadian setelah tanggal neraca berakhir pada tanggal penyelesaian pekerjaan laporan. maka mereka harus melakukan tindakan koreksi. tetapi jikan merekamenemukan bahwa laporan keuangan tidak dinyatakan dengan waja.25 Penemuan fakta setelah tanggal neraca yang mensyaratkan adanya penarikan atas penerbitan kembali atas laporan keuangan hanya muncul pada kejadian bisnis yang sudah ada sejak tanggal laporan auditor. Auditor tidak bertanggungjawab mencari fakta-fakta.