Anda di halaman 1dari 8

1.

SCAN MICRO-CT

Pengertian Scan Micro-CT
CT scan merupakan singkatan dari Computed Tomography Scanner adalah salah
satu teknik radiologi yang menggunakan sinar X sebagai sarana untuk menampilkan
gambaran bagian dalam tubuh manusia. CT-Scan merupakan alat penunjang diagnosa
yang mempunyai aplikasi yang universal utk pemeriksaan seluruh organ tubuh, seperti
sususan saraf pusat, otot dan tulang, tenggorokan, rongga perut. Gambaran yang
dihasilkan berupa potongan tubuh beserta organ dalamnya secara 2 dimensi.
Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk memperjelas adanya dugaan yang kuat
antara suatu kelainan, yaitu:
 Gambaran lesi dari tumor, hematoma dan abses.
 Perubahan vaskuler: malformasi, naik turunnya vaskularisasi dan infark.
 Brain contusion.
 Brain atrofi.
 Hydrocephalus.
 Inflamasi.

CT Scan menggunakan penyinaran khusus yang dihubungkan dengan komputer berdaya tinggi yang berfungsi memproses hasil scan untuk memperoleh gambaran panampang-lintang dari sampel. Kedua perangkat ini sama-sama memanfaatkan intensitas radiasi terusan setelah melewati suatu obyek untuk membentuk citra/gambar. Tidak seperti citra yang dihasilkan dari teknik radiografi.Gambar 1-1 CT Scan Prinsip Dasar Prinsip dasar CT scan mirip dengan perangkat radiografi yang sudah lebih umum dikenal. Perbedaan antara keduanya adalah pada teknik yang digunakan untuk memperoleh citra dan pada citra yang dihasilkan. Oleh karena itu. citra CT scan dapat menampilkan informasi tampang lintang obyek yang diinspeksi. . informasi citra yang ditampilkan oleh CT scan tidak tumpang tindih (overlap) sehingga dapat memperoleh citra yang dapat diamati tidak hanya pada bidang tegak lurus berkas sinar (seperti pada foto rontgen). citra ini dapat memberikan sebaran kerapatan struktur internal obyek sehingga citra yang dihasilkan oleh CT scan lebih mudah dianalisis daripada citra yang dihasilkan oleh teknik radiografi konvensional.

Tetapi dalam hal mengindentifikasi intensitas fungsi semua sina-X setelah detektor adalah melewati sama obyek. sistem kontrol. Jika tabung pada detektor ini ditembus oleh radiasi maka akan terjadi ionisasi. adapula prosedur scanning yang mengharuskan pasien untuk meminum suatu material cairan kontras yang mana digunakan untuk melakukan proses scanning khususnya untuk daerah perut. Dengan menggunakan sistem akusisi data maka data dari detektor dapat dimasukkan dalam komputer. Hal ini akan Semakin besar interaksi radiasi. Sistem pemroses citra merupakan bagian yang secara langsung berhadapan dengan obyek yang diamati (pasien). tidak dipengaruhi oleh medan listrik dan medan magnet dan dapat mengakibatkan zat fosforesensi dapat berpendar. menimbulkan arus listrik. Proses scanning ini tidak menimbulkan rasa sakit . Detektor radiasi yang sering digunakan adalah detektor ionisasi gas. Detektor adalah alat untuk mengubah besaran fisikdalam hal ini radiasi-menjadi besaran listrik. Susunan detektor yang dipasang tergantung pada tipe generasi CT Scanner. maka dalam peralatan ini juga dilengkapi sistem kontrol yang mendapat input dari komputer. maka atenuasi yang diakibatkan oleh propagasi pada obyek dapat ditentukan. sistem komputer dan sistem kontrol. Detektor lain yang sering digunakan adalah detektor kristal zat padat. . Sinar-X dapat menembus zat padat dengan daya tembus yang tinggi. tergantung pada jenis prosedur. Sinar-x merupakan radiasi yang merambat lurus. Bagian ini terdiri atas sumber sinar-x.Peralatan CT Scanner terdiri atas tiga bagian yaitu sistem pemroses citra. Sebelum dilakukan scanning pada pasien. Untuk mengetahui seberapa banyak sinar-X dipancarkan ke tubuh pasien. yaitu Dengan membandingkan intensitas pada sumbernya. maka arus listrik yang timbul juga semakn besar. detektor dan akusisi data. pasien disarankan tidak makan atau meminum cairan tertentu selama 4 jam sebelum proses scanning. adalah sekumpulan detektor yang dilengkapi sistem akusisi data. Sistem akusisi data terdiri atas system pengkondisi sinyal dan interface (antarmuka) analog ke komputer. Bagian keluaran dari sistem pemroses citra. Bagaimanapun.

dan detektor akan merubah berkas sinar-X yang diterima menjadi arus listrik. Selanjutnya diolah dengan menggunakan Image Processor dan akhirnya dibentuk gambar yang ditampilkan ke layar monitor TV. berkas radiasi yang dihasilkan sumber dilewatkan melalui suatu bidang obyek dari berbagai sudut. Pengurangan intensitas yang terjadi disebabkan oleh proses interaksi radiasi-radiasi dalam bentuk hamburan dan serapan yang probabilitas terjadinya ditentukan oleh jenis bahan dan energi radiasi yang dipancarkan. Dalam CT scan. dan kemudian diubah oleh integrator menjadi tegangan listrik analog. Berkas radiasi yang melalui suatu materi akan mengalami pengurangan intensitas secara eksponensial terhadap tebal bahan yang dilaluinya. Tabung sinar-X tersebut diputar dan sinarnya di proyeksikan dalam berbagai posisi.Gambar 1-2 Bagan prinsip kerja CT Scanner Dengan menggunakan tabung sinar-X sebagai sumber radiasi yang berkas sinarnya dibatasi oleh kollimator. Intensitas sinar-X yang diterima oleh detektor akan berubah sesuai dengan kepadatan tubuh sebagai objek. besar tegangan listrik yang diterima diubah menjadi besaran digital oleh Analog to Digital Converter (ADC) yang kemudian dicatat oleh komputer. untuk menghasilkan citra obyek. sinar x tersebut menembus tubuh dan diarahkan ke detektor. Pemprosesan Data . Radiasi terusan ini dideteksi oleh detektor untuk kemudian dicatat dan dikumpulkan sebagai data masukan yang kemudian diolah menggunakan komputer untuk menghasilkan citra dengan suatu metode yang disebut sebagai rekonstruksi. Gambar yang dihasilkan dapat dibuat ke dalam film dengan Multi Imager atau Laser Imager.

Sinar X-ray yang telah dideteksi oleh detektor kemudian dikonversi menjadi arus listrik yang kemudian ditransmisikan ke komputer dalam bentuk sinyal melaui proses berikut : Gambar 1-4 Proses pembentukan citra 3. maka sinyal tadi dikonversi ke bentuk digital menggunakan A/D Convertor agar sinyal digital ini dapat diolah oleh komputer sehingga membentuk citra yang sebenarnya. Hasilnya dapat dilihat langsung pada monitor komputer ataupun dicetak ke film. Secara sederhana dapat digambarkan sebagai berikut: Gambar 1-3 Colimator dan Detektor 2.1. hal ini juga dipengaruhi oleh collimator dan detektor. Setelah diperoleh arus listrik dan sinyal aslinya. 4. Suatu sinar sempit (narrow beam) yang dihasilkan oleh X-ray didadapatkan dari perubahan posisi dari tabung X-ray. Berikut contoh citra yang diperoleh dalam proses scanning menggunakan CT Scanner: .

tulang. bergantung pada "generasi" CT scan yang digunakan. hati. . Terdapat berbagai macam cara pemayaran.Gambar 1-5 Hasil whole body scanning Manfaat CT Scanner CT Scanner memiliki kemampuan yang unik untuk memperhatikan suatu kombinasi dari jaringan. pembuluh darah dantulang secara bersamaan. pankreas. dan system detektor yang berbeda-beda antara satu generasi dan generasi lain. Tulang yang retak Perkembangan CT Scanner Proses pengumpulan data intensitas radiasi terusan pada bidang irisan obyek untuk berbagai sudut dinamakan scanning atau pemayaran. Berdasarkan perkembangan Teknologi CT Scanner mengalami beberapa perkembangan sesuai kemajuan teknologi. dll. bentuk berkas radiasi perunut. Istilah "generasi" menggambarkan tipe komersial yang tersedia yang mengacu pada perbedaan geometris gerak pemayaran. CT Scanner dapat digunakan untukmendiagnose permasalahan berbeda seperti:       Adanya gumpalan darah di dalam paru-paru (pulmonary emboli) Pendarahan di dalam otak (cerebral vascular accident) Batu ginjal Inflamed appendix Kanker otak. waktu pemayaran.

Generasi Keempat .1. Generasi Ketiga 4. Generasi Pertama 2. Generasi Kedua 3.

Manipulator mekanis yang digunakan berfungsi menentukan geometris gerak pemayaran yang bergantung pada "generasi" CT scan. dan komputer beserta penampil. secara umum CT scan terdiri atas empat bagian pokok. Komputer berfungsi mengolah dan mengumpulkan data yang kemudian ditayangkan pada penampil sehingga diperoleh gambar irisan tampang lintang dua dimensi atau peta distribusi internal tiga dimensi obyek yang di-scan. . system deteksi. salah satu contoh detektor yang biasa digunakan dalam CT scan salah adalah Kristal natrium iodida yang "dikotori" dengan talium (kristal NaI(Tl). sumber ini dapat berupa generator sinar X atau radioisotop yang menghasilkan radiasi X. yaitu sumber radiasi.Walaupun terdapat perbedaan antara berbagai "generasi". Fungsi sumber radiasi adalah menghasilkan radiasi. manipulator mekanis. Sistem deteksi ditentukan berdasarkan jenis radiasi yang digunakan.