Anda di halaman 1dari 2

PAUD 4407

PENGELOLAAN KEGIATAN PENGEMBANGAN
ANAK USIA DINI
Nama
NIM

: SULAMI
: 825259701

Saya lebih memilih Vygotsky
Alasannya :
 Vigotsky melihat bahwa perkembangan kognitif seorang anak
dapat

dipicu

(trigger)

oleh

lingkungan

karena

sangat

dipengaruhi konteks social budaya dimana anak tersebut
dibesarkan
menyatakan
perceptual,

(Debbis
bahwa
atensi,

Mc

Inerney,

anak
dan

1996

dilahirkan
memori

:

38).

dengan

yang

pada

Vigotsky
kapasitas
akhirnya

ditransformasikan dalam konteks social dan pendidikan.
 Vigotsky percaya pada pentingnya khayalan dan pentingnya.
Anak terlibat dalam permainan yang bersifat khayali bersifat
formal.Saat percakapan dan pemikiran. Anak bertemu terjadi
percakapan khusus yang disebut percakapan pribadi ( inner
speech

)

atau

berbicara

sendiri.Percakapan

ini

tidak

melibatkan orang lain karena lebih ditujukan pada diri sendiri.
Namun dapat diamati bercakap-cakap sendiri merupakan
benyuk perkembangan pikiran verval Seorang anak.
 Vygotsky memandang bahwa system social sangat penting
dalam pengembangan kognitif anak. Orang tua, pendidik dan

Setiap budaya memberikan pengaruh pada pembentukan Keyakinan. dengan bantuan pengarahan dari orang tua atau pendidik secara bertahap kemudian sedikit demi sedikit bantuan tersebut dikurangi hingga ZPD berubah menjadi tahap perkembangan actual dimana anak dapat memakai sepatu sendiri.  Vygotsky lebih menekankan bahwa perkembangan koknitif seorang anak sangat dipengarui oleh social. Contohnya anak usia 3 tahun yang mulai belajar memakai kaos kaki dan sepatunya sendiri.  Vygotsky meyakini bahwa pikiran anak berkembang dengan cara:  Mengambil bagian dalam dialog yang koperatif dengan lawan yang terampil dalam tugas diluar.nilai.  Menggabungkan apa yang dikatakan pendidik yang ahli dengan apa yang dilakukannya. .teman sebaya berinteraksi dengan anak dan berkolaborasi untuk mengembangkan suatu pengertian atau belajar dalam konteks social.dan norma kesopanan. Budayalah yangmengajari anak untuk berpikir dan apa yang harus dilakukan. Dan budaya dimana anak tinggal. ZPD diartikan sebagai daerah potensial seorang anak untuk belajar. Dalam proses ini muncul istilah “zona perkembangan optimal” (zone proximal development/ZPD). atau suatu tahap dimana kemampuan anak dapat ditingkatkan secara optimal atau dengan sebaik-baiknya apabila anak mendapat bantuan dari orang lain yang lebih ahli.