Anda di halaman 1dari 23

KELOMPOK 9

Satria Adi Kusuma 2113030062


Fikri Logi Firmansyah 2113030071
Bagus Alif Firmandoko
2113030075
Novan Pujianto 2113030081
Maysaturrofiah 2113030097

NIKEL

KAJI TEORITIS
Nikel adalah unsur kimia dengan
simbol kimia Ni dan nomor atom 28.
Logam ini mempunyai warna kilau
putih keperakan. Nikel adalah logam
transisi yang memiliki sifat keras dan
ulet. Nikel cukup reaktif dengan
oksigen.
Nikel
ditemukan
dalam
kombinasi campuran dengan besi.

PROSES PEMBUATAN
Proses pengolahan bijih nikel laterite
dengan cara pirometalurgi.

Proses pengolahan bijih nikel meliputi


beberapa tahap berikut yaitu:
Pengeringan
Proses pengeringan dilakukan dengan
menggunakan rotary dryer. Sebagai
sumber panas digunakan bahan bakar
minyak residu. Pada tahap ini, bijih
nikel yang awalnya memiliki kadar air
sekitar 35 persen, setelah dikeringkan
kadar airnya menjadi sekitar 20 persen.
Setelah pengeringan, bijih nikel dikirim
dan simpan di dalam gudang.

Proses Reduksi/Reduction
Pada tahap awal, kadar air bijih nikel akan
berkurang menjadi nol persen. Kemudian
bijih nikel akan mengalami proses
reduksi.
Proses
reduksi
akan
mengkonversi bijih nikel oksida menjadi
logam nikel dan logam besi. Bahan
reduktor atau pereduksi adalah gas CO
dan H (gas hidrogen). Pada tahap ini
ditambahkan juga batubara dan diakhir
proses ditambahkan sulphur cair. Produk
tahap
ini
biasa
disebut
dengan
calcine/kalsin.

Proses Converting/Pemurnian
Proses converting adalah proses peningkatan
kadar nikel dalam matte cair yang dihasilkan
dari dapur listrik EAF. Proses converting
merupakan proses pemurnian nikel matte
cair. Converting dilakukan dalam Top Blown
Kaldo Type Rotary Converter (TBRC) atau
dalam Pierce Smith Converter. Pada tahap ini,
kadar nikel dalam matte cair ditingkatkan
sehingga mencapai kadar nikel sekitar 78
persen. Sedangkan kadar besi menjdai 0,7
persen. Proses pemurnian dilakukan dengan
menambahkan udara dan silika sebagai fluks,
bahan imbuh.

Proses Granulasi/Granulating
Proses granulasi merupakan tahapan akhir
dari pengolahan bijih nikel menjadi matte.
Matte cair dari proses converting ditransfer
menggunakan ladle ke lokasi proses
granulasi. Kemudian matte cair membeku
dalam bentuk granul-granul atau partikelpartikel kecil. Untuk mengubah bentuk matte
dari logam cair menjadi butiran-butiran yaitu
matte dituang kedalam tandis sembari
secara terus menerus disemprot dengan air
bertekanan tinggi. Proses ini menghasilkan
nikel matte yang dingin yang berbentuk
butiran-butiran halus.

JENIS-JENIS NIKEL
1. Hydrous Silicate Deposits
Profil dari type ini dari vertical dari
bawah ke atas : Ore horizon pada
lapisan saprolite (Mg-Ni silicate), grade
Nikel antara 1.8% 2.5%. Pada zona ini
berkembang box-works, veining, relic
structure,
fracture
dan
grain
boundaries
dan
dapat
terbentuk
mineral

2. Clay Silicate Deposits


Pada jenis endapan ini, Si hanya sebagian
terlarut oleh melalui groundwater. Si yang
tersisa akan bergabung dengan Fe,Ni,dan
Al untuk membentuk mineral lempung
(clay minerals) seperti Ni-rich Notronite
pada bagian tengah profil saprolite (see
profile). Ni-rich serpentine juga dapat di
replace oleh smectite atau kuarsa jika
profile deposit ini tetap kontak dalam
waktu lama dengan groundwater. Ni grade
pada endapan ini lebih rendah dari
Hydrosilicate deposit.

3. Oxide Deposits
Type terakhir adalah Oxide. Profile
bawah menunjukkan Protolith dari
jenis harzburgitic peridotites (mostly
mineral olivine,serpentine, piroksen),
sangat rentan terhadap pelapukan
terutama di daerah tropis. Diatasnya
terbentuk saprolite dan mendekati
permukaan terbentuk limonite dan
ferricrete
(dipermukaan)
(
see
profile). Pada tipe deposit oxide ini,
Nikel berasosiasi dengan Goethite
(FeOOH) dan Mn Oxide.

KLASIFIKASI

KODEFIKASI
Adapun cara yang ditentukan AISI dan SAE dalam
menetapkan standarisasi baja karbon sebagai
berikut :
a. Sistem Angka
(1) Angka pertama menunjukkan jenis jenis baja
karbon dan paduannya, contoh :
Angka 1 untuk baja karbon 1xxx
Angka 2 untuk baja karbon dengan paduan nikel
2xxx
Angka 3 untuk baja karbon dengan paduan nikel
dan chrom 3xxx
Angka 4 untuk baja karbon dengan paduan

b. Baja karbon
1. Baja karbon tidak mengandung
sulfur (S) 10 xx
2. Baja karbon mengandung S (free
machining) 11xx
3. Baja karbon mengandung S dan P
12xx

c. Baja paduan rendah


1. Baja mangan (1,75 Mn) 13xx
2. Baja nikel :
- 3,50 Ni 23xx
- 5,00 Ni 25xx
3. Baja nikel chrom :
- 1,25 Ni; 0,65 Cr 31xx
- 3,50 Ni; 1,55 Cr 33xx
4. Baja molybden (0,25 Mo) 40xx
5. Baja chorm molyben
(0,50 0,85 Cr ;0,12 0,20 Mo) 41xx
6. Baja nikel molyben
- 1,55 1,80, 0,20 0,25 Mo 46xx
- 3,50 Ni, 0,25 Mo 48xx
7. Baja chrom nikel molyben
- 1,80 Ni; 0,50; 0,80 Cr; 0,25 Mo 43xx
- 1,05 Ni; 0,45 Cr; 0,20 Mo 47xx

PENGARUH UNSUR PADUAN


a. Superalloy

Superalloy sangat penting untuk aplikasi temperatur


tinggi, oleh karena itu, mereka juga dikenal sebagai
paduan tahan suhu panas atau tinggi. Superaloy
umumnya memiliki ketahanan yang baik terhadap
korosi, kelelahan mekanis dan termal, getaran
mekanik dan termal, rambatan, dan erosi pada
temperatur tinggi. Aplikasi utama dari superalloy
adalah untuk mesin jet dan turbin ga s.Aplikasi lain
mesin torak, mesin roket, alat-alat dan cetakan untuk
perlakuan panas logam, nuklir, kimia, dan industri
petrokimia.

b. Stainless Steel
Stainless Steel (SS) adalah baja dengan sifat
ketahanan korosi yang sangat tinggi di berbagai
kondisi lingkungan. Nikel digunakan sebagai unsur
penstabil austenit, yang berarti penambahan nikel
pada besi paduan mempromosikan perubahan struktur
kristal dari bcc (ferritic) ke fcc (austenitic). Jadi nikel
digunakan untuk menaikkan kekuatan, memperbaiki
sifat kelelahan dan meningkatkan keuletan besi.
Penambahan nikel menunda pembentukan fasa
intermetalik yang merusak pada austenitic ss tetapi
nikel kurang efektif dibanding nitrogen pada DSS.
Sruktur fcc membuat austenitic stainless steels
memiliki ketangguhan tinggi. Kehadirannya dari sekitar
setengah
struktur
mikro
duplex
meningkatkan
ketangguhan duplex dibanding Ferritic SS.

c. Copper-Nikel-Silikon Alloys
Jika Nikel dan Silikon dalam perbandingan 4 : 1,
yaitu 4 bagian Nikel dan 1 bagian Silikon
dipadukan di dalam Copper (Tembaga) pada
Temperatur tinggi maka akan terbentuk sebuah
unsur yang disebut Nikel Silicide (Ni2Si) dan
pada Temperatur rendah paduan ini akan
sesuai untuk pengendapan dalam perlakuan
panas, dimana proses pelarutan akan diperoleh
dalam proses Quenching dari Temperatur
7000C dan akan diperoleh sifat paduan
Tembaga yang lunak dan ulet, kemudian
dilanjutkan dengan memberikan pemanasan
pada
Temperatur
4500C
maka
akan
meningkatkan kekerasan serta tegangan dari
paduan Tembaga tersebut.

d. Nikel Silver
Nikel Silver sebenarnya tidak mengandung
unsur
Silver,
penamaan
ini
dikarenakan
penampilan dari paduan ini menyerupai silver.
Komposisinya terdiri atas Copper, Nikel dan
Seng (Zinc). Semua paduan dari jenis ini dapat
dikerjakan atau dibentuk dengan pengejaan
dingin (cold working), akan tetapi dengan
meminimalkan tingkat kemurniannya paduan ini
juga memungkinkan untuk pengerjaan panas
(hot working). Nikel Silver mengandung kadar
Tembaga antara 55 % sampai 68 % dan paduan
dengan kadar Nikel antara 10 % hingga 30 %
banyak digunakan dalam pembuatan sendok
dan garpu. Paduan yang dibuat dalam bentuk
plat dengan type EPNS sebagai derajat kesatu

SIFAT-SIFAT NIKEL

Putih mengkilat
Sangat keras
Tidak berkarat
Tahan terhadap asam encer

KEGUNAAN
Untuk

pembuatan baja tahan karat dan alloy lain yang


bersifat tahan korosi.
Alloy tembaga-Nikel berbentuk tabung banyak digunakan
untuk pembuatan instalasi proses penghilangan garam
untuk mengubah air laut menjadi air segar.
Untuk membuat uang koin,dan baja.
Untuk melapisi senjata dan ruangan besi (deposit di bank)
Nikel yang sangat halus, digunakan sebagai katalis untuk
menghidrogenasi minyak sayur (menjadikannya padat).
Digunakan dalam keramik, pembuatan magnet Alnico dan
baterai penyimpanan Edison.

STUDI KASUS
Dalam dunia perindustrian terdapat berbagai
masalah, salah satunya adalah perkaratan pada
permukaan besi. Sebenarnya banyak cara untuk
mengatasi hal tersebut, salah satunya adalah
dengan cara electroplating. Electroplating adalah
proses pelapisan logam salah satunya
menggunakan paduan nikel, dengan
menggunakan bantuan arus listrik dan senyawa
kimia tertentu guna memindahkan partikel
logam pelapis ke material yang hendak dilapisi.
Kasus ini sering terjadi pada bumper mobil .

TERIMAKASIH