Anda di halaman 1dari 53

LAPORAN TUTORIAL SKENARIO A BLOK XVII

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Blok Sistem Reproduksi adalah blok ketujuh belas dari Kurikulum
Berbasis Kompetensi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas
Muhammadiyah Palembang.
Pada kesempatan ini dilaksanakan tutorial studi kasus skenario A yang
memaparkan kasus Aborsi.
1.2 Maksud dan Tujuan
Maksud dan tujuan dari materi tutorial ini, yaitu :
1. Sebagai laporan tugas kelompok tutorial yang merupakan bagian dari
system pembelajaran KBK di Fakultas Kedokteran Universitas
Muhammadiyah Palembang.
2. Dapat menyelesaikan kasus yang diberikan pada skenario mengenai
Sistem Respirasi dengan metode analisis dan diskusi kelompok.
3. Tercapainya tujuan dari metode pembelajaran

BAB II
FKUMP 2012 KELOMPOK TUTORIAL 3 Page 1

LAPORAN TUTORIAL SKENARIO A BLOK XVII
PEMBAHASAN
2.1

Data Tutorial

TUTORIAL SKENARIO A
Tutor

: dr. Ahmad Azhari

Moderator

: Bunyamin

Sekretaris meja

: M. Ragil Pamungkas Wijaya

Sekretaris papan

: Novita Intan

Hari, Tanggal

: Senin dan Rabu, Maret dan Maret 2015

Rule tutorial

:
1. Alat komunikasi dinonaktifkan
2. Semua anggota tutorial harus mengeluarkan
pendapat
3.

2.2

Dilarang makan dan minum

Skenario Kasus
Ny. A, berusia 37 tahun, merasa terlambat 2 minggu, datang ke
Poliklinik Kebidanan pada tanggal 5 maret 2015 dengan keluhan keluar
darah dari kemaluan sejak tadi malam, pagi ini darahnya bertambah banyak
sebanyak 4 kali ganti pembalut. Darah berwarna merah segar disertai
gumpalan darah. Nyeri perut tidak ada.
HPHT 10 Januari 2015. Penderita belum pernah melakukan
pemeriksaan kehamilan baik ke dokter ataupun melalui urin. Penderita juga
belum pernah minta pertolongan sebelumnya, langsung datang ke Poliklinik
Kebidanan.Sekarang ini penderita mempunyai 2 orang anak, belum pernah
mengalami keguguran. Anak pertama berumur 9 tahun, anak kedua 7 tahun.
Selama ini, penderita tidak pernah menggunakan kontrasepsi cara apapun.

Pemeriksaan Fisik :
Keadaan umum : tampak sakit sedang, kesadaran: compos mentis
FKUMP 2012 KELOMPOK TUTORIAL 3 Page 2

LAPORAN TUTORIAL SKENARIO A BLOK XVII
Tanda Vital: N: 88x/menit isi tegangan cukup, TD:100/60mmHg,
RR:20x/menit, T:36,00C
Pemeriksaan Khusus :
Kepala : konjungtiva tidak pucat, tidak anemis
Thoraks : dalam batas normal
Abdomen : datar, lemas, simetris, tidak teraba massa, nyeri tekan tidak ada,
bising usus normal, hepar lien sulit diraba
Ekstrimitas : edema (-)
Pemeriksaan Obstetri:
PL:
-

TFU: 2 jari atas simfisis pubis

-

Terdapat perdarahan pervaginam berwarna merah segar

Inspekulo:
-

Portio: livide

-

Fluxus (+) darah aktif keluar dari OUE

-

Tampak jaringan di bawah OUE

-

Polip, erosi, laserasi (-)

-

Cavum Douglas tidak menonjol

PD (Toucher):
-

Portio: lunak

-

OUE terbuka, teraba jaringan di muara OUE, nyeri goyang portio (-)

-

Corpus uteri: sesuai kehamilan 8 minggu

-

Cavum Douglas tidak menonjol

Pemeriksaan Laboratorium:
Darah rutin: Hb: 10,8 mg/dl, Trombosit: 250.000/ml, Leukosit: 15.000/dl
2.3

Paparan Kasus

2.3.1

Klarifikasi Istilah

FKUMP 2012 KELOMPOK TUTORIAL 3 Page 3

LAPORAN TUTORIAL SKENARIO A BLOK XVII
1. Menstruasi

: Keadaan fisiologi dan siklik

berupa pengeluaran sekret yang terdiri dari
darah dan jaringan mukosa dari uterus
nongravid melalui vagina
2. HPHT: Cara untuk menghitung

usia

kehamilan
3. Keguguran (Abortus): Janin dengan berat <
500

gram/

memiliki

usia

gestasional

kuraang dari 20 minggu pada waktu
dikeluarkan dari uterus sehinga tidak
memilii harapan untuk hidup
4. Kontrasepsi :
Pencegahan

konsepsi/

kehamilan
5. Livide: Warna hitam dan biru pada portio
sebagai tanda kehamilan.
6. Fluxus
: Aliran atau pengeluaran
darah yang berlebihan melalui jalan lahir.
7. Polip : Setiap pertumbuhan atau masa yang
menonjol dari membrane mukosa
8. Erosi : Terkikis atau termakan

suatu

jaringan
9. Laserasi
: Luka robek dan rusak
10. Cavum Douglas
: Suatu kantung yang
dibentuk oleh lipatan peritoneum ke bawah
antara uterus dan rectum.
11. Portio : Bagian atau divisi

FKUMP 2012 KELOMPOK TUTORIAL 3 Page 4

LAPORAN TUTORIAL SKENARIO A BLOK XVII
2.3.2

Identifikasi Masalah
1. Ny. A, berusia 37 tahun, merasa terlambat 2 minggu, datang ke
Poliklinik Kebidanan pada tanggal 5 maret 2015 dengan keluhan
keluar darah dari kemaluan sejak tadi malam, pagi ini darahnya
bertambah banyak sebanyak 4 kali ganti pembalut. Darah berwarna
merah segar disertai gumpalan darah. Nyeri perut tidak ada.
2. HPHT 10 Januari 2015. Penderita belum pernah melakukan
pemeriksaan kehamilan baik ke dokter ataupun melalui urin. Penderita
juga belum pernah minta pertolongan sebelumnya, langsung datang ke
Poliklinik Kebidanan.
3. Sekarang ini penderita mempunyai 2 orang anak, belum pernah
mengalami keguguran. Anak pertama berumur 9 tahun, anak kedua 7
tahun.
4. Selama ini, penderita tidak pernah menggunakan kontrasepsi cara
apapun.
5. Pemeriksaan Fisik :
Keadaan umum : tampak sakit sedang, kesadaran: compos mentis
Tanda Vital: N: 88x/menit isi tegangan cukup, TD:100/60mmHg,
RR:20x/menit, T:36,00C
6. Pemeriksaan Khusus :
Kepala : konjungtiva tidak pucat, tidak anemis
Thoraks : dalam batas normal
Abdomen : datar, lemas, simetris, tidak teraba massa, nyeri tekan tidak
ada, bising usus normal, hepar lien sulit diraba
Ekstrimitas : edema (-)
7. Pemeriksaan Obstetri:
PL:
-

TFU: 2 jari atas simfisis pubis

-

Terdapat perdarahan pervaginam berwarna merah segar

Inspekulo:
FKUMP 2012 KELOMPOK TUTORIAL 3 Page 5

nyeri goyang portio (-) - Corpus uteri: sesuai kehamilan 8 minggu - Cavum Douglas tidak menonjol 8. ireguler.LAPORAN TUTORIAL SKENARIO A BLOK XVII - Portio: livide - Fluxus (+) darah aktif keluar dari OUE - Tampak jaringan di bawah OUE - Polip.8 mg/dl. fetal echo (-) - Adneksa dalam batas normal Plano test (Test Pack): (+) FKUMP 2012 KELOMPOK TUTORIAL 3 Page 6 . Leukosit: 15. teraba jaringan di muara OUE. Pemeriksaan Penunjang: USG: - Tampak uterus lebih besar dari normal - Tampak kantong gestasi intrauterine.000/dl 9. erosi.000/ml. Trombosit: 250. laserasi (-) - Cavum Douglas tidak menonjol PD (Toucher): - Portio: lunak - OUE terbuka. Pemeriksaan Laboratorium: Darah rutin: Hb: 10.

vestibulum. A. Klitoris kira-kira sebesar kacang ijo.Ke belakang kedua bibir kecil juga bersatu dan membentuk fossa navikulare. Darah berwarna merah segar disertai gumpalan darah. datang ke Poliklinik Kebidanan pada tanggal 5 maret 2015 dengan keluhan keluar darah dari kemaluan sejak tadi malam. korpus klitoridis.Kedepan kedua bibir kecil bertemu yang diatas klitoris membentuk preputium klitoridisdan yang bawah klitoris membentuk frenulum klitoridis. tertutup oleh preputium klitoridis dan terdiri atas glans klitoridis.Labia mayora analog dengan skrotum pada pria. a. dan strukturvaskular.3 Analisis Masalah 1. sedangkan kebawah sampai ke sekitar anus dan paha.LAPORAN TUTORIAL SKENARIO A BLOK XVII 2. lonjong mengecil ke bawah dank e belakang kedua labia mayora bertemu dan membentuk kommisura posterior. yaitu mons veneris. Mons veneris atau mons pubis adalah bagian yang menonjol di atas simfisis dan pada perempuan setelah pubertas ditutupi oleh rambut kemaluan. labia mayora dan labia minora. Labia Mayora (bibir besar) terdiri atas bagian kanan dan kiri. selaput dara (hymen). Nyeri perut tidak ada. berusia 37 tahun. Bagaimana anatomi sistem reproduksi wanita? Jawab : Organ Genitalia Eksterna Vulva (pukas) atau pudenda. pagi ini darahnya bertambah banyak sebanyak 4 kali ganti pembalut. Vestibulum berbentuk lonjong dengan ukuran panjang dari depan ke belakang dan dibatasi di depan oleh FKUMP 2012 KELOMPOK TUTORIAL 3 Page 7 . meliputi seluruh struktur eksternal yang dapat dilihat mulai dari pubis sampai perineum. merasa terlambat 2 minggu. Labia minora (bibir-bibir kecil atau nymphae) adalah suatu lipatan tipis dari kulit sebelah dalam bibir besar. muara uretra. Ny. dan dua krura yang menggantungkan klitoris os pubis. klitoris.Pada perempuan umumnya batas atas rambut melintang sampai pinggir atas simfisis. berbagai kelenjar.3.

Perdarahan FKUMP 2012 KELOMPOK TUTORIAL 3 Page 8 .Ovarium dikelilingi oleh kapsula fibrosa tipis. berukuran 4 x 2 cm. panjangnya rata-rata 4 cm. kanan dan kiri oleh kedua bibir kecil dan dibelakang oleh prenineum (fourchette). dan dilekatkan pada bagian belakang ligamentum latum oleh mesovarium. disebut tunica albuginea.Di kiri dan kanan bawah di dekat fossa navikulare terdapat kelenjar bartolin. Himen ini mempunyai bentuk yang berbeda-beda. Kurang lebih 1-1. dari yang semilunar(bulan sabit) sampai yang berlubang-lubang atau yang bersekat (septum). lebarnya 1-2 cm dan tebalnya 0. Bulbus festibuli. pada perempuan dewasa. dan hormone sex perempuan estrogen dan progesterone. panjangnya 3-4 cm.Bagian luar capsula ini dibungkus oleh lapisan peritoneum yang mengalami modifikasi disebut epithelium germinativum.Oogonia berkembang pada masa janin dari sel benih primordial. Ovarium biasanya terletak di depan dinding lateral pelvis. Fossa ini dibatasi di atas oleh arteria dan vena iliaca externa serta di belakang oleh arteria dan vena iliaca interna. Bulbus vestibule mengandung banyak pembuluh darah. Introitus Vagina ditutupi oleh selaput dara (hymen). pada lekukan yang disebut fossa ovarica. sebagian tertutup oleh muskulus iskio kavernosus dan muskulus kostriktor vagina. Perineum terletak antara vulva dan anus. Fungsi Ovarium merupakan organ yang bertanggung jawab terhadap produksi sel benih perempuan yang disebut ovum.LAPORAN TUTORIAL SKENARIO A BLOK XVII klitoris. Organ Genitalia Interna Ovarium Lokasi dan deskripsi Masing-masing ovarium berbentuk oval.5-1 cm.5 cm di bawah klitorisditemukan orifisium uretra eksternum (lubang kemih).

Tuba uterine menyediakan makanan untuk ovum yang telah difertilisasi dan membawa ovum yang telah difertilisasi ke dalam cavitas uteri. Isthmus tubae uterinae merupakan bagian tuba uterine yang paling sempit dan terletak tepat lateral terhadap uterus. panjang uterus 8 cm. 2.Pada orang dewasa muda nulipara.LAPORAN TUTORIAL SKENARIO A BLOK XVII Arteria ovarica yang berasal dari aorta abdominalis setinggi vertebra lumbalis I. 4. Ujung bebasnya berbentuk tonjolan seperti jari-jari yang melingkupi ovarium dan dikenal sebagai fimbriae tubae uterinae. Tuba uterine Terdapat dua buah tuba uterine. 3. FKUMP 2012 KELOMPOK TUTORIAL 3 Page 9 . Pars uterine merupakan segmen yang menembus dinding uterus. setiap tuba mempunyai panjang 10 cm dan terletak pada pinggir atas ligamentum latum.Vena mengikuti arteri.Tuba uterine juga merupakan saluran yang dilalui oleh spermatozoa untuk mencapai ovum. Tuba uterine terbagi menjadi empat bagian : 1. Ampulla tubae uterinae merupakan bagian tuba uterine yang paling luas. Uterus Uterus merupakan organ berongga yang berbentuk buah pir dan berdinding tebal. Vena ovarica dextra bermuara ke vena cava inferior sedangkan vena ovarica sinistra ke vena renalis sinistra. yang melingkupi ovarium. Infundibulum tubae uterinae adalah ujung lateral tuba uterine yang berbentuk corong dan menjorok keluar ligamentum latum dan terletak diatas ovarium. Perdarahan Arteria uterine merupakan cabang arteri iliaca interna sedangkan arteria ovarica cabang dari aorta abdominalis. Fungsi Tuba uterine menerima ovum dari overium dan merupakan tempat terjadinya fertilisasi (biasanya di ampulla tubae uterinae).

Uterus terbagi menjadi fundus. Fungsi Uterus berfungsi sebagai tempat untuk menerima. yang disebut hymen yang mempunyai lubang ditengahnya. Perdarahan Arteri yang terutama mendarahi uterus adalah arteri uterine. dan cervix uteri. dan lateral sinistra. Vagina Panjang vagina kurang lebih 8 cm dan mempunyai paries anterior dan paries posterior yang dalam keadaan normal terletak berhadapan. dan member makan ovum yang telah dibuahi. tetapi juga merupakan saluran ekskresi untuk menstruasi dan membentuk sebagian jalan lahir.LAPORAN TUTORIAL SKENARIO A BLOK XVII lebar 5 cm dan tebal 2. mempertahankan. Arteri uterine selanjutnya berjalan keatas di sepanjang margo lateralis uterus di dalam ligamentum latum dan akhirnya beranastomosis dengan arteri ovarica yang juga membantu memberikan suplai darah bagi uterus.Pada ujung atasnya. sebuah cabang arteria iliaca interna. Vena uterine mengikuti arteria uterine dan bermuara ke dalam vena iliaca interna. Ostium vagina pada perempuan yang masih perawan mempunyai selapis tipis lipatan mucosa. paries anterior ditembus oleh cervix yang menonjol ke bawah dan belakang vagina. Pendarahan FKUMP 2012 KELOMPOK TUTORIAL 3 Page 10 . Fungsi Vagina tidak hanya sebagai saluran kelamin pada perempuan.Arteria uterine sampai ke uterus dengan berjalan ke medial di basis ligamentum latum. Daerah lumen vagina yang mengelilingi 0cervix dibagi atas empat daerah atau fornix vaginae: pars anterior.5 inci. later dextra. posterior. corpus.

Vena vaginae membentuk sebuah plexus venosus vaginalis di sekeliling vagina dan bermuara ke vena iliaca interna. 2. Ovarium Saluran reproduksi yang terdiri dari : Oviduk. Uterus. dan ramus vaginalis arteria uterine.Di sebelah dalam terdapat tunika albugenia (jaringan ikat penyebab ovarium berwarna putih). 3. Kelenjar Vestibular Minor. Bagaimana histologi sistem reproduksi wanita? Jawab : Sistem reproduksi betina pada manusia meliputi : 1. Ovarium Gb 1. Organ Reproduksi Wanita Ovarium atau indung telur berfungsi menghasilkan gamet betina (sel telur). FKUMP 2012 KELOMPOK TUTORIAL 3 Page 11 . 2. Kelenjar Susu.Jaringan dasar ovarium disebut stroma. Ovarium terletak di rongga pelvis dan diikatkan pada dinding bagian tubuh bagian dorsal oleh selaput jaringan ikat yang disebut mesovarium. dan Vagina Kelenjar tambahan yang terdiri dari : Kelenjar Bartholin.1.Ovarium pada mamalia terutama pada manusia memiliki ukuran yang relative kecil dan diselaputi oleh selapis sel berasal dari peritoneum disebut epitel germinal.1. b. Selain itu juga menghasilkah hormone-hormon kelamin seperti progesterone dan estrogen.LAPORAN TUTORIAL SKENARIO A BLOK XVII Arteri vaginalis cabang arteri iliaca interna.

volume stratum granulosanya bertambah besar. Folikel tersier : terdiri dari oosit primer. Dan jaringan ikat stroma di luar stratum granulose membentuk theca intern (mengandung banyak pembuluh darah) dan theca extern (banyak mengandung serat kolagen). oosit dan sel-sel granulose.LAPORAN TUTORIAL SKENARIO A BLOK XVII Gb 1. berbentuk kubus berlapis banyak atau disebut staratum granulose.2. Folikel sekunder : terdiri oosit primer yang dilapisi sel granulose 4. FKUMP 2012 KELOMPOK TUTORIAL 3 Page 12 . Adalah suatu lapisan glikoprotein yang terdapat diantara 3. Terdapat 3 macam folikel yaitu : 1. Ovarium Struktur histology ovarium. terdiri atas dua daerah :  Daerah korteks : mengandung banyak folikel telur yang masingmasing terdiri dari sebuah oosit yang diselaputi oleh sel-sel folikel. tepi yang dialapisi sel folikel berbentuk pipih. Folikel primer : terdiri oosit primer yang dilapisi sel folikel (sel granulose) berbentuk kubus dan terjadi pembentukan zona pelusida. Sel-sel folikel adalah oosit beserta sel granulose yang mengelilinginya. Terdapat beberapa celah antrum diantara sel-sel granulose. Folikel primordial : terdiri atas oosit primer yang berinti agak ke 2.

3. Gb 1. Folikel Graff : disebut juga folikel matang. Antrum berisi liquor follicul yang mengandung hormone esterogen. Saluran ini berfungsi diantaranya sebagai berikut : FKUMP 2012 KELOMPOK TUTORIAL 3 Page 13 .2. Pada folikel ini. oosit sudah siap diovulasikan dari ovarium. Saluran Reproduksi Betina Merupakan perkembangan dari duktus muller yaitu sepasang saluran panjang yang terletak berdampingan dengan duktus mesonefros yang terbentuk waktu embrio. Oosit sekunder dilapisi oleh beberapa lapis sel granulose berada dalam suatu jorokan ke dalam stratum disebut cumulus ooforus. Sel-sel granulose yang mengelilingi oosit disebut korona radiate.LAPORAN TUTORIAL SKENARIO A BLOK XVII 5. Macam-macam Folikel Telur 2.

1. 2. o Lapisan mukosa : tersusun atas epitel kolumnar tinggi bersilia dan sel-sel kelenjar o Lapisan otot : tersusun atas - lapisan otot intrinsic yang tebal mukosa - Berkas otot menyerupai darah - Lapisan sub peritoneal adalah serabut seperti kisis-kisi dan pita. ovarium Untuk menerima dan menyalurkan spermatozoa ke tempat 3. Untuk menerima dan menyalurkan telur yang diovulasikan oleh 2. dan lapisan peritoneum. lapisan otot.2. Gb 1. dan vagina. terjadinya fertilisasi Untuk perkembangan embrio Pada mamalia khususnya manusia reproduksi betina terpisah dengan saluran ekskresi.LAPORAN TUTORIAL SKENARIO A BLOK XVII 1.4. Anatomi Sistem Reproduksi Wanita Duktus muller berkembang menjadi oviduk. uterus. Oviduk (Tuba Fallopii) Berdasar struktur histology terdiri dari lapisan mukosa. FKUMP 2012 KELOMPOK TUTORIAL 3 Page 14 .

Epitel kolumna r bersilia Lamin a Propria Mukos a Lapis an vascular Lapisan Serosa Gb 1. berfungsi untuk menyalurkan sperma ke tempat fertilisasi. Penampang melintang Tuba Fallopii 2. Miometrium (dinding otot): terdapat 3 lapisan otot yang batasbatasnya kurang jelas.2. Dindingnya terdiri atas 3 lapis : 1. Endometrium (Mukosa) : bagian dalam dilapisi epitel selapis silindris bersilia dan terdapat pula kelenjar uterus yang bermukosa dari permukaan. Uterus Saluran berdinding tebal. 2. Tiga lapisan otot tersebut adalah FKUMP 2012 KELOMPOK TUTORIAL 3 Page 15 . sebagai tempat terjadinya implantasi dan perkembangan embrio.LAPORAN TUTORIAL SKENARIO A BLOK XVII o Lapisan peritoneum :memungkinkan tuba uterine bergerak terhadap sekitarnya.2.5.

untuk menerima penis terdiri dari 3 lapis yaitu : 1. Berbentuk pipa panjang. Lapisan Mukosa : mempunyai lipatan mendatar dan tersusun atas epitel berlapis pipih tanpa lapisan tanduk.LAPORAN TUTORIAL SKENARIO A BLOK XVII  Lapisan Sub vascular : serat-serat otot tersusun memanjang  Lapisan Vaskular : lapisan otot tengah tebal. Lapisan Supravaskular : lapisan otot luar memanjang tipis. leukosit.2. Lapisan otot : terdiri dari berkas-berkas otot polos yang tersusun berjalinan. serat tersusun melingkar dan serong dengan banyak pembuluh darah.3.5.  3. FKUMP 2012 KELOMPOK TUTORIAL 3 Page 16 . Gb 1. limfosit dan nodulus limfatikus (jarang terlihat). Vagina Merupakan bagian terakhir dari saluran reproduksi betina. Peritoneum : adalah serosa khas khas terdiri selapis sel mesotel yang ditunjang oleh jaringan ikat tipis. 2. Penampang melintang Uterus 2. Dan terdapat lamina propria yang tersusun atas jaringan ikat padat dengan banyak serat elastin.

LAPORAN TUTORIAL SKENARIO A BLOK XVII 3. Lapisan Adventisia/ Serosa: berupa lapisan tipis yang tersusun dari jaringan ikat yang berbaur dengan adventisia organ sekitarnya. FKUMP 2012 KELOMPOK TUTORIAL 3 Page 17 .

otot longitud inal FKUMP 2012 KELOMPOK TUTORIAL 3 Page 18 4– tunika 4 3 2 1 . Penampang melintang Vagina propria 2– tunikasu bmukos a 3– tunikam uskulari s a. b3 1 a epitel b b.LAPORAN TUTORIAL SKENARIO A BLOK XVII 1– tunikam 1 ukosa a 3 a.6. lamina Gb 1. ototsirk uler b.

2. Terdiri dari 15-20 lobus yang mandiri. polosit I membelah > 2 polosit II. yaitu kumpulan dari sel-sel sekretori. Diantara duktus laktiferus terdapatjaringan ikat dan jaringan lemak yang berperan penting dalam menentukan besar kelenjar susu. Kelenjar Vestibular Minor : bermuara di sekitar uretra dan klitoris 3. Tahap pematangan FKUMP 2012 KELOMPOK TUTORIAL 3 Page 19 . Kelenjar Tambahan Terdiri dari : 1. Tahap tumbuh 3. Lalu masing-masing oogonium tumbuh menjadi oosit primer (I) > masak > pembelahan meiosis I > sebuah oosit sekunder (II) & sebuah polosit I(badan polar II). Saluran dari duktus laktiferus (lobulus-lobulus) bermuara pada putting susu (nipple). 2. Tahap perbanyakan : Oogonia diperbanyak melalui pembelahan mitosis pada masa embrio.3. yang sekretnya berupa lendir. Oogenesisdari Merupakan proses pembentukan sel telur dari oogonia di dalam ovarium. Di dekat nipple duktus laktiferus menggembung atau disebut ampula. Tediri atas 3 tahap : 1. salurannya bermuara di puncak nipel/putting susu. Kelenjar susu yang aktif tersusun atas lobules-lobulus yang masin-masing terdiri dari sejumlah alveoli.adventit ia LAPORAN TUTORIAL SKENARIO A BLOK XVII 2. dan bergetah tipe apokrin. Dari alveoli keluar saluran kecil yang bermuara ke saluran yang lebih besar. Jadi satu oosit I melalui pembelahan meiosis dihasilkan satu sel telur yang fungsional. Kelenjar Bartholin (kelenjar vestibules mayor) : adalah kelenjar tubuloalveolar terletak di dalam dinding lateral vestibulum. bermuara di dekat pangkal hymen. Kelenjar susu/ mamae : kelenjar kulit khusus yang terletak di dalam jaringan di bawah kulit(subkutan). 2. modifikasi dari kelenjar keringat.4.

Sekresi estradiol dan inhibin ( oleh sel granulosa ) mencegah hiperstimulasi dari ovarium dan pematangan banyak folikel. prostaglandin yang menghancurkan sel granulosa/ cumulus ooforus (yang menempeli oosit ) sehingga terjadi ovulasi dan ovum dilepaskan dari folikel. Pada tengah siklus lonjakan LH meningkat menyebab kanaikan aliran darah ke ovarium meningkat yang menyebabkan edema dan mengeluarkan histamin. Bagaimana fisiologi menstruasi? Jawab : Regulasi siklus diatur oleh hipotalamus yang menghasilkan GnRh yang menstimulus kelenjar hipofisis untuk mensekresi FSH dan LH yang berguna untuk pertumbuhan folikel ovarium dan ovulasi. Pada awal siklus kadar FSH dan LH dan bagi yang paling responsif inilah yang menjadi folikel dominan yang meningkatkan estrogen sedangkan kadar progestron tetap rendah dan menghasilkan inhibin. Oogenesis c.LAPORAN TUTORIAL SKENARIO A BLOK XVII Gb 1. Pada uterus lapisan dalam ( endometrium) semakin menebal oleh karena estradiol.9. Setelah ovulasi terjadi peningkatan FKUMP 2012 KELOMPOK TUTORIAL 3 Page 20 .

Jika tidak terjadi fertilisasi.LAPORAN TUTORIAL SKENARIO A BLOK XVII progesterone dan endometrium masuk fase sekretori yang mempersiapkan resorbsi embrio. gangguan hormonal) f. Hamil 3. Apa makna terlambat menstruasi 2 bulan tetapi keluar darah dari kemaluan? Jawab : Kemungkinan terjadi konsepsi dan implantasi. d. Tempat implantasi tadi tetap terbuka. Penyakit (endometriosis. Apa makna keluhan keluar darah dari kemaluan sejak tadi malam. Apa saja penyebab menstruasi terlambat? Jawab : 1. korpus luteum akan degenerasi dan yang menurunkan kadar progesterone dan endometrium akan mengalami peluruhan/menstruasi dan akan menebal kembali. lama – kelamaan jaringan di sekitarnya menjadi nekrosis dan akhirnya hasil konsepsi terlepas. sehingga darah terus keluar. anti depresan) 4. Progesteron yang menurun akan menyebabkan gonadotropin ( FSH dan LH ) meningkat untuk inisiasi siklus berikutnya. pagi ini darahnya bertambah banyak sebanyak 4 kali ganti pembalut tetapi nyeri perut tidak ada? Jawab : Akibat terjadinya pendarahan di tempat implantasi. e. dimana jika korpus luteum tidak mengalami regresi dan tidak terjadi pelepasan lapisan fungsional endometrium maka tidak terjadi menstruasi. Obat-obatan (kemoterapi. Stress (LH dan FSH terganggu) 2. Penggunaan obat hormonal 5. FKUMP 2012 KELOMPOK TUTORIAL 3 Page 21 . Di ovarium folikel yang yang telah ovulasi akan membentuk korpus luteum yang menhasilkan progesterone yang memelihara endometrium untuk implantasi.

subinvolusio uteri. tanpa ada sebab organik. b. Apa saja penyebab keluar darah dari kemaluan? Jawab : 1. Bagaimana hubungan usia dengan keluar darah dari kemaluan? Jawab : FKUMP 2012 KELOMPOK TUTORIAL 3 Page 22 . radang tuba. karena adanya perdarahan berulang. koriokarsinoma. Kelainan organik Perdarahan dari uterus. Tuba fallopii : KET. abortus sedang berlangsung. c. tumor. sarkoma uteri. karsinoma korporis uteri. Perdarahan Anovulator : Stimulasi estrogen  tumbuhnya endometrium Kadar stimulasi esterogen turun dibawah tingkat tertentu perdarahan. Kelainan fungsional Perdarahan disfungsional Gambaran klinik : a. abortus inkompletus. tumor ovarium 2. Ovarium : radang ovarium. Korpus uteri : polip endometrium. h. ulkus pada porsio uteri. Serviks uteri : polipus servicis uteri.LAPORAN TUTORIAL SKENARIO A BLOK XVII Keluar darah dari kemaluan : abortus (pendarahan kehamilan usia muda) dan jenis abortus adalah inkompletus. mioma uteri. karsinoma servicis uteri. mola hidatidosa. g. tuba dan ovarium disebabkan kelainan pada : a. kadang siklis. kadang teratur. d. maka etiologinya : Korpus luteum persistents Insufisiensi korpus luteum Apopleksi uteri Kelainan darah b. erosio porsionis uteru. abortus imminens. Perdarahan ovulatoar Diagnosis : kerokan endometrium medekati haid Perdarahan dari : endometrium tipe sekresi.

Penderita belum pernah melakukan pemeriksaan kehamilan baik ke dokter ataupun melalui urin. langsung datang ke Poliklinik Kebidanan.LAPORAN TUTORIAL SKENARIO A BLOK XVII Pengelolaan standar menyarankan untuk pemeriksaan genetik amniosentesis pada semua ibu hamil dengan usia yang lanjut. pada usia di atas 35 tahun karena angka kejadian kelainan kromosom/trisomi akan meningkat setelah usia 35 tahun. Risiko ibu terkena zneuploidi adalah 1 : 80. Bagaimana cara menghitung kehamilan dan taksiran kelahiran berdasarkan HPHT? Jawab : Penentuan umur kehamilan menurut rumus Naegele HPHT 10 januari 2015 Febuari – 5 maret 2015 minggu hari 3 1 4 5 7 6 Lama kehamilan 8 minggu Penentuan hari perkiraan lahir menurut Naegele HPL= tanggal (+7) bulan (-3) tahun (+1) HPHT 10-1-2015  HPL 17-10-2015 b. Hal ini kaitannya dengan peningkatan kejadian kelainan kromosom/trisomi. i. Bagaimana cara mendiagnosa kehamilan? FKUMP 2012 KELOMPOK TUTORIAL 3 Page 23 . yaitu di atas 35 tahun. HPHT 10 Januari 2015. a. Dan Usia lebih 35 tahun merupakan salah satu faktor risiko pada beberapa kasus kematian janin. Bagaimana mekanisme keluar darah dari kemaluan? Jawab : FR : usia > 35 tahun  perdarahan desidua basalis  reaksi inflamasi dan nekrosis pada jaringan sekitar daerah yang mengalami perdarahan  konseptus lepas dari tempat implantasi  kontraksi uterus  rangsangan semakin lama semakin kuat  dilatasi serviks  ekspulsi hasil konsepsi  perdarahan (abortus) 2. Penderita juga belum pernah minta pertolongan sebelumnya.

disebabkan pengaruh estrogen dan progesteron yang merangsang ductus dan alveoli payudara  Miksi sering. betis. Tanda – tanda kemungkinan hamil  Perut membesar  Uterus membesar  Tanda Hegar : ditemukannya serviks dan isthmus uteri yang lunak pada pemeriksaan bimanual saat usia kehamilan 4 sampai 6 minggu  Tanda Chadwick : perubahan warna menjadi kebiruan yang terlihat di porsio vagina dan labia  Tanda Piskacek : pembesaran dan pelunakan rahim kesalah satu sisi rahim yang berdekatan dengan tuba uterina  Kontraksi-kontraksi kecil uterus jika dirangsang = Braxton – Hicks  Teraba ballotement  Reaksi kehamilan positif 3. karena kandung kemih tertekan oleh rahim yang membesar  Konstipasi/obstipasi karena tonus otot usus menurun  Pemekaran vena-vena (varises) dapat terjadi pada kaki. Tanda positif  Gerakan janin yang dapat dilihat atau dirasa atau diraba. tegang. dan vulva 2.LAPORAN TUTORIAL SKENARIO A BLOK XVII Jawab : Tanda dan gejala kehamilan. dan sedikit nyeri. Tanda presumptive  Amenorea (tidak mendapat haid)Wanita harus mengetahui tanggal hari pertama haid terakhir agar dapat ditaksir usia kehamilan dan taksiran tanggal persalinan. yaitu 1. juga bagian-bagian janin FKUMP 2012 KELOMPOK TUTORIAL 3 Page 24 .      Mual dan muntah Pingsan Tidak selera makan (anoreksia) Lelah Payudara membesar.

c. dilihat pada USG  Terlihat tulang-tulang janin dalam foto rontgen. Apa saja pemeriksaan yang dilakukan pada masa kehamilan? Jawab :  Pemeriksaan fisik:  Keadaan umum:  Tanda vital  Pemeriksaan jantung dan paru  Pemeriksaan payudara  Kelainan otot dan rangka serta ukuran neurologik  Pemeriksaan abdomen  Inspeksi  Bentuk dan ukuran abdomen  Perut bekas operasi  Tanda-tanda kehamilan  Gerakan janin  Varises atau pelebaran vena  Hernia  Edema  Palpasi  Tinggi fundus  Punggung bayi  Presentasi  Sejauh mana bagian terbawah bayi masuk ke pintu atas panggul  Auskultasi  10 minggu dengan doppler  20 minggu dengan fetoskop Pinard  Inspekulo vagina untuk identifikasi vaginitis pada Trimester  I/II Pemeriksaan laboratorium  Analisis urin rutin  Analisis tinja rutin  Hb.LAPORAN TUTORIAL SKENARIO A BLOK XVII  Denyut jantung janin : Didengar dengan stetoskop monoaureal Laennec. dicatat dan didengar dengan alat Doppler. dicatat dengan feto-elektrokardiogram. MCV  Golongan darah  Hitung jenis sel darah  Gula darah FKUMP 2012 KELOMPOK TUTORIAL 3 Page 25 .

LAPORAN TUTORIAL SKENARIO A BLOK XVII   Antigen Hepatitis B Virus  Antibody Rubella  HIV/ VDRL Pemeriksaan penunjang  Ultrasonografi.A adalah multipara yaitu wanita yang pernah melahirkan bayi viable beberapa kali. Abortus spontan yaitu abortus yang terjadi dengan sendirinya tanpa disengaja atau dengan tidak didahului faktor-faktor mekanis atau medisinalis. Sekarang ini penderita mempunyai 2 orang anak. anak kedua 7 tahun. Sedangkan makna belum keguguran dengan adanya jumlah paritas hal ini menyingkirkan kemungkinan bukan abortus habitualis. b. Anak pertama berumur 9 tahun. Apa saja jenis abortus? Jawaba : Abortus dapat dibagi atas dua golongan yaitu: Menurut terjadinya dibedakan atas: a. rutin pada kehamilan 18-22 minggu untuk identifikasi kelainan janin. c. karena seharusnya tanpa penggunaan kontrasepsi akan memiliki peluang besar untuk terjadi kehamilan sementara pada kasus telah terjadi jarak kehamilan selama 7 tahun. FKUMP 2012 KELOMPOK TUTORIAL 3 Page 26 . 3. Apa makna penderita mempunyai 2 orang anak dan tidak pernah abortus? Jawab : G3P2A0  Jumlah paritas menunjukan Ny. belum pernah mengalami keguguran. Apa hubungan tidak pernah kontrasepsi dan tidak pernah keguguran sedangkan anak terakhirnya sudah berusia 7 tahun? Jawab : Anak terakhir usia 7 tahun: Pada kasus ini kemungkinan telah terjadi infertilitas sekunder. sematamata disebabkan oleh faktor-faktor alamiah. a.

Abortus ini terbagi lagi menjadi: 1) Abortus medisinalis (abortus therapeutica) yaitu abortus karena tindakan kita sendiri.LAPORAN TUTORIAL SKENARIO A BLOK XVII b. Bila hasil tes urin masil positif keduanya maka prognosisnya adalah baik. ditandai perdarahan pervaginam. Untuk menentukan prognosis abortus iminens dapat dilakukan dengar melihat kadar hormon hCG pada urin dengan cara melakukan tes urin kehamilai menggunakan urin tanpa pengenceran dan pengenceran 1/10. 2) Abortus kriminalis yaitu abortus yang terjadi oleh karena tindakantindakan yang tidak legal atau tidak berdasarkan indikasi medis dan biasanya dilakukan secara sembunyi-sembunyi oleh tenaga tradisional. Diperhatikan ukuran biometri janin/kantong gestasi apakah sesuai dengan umur FKUMP 2012 KELOMPOK TUTORIAL 3 Page 27 . dapat membahayakan jiwa ibu (berdasarkan indikasi medis). Pemeriksaan USG diperlukan untuk mengetahui pertumbuhan janin yang ada dan mengetahui keadaan plasenta apakah sudah terjadi pelepasan atau belum. Diagnosis abortus iminens biasanya diawali dengan keluhan perdarahan pervaginam pada umur kehamilan kurang dari 20 minggu. Ostium uteri masih tertutup besarnya uterus masih sesuai dengan umur kehamilan dan tes kehamilan urir masih positif. Bila ibu ini masih menghendaki kehamilan tersebut. baik dengan memakai obat-obatan maupun dengan alat-alat. Penderita mengeluh mulas sedikit atau tidak ada keluhan sama sekali kecuali perdarahan pervaginam. Abortus provokatus (induksi abortus) adalah abortus yang disengaja tanpa indikasi medis. Pengelolaan penderita ini sangat bergantung pac informed consent yang diberikan. AbortusIminens Abortus tingkat permulaan dan merupakan ancaman terjadinya abortus. maka pengelolaan harus maksimal untuk mempertahankan kehamilan ini. ostium uteri masih tertutup dan hasil konsepsi masih baik dalam kandungan. Biasanya perlu mendapat persetujuan 2 sampai 3 tim dokter ahli. bila pengenceran 1/10 hasilnya negati maka prognosisnya dubia ad malam. Pembagian abortus secara klinis adalah sebagai berikut : 1. dengan alasan bila kehamilan dilanjutkan.

Penderita akan merasa mulas karena kontraksi yang sering dan kuat. Obat-obatan ini walaupun secara statistik kegunaannya tidak bermakna. Pemeriksaan USG dapat dilakukan baik secara transabdominal maupun transvaginal Pada USG transabdominal jangan lupa pasien harus tahan kencing terlebih dahulu untuk mendapatkan acoustic window yang baik agar rincian hasil USG dapat jelas. Denyut jantung janin dan gerakan janin diperhatikan di samping ada tidaknya hematoma retroplasenta atau pembukaan kanalis servikalis. Pada pemeriksaan USG akan didapati pembesaran uterus yang masih sesuai dengan umur kehamilan. AbortusInsipiens Abortus yang sedang mengancam yang ditandai dengan serviks telah mendatar dan ostium uteri telah membuka. Perhatikan pula ada tidaknya pelepasan plasenta dari dinding uterus. gerak janin dan gerak jantung janin masih jelas walau mungkin sudah mulai tidak normal. Bisa diberi spasmolitik agar uterus tidak berkontraksi atau diberi tambahan hormon progesteron atau derivatnya untuk mencegah terjadinya abortus. 2. tetapi efek psikologis kepada penderita sangat menguntungkan. biasanya terlihat penipisan serviks uterus atau pembukaannya. perdarahannya bertambah sesuai dengan pembukaan serviks uterus dan umur kehamilan. Penderita boleh dipulangkan setelah tidak terjadi perdarahan dengan pesan khusus tidak boleh berhubungan seksual dulu sampai lebih kurang 2 minggu. Penderita diminta untuk melakukan tirah baring sampai perdarahan berhenti. akan tetapi hasil konsepsi masih dalam kavum uteri dan dalam proses pengeluaran. Besar uterus masih sesuai dengan umur kehamilan dengan tes urin kehamilan masih positif. Pengelolaan penderita ini harus memperhatikan keadaan umum dan perubahan keadaan hemodinamik yang terjadi dan segera lakukan tindakan evakuasi/pengeluaran hasil konsepsi disusul dengan kuretase bila FKUMP 2012 KELOMPOK TUTORIAL 3 Page 28 .LAPORAN TUTORIAL SKENARIO A BLOK XVII kehamilan berdasarkan HPHT.

yang menyebabkan sebagian placental site masih terbuka sehingga perdarahan berjalan terus. Besar uterus tidak sesuai dengan umur kehamilan. osteum uteri telah menutup. Pemeriksaan USG tidak perlu dilakukan bila pemeriksaan secara klinis sudah memadai Pada pemeriksaan tes urin biasanya masih positif sampai 7-10 hari setelah abortus. AbortusKompletus Seluruh hasil konsepsi telah keluar dari kavum uteri pada kehamilan kurang dari 20 minggu atau berat janin kurang dari 500 gram. Semua hasil konsepsi telah dikeluarkan. Batasan ini juga masih terpancang pada umur kehamilan kurang dari 20 minggu atau berat janin kurang dari 500 gram. AbortusInkompletus Sebagian hasil konsepsi telah keluar dari kavum uteri dan masih ada yang tertinggal. uterus biasanya sudah melebihi telur angsa tindakan evakuasi dan kuretase harus hati-hati. Hal ini diperlukan untuk mencegah terjadinya perforasi pada dinding uterus. Pada umur kehamilan di atas 12 minggu. Pasien dapat jatuh dalam keadaan FKUMP 2012 KELOMPOK TUTORIAL 3 Page 29 . kalau perlu dilakukan evakuasi dengan cara digital yang kemudian disusul dengan tindakan kuretase sambil diberikan uterotonika. Pascatindakan perlu perbaikan keadaan umum. Biasanya hanya diberi roboransia atau hematenik bila keadaan pasien memerlukan. dan antibiotika profilaksis. Uterotonika tidak perlu diberikan.LAPORAN TUTORIAL SKENARIO A BLOK XVII perdarahan banyak. pemberian uterotonika. 3. Pengelolaan penderita tidak memerlukan tindakan khusus ataupun pengobatan. kanalis servikalis masih terbuka dan teraba jaringan dalam kavum uteri atau menonjol pada ostium uteri eksternum. Sebagian jaringan hasil konsepsi masih tertinggal di dalam uterus di mana pada pemeriksaan vagina. 4. Perdarahan biasanya masih terjadi jumlahnya pun bisa banyak atau sedikit bergantung pada jaringan yang tersisa. uterus sudah mengecil sehingga perdarahan sedikit.

Pada pemeriksaan USG akan didapatkan uterus yang mengecil. Pemeriksaan USG hanya dilakukan bila kita ragu dengan diagnosis secara klinis. tetapi pertumbuhan janin terhenti. Bila terjadi perdarahan yang hebat.LAPORAN TUTORIAL SKENARIO A BLOK XVII anemia atau syok hemoraeik sebelum sisa jaringan konsepsi dikeluarkan. kantong gestasi yang mengecil. Bila missed abortion berlangsung lebih dari 4 minggu harus diperhatikan kemungkinan terjadinya gangguan penjendalan darah oleh karena hipofibriFKUMP 2012 KELOMPOK TUTORIAL 3 Page 30 . Pascatindakan perlu diberikan uterotonika parenteral ataupun per oral dan antibiotika. dianjurkan segera melakukan pengeluaran sisa hasil konsepsi secara manual agar jaringan yang mengganjal terjadinya kontraksi uterus segera dikeluarkan. Pengelolaan pasien harus diawali dengan perhatian terhadap keadaan umum dan mengatasi gangguan hemodinamik yang terjadi untuk kemudian disiapkan tindakan kuretase. dan bentuknya tidak beraturan disertai gambaran fetus yang tidak ada tanda-tanda kehidupan. MissedAbortion Abortus yang ditandai dengan embrio atau fetus telah meninggal dalam kandungan sebelum kehamilan 20 minggu dan hasil konsepsi seluruhnya masih tertahan dalam kandungan. kontraksi uterus dapat berlangsung baik dan perdarahan bisa berhenti Selanjurnya dilakukan tindakan kuretase. Tindakan yang dianjurkan ialah dengan karet vakum menggunakan kanula dari plastik. Pada pemeriksaan tes urin kehamilan biasanya negatif setelah satu minggu dari terhentinya pertumbuhan kehamilan. di kavum uteri tampak massa hi~ perekoik yane bentuknya tidak beraturan. 5. Penderita missed abortion biasanya tidak merasakan keluhan apa pun kecuali merasakan pertumbuhan kehamilannya tidak seperti yang diharapkan. Tindakan kuretase harus dilakukan secara hati-hati sesuai dengan keadaan umum ibu dan besarnya uterus. Besar uterus sudah lebih kecil dari umur kehamilan dan kantong gestasi sudah sulit dikenali. Bila kehamilan di atas 14 minggu sampai 20 minggu penderita justeru merasakan rahimnya semakin mengecil dengan tanda-tanda kehamilan sekunder pada payudara mulai menghilang» hadangkah missed abortion juga diawali dengan abortus iminens yang kemudian me- I rasa sembuh.

penderita diistirahatkan satu hari dan kemudian induksi diulangi biasanya maksimal 3 kali. Pengelolaan missed abortion perlu diutarakan kepada pasien dan keluarganya secara baik karena risiko tindakan operasi dan kuretase ini dapat menimbulkan komplikasi perdarahan atau tidak bersihnya evakuasi/kuretase dalam sekali tindakan. Pada dekade belakangan ini banyak tulisan yang telah menggunakan prostaglandin atau sintetisnya untuk melakukan induksi pada missed abortion. Apabila terdapat hipo-fibrinogenemia perlu disiapkan FKUMP 2012 KELOMPOK TUTORIAL 3 Page 31 . Beberapa cara dapat dilakukan antara lain dengan pemberian infus intravena cairan oksitosin dimulai dari dosis 10 unit dalam 500 cc dekstrose 5 % tetesan 20 tetes per menit dan dapat diulangi sampai total oksitosin 50 unit dengan tetesan dipertahankan untuk mencegah terjadinya retensi cairan tubuh. Setelah janin atau jaringan konsepsi berhasil keluar dengan induksi ini dilanjutkan dengan tindakan kuretase sebersih mungkin. Kemungkinan penyulit pada tindakan missed abortion ini lebih besar mengingat jaringan plasenta yang menempel pada dinding uterus biasanya sudah lebih kuat. Salah satu cara yang banyak disebutkan adalah dengan pemberian mesoprostol secara sublingual sebanyak 400 mg yang dapat diulangi 2 kali dengan jarak enam jam. Pada umur kehamilan kurang dari 12 minggu tindakan evakuasi dapat dilakukan secara langsung dengan melakukan dilatasi dan kuretase bila serviks uterus memungkinkan. Faktor mental penderita perlu diperhatikan karena penderita umumnya merasa gelisah setelah tahu kehamilannya tidak tumbuh atau mati.LAPORAN TUTORIAL SKENARIO A BLOK XVII nogenemia sehingga perlu diperiksa koagulasi sebelum tindakan evakuasi dan kuretase. Jika tidak berhasil. Dengan obat ini akan terjadi pengeluaran hasil konsepsi atau terjadi pembukaan ostium serviks sehingga tindakan evakuasi dan kuretase dapat dikerjakan untuk mengosongkan kavum uteri. Bila umur kehamilan di atas 12 minggu atau kurang dari 20 minggu dengan keadaan serviks uterus yang masih kaku dianjurkan untuk melakukan induksi terlebih dahulu untuk mengeluarkan janin atau mematang kan kanalis servikalis.

Dengan pemeriksaan dalam/inspekulo kita bisa menilai diameter kanalis servikalis dan didapati selaput ketuban yang mulai menonjol pada saat mulai memasuki trimester kedua. Bishop melaporkan kejadian abortus habitualis sekitar 0. Penyebab abortus habitualis selain faktor anatomis banyak yang mengaitkannya dengan reaksi imunologik yaitu kegagalan reaksi terhadap antigen lymphocyte trophoblast cross reactive (TLX). Diagnosis inkompetensia serviks tidak sulit dengan anamnesis yang cermat. 6. Untuk itu. di mana ostium serviks akan membuka (inkompeten) tanpa disertai rasa mules/kontraksi rahim dan akhirnya terjadi pengeluaran janin. robekan serviks yang luas sehingga diameter kanalis servikalis sudah melebar. AbortusHabitualis Abortus habitualis ialah abortus spontan yang terjadi 3 kali atau lebih berturut-turut Penderita abortus habitualis pada umumnya tidak sulit untuk menjadi hamil kembali. Kelainan ini dapat diobati dengan transfusi leukosit atau hepari-nisasi. Bila reaksi terhadap antigen ini rendah atau tidak ada. Salah satu penyebab yang sering dijumpai ialah inkompetensia serviks yaitu keadaan di mana serviks uterus tidak dapat menerima beban untuk tetap bertahan menutup setelah kehamilan melewati trimester pertama.LAPORAN TUTORIAL SKENARIO A BLOK XVII transfusi darah segar atau fibrinogen. Diameter ini melebihi 8 mm. Pascatindakan kalau perlu dilakukan pemberian infus intravena cairan oksitosin dan pemberian antibiotika.41 % dari seluruh kehamilan. dekade terakhir menyebutkan perlunya mencari penyebab abortus ini secara lengkap sehingga dapat diobati sesuai dengan penyebabnya. misalnya pada tindakan usaha pembukaan serviks yang berlebihan. pengelolaan penderita inkompetensia serviks dianjurkan untuk periksa FKUMP 2012 KELOMPOK TUTORIAL 3 Page 32 . tetapi kehamilannya berakhir dengan keguguran/abortus secara berturut-turut. Akan tetapi. Kelainan ini sering disebabkan oleh trauma serviks pada kehamilan sebelumnya. maka akan terjadi abortus.

Untuk tahap pertama dapat diberikan Penisilin 4 x 1.AbortusSeptik Abortus infeksiosus ialah abortus yang disertai infeksi pada alat genitalia. menggigil.LAPORAN TUTORIAL SKENARIO A BLOK XVII hamil seawal mungkin dan bila dicurigai adanya inkompetensia serviks harus dilakukan tindakan untuk memberikan fiksasi pada serviks agar dapat mtntrima beban dengan berkembangnya umur kehamilan. uterus yang membesar dan lembut. septikemia) dan dapat jatuh dalam keadaan syok septik. Pada laboratorium didapatkan tanda infeksi dengan leukositosis. dan tekanan darah turun. Kejadian im merupakan salah satu komplikasi tindakan abortus yang paling sering terjadi apalagi bila dilakukan kurang memperhatikan asepsis dan antisepsis. 7. perdarahan pervaginam yang berbau. Operasi dilakukan pada umur kehamilan 12 14 minggu dengan cara SHIRODKAR atau McDONALD dengan melingkari katmlis servikalis dengan benang sutera/MERSILENE yang tebal dan simpul baru dibuka setelah umur kehamilan aterm dan bayi siap dilahirkan. Bila sampai terjadi sepsis dan syok. AbortusInfeksious. Diagnosis ditegakkan dengan anamnesis yang cermat tentang upaya tindakan abortus yang tidak menggunakan peralatan yang asepsis dengan didapat gejala dan tanda panas tinggi. Abortus infeksiosus dan abortus septik perlu segera mendapatkan pengelolaan yang adekuat karena dapat terjadi infeksi yang lebih luas selain di sekitar alat genkalia juga ke rongga peritoneum. serta nyeri tekan. takikardia. Abortus septik ialah abortus yang disertai penyebaran infeksi pada peredaran darah tubuh atau peritoneum (septikemia atau peritonitis). bahkan dapat ke seluruh tubuh (sepsis. panas tinggi. tampak sakit dan lelah.2 juta unit atau Ampisilin 4 x 1 gram ditambah FKUMP 2012 KELOMPOK TUTORIAL 3 Page 33 . penderita akan tampak lelah. Pengelolaan pasien ini harus mempertimbangkan keseimbangan cairan tubuh dan perlunya pemberian antibiotika yang adekuat sesuai dengan hasil kultur dan sensitivitas kuman yang diambil dari darah dan cairan fluksus/fluor yang keluar pervaginam.

indikasi dan kontra indikasi) Jawab : FKUMP 2012 KELOMPOK TUTORIAL 3 Page 34 . a. Bila tetap tidak dijumpai struktur mudigah atau kantong kuning telur dan diameter kantong gestasi sudah mencapai 25 mm maka dapat dinyatakan sebagai kehamilan anembrionik. Bila tidak dilakukan tindakan. Biasanya sampai sekitar 14 .5 cm yang tidak disertai adanya gambaran mudigah. Sebelum alat USG ditemukan.LAPORAN TUTORIAL SKENARIO A BLOK XVII Gentamisin 2 x 80 mg dan Metronidazol 2 x 1 gram. Selanjutnya antibiotik disesuaikan dengan hasil kultur. Apa saja jenis kontrasepsi? (cara. Tindakan kuretase dilaksanakan bila keadaan tubuh sudah membaik minimal 6 jam setelah antibiotika adekuat diberikan. Untuk itu. Apabila ditakutkan terjadi tetanus. Kelainan ini merupakan suara kebm-an kehamilan yang baru terdeteksi setelah berkembangnya ultrasonografi. 8. kehamilan ini akan berkembang terus walaupun tanpa ada janin di dalamnya. Pengelolaan kehamilan anembrionik dilakukan terminasi kehamilan dengan dilatasi dan kuretase secara elektif. Di samping mudigah kantong kuning telur juga tidak ikut terbentuk. kelainan kehamilan ini mungkin banyak dianggap sebagai abortus biasa. perlu ditambah dengan injeksi ATS dan irigasi kanalis vagina/uterus dengan larutan peroksida (H2O2) kalau perlu histerektomi total secepatnya. Antibiotik dilanjutkan sampai 2 hari bebas demam dan bila dalam waktu 2 hari pemberian tidak memberikan respons harus diganti dengan antibiotik yang lebih sesuai.16 minggu akan terjadi abortus spontan. Diagnosis kehamilan anembrionik ditegakkan pada usia kehamilan 7-8 minggu bila pada pemeriksaan USG didapatkan kantong gestasi tidak berkembang atau pada diameter 2. 4. KehamilanAnembrionik(BlightedOvum) Kehamilan anembrionik merupakan kehamilan patologi di mana mudigah tidak terbentuk sejak awal walaupun kantong gestasi tetap terbentuk. Ma pada saat USG pertama kita mendapatkan gambaran seperti ini perlu dilakukan evaluasi USG 2 minggu kemudian. penderita tidak pernah menggunakan kontrasepsi cara apapun. Selama ini. Jangan lupa pada saat tindakan uterus dilindungi dengan uterotonika.

LAPORAN TUTORIAL SKENARIO A BLOK XVII 1. ibu yang siklus haid tidak teratur. telah memiliki anak. Pada dasarnya kontrasepsi pil terbagi menjadi tiga bagian. nyeri haid yang hebat dan ibu yang sering lupa menggunakan kontrasepsi pil. pil yang mengandung progesteron dan pil yang mengandung estrogen. 3. ibu yang menyusui. riwayat kehamilan ektopik. akan tetapi ibu lebih suka menggunakan suntik yang sebulan karena suntik sebulan dapat menyebabkan perdarahan bulanan teratur dan jarang menyebabkan spoting. perokok. depresi berat dan obesitas. berbentuk tablet. perdarahan yang belum jelas penyebabnya. Ibu yang menyusui tapi tidak memberikan asi esklusif. telah mempunyai anak.  Kontra indikasi Kontra indikasi kontrasepsi adalah ibu yang dicuriagai hamil. Kontrasepsi Suntik Kontrasepsi Suntik adalah alat kontrasepsi yang mengandung hormon progesterone dan ekstrogen. kontrasepsi ada ada 2 macam yaitu suntik yang sebulan sekali ( syclopen ) dan suntik 3 bulan sekali ( depo propera ). . 2.  Indikasi Indikasi kontrasepsi suntik adalah usia reproduksi. ibu post partum. diabetes berat dengan komplikasi. menderita kanker payudara dan ibu yang menderita diabetes militus disertai komplikasi.  Indikasi: Indikasi penggunaan kontrasepsi pil adalah usia reproduksi. Kontrasepsi Susuk FKUMP 2012 KELOMPOK TUTORIAL 3 Page 35 .  Kontra indikasi: pengguna kontrasepsi pil adalah ibu yang sedang hamil. Kontrasepsi Pil adalah metode kontrasepsi hormonal yang digunakan wanita. perdarahan yang tidak terdeteksi. yaitu pil kombinasi.

adanya penyakit hati yang berat. multigravida. wanita yang menderita PMS.Kontrasepsi ini sangat efektif digunakan bagi ibu yang tidak boleh menggunakan kontrasepsi yang mengandung hormonal dan merupakan kontrasepsi jangka panjang 8 -10 tahun. wanita yang mengalami kesulitan menggunakan kontrasepsi lain. wanita yang ingin kontrasepsi jangka panjang. wanita yang pernah menderita infeksi rahim.  Kontra indikasi Wanita yang sedang hamil. Wanita yang sedang menderita infeksi alat genitalia.  Indikasi Indikasi kontrasepsi implant adalah wanita usia subur.LAPORAN TUTORIAL SKENARIO A BLOK XVII Implant adalah alat kontrasepsi yang dimasukkan kedalam bawah kulit. Sangat efektif bagi ibu yang tidak boleh menggunakan obat yang mengandung estrogen. 4. ibu yang menyusui.  Indikasi indikasi pemakaian kontrasepsi IUD adalah : Wanita yang menginginkan kontrasepsi jangka panjang. perdarahan yang tidak diketahui penyebabnya. wanita yang pernah mengalami pedarahan yang hebat. perdarahan vagina yang tidak diketahui. Kontrasepsi IUD IUD adalah alat kontrasepsi yang dimasukkan kedalam rahim yang megandung tembaga. Kontrasepsi Mantap FKUMP 2012 KELOMPOK TUTORIAL 3 Page 36 . 5. dan merupakan kontrasepsi jangka panjang 5 tahun serta efek perdarahan lebih ringan tidak menaikan tekanan darah. wanita yang tidak dapat menggunakan kontrasepsi IUD. obesitas dan depresi. pasca keguguran  Kontra indikasi Kontra indikasi kontrasepsi implant adalah ibu yang hamil. yang memiliki keefektivitas yang cukup tinggi.

Tidak mempengaruhi jumlah dan kualitas ASI.  Indikasi Indikasi tubektomi adalah wanita usia subur. metode ini melibatkan pembedahan abdominal dan perawatan di rumah sakit yang melibatkan waktu yang cukup lama. 7. 3.  Kontra indikasi Kontra indikasi adalah ketidak mampuan fisik yang serius. Dapat mencegah kehamilan di luar kandungan. 6. masalah urologi.LAPORAN TUTORIAL SKENARIO A BLOK XVII a. b. penyakit psikiatik. keadaan sakit yang dapat meningkatkan resiko saat operasi. Tidak mengganggu hubungan seks dengan pasangan. b. yang merupakan saluran yang mengangkut sperma dari epididimis di dalam testis ke vesikula seminalis. sudah mempunyai anak. Pencegahan kehamilan yang ampuh untuk paling tidak 10 tahun. 2. Kelebihan: 1. tiadak didukung oleh pasangan. Tubektomi Tubektomi adalah satu – satunya kontrasepsi yang permanent.  Kontra indikasi Kontra indikasi adalah ketidak setujuan terhadap operasi dari salah satu pasangan. Apa manfaat dan kerugian kontrasepsi? Jawab : b. wanita yang tidak menginginkan anak lagi. Dapat digunakan sampai manopouse FKUMP 2012 KELOMPOK TUTORIAL 3 Page 37 . 4. 5. Bisa subur kembali setelah IUD dikeluarkan. Vasektomi adalah pemotongan vas deferen. Vasektomi Vasektomi adalah pilihan kontrasepsi permanent yang popular untuk banyak pasangan. Tidak terpengaruh obat-obatan.

harus dilakukan tenaga kesehatan terlatih. Awal pemakaian bisa terjadi bercak darah. Mudah digunakan. 5. 4. Memperkecil kemungkinan kurang darah dan nyeri haid. 3. 5. Bisa digunakan wanita yang sudah punya anak ataupun baru menikah. 4. 3. Saat memasang dan mengeluarkan IUD. tidak mempengaruhi ASI. Setelah setahun menggunakan dan berhenti haid belum teratur. 2. 2. Pil KB FKUMP 2012 KELOMPOK TUTORIAL 3 Page 38 .LAPORAN TUTORIAL SKENARIO A BLOK XVII c. Suntik KB Kelebihan: 1. kanker indung telur dan pembengkakan pinggul. Kekurangan: 1. Memberi perlindungan terhadap kanker rahim. membutuhkan waktu empat bulan atau lebih. Kesuburan lambat kembali. Pemasangannya membutuhkan prosedur medis. Bisa merasakan pembengkakan di pinggul. Tidak mengganggu hubungan intim dengan pasangan. 3. 6. sehingga wanita yang memakai IUD harus rutin periksa ke tenaga kesehatan. 4. hanya sekali suntik setiap tiga bulan dan bisa kembali subur saat ingin dihentikan. Bisa menyebabkan kenaikan berat badan. Terjadi perubahan siklus haid.Kekurangan: 1. Jika digunakan ibu menyusui enam minggu setelah melahirkan. Bisa keluar dari rahim tanpa diketahui. 6. Haid lebih lama dan banyak dan bercak diantara masa haid umumnya terjadi pada 3-6 bulan pertama setelah pemasangan. 2. jika berkelanjutan hubungi Bidan/Bidan Desa.

4. Tidak memerluka pemeriksaan dalam. terutama jika lupa atau terlambat minum pil. 5. 5. 6. Biasanya haid akan terhenti. 3. 4. Bisa terjadi peningkatan atau penurunan berat badan. Tidak mengganggu hubungan seks. Hanya perlu pemeriksa ke tenaga kesehatan jika ada keluhan 8. 3. 2. wanita yang memiliki darah tinggi atau berusia 35 tahun ke atas dan merokok. 2. Walau sangat jarang. Bisa digunakan wanita segala usia. Pengembalian tingkat kesuburan yang cepat setelah dilepas. 3. 2. 3. Perlindungan jangka panjang (sampai 5 tahun). serangan jantung atau penggumpalan darah dalam pembuluh. Pendarahan atau bercak darah. FKUMP 2012 KELOMPOK TUTORIAL 3 Page 39 . Implant Kelebihan: 1. Tidak menggaggu ASI 7. Bisa menimbulkan sakit kepala. Berat badan bisa naik. Tidak mengganggu hubungan intim dengan pasangan. Akan timbul perasaan mual. 2. Bebas dari pengaruh estrogen.LAPORAN TUTORIAL SKENARIO A BLOK XVII Kelebihan: 1. 5. Sangat ampuh sebagai _alat kontrasepsi_ apabila digunakan dengan benar dan tidak terputus. Pada tiga bulan pertama bisa merasakan mual. 5. Kekurangan: 1. 4. * Bisa merasakan sakit kepala ringan. Kesuburan segera kembali setelah dihentikan. Mengatur siklus haid. berisiko terserang stroke. Kekurangan: 1. Membutuhkan tindak pembedahan kecil untuk insersi dan pencabutan. Dapat dilepas sesuai kebutuhan. Perubahan perasaan atau kegelisahan. 4.

Kekurangan: 1. Rasa sakit atau tidak nyaman dalam jangka pendek setelah tindakan. Sangat efektif dan permanen. 2. akibat penggunaan reaksi lidokain anafilaksi atau yang manipulasi berlebihan terhadapa anyaman pembuluh darah di sekitar vasa deferensia.LAPORAN TUTORIAL SKENARIO A BLOK XVII Tubektomi Kelebihan: 1. 4. Tidak mempengaruhi proses menyusui. Konseling mutlak diperlukan. 4. 3. 2. 3. Tidak ada efek samping jangka panjang. Kondom FKUMP 2012 KELOMPOK TUTORIAL 3 Page 40 . Konseling dan persetujuan mutlak diperlukan. Kekurangan: 1. Sangat efektif dan permanen. 3. Dapat menyesal di kemudian hari saat ingin memiliki anak lagi. Tidak mengganggu hubungan seks dan perubahan dalam fungsi seksual. 6. Harus dipertimbangkan dengan baik karena bersifat permanen (tidak dapat dipulihkan kembali) kecuali dengan operasi rekanalisasi. Tindakan pembedahan yang aman dan sederhana. Harus dilakukan dokter terlatih atau dokter spesialis Vasektomi Kelebihan: 1. 5. Komplikasi dapat terjadi saat prosedur berlangsung atau beberapa disebabkan saat oleh tindakan. Tidak ada efek samping. 2.

3. Efektifitas tidak terlalu tinggi. kesadaran: compos mentis Tanda Vital: N: 88x/menit isi tegangan cukup.00C a. Penggunaan sangat mempengaruhi keberhasilan kontrasepsi. Tidak perlu pemeriksaan khusus. TD:100/60mmHg. Murah dan dapat dibeli secara umum. Kekurangan: 1. Pemeriksaan Fisik : Keadaan umum : tampak sakit sedang. T:36. * Agak mengganggu hubungan seksual 5. 2.LAPORAN TUTORIAL SKENARIO A BLOK XVII Kelebihan: 1. Efektif bila digunakan dengan benar. RR:20x/menit. Bagaimana interpretasi meknisme dari pemeriksaan fisik? Jawab : N Interpretasi O 1 Keadaan umum: Abnormal tampak sakit sedang kesadaran: compos mentis 2 3 N: 88x/menit isi 60-100 x/menit tegangan cukup Normal TD: 100/60 mmHg Sistol : 100-120 mmHg Diastol 60-80 mmHg Normal 4 RR: 20x/menit 16-24 x/menit FKUMP 2012 KELOMPOK TUTORIAL 3 Page 41 : .

akral dingin dan pucat a.LAPORAN TUTORIAL SKENARIO A BLOK XVII Normal 5 T: 36. nyeri goyang portio (-) - Corpus uteri: sesuai kehamilan 8 minggu - Cavum Douglas tidak menonjol a. tidak teraba massa. Bagaimana interpretasi dan mekanisme dari pemeriksaan khusus? Jawab : Semua hasil dari pemeriksaan khusus dalam batas normal 7. simetris. Pemeriksaan Obstetri: PL: - TFU: 2 jari atas simfisis pubis - Terdapat perdarahan pervaginam berwarna merah segar Inspekulo: - Portio: livide - Fluxus (+) darah aktif keluar dari OUE - Tampak jaringan di bawah OUE - Polip. bising usus normal. Bagaimana interpretasi dan mekanisme dari pemeriksaan obstetri? FKUMP 2012 KELOMPOK TUTORIAL 3 Page 42 .5 ºc Normal 6. teraba jaringan di muara OUE. Pemeriksaan Khusus : Kepala : konjungtiva tidak pucat. nyeri tekan tidak ada. laserasi (-) - Cavum Douglas tidak menonjol PD (Toucher): - Portio: lunak - OUE terbuka. lemas.0ºC 36ºc – 37. erosi. tidak anemis Thoraks : dalam batas normal Abdomen : datar. hepar lien sulit diraba Ekstrimitas : edema (-).

- Fluxus (+) darah aktif keluar dari OUE Interpretasi : pengeluaran hasil konsepsi Mekanisme: Perdarahan desidua basalis à reaksi inflamasi dan nekrosis pada jaringan sekitar daerah yang mengalami perdarahan à konseptus lepas dari tempat implantasi à kontraksi uterus à rangsangan semakin lama semakin kuat à dilatasi serviks à ekspulsi hasil konsepsi à perdarahan - Tampak jaringan di bawah OUE Interpretasi : Jaringan hasil konsepsi yang keluar tidak sempurna (inkomplit) Mekanisme : FKUMP 2012 KELOMPOK TUTORIAL 3 Page 43 .LAPORAN TUTORIAL SKENARIO A BLOK XVII Jawab : PL: - TFU: 2 jari atas simfisis pubis Interpretasi: Tanda kehamilan berusia <20 minggu - Terdapat perdarahan pervaginam berwarna merah segar Interpretasi : pengeluaran hasil konsepsi mekanisme: Perdarahan desidua basalis à reaksi inflamasi dan nekrosis pada jaringan sekitar daerah yang mengalami perdarahan à konseptus lepas dari tempat implantasi à kontraksi uterus à rangsangan semakin lama semakin kuat à dilatasi serviks à ekspulsi hasil konsepsi à perdarahan Inspekulo: - Portio: livide Interpretasi: tanda kehamilan ditandai perubahan warna vagina menjadi biru/ungu (Chadwick) mekanisme: terjadi peningkatan vaskular dan hiperemia pada kulit dan otot di perineum dan vulva. disertai dengan penipisan mukosa dan jaringan ikat serta phipertrofi sel sel otot polos.

380x103 ml FKUMP 2012 KELOMPOK TUTORIAL 3 Page 44 . teraba jaringan di muara OUE. Bagaimana interpretasi dan mekanisme dari pemeriksaan laboratorium? Jawab : Darah rutin: Hb: 10. Trombosit: 250.8 mg/dl Interpretasi: Normal wanita hamil 10-15 mg/dl Trombosit: 250. Pemeriksaan Laboratorium: Darah rutin: Hb: 10. nyeri goyang portio (-) Interpretasi : Jaringan hasil konsepsi yang keluar tidak sempurna (inkomplit) Mekanisme : - Perdarahan desidua basalis à reaksi inflamasi dan nekrosis pada jaringan sekitar daerah yang mengalami perdarahan à konseptus lepas dari tempat implantasi namun tidak sempurna karena sebagian sudah tertanam ke dalam desiduaà kontraksi uterus à Pengeluaran sebgaian hasil konsepsià Tampak jaringan di OUE - Cavum Douglas tidak menonjol Interpretasi : tidak terdapat cairan dalam cavum douglas 8.000/ml.000/ml Interpretasi: Nilai normal 170.LAPORAN TUTORIAL SKENARIO A BLOK XVII Perdarahan desidua basalis à reaksi inflamasi dan nekrosis pada jaringan sekitar daerah yang mengalami perdarahan à konseptus lepas dari tempat implantasi namun tidak sempurna karena sebagian sudah tertanam ke dalam desiduaà kontraksi uterus à Pengeluaran sebgaian hasil konsepsià Tampak jaringan di OUE - Cavum Douglas tidak menonjol Interpretasi : tidak terdapat cairan dalam cavum douglas PD (Toucher): - Portio: lunak Interpretasi : tanda kehamilan (Tanda Hegar) - OUE terbuka.000/dl a.8 mg/dl. Leukosit: 15.

Bagaimana interpretasi dan mekanisme dari pemeriksaan penunjang? Jawab : USG: - Tampak uterus lebih besar dari normal Interpretasi : Tanda terjadinya kehamilan - Tampak kantong gestasi intrauterine. ireguler. ireguler : menjunjukan kehamilan intrauterin.000/dl 9. Anamnesis b. yang menunjukan terjadinya kehamilan 10. fetal echo (-) Interpretasi: Tampak kantong gestasi intrauterine. Bagaimana cara mendiagnosis pada kasus ini? Jawab : a. Pemeriksaan Penunjang: USG: - Tampak uterus lebih besar dari normal - Tampak kantong gestasi intrauterine. menunjukan bahwa janin telah meninggal - Adneksa dalam batas normal : tidak terdapat tumor atau kista pada adneksa Plano test (Test Pack): (+) : menunjukan terjadinya peningkatan Kadar HCG yang dapat dinilai melalui uji urine.000/dl interpretasi: 6000-17. yang dapat dideteksi pada usia kehamilan 4minggu fetal echo (-) : Tanda kehidupan janin. fetal echo (-) - Adneksa dalam batas normal Plano test (Test Pack): (+) a. ireguler.LAPORAN TUTORIAL SKENARIO A BLOK XVII Leukosit: 15. Pemeriksaan Fisik c. Apa saja diagnosis banding pada kasus ini? FKUMP 2012 KELOMPOK TUTORIAL 3 Page 45 . Pemeriksaan Penunjang 11.

Mola Hidatidosa .Abortus Insipiens .Abortus Imminens .KET .Abortus Inkompletus FKUMP 2012 KELOMPOK TUTORIAL 3 Page 46 .LAPORAN TUTORIAL SKENARIO A BLOK XVII Jawab : Diagnosis Banding .

LAPORAN TUTORIAL SKENARIO A BLOK XVII Gejala dan Tanda Abortus Abortus Mola Kehamilan Abortus Insipiens Imminens Hidatidosa Ektopik Terganggu Inkompletus Vagina Bleeding + + + + + Riwayat Infeksi + +/- +/- - - Tidak sesuai usia kehamilan (>besar) Sesuai Usia Kehamilan Sesuai Usia Kehamilan Pembesaran Uterus Sesuai Sesuai Usia Usia Kehamilan Kehamilan Portio Livide + + + + + OUE terbuka + - - - + Laserasi cervix - - - - - Beta HCG + + + + + Demam - - - - - +/- +/- - - + - - - - - Nyeri tekan Uterus +/- - + - +/- Parametrium dan Adneksa Normal Normal Normal Ada Janin Normal Leukositosis Vaginal Discharge FKUMP 2012 KELOMPOK TUTORIAL 3 Page 47 .

evakuasi sisa hasil konsepsi dengan AVM atau D&K (Pilihan tergantung dari usia gestasi. dianjurkan segera melakukan pengeluaran sisa hasil konsepsi secara manual agar jaringan yang mengganjal terjadinya kontraksi uterus segera dikeluarkan. Tindakan yang dianjurkan ialah dengan karet vakum menggunakan kanula dari plastik. 2. Apa diagnosis pasti pada kasus ini? Jawab: Abortus Inkompletus 14. beri ampicilin 1 g dan metronidazol 500 mg setiap 8 jam 15. Setelah itu evaluasi pendarahan :  Pendarahan terus berlangsung. ireguler. Pascatindakan perlu diberikan uterotonika parenteral ataupun per oral dan antibiotika. Bila terjadi perdarahan yang hebat. dapat dikeluarkan secara digital atau cunam ovum. Bagaimana pemeriksaan tambahan pada kasus ini? Jawab : USG: - Tampak uterus lebih besar dari normal - Tampak kantong gestasi intrauterine. pembukaan serviks. Tindakan kuretase harus dilakukan secara hati-hati sesuai dengan keadaan umum ibu dan besarnya uterus. Hasil konsepsi yang terperangkap pada serviks yang disertai pendarahan hingga ukuran sedang. dan keberadaan bagian – bagian janin) Bila terjadi infeksi. Bagaimana komplikasi pada kasus ini? FKUMP 2012 KELOMPOK TUTORIAL 3 Page 48 . Bagaimana pentalaksanaan pada kasus ini? Jawab : 1.LAPORAN TUTORIAL SKENARIO A BLOK XVII 12. fetal echo (-) - Adneksa dalam batas normal Plano test (Test Pack): (+) 13. kontraksi uterus dapat berlangsung baik dan perdarahan bisa berhenti Selanjurnya dilakukan tindakan kuretase.

Kemudian kami jadkan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim) (13). Kemudian air mani itu kami jadikan segumpal darah. 3. Perbaikan endokrin yang abnormal pada wanita dengan abortus yang rekuren mempunyai prognosis yang baik sekitar >90 %. Sekitar 77 % angka kelahiran hidup setelah pemeriksaan aktivitas jantung janin pada kehamilan 5 sampai 6 minggu pada wanita dengan 2 atau lebih abortus yang tidak jelas. Payah ginjal akut 5. Bagaimana pandangan islam terhadap kasus ini? “Dan sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah (12). Syok. Perforasi sering terjadi sewaktu dilatasi dan kuretase yang tidak dilakukan oleh tenaga yang tidak ahli seperti bidan atau dukun 3. Gawat darurat Lulusan dokter mampu membuat diagnosis klinik dan memberikan terapi pendahuluan pada keadaan gawat darurat demi menyelamatkan nyawa atau mencegah keparahan dan/atau kecacatan pada pasien. lalu tulang FKUMP 2012 KELOMPOK TUTORIAL 3 Page 49 . pada abortus dapat disebabkan oleh : a. kemungkinan keberhasilan kehamilan sekitar 40-80 %. 2. 18. Lulusan dokter mampu menentukan rujukan yang paling tepat bagi penanganan pasien selanjutnya. dan segumpal daging itu kami jadikan tulang belulang. Apa kompetensi dokter umum pada kasus ini? Abortus spontan Inkomplit 3B. Lulusan dokter juga mampu menindaklanjuti sesudah kembali dari rujukan.LAPORAN TUTORIAL SKENARIO A BLOK XVII 1. lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging. Infeksi dan tetanus 4. Pada wanita abortus dengan etiologi yang tidak diketahui. 17. Perdarahan yang banyak disebut syok hemoragik b. Bagaimana peluang kesembuhan pada kasus ini? Prognosis keberhasilan kehamilan tergantung dari etiologi abortus sebelumnya 1. Perdarahan 2. Infeksi berat atau sepsis disebut syok septik atau endoseptik 16.

sesungguhnya kamu sekalian benarbenar akan mati (15). (Al-Mu’minun: 12-15) 2.LAPORAN TUTORIAL SKENARIO A BLOK XVII belulang itu kami bungkus dengan daging. Kemudian kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. dengan kehamilan 8 minggu mengeluh keluar darah dari kemaluan yang disebabkan oleh abortus inkompletus.4 Kesimpulan Ny. G3P2A0. Maka Maha Sucilah Allah.3. sesudah itu. Pencipta yang paling baik (14). A. 37 tahun. Kemudian. FKUMP 2012 KELOMPOK TUTORIAL 3 Page 50 .

3.5 Kerangka Konsep Faktor Resiko: Usia Ibu (>35) Kelainan kromosom janin dan ↓ Fungsi Hormon ( progesteron) Endometrium tidak adekuat mempertahankan hasil konsepsi Hasil implantasi telepas Perdarahan pervaginam (abortus inkompletus) FKUMP 2012 KELOMPOK TUTORIAL 3 Page 51 .LAPORAN TUTORIAL SKENARIO A BLOK XVII 2.

2003. Dalam: Sarwono Prawiroharjo. Hakimi. Penerbit Buku Kedokteran EGC: Jakarta. Jakarta: PT Bina Pustaka. Kandungan dan Keluarga Berencana untuk Dokter Umum.Jakarta : EGC. Jakarta : PT Bina Pustaka Prawirohadjo. 1998. Edisi ke-4 cetakan ke-3.dkk. Danforth Buku Saku Obstetri dan Ginekologi.Ilmu kebidanan Fisiologi dan Patologi Persalinan. Obstetri Williams Edisi ke-17. Gangguan Haid/Perdarahan Uterus Abnormal. Jakarta : EGC FKUMP 2012 KELOMPOK TUTORIAL 3 Page 52 . Snell. Mochtar.. Ilmu Kandungan. Jakarta : Widya Medika. Jakarta : PT Bina Pustaka. Irfannuddin. 2002. Hendy Hendarto. Dalam: Sarwono Prawiroharjo. Fisiologi Untuk Paramedis. J. Jakarta: PT Bina Pustaka. Prawirohadjo.Jakarta : Yayasan Essentia Medika.LAPORAN TUTORIAL SKENARIO A BLOK XVII DAFTAR PUSTAKA Bantuk Hadijanto. 2006. 2011. Edisi ke-2 cetakan ke-1. Ilmu Kebidanan. “Ilmu Kebidanan Edisi Pertama”. Kapita Selekta Kedaruratan Obstetri dan Ginekologi. 1999. Manuaba. Ben-Zion. Palembang: FK-Unsri. IBG. 2010.Edisi2.2008. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran. T. Operasi Kebidanan. 2009. Sinopsis Obstetri Jilid I Obstetri Fisiologi dan Patologi.. Cunningham.Surabaya :Airlangga University Press. Scott. “ Anatomi Klinik Edisi 6 “. 1998.. “Ilmu Kebidanan Edisi Keempat”..dkk. 2010. sarwono. R. Perdarahan Pada Kehamilan Muda. 2005.. M. sarwono. FG. S Richard.

Ilmu Kebidanan Bagian Patologi. 2000. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo: Jakarta. 1982. Palembang: Bagian Departemen Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Umum Fakultas Kedokteran Iniversitas Sriwijaya.Edisi 1. H. Wiknjosastro. FKUMP 2012 KELOMPOK TUTORIAL 3 Page 53 .LAPORAN TUTORIAL SKENARIO A BLOK XVII Supono.Ilmu Bedah Kebidanan.