Anda di halaman 1dari 2

Kebijakan Pengendalian Internal PT.

Ebara Indonesia
Bab 1

Umum

Pasal 1  Tujuan
Kebijakan Perusahaan dalam Pengendalian Internal (selanjutnya disebut
sebagai "Kebijakan") menetapkan kerangka dasar untuk sistem
pengendalian internal, dimana PT. Ebara Indonesia (selanjutnya disebut
"Perusahaan") menetapkan untuk memastikan pencapaian tujuan dalam
kategori a) efektivitas dan efisiensi operasi bisnis; b) keandalan
pelaporan keuangan; dan c) kepatuhan terhadap hukum dan peraturan
yang berlaku berkaitan dengan kegiatan usaha.
Pasal 2 Penerapan
Berikut anggota Perusahaan yang diwajibkan untuk memahami dan
mengikuti kebijakan ini:
- Seluruh Direktur dan pejabat eksekutif (selanjutnya bersama-sama
disebut "Direksi"); dan
- Seluruh Karyawan Perusahaan (selanjutnya disebut sebagai
"Karyawan").
Perusahaan sepenuhnya bertanggung jawab untuk pengembangan dan
pelaksanaan rencana yang berkaitan dengan kebijakan ini.
Bab 2 Sistem Pengendalian Internal
Pasal 3 Kepatuhan terhadap Peraturan Hukum, Kebijakan Perusahaan,
Etika Bisnis, dan Standar Sosial dalam Operasional.
1. Perusahaan wajib membuat Kode Etik, sebagai panduan bagi Direksi
dan Karyawan untuk mematuhi setiap peraturan dan hukum yang
berlaku, kebijakan Perusahaan, etika bisnis, dan standar sosial.
Perusahaan harus memantau status kepatuhan, dan apabila
menyimpang dari Kode Etik, harus melakukan koreksi yang
diperlukan.
2. Perusahaan harus menetapkan protokol dan peraturan yang jelas
mengenai pelaksanaan kepada Direksi, dan melaksanakannya
dengan baik.
3. Selain jalur pelaporan normal, Perusahaan akan membentuk kontak
internal pelanggaran Kode Etik dan protokol terkait lainnya.
Perusahaan juga harus membentuk kontak eksternal dengan
penasihat hukum, jika diperlukan.
Pasal

4
Penyimpanan dan Pengelolaan Informasi mengenai
Pelaksanaan Tugas Direksi
Informasi mengenai pelaksanaan tugas Direksi harus disimpan dan
dikelola dengan baik dalam bentuk data elektronik atau dengan cara lain
sesuai dengan hukum dan peraturan perusahaan.

Pasal 5 Manajemen Resiko
Perusahaan harus menetapkan kebijakan dan aturan manajemen risiko,

.dan memberikan pelatihan. Perusahaan memberikan wewenang dan tugas kepada masing-masing bagian dan / atau karyawan untuk merancang sebuah organisasi mampu mencapai proses bisnis yang efektif dan efisien. dan akan memantau kegiatan. Pasal 7Audit yang Efektif oleh Komisaris Perusahaan Audit oleh Komisaris Perusahaan harus seperti yang ditentukan dalam Anggaran Dasar (Pasal. Selain itu. mempertahankan dan meningkatkan sistem manajemen risiko. Perusahaan harus membangun sistem untuk pelaksanaan manajemen risiko. Pasal 6 Pelaksanaan Tugas Direksi dan Karyawan 1. rencana bisnis. 2. 3. Perusahaan harus membentuk Komite Pengendalian Internal untuk memantau dan menilai efektivitas pengendalian internal dan untuk memastikan bahwa tindakan perbaikan yang diperlukan segera pada saat ditemukan penyimpangan. Perusahaan harus memastikan pelaksanaan tugas dengan efisien oleh Direksi melalui suatu ketentuan yang jelas mengenai wewenang dan tugas.13 & 14). dan pengawasan secara terus menerus.