Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN
Psikotik adalah gangguan jiwa yang ditandai dengan ketidakmampuan individu
menilai kenyataan yang disebabkan oleh gangguan keseimbangan neurotransmitter. Salah
satu gangguan psikotik adalah skizofrenia. Pada penderita skizofrenia, produksi
neurotransmitter dopamin berlebihan khususnya di daerah mesolombik, sedangkan kadar
dopamin pada bagian lain dari otak terlalu sedikit. Dopamin tersebut berperan penting pada
perasaan senang dan pengalaman mood yang berbeda. Bila kadar dopamin tidak seimbang
(berlebihan atau kurang) penderita dapat mengalami gejala positif atau negatif. Gejala
positif ialah gejala seperti delusi, halusinasi kekacauan dalam pikiran, gelisah, merasa
hebat, pikiran penuh kecurigaan dan menyimpan dendam. Sedangkan gejala negatif ialah
kurangnya ekspresi, pengasingan diri, pendiam, pasif, sulit berpikir abstrak, pola pikiran
stereotype dan tidak ada inisiatif. (1, 8, 10)
Pada tahun 1950, Pierre Deniker, Henri Leborit, dan Jean Delay menemukan obat
antipsikotik generasi pertama yang dikenal sebagai Chlorpromazin. Sejak saat itu
Chlorpromazine menjadi pilihan utama untuk pengobatan skizofrenia dan gangguan
psikotik lainnya sehingga obat ini dikenal sebagai obat antipsikotik tipikal. Akan tetapi,
kebanyakan antipsikotik tipikal mempunyai afinitas tinggi dalam menghambat reseptor
dopamine-2 (D2). Hal inilah yang menyebabkan reaksi ekstrapiramidal (EPS) yang kuat.
Oleh karena itu, banyak penelitian dilakukan untuk mengembangkan golongan baru yang
hampir tidak menimbukan reaksi ekstrapiramidal. Penemuan obat baru ini disebut obat
antipsikotik golongan atipikal. (4, 8)
Clozapine merupakan obat antipsikotik golongan atipikal pertama yang ditemukan
pada tahun 1990. Golongan obat ini hanya sedikit menyebabkan reaksi ekstrapiramidal
yang umum terjadi dengan obat antipsikotik tipikal yang sebelumnya. Golongan
antipsikotik atipikal pada umumnya mempunyai afinitas lemah terhadap reseptor D2 dan

18

histamin. (4) Saat ini telah ada beberapa jenis obat yang tergolong sebagai antipsikotik atipikal. clozapine (Clozaril). risperidon (Risperdal). serotonin.memiliki afinitas terhadap reseptor dopamine-4. Obat ini efektif untuk gejala positif dan gejala negatif. reseptor muskarinik. misalnya supiride (Dogmatil). quetiapine (Seroquel). olanzapine (Zyprexa). dan reseptor alfa adrenergik. (10) 19 . zotepine (Ludopin). dan aripiprazole (Abilify) yang selanjutnya akan dibahas dalam referat ini.

risperidon (Risperdal). clozapine (Clozaril). Clozapine 25-100mg/h (Novartis) 20 .BAB II PEMBAHASAN 2. 1-2-3mg Vial. Antipsikotik atipikal bekerja sebagai antagonis serotonin-dopamin. 1-2-3mg (Kalbe Farma) CLOZARIL Tab. dan aripiprazole (Abilify). zotepine (Ludopin).2 SEDIAAN OBAT ANTIPSIKOSIS ATIPIKAL DAN DOSIS PENGUNAAN N NAMA NAMA DAGANG SEDIAAN DOSIS O GENERIK 1. Obat ini mencakup supiride (Dogmatil). 200mg 1-2-3mg Tab. 1-2-3mg Tab. 1-2-3mg Tab. olanzapine (Zyprexa). Risperidone (Delagrange) RISPERIDONE Tab. 25mg/cc 25-50mg (im) 50mg/cc Setiap 2 miggu ANJURAN 100mg/2cc 3-6Amp/h (im) 300-600mg/h 2-6mg/h (Dexa medica) RISPERDAL (Janssen) RISPERDAL CONSTA NERIPROS Tab.1 DEFINISI OBAT ANTIPSIKOTIK ATIPIKAL Obat antipsikotik atipikal atau antipsikotik generasi kedua adalah sekelompok psikofarmaka yang digunakan untuk mengurangi gejala psikotik seperti gejala positif dan gejala negatif pada pasien skizofrenia. Sulpiride DOGMATIL FORTE Amp. 25-100mg (Pharos) PERSIDAL (Mersifarma) RIZODAL (Guardian Pharmatama) 3. quetiapine (Seroquel). 1-2-3mg ZOFREDAL Tab. Tab. 2. (10) 2.

7. FARMAKOKINETIK  Risperidon Antara 70–85% risperidon diabsorbsi dari saluran gastrointestinal dan secara ekstensif dimetabolisme di hati oleh enzim CYP 2D6 menjadi metabolitnya 9hidroksirisperidon. Tab. Tab. (4. Quetiapine (Meprofarm) SEROQUEL Tab. Waktu paruh stabil selama 10-16 jam. Waktu paruh stabil kira-kira 6 jam dan dosis optimal dua atau tiga kali per hari. 8)  Clozapin Clozapin diabsorpsi dengan cepat dan sempurna pada pemberian oral. 8) Quetiapin Quetiapin cepat diabsorpsi setelah pemberian oral. 8) Ziprasidon 21 . Olanzapin diekskresi lewat urin. 25-100mg 50-400mg/h 5. (4. Olanzapine Zotepine Aripiprazole (Astra Zeneca) ZYPREXA(Eli Lilly) LODOPIN(Kalbe Farma) ABILIFY (Otsuka) Tab.SIZORIL Tab. 8) Olanzapin Sekitar 85% olanzapin diabsobsi dengan baik setelah pemberian oral. Metabolismenya lewat hati oleh enzim CYP 3A4. 200mg 5-10mg 25-50mg 10-25mg 10-20mg/h 75-100mg/h 10-15mg/h (6) 2. Risperidon dan  metabolitnya dieleminasi lewat urin dan sebagian kecil lewat feses. Konsentrasi puncak tercapai setelah 6 jam dan waktu paruh rata-rata 30 jam sehingga obat ini efektif dengan dosis sekali  sehari. 25-100mg 4. Gabungan waktu paruh risperidon dan 9-hidroksirisperidon ratarata 20 jam. Ekskresi sebagian besar lewat urin dan sebagian kecil lewat feses.3. (4. Obat ini dimetabolit hampir  sempurna sebelum diekskresi lewat urin dan tinja. (4. 6. Konsentrasi puncak tercapai kira-kira 1–4 jam. Klozapin secara ekstensif diikat oleh protein plasma (>95%). Konsentrasi plasma puncak dicapai dalam 1–2 jam. Olanzapin dimetabolisme di hepar oleh enzim CYP 2D6. sehingga efektif dengan dosis sekali sehari.

menghubungkan nukleus arkuatus dan neuron periventricular ke hipotalamus dan hipofisis posterior. jalur Medula-periventrikular terdiri atas neuron-neuron dalam nukleus motoric vagus yang proyeksinya tidak begitu jelas. Metabolismenya di hati dan diekskresi sebagian kecil lewat urin dan sebagian besar lewat feses. 7) Antipsikotik atipikal atau disebut juga serotonin dopamin antagonis memiliki mekanisme kerja dengan interaksi antara serotonin dan dopamine pada keempat jalur dopamin sehingga menyebabkan efek samping EPS lebih rendah dan efektif untuk mengatasi gejala negatif. Jalur kelima. Waktu paruh stabil selama 5–10 jam dicapai pada hari ketiga dan diperlukan dosis dua kali sehari. 8) 2. Antipsikotik atipikal lebih banyak memblok reseptor 5HT2A dan sedikit memblok reseptor D2. Jalur pertama.Absorpsinya cepat setelah pemberian oral. Perbedaan antara antipsikotik tipikal dan atipikal adalah antipsikotik tipikal hanya dapat memblok reseptor D 2 sedangkan atipikal memblok reseptor serotonin (5HT2A) dan reseptor dopamin (D2). (4. Sistem dopaminergik keempat. Jalur Nigrostriatal. Dopamin yang dilepaskan oleh neuron-neuron ini secara fisiologis akan menghambat sekresi prolaktin. MEKANISME KERJA Saat ini terdapat lima sistem atau jalur dopaminergik yang penting dalam otak. (1. terdiri atas neuron yang keluar dari substansia nigra ke kaudatum dan putamen. Konsentrasi plasma puncak dicapai dalam 2–6 jam dengan ikatan protein plasmanya lebih dari 99%. Sistem ini mungkin terlibat dengan kebiasaan makan. Jalur ketiga. (2. 3) Pada jalur mesokortikal reseptor 5HT2A jumlahnya lebih banyak daripada reseptor D2. yang muncul dari badan sel dekat substansia nigra menuju sistem limbik dan neokorteks. Jalur kedua. Sistem ini terlibat dalam koordinasi gerakan sadar.4. Tampaknya jaras ini mengatur fase motivasional yang dapat diantisipasi dari perilaku kopulasi pada tikus. sistem tuberinfandibular. Dengan demikian dopamin yang dilepas jumlahnya lebih banyak daripada 22 . mesolimbik-mesokortikal erat kaitannya dengan tingkah laku. jalur insertohipotalamik. Membentuk hubungan dari zona inserta medial menuju hipotalamus dan amigdala.

antagonis 5HT2A gagal untuk mengalahkan antagonis D2.5 INDIKASI PENGGUNAAN a. Pemberian antipsikotik dalam dosis terapi akan menghambat reseptor 5HT2A sehingga pelepasan dopamine meningkat. Antipsikotik atipikal bekerja dengan tidak memblok jalur ini sehingga penggunaan antipsikotik atipikal tidak menyebabkan kelainan ekstrapiramidal. 3) Pada jalur mesolimbik. sedangkan serotonin meningkatkan pelepasan prolaktin. Obat ini sama baiknya atau lebih baik dibandingkan dengan antipsikotik tipikal (antagonis reseptor dopamin) untuk terapi gejala positif pada 23 . (1. Hal inilah yang menyebabkan antipsikotik atipikal dapat memperbaiki gejala positif. (1.. atau demensia. (1. Dopamine akan menghambat pelepasan dopamine. Hal inilah yang menyebabkan pelepasan prolaktin menurun sehingga tidak terjadi hiperprolaktinemia. Hal ini yang menyebabkan berkurangnya gejala negatif pada skizofrenia. antagonis 5HT2A dapat mengalahkan antagonis reseptor D2. (1. Hubungan antar neurotransmitter serotonin dan dopamine sifatnya antagonis dalam kontrol sekresi prolaktin dari hipofise. 3) Jalur nigrostriatal adalah jalur yang berfungsi untuk mengontrol pergerakan. 3) Di jalur tuberoinfundibular.yang dihambat di jalur mesokortikal. 3) 2. Bila jalur ini diblok akan terjadi kelainan ekstrapiramidal. Indikasi Psikotik Antipsikotik atipikal efektif untuk mengatasi psikotik akut dan kronis seperti skizofrenia dan gangguan skizoafektif pada orang dewasa dan remaja. Antipsikotik atipikal juga efektif untuk mengatasi depresi psikotik serta psikotik akibat trauma kepala. Antagonis 5HT2A tidak dapat mempengaruhi blokade reseptor D2 sehingga blokade reseptor D2 menang.

Obat ini telah digunakan bersama dengan simpatomimetik seperti methylphenidate atau dextroamphetamine pada anak dengan gangguan defisit- 24 . Orang-orang yang diterapi dengan antipsikotik atipikal lebih jarang kambuh dan memerlukan lebih sedikit perawatan di rumah sakit. 8) Clozapin saat ini hanya digunakan untuk pasien dengan skizofrenia yang resisten terhadap antipsikotik lainnya karena memiliki efek samping yang mengancam nyawa. tetapi kurang efektif untuk pengendalian jangka panjang gangguan bipolar. psikotik yang terkait demensia. serta risperidon telah digunakan untuk mengurangi ayunan mood pada gangguan bipolar siklus cepat. Indikasi lain Clozapin adalah terapi orang dengan diskenesia tardive berat dan mereka dengan gejala ektrapiramidal yang rendah. gangguan spektrum autistik. penyakit Huntingto. demensia. gangguan Tourette. (8) b.skizofrenia dan untuk terapi gejala negatif. (4. dan lebih sedikit kontak dengan professional kesehatan jiwa. Indikasi Lain Antipsikotik atipikal efektif untuk terapi acquired immune deficiency syndrome (AIDS). Antipsikotik atipikal juga efektif di dalam terapi gangguan skizoafektif. Penambahan olanzapin dan clozapin dapat memperbaiki hingga dua pertiga orang dengan gangguan bipolar refrakter. (8) c. Risperidon dan olanzapin telah digunakan untuk mengendalikan agresi dan mencederai diri sendiri pada anak. lebih jarang datang ke ruang gawat darurat. Olanzapin dan risperidon dapat digunakan untuk memperkuat antidepresan dalam terapi jangka pendek depresi berat dengan ciri psikotik. Olanzapin disetujui oleh Food dan Drug Administration untuk terapi mania akut pada dosis sebesar 10-15 mg per hari. dan sindrom Lesch-Nyhan. Indikasi non Psikotik Antipsikotik atipikal berguna untuk pengendalian awal agitasi selama episode manik.

quetiapin dan klozapin berguna pada orang yang mengalami diskenia tardive berat.atensi/hiperaktivitas (ADHD) yang komorbid untuk gangguan tingkah laku. Olanzapin. (2. 8) 25 .

clozapine (Clozaril). zotepine (Ludopin).BAB III PENUTUP 3. Sebaiknya pengobatan gejala psikotik dengan antipsikotik tipikal perlahan-lahan digantikan dengan antipsikotik atipikal untuk menghindari terjadinya gejala EPS. Obat antipsikotik atipikal juga efektif untuk terapi gangguan mood dengan ciri psikotik. olanzapine (Zyprexa). gangguan Tourette. terapi jangka pendek episode manik akut pada gangguan bipolar I. quetiapine (Seroquel).2 SARAN 1. Obat antipsikotik atipikal mengurangi gejala psikotik dengan cara memblokade reseptor serotonin dan dopamin sehingga antipsikotik atipikal memiliki gejala ekstrapiramidal minimal dan berhasil mengatasi gejala psikotik. 3. Obat ini diabsorbsi dengan baik setelah pemberian oral dan dimetabolisme di hati.1 SIMPULAN Obat antipsikotik atipikal merupakan terapi simtomatik terhadap gangguan psikiatrik yang berguna untuk menghilangkan gejala positif dan negatif. demensia dan diskenia tardive berat. Obat antipsikotik atipikal sebaiknya diberikan kepada pasien yang memiliki gejala negatif yang menonjol. dan aripiprazole (Abilify). Obat-obat yang tergolong obat antipsikotik atipikal adalah supiride (Dogmatil). 26 . 2. terapi AIDS. risperidon (Risperdal).

Jakarta: Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa FKUnika Atmajaya. Rusdi. 4. George W. M. Rianto. Dr. Elysabeth : Farmakologi Dan Terapi Edisi 5. 2007. M. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins.D. Kleun : Pharmacology of “Atypically” of Antipsychotic drugs. Vol. Dr. Maslim. 2010... Katzung. M.D. Saddock. 2011 3. Handbook of Psychiatric Drug Therapy. Sussman. Nafrialdy. Benjamin J. 2007. 2002 7. Kaplan & Sadock’s Synopsis of Psychiatry: Behavioral Sciences/Clinical Psychiatry. Setiabudi. Arana. Rosenbaum.D.D. Gunawan. 27 . Sixth Edition. Jakarta. Adrian Newman-Tancredi. Mark S. Maslim. Jerrold F. Rang & Dale’s Pharmacology.. Virginia A. status and perspective. 5. London: Lippincolt William Wilkins. Jakarta: Departemen Farmakologi dan Terapeutik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Diagnosis Gangguan Jiwa. Sulistia. M. 2003. Bertram G. Saddock. Norman M. 10th edition. Farmakologi Dasar & Klinis 10th. Rusdi. Panduan Klinis Penggunaan Obat Psikotropik.D. 4th edition. 6. 8. 2007. 2000.DAFTAR PUSTAKA 1. Jakarta: Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa FK-Unika Atmajaya. 2. Jakarta.