Anda di halaman 1dari 1

Ijobalit dan lalu slamet

Keyakinan. Kepemimpinan. Tauladan. Niat lurus. Impian. Tindakan. Semua itu
membuat tanah tandus yang hampir ditinggalkan warganya, menjadi hijau
kembali, cantik menjadi tempat wisata seluas 20 hektar. Dari berpasir
bertransformasi menjadi lembah hijau.

Kira-kira pagi jam 8, saya melihat kawasan elit apartemen dan mall yang
kembali dibangun di tengah-tengah kota Jakarta yang sudah berdesakan.
Bahkan air pun sudah sulit ditampung di kota itu. Yang mempresentasikannya,
seorang yang elegan pakaiannya, jelas kesan eksekutif tampil di dalam caranya
mempromosikan gedung-gedung silver bertingkat-tingkat, dan tawaran
hedonisme dalam bentuk mall yang terintegrasi dengan tempat tinggal. Efisien,
bergaya, modern, silver.

Lalu lompat dari acara setelahnya saya melihat di channel yang sama, seorang
warga desa menampilkan karyanya hasil kerja bertahun-bertahun. Hijau, alami,
satu lantai, berbukit-bukit, dengan lembah dan danau, serta tempat bermain
anak.

Yang pertama jelas sekali proyeksi investasinya dalam hitungan rupiah.
Dikerjakan oleh modal teramat besar, dan sekarang sedang menagih lebih besar
pada masyarakat luas untuk mengembalikan lebih dari modal awal. Sangat
menguntungkan. Yang kedua, tidak ada hitungan kapan modal akan kembali.
Yang penting, alam kembali hijau setelah mengeruk pasir dan menanami dengan
vegetasi lokal.

Yang pertama, dirancang oleh seorang arsitektur ulung, bahkan mungkin
keluaran luar negeri. Disokong oleh ratusan ahli dan orang-orang pintar yang
terdidik di ruang kelas. Yang kedua, tanpa rancangan yang pasti, mengikuti
kehendak alam, menyesuaikan dengan kondisi alam. Pelakunya adalah warga
desa, yang tahu bagaimana mencangkul, menyemen, dan menanam. Teori-teori
bangun membangun asing bagi mereka.

Yang pertama, seluruh bangunan hasil dari pertukaran dengan uang. Dari dalam
tanah, sampai dengan pucuk tertinggi bangunannya adalah uang yang telah
berubah dalam proses transaksi jual beli. Yang kedua, memanfaatkan saja batu-
batu yang ada dari alam, kayu-kayu yang tumbuh di sekitar, air yang telah
disediakan Yang Maha Kuasa. Sedikit sekali uang yang dikorbankan
dibandingkan proyek pertama tadi.