Anda di halaman 1dari 4

APLIKASI KROMATOGRAFI GAS

1. Analisis kualitatif
Tujuan utama kromatografi adalah memisahkan komponen-komponen yang terdapat
dalam suatu campuran. Dengan demikian, jumlah puncak yang terdapat dalam kromatogram
menunjukkan jumlah komponen yang terdapat dalam suatu campuran. Selain digunakan untuk
keperluan pemisahan, kromatografi juga sering kali digunakan dalam analisis kualitatif senyawasenyawa yang mudah menguap. Misalnya, analisi komponen pestisida yang dipisahkan dengan
kolom (panjang 1,5m dan diameter 6mm) yang berisi fasa diam 1,5% OV-17 dan dideteksi
dengan detetktor ECD. Dari hasil pengukuran diperoleh kromatogram sebagai berikut:
Berdasarkan kromatogram pada gambar 2 diatas, maka kita dapat mengidentifikasi setiap
komponen yang menghasilkan puncak. Dari hasil analisis kualitatif, komponen-komponen yang
menghasilkan puncuk A, B, C, D dan E berturut-turut adalah Aldrin, heptaklor, aldrin, dieldrin,
dan DDT.
Untuk mengidentifikasi tiap peak dalam kromatogram dapat dilakukan dengan berbagai macam
cara, antara lain:
a.

Membandingkan waktu retensi analit dengan waktu retensi standar. Waktu retensi standar
diperoleh melalui pengukuran senyawa yang diketahui pada kondisi pengukuran yang
sama dengan sampel. Misalnya, menentukan untuk menentukan waktu retensi eldrin saja,
atau DDT saja, kemudian dibandingkan dengan waktu retensi yang dihasilkan oleh sampel.
Bila kedua waktu retensi tersebut sesuai, maka kita dapat mengidentifikasi puncak pada
kromatogram.

b.

Melakukan ko-kromatografi, yaitu dengan cara menambahkan larutan standar kepada


cuplikan untuk kemudian diukur dengan menggunakan kromatografi gas. Bila luas area
salah satu peak bertambah, maka dapat dipastikan bahwa analit tersebut identik dengan
standar.

c.

Menghubungkan GC dengan detektor spektrometer massa atau IR. Dengan


menghubungkan GC dengan spektra dari setiap peak dapat direkam secara menyeluruh.

d.

Setiap komponen yang telah keluar dari kolom kemudian dikondensasikan dan selanjutnya
dilakukan analisis lebih lanjut dengan menggunakan spektrometri NMR. Cara ini dapat
dilakukan apabila detektor yang digunakan pada GC tidak bersifat dekstruktif, misalnya
TCD.

2.

Analisis kuantitatif

Kromatografi gas juga dapat digunakan untuk keperluan analisis kuantitatif, yang
didasarkan pada dua pendekatan, yaitu luas area dan tinggi puncak pada kromatogram.
Pendekatan tinggi peak kromatogram dilakukan dengan cara membuat base line pada suatu peak
dan mengukur tinggi garis tegak lurus yang menghubungkan base line dengan peak. Pendekatan
ini berlaku jika lebar peak larutan standar dan analit tidak berbeda. Pendekatan luas area peak
memperhitungkan lebar peak sehingga perbedaan lebar peak antara standar dengan analit tidak
lagi menjadi masalah. Biasanya, kromatografi gas modern telah dilengkapi dengan piranti untuk
menghitung luas area peak secara otomatis. Secara manual, luas area peak dihitung dengan
menggambarkan segitiga pada peak tersebut, kemudian luas segitiga dihitung.
Analisis kuantitatif dengan kedua pendekatan tersebut masih sangat kasar, sehingga
diperlukan koreksi terhadap hubungan anatar luas/ tinggi area puncak dengan jumlah analit yang
menghasilkan puncak tersebut, yang biasanya dinyatakan sebagai faktor respon detektor. Faktor
respon detektor berhubungan dengan kemampuan detektor untuk mendeteksi setiap komponen
yang terelusi dari kolom.
GC (Gas Chromatography) yang biasa disebut juga Kromatografi gas (KG) merupakan
teknik instrumental yang dikenalkan pertama kali pada tahun 1950-an. GC merupakan metode
yang dinamis untuk pemisahan dan deteksi senyawa-senyawa organik yang mudah menguap dan
senyawa-senyawa gas anorganik dalam suatu campuran Perkembangan teknologi yang signifikan
dalam bidang elektronik, komputer, dan kolom telah menghasilkan batas deteksi yang lebih
rendah serta identifikasi senyawa menjadi lebih akurat melalui teknik analisis dengan resolusi
yang meningkat. (3)
GC menggunakan gas sebagai gas pembawa/fase geraknya.
Ada 2 jenis kromatografi gas, yaitu :
1.

Kromatografi gascair (KGC) yang fase diamnya berupa cairan yang diikatkan pada
suatu pendukung sehingga solut akan terlarut dalam fase diam.

2.

Kromatografi gas-padat (KGP), yang fase diamnya berupa padatan dan kadangkadang berupa polimerik.

SISTEM PERALATAN KROMATOGRAFI GAS (GC)

1. Kontrol dan penyedia gas pembawa;


2. ruang suntik sampel;
3. kolom yang diletakkan dalam oven yang dikontrol secara termostatik;
4. sistem deteksi dan pencatat (detektor dan recorder); serta
5. komputer yang dilengkapi dengan perangkat pengolah data.
Aplikasi Alat Kromatografi Gas:
Kromatografi gas telah digunakan pada sejumlah besar senyawa-senyawa dalam berbagai
bidang. Dalam senyawa organic dan anorganik, senyawa logam, karena persyaratan yang
digunakan adalah tekanan uap yang cocok pada suhu saat analisa dilakukan. Berikut akan kita
lihat beberapa kegunaan kromatografi gas pada bidang-bidangmya adalah :
a. Polusi udara
Kromatografi gas merupakan alat yang penting karena daya pemisahan yang
digabungkan dengan daya sensitivitas dan pemilihan detector GLC menjadi alat yang ideal untuk
menentukan banyak senyawa yang terdapat dalam udara yang kotor, KGCdipakai untuk
menetukan Alkil-Alkil Timbal, Hidrokarbon, aldehid, keton SO , H S, dan beberapa oksida dari
nitrogen dll
b. Klinik
Diklinik kromatografi gas menjadi alat untuk menangani senyawa-senyawa dalam klinik
seperti : asam-asam amino, karbohidrat, CO , dan O dalam darah, asam-asam lemak dan
turunannya, trigliserida-trigliserida, plasma steroid, barbiturate, dan vitamin
c. Bahan-bahan pelapis
Digunakan untuk menganalisa polimer-polimer setelah dipirolisa, karet dan resin-resin
sintesis

d. Minyak atsiri
Digunakan untuk pengujian kulaitas terhadap minyak permen, jeruk sitrat, dll
e. Bahan makanan
Digunakan dengan TLC dan kolom-kolom, untuk mempelajari pemalsuanatau
pencampuran, kontaminasi dan pembungkusan dengan plastic pada bahan makanan, juga dapat
dipakai unutk menguji jus, aspirin, kopi dll
f. Sisa-sisa peptisida
KGC dengan detector yang sensitive dapat menentukan atau pengontrolan sisa-sisa
peptisida yang diantaranya senyawa yang mengandung halogen, belerang, nitrogen, dan fosfor
g. Perminyakan
Kromatografi gas dapat digunakan unutk memisahkan dan mengidentifikasi hasilhasildari gas-gas hidrokarbon yang ringan
h. Bidang farmasi dan obat-obatan
Kromatografi gas digunakan dalam pengontrolan kualitas, analisa hasil-hasilbaru dalam
pengamatan metabolisme dalam zat-zatalir biologi
i. Bidang kimia/ penelitian
Digunakan untuk menentukan lama reaksi pada pengujian kemurnian hasil