Anda di halaman 1dari 87

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT atas curahan rahmat dan hidayahNya sehingga pada tahun
anggaran 2014 kami dapat menyelesaikan penyusunan Laporan Tahunan zAM dan sholawat
serta salam kita curahkan kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluargaNya, sahabatNya
dan pengikutNya sampai akhir zaman.

Laporan Tahunan Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama Tahun 2014 ini merupakan
rekam jejak sekaligus wujud pertanggungjawaban pelaksanaan tugas pokok dan fungsi
Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama tahun 2014, yang meliputi kebijakan umum
peradilan, struktur organisasi dan topuksi, keadaan perkara, pengawasan internal, serta
pembinaan dan pengelolaan, sebagaimana telah dirumuskan dalam Program Kerja Tahun
2014.
Laporan ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai seberapa jauh keberhasilan dan
kegagalan Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama dalam melaksanakan tugas dan
tanggung jawabnya pada tahun 2014, dan diharapkan juga dapat menjadi umpan balik bagi
peningkatan kinerja Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama pada tahun berikutnya.

Kami berupaya menyajikan laporan ini secara objektif, transparan dan akuntabel dengan
senantiasa melakukan perbaikan, baik dalam hal data, maupun layout, tabel dan grafik agar
lebih menarik, namun kami menyadari adanya keterbatasan di sana sini sehingga pasti ditemui
kekurangan dan ketidaksempurnaan. Oleh karena itu, sapaan yang konstruktif dari semua
pihak sangat diharapkan demi peningkatan kinerja dan kesempurnaan laporan ini di masa yang
akan datang.

Akhirnya hanya kepada Allah SWT kita berserah diri dan kepada segenap pihak yang telah
memberikan kontribusi dalam penyelesaian laporan ini diucapkan terima kasih. Semoga
laporan ini dapat bermanfaat bagi semua pihak, Amin.
15

ul Manaf, MH

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI

BAB

BAB

BAB

II

ii

..

PENDAHULUAN.

A. Kebijakan Umum Peradilan

B. Visi Dan Misi ......

C. Renstra ...

D. Sistematika Penyajian ....

STRUKTUR ORGANISASI ......

A. Standar Operasional Prosedur .....

B. Sasaran Kinerja Pegawai....

III PEMBINAAN

I
I

DAN PENGELOLAAN....

A. Sumber Daya Manusia

l.

Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama.....

a. Data Pegawai ......


b. Bagan Struktur Organisasi dan Tata Kerja
c. Promosi dan Mutasi
d. Kenaikan Pangkat ....
e. Pendidikan dan Pelatihan .....
f. Pembinaan Keterampilan Pegawai ......
g. Penghargaan Satya Lencana

ll. Pegawai

Peradilan Agama.....

16
17
17
18

1B

27
30
31
31
31

32

B. Keadaan Perkara

32

Data Perkara Tingkat Pertama


Data Perkara Pengadilan Tingkat Banding

15

1B

a. Data Pegawai ......


b. Kegiatan Bimbingan Teknis Aparatur Peradilan ....
c. Kegiatan Seminar dan LokakarYa
d. Promosi/ Mutasi Hakim dan Pejabat Kepaniteraan
e. Pengangkatan Hakim
f. Kegiatan Fit and Proper Test Calon Pimpinan.....

a.
b.
c.
d"
e.

10

..

32

Data Perkara Yang Dimohonkan Kasasi..

3B

Data Perkara Yang Dimohonkan Peninjauan Kembali

39

Data Berkas Perkara Kasasi Perdata Agama

41

f.
g.
h.
i.

j
k.

Data Berkas Perkara Peninjauan Kembali Perdata Agama.....

42

Perkara Jinayat pada Mahkamah Syar'iyah

43

43

Mediasi Perkara..

Access

to Justice bagi Masyarakat

Miskin, Kaum Perempuan dan

Kelompok Marjinal ......

44

1.

Sidang di Luar Gedung Pengadilan..

44

2. Layanan Pembebasan Biaya Perkara


3. Sidang ltsbat Nikah Terpadu (Pelayanan
4. Sidang ltsbat Nikah di Luar Negeri

46

Terpadu ldentitas Hukum) ....

50

ct
-A

Penyelesaian Perkara Tepat Waktu Pengadilan Tingkat Pertam a ....

53

Keuangan Perkara Peradilan Agama..

54

C. Pengelolaan Sarana dan Prasarana

55

D. Pengelolaan Keuangan ....

58

E. Dukungan Teknologi lnformasi

a.
b.
c.
d.
e.

60

..

Website

60

Sistem lnformasi Manajemen Pegawai (SIMPEG)...

63

Sistem lnformasi Administrasi Perkara Peradilan Agama

64

E- Learning untuk Meja lnformasi . .....

66

Publikasi Putusan dan Pemanfaatan Direktori Putusan

67
68

F. Regulasi Tahun 2014.....


1

SEMA Nomor 1 Tahun 2014 tentang Dokumen Elektronik sebagai


68

Kelengkapan Permohonan Kasasi dan Peninjauan Kembali"..

2. Standar Operasional Prosedur (SOP) Peradilan Agama


3. Standar Redesign SIADPA ....
4. Surat Keputusan Dirjen Badan Peradilan Agama Nomor

70
71

l(Vllll 2014 Tentang Petunjuk Teknis Pela ksanaan


dan Pemanfaatan Portal Tabayyun di Lingkungan Badan Peradilan
227 3.alDjA/KP.O

1.1

/S

72

Agama Mahkamah Agung Republik lndonesia.

5. Surat Keputusan Dirjen Badan Peradilan Agama Nomor


0009/DjA/5rul2014 Tentang Tim Pengelola Website Direktorat Jenderal
Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung Republik lndonesia
.

73

G. Kerjasama Luar Negeri

a.

Kunjungan Delegasi Alumni Terbaik Diklat Cakim Angkatan

Vl Ke

Mahkamah Agung Republik Sudan

b.

73

73

Pengiriman berkas Hakim Calon Mahasiswa Strata Tiga (S3) ke Fakultas


Hukum Universitas Khartoum Sudan
ilt

74

c.

Seleksi Calon Peserta Diklat Ekonomi Syariah oleh Tim Penguji dari
Universitas lslam lmam Muhammad lbnu Saud (Ul lMlS) Riyadh Kerajaan
Saudi

d.
e.

Arabia

Kunjungan Delegasi Badilag ke Mahkamah Agung

Bahrain.....

75

Penandatanganan Nota Kesepahaman/MoU antara Badilag dengan


Universitas lslam lmam Muhammad lbnu Saud (Ul lMlS) Riyadh Kerajaan
Saudi Arabia di bidang pengembangan Sumber Daya

PENGAWASAN....
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

BAB IV

IV

Manusia

76
77
BO

DAFTAR TABEL
BAB

TABEL

BAB

Rencana Strategis Ditjen Badilag tahun 2010-2014..

Pegawai Ditjen Badilag berdasarkan pendidikan

III

TABEL

..

TABEL 2

Pegawai Ditjen Badilag berdasarkan pangkat dan golongan

TABEL 3

Pegawai Ditjen Badilag berdasarkan jenis kelamin .....

10

TABEL 4

Pegawai Ditjen Badilag berdasarkan tingkat usia.

10

TABEL 5

Jabatan struktural di lingkungan Ditjen Badilag

13

TABEL 6

Daftar promosi dan mutasi di lingkungan Ditjen Badilag

15

TABEL 7

Daftar kenaikan pangkat per April 2014 di lingkugan Ditjen Badilag..

TABEL

Daftar kenaikan pangkat per Oktober 2014 di lingkugan Ditjen Badilag......

TABEL 9

Daftar pegawai yang mengikuti pendidikan dan latihan tahun 2014 di

1O

Daftar pegawai yang mengikuti pembinaan tahun 2014 di lingkungan


1B

Ditjen Badilag

TABEL

Daftar pegawai yang menerima satya lencana tahun 2014 di lingkungan


1B

Ditjen Badilag

TABEL 12

17

17

lingkungan Ditjen Badilag


TABEL

16

Sebaran Pegawai Tenaga Teknis dan Non Teknis Peradilan Agama


Seluruh lndonesia Per-Desember 2014 Berdasarkan Kelas

19

TABEL 13

Jumlah Hakim Tingkat Banding

19

TABEL 14

Jumlah Pejabat Kepaniteraan Tingkat Banding

19

TABEL 1 5

Jumlah Hakim Tingkat Pertama

19

TABEL 16

Jumlah Pejabat Kepaniteraan Tingkat Pertama

20

TABEL 1 7

Jumlah Jurusita dan JSP Tingkat Pertama

20

TABEL

Jumlah Kekuatan Pegawai Non Teknis Peradilan Agama

20

TABEL 1 9

Jumlah Pegawai Tenaga Teknis Berdasarkan Usia

20

TABEL 20

Jumlah Pegawai Tenaga Teknis Berdasarkan Golongan/Ruang

21

TABEL

Data Kekosongan Jabatan Ketua dan Wakil Ketua

21

TABEL 22

Jumlah Hakim Berdasarkan Jenjang Pendidikan

22

TABEL 23

Jumlah Pejabat Kepanite raan Berdasarkan Jenjang Pendidikan

22

TABEL 24

Jumlah Jurusita/JsP PA berdasarkan Jenjang Pendidikan ...

23

TABEL 25

Jumlah Hakim Peradilan Agama Berdasarkan Jenis Kelamin


Jumlah Panitera Peradilan Agama Bedasarkan Jenis Kelamin '...

24

21

TABEL 26

.. '

25

TABEL 30

Kelamin
Data Pegawai Tenaga Teknis yang Pensiun Tahun 2014
Data Hakim yang Sudah Mengikuti Pelatihan Ekonomi Syari'ah
Data Hakim yang Sudah Mengikuti Pelatihan Mediasi ..

TABEL

Promosi dan Mutasi Jabatan Hakim Di Lingkungan Peradilan

TABEL 27
TABEL 28
TABEL 29

31

Jumlah Jurusita dan Jurusita Pengganti Berdasarkan Jenis

Agama........

TABEL 33

Kepaniteraan
Pengangkatan Hakim berdasarkan Golongan.....

TABEL 34

Data Fit dan Proper Test Calon Pimpinan Pengadilan Tinggi Agama dan

TABEL 32

Promosi dan Mutasi Jabatan

Pengadilan Agama

TABEL 35

32

Sebaran perkara berdasarkan wilayah Mahkamah Syar'iyah/Pengadilan

lndonesia.....

33

Sebaran Perkara Berdasarkan Jenisnya pada

Mahkamah
34

Perbandingan Perkara yang Diterima dan Diselesaikan Selama 5 Tahun


35

Sebaran Perkara Berdasarkan Wilayah Mahkamah Syari'yah/Pengadilan


Tinggi Agama Seluruh lndonesia .....

TABEL 40

31

Perbandingan Perkara yang Diterima dan Diselesaikan Selama 5 Tahun

Terakhir
TABEL 39

30

32

Syar'iyahiPengadilan Agama tahun 2014


TABEL 38

29

31

....

Tinggi Agama seluruh

TABEL 37

26

31

Terakhir
TABEL 36

25

36

Sebaran Perkara Berdasarkan Wilayah Mahkamah Syari'yah/Pengadilan


Tinggi Agama Seluruh lndonesia ....

37

TABEL 41

Sebaran Perkara Tingkat Kasasi Berdasarkan Yurisdiksi ....

39

TABEL 42

Sebaran Perkara Peninjauan Kembali Berdasarkan Wilayah Yurisdiksi ......

40

TABEL 43

Jumlah Berkas Perkara Kasasi

41

TABEL 44

Berkas Perkara Kasasi Berdasarkan Jenisnya

41

TABEL 45

Jumlah Berkas Perkara PK yang Diterima

42

TABEL 46

Berkas Perkara Kasasi Berdasarkan Jenisnya

42

TABEL 47

Gambaran Perkara Jinayat pada Mahkamah Syar'iyah Aceh ....

43

TABEL 48

Data Mediasi Perkara Peradilan Agama 2013-2014 ...

43

TABEL 49

Data Alokasi Anggaran Sidang di Luar Gedung Pengadilan Tahun 2014....

45

TABEL 50

Perbandingan Jumlah Perkara yang Diselesaikan Melalui Sidang Keliling


Dari Tah un 201 1 -201 4 .....

46

TABEL 51

Data Alokasi Anggaran Layanan Pembebasan Braya Perkara

47

TABEL 52

Perbandingan Jumlah Perkara yang Diselesaikan Melalui Layanan

TABEL 53

Pembebebasan Biaya Perkara Dari Tahun 2011-2014....

4B

Data Alokasi Anggaran Posyankum Pengadilan

4B

vi

..

TABEL 54

Perbandingan Jumlah Layanan Posyankum dari Tahun 2011-2014 ....

50

TABEL 55

Data Pelaksanaan Sidang Terpadu 2014.....

51

TABEL 56

Data Pelaksanaan Sidang lsbat Nikah di Luar Negeri

53

TABEL 57

Data Penyelesaian Perkara Tahun 2014.

53

TABEL 58

Data Keuangan Perkara Peradilan Agama tahun 2014

55

TABEL 59

Data Pengadaan Sarana dan Prasarana ....

56

TABEL 60

Data Pengadaan Sarana dan Prasarana ....

56

TABEL 61

Kondisi Barang Rusak Ringan dan Rusak Berat

57

TABEL 62

Penetapan Status Penggunaan Barang Milik Negara

57

TABEL 63

Penyerapan Pagu Anggaran Pusat dan Daerah

58

TABEL 64

Rincian Realisasi Anggaran Secara Nasional (DIPA 04) Tahun 2014....'....

59

TABEL 65

Realisasi Anggaran Satuan Kerja Ditjen Badilag (Pusat)

59

TABEL 66

Realisasi Anggaran Satuan Kerja Ditjen Badilag perjenis Belanja

60

TABEL 67

Aplikasi Turunan Simpeg Yang Sudah Ter-lmplementasi

63

TABEL 68

Aplikasi Turunan Simpeg yang Masih Tahap Pengembangan

64

BAB

IV

TABEL

Data Hukuman Disiplin Aparat Peradilan yang Dikeluarkan oleh Badan


77

Pengawasan

TABEL 2

Data Hukuman Disiplin Aparat Peradilan Agama berdasarkan wilayah


79

Mahkamah Syariyah/PTA

vil

B/{BI
PENDAHULUAN
A.

Kebijakan Umum Peradilan


Mahkamah Agung sebagai pemegang kekuasaan kehakiman serta peradilan negara
tertinggi mempunyai posisi dan peran strategis di bidang kekuasaan kehakiman karena

tidak hanya membawahi 4 (empat) lingkungan peradilan tetapi juga sebagai puncak
manajemen di bidang administratif, personil dan finansial serta sarana prasarana.
Kebijakan "satu atap", memberikan tanggungjawab dan tantangan karena Mahkamah
Agung dituntut untuk menunjukkan kemampuannya guna mewujudkan organisasi sebagai
lembaga yang professional, efektif, efisien, transparan serta akuntabel.

penyatuatapan beserta semua konsekuensi logis yang muncul untuk menjadi lembaga
yang mumpuni dalam bidang peradilan dan mampu mengelola administratif, personil,
finansial dan sarana prasarana, membuat Mahkamah Agung melakukan perubahan atau
pembaruan di semua aspek secara hampir bersamaan. Berbagai langkah dan program
strategis sebagai upaya realisasi telah dilakukan oleh Mahkamah Agung dan lembaga
peradilan di bawahnya. Salah satu langkah dan upaya yang telah dan sedang dilakukan

adalah program pembaruan peradilan sebagaimana tertuang dalam Cetak Biru (Blue
Print) Mahkamah Agung tahun 2010-2035.

Sejalan dengan kebijakan reformasi birokrasi di semua lini pemerintahan, Cetak Biru
(Btue print) Pembaruan Peradilan tahu n 2010-2035 Mahkamah Agung diharapkan bisa

menjadi sebuah pedoman larah dan pendekatan yang akan ditempuh untuk
mengembalikan citra Mahkamah Agung serta badan-badan peradilan di bawahnya
sebagai lembaga yang terhormat dan dihormati.

Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama selaku badan peradilan dibawah


Mahkamah Agung memiliki komitmen penuh untuk mengimplementasikan Cetak Biru
(Btue print) tersebut. Komitmen ini diwujudkan dengan menetapkan tujuh program
prioritas pembaruan dilingkungan peradilan agama yaitu Penyelesaian perkara yang tepat
waktu; Manajemen SDM yang terencana dan terlaksana dengan baik; Pengelolaan
website demi keterbukaan informasi publik; Meja informasi untuk memberikan pelayanan
informasi di gedung pengadilan; Pelayanan publik yang prima; lmplementasi SIADPA
Plus sebagai otomatisasi Pola Bindalmin; Jusfice for All yang terdiri dari perkara prodeo,

sidang keliling dan Pos Pelayanan Hukum (Posyankum). Ke tujuh program tersebut
diharapkan dapat menjawab tantangan yang ada dalam melakukan pembaruan dan
perubahan di lingkungan peradilan agama serta mendukung terwujudnya badan peradilan
lndonesia yang agung.

B.

Visi dan Misi


Memasuki tahun kelima implementasi Cetak Biru Pembaruan Peradilan 2010-2035 makin

jelas terlihat bahwa jalan yang dihadapi untuk tinggal landas menuju tercapainya visi
Mahkamah Agung masih terus perlu disiapkan. Visi Badan Peradilan untuk Terwuiudnya
Badan Peradilan Yang Agung melalui empat misi, yaitu meniaga kemandirian badan
peradilan, memberikan pelayanan hukum yang berkeadilan kepada pencari
keadilan, meningkatkan kuatitas kepemimpinan badan peradilan, dan meningkatkan
kredibititas dan transparansi badan peradilan masih perlu terus dipersiapkan. Sangat

baik bahwa pergerakan pembaruan peradilan sebagai arah bersama pengembangan


institusi peradilan. Adanya tujuan bersama akan sangat memudahkan roda gerak
organisasi yang terdiri dari 7 unit eselon I dan 830 satuan kerja yang tersebar di seluruh

tndonesia supaya semua gerak dan langkah yang dilakukan dapat diarahkan ke
tercapainya visi dan misi pembaruan peradilan.

Untuk menyatukan persepsi dan fokus arah tindakan serta kebijakan, maka Direktorat
Jenderal Badan Peradilan Agama selaku unit eselon ldibawah Mahkamah Agung yang
pelaksanaan tugas dan fungsinya dilandasi suatu visi dan misi yang ingin diwujudkan.
Visi dan misi merupakan panduan yang memberikan pandangan dan arah kedepan
sebagai dasar acuan dalam menjalankan tugas dan fungsi dalam mencapai sasaran atau
target yang ditetapkan, adapun visi dan misi Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama:

Visi Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama:


"Tenruujudnya Badan Peradilan Aganra yang Agung"

Misi Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama, yaitu:

1. Meningkatkan Profesionalisme Aparatur Peradilan Agama;

2. Mewujudkan Manajemen Peradilan Agama yang Modern;


3. Meningkatkan Kualitas Sistem Pemberkasan Perkara Kasasi;
4. Meningkatkan Kajian Syari'ah Sebagai Sumber Hukum Materi Peradilan Agama.

c.

Rencana Strategis (Renstra)


Dalam rangka memberikan arah dan sasaran yang jelas serta sebagai pedoman dan tolok

ukur kinerja dalam pelaksanaan pembangunan aparatur negara yang diselaraskan


dengan arah kebijakan dan program pembangunan nasional yang telah ditetapkan dalam

Rencana Pembangunan Jangka Menegah Nasional (RPJMN) 2010-2014 dan Agenda


Pembangunan Nasional Kabinet lndonesia Bersatu, Direktur Jenderal Badan Peradilan

Agama menetapkan rencana strategis tahun 2010-2014 sebagai dasar acuan


penyusunan kebijakan, program, dan kegiatan, serta sebagai pedoman dan pengendalian

kinerja dalam pelaksanaan program dan kegiatan Direktorat Jenderal Badan Peradilan
Agama dalam pencapaian visi dan misi serta tujuan organisasi di tahun 2010-2014.

Rencana strategis Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama 2010-2014, pada


hakekatnya merupakan pernyataan komitmen bersama mengenai upaya terencana dan
sistematis untuk meningkatkan kinerja serta cara pencapaiannya melalui pembinaan,

penataan, perbaikan, penertiban, penyempurnaan dan pembaharuan terhadap sistem,


kebijakan, peraturan perundang-undangan bidang aparatur negara termasuk pembinaan
terhadap akhlak dan perilaku aparatur negara serta pengawasan dan pengendalian
manajemen, agar tercapai efektivitas, efisiensi dan produktivitas yang tinggi dalam
pelaksanaan tugas.

Dalam pelaksanaan tugas dan fungsi Direktoral Jenderal Badan Peradilan Agama diiiwai
oteh semangat dan komitmen untuk melakukan reformasi pada sektor aparatur negara

dalam mewujudkan pembaharuan dan perbaikan bidang aparatur negara. Reformasi


pada sektor aparatur negara pada hakekatnya merupakan tindakan atau kegiatan
pembaharuan secara konseps ional sistemaf is dan berkelaniutan.
Dalam rangka mencapai visi dan terlaksananya misi Direktorat Jenderal Badan Peradilan
Agama, telah dirumuskan Rencana Strategis (Rentsra) Direktorat Jenderal Badan
peradilan Agama tahun 2O1O-2014, yang kemudian direvisi di tahun 2013 sebagaimana
terlihat didalam tabel dibawah ini:

Tabel

1 :

Rencana Strategis Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama tahun 20102014

Terwujudnya
penyelesaian perkara
yang sederhana,
tepat waktu,
transparan dan

1,

2.

akuntabel di
lingkungan peradilan
agama
4.
5.
6.

Terwujudnya

1.

peningkatan kualitas
aparatur peradilan

agsma

2.

3.

4.

Terwujudnya

1.

peningkatan efisiensi
dan efektifitas
manajemen di
lingkungan Ditjen
Badilag

2.
3.

4.

5.
6.

7.

Terwujudnya tertib
administrasi perkara
kasasi, PK dan
Kesyariahan
peradilan agama

1.

Prosentase laporan
penyelesaian perkara selesai 3
bulan
Prosentase laporan
penyelesaian perkara Selesai 6
bulan
Prosentase laporan
penyelesaian perkara diatas 6
bulan
Prosentase penyelesaian
minutasi berkas perkara
Prosentase pelaksanaan
layanan perkara prodeo
Prosentase lokasi pelaksanaan
sidang keliling
Prosentase jumlah aParatur
yang mengikuti bimtek
administrasi peradilan agama
Prosentase jumlah aPartur Yang
mengikuti bimbingan teknis
kompetensi
Prosentase jumlah Pegawai
yang mengikuti pembinaan dan
keterampilan
Prosentase jumlah aParatur
yang mengikuti bimtek
ketatalaksanaan perkara kasasi,
PK dan Kesyariyahan
Prosentase standarisasi tata
kerja dan tata kelola Peradilan
agama yang disusun
Prosentase laporan Perkara di
lingkungan PA yang tePat waktu
Prosentase jumlah laPoran data
tenaga teknis peradilan agama
yang akurat dan tePat waktu
Prosentase iumlah Pedoman
standarisasi tenaga teknis
peradilan agama Yang disusun
Prosentase jumlah tenaga teknis
peradilan agama yang dimutasi
Prosentase jumlah dokumen
manajemen yang diselesaikan
tepat waktu
Prosentase sarana dan
prasarana keria sesuai standard
Prosentase standarisasi
ketatralaksanaan Perkara kasasi,
PK dan Kesyariahan Yang
disusun

Peningkatan

Manajemen Peradilan
Agama

Penjabaran dari rencana strategis sebagaimana ditetapkan diatas dirinci secara


lebih detail dalam beberapa program dan kegiatan sebagaimana tertuang dalam program
kerja Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama Tahun 2014.

D.

Sistematika Penyajian
Sistematika Penyusunan Laporan Tahunan sebagai berikut:
Bab l:

Pendahuluan
Memuat kebijakan umum peradilan, paparan visi dan misi Direktorat Jenderal

Badan Peradilan Agama serta Rencana Strategis (Renstra) sebagai dasar


acuan penyusunan kebijakan,program dan kegiatan serta sebagai pedoman
dan pengendalian kinerja dalam pelaksanaan program dan kegiatan.
Bab ll:

Struktur Organisasi (Tupoksi)

A.

Standar Operasional Prosedur (SOP): Direktorat Jenderal Badan


Peradilan Agama melaksanakan setiap pekeryaan dimulai dari tingkatan
eselon I hingga Staf termasuk Jabatan Fungsional didalamnya dengan
berpedoman pada Standar Operational prosedur, sesuai Surat Keputusan
Sekretaris Mahkamah Agung Nomor 002 Tahun 2012 tentang Pedoman

di Lingkungan Mahkamah
Agung dan Badan Peradilan yang Berada di Bawahnya sebagai satu
Penyusunan Standar Operasional Prosedur

kesatuan instruksi (perintah kerja) yang rinci dan tertulis yang harus diikuti
demi mencapai keseragaman dalam menjalankan suatu pekerjaan dengan
berpedoman pada tujuan yang harus dicapai.

B.

Sasaran Kerja Pegawai (SKP): Seluruh Pejabat dan Pegawai Direktorat

Jenderal Badan Peradilan Agama telah memiliki SKP sebagai bentuk


laporan kinerja pegawai. Sesuai Peraturan Kepala Badan Kepegawaian
Negara Nomor 1 Tahun 2013 tentang Penilaian Prestasi Kerja Pegawai.

Bab

lll:

Pembinaan dan Pengelolaan


Mencakup pengembangan Sumber Daya Manusia, Laporan Keadaan perkara,
pengelolaan sarana dan prasarana, laporan pengelolaan keuangan, Dukungan
Teknologi lnformasi, serta Regulasi Tahun 2014.

Bab

lV:

Pengawasan
Pengawasan diarahkan sepenuhnya untuk menghindari adanya kemungkinan
penyelewengan atau penyimpangan atas tujuan yang akan dicapai dengan
melakukan pengawasan lnternal serta adanya evaluasi pada setiap pekerjaan.

Bab

V:

Kesimpulan dan Rekomendasi

Seluruh pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Direktorat Jenderal Badan


Peradilan Agama Tahun 2014 secara umum berjalan dengan baik dan lancar
sesuai program kerja yang telah di tetapkan dan merekomendasikan untuk
peningkatan target penyelesaian perkara, peningkatan pembinaan dan

pelatihan kepada tenaga teknis dan non teknis, serta memaksimalkan


pelaksanaan sidang keliling dan prodeo bagi masyarakat kurang mampu.

BAB T
STRUKTUR ORGANISASI

A.

Standar Operasional Prosedur (SOP)


Salah satu tujuan kebijakan Reformasi Birokrasi di lndonesia adalah untuk membangun

profil dan perilaku aparatur negara yang memiliki integritas, produktivitas, dan
bertanggungjawab serta memiliki kemampuan memberikan pelayanan yang prima melalui

perubahan pola piker (mind sef) dan budaya kerja (culture sef,) dalam sistem manajemen

pemerintahan. Reformasi Birokrasi mencakup delapan area perubahan utama pada


instansi pemerintah meliputi: organisasi, tata laksana, peraturan perundang-undangan,
sumber daya manusia aparatur, pengawasan, akuntabilitas, pelayanan publik, mind set
dan culture set aparatur. Pada hakekatnya perubahan ketatalaksanaan diarahkan untuk
melakukan penataan tata laksana instansi pemerintah yang efektif dan efisien. Salah satu
upaya penataan tata laksana diwujudkan dalam bentuk penyusunan dan implementasi
standar Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam pelaksanaan tugas dan fungsi
aparatur pemerintah.

Berpijak dari hal tersebut diatas maka Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama
berupaya untuk selalu meningkatkan kinerja layanan yang lebih baik sesuai dengan tugas
pokok dan fungsinya dengan suatu standar pelayanan yang lebih efektif dan efisien
melalui penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) berdasarkan ketentuan
peraturan Menpan RB Nomor 35 tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Standar

Operasional Prosedur Administrasi Pemerintah.(SOP-AP) dan Surat Keputusan


Sekretaris Mahkamah Agung Nomor 002 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan
Standar Operasional Prosedur di Lingkungan Mahkamah Agung dan Badan Peradilan
yang Berada di Bawahnya. Disusunnya Standar Operasional Prosedur di lingkungan
Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama bertujuan untuk memudahkan pengawasan
dan pengendalian fungsi-fungsi tugas secara detil dari mulai perencanaan, pelaksanaan
dan evaluasi yang lebih akuntabel dan terukur.

Standar Operasional Prosedur (SOP) di lingkungan Direktorat Jenderal Badan Peradilan


Agama terdiri dari : 40 jenis SOP Sekretariat Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama,

156 jenis SOP Direktorat Pembinaan Tenaga Teknis Ditjen Badilag, 32 jenis SOP
Direktorat Pembinaan Administrasi Ditjen Badilag dan 74 jenis SOP Direktorat Pranata
dan Tatalaksana Ditjen Badilag yang telah disahkan dengan Surat Keputusan Direktur

Jenderal Badan Peradilan Agama Nomor

412.b/DjA/OT.01 .3/Sl(lY

1201

tentang

Standar Operasional Prosedur Tahun 2014 di Lingkungan Direktorat Jenderal Badan


Peradilan Agama.

Untuk menjaga agar Standar Operasional Prosedur (SOP) di lingkungan Direktorat


Jenderal Badan Peradilan Agama tetap efektif dalam penerapannya maka dilakukan
evaluasi dan monitoring secara terus menerus serta dilakukan penyesuaian menurut
perkembangan keadaan dan kebutuhannya.

B.

Sasaran Kerja Pegawai (SKP)


Sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah Republik lndonesia Nomor 46 Tahun
2011 Tentang Penilaian Prestasi Kerja Pegawai Negeri Sipil maka Direktorat Jenderal
Badan Peradilan Agama mulai tahun 2014 telah menerapkan sistim penilaian prestasi
kerja pegawai secara efektiv. Penerapan sistim Penilaian Prestasi Kerja Pegawai (SKP)
ini dimaksudkan untuk beberapa hal sebagai berikut

1.

Penilaian prestasi kerja bertujuan untuk mengevaluasi kinerja PNS, yang dapat
memberi petunjuk bagi manajemen dalam rangka mengevaluasi kinerja unit dan
kinerja organisasi secara keseluruhan.

Z.

Penilaian prestasi kerja Pegawai Negeri Sipil secara strategis diarahkan sebagai
pengendalian perilaku kerja produktif yang disyaratkan untuk mencapai hasil kerja
yang disepakati dan bukan penilaian atas kepribadian seseorang Pegawai Negeri
Sipil.

3.

penilaian prestasi kerja Pegawai Negeri Sipil bertujuan juga untuk menjamin
obyektivitas pembinaan Pegawai Negeri Sipil yang dilakukan berdasarkan sistem
prestasi kerja dan sistem karier yang dititikberatkan pada sistem prestasi kerja.

Dalam impelementasinya Sasaran Kerja Pegawai (SKP) yang telah disusun dilakukan
evaluasi serta penyesuaian target target yang yang ditetapkan sehingga diharapkan
dalam penilaian prestasi kerja setiap pegawai akan lebih memberikan nilai objetifitas yang
lebih baik.

tsAB lll
PEMBINAAN DAN PENGELOLAAN

A. Sumber Daya Manusia

l.

Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama


Data Pegawai
Pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama berjumlah 153
orang, terdiri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebanyak 126 orang dan Pegawai
Tidak Tetap (PTT) sebanyak 27 orang. Pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal
Badan Peradilan Agama dapat kita klasifikasian sebagai berikut:

Tabel

{ :

BerdasarkanPendidikan

S2

4
44

S1

51

S3

Tabel

2 :

D3

SLTA

24

19

126

27

Berdasarkan Pangkat dan Golongan

lV/e
tv/d

1
1

lVlc

rv/b
lVla
ilt/d

14

lll/c

2A
16

uUb

26

lll/a
il/d
ll/c
il/b

15
3

llla

17

126

Tabel

3 ;

ffi
w

Berdasarkan Jenis Kelamin

91

Laki-Laki

ffiPro

3$,

*ryr

t26
Tabel

4 :

ffi
ffiffi
ffi
ffi

Berdasarkan Tingkat Usia

20-30

17

3t**&

3g

41-S

27

sr4n

24

I
I

4tr

ff;

*:{

36

tfi

26'

94

32

tzg

b. Bagan Struktur Organisasi dan Tata Kerja

10

.i

.,:

20

fi

ffi

T7

Agama

L2

Tabel

5 :

Daftar Jabatan Struktural

Direktur Jenderal Badan Peradilan

l.a

Dr. Drc. H. Purwosusilo, S.H.,M.H.

Agama

ll.a

Tukiran, SH., MM.

Kepala Bagian Perencanaan dan


Keuangan

lll.a

Drs. H. Azhari, SH., it.Si.

Kasubbag Perencanaan Program dan


Penyusunan Anggaran

lV.a

lrwansyah, S.H., M.H.

Kasubbag Anggaran dan


Perbendaharaan

lV.a

Nitasari, S.H., M.M.

Kasubbag Akuntansi

Fenny Sulistyaningsih, SE., MM.

Kasubbag Pemberhentian dan Pensiun

lV.a
lll.a
lV.a
lV.a
lV.a

Susi Ari Purwanti, SH.

Kepala Bagian Organisasi dan


Tatalaksana

lll.a

Dr. H. Abu Tholhah, M.Pd.

Kasubbag Kelembagaan dan

lV.a

Bambang Subroto, SH., MM.

lV.a
lV.a
lll.a
lV.a
lV.a
lV.a

H. Dedy Juniawan, S.H.

Agama

Sekretaris Ditjen Badan Peradilan

Kepala Bagian Kepegawaian


Kasubbag Umum Kepegawaian
Kasubbag Mutasi

Pelaporan

Kasubbag Ketatalaksanaan
Kasubbag Dokumentasi dan lnformasi
Kepala Bagian Umum
Kasubbag Tata Usaha
Kasubbag Rumah Tangga
Kasubbag Perlengkapan

Direktur Pembinaan Tenaga Teknis

Drs. H. Rafiuddin, M.H.


Nursalam, S.H., M.M.
Hj. Komariah, SH., MH.

Hirpan Hilmi, ST

Arief Gunawansyah, SH.MH


Mursidah
H.Suardi

Slamet Riyanto, SH., MM

Peradilan Agama

ll.a

Dr. Fauzan, SH., MH.

Kasubbag Tata Usaha

lV.a

Dwiana Sri Handayani, S.H.

Kasubdit Mutasi Hakim, Dit.


Pembinaan Tenaga Teknis PA

lll.a

Dra. Nur Djannah Syaf, $.H.

Kasi Mutasi

lV.a
lV.a
lV.a

M.M. Ferdiansyah, S.E.

Joko Wiranta, SH., MH.

lll.a

Aziz Falahuddin, SH,, MH.


Nurul Huda

KasiTata Naskah

lV.a
lV.a
lV.a

Asep Parhanil lbad, S.Ag.

Kasubdit Pengembangan Tenaga


Teknis Peradilan Agama

lll.a

H. Arjuna, SH., MM.

Kasi Peningkatan Mutu Hakim

lV.a

Saiful Bahry, SH, MH.

Kasi Peningkatan Mutu Panitera dan

lV.a

Mamfaluthi, S.Hi.

Kasi Mutasi ll
Kasi Tata Naskah

Kasubdit Mutasi Panltera dan

Jurusita
Kasi Mutasi

Kasi Mutasi ll

Jurusita

13

Fitriza Agustina, S.E.,M.M.

Sahadi, SH.

Kasi Evaluasi dan Rasionalisasi

lV.a

H. Sugeng, SH., MH.

Kasubdit Data dan Evaluasi

lll.a

Durminto, S.Kom, MH.

Kasi Arsip dan Dokumentasi

lV.a

Gutomo Sujanadi, S.H.

Kasi Data dan lnformasiTenaga Teknis

lV.a

Sutarno, S.lp., M.M.

Kasi Evaluasi dan Pelaporan

lV.a

Rosiah, SH.

Direktur Pembinaan Adm inistrasi


Peradilan Agama

ll.a

Dr. H. Hasbi Hasan, SH., MH.

Kasubbag Tata Usaha

lV.a

Tristi Sri Setiawati, SH., MM.

Kasubdit Tata Kelola

lll.a

Umiyati, SH.

Kasi Tata Persidangan

lV.a

Srikantun Puji Astuti, SH.

Kasi Pelayanan Peradilan

lV.a

Achmad Suyatno, SE., MM.

Kasi Sarana Kerja Pengadilan

lV.a

H. A. Pariduddin, SH.

Kasubdit Bimbingan dan Monitoring

lll.a

Kasi Bimbingan

lV.a

Kasi Bimbingan ll

lV.a

Kasi Monitoring dan Evaluasi

lV.a

Kasubdit Statistik dan Dokumentasi

lll.a

Kasi Statistik

lV.a

Kasi Dokumentasi Wilayah Hukum

lV.a

Direktur Pranata dan Tata l-aksana


Perkara Perdata Agama
Kasubbag Tata Usaha

ll.a

Drs. H. Hidayatutlah MS, MH.

tV.a

Fitri Suryaningsih, S.Pd.

Kasubdit Kasasi Perdata Agama

lll.a

Hi. lis Nawangsari, SH.

Kasi Penelaah Berkas Perkara Kasasi

lV.a

M. AdilWirawan Kaboel, SH.

Kasi Administrasi Berkas Perkara


Kasasi

lV.a

Hj. Aisyah HR, SH., MM

lll.a

Drs. Yusrizal, M.H.

Kasi Penelaahan Berkas Perkara


Peninjauan Kembali

lV.a

Bedjo, SH

Kasi Administrasi Berkas Perkara


Peninjauan Kembali

lV.a

Sugiyanto, S.H.

Kasubdit Syariah, Dit. Pranata dan


Tata Laksana Perkara Perdata
Agama

lll.a

Timur Abimanyu, S.H., M.H.

lV.a

Drs. Mukhlisin

Kasi Kodifikasi dan Yurisprudensi


Perkara Syariah

lV.a

H.Nikmatullah, S.lp, MM.

Kasi Evaluasi dan Pengendalian

lV.a

Hj. Chrisnayeti, SH.

Kasubdit Peninjauan Kembali


Perdata Agama

Kasi Pengkajian Syariah dan Hisab


Rukyat

berdasarkan bagan struktur organisasi dan tabel diatas, maka ada 1 formasi jabatan
struktural eselon lll.a yang belum terisi yaitu Kasubdit Bimbingan dan Monitoring di
Direkorat Pembinaan Administrasi Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama.

14

Promosi dan Mutasi


Dalam tahun 2014 Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama telah melakukan
promosi dan mutasi pejabat eselon lV sebanyak 13 orang. Promosi dan mutasi ini
dianggap perlu dan sesuai dengan tuntutan organisasai dalam rangka peningkatan
kinerja, tugas pokok dan fungsi. Adapun promosi dan mutasi tersebut dapat dilihat
pada tabel dibawah ini:

Tabel

6 :

Daftar Promosi dan Mutasi di Lingkungan Ditjen Badilag

Promosi

Staf pada

Kasubbag Ketatalaksanaan

Organisasi

Sekretariat Ditjen Direktorat


Jenderal Badan Peradilan

Bagian
Tata
Laksana Sekretariat
Ditjen
Direktorat
Jenderal Badan
Peradilan Agama.

H. Dedy Juniawan, S.H.

dan

Agama

Mutasi dan Rotasi


Kasi Bimbingan I pada

Subdit Bimbingan dan

Monitoring,

lrwansyah, S.H., M.H.

Dit.

Pembinaan

Administrasi PA

Kasubbag Tata Usaha


Direktorat Pembinaan

Nitasari, SH., MM

Tenaga Teknis PA

Kasi Arsip

dan

Dokumentasi Direktorat

Nursalam, SH., MM

Pembinaan

Tenaga

Teknis PA

Kasubbag

Anggaran

Badan

Peradilan

dan Perbendaharaan
Sekretariat Di$en
Direktorat Jenderal

Dwiana Sri Handayani, S.H.

Agama
Kasi Tata Naskah pada
Subdit Mutasi Panitera,

Joko Wiranta, SH., MM

Direktorat Pembinaan
Tenaga Teknis PA

Kasi Tata Naskah pada

Subdit Mutasi Hakim,


Direktorat Pembinaan

Asep Parhanil lbad, S.Ag.

Tenaga Teknis PA
Kasi
Statistik,
Direktorat Pembinaan
Administrasi PA
Kasubbag
Perencanaan Program
Penyusunan
dan
Anggaran Sekretariat
Direktorat
Ditjen
Badan
Jenderal
Peradilan Agama

Gutomo Sujanadi, S.H.

Sutarno, S.lp., M.M.

15

Kasubbag

Perencanaan
Penyusunan
Anggaran Sekretariat Ditjen
Direktorat Jenderal Badan
Peradilan Agama
Kasubbag Anggaran dan
Perbendaharaan Sekretariat
Ditjen Direktorat Jenderal
Badan Peradilan Agama
Umum
Kasubbag
Kepegawaian Sekretariat
Ditjen Direktorat Jenderal
Badan Peradilan Agama
Kasubbag Tata Usaha
Pembinaan
Direktorat
Tenaga Teknis PA

Program

dan

Kasi Tata Naskah pada

Subdit Mutasi

Hakim,
Pembinaan
Direktorat
Tenaga Teknis PA

Kasi Tata Naskah pada


Subdit Mutasi Panitera,
Pembinaan
Direktorat
Tenaga Teknis PA
Kasi Arsip dan Dokumentasi,
Direktorat Pembinaan
Tenaga Teknis PA

Kasi Data dan

lnformasi

Tenaga Teknis, Direktorat


Pembinaan Tenaga Teknis
PA

$ubeno Trio Leksono, S.H.,


M.M.

Kasi Data dan Kasi Bimbingan I Pada


lnformasi Tenaga Subdit Bimbingan dan
Teknis, Direktorat Monitoring, Dit. Pembinaan
Pembinaan

Tenaga

Administrasi PA

Teknis PA

Kasi

Drs. H. Helman, S.H.

Dokumentasi

Wilayah Hukum,

Dit.

Pembinaan

Administrasi PA
Kasi Bimbingan

ll

pada

Subdit Bimbingan dan


Tohir, S.H.

Monitoring,

Kasi Bimbingan ll pada

Subdit Bimbingan dan


Monitoring, Dit. Pembinaan
Administrasi PA

Kasi Statistik, Direktorat


Pembinaan Administrasi PA

Dit.

Pembinaan

Administrasi PA

Kasubbag
Kepegawaian

Sulaiman, S.H.

Umum

Sekretariat Ditjen
Direktorat Jenderal
Badan Peradilan

Kasi Dokumentasi Wilayah


Hukum, Dit. Pembinaan
Administrasi PA

Agama

d. Kenaikan Pangkat
Dalam tahun 2A14, Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama telah memproses
usulan kenaikan pangkat pegawai sebanyak 35 orang yang terdiri dari kenaikan
pangkat periode April sebanyak 26 orang dan kenaikan pangkat periode Oktober
sebanyak 9 orang, yang dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel

7 :

Daftar Kenaikan Pangkat per April

Reguler

Pengatur MudaTk. I (ll/b)

Penyesuaian ljazah

Pengatur MudaTk. I (ll/b)

Penyesuaian ljazah

Pengatur Tingkat I (llld)

Reguler

Penata Muda (lll/a)

Reguler

Penata Muda Tingkat


(ilr/b)

Reguler

Pernbina (lV/a)

Pengatur (ll/c)
Penata Muda

(lll/a)
Penata Muda

(lll/a)
Penata Muda

Tingkat I (lll/b)
I

Penata (lll/c)
Pembina Tk.l

(rv/b)

16 Orang
1 Orang

2 Orang
5 Orang
1 Orang

1 Orang
26 Orang

16

Tabel

8 :

Daftar Kenaikan Pangkat per Oktober

Penyesuaian
ljazah

(il/b)

Penyesuaian
ljazah
Reguler

Pengatur Muda Tingkat

Penata Muda (lll/a)

4 Orang

Penata Muda (lll/a)

Penata Muda Tk.l (lll/b)

3 Orang

Pembina (lV/a)

Pembina Tk.l (lvlb)

2 Orang
9 Orang

e. Pendidikan dan Pelatihan


Pada tahun 2014, pegawai Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama yang
mengikuti pendidikan dan pelatihan sebanyak 6 orang yang dapat dilihat pada tabel
dibawah ini:
Tabel

9 :

Daftar Pegawai yang Mengikuti Pendidikan dan Latihan

Diklat Kepemimpinan

14 Juli 2014 s/d 13

Tk. il

November 2014

Badan Litbang
Diklat Kumdil MA

Diklat Kepemimpinan
Tk. ilt
Diklat Kepemimpinan

Tk. ilt
Diklat Training Of
Fasilitator (TOF)

Pusdiklat
Kepemimpinan
Aparatur Nasional
(LAN)

2 Orang

3 Orang

RI

17 Agustus 2014

s/d 13 Desember
2014
19 sld 27

November 2014

Badan Litbang
Diklat Kumdil MA

1 Orang

RI

Badan Litbang
Diklat Kumdil MA

3 Orang

RI

6 Orang

Pembinaan Keterampilan Pegawai


Dalam rangka untuk meningkatkan keterampilan pegawai di lingkungan Direktorat

Jenderal Badan Peradilan Agama telah dilakukan pembinaan dan keterampilan


pegawai sebanyak216 orang, yang dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

17

Tabel 10

Daftar Pegawai yang Mengikuti Pembinaan

Wawasan Kepemimpinan

28 s.d. 30 Mei

Marbella Suites

Pegawai

2014
11 s.d 13 Juni
2014
Agustus 2014

Bandung
Topas Galeri
Hotel, Bandung
Topas Galeria
Hotel, Bandung

03 s.d 05

Arion Swiss Bell

September 2014

Hotel, Bandung

23 s.d. 25
September 2AM

Garden Permata

Pen ingkatan Keterampilan

Pegawai (SKP)
Peningkatan Keterampilan
Pegawai (SlMARl/Simpeg)
Pen ingkatan Keterampilan
Pegawai (Sl MARI/Simpeg)
Pen ingkatan Keterampilan
Pegawai (Teknologi

lnformasi)
Pen ingkatan Keterampilan

Pegawai (Analisis Beban


Kerja)

2Q s.d 22

09 s.d 11
Nopember 2014

Hotel, Bandung
Fave Hotel
Padjajaran,
Bogor

35 Orang

33 Orang
33 Orang
36 Orang
31 Orang

48 Orang
216 Orang

g. Penghargaan Satya Lencana


pada tahun ZO14 pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Badan Peradilan
Agama yang menerima penghargaan Satya Lencana sebanyak 57 orang yang
tergambar sebagaimana tabel dibawah ini.

Tabel { 1

Daftar Pegawai yang menerima Satya Lencana

Satya Karya Sewindu


Satya Lencana Karya Satya XX Tahun
Satya Lencana Karya Satya XXX Tahun

Tahun

20 Tahun
30 Tahun

50 Orang
5 Orang
2 Orang
57 Orang

ll.

Pegawai Peradilan Agama

a, Data Pegawai
Jumlah pegawai peradilan agama se-lndonesia Per 1 Desember 2A14 sebanyak
11.52T orang yang terdiri dari tenaga teknis sebanyak 8.436 orang dan tenaga non
teknis sebanyak 3.0g1 orang. Tenaga teknis terdiri dari tenaga hakim sebanyak
3.668 orang, tenaga kepaniteraan sebanyak 3.121 orang dan tenaga Jurusita dan

18

Jurusita Pengganti sebanyak

.647 orang. Rincian data pegawai peradilan agama

se-lndonesia adalah sebagai berikut:

Tabel 12

Sebaran Pegawai Tenaga Teknis dan Non Teknis Peradilan Agama


Seluruh lndonesia Per-Desember 2014 Berdasarkan Kelas

PTAIMS Aceh

536

PA/Ms Kelas I A

845

PA/Ms Kelas I B

873

PA/Ms Kelas ll

357
704
887
1.173
3.121

1.414
3.668

670

484

468

519

645

644

1.308

1.U7

3.09,t

11.527 orang

Data kekuatan pegawai tenaga teknis peradilan agama tahun 2014 di klasifikasi
berdasarkan:

Tabel

{3 :

Jumlah Hakim Tingkat Banding

PTA/MSy Aceh

Tabel 14

29

28

466

536

29

28

466

536

Jumlah Pejabat Kepaniteraan Tingkat Banding

PTA/MSy Aceh

Tabel 15

28

27

52

250

357

28

27

52

250

357

Jumlah Hakim Tingkat Pertama

Pengadilan Agama Kelas lA


Pengadilan Agama Kelas lB

56

53

100

98

Pengadilan Agama Kelas ll

203

179

359

330

L9

56
97
1U
317

727

845

673

1A71

873
1414

2.471

14

3.132

Tabel 16

Jumlah Pejabat Kepaniteraan Tingkat Pertama

ffiffiffiWffiffiffiffi
ffi
ffi
ffi

t{d6

Kelm lB

Perq#lAgwr
l@as tl

ffi
mffi
ffi

ffi
ffi

Tabel

ffi
ffi
ffi
ffi
ffi

'::

W,',;;,",t',,|Y

277

425 &r

9S

90

iffi

,1ffi

t#,.

35S

34S

s3i3

$J$.,,'.','.,'{ffi

fft4

1,179

fw,

:,

519

409

1r0

Pengadilan Agarna Kelae lB

2,794

Jumlah Jurusita dan JSP Tingkat Pertama

,ffi.

Tabel 18

ffinm

4,ffi

{00

t,,',,.-i

!.{$

3rs

ffi
ffi

sg

;::-,...'

Pengadilan Aganra

Tabel 17

$d,,

.j'm.

L,A

,.' ,,,'

'll

W,,,,

r-s[r

1.3s2

Jumlah Kekuatan Pegawai Non Teknis Peradilan Agama

.ffi,

.ffi,.,].:

18.

ffi'.'-'@

PA. Ktshs lA

53

155

25S

PAffiIB

.&*'

ffi,-

,$,

183

557

13

Effidirq

PA.

Keh

lt

*
{9 :

.,.

;Et'$;',,'-.,::,

&llfi'.

sss 1.3S8
t '.',,-'fiffi,*

s-

Jumlah Pegawai Tenaga Teknis Berdasarkan Usia

eg@

d,s4

31*+0

2.831

4-{f

51-60

3.403

$*ffi

,.'*ffi,''''

{,l.os

2A

468

Tabel 20

Jumlah Pegawai Tenaga Teknis Berdasarkan Golongan/Ruang

ffi
ffi
ffi
ffi
ffi
ffi
ffi
ffi
ffi
ffi
ffi
ffi
ffi

162
216
420
205

llja
il/b

llls
il/d

lllla

1,.93$

lil/b
Itr&
lil/d
lV/e
tv/b

2.091

:l,4Sg

2.557
$ffi,
1.341

IVJc

6s3

lv/d

387
188

IWE

11.&4
Tabel

2{ :

ffi
ffi

Data Kekosongan Jabatan Ketua dan Wakil Ketua

MS Aceh

fiM#I
ffi PTA
ffi PTA.
ffi PTA Peksrbaru
ffi
Pahnrbang
ffi
ffi
ffi PTA.
ffi
Jekarta
ffi
ffi
ffi
ffi PTA Sumbaya
ffi
ffi
Pofttisnak
ffi
ffi ffA. SarlJammin
ffi
ffi
ffirdo
ffi
ffi
ffi
ffi
Makaesar
ffi
ffi
ffi,ffi
ffi PT*.
Utara
ffi
ffi
Padang

PTA. Jambi
PTA.
PTA. Bangka Belitung
PTA. Bengkulu
Eandar Lampung
PTA.
PTA. Bandung
PTA. Banten
PTA. Semarang

PTA.
PTA.
PTA.
PTA.
PTA.
PTA.
PTA.
PTA.
PTA.

2
4

2
2

s
2
2

*.

{
2
1

t*

PTA. Yogyakarta
PTA.
PTA. Palangkanaya

t
1

Samarinda

Gorontalo
Palu
Kendari

4
2

?
2
,l

4
2

6
2

Mataram

Kupanrg

3
7

2$

*s

7g

Ambon
?&lulqu
PTA. Jayapura

27

Dari formasi jabatan tersebut diatas terdapat jabatan yang belum terisi sebanyakT2

formasi yang terdiri dari ketua pengadilan sebanyak 29 formasi sedangkan wakil
ketua pengadilan sebanyak 43 formasi.

Tabel22

Jumlah Hakim Berdasarkan Jenjang Pendidikan

MS ACEH
PTA Medan
PTA Padang
PTA Pekanbaru
PTA Jambi
PTA Palembang
PTA Bangka Belitung
PTA Bengkulu
PTA Bandar Lampung
PTA Jakarta
PTA Bandung
PTA Banten
PTA Semarang
PTA Surabaya
PTA Yogyakarta
PTA Pontianak
PTA Palangkaraya
PTA Banjarmasin
PTA Samarinda
PTA Manado
PTA Gorontalo
PTA PAIu
PTA Kendari
PTA Makassar
PTA Mataram
PTA Kupang
PTA Ambon
PTA Maluku Utara
PTA Jayapura

93
308

90

328

73

281

71

216
228

41

43
22

68
35

61

234

53

179
578
146

91

167

6
1

631

52
116

624

181

158

44
23

176
162
281

31
61

186

46

120
112

17
14

197
119

27
24

549
448
124

107

57
46

;
1

121

16

102

23
20

167

1.625

6.967

Tabel 23

42

Jumlah Pejabat Kepaniteraan Berdasarkan Jenjang Pendidikan

Ms Aceh
PTA Medan
PTA Padang
PTA Pekanbaru
PTA Jambi
PTA Palembang
PTA Bangka Belitung
PTA Bengkulu

104

108

4
22

125
80

22

61

74

15

22

13
35

7
7
2

60
69
206

49

2
2

PTA
PTA
PTA
PTA
PTA
PTA
PTA
PTA
PTA
PTA
PTA
PTA
PTA

Bandar Lampung
Jakarta
Bandung
Banten
Semarang
Surabaya
Yogyakarta
Pontianak
Palangkaraya
Banjarmasin
Samarinda
Manado
Gorontalo
PTA Palu
PTA Kendari
PTA Makassar
PTA Mataram
PTA Kupang
PTA AMbon
PTA Maluku Utara
PTA Jayapura

13

257

258
44
54
55
g4

5
1

25
36
6
3
3

46
34
28
46

30

242

35

155

31

59

100

Tabel 24

15

33
26

14

6
5

16

43

;
I

2481

345

21

Jumlah Jurusita/JSP PA berdasarkan Jenjang Pendidikan

Ms Aceh
PTA Medan
PTA Padang
PTA Pekanbaru
PTA Jambi
PTA Palembang
PTA Bangka Belitung
PTA Bengkulu
PTA Bandar Lampung
PTA Jakarta
PTA Bandung
PTA Banten
PTA Semarang
PTA Surabaya
PTA Yogyakarta
PTA Pontianak
PTA Palangkaraya
PTA Banjarmaein
PTA Samarinda
PTA Manado
PTA Gorontalo
PTA Palu
PTA Kendari

29

21

24

20

13

31

15
16

3
5

10
12
19

2
3

31

68
22
58
24

I
11

t2
486
363
945

22

t4

12

20

16

10

14

17

s82
602
26

30

23

2s1
34

2A1
2t

20
81

28

23
8

ffi
ffi
ffi
ffi
ffi
ffi
ffi

- , .3
-4
-2
- ',2

FTA H*ekmem
PTA
PTA
PTA
PTA
PTA

Tabel 25

ffi
ffi

ffi
ffi
ffi
ffi
ffi
ffi
ffi
ffi
ffi
ffi
ffi
ffi
ffi
ffi
ffi
ffi
ffi
ffi
ffi
ffi
ffim
ffi
ffi
ffi
ffiffi
ffi
ffi
ffi

Mataram
Frupang
AmbON

$Ialuku Utara
Jayapura

-1

- '{m

-15

54't

-9
-6
-12
-6$l?Jl-

Jumlah Hakim Peradilan Agama Berdasarkan Jenis Kelamin

117

25

1SS

42,'

Ms Aceh

MErIgt

PTA
PTA Padang
PTA P*ardraru

121

6g

fis

4t,

PTA Jambi

71

PTA Palenhng
PTA Bangka Belitung
PTA Eengkulu

78

2g
24

PTA Bandar Larnpung

36

s3

96

16

8'l

3s

PTA Jaksrta
PTA Bandung

260

54

PTA Barfien

la

ts

343

PTA Semarang
PTA $urabaya

$e8

50
72

PTA Yogyakarta

54

23

PTA Pontianak

s$

12

PTA Palangkaraya

53

PTA &r$anrasin

s$

43

PTA $amarinda
PTA Man#o

85

10

eg

,fg

PTA Gorontalo

23

13

PTA Palu
PTA Kendari

ss

10

45

15

1,41'

g8

130

28

6?

{$

PTA Ambon

14

PTA Maluku Utara

31

PTA Jayapura

62

2,'{t4

?1f$

PTA lti&akassar

"

PTA Mataram
PTA Kupang

24

,{

Tabel 26

Jumlah Panitera Peradilan Agama Bedasarkan Jenis Kelamin

Ms Aceh
PTA Medan
PTA Padang
PTA Pekanbaru
PTA Jambi
PTA Palembang
PTA Bangka Belitung
PTA Bengkulu
PTA Bandar Lampung
PTA Jakarta
PTA Bandung
PTA Banten
PTA Semarang
PTA Surabaya
PTA Yogyakarta
PTA Pontianak
PTA Palangkaraya
PTA Banjarmasin
PTA Samarinda
PTA Manado
PTA Gorontalo
PTA Palu
PTA Kendari
PTA Makassar
PTA Mataram
PTA Kupang
PTA Ambon
PTA Maluku Utara
PTA Jayapura

Tabel 27

104

33

100
95

63

67

52

81

59

32

23

28

14

25

25

39

36

45

43

147
38

93

202

26
126

209

100

35
38

24
25

43

21

58

57
24
24

42
22
18

14

25

35

35
136
137

162

34
23

13
58
14
19

17

35

20

,l.865

1.262

Jumlah Jurusita dan Jurusita Pengganti Berdasarkan Jenis Kelamin

Ms Aceh

43

PTA
PTA
PTA
PTA
PTA
PTA
PTA
PTA
PTA
PTA
PTA
PTA

41

29
56

14

Medan
Padang
Pekanbaru
Jambi
Palembang
Bangka Belitung
Bengkulu
Bandar Lampung
Jakarta
Bandung
Banten

33

29
10
18

43
70
123

Semamng

25

16
17
7
5
8
34

27
55

35

14

99

42

ffi
ffi

PTAYqT*wta

3ff,

PTA Pontianak
PTA Pak*ngkaraya
Banjarmasin
PTA Samarinda
PTA
PTA
PTA Palu

32
ts,r

ffi
ffi PTA
ffi
ffi
Manado
ffi
Gorsntab
ffi
ffi PTA Kerdari
ffi
ffiffi Makassar
M#anr
ffi
ffi
ffi
ffi
PTA
PTA
PTA
PTA
PTA
PTA

Tabel 28

ffij
ffi
ffi
ffi

12

12
,r1

,'2S

14

,2&
33

23
4

ts,

Kupang
Ambon
lvlaluku Utara
Jayapura

24

4,

67

25

ffi'

46

12

13

5,

15

13

3
10

{.tr65

&1

Data Pegawai Tenaga Teknis yang Pensiun Tahun 2014

MS. Adr
PTA. Medan

ffiffiffi
1

PTA Pa&ng
PTA Pekanbaru

ffi
ffi PTA.
ffi PTA
hlihrng
ffiffi*
ffi FTA. Bardsr lamBung
ffi
ffi PTA Jakarta
ffi PTA. Barduqs
Banbn
ffi
ffi
ffi
ffi
ffi PTA Pontianak
ffi PTA, Palangkaraya
ffi
wffi
ffi PTA Gorontdo
ffi
ffi PTA lrdsri
ffi
ffi PTA Makassar
ffi
ffi PTA Arnbwr
ffi
ffi PTA Maluku

tt

10

PTA. Jambi
Palembang
Bangka
PTA. Bengkulu

4;,

3
,l
1

PTA.

PTA. Senrarang
PTA. Surabaya
PTA. Yogyd<arta
PTA.

12

3,

2
12

12

I
I

4
3

3
4
,1'S

11

24
14

:
2

Banjarmasin
PTA. Sanrarinda
PTA. Manado

2
2

PTA.

Mataranr
PTA. Kupang

16

17

2.

,s

Utara
Jayapura

t,
58

26

PTA. Palu

PTA.

$
6

,rf

IM

49

r1

182

b. Kegiatan Bimbingan Teknis Aparatur Peradilan


Dalam delapan tahun terakhir dimulai sejak tahun 2AA7 sampai dengan tahun 2A14,
Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama telah mengadakan bimbingan teknis

aparatur peradilan agama yang tergambar pada grafik dibawah ini:


180
160

Y2007
140
LzA

117

100

Il

2008

2009

u 2010

80

br

60

2OIl

i.,201?

40

20

20,

r 18

20

J 2013

2OL4

PeremPuan

Laki-taki

i
I

Grafik

Jumlah Hakim yang Mengikuti Bimtek yang Diadakan oleh Ditjen Badilag

L40

t2a

n2047

100

E 2008

s 2009
80

lr 2010

60

rd 2011

40

at zgLz
LJ

20
'.J

2013

20L4

PeremPuan

Laki-Laki

i
;

yang Diadakan oleh


Grafik 2 : Jumlah Tenaga Kepaniteraan (PP,JS&JSP) yang Mengikuti Bimtek
Ditjen Badilag

27

800

700
600

2009

500

2010

400

r{ 20x.1

300

a 2072

200

u 2013

J2gt4

100
0

Grafik 3 : Jumlah Hakim yang Mengikuti Bimtek yang Diadakan oleh Balitbang Diklat Kumdil

700
500
500

n 2010
400

300

}d20L2

200

2011

il

2013

2OL4

100
0

Grafik 4 : Jumlah Tenaga Kepaniteraan yang Mengikuti Bimtek yang Diadakan oleh Balitbang Diklat
Kumdil

28

Tabel 2g

Data Hakim yang Sudah Mengikuti Pelatihan Ekonomi Syari'ah

ffiffi1

Acefi
ffi
ffi
ffiffim
ffi FTA Jsnrbi
ffi
ffi
ffi PTA kl
ffi
Bardsr Larprrq
WWfr
ffi PTA
ffiffi
ffi
ffi
ffi
ffi PTA Yryyakarta
ffi
Hurgrkmaya
ffi

1l

fi#s

25

PTA Medan
PTA Padang
PTA Pekanbaru

ffiffi
ffi,w

ffi
ffi
ffi
ffi
ffi
ffi
ffi
ffi
ffi
ffi

*,

27

PTA Palembang
Belihrng
PTA
Bengkulu
PTA
PTA Jakarta
Bandung
PTA Banten
PTA Senrereng
PTA Surabaya
PTA
Pontianak
PTA
PTA Banjarmasin
PTA Samstrda
PTA Manado
PTA Gororhlo
PTA Palu
PTA Kendsi
PTA Makassar
PTA Matamm
PTA Kupang

7
12

14
31

T8

43
7e
109

$0
12

10
36
15

4
3
10

s
30

14
o
g

PTA,qm$n

PTA Maluku Utara

Tabel 30

ffi
ffi

2
33

$r*s

:S
779

Data Hakim yang Sudah Mengikuti Pelatihan Mediasi

5
4

Affifi

ffi
ffi
ffi
ffiffi
ffi PTA &reka Bsliury
ffi
ffiffi PTA Bendtr Lsrrp$rrg
ffi
Jakarta
ffi
Mutng
ffi
ffi
Senrasrg
ffisffi
$urabaya
ffi
PTA
PTA
PTA
PTA

MedAN

:8

Padang
Pekanbaru
Jambi
Palernbang

5
6
0
4

PTA
PTA Bengkulu

,9

11

PTA
PTA
PTA Banten
PTA
PTA

zfi
6
1g

50

29

PTA Yogyakarta
PTA Pontianak
PTA Palangkaraya
PTA Banjarmasin
PTA Samarinda
PTA Manado
PTA Gorontalo
PTA Palu
PTA Kendari
PTA Makassar
PTA Mataram
PTA Kupang
PTA Ambon
PTA Maluku Utara
PTA Jayapura

7
2
6
6
1
1

2
0
7
3

0
2
1

194

Kegiatan Seminar dan Lokakarya


Dalam delapan tahun terakhir dimulai sejak tahun 2OAT sampai dengan tahun 2414,
Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama telah mengikutsertakan aparatur

peradilan agama dalam kegiatan Seminar dan Lokakarya yang tergambar pada
grafik dibawah ini:

160
i

140
!,1

tza

2008

r 2009
100

;2010

80

:20tL

60

;20L2

40

r 20L3
;2014

20
0

Perempuan

Laki-Laki

Grafik

: Seminar dan Lokakarya Hakim Peradilan Agama

30

d. Promosi/ Mutasi Hakim dan Peiabat Kepaniteraan


Dalam tahun 2A14 direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama telah melakukan promosi

dan mutasi bagi aparatur peradilan agama yang dilakukan melalui mekanisme TPM dan
Baperjakat yang tergambar pada tabel dibawah ini:

Tabel 31

Promosi dan Mutasi Jabatan Hakim Di Lingkungan Peradilan Agama

Rapim (kpta/wkpta-8 april zAM)

17

TPM I (30 mei & 4 juni 2014)

336

Rapim (kpta/wkpta.4 juni 2014)

TPM ll (30 september 2014)

227

Rapim (kptaA'vkpta-21 november 201 4)

24
609

Tabel 32

Promosi dan Mutasi Jabatan Kepaniteraan

Baparjakat April 2014

391

Baparjakat Sept- Oktober 2014

302
693

e. Pengangkatan Hakim
Dalam tahun zAM Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama telah melakukan
pengangkatan hakim pengadilan agama sebanyakT4 orang yang tergambar pada
tabel dibawah ini:
Tabel 33

Pengangkatan Hakim berdasarkan Golongan

lll/a
llllb

PA
PNS/Cakim PA
PNS/Cakim

Hakim PA

58

Hakim PA

16

74 Orang

f. Kegiatan Fit and Proper lesf Calon Pimpinan


Pada tahun 2014 Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama dalam rangka untuk
mengisi jabatan pimpinan yang kosong telah melakukan proses Fit and Proper Test

sebanyak 36 orang yang tergambar pada tabel dibawah ini:

3I

Tabel 34

Data Fit dan Proper Test Calon Pimpinan Pengadilan Tinggi Agama
dan Pengadilan Agama

B.

Q@.,WS ffi.'',.'.,'

Cabn Wakil Ketua PA lGlas lA

16

Keadaan Perkara
Data Perkara Tingkat Pertarna
pada tahun Z76jurnlah perkara yang diterima pada Mahkamah Syar'iyah/Fengadilan
Agama mengalami kenaikan sebesar 570 dari tahun sebelumnya, yakni sebanyak
perkara pada tahun 2014 dibandingkan dengan 429.144 perkara yang

4il.547

diterima pada tahun 2A1p,. Adapun jumlah keseluruhan prkara pada tahun 2014
sebanyak 836.652 perkara karena ada penambahan sisa perkara tahun sebelumnya

sebanyak g2. 105 perkara. Sedangkan jumlah perkara yang diselesaikan adalah
4ST.TgA dengan demikian prosentase penyelesaian perkara sebesar 85,3olo.

Tabel 35

ffi
ffi
ffi
ffi
ffi

perbandingan Perkara yang Diterima dan Diselesaikan Selama 5 Tahun


Terakhir

ffi.ffi

W
,

_,.i:

. ,,:-r...:

I .

s?.8ffi

. :,

425.937

363.041

d&?tr

333.3S8

?0.349

. ury"'- i ',.ffiit'
l',

:'

..:1

"':'.1

ra;t&

ffi
.

ll

, .'

,"'

$,s

Yff

4ffi.099

?5,S37

i..

429.114

81.805

.: :1.

,ffi.1#

sr0.s19
,1,.

't'

..,,

32

,'.:1,: '..

--

.,,.:..,,11

,.,'."

i"'.

m**,*

PERBANDINGAN DATA PERKARA PENGADIIAN A6AMA DITERIMA


DISELESAIKAN SELAMA 5 TAHUN TERAKHIR

DATTI

500,000

450,000
400,000
br

350,000

2010

300,000

r 2011

250,o0o

:2Ot2

200,000
150,000

-r 2013

t 2OL4

100,000
50,000

L,,$"i

Sisa

il

Tahun

r*-a***-*r*;;-".

Lalu

Diputus

Dherima

Dicabut

Grafik 6 : perbandingan perkara yang Diterima dan Diselesaikan Selama 5 Tahun Terakhir

Tabel 36

Sebaran perkara berdasarkan wilayah Mahkamah Syariyah/Pengandilan


Tinggi Agama seluruh lndonesia

Ms. Aceh
PTA Ambon
PTA Bandar Lampung
PTA Bandung
PTA Bangka Belitung
PTA Banjarmasin
PTA Banten
PTA Bengkulu
PTA Gorontalo
PTA Jakarta
PTA Jambi
PTA Jayapura

PTA Kendari
PTA Kupang
PTA

MAKASSAT

PTA Maluku Utara

0 7.196 8.206 579 6'517 10


61 624 60
679 745
66
1.292 .419 8.705 379 7-030 1.296
12.089 82.135 94.224 4.321 77 ]74 12'129
330 2.8s5 3.225 292 2.541 392
.178 9.551 10.729 487 9.1 18 1.124
2.086 11.487 13.553 685 10.759 2.109
350 2.593 2.943 185 2.523 235
206 2.787 2.993 144 2.677 172
1

1 "1

.01

3.429 14.631 18.060 1.630 13'122

3'308

666 4.121 4.787 324 3"806 657


252 1.906 2.158 191 1-725 242
350 3.728 4.078 225 3-525 328
60 807 867 48 744 75
2.303 18,579 20.882 937 17 .783 2'182
70 791 62
93 830 s23
33

PTA Manado

162
.322

1.398

1.560

PTA Mataram

13.635

14.957

PTA Medan

2.184 12.632

14.816

PTA Padang

PTA PaIu

838
385
1.257
298

PTA Pekanbaru

89 1.331 140
982 12.576 1.399
1.174 11.691

618
254
722
207

9.223
2.928
7.152
2.794

1.951

554

9.557

10.395

3.223

3.608

7.856

9.113

2.994

3.292

1.993

12.249

14.242

775

5.188

5.963

PTA Samarinda

1.451

11.423

12.874

PTA Semarang

21.208

85.039

146.247

4.878 80.950 20.419

PTA Surabaya

22.824 111.210

134.034

6.126 106.277

PTA Palangkaraya
PTA Palembang

PTA Pontianak

PTA Yogyakarta

1.648

6.825

82.105 4il.U7
Tabel 37

1.136 11.403

485 4.769
810 10.572

536.652

: Sebaran Perkara Berdasarkan

28.418 429.362

pada

Jenisnya

1.239
295
1.703
709

1.492

21 .631

379 6.641

8.473

426

1.453

78.872

Mahkamah

Syar'iyah/Pengadilan Agama tahun zAM

Penunjukan Orang
Lain sbg Wali
Pencabutan
Kekuasaan Wali
Perwalian
Pencabutan
Kekuasaan Orang
Tua
Pengesahan Anak
Hak Hak Bekas lstri
Nafkah Anak oleh lbu
Penguasaan Anak
Harta Bersama
Cerai Gugat
Cerai Talak
Kelalaian Atas
Kewajiban
Pembatalan
Perkawinan
Penolakan
Perkawinan oleh PPN

122

116
145
520
22
2
535
163
569

130
17

1,702

1,847
25

112
13
6120
139 1,565
221

337

35

19

21

746

40
909
2,019

122

315

10

143
2

275
143
237
604
1,144

27

183

482

1,450
269,341
112,903

322,813

393
16,092

136,778

8,O77

254,868
106,577

115

116

132

59

241

300

60

191

49

21

22

53,472
23,875

34

18

51,853

22,124

Pencegahan
Perkawinan
lzin Poligami
Ganti Rugi Terhadap
Wali
Asal Usul Anak
Penetapan Kawin

Campur
lsbat Nikah
lzin Kawin
Dispensasi Kawin
Wali Adhal
Pengangkatan Anak
Ekonomi Syariah
Kewarisan

Wasiat
Hibah

Wakaf
ZakaUlnfaUShadaqah
P3HP
Lain-Lain

5
19
24
165 900 1,065
044
54
826 880
022
1,372 41,034 42,406
65965
567 12,181 12,749
132 1,217 1,349
30
203 233
20
102 122
697 2,249 2,946
11
13
24
36
81
117
92534
055
350 4,530 4,880
323 4,050 4,373
82,105 454,U6

536,651

4200
107 828
013
79 713
130

130

88

1,248 39,447

71280
439 11,765
23A 997
16 204
22
68
513 ,7A4
11260
28
58
12139
121
505 3,957
237 3,868

1,711

28,421 429,377

544

122
13

32

729
31

418
268

78,976

b. Data Perkara Pengadilan Tingkat Banding


Pada tahun 2014 jumlah perkara yang diterima pada Pengadilan Tinggi
Agama/Mahkamah Syar'iyah Aceh mengalami kenaikan sebesar 3o/o dari tahun
sebelumnya, yakni sebanyak 2.332 perkara pada tahun zAM dibandingkan dengan

2.275 perkara yang diterima pada tahun 2013. Adapun jumlah keseluruhan perkara
pada tahun zAM sebanyak 2.491 perkara karena ada penambahan sisa perkara tahun

sebelumnya sebanyak 159 perkara. Sedangkan jumlah perkara yang diselesaikan


adalah 2.325 Perkara dengan demikian prosentase penyelesaian perkara sebesar
93o/o.

Tabel 38

Perbandingan Perkara yang Diterima dan Diselesaikan Selama 5 Tahun


Terakhir

182

2.251

2.433

2.226

18

192

2.190

2.382

2.160

20

200

2.333

2.533

2.252

2A

254

1.988

2.242

1.832

15

1s9

2.332

2.491

2.325

12

35

PERBANDINGAN DATA PERKARA PENGADIIAN TINGGI A6AMA DITERIMA DAN


DISETESAIKAN 5 TAHUN TERAKHIR

2s10

2010

d 2010
1510

,! 20tt
J

1010

r
I

510

10

h,...*

-i i

Sisa

Tahun Lalu

Grafik T

Tabel 3g

2OL2

2013
2014

l*-l
Dicabut

Diputus

Diterima

perbandingan perkara yang Diterima dan Diselesaikan Selama 5 Tahun Terakhir

Sebaran perkara Berdasarkan Wilayah Mahkamah Syari'yah/Pengandilan


Tinggi Agama Seluruh lndonesia

111

176

43

62

10

23

20

41

45

39

12

12

12

Msy Aceh

147

114

Medan

175

180

Padang

42

46

Pekanbaru

66

73

23

Jambi
Palembang

Bangka Belitung
Bengkulu

Bandar Lampung

36

39

36

Jakarta

160

161

142

19

Banten

65

73

71

Bandung

31

265

296

268

28

Semarang

30

313

343

315

28

67

74

62

10

Surabaya

26

410

436

419

14

Pontianak

27

32

26

Palangkaraya

14

16

Yogyakarta

36

16

ffi
ffi
ffi
ffi
ffi
ffi
ffi
ffi
ffi
ffi
ffi
ffi
ffi

Eanlamaa*n

ffi
ffi
ffi
ffi
ffi
ffi
ffi
ffi
ffi
ffi
ffi
ffiffi
ffi
ffi
ffi

ffiffi
ffiffi

ffi
ffiffi
ffi
ffi
ffi

,4&

t42
460
-'
114

Samarinda

Swr#s
Gorontalo

Palu

'10

Mataram

L{spmg

r*

'

i,- ,,
113

*{sil$ks Utara
Jayapura

{8S
:

,f;6

61

1,0

15

14

z1

41

41

140

'lM

,140

132

136

135

4,

16

Ambon

to ''

'm,

338
4
4

n##mar

&4

Kendari

Tabel 40

ffi
ffiffi

ffiffiffiWffiffi
*

.'4
7

29

esss

w,

'18

14

12

t#sf

ts*

f,,**{

t2

'

Sebaran Perkara Berdasarkan Jenisnya pada Tingkat Banding Tahun


2014

ffiffiffi

lzin Poligami
Perx@ggtw? Pskqrftlilll
Penolakan Perkav$inan 0teh FBfil

PerftMfui*

Kelelain Atas Kewaiiban $uami lstri

Ceffii Tdak
Cerai Gugat

e*wm

Harta
Penguasaan Anak

A#* ffeh

lbu
Hak-frak Bds lsteri
Pengesahsr An*

Naftah

@si

An*

Penchtan Kswin CarnPuran


}SBH Nkah

*$$
0
74
45

11
1

741

l,

11
00
00

0,

,0

0
6

12
11
&

t2

CI

10
2'1
01
03

00
37

''$ r'

WaliAdhol

938

lzin Nikah
Dispenami Kanrin

t75
97
21
:'lg
1g
56

01

Pencabutan Kekuasaan Orang Tua


Perwalian
Pencabutan Kekua$aan Wali
wali
Pentrniukan Onaqg lein
Ganti RugiTe$daP wali
Asd Ustd

68
0
0, ,
00
'9
S
21
?71t '737
996 1,020
tffi ' lffi
40
42

'

2t1
58

s0

Ekonnomi Syari'ah
Kewarisan

253

242

239

228

14

2A

2A

18

17

0
3

24

19

24

6
20

Wasiat
Hibah

Wakaf
Shodaqoh/zakaUlnfaq
P3H P/Penetapan Ahli Waris
Lain-lain
Ditolak
Tidak diterima
Gugur
Dicoret dari register

14

17

15
18

20

2.275

2.350

2.332

2.345

c. Data Perkara Yang Dimohonkan Kasasi


Pada tahun 2014 jumlah perkara yang dimohonkan kasasi mengalami penurunan
sebesar

dari tahun sebelumnya, yakni sebanyak 725 perkara pada tahun 2014
dibandingkan dengan 817 perkara yang dimohonkan pada tahun 2013. Adapun jumlah
13o/o

keseluruhan perkara yang dimohonkan pada tahun zAM sebanyak 855 perkara karena

ada penambahan sisa perkara tahun sebelumnya sebanyak 130 perkara. Sedangkan
jumlah perkara yang diselesaikan adalah 836 Perkara dengan demikian prosentase
penyelesaian perkara sebesar

97

o/o.

PERBANDINGAN DATA PERKARA KASASI YANG DIMOHONKAN DAN


DISELESAIKAN SETAMA 5 TAHUN TERAKHIR

L200
1000

u 20L0

800

600

2011

:20L2
400

*r 2013

200

*,2OL4

0
Sisa Tahun Lalu

Grafik

I : Perbandingan

Dimohonkan

Diselesaikan

Perkara yang Dimohonkan Kasasi Selama 5 Tahun Terakhir

38

Tabel 41

Sebaran Perkara Tingkat Kasasi Berdasarkan Yurisdiksi

Msy Aceh

Medan
Padang
Pekanbaru
Jambi
Palembang
Bengkulu
Bandar Lampung
Jakarta
Bandung
Semarang
Yogyakarta
Surabaya
Banjarmasin
Palangkaraya
Pontianak
Samarinda
Ujung Pandang

4
6
2
6

12

14

28

34

10

3
2

15

15
17

50

57

26
49

7
18
10
5

89
70

23

134

3
2

18
2

21

:
1

:
1

4
8
7

51

63

10

10
7

2
2

77

o
6
68

106
22
157

14

29
48

17

Palu
Kendari
Manado
Mataram
Kupang
Ambon
Jayapura
Banten
Bangka Belitung
Gorontalo
Maluku Utara

6
72
3

21

28

2
10
3

836

12

rio

725

d. Data Perkara Yang Dimohonkan Peninjauan Kembali


Pada tahun 2014 jumlah perkara yang dimohonkan Peninjauan Kembali mengalami
kenaikan sebesar

14o/o

dari tahun sebelumnya, yakni sebanyak 95 perkara pada tahun

2014 dibandingkan dengan 83 perkara yang dimohonkan pada tahun 2013. Adapun
jumlah keseluruhan perkara yang dimohonkan pada tahun zAM sebanyak 159 perkara

karena ada penambahan sisa perkara tahun sebelumnya sebanyak 64 perkara.


Sedangkan jumlah perkara yang diselesaikan adalah 153 Perkara dengan demikian
prosentase penyelesaian perkara sebesar 96%.

39

PERBANDINGAN DATA PERKARA PENINJAUAI{ KEMBATI YANG DIMOHON DAN


DISELESAIKAN SELAMA 5 TAHUN TERAKHIR

t20
100

u 2010

80

,r 201!

60

r 2012
r 2013
r 2014

40
20
0

Dimohonkan

Sisa Tahun Lalu

Diselesaikan

Grafik 8 : Perbandingan perkara yang dimohonkan dan diselesaikan Peninjauan Kembali selama 5 tahun
terakhir

Tabel 42

Sebaran Perkara Peninjauan Kembali Berdasarkan Wilayah Yurisdiksi

MSy Aceh

Medan

2
2

3
3

13
15

25

Padang
Pekanbaru
Jambi
Palembang
Bengkulu
Bandar Lampung
Jakarta
Bandung
Semarang
Yogyakarta
Surabaya
Banjarmasin
Palangkaraya
Pontianak
Samarinda
Ujung Pandang

Palu
Kendari
Manado
Mataram
Kupang
Ambon
Jayapura
Banten
Bangka Belitung
Gorontalo
Maluku Utara

5
13

3
2

18

11

14

,:

;
,:

4
10

6
20

:
4

64

95

{53

40

e. Data Berkas Perkara Kasasi Perdata Agama


Pada Tahun 2014 Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama menerima berkas
perkara kasasi sebanyak 870 berkas dan dicabut 1 berkas sehingga berkas perkara

yang masuk ke Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama sebanyak 869 perkara
yang terdiri dari berkas yang lengkap sebanyak 697 dan yang tidak lengap sebanyak

172 perkara, adapun gambaran berkas perkara yang masuk ke Direktorat Jenderal
Badan Peradilan Agama sebagaimana tergambar dalam table dibawah ini:
Tabel 43

Jumlah Berkas Perkara Kasasi

870

Tabel 44

697

172

Berkas Perkara Kasasi Berdasarkan Jenisnya

Cerai Talak

200

Cerai Gugat

309

Harta Bersama

114

Waris/Penetapan Waris

164

Hadhanah

t:

Wali Adhol

lzin Poligami
Wakaf

Pembatalan lsbath Nikah

10

lsbat Nikah

Hibah

Nafkah
Jinayat

Ekonomi Syariah
Kumulatif

28

Perlawanan

Permohonan Eksekusi

Hak Asuh Anak

869

4t

f. Data Berkas Perkara Peniniauan Kembali Perdata Agama

Pada Tahun 2014 Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama menerima beftas
perkara peninjauan kembali sebanyak 92 berkas yang terdiri dari berkas yang lengkap

sebanyak 75 berkas perkara dan yang tidak lengap sebanyak 17 berkas perkara,

adapun gambaran berkas perkara peninjauan kembali yang masuk ke Direktorat


Jenderal Badan Peradilan Agama sebagaimana tergambar dalam tabel dibawah ini:
Tabel 45

Jumlah Berkas Perkara PK yang Diterima

Tabel 46

Berkas Perkara Kasasi Berdasarkan Jenisnya

ffi
ffi
ffi
ffi
ffi
ffi
ffi
ffi
ilffi
ffi @effiil*+lql
ffi
ffi
ffi
ruffi
ffi
ffi &srr-*ffii
ffi
Cerai Tabk

tT

Cerai Gugat

15

lkrta Bsrarm

tr3

Waris/Penetapan Waris

36

l'lafisngfi

Wali Adhol

lzin Pdigarni

Wakaf

lsbat Nikeh

Hibah

Nafl<ah

Jinayat

rt

Ekonomi $yariah

Perlantranan

42

'rSl,

g. Perkara Jinayat pada Mahkamah Syar'iyah


Kedudukan Mahkamah Syar'iyah di Provinsi Aceh dalam sistem Peradilan nasional
adalah peradilan Khusus berdasarkan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 48
Tahun 2009 dan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2011 tentang Otonomi Khusus
Provinsi Aceh dan Qanun Nomor 10 Tahun 2002.

Secara umum gambaran perkara jinayat pada Mahkamah Syar'iyah selama tahun
2014 adalah:

Tabel 47

Gambaran Perkara Jinayat pada Mahkamah Syar'iyah Aceh

136

131

h. Mediasi Perkara
Sesuai dengan peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2008 tentang Prosedur
Mediasi di pengadilan, semua sengketa perdata yang diajukan ke Pengadilan Tingkat
pertama wajib lebih dahulu diupayakan penyelesaian melalui mediasi dengan bantuan

mediator. Hakim-hakim di lingkungan peradilan agama terus berusaha semaksimal


mungkin agar penyelesaian sengketa melalui mekanisme mediasi semakin meningkat
jumlahnya dari tahun ke tahun.

Adapun jumlah perkara yang dimediasi

di seluruh

lndonesia pada tahun zAM

132.223 perkara dengan tingkat capaian keberhasilan dari mediasi tersebut


sejumlah 32.695 perkara atau 24,73o/o, naik 7o/o dari tahun 2013 yang hanya 17,08o/o.
mencap

ai

Berikut adalah perbandingan data mediasi perkara di lingkungan peradilan agama


antara tahun

Tabel 48

z1fi

dan 2014.

Data Mediasi Perkara Peradilan Agama }A13-z01fr

ml3

148.241

25.318

122.923

17,A8

0/a

132.223

32.695

99.528

24,73

ah

2814

43

Access to Justice bagi Masyarakat Miskin, Kaum Perempuan dan Kelompok


Marjinal
peradilan agama selama ini dikenal sebagai pioneer dan champion dalam usaha
pemberian akses yang lebih luas terhadap keadilan bagi masyarakat miskin, kaum
perempuan dan kelompok masyarakat marjinal. Usaha itu diwujudkan dalam bentuk
pemberian layanan hukum seperti yang diatur dalam Peraturan Mahkamah Agung

(pERMA) Nomor 1 Tahun 2014 yang dikeluarkan oleh Ketua Mahkamah Agung pada
tanggal 9 Januari 2014.
pERMA No. 1 lZO14 mengatur bahwa pemberian layanan hukum bagi masyarakat tidak
mampu di pengadilan meliPuti:

Pembebasan Biaya Perkara;


Sidang di Luar Gedung Pengadilan dan;
Posyankum Pengadilan

pERMA Nomor 112014 ini adalah peraturan yang mencabut Surat Edaran Mahkamah
Agung (SEMA) Nomor 1O Tahu n 2010 yang mengatur tentang prosedur pemberian

bantuan hukum oleh pengadilan. Dibandingkan dengan SEMA Nomor 1012010,


PERMA Nomor 112014 memberikan lebih banyak kemudahan bagi masyarakat yang
tidak mampu dalam mengakses layanan bantuan hukum.

Berikut adalah gambaran pelaksanaan pemberian layanan hukum bagi masyarakat


tidak mampu yang dilakukan oleh peradilan agama sepanjang tahun 2014.

1. Sidang di Luar Gedung Pengadilan


Sidang di Luar Gedung Pengadilan adalah sidang yang dilaksanakan secara tetap.
berkala atau sewaktu-waktu oleh pengadilan agama/mahkamah syar'iyah di suatu

tempat yang ada di dalam wilayah hukumnya tetapi di luar tempat kedudukan
gedung pengadilan dalam bentuk Sidang Ketiling atau Sidang di Tempat Sidang
Tetap.

pada tahun 2014 Ditjen Badilag memperoleh anggaran untuk Sidang

di Luar

Gedung pengadilan sebesar Rp 6.193.121.000,- untuk 310 satuan kerja pengadilan


tingkat pertama seluruh lndonesia dengan rincian sebagaimana pada tabel dibawah
ini:

44

Tabel 49

Data Alokasi Anggaran Sidang di Luar Gedung Pengadilan Tahun


2014

Msy.Aceh

154.800.000

135.230.000

19.570.000

PTA Medan

145.160.000

120.590.000

24.570.0N

PTA Padang

211.000.000

191.786.000

19.214.000

PTA Pekanbaru

591.185.000

550.846.000

40.339.000

PTA Jambi

287.850.000

271.850.000

16.000.000

PTA Palembang

153.200.000

149.000.000

4.200.000

53.778.000

53.420.000

358.000

PTA Bengkulu

106.500.000

106.500.000

PTA B.Lampung

134.900.OO0

126.900.000

8.000.000

94.400.000

94.155.000

245.000

PTA Bandung

663.501.000

646.939.950

16.561.050

PTA Banten

122.000.000

121.400.000

600.000

PTA Semarang

499.392.000

492.477.400

PTA Surabaya

198.155.000

169.350.000

PTA Yogyakarta

28.500.000

28.270.800

PTA Pontianak

267.700.000

234.550.000

33.150.000

PTA Palangkaraya

125.750.000

110.360.000

15.390.000

PTA Banjarmasin

114.600.000

113.090.000

1.510.000

PTA Samarinda

313.000.000

309.729.000

3.271.000

PTA Manado

130.400.000

104.316.000

26.084.000

90.780.000

88.930.000

1.850.000

PTA Palu

207.800.000

202.090.000

5.710.000

PTA Kendari

191.180.000

186.357.000

4.823.000

PTA Makasar

373.650.000

351.297.835

22.352.165

PTA Mataram

310.000.000

298.71A.AA0

11.290.000

PTA Kupang

179.875.000

154.950.000

24.925.000

PTA Ambon

135.925.000

135.870.000

55.000

PTA Ternate

114.250.000

80.750.000

33.500.000

PTA Jayapura

193.890.000

192.990.000

900.000

6.{93.121.000

5.822.704.585

PTA Babel

PTA Jakarta

PTA Gorontalo

6.915.000
28.805.000

229.200

370.416.415

367
1.358
2.088
1.659
475
233
401
763
582
13
7.388
614
7.126
747
894
346
269
329
1.230
28
102
407
342
2.155
1.8U
380
115
552
496
30.857

22

24
26
27
30

I
I
1

62
16
15
11

I
11

16
16
11

I
20
21
71

47
18

523

Dari tabel di atas dapat dijelaskan bahwa di lingkungan peradilan agama, Sidang di

Luar Gedung Pengadilan pada tahun 2A14 dilaksanakan di 523 lokasi dengan total
penyelesaian perkara sebanyak 30.857 perkara dengan menggunakan anggaran
sebesar Rp 5.822.704.585,-.

45

ffit

_!

Sidang keliling PA Ruteng digelar kembali di KUA Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur

Jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, jumlah perkara

yang

diselesaikan melalui sidang keliling di lingkungan peradilan agama pada tahun 2O14
meningkat tajam, seperti dapat dilihat dari tabel di bawah ini:

Tabel 50

Perbandingan Jumlah Perkara yang Diselesaikan Melalui Sidang


Keliling Dari Tahun 201 1-2014

338

18.549

4.188

3.643

283

23.675

4.411

3.682

433

19.383

5.338

3.501

523

30.857

6.193

5.822

2. Layanan Pembebasan Biaya Perkara


Pembebasan Biaya Perkara adalah layanan yang diberikan kepada pihak
berperkara yang tidak mampu untuk membayar (panjar) biaya perkara di
pengadilan. Jadi, para pihak berperkara yang tidak mampu dibebaskan dari
kewajiban membayar biaya perkara. Adapun anggaran layanan Pembebasan Biaya
Perkara ini diambil dari DIPA masing-masing pengadilan.

Total anggaran yang dialokasikan untuk layanan pembebebasan biaya perkara di


lingkungan peradilan agama pada tahun 2014 sebesar Rp 3.081.581.000,- yang

46

diperuntukkan bagi 359 pengadilan tingkat pertama dengan rincian sebagaimana


pada tabel dibawah ini:

Tabel

5{ :

Data Atokasi Anggaran Layanan Pembebasan Biaya Perkara

Msy . Aceh
PTA Medan
PTA Padang
PTA Pekanbaru
PTA Jambi
PTA Palembang
PTA Babel
PTA Bengkulu
PTA B.Lampung
PTA Jakarta
PTA Bandung
PTA Banten
PTA Semarang
PTA Surabaya
PTA Yogyakarta
PTA Pontianak
PTA Palangkaraya
PTA Banjarmasin
PTA Samarinda
PTA Manado
PTA Gorontalo
PTA PaIu
PTA Kendari
PTA Makasar
PTA Mataram
PTA Kupang
PTA Ambon
PTA Ternate
PTA Jayapura

81.750.000 75.674.000 6.076.000

350

10.780.000 10.208.000 572.000


6.000.000 4.418.000 .582.000
29.250.000 23.757.0AA 5.493-000
26.950.000 25.496.000 1.454'000
95.680.000 81.569.000 14.111.000

23

262.400.000 196.453.000 65.947.000 851


466
94.550.000 75.509.000 19.041 .000
119
61.238.000 48.502.000 12.736.000
54.000.000 4a.522.516 13.477.484 166
1

567.125.000 474.736.000 92.389.000


102.500.000 47.880.000 54.620'000

28
144
98
200

2.A48

69.500.000 65.739.001 3.760.999

262.800.000 234.087.000 28.713.000

141

480

1.099
62

26.000.000 25.501.000 499.000


77.750.000 77,100.800 649.200 270
22.550.0A0 12.756.0AA 9.794.000 89
73.855.000 71.2A7.AA0 2.648'000 224
45.085.000 31.243.000 13.842.000 52
19.350.000 16.698.000 2.652.000 89
22.300.000 18.162.000 4.138.000 63
16.922.000 13.102.000 3.820'000 41
17.280.000 16.354.000 926'000 98

182,821.000 169.509.000 13.312'000 492


774.050.000 753.461.000 20.589.000 3'435

56.350.000 53,964.001 2.385.999

5.950.000 5.444.000 506.000


3.750.000 3.200.000 550.000
13.045.000 5.940.000 7'105'000

316
38
14
17

3.081.58{.000 2.678.{92.3{8 403.388-682 {1'513


perkara melalui
Dari tabel di atas, peradilan agama berhasil menyelesaikan 11.513
mekanisme pembebasan biaya perkara dengan total anggaran yang digunakan
sebesar Rp 2.67 g.1g2.31g,-. Jumlah perkara yang diselesaikan tersebut meningkat
tahun 21fi yang berjumlah rc.252 perkara. Di bawah ini adalah tabel

dari

perbandingan jumlah perkara yang diselesaikan dengan layanan pembebasan biaya


perkara dari tahun2011 sampai dengan 241447

Tabel 52

Perbandingan Jumlah Perkara yang Diselesaikan Melalui Layanan


Pembebebasan Biaya Perkara Dari Tahun 2O11-2014

343

10.057

359

12.247

359

10.252

359

11.513

Para pihak yang berperkara melengkapi data , mengambil nomor antrian dan menunggu panggilan untuk bisa masuk ke ruang sidang

dalam Perkara Prodeo Pengadilan

Pada tahun 2014 Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama memberikan alokasi
anggaran untuk Posyankum Pengadilan pada 74 satuan kerja pengadilan tfngkat
pertama sebesar Rp 4.315.200.000,-, dengan rincian sebagai berikut:

Tabel 53

Data Alokasi Anggaran Posyankum Pengadilan

Msy . Aceh

57.600.000

s7.600.000

442

PTA Medan

115.200.000

115.200.000

2ia7

PTA Padang

57.600.000

57.600.000

580

PTA Pekanbaru

76.800.000

76.800.000

1.518

PTA Jambi

57.600.000

s7.600.000

433

48

PTA Palembang

76.800.000

76.800.000

PTA Babel

24.000.000

24.000.000

PTA Bengkulu

24.000.000

24.000.000

PTA B.Lampung

57.600.000

57.600.000

PTA Jakarta

691.200.000

691.200.000

PTA Bandung

508.800.000

508.800.000

PTA Banten

134.400.000

134.400.000

PTA Semarang

681.600.000

681.600.000

PTA Surabaya

998.400.000

998.400.000

PTA Yogyakarta

96.000.000

96.000.000

PTA Pontianak

48.000.000

48.000.000

PTA Palangkaraya

43.200.000

43.200.000

PTA Banjarmasin

57.600.000

57.600.000

PTA Samarinda

76.800.000

76.800.000

PTA Manado

24.000.000

24.000.000

PTA Gorontalo

24.000.000

24.000.000

PTA Palu

48.000.000

48.000.000

PTA Kendari

24.000.000

24.000.000

PTA Makasar

76.800.000

76.800.000

PTA Mataram

100.800.000

100.800.000

PTA Kupang

43.200.000

43.200.000

PTA Ambon

24.000.000

24.000.000

PTA Ternate

24.000.000

24.000.000

PTA Jayapura

43.200.000

43.200.000

4.315.2A0.000

4.315.200.000

586
2
244
1
240
1
244
?
5 6.909
7 10.248
3 3.910
3.971
I
I 35.723
394
2
714
1
371
2
912
1
2 8.056
134
1
158
1
183
1
244
1
2 1.313
4 1.848
246
2
169
147
1
245
2
74 82.145

Dari rincian data di atas, dengan anggaran sebesar Rp 4.315.200.000,-, Posyankum


di T4 pengadilan Agama/Mahkamah Syar'iyah berhasil melayani 82.145 orang. lni
merupakan jumlah layanan terbanyak yang diberikan Posyankum pengadilan sejak
diperkenalkannya layanan bantuan hukum pada tahun 2A11-

49

rtl\{'tll;t

hedoesgwngt

Berikut adalah data perbandingan layanan yang diberikan Posyankum Pengadilan


AgamalMahkamah Syar'iyah dalam kurun waktu 2All sampai dengan 2014:

Tabel 54

Perbandingan Jumlah Layanan Posyankum dari Tahun 2011-2014

SEMA Bantuan Hukum

20{A

Diterbitkan

20{t

69

34.647

2012

69

55.86

,,0"*

2013

2014

Ada Anggaran

82.145

74

3. $idang ltsbat Nikah Terpadu {Pelayanan Terpadu ldentitas Hukum}


pelayanan terpadu merupakan penyelenggaraan pelayanan prima kepada seluruh
warga masyarakat miskin dan termarjinalkan untuk mendapatkan hak identitas

hukum keperdataan yang meliputi penetapan/pengesahan nikah oleh pengadilan


agama, pencatatan perkawinan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) dan akte
kelahiran oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Layanan pemberian identitas
hukum tersebut dilaksanakan secara terpadu oleh tiga lembaga dimaksud dalam
rangka memberikan kemudahan access fo justice bagi masyarakat dengan prinsip

layanan one day sery,ces. Dasar hukum sidang isbat terpadu adalah Surat Edaran
Mahkamah Agung Nomor 3 tahun 2AM tentang Tata Cara Pelayanan dan
Pemeriksaan Perkara Voluntair ttsbat Nikah Dalam Pelayanan Terpadu.

50

Selama tahun zAM telah dilaksanakan layanan sidang terpadu pada 14 wilayah

pengadilan tinggi agama yang tersebar

di

161 lokasi. Adapun pelaksanaannya

dilakukan sebanyak 196 kali dengan jumlah perkara yang diselesaikan sebanyak
7.398 perkara.

Rincian kegiatan sidang isbat nikah terpadu pada tahun 2014 adalah sebagai
berikut:

Tabel 55

Data Pelaksanaan Sidang Terpadu 2014

PTA Medan
PTA Padang
PTA Pekan Baru

PTA Palembang

8
1

PTA Lampung

15

PTA Bandung
PTA Banten

PTA Semarang
PTA Yogyakarta

14

PTA Makassar

PTA Kendari

18
2
9

249
132

214
132

187

187

-35
-51
62 181

462
171

353
51 112
181 171

15

59

-5
6

PTA Surabaya

PTA Gorontalo
PTA Jayapura

14 423
6 132
8 187
135
15 451
7 241
155
7 16

13 373
9 1053
425
14 315
97 3722

I
81

196

161

7.028

49
10
14
194

37A

364
599
315
2187
4.305

36; 4;
599 412
315

565

2132

1940

4.215

3.889

Keberhasilan peradilan agama dalam melaksanakan sidang isbat nikah terpadu


(pelayanan terpadu identitas hukum) merupakan hasil kerja sama yang baik antara

Ditjen Badilag dan peradilan agama

di

daerah dengan Kementerian Agama,

Kementerian Dalam Negeri c.q. Dinas Dukcapil Kabupaten/Kota, pemerintah daerah

setempat, Australia lndonesia Partnership far Justice (AIPJ), Pusat Kajian dan
Perlindungan Anak (PUSKAPA) Universitas lndonesia, PEKKA, dan beberapa
lembaga lainnya.
4. Sidang ltsbat Nikah di Luar Negeri

Peradilan agama juga melakukan upaya untuk menjamin dan meningkatkan akses

terhadap keadilan bagi warga negara lndonesia yang berada di luar negeri.
Sebagaimana diketahui bahwa masih banyak WNI terutama Tenaga Kerja

51

Indonesia yang tinggal di luar negeri memiliki masalah terkait dengan identitas
hukum mereka, dalam hal ini kepemilikan akta nikah atau buku nikah.
Berdasarkan pasal 28 Peraturan Menteri Agama Rl nomor 11 tahun 2007 tentang
Pencatatan Nikah, pencatatan nikah bagi warga negara Indonesia di luar negeri
harus dilakukan sebagaimana diatur dalam keputusan bersama Menteri Agama Rl
dan Menteri Luar Negeri Rl nomor 589 tahun 1999 dan nomor 1B2l)Tlxl99l01 tahun

1999 yang menyatakan bahwa perkawinan

di luar negeri harus

dicatatkan di

Petugas Pencatat Nikah (PPN) untuk menjadi dasar PPN menerbitkan kutipan akta
nikah atau kutipan buku nikah.

Ternyata beberapa kantor penruakilan Rl tertentu pada saat perkawinan tersebut


dilangsungkan belum memiliki Pegawai Pencatat Nikah yang ditunjuk. sehingga

WNI yang melangsungkan pernikahan di luar negeri tersebut terkatung-katung


tanpa memiliki akta nikah atau kutipan buku nikah. Hal ini mengakibatkan pasangan

suami isteri tersebut terus menerus menghadapi kesulitan karena menurut


Kompilasi Hukum lslam pasal 7 ayat (1)perkawinan hanya dapat dibuktikan dengan

akta nikah yang dibuat oleh Pegawai Pencatat Nikah. Dan untuk membuktikan
sah/tidaknya perkawinan mereka di luar negeri harus dilakukan melalui persidangan
pengadilan agama melalui permohonan pengesahan (isbat) nikah.

Untuk memenuhi tuntutan WNI di luar negeri dalam hal pengesahan nikah, sesuai

Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung Rl Nomor 084/KMA/SK/V/2011 tanggal

25 Mei 2011, pada tanggal 22 s.d. 24 Desember 2014 Tim Pengadilan Agama
Jakarta Pusat menyelenggarakan sidang ltsbat nikah bagi pasangan suami isteri
warga negara indonesia yang beragama lsiam yang bertempat di Konsulat Republik
lndonesia Tawau, Malaysia.

Pelaksanaan sidang isbat nikah

di Tawau ini merupakan kerja sama antara

Mahkamah Agung (Badilag/peradilan agama), Kementerian Luar Negeri dan


Kementerian Agama. Sedangkan seluruh biaya pelaksanaan sidang isbat nikah
tersebut sepenuhnya ditanggung oleh Kementerian Luar Negeri.

di Tawau Malaysia itu


berjumlah 322 perkara dengan rincian 284 perkara dikabulkan, 37 perkara

Adapun jumlah perkara isbat nikah yang disidangkan


digugurkan, dan 1 perkara dicabut.

52

Pelaksanaan sidang isbat nikah

di luar negeri oleh

Pengadilan Agama Jakarta

Pusat sejatinya sudah dilakukan sejak tahun 2011 yang lalu. Berikut data
pelaksanaan sidang isbat di luar negeri oleh Pengadilan Agama Jakarta Pusat
tersebut:

Tabel 56

Data Pelaksanaan Sidang lsbat Nikah di Luar Negeri

2An
2012

2013
2014

j.

Kinabalu, Malaysia

367

17-21 Desember

Tawau, Malaysia

491

17-21 Desember

Kinabalu, Malaysia

295

1-3 Juli

Kuching, Malaysia

156

Awal Oktober

Jeddah, Saudi Arabia

128

3-6 Desember

Tawau, Malaysia

795

22-24 Desember

Tawau, Malaysia

322

Penyelesaian Perkara Tepat Waktu Pengadilan Tingkat Pertama


Penyelesaian perkara tepat waktu adalah merupakan implementasi dari standar
operating prosedur (SOP) yang diatur dengan Surat Edaran Mahkamah Agung Rl
Nomor 2 Tahun 2014 tentang Jangka Waktu Penyelesaian Perkara pada Pengadilan
Tingkat Banding dan Pengadilan Tingkat Pertama. Jangka waktu penyelesaian perkara
yang ditetapkan untuk pengadilan tingkat pertama adalah paling lama 5 bulan. Pada

tahun 2014 penyelesaian perkara pada pengadilan tingkat pertama menunjukkan


prestasi yang sangat baik yaitu telah dapat menyelesaikan perkara tepat waktu kurang

dari 5 bulan sebanyak 421.422 perkara mencapai 98,2o/o dari jumlah perkara diputus
seluruhnya 429.144 perkara, sedangakan perkara yang diselesaikan melebihi 5 bulan

hanya sebesar 1 ,8o/o. Gambaran penyelesaian perkara pengadilan tingkat pertama


dapat dilihat pada tabel dibawah:

Tabel 57

Data Penyelesaian Perkara Tahun zAM

Msy Aceh
PTA Medan
PTA Padang
PTA Pekanbaru
PTA Jambi

5498

1065

9248

2226

8320
8957

1254

2723

2932

857

53

537
1384
268
868
335

110

125
26
49
43

PTA Palembang
PTA Bangka Belitung
PTA Bengkulu
PTA Bandar Lampung
PTA Jakarta
PTA Bandung
PTA Banten
PTA Semarang
PTA Surabaya
PTA Yogyakarta
PTA Pontianak
PTA Palangkaraya
PTA
PTA
PTA
PTA
PTA
PTA
PTA

Banjarmasin
Samarinda
Manado
Gorontalo
Palu

Kendari
Makassar

PTA Mataram
PTA Kupang
PTA Ambon
PTA Maluku Utara
PTA Jayapura

6116
2311
209s
5343
9197
67868
8266
49058
76088
4313
4076
2535
7958
9045
1218
2541
2527
3079
14451
11307
678
561
731
1400
327.717

1245

514

380

138

55
20

480

1U

1498

568
1932
4939

235

1063

138

3623
9299
2067

60
571

26844

9920

1261

26885

9432
773
223

1116

1933

956
533

79
13

112

14

1251

398

45

1981

392

45

148

56

195

3151

85
112
211
1114

1595

657

86
75

81

33

87

38

85
450
93.705

44
66
36.346

358

459

7
17

4.221

k. Keuangan Perkara Peradilan Agama


Sesuai dengan ketentuan Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 9 Tahun 2008

tentang Laporan Keuangan Perkara, maka seluruh satuan kerja pengadilan


berkewajiban melaporkan penerimaa keuangan perkara dan penggunaannya sebagai

transparansi publik. Dalam tahun 2014 berdasarkan laporan yang diterima oleh
Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama tercatat penerimaan keuangan perkara

sebesar Rp 310.015.707.905 yang terdiri dari sisa tahun zAfi sebesar Rp


34.359.368.590 dan diterima tahun 2014 sebesar Rp 275.656.339.315,- sedangkan
yang digunakan sebagai biaya proses penyelesaian perkara sebesar Rp
274.277.478.{ 80,- dan saldo sebesar Rp 35.738.229.725,- gambaran keuangan
perkara tersebut diatas dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

54

Tabel 58

Msy. Aceh

PTAAmbon
PTA B. Lampung
PTA Bandung

Data Keuangan Perkara Peradilan Agama tahun 2A14

624.077.843

3.980.116.000

62.968.000

540.984.000

569.924.360

5.630.935.800

3.867.705.500

603.952.000

trg.398.000

54.554.000

5.786.175.360

5.159.544.460

626.630.900

736.488.343

43.857.861.000

49.488.796.800

43.494.914.209

PTA Bangka Belitung

165.610.400

1.563.410.555

1.729.020.955

1.670,433.000

58.587.955

PTA Banjarmasin

614.807.850

5.490.249.600

6.105.057.450

5.552.181.868

552.875.582

1.038.550.400

7.126.316.000

8.164.866.400

6.998.171.600

PTA Banten

5.993.882.591

1.166.694.800

PTA Bengkulu

147.469.100

1.724.879.000

1.872.3/,8.100

1.740.892.300

131.455.800

PTA Gorontalo

135.348.500

1.728.818.000

1.864.166.500

1.710.881.000

153.285.500

1.597.001.500

11.325.305.850

12,922.3A7.350

11.141.080.000

PTA Jambi

2M.297.977

2.847.386.000

3.091.683.977

2.765.127.700

326.556.277

PTA Jayapura

189.928.250

1.616.653.000

1.806.581.250

1.604.251.000

202.330.25A

PTA Kendari

160.154.500

2.243.482.040

2.403.636.500

2.229.642.0A0

174.0U_540

PTA Kupang

39.250.000

486.944.000

462.896.000

63.298.000

PTA Jakarta

PTA Makassar

526.194.000

1.781.227 354

.789.034.150

10.494.292.250

1.294.741.900

931.072.000

1.069.386.200

955.943.232

113.442.968

102.031.800

944.885.000

1.046.916.800

942.849.700

104.067.100

PTA Mataram

838.335.398

7.738.779.350

8.577.114.748

7.145.445.4U

r.431.669.264

PTA Medan

970.973.050

8.093.578.000

9.064.551.050

8.058.270.043

1.006.281.007

PTA Padang

516.633.797

4.615.368.200

5.132.001.997

4.697.601.720

434.400.277

PTA Palangkaraya

262.883.094

2.504.995.000

2.767.878.Q94

2.498.937.400

268.940.694

PTA Palembang

596.293.100

5.498.115.000

6.094.408.100

5.480.200.600

614.207.500

PTA Palu

150.097.300

2.277.724.000

2.427.821.300

2.259.317.040

168.504.300

1.231.115.450

10.557.918.700

PTA Maluku Utara

138.314.200

PTA Manado

1 1

1.094.739.400

9.467.556.000

10.562.295.400

9.380.582.000

1.181.713.400

PTA Pontianak

288.131.700

3.602.989.000

3.891.120.700

3.585.377.200

305.743.500

PTA Samarinda

775.480.500

7.415.666.506

8.191.147.006

7.431.640.506

759.506.500

PTA Semarang

6.372.642.90A

47.168.606.923

53.541 .249.823

47.161.682.678

6.379.567.145

PTA Surabaya

9.280.460.046

7A.947.664.831

8A.228.124.877

71.187.846.280

9.0p,0.278.597

4.142.7U.800

4.663.677.175

4.050.413.450

613.263.725

PTA Pekanbaru

PTA Yogyakarta

520.912.375
34.359.368.590

c.

5.216.251.000

4.604.193.843

275.656.339.315

310.015.707.905

274.277.478.180

3s.738.229.725

Pengelolaan Sarana dan Prasarana


Sarana dan prasarana merupakan syarat mutlak sebuah organisasi dalam melaksanakan

kegiatan dan aktivitas kedinasan. Kebutuhan terhadap sarana dan prasarana setiap
tahunnya semakin bertambah. Sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan optimal maka

Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama terus menerus melakukan pemben ahan

55

untuk peningkatan dan penyempurnaan ketersediaan sarana dan prasarana. Pada tahun
2014, Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama telah melakukan pengadaan dan
pengembangan fasilitas teknologi informasi, tata kelola sarana prasarana dan alat kantor
lainnya. Untuk lebih jelasnya rincian sarana dan prasarana tersebut adalah sebagai
berikut:

Tabel 59

Data Pengadaan Sarana dan Prasarana

2A5
3

Unit
Unit

10

Unit

Unit

Komputer PC

10

Unit

Laptop

10

Unit

Printer

10

Unit

Unit
Unit
Unit
Eksemplar

Dokumentasi dan lnformasiAudio Visual Profil PA


Alat Pengolah data sarana persidangan

r
.

Laptop

Scanner
Alat Pengolah data

r
.
r

Lemari Kayu
Lemari Arsip
Filling Cabinet
Buku pedoman SIMPEG dan E- Dokumen
Buku Himpunan Peraturan Perundang-undangan
Buku Pembinaan Administrasi Peradilan Agama
Majalah Ditjen Badilag (Edisi lV)
Penggandaan Buku EPhimeris
Penggandaan Kalender Badilag
Penggan daan Register Perkara dan Akta Cerai
Server
Firewall
Perangkat Mikrotik
Penyempurnan Aplikasi SIADPTA dan SIADPA PLUS
Penyempurnaan APlikasi SIMPEG
Aplikasi E-Kegiatan

Tabel 60

Unit
Unit
Unit

274

Pakaian Dinas Pegawai dan PTT


Jas Panitera
Kendaraan Operasional Roda 2
Kendaraan Operasional Roda 4

5
10
1000

Eksemplar
Eksemplar
Eksemplar
Eksemplar
Eksemplar
Eksemplar
Unit

000
5000
1 200
500
1

1000

50000
1

Unit
Unit
Unit
Unit
Unit

1
1
1
1
1

Data pemeliharaan Sarana dan Prasarana

Overhaul Kendaraan Roda EmPat

56

Tabel 61

Kondisi Barang Rusak Ringan dan Rusak Berat

Mini Bus (Penumpang 14 orang ke bawah)

Sepeda Motor

Brankas

21

Kursi Besi/Metal

Laptop

Penetapan Status Penggunaan (PSP) Barang Milik Negara (BMN) dilakukan untuk
kepentingan penyelenggaraan tugas dan fungsi pengguna barang. Pada tahun zAM

Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama telah melakukan PSP berdasarkan


Keputusan Menteri Keuangan Nomor KEP-1 1 3/KM.06MKN.07IKNL.01|2014 tentang
Penetapan Status Penggunaan Barang Milik Negara pada Mahkamah Agung c'q'
Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama.

Tabel 62

Penetapan Status Penggunaan Barang Milik Negara

Micro Bus (Penumpang 15 s.d 29 orang)


Mini Bus (Penumpang 14 orang ke bawah)
Mini Bus (Penumpang 14 orang ke bawah)

2011

2044

2005

Mini Bus (Penumpang 14 orang ke bawah)


Mini Bus (Penumpang 14 orang ke bawah)
Mini Bus (Penumpang 14 orang ke bawah)
Mini Bus (Penumpang 14 orang ke bawah)

201Q

2A11

2012

2A13

Sepeda Motor
Sepeda Motor

2010

2011

Sepeda Motor

2A12

Sepeda Motor
Sepeda Motor

2013
2044

Sepeda Motor

2005

Sepeda Motor
Sepeda Motor
Alat Pengukur Penglihatan Lainnya

2008

2012

2008

Lemari Kayu
Mobile File

2412

2011

LCD ProjecUlnfocus
Meja Rapat
Workstation
DigitalVideo Effect

2008

2012
2012

2A

2009

Camera Film

2009

Camera Digital

2A13

s7

Proyektor Romad Complet


Proyektor Romad Complet

10

2007

Proyektor Romad Complet


Local Area Network
Komputer Jaringan Lainnya

2008

2AA9

P.C. Unit

2011

Laptop

2007

Laptop

2008

10

Scanner (Peralatan Personal Komputer)

2008

Server
Server

2008

2011

Server
Peralatan Jaringan Lainnya
Monografi

2013

2008

2AO7

Software Komputer
Software Komputer

201A
2011

Sofhuare Komputer

2412
2013
2412
2012
2012

Software Komputer
Sedan
Jeep
Station Wagon

D.

2005
2006

1
1

4
1

Pengelolaan Keuangan
Pada tahun 2014 Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama dialokasikan dana dari
APBN seperti yang tefiuang dalam Daftar lsian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun
Anggaran 2014sebesar Rp.66.850.000.000.- Pagu tersebut dialokasi untuk pelaksanaan
kegiatan pada unit kerja eselon I Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama sebesar
Rp.44.727.000.000,- dan unit kerja daerah (Pengadilan tingkat Banding dan Pengadilan
Tingkat Pertama seluruh lndonesia) sebesar Rp.22.123.0A0.000,Dari alokasi anggaran tersebut telah direalisasikan untuk pelaksanaan kegiatan prioritas
nasional maupun prioritas lembaga sebesar Rp 65.686.810.000.- atau sebesar 98,260/0

sehingga masih terdapat anggaran yang belum terserap sebesar Rp 1.163.190.000.dengan rincian sebagai berikut:

Tabel 53

Penyerapan Pagu Anggaran Pusat dan Daerah

Pusat

44.727.000.000

44.257.541.104 469.458.896

Daerah

22.123.000.000

21 .429 .268.

04

96.86%

66.850.000,000

65.686.8{0.000 Ll63.190

98,26o,h

s8

896

693. 731

.1

98.95olo

Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama telah mengalokasikan anggaran tersebut


untuk membiayai 4 (empat) macam kegiatan yang menjadi tugas pokok dan fungsinya
yaitu:

1. KegiatanPeningkatan Manajemen Peradilan Agama;

2. KegiatanPengembangan Tenaga Teknis Peradilan Agama;


3. KegiatanPeningkatanKetatalaksanaanPerkaraKasasidan PK sertaKesyariahan;
4. Kegiatan Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya pada Ditjen Badan
Peradilan Agama.

Keempat kegiatan tersebut bertujuan untuk mendukung " Program Peningkatan


Manajemen peraditan Agama" dengan sasaran strategis berupa " Penyelesaian Perkara
yang Sederhana. Tepat Waktu, Transparan dan Akuntabet di lingkungan Peradilan
Agama".

Rincian realisasi pagu alokasi anggaran dapat dijabarkan sebagaimana pada tabel 72
berikut.

Tabel 64

Rincian Realisasi Anggaran Secara Nasional (DIPA 04) Tahun ZAM

pRocRAM

PEN|NGK.ATAN 66.850.0m.000 65.686.813.000 1.163.190.000

98.260/o

MANAJEMEN PERADILAN
AGAMA
Kegiatan Dukungan Manjemen 23.385.809.000
dan Dukungan Teknis LainnYa
Ditien Di$en Badan Pendilan

22.921.186.433 464.622'567

98'00%

697.916.512

97'0Ao/o

16.277.714.181 200'819

99,99%

Agama
Regiatan

peningkatan

24.909.876.000 24.211.959.488

Manajemen Peradilan Agama


Kegiatan Pengembangan
Tenaga Teknis Pendilan Agama
Kegiatan

Peningkatan

16.277.915.000

2.276.400.000

2.275.952.898

447

jOZ

99'98%

Ketatala ks an a an Pe fta ra Kasasi


dan PK serfa KesYat'iYahan

Tabel 65

PRoGRAM

Realisasi Anggaran Satuan Kerja Ditjen Badilag (Pusat)

PEIi$NGKATAN

M.727.AA0.000 M.257.541.104 469.458.896 98.95%

MANA'EIiEN PERADILAN AGAMA

I&gtatan Dutcungan llanjemen

dan

23.385.809.000 22.92L{86.433 #4'822'567 98'00%

Dutungan Te*nis LainnYa Ditten


Direkta rat Jedera I Badan
Perzdilan Agama

59

Dokumen manajemen yang


diselesaikan tepat waktu
$arana dan Prasarana Keria Sesuai
$tandar
Pegawai yang Mengikuti Pembinaan
Layanan Perkantoran
Kendaraan bermotor
Perangkat pengolah data dan
komunikasitepat waktu
Peralatan dan fasilitas perkantoran
Kegiatan Peningkatan tanajemen
Perdilan Agama
Standarisa$i Tatakeria dan tata kelola

5.747.905000

5.628.614.850

867.300_000

807.730.000

1.308.860.000

1.306.631.000

14.353.114..000

14.084.810.603

532.482.000

525.410.000

305.200.000

302.835.000

270.948.000

26s.154.980

2.786.876.000

119.290.150 97.82o/a
59.570.000

93.13%

2.229.A00 99.83%
268.303.397 98.13%
7.A72.AAA 98.670/o
2.365.000 99.23%

2.782.687.592

5.793.020
4.188.408

99.85%

606.700.000

606.510.840

189.160

99.97%

1.363.976.000

1.360.627.726

348.274

99.75o/o

816.200.000

815.549.026

99.92%

16.277.915.000

16.277.714.181

650.974
200.819

194.500.000

194.500.000

1.755.815,000

1.755.798.520

97.860/o

Peradilan Agama

Aparatur yang mengikuti Bimtek


Administrasi Peradilan Agama
Laporan Perkara yang tepat waktu
Kegiatan Pengembangan Tenaga
Talrnis Pendilan Agama
Standarisasi Tenaga Teknis Peradilan

99,99%
l09o/o

Agama
Tenaga Teknis yang Mengikuti
Bimbingan Kompetensi
Tenaga Teknis yang di Mutasi

14.057.700.000

14.057.637.161

16.480

99,99%

62.839

99,99%

269.900.000

269.778.500

Q1.5AO

99.95%

Kegiabn Peningkatan
Kehbtlaksanaan Perkan
Kasasida n PK serta Kesyar'iyahan

2.276.400.000

2.275.952.898

M7.1A2

99.987o

$tandarisasi Ketatalaksanaan
Aparatur yang mengikuti Bimtek

1.241.100.000

1.240.715.398

1.035.300.000

1.035.237,500

384.602
62.500

99.99%

Laporan Data Tenaga Teknis

99.97%

Ketatalaksanaan

Tabel 66

Realisasi Anggaran Satuan Kerja Ditjen Badilag perjenis Belanja

Belanja Pegawai

E.

.126.121 .000

7.121.460.802

Belanja Barang

35.554.949.000

35.173.086.822

Belanja illodal

2.045.930.000

1.962.993.480

M.727.000.000

4.257.541.104

4.660.198 99.93%
381 .862.178 98.93%
82.936.520 95.95%
469.458.896 98.95%

Dukungan Teknologi lnformasi

a. Website
Sejak diberlakukannya UU KIP UU Pelayanan Publik dan SK 14412A07 yang kemudian
diganti dengan SK 1 -14412C1 1. diseminasi informasi oleh lembaga publik
lembaga peradilan

menjadi keharusan. Berdasarkan regulasi

- khususnya

regulasi itu. semua

lembaga atau badan publik wajib memberikan informasi yang mudah diakses oleh

60

masyarakat. Keterbukaan informasi dan transparansi peradilan menjadi salah satu

faktor dalam menentukan tingkat akuntabilitas dan kinerja

lem

baga pemerintah

khususnya lembaga peradilan.

Oleh karena itu. Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama menggunakan website

sebagai media untuk meningkatkan akuntabilitas. kinerja. pelayanan public.


keterbukaan informasi dan transparansi peradilan. Website Badilag dengan url
www.badilaq.net ini dibangun sejak akhir tahun 2005. Sambutan warga peradilan
maupun masyarakat sangat tinggi. hal ini dibuktikan dengan jumlah pengunjungnya
yang telah mencapai jutaan. Tidak hanya itu. pada awal kemunculannya web Badilag
merupakan pelopor dan contoh website di pengadilan.
Website Badilag dulu awalnya hanya menampilkan informasi statis yang hanya terdiri
dari kumpulan dokumen yang tidak mengalami perubahan dalam hitungan waktu yang
pendek. Tahun 2006 website Badilag mengalami perubahan yang pertama. Perubahan

selanjutnya dilakukan di awal tahun 2007. Jika dibandingkan dengan badilag.net versi
2006. tampilan website versi perubahan Tahun 2007 mulai lebih atraktif. lebih banyak

memiliki menu yang dinamis. seperti berita baik itu berita kegiatan Badilag maupun
kontribusi dari satker di daerah. menu artikel. suara pembaca. pojok pak dirlen dan
hikmah.

Teknologi di bidang website terus berkembang sehingga menuntut badilag.net versi

perubahan tahun 2OO7 untuk mengikutinya. Website ini menggunakan bahasa


pemrograman PHP dengan menggunakan teknologi Joomla CMS versi 1.5. Versi
joomla tersebut dikenal sangat rentan akan serangan (hack) dan terbukti sudah sering
mengalami serangan hakcer.
Kelemahan lain dari website versi perubahan 2007 int diantaranya adalah:

1. Dari sisi administrator website. dinilai kinerja website lama masih kurang efektif dan
membutuhkan banyak waktu untuk membuat dan mengolah suatu data menjadi
informasi.

2. Waktu akses yang lama. dengan teknologi yang masih rendah dan jumlah informasi
yang diload saat awal membuka web Badilag. maka untuk masuk ke website
Badilag ini. dirasakan sangat membutuhkan waktu yang lama.

3. Kotak pencarian yang tidak berfungsi. ada kalanya pengunjung mencari informasi di
Web Badilag berdasarkan keyword yang ia butuhkan. namun web Badilag belum
memfungsikan kotak pencarian secara optimal.

61,

dinilai sangat banyak. tampilan web lama dinilai sangat banyak


menu karena semua informasi yang akan ditampilkan ditampilkan sebagai menu
utama di halaman depan atau frontpage. Hal ini mengakibatkan tampilannya terasa

4. Menu (frontpage)

penuh sesak.
5.

Tidak adanya ruang tanya

jawab antara pembaca dan pengelola website ataupun

pengasuh rubik tertentu. hal ini disebabkan karena fungsi utama web Badilag lama
hanya berfokus pada berita yang aktual dan uptodate.

6. Tingkat keamanan dinilai sangat lemah Penyebab utama tingkat keamanan sangat
lemah adalah karena belum menggunakan security yang bagus. Kemudian jumlah
super administrator atau webmaster yang dinilai cukup banyak.

Berdasarkan hal tersebut. maka pada tahun Anggaran 2014 Ditjen Badilag melakukan
rancang ulang (redesign) website yang diharapkan dengan redesign website. kualitas
tampilan dan konten informasi menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Mengacu pada prinsip continuity and change (kelanjutan dan perubahan) dari aplikasi

sebelumnya. maka proses rancang ulang (redesign) website Badilag harus bisa
menjamin keberadaan database website yang lama. Artinya database badilag.net versi
perubahan tahun 2OOT dimigrasikan

ke database redesign website tahun

2014

sehingga tidak ada data atau informasi yang hilang.


Perubahan dalam redesign website tahun 2014 sebagai berikut
1

. Tampilan halaman muka (frontpage) yang lebih atraktif. Hal

ini dikarenakan

pemakaian CMS Joomla versi 2.5.24 y yang dinilai memiliki kestabilan yang bagus.
2. pengelompokan menu. Tampilan menu menjadi lebih sederhana yang hanya terdiri

dari beberapa kelomPok menu.


3. Koneksi data dan informasi saat mengakses website dari manapun harus cepat.
tidak membutuhkan waktu yang cukup lama. tidak terbatas ruang dan waktu;
4. pemberian hak akses kepada satker pengadilan agam untuk menulis dan memuat
berita sendiri Badilag;

5. Adanya menu validasi berita bagi administrator untuk mempublikasikan berita yang
ditulis sendiri oleh admin saatker di daerah.

Badilag.net redesign tahun 2014 sendiri secara resmi telah diluncurkan oleh Direktur
Jenderal Badan Peradilan Agama. Dr. H. Purwosusilo. SH." MH. pada tanggal 26
Septemb er 2014.

62

b. Sistem lnformasi Manajemen Pegawai (SIMPEG)


Kebijakan pimpinan Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama memanfaatkan data
kepegawaian di seluruh bidang tugas khususnya pada bidang pelayanan kepegawaian

Tenaga Teknis telah mendorong inovasi peningkatan pelayanan dengan melakukan


pengembangan Aplikasi SIMPEG.

Selama ini pelayanan kepegawaian Tenaga Teknis sudah ditopang dengan komputer
namun hanya difungsikan sebagai pengganti mesin ketik. sehingga masih cukup berat

dalam pelaksanaan pekerjaan. Untuk meningkatkan fisiensi dan

efektivitas.

Pengembangan Aplikasi SIMPEG dilakukan dengan membangun Aplikasi Turunan


yang bersumber pada database Aplikasi SIMPEG. sehingga masih menjadi bagian dari
proses peningkatan manajemen kepegawaian.
Aplikasi Turunan dibuat sesuai dengan kebutuhan bidang tugas pada tiap unit kerja.

seperti Aplikasi TPM dibuat sebagai supporting pengelolaan mutasi jabatan Tenaga

Teknis pada Direktorat Tenaga Teknis PA dari mulai penyiapan bahan sampai
pencetakan Surat Keputusan. Saat ini Aplikasi Turunan sudah ada yang terimplementasi maupun masih tahap pengembangan.
Berikut Aplikasi Turunan yang sudah ter-implementasi sebagaimana tabel dibawah:

Tabel 67

Aplikasi Turunan Simpeg Yang Sudah Ter-lmplementasi

Aplikasi TPM

Penyiapan Bahan TPM

SuMit Mutasi Hakim dan


Subdit Mutasi Panitera dan
Jurusita

Aplikasi NTU

Pencetakan Surat Keputusan


Kenaikan Pangkat

Subdit Mutasi Hakim dan


Subdit Mutasi Panitera dan
Jurusita
Subdit Mutasi Hakim dan

Pencetakan Surat Keputusan


Mutasi Jabatan

Subdit Mutaei Panitera dan

Aplikasi E-Doc

Penyimpan Arsip
Kepegawaian Elektronik

Subdit Data dan Evaluasi

Aplikasi Penilaian

terhadap Data dan Arsip

Aplikasi SK TPM

Jurusitia

Melakukan Penilaian

Subdit Data dan Evaluasi

Kepegawaian

Aplikasi Validasi

Menguji Validitas Data


SIMPEG

63

Subdit Data dan Evaluasi

Adapun Aplikasi Turunan yang masih tahap Pengembangan atau

Uji

coba

sebagaimana berikut:
Tabel 68

Aplikasi Turunan Simpeg yang Masih Tahap Pengembangan

Aplikasi Hitung Biaya

Penghitung biaya mutasi

Mutasi

Subdit Mutasi Hakim dan


Subdit Mutasi Panitera dan
Jurusita

Aplikasi Diklat Tenaga


Teknis

Supporting Pelaksanaan
Diklat Tenaga Teknis

Subdit Pengembangan
Tenaga Teknis

Aplikasi ljin Belajar


Tenaga Teknis

Pemroses dan Pencetakan


Surat ljin Belajar

Subdit Pengembangan
Tenaga Teknis

c. Sistem lnformasi Administrasi Perkara Peradilan Agama


Keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) dan tingginya volume perkara yang harus

diselesaikan adalah permasalahan mendasar yang dialami oleh peradilan agama.


Untuk memenuhi azas penyelesaian perkara yang sederhana. cepat dan biaya ringan
diperlukan suatu alat bantu untuk mempercepat proses penyelesaian perkara. Oleh
karena itu pengadilan agama memilih untuk memanfaatkan teknologi informasi melalui
aplikasi komputer sebagai alat bantu. Aplikasi yang dipilih adalah aplikasi SIADPA.
SIADPA adalah Sistem lnformasi Administrasi Perkara Pengadilan Agama yang dibuat

untuk mempermudah. mempercepat dan mendokumentasikan proses penyelesaian


perkara di pengadilan agama. Awalnya aplikasi ini dimanfaatkan oleh Pengadilan
Agama Kabupaten Malang Jawa Timur. Ditjen Badan Peradilan Agama Mahkamah
Agung Rl telah mengimplementasikan aplikasi SIADPA di seluruh pengadilan agama.
Proses implementasi aplikasi SIADPA dilakukan secara bertahap mulai dari 2005
sampai sekarang telah mencakup seluruh pengadilan agama yang berjumlah 359
pengadilan agamalmahkamah syar' iyah.

Aplikasi SIADPA terdiri dari SIADPA (aplikasi induk). SIADPA REGISTER (register
perkara). SIADPA KIPA (keuangan perkara). dan SIADPA LIPA (laporan perkara).
Pada awalnya kelahiran aplikasi SIADPA hanya digunakan untuk mempercepat kinerja
aparat peradilan dalam menyelesaikan tugas pokok. Namun dalam perkembangannya

aplikasi ini dikembangkan sedemikian rupa untuk menjawab kebutuhan data dan
pelaporan. Pengembangan yang dilakukan pun tidak sebatas pada perbaikan aplikasi.

tetapijuga penambahan aplikasi-aplikasi untuk melengkapi keberadaan SIADPA.

64

Sebagai penguat implementasi aplikasi SIADPA dan SIADPTA pada peradilan agama.
Ketua Muda Urusan Peradilan Agama (TUADA ULDILAG) Mahkamah Agung Republik
lndonesia telah mengeluarkan instruksi tentang pemanfaatan Aplikasi SIADPA sebagai
pendamping Pola Bindalmin pada peradilan agama di seluruh lndonesia sebagaimana
tertuang dalam surat nomor I21TUADA-AG/|X12007 tertanggal 27 September 2007.

Rapat Kerja Nasional Mahkamah Agung 2010 di Balikpapan merekomendasikan


pemanfaatan teknologi informasi sebagai pendamping pola bindalmin. Pemanfaatan
aplikasi SIADPA juga telah dirumuskan dalam buku ll Pedoman Pelaksanaan Tugas
Administrasi Peradilan Agama edisi 2010 menjadi bagian tidak terpisahkan dalam
pelaksanaan tugas administrasi peradilan agama.

TUADA ULIDILAG mengeluarkan surat dengan nomor 07/TUADA-AG/1X12011 yang


pada pokoknya menginstruksikan Pemanfaatan Aplikasi SIADPA Plus dan SIADPTA

Plus secara optimal. Pada tahun yang sama. Rapat Kerja Nasional (Rakernas)
Mahkamah Agung 2011 di Jakarta Komisi ll peradilan agama kembali
merekomendasikan agar SIADPfuSIADPTA dipergunakan sebagai implementasi Pola
Bindalmin dalam proses penyelesaian administrasi perkara di peradilan agama.
Aplikasi SIADPA yang ada saat ini diibaratkan seperti rumah type 21" Setelah didesak
oleh kepentingan/kebutuhan. misalnya penghuni rumah bertambah. maka dibuatlah
kamar-kamar untuk anaknya. Butuh mobil dibuatlah garasi dan seterusnya. Demikian
yang terjadi dengan aplikasi SIADPA. Bangunan rumah yang pada awalnya type 21
berkembang menjadi type 45. tetapi bangunannya menjadi tidak indah lagi.

Meskipun telah diimplementasikan

di seluruh pengadilan agama. namun aplikasi

SIADpA mempunyai banyak kelemahan. Secara teknologi. aplikasi SIADPA telah


ketinggalan zaman dan mempunyai banyak lobang (hole). Lobang-lobang yang ada
selama ini telah ditambal (patch) namun hasil tidak maksimal.

Aplikasi SIADPA yang berkembang saat ini hanya bisa berjalan pada satu platform
yaitu OS (operating system) Windows. Keamanan pada sistem database aplikasi
SIADPA saat ini juga sangat rentan disusupi orang-orang yang tidak bertanggung
jawab sehingga perlu mempergunakan teknologi pada sistem keamanan yang lebih
mutakhir. sehingga tingkat keamanan sistem database tidak bisa diretas (hack) oleh
orang yang tidak bertanggung jawab.

65

dari Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung Nomor 1-1441201 1 Tentang Pedoman
Pelayanan lnformasi di pengadilan.
Dari sisi tindakan nyata, Ditjen Badilag setidaknya sudah melakukan dua hal. pertama,
penilaian pelayanan publik dan meja informasi yang diadakan pada tahun 2O11dan
2014. Kegiatan yang berbentuk lomba bagi seluruh peradilan agama di lndonesia ini

terbukti dapat mendorong seluruh peradilan agama untuk

berlomba-lomba
memberikan pelayanan publik dan pelayanan melalui meja informasi yang terbaik bagi
para pencari keadilan.

Kedua, mengadakan pelatihan bagi para petugas meja informasi. Tercatat sejak tahun
2011, dengan dukungan Australia lndonesra Partnership for Justice (AIPJ) dan Famiry
Court of Australia, Badilag sudah mengadakan tiga kali pelatihan bagi para petugas
meja informasi peradilan agama di seluruh lndonesia.

Usaha Ditjen Badilag tersebut di atas kemudian membuahkan hasil yang manis.
Pelayanan publik dan pelayanan meja informasi peradilan agama mendapat apresiasi
yang luas dari masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari hasil survey yang dilakukan oleh
Badan Pengawas MA Rl dan Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK) pada tahun
2013. Hasil survey menyebutkan bahwa mayoritas pengguna pelayanan publik yang
dilakukan melalui meja informasi di peradilan agama mengaku puas (OS% puas dan
35% cukup puas).
Mengingat keterbatasan anggaran dan untuk dapat melibatkan lebih banyak petugas

meja informasi, saat ini Badilag sedang mengembangkan metode e-learning untuk
petugas meja informasi peradilan agama di seluruh lndonesia. program yang didukung
penuh AIPJ ini sudah di-soft-launching oleh Dirjen Badilag pada tanggal 24 September
201 4.

Dengan metode e-learning ini, pelatihan tentang pelayanan meja informasi akan dapat
diikuti oleh jauh lebih banyak peserta selain tentunya akan menghennat biaya dan

waktu karena para peserta pelatihan dapat belajar dan mengikuti materi pelatihaan di
mana saja dan kapan saja selama ada koneksi internet.

e"

Publikasi Putusan dan Pemanfaatan Direktori putusan

Salah satu hal yang menjadi tuntutan masyarakat adalah transparansi, baik
transparansi tentang hal-hal yang terkait dengan proses berperkara maupun
transparansi tentang produk pengadilan, yakni putusan. Untuk memenuhi tuntutan

67

masyarakat tersebut, peradilan agama memberikan respon dengan cara


mempublikasikan seluruh putusan dan penetapan pengadilan melalui website masingmasing pengadilan dan melalui portal direktori putusan yang dibuat Mahkamah Agung,
yakni http://putusan. mahkamahagung.go. id.
Seluruh satker di lingkungan peradilan agama di lndonesia sudah mempublikasikan
putusan-putusannya melalui kedua media tersebut di atas. Bahkan jika dilihat di portal
direktori putusan, jumlah putusan terbanyak yang diunggah secara online itu berasal
dari lingkungan peradilan agama.
Publikasi putusan peradilan agama baik melalui website masing-masing pengadilan
maupun melalui portal direktori putusan banyak memberikan manfaat tidak hanya bagi
masyarakat umum tetapi juga bagi internal warga peradilan. Untuk masyarakat umum

misalnya, publikasi itu berguna bagi mereka yang ingin melakukan penelitian atau
mengkaji pertimbangan hukum atas suatu perkara tertentu.

Bagi internal pengadilan, khususnya bagi Direktorat Pranata dan Tata Laksana
Perkara Perdata Agama Ditjen Badilag, sangat berguna untuk memperlancar proses
administrasi perkara yang dimohonkan kasasi atau peninjauan kembali. Sebagaimana

diketahui, untuk permohonan kasasi dan peninjauan kembali, Mahkamah Agung


mewajibkan agar berkas perkara disertai dengan CD (compact disc) yang diantaranya

berisi putusan pengadilan tingkat pertama dan tingkat banding. Dalam hal CD yang
dikirimkan rusak misalnya, putusan tingkat pertama dan banding tersebut dapat
diunduh melalui website pengadilan masing-masing atau melalui portal direktori
putusan.

F.

Regulasi Tahun 2014

1.

SEMA Nomor 1 Tahun 2014 tentang Dokumen Elektronik sebagai Kelengkapan


Permohonan Kasasi dan Peninjauan Kembali
Mahkamah Agung Republik lndonesia telah mulai memanfaatkan dokumen elektronik

untuk peningkatan efektivitas dan efisiensi kinerja penyelesaian perkara pada akhir
tahun 2010 dengan menerbitkan Surat Edaran (SEMA) Nomor 14 Tahun 2010
tentang Dokumen Elektronik sebagai Kelengkapan Permohonan Kasasi dan
Peninjauan Kembali. Menurut SEMA ini. pengadilan wajib menyertakan dokumen

elektronik dalam setiap pengajuan permohonan kasasi dan peninjauan kembali.


Penyertaan dokumen tersebut dapat menggunakan media compact disc

(CD)

flash

disk. surat elektronik atau sistem komunikasi data Direktori Putusan Mahkamah
68

Agung Republik Indonesia. Dengan ketersediaan dokumen elektronik. Mahkamah


Agung Republik lndonesia dapat melakukan percepatan penyelesaian minutasi
perkara.

Dalam meningkatkan efektivitas pengiriman dokumen elektronik tersebut. pada tahun

2014 Mahkamah Agung Republik lndonesia telah menerbitkan Surat Edaran


Mahkamah Agung Republik lndonesia Nomor 1 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas

Surat Edaran Mahkamah Agung Republik lndonesia Nomor 14 Tahun 2010 tentang

Dokumen Elektronik sebagai Kelengkapan Permohonan Kasasi dan Peninjauan


Kembali. Untuk efektifitas pelaksanaan SEMA tersebut oleh Panitera Mahkamah
Agung Republik lndonesia telah menerbitkan Surat Keputusan Panitera Mahkamah
Agung Republik lndonesia Nomor: 821IPAN lOT. 01 .31V112014. tanggal 3 Juni 2014

tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengelolaan dan Pengiriman Dokumen Elektronik


Sebagai Kelengkapan Permohonan Kasasi dan Peninjauan Kembali.

Setiap permohonan kasasi atau peninjauan kembali yang diajukan mulai tanggal

Maret

2014.

Pengadilan Pengaju harus menyertakan seluruh jenis dokumen

elektronik sebagaimana diatur dalam Surat Edaran Nomor 1 Tahun 2014.

Perubahan paling krusial secara substantif dalam SEMA ini dibandingkan dengan
SEMA Nomor 14 Tahun2010 adalah tentang ruang lingkup dokumen elektronik yang
wajib dikirimkan ke portal direktori putusan sebagai kelengkapan dokumen elektronik

berkas perkara kasasi dan peninjauan kembali. kemudian media yang dapat
digunakan untuk pengiriman dokumen elektronik tersebut ditentukan secara limitatif

hanya melalui direktori putusan. selanjutnya kelengkapan dokumen elektronik


tersebut termasuk ke dalam persyaratan kelengkapan berkas kasasi dan peninjauan
kembali. Apabila pengadilan pengaju tidak menyertakan dokumen elektronik sesuai

dengan ketentuan SEMA Nomor 1 Tahun 2014 tersebut. maka berkas perkara

dianggap kurang lengkap sehingga belum dapat dilanjutkan

ke

kepaniteraan

Mahkamah Agung Republik lndonesia untuk diproses selanjutnya.

Dalam rangka akselerasi percepatan pelaksanaan SEMA Nomor 1 Tahun 2014 di

pengadilan agama dalam lingkungan peradilan agama. Direktorat Pranata dan


Tatalaksana Perkara Perdata Peradilan Agama telah melakukan langkah-langkah
strategis antara lain: Pertama. berusaha menyosialisasikan segera SEMA tersebut

kepada pengadilan agama pengaju seiring dengan kegiatan monitoring perkara


kasasi dan peninjauan kembali. Langkah ini ditempuh karena Direktorat Pranata dan

Tatalaksana Perkara Perdata Agama tidak mempunyai anggaran khusus untuk

69

menyosialisasikan aturan

baru tersebut. Kedua. merevisi buku

Pedoman

Pemberkasan Perkara Perkara Kasasi dan Peninjauan Kembali yang telah diterbitkan

tahun 2013 dengan menambahkan beberapa petunjuk teknis tentang pengiriman


dokumen elektronik ke Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik lndonesia
sesuai dengan SEMA Nomor 1 Tahun 2014. Tujuan revisi ini di samping untuk
mengakomodir perubahan regulasi dan kebutuhan baru tersebut. sekaligus juga

untuk memudahkan bagi petugas pada pengadilan agama pengaju

dalam

melaksanakan tuntutan SEMA Nomor 1 Tahun 2014 tersebut dan petugas pada

Direktorat Pranata dan Tatalaksana dalam melaksanakan proses administrasi


penelaahan kelengkapan berkas perkara kasasi dan peninjauan kembali.

2.

standar operasional Prosedur (soP) peradilan Agama


Pada Direktorat Pembinaan Administrasi Subdit Tata Kelola Direktorat Pembinaan
Administrasi manyusun standar tentang Standar Operasional Prosedur (SOp)
penerimaan dan Penyelesaian Perkara pA/ MS

Standar Operasional Prosedur tentang penerimaan dan penyelesaian perkara di


Pengadilan Agama adalah serangkaian instruksi kerja tertulis yang di bakukan dan
terdokumentasikan semua aktivitas kerja proses penyelesaian perkara. sehingga ada

disemua level yang mana pekerjaan itu kapan harus dilakukan. dimana dan oleh
siapa maka dengan ini SOP merupakan suatu pedoman sebagai acuan untuk
melaksanakan tugas pekarjaan sesuai fungsi dan
berdasarkan indikator teknis

alat

penilaian kinerja instansi

Adapun manfaat dan tujuan naskah operasional presedur penerimaan dan


penyelesaian perkara peradilan agama / Mahkamah Syar'iyah sebagai berikut

a. Tata cara yang dilakukan oleh setiap pegawai dalam menyelesaikan tugas;
b. Dapat mengurangi tingkat

kesalahan dan kelalaian yang dilakukan oleh pegawai

pegawai dalam melaksakan tugas;

c. Meningkatkan efisiensi dan efektifitas pelaksanaan tugas dan tanggungjawab


individu dan organisasi;

d. Meningkatkan akuntabilitas proses penerimaan dan

penyeles aian perkara serta

meberikan informasi dalam upaya meningkatkan kompetensi pegawai dan beban


kerjanya;

70

e.

Agar petugas/pegawai menjaga konsistensi juga mengetahui dengan jelas peran


dan fungsi tiap-tiap posisi posisi tugas dan wewenang masing-masing baik hakim.
Panitera pengganti. jurusita/JSP dan petugas Administrasidi Pengadilan Agama.

Dengan hadirnya Standar Operasional Prosedur (SOP) ini menjadikan pedoman


petunjuk pelaksana dan bisa digunakan untuk mengukur kinerja pegawai dan SOP
dapat di evaluasi sesuai kebutuhan.

3.

Standar Redesign SIADPA


SIADPA adalah Sistem lnformasi Administrasi Perkara Pengadilan Agama yang

dibuat untuk mempermudah. mempercepat dan mendokumentasikan

proses

penyelesaian perkara di pengadilan agama. Awalnya aplikasi ini dimanfaatkan oleh


Pengadilan Agama Kabupaten Malang Jawa Timur. Ditjen Badan Peradilan Agama

Mahkamah Agung

Rl telah mengimplementasikan aplikasi SIADPA di

seluruh

pengadilan agama. Proses implementasi aplikasi SIADPA dilakukan secara bertahap

mulai dari 2005 sampai sekarang telah mencakup seluruh pengadilan agama yang
berjumlah 359 pengadilan agam almahkamah syar'iyah.

Aplikasi SIADPA terdiri dari SIADPA (aplikasi induk). SIADPA REGISTER (register
perkara). SIADPA KIPA (keuangan perkara). dan SIADPA LIPA (laporan perkara).

Pada awalnya kelahiran aplikasi SIADPA hanya digunakan untuk mempercepat


kinerja aparat peradilan dalam menyelesaikan tugas pokok" Namun dalam
perkembangannya aplikasi

ini dikembangkan sedemikian rupa untuk menjawab

kebutuhan data dan pelaporan. Pengembangan yang dilakukan pun tidak sebatas
pada perbaikan aplikasi. tetapi juga penambahan aplikasi-aplikasi untuk melengkapi
keberadaan SIADPA.

Sebagai penguat implementasi aplikasi SIADPA dan SIADPTA pada peradilan


agama. Ketua Muda Urusan Peradilan Agama (TUADA ULDILAG) Mahkamah Agung

Republik lndonesia telah mengeluarkan instruksi tentang pemanfaatan Aplikasi


SIADPA sebagai pendamping Pola Bindalmin pada peradilan agama di seluruh

lndonesia sebagaimana tertuang dalam surat nomor I2lTUADA-AG/IX


tertangg al 27 Septemb er 2007

12007

Maksud dan tujuan rancang ulang aplikasi SIADPA oleh Ditjen Badilag Mahkamah
Agung Rl adalah:

71-

1. Mewujudkan aplikasi SIADPA yang utuh dan menyeluruh.

2. Menjadikan aplikasi SIADPA yang user friendly (lebih mudah). lengkap dan aman.
3. Mengakomodir perkara jinayat dalam aplikasi SlADpA.
4. Membentuk aplikasi SIADPA yang terintegrasi dengan aplikasi lainnya. baik
aplikasi yang ada di lingkungan Badilag MA Rl seperti SIMPEG (Sistem lnformasi

Manajemen Kepegawaian) ataupun aplikasi di luar MA Rl. seperti SIMKAH


(Sistem lnformasi Nikah) Kementerian Agama Rl dan SIAK (Sistem lnformasi dan
Administrasi Kependudukan) Kementerian Dalam Negeri Rl.

Dengan adanya redesign SIADPA

ini

menguraikan tentang hal-hal yang

melatarbelakangi rancang ulang SIADPA. kondisi obyektif SIADPA saat ini serta
kondisi yang diharapkan. Dalam rancang ulang SIADPA. dilakukan bebe rapa langkah
yakni perumusan pelbagai aplikasi yang didasarkan pada kajian intensif. menampung
masukan-masukan dari pengguna (user) aplikasi SIADPA.yang diharmonisasikan

dengan hukum acara dan pola bindalmin. Selesainya redesign SIADPA ini. selain
dapat menjadi pedoman bagi Badilag dan pihak pengembang. juga diharapkan dapat
memperlancar proses rancang ulang SIADPA terutama yang ada relevansinya
dengan perubahan-perubahan siginifikan dari aplikasi sebelumnya.Terwujudnya
aplikasi SIADPA yang lebih lengkap dan lebih mudah dioperasikan merupakan
harapan kita semua.

4. Surat Keputusan Dirjen Badan Peradilan Agama

Nomor
2273.alDiA/KP.01.1/SKA/llll2014 Tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan dan
Pemanfaatan Portal Tabayyun di Lingkungan Badan Peradilan Agama
Mahkamah Agung Republik lndonesia

Portal tabayyun online merupakan salah satu inovasi yang dikembangkan Direktorat

Jenderal Badan Peradilan Agama untuk meningkatkan pelayanan kepada


masyarakat.

Walaupun portal ini didesain secara sederhana, namun untuk lebih mempermudah
pengoperasiannya, Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama mengeluarkan Surat
Keputusan Badilag Nomor 2273.aiDjAlKP.01 .1isl(Vllll2014 Tentang Petunjuk Teknis

Pelaksanaan dan Pemanfaatan Portal Tabayyun

di Lingkungan Badan

Peradilan

Agama Mahkamah Agung Republik lndonesia. Disamping berisi tentang Juknis, Surat
Keputusan Diryen Badan Peradilan Agama Nomor 2273.alDjA/KP.01.1/Sl(Vllll2}14
juga memuat tentang Tutorial Portal Tabayyun Online.

72

5.

Surat Keputusan Dirjen Badan Peradilan Agama Nomor 0009/DjA/SKlll2014


Tentang Tim Pengelola Website Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama
Mahkamah Agung Republik lndonesia;
Website Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama yang terdiri dari website
berbahasa lndonesia, Arab dan lnggris merupakan jendela yang menghubungkan
antara Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama dengan masyarakat. Baik dan
buruknya Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama setidaknya dapat dilihat dari
kualitas informasi yang ditampilkan dalam websitenya.

Untuk itu, dalam rangka meningkatkan kualitas informasi dan mengoptimalkan


pengelolaan website secara, professional, efektif, efisien dan bertanggungjawab,
maka Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama membentuk Surat Keputusan
Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama Nomor 0009/DjAlsKlll2}14 Tentang Tim
Pengelola Website Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung
Republik lndonesia.

G.

Kerjasama Luar Negeri


Pada tahun 2014 Ditjen Badilag telah mengadakan beberapa kegiatan terkait kerjasama
dengan negara-negara Timur Tengah. Kegiatan-kegiatan tersebut merupakan kelanjutan

dari rencana kegiatan yang belum terlaksana pada tahun-tahun sebelumnya. Kegiatankegiatan tersebut antara lain Kunjungan Delegasi Alumni Terbaik Diklat Cakim Angkatan

Vl Ke Mahkamah Agung Republik Sudan, Pengiriman berkas Hakim Calon Mahasiswa


Strata Tiga (S3) ke Fakultas Hukum Universitas Khartoum Sudan, Seleksi Calon Peserta
Diklat Ekonomi Syariah oleh Tim Penguji dari Universitas lmam Muhammad lbnu Saud

Riyadh Kerajaan Saudi Arabia, Kunjungan Delegasi Badilag ke Mahkamah Agung


Bahrain dan Penandatanganan Nota Kesepahaman/MoU antara Badilag dengan
Universitas lmam Muhammad lbnu Saud Riyadh Kerajaan Saudi Arabia

di bidang

pengembangan Sumber Daya Manusia.

a.

Kunjungan Delegasi Alumni Terbaik Diklat Cakim Angkatan Vl Ke Mahkamah


Agung Republik Sudan
Bermula dari Kuliah Umum Ketua MA Republik Sudan (KMA R.S.)di depan peserta

Diklat Cakim Angk. Vl Tahun 2011, KMA R.S. akan mengundang 5 orang lulusan
terbaik dari peserta diklat untuk berkunjung ke Sudan. Kegiatan baru dilaksanakan
setelah Alumni Diklat Cakim Angkatan Vl dilantik sebagai hakim, yaitu pada tahun

73

2AM dengan delegasi yang terdiri dari Tukiran, SH, MM (Sekretaris Ditjen Badilag)
sebagai ketua, Dr. Nasich Salam, Lc, LLM, (Hakim PA Cibinong) sebagai
penerjemah, M. Natsir Asnawi, SHI (Hakim PA Banjarbaru), Noor Faiz, SHI (Hakim

PA Badung), Rizkiansyah, SH (Hakim PN Kabanjahe), Eldi Nasali, SH (Hakim PN


Tais), dan Hery Abduh Sasmita, SH., MH (Hakim PTUN Denpasar).

Pengiriman berkas Hakim Calon Mahasiswa $trata Tiga (S3) ke Fakultas Hukum
Universitas Khartoum Sudan
Program doktorisasi di lingkungan peradilan agama diikuti dengan pengiriman calon

mahasiswa strata tiga (S3)

ke Fakultas Hukum

Universitas Khartoum Sudan.

Kerjasama dimulai sejak Tahun 2011 berdasarkan Surat Kerjasama yang


ditandatangani oleh Dekan Fakultas Hukum Universitas Khartoum Sudan pada
tanggal 3 november 2011, Setelah melalui proses seleksi akhirnya dikirim berkas 3

kandidat program doktor di Sudan yang terdiri dari H. Abdul Halim M. Soleh, Lc.,
M.Ec. (Hakim PA Kalianda), Toha Marup, S.Ag., M.A. (Hakim PA Sukabumi) dan Drs.
H. Abdurakhman M, S.H., M.H. (Hakim PA Medan).

c.

Seleksi Calon Peserta Diklat Ekonomi Syariah oleh Tim Penguji dari Universitas
lslam lmam Muhammad lbnu Saud {Ul lMlS) Riyadh Kerajaan Saudi Arabia
Kerjasama Badilag dengan

Ul lMlS memasuki angkatan ketiga, setelah sukses

dengan Diklat Eksyar Angkatan I Tahun 20A812009 yang diikuti 38 Hakim, Angkatan

ll Tahun 2012 yang diikuti oleh 40 Hakim. Seleksi untuk Angkatan

lll

diikuti oleh 113

Calon Peserta Diklat Eksyar dari 23 Wilayah PTA Se lndonesia yang terdiri dari 3

Hakim Tingkat Banding, 109 Hakim Tingkat Pertama, dan

74

1 Pejabat Badilag.

Kegiatan Diklat Angkatan

lll direncanakan akan dilaksanakan pada tahun 2015

dengan dua gelombang yang masing-masing diikuti oleh 40 peserta.

d.

Kunjungan Delegasi Badilag ke Mahkamah Agung Bahrain

b
A*.

{*

Dalam rangka penyempurnaan KHES dan penyusunan KHAES Badilag melakukan

Studi Lapangan ke Mahkamah Agung Bahrain pada tanggal

Desember 2014.

Delegasi dipimpin oleh Prof. Dr. H. Abdul Manan, S.H., S.lp., M.Hum., dan ikut
sebagai anggota delegasi adalah hakim agung Prof. H. Syamsul Ma'arif, S.H., LL.M.,
Ph.D., Dr. H. Habibunahman, S.H., M.Hum., Dr. H. Purwosusilo, S.H., M.H., Dr. H.

Amran Suadi, S.H., M.H., Ketua PTA Lampung Dr.H. Zainuddin Fajari, S.H., M.H.,
Direktur Pembinaan Administrasi Badilag Dr. H. Hasbi Hasan, M.H., Kabag Umum
Badilag Arief Gunawansyah, S.H., M.H., dan hakim yustisial Achmad Cholil, S.Ag.,
LL.M

75

e,

Penandatanganan Nota KesepahamanllliloU antara Badilag dengan Universitas


lslam lmam Muhammad lbnu Saud (Ul lMlS) Riyadh Kerajaan Saudi Arabia di
bidang pengembangan Sumber Daya ftfranusia
Kegiatan kerjasama Badilag dengan

Ul lMlS sudah

berjalan sejak tahun 2008

sekalipun Nota Kesepahaman baru diresmikan pada tahun 2014. Setelah beberapa

kali tukar kunjungan antara dua lembaga, akhirnya Nota

Kesepahaman

ditandatangani oleh Wakil Rektor Ul lMlS Dr. Muhammad Said Al Alam dan Direktur

Jenderal Badilag Dr. H. Purwosusilo, S.H. M.H. pada tanggal 17 Desember 2014
bertempat di Kampus LIPIA Jakarta.

#!di]'

ffi

76

BAB M
PENGAWASAN

Pada dasarnya tugas pengawasan adalah menjadi tugas pokok Badan Pengawasan
Mahkamah Agung Rl. Pengawasan meliputi tugas-tugas pemeriksaan teknis peradilan,
pemeriksaan administrasi peradilan dan pemeriksaan administrasi umum.

Selama tahun 2014, Badan Pengawasan Mahkamah Agung menjatuhkan hukuman disiplin
kepada aparat peradilan agama sebanyak 44 orang, seperti tergambar didalam tabel di bawah
ini:

Tabel 1

Data Hukuman Disiplin Aparat Peradilan yang Dikeluarkan oleh Badan Pengawasan

18

Meskipun pengawasan tetah dilakukan oleh Badan Pengawasan Mahkamah Agung, Ditjen
Badilag juga senantiasa melakukan pengawasan. Pengawasan ini terdiri dari dua macam, yaitu
Pengawasan Melekat dan Pengawasan Rutin/Reguler.

Pengawasan Melekat meliputi kegiatan yang bersifat pengendalian yang terus menerus,

dilakukan oleh atasan langsung terhadap bawahannya secara preventif dan represif.
Sedangkan Pengawasan Rutin dilakukan oleh Badan Pengawasan Mahkamah Agung,
Pengadilan Tingkat Pertama dan Pengadilan Tingkat Banding sebagaimana tercantum dalam

Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung Rl Nomor 096/KMA/SI(X/2006 tentang Tanggung

Jawab Ketua Pengadilan Tingkat Banding Dan Ketua Pengadilan Tingkat Pertama dalam
melaksanakan tugas pengawasan.

77

Pada tanggal 26 Juli 2012 lalu Dirjen Badan Peradilan Agama mengeluarkan Surat Keputusan
Nomor 1207lDiNHK.00.7iSKAl|112012 tentang Pedoman Pemberdayaan Hakim Tinggi Sebagai

Kawal Depan Mahkamah Agung. Berdasarkan keputusan tersebut, objek pembinaan dan
pengawasan yang dilakukan hakim tinggi meliputi aspek yudisial dan non yudisial yang terdiri

dari manajemen peradilan, pemahaman terhadap hukum formil dan materiil, administrasi
perkara, administrasi persidangan dan pelaksanaan putusan, administrasi umum, kinerja aparat

PA/MS, pelaksanaan program prioritas pembaruan peradilan dan reformasi birokrasi,


pemanfaatan teknologi informasi, dan penanganan pengaduan masyarakat.

Dengan diberdayakannya hakim tinggi sebagai Hatibinwasda dan Hatibinwasbid, diharapakan

di

masa-masa mendatang jumlah aparat peradilan agama yang dikenai hukuman disiplin

semakin berkurang. Para hakim tinggi yang berperan sebagai Hatibinwasda dan Hatibinwasbid

perlu melakukan pengawasan intensif sehingga perilaku aparat peradilan agama dapat
terkontrol dan termonitor dengan baik.

Ditjen Badan Peradilan Agama, khususnya Direktorat Pembinaan Tenaga Teknis Peradilan

Agama sebagai pembina tenaga teknis, ikut serta menerima pengaduan-pengaduan


masyarakat. Penanganan pengaduan adalah rangkaian proses penanganan atas pengaduan

yang ditujukan terhadap instansi atas pelayanan publik, atau tingkah laku aparat peradilan

dengan cara melakukan monitoring, dan atau observasi, dan atau konfirmasi, dan atau
klarifikasi, dan atau investigasi (pemeriksaan) untuk mengungkapkan benar tidaknya hal yang
diadukan tersebut.

Melalui beberapa cara telah dikemukakan prosedur-prosedur pengaduan masyarakat baik


melalui Pengaduan Online, SMS Pengaduan, Kotak Pengaduan di Pengadilan Agama dan

Buku Tamu. Yang masih menjadi kendala adalah kurangnya perhatian dari pimpinan
pengadilan untuk mendata pengaduan, menindak lanjuti, dan mempublikasikannya pada
website, sesuai dengan ketentuan.

Terkait dengan hukuman disiplin pegawai tenaga teknis Peradilan Agama, hakim lah yang
menduduki posisi terbanyak dibandingkan dengan kepaniteraan, hakim yang dikenakan
hukuman disiplin sebanyak 21 (dua puluh satu) orang sedangkan kepaniteraan sebanyak

1B

(delapan belas) orang. Jadi jumlah keseluruhan tenaga teknis yang dijatuhi hukuman disiplin

adalah sebanyak 39 (tiga puluh sembilan) orang. Sedangkan Satker yang terbanyak yang
dijatuhi hukuman disiplin adalah Pengadilan Tinggi Agama. Surabaya sebanyak 7 (tujuh) orang,
yaitu hakim 3 (tiga) orang dan kepaniteraan 4 (empat) orang.

78

Tabel 2

Data Hukuman Disiplin Aparat Peradilan Agama berdasarkan wilayah Mahkamah


Syariyah/PTA

Mahkamah Syafiyah Aceh


Pengadilan Tinggi Agama Medan

Pengadilan Tinggi Agama Jambi

Pengadilan Tinggi Agama Palernbang

Pengadilan Tinggi Agama Padang


Pengadilan Tinggi Agama Pekanbaru

Pengadilan Tinggi Agama Bangka Belitung


Pengadilan Tinggi Agama Bengkulu
Pengadilan Tinggi Agama Bandar Lampung
Pengadilan Tinggi Agama Jakarta
Pengadilan Tinggi Agama Bandung
Pengadilan Tinggi Agama Banten

Pengadilan Tinggi Agama Semarang

Pengadilan Tinggi Agama Pontianak

Pengadilan Tinggi Agama

Pengadilan Tinggi Agama Surabaya


Pengadilan Tinggi Agama Yogyakarta

alangkaraya

Pengadilan Tinggi Agama Banjarmasin

Pengadilan Tinggi Agama Samarinda

o
1

Pengadilan Tinggi Agarna Manado


Pengadilan Tinggi Agama Gorontalo
Pengadilan Tinggi Agama Palu

Pengadilan Tinggi Agama Kendari


Pengadilan Tinggi Agama Makassar

Pengadilan Tinggi Agama Mataram


Pengadilan Tinggi Agama Kupang

18

39

Pengadilan Tinggi Agama Ambon


Pengadilan Tinggi Agama Maluku Utara
Pengadilan Tinggi Agama Jayapura
21

79

wB\0
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
A.

KESIMPULAN
1.

Pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama
tahun 2014 dalam merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis
di bidang pembinaan tenaga teknis, pembinaan administrasi peradilan, pranata dan
tatalaksana perkara dari lingkungan Peradilan Agama, secara umum berjalan dengan

baik dan lancar sesuai dengan program kerja yang telah ditetapkan. Di bidang
pembinaan administrasi perkara terdapat kemajuan yang signifikan terutama dalam
hal pemanfaatan Teknologi lnformasi (Tl) seperti SIADPA dan SIADPA Plus untuk
menunjang pelaksanaan tugas pokok peradilan.
2.

Pengelolaan sumber daya manusia, baik teknis maupun non teknis, telah dilakukan

secara kontinu dan simultan, terlebih lagi dengan adanya aplikasi SIMPEG dan
sistem kenaikkan pangkat paperless diharapkan beberapa kegiatan yang telah
dilaksanakan dapat dilanjutkan pada tahun 2015 sehingga tercapai sasaran yang
diharapkan.
3.

Pengelolaan dana DIPA telah dilakukan secara efektif, efisien, objektif dan
transparan, serta dapat dipertanggungjawabkan dengan penyerapan anggaran di
akhir tahun 2014 sebesar 98.26%.

B.

REKOMENDASI

1.

Kepada seluruh ketua PTA/MSy. Aceh dan Ketua PA/Msy. Aceh se lndonesia agar

lebih meningkatkan target penyelesaian perkara dan memperkecil sisa perkara di


akhir tahun.

2.

Pembinaan dan pelatihan kepada tenaga teknis dan non teknis lainnya perlu di
tingkatkan terus menerus guna mewujudkan aparatur yang professional.

3.

Pelaksanaan sidang keliling dan prodeo harus terus di upayakan secara maksimal
agar hasilnya dapat di rasakan oleh masyarakat kurang mampu.

80

Anda mungkin juga menyukai