Anda di halaman 1dari 44

LUGINDO

Anatomi
Thyroid terletak di regio

colli anterior antara facia


colli media dan
prevertebralis
Melekat di thrakhea,
melingkari 1/3nya
Terdiri dari lobus kanan,
istmus dan lobus kiri
Terdapat 4 kelenjar
parathyroid yang melekat
di permukaan posterior
thyroid

Vaskularisasi
1. Arteria tiroidea superior
(15-20%)
2. Arteria tiroidea inferior
(76-78%)
3. Arteria tiroidea ima (12%)

Aliran tiroidea menuju ke :


1. Laring diatas istmus
2. Para trakheal dekat n. Rekuren
3. Depan trakheal
ln. Rantai jugular

Saraf yang melewati tiroid adalah Nervus

Rekurens. Saraf ini terletak di dorsal tiroid


sebelum masuk ke laring.

FISIOLOGI TIROID
Kelenjar tiroid merupakan suatu kelenjar

endokrin yang mensekresikan hormon Tiroksin


atau T4, triiodotironin atau T3 dan kalsitonin.
Sekresi hormon tiroid
TSH yang
dihasilkan oleh lobus anterior kelenja hipofisis
T3 & T4 oleh tyroid
meningkatkan
metabolisme, meningkatkan temperatur,
pertumbuhan dan perkembangan normal.

Efek metabolisme hormon thyroid :


Kalorigenik
Termoregulasi
Metabolisme protein.
Metabolisme karbohidrat..
Metabolisme lipid.
Vitamin A. Konversi provitamin A menjadi

vitamin A di hati memerlukan hormon tiroid.


Lain-lain : gangguan metabolisme kreatin fosfat
menyebabkan miopati, tonus traktus
gastrointestinal meninggi, hiperperistaltik
sehingga terjadi diare, gangguan faal hati,
anemia defesiensi besi dan hipotiroidisme.

STRUMA
Struma disebut juga goiter adalah suatu

pembengkakan pada leher oleh karena


pembesaran kelenjar tiroid akibat kelainan
glandula tiroid dapat berupa gangguan fungsi
atau perubahan susunan kelenjar dan
morfologinya.

KLASIFIKASI STRUMA
STRUMA

Struma
Toksik :
Diffusa
nodosa

Struma Non
Toksik :
Diffusa
Nodosa

Struma Difusa Toksik


Struma difusa toksik dapat kita temukan pada

Graves Disease. Penyakit ini juga biasa


disebut Basedow.
Trias Basedow meliputi pembesaran kelenjar
tiroid difus, hipertiroid dan eksoftalmus.

Gejala Klinis
Penyakit ini lebih sering ditemukan pada orang muda

dengan gejala klinis :

gugup,
keringat berlebihan,
tremor tangan,
Intoleransi terhadap panas,
takikardi,
hiperdefekasi
berat badan menurun,
ketidakstabilan emosi,
ganguan menstruasi berupa amenore, (jarang)

PENATALAKSANAAN
Terapi penyakit Graves ditujukan pada

pengendalian keadaan tirotoksisitas/


hipertiroidi dengan pemberian antitiroid,
seperti propil-tiourasil ( PTU ) atau karbimazol.
Terapi definitif dapat dipilih antara
pengobatan anti-tiroid jangka panjang, ablasio
dengan yodium radiokatif, atau tiroidektomi.

STRUMA NODOSA TOKSIK


Struma nodosa toksik adalah pembesaran

kelenjar tiroid pada salah satu lobus yang


disertai dengan tanda-tanda hipertiroid.
disebut juga Plummers disease

Penyakit ini diawali dengan timbulnya

pembesaran noduler pada kelenjar tiroid yang


tidak menimbulkan gejala-gejala toksisitas,
namun jika tidak segera diobati, dalam 15-20
tahun dapat menimbulkan hipertiroid.

Saat anamnesis, sulit untuk membedakan

antara Graves disease dengan Plummers


disease karena sama-sama menunjukan
gejala-gejala hipertiroid. Yang membedakan
adalah saat pemeriksaan fisik di mana pada
saat palpasi kita dapat merasakan
pembesaran yang hanya terjadi pada salah
satu lobus.

PENATALAKSANAAN
Terapi yang diberikan pada Plummers

Disease juga sama dengan Graves yaitu


ditujukan pada pengendalian keadaan
tirotoksisitas/ hipertiroidi dengan pemberian
antitiroid, seperti propil-tiourasil ( PTU ) atau
karbimazol. Terapi definitif dapat dipilih antara
pengobatan anti-tiroid jangka panjang, ablasio
dengan yodium radiokatif, atau tiroidektomi.

STRUMA DIFFUSA NON


TOKSIK
Struma endemik adalah penyakit yang
ditandai dengan pembesaran kelenjar tiroid
yang terjadi pada suatu populasi, dan
diperkirakan berhubungan dengan defisiensi
diet dalam harian

Epidemologi Endemik goiter diperkirakan

terdapat kurang lebih 5% pada populasi anak


sekolah dasar/preadolescent (6-12 tahun),
seperti terbukti dari beberapa penelitian.
Goiter endemik terjadi karena defisiensi
yodium dalam diet. Kejadian goiter endemik
sering terjadi di daerah pegunungan

Sebagian besar pasien tetap menunjukkan

keadaan eutiroid, namun sebagian lagi


mengalami keadaaan hipotiroid.

PENATALAKSANAAN
Tujuan dari pengobatan struma endemik

adalah untuk mengecilkan struma dan


mengatasi hipotiroidisme yang mungkin ada,
yaitu dengan pemberian SoL Lugoli selama 46 bulan. Bila 6 bulan sesudah pengobatan
struma tidak juga mengecil maka pengobatan
medikamentosa tidak berhasil dan harus
dilakukan tindakan operatif

Struma nodosa non


toksik
adalah pembesaran kelenjar tiroid yang
secara klinik teraba nodul satu atau lebih
tanpa disertai tanda-tanda hypertiroidisme.

Gejala Klinis
Pada umumnya struma nodosa non toksik

tidak mengalami keluhan karena tidak ada


hipo- atau hipertiroidisme.
Yang penting pada diagnosis SNNT adalah
tidak adanya gejala toksik yang disebabkan
oleh perubahan kadar hormon tiroid, dan pada
palpasi dirasakan adanya pembesaran
kelenjar tiroid pada salah satu lobus.

Penatalaksanaan
Tindakan operatif masih merupakan pilihan

utama pada SNNT. Macam-macam teknik


operasinya antara lain :
a. Lobektomi, yaitu mengangkat satu lobus, bila
subtotal maka kelenjar disisakan seberat 3 gram
b. Isthmolobektomi, yaitu pengangkatan salah
satu lobus diikuti oleh isthmus
c. Tiroidektomi total, yaitu pengangkatan
seluruh kelenjar tiroid
d. Tiroidektomi subtotal bilateral, yaitu
pengangkatan sebagian lobus kanan dan
sebagian kiri

Karsinoma Tiroid
Karsinoma tiroid adalah suatu keganasan

(pertumbuhan tidak terkontrol dari sel) yang


terjadi pada kelenjar tiroid.
Kankertiroid adalah sutu keganasan pada
tiroid yang memiliki 4 tipe yaitu: papiler,
folikuler, anaplastik dan meduller

Gejala Klinis
Gambaran Klinis:
Tumbuh cepat
Konsistensi keras
Permukaan berbenjol-benjol
Melekat dengan jaringan sekitar
Ulkus di atas tumor
Suara parau

Klasifikasi TNM
karsinoma
Tiroid

T
: Tumor Primer
T0
: Tidak terbukti ada tumor
T1
: , 1 cm
T2
: 1-4 cm
T3
: > 4 cm
T4
: tumor dengan ukuran berapa saja
yang telah beresktensi keluar kapsul tiroid

: Kelenjar Getah Bening Regional


N0
: tidak ditemukan
N1
: Pembesaran (dapat dipalpasi)
N1a
: Hanya ipsilateral
N1b
: Kontralateral, bilateral, garis
tengah, atau mediastinum

M
Mx
M0
M1

: Metastasis jauh
: Metastasis jauh belum dapat dinilai
: tidak ada
: Ada

Langkah-langkah
Penegakkan
Diagnosis
Anamnesis
Pemeriksaan Fisik
Struma

Pembesaran yang teraba harus dideskripsikan :

- Lokasi: lobus kanan, lobos kiri, ismus


- Ukuran: dalam sentimeter, diameter panjang
- Jumlah nodul: satu (uninodosa) atau lebih dari
satu (multinodosa)
- Konsistensinya: kistik, lunak, kenyal, keras
- Nyeri: ada nyeri atau tidak pada saat dilakukan
palpasi
- Mobilitas: ada atau tidak perlekatan terhadap
trakea, muskulus sternokleidomastoidea
- Kelenjar getah bening di sekitar tiroid : ada
pembesaran atau tidak.

Indeks Diagnostik
Wayne
Gejala Subyektif

Angka

Gejala Obyektif

Ada

Tidak

Dispnneu

+1

Tiroid teraba

+3

-3

Palpitasi

+2

Bruit di atas sistol

+2

-2

Capai/lelah

+2

Eksoftalmus

+2

Senang panas

-5

Lid Retraksi

+2

Senang dingin

+5

Lid Lag

+1

Keringat berlebih

+3

Hiperkenesis

+4

-2

Nervous

+2

Tangan Panas

+2

-2

Tangan basah

+1

Nadi

Tangan panas

-1

80 x/menit

Nafsu makan naik

+3

81-90 x/menit

Nafsu makanturun

-3

> 90 x/menit

+3

Berat badan naik

-3

Berat badan turun

+3

<11 eutiroid
11-18 normal
>19 hipertiroid

Fibrilasi Atrium

+4

Jumlah

Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan untuk mengukur fungsi tiroid.

Pemeriksaan untuk mengetahui kadar T3 dan


T4 serta TSH paling sering menggunakan
teknik radioimmunoassay (RIA) dan ELISA.
Pemeriksaan untuk menunjukkan penyebab
gangguan tiroid. Antibodi terhadap macammacam antigen tiroid yang ditemukan pada
serum penderita dengan penyakit tiroid
autoimun.

Pemeriksaan radiologis
Foto rontgen
USG tiroid
Scanning Tiroid

Pemeriksaan Sitologi yaitu dengan biopsi


aspirasi jarum halus FNAB (Fine Needle
Aspiration Biopsy ).

Tindakan Pembedahan Pada


Struma
Pembedaha
n Struma

Pembedahan
diagnostik
(biopsi)

Pembedahan
Terapeutik

Indikasi operasi pada struma adalah :


Struma difus toksik yang gagal dengan terapi

medikamentosa
Struma uni atau multinodosa dengan
kemungkinan keganasan
Struma dengan gangguan kompresi
Kosmetik

Kontraindikasi pada operasi struma


:
Struma toksik yang belum dipersiapkan

sebelumnya
Struma dengan dekompensasi kordis dan
penyakit sistemik lain yang belum terkontrol
Struma besar yang melekat erat ke jaringan
leher sehingga sulit digerakkan yang biasanya
karena karsinoma

Saat kejadian

penyulit

Langsung sewaktu
pembedahan

Perdarahan
Cedera n.rekurens uniatau bilateral
Cedera pada trakea,
esofagus, atau saraf di
leher
Kolaps trakea karena
malasia trakea
Terangkatnya seluruh
kelejar paratiroid
Terpotongnya duktus
torasikus di leher kanan

Segera pasca
bedah

Perdarahan di
leher
Perdarahan di
mediastinum
Udem laring
Kolaps trakea
Krisis
tiroid/tiroitoksikosi
s

Beberapa jam
sampai beberapa
hari pasca bedah

Hematom
Infeksi luka
Udem laring
Paralisis
n.rekurens
Cedera n.laringeus
superior menjadi
nyata
Hipokalsemia

Lama pasca bedah

Hipotiroidi
Hipoparatiroidi/hip
okalsemia
Paralisis n.rekuren
Cedera n.laringeus
superior
Nekrosis kulit
Kebocoran duktus
torasikus

TERIMA KASIH