Anda di halaman 1dari 5

Tugas 2

KL4210
Perancangan Dermaga Pelabuhan
Dosen

: Harman Ajiwibowo, Ph.D.

Yofan Tahamano Deo Harita

NIM 15511040

PROGRAM STUDI TEKNIK KELAUTAN


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN LINGKUNGAN
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
2015

Soal:
1. Buat metoda proteksi korosi (PT Imbema Pascific Indonesia)
2. Buat kajian beban crane
3. Buat kajian T20
Jawaban
1. Metoda proteksi korosi
Proteksi katodik merupakan sebuah metode untuk melindungi tiang pancang baja dermaga dari
korosi. Proteksi katodik pada tiang pancang baja berkerja di dalam air (elektrolit) dan hanya akan
aktif dari daerah dibawah zona splash dan bagian bawah jaket zona splash sampai ke bagian dasar
laut.
Proteksi terhadap area tertutup pada tiang pancang baja di dasar laut tergantung pada metode
proteksi katodik.

Pada prinsipnya terdapat dua metode proteksi korosi pada tiang dermaga, yaitu Sacrifical Anodes
dan Impressed Current. Impressed current meliputi seluruh panjang tiang pancang sedangkan
metoda anoda korban memiliki jangkauan terbatas.
Sacrifical Anodes Cathodic Protection
Metoda anoda korban dilakukan dengan membuat (dilas) anoda pada setiap tiang pancang, anoda
yang digunakan pada umumnya adalah aluminium atau seng. Metode proteksi korosi jenis ini
bekerja secara independent di setiap tiang dimana anoda itu berada dan tidak memiliki efek
terhadap tiang pancang lain di area tersebut. Material anoda akan mengalami korosi karena
pengaruh dari baja, sehingga saat anoda tersebut telah terkorosi keseluruhan harus dilakukan
pengantian anoda tersebut dengan anoda yang baru (maintenance).
Jangkauan dari metode anoda korban harus dijadikan pertimbangan yang hanya bekerja sampai 5
meter di dasar laut. Untuk struktur yang lebih besar seperti dermaga, perbatasan ekonomi antara

installasi proteksi dengan anoda korban atau impressed current diperkirakan kira-kira 10 tahun. Jika
periode perlindungan yang diperlukan lebih dari 10 tahun maka metode impressed current lebih
ekonomis.

Gambar di bawah ini merupakan contoh anoda aluminium berat yang telah terkorosi.

Di Indonesia ada dua kekurangan tambahan dari penggunaan metode anoda korban. Metode anoda
korban sangat sulit untuk mengontrol dengan baik fungsi sistem tersebut, kemudian harus memiliki
staf yang ahli dan penyelam untuk melakukan pemeriksaan secara rutin. Di samping itu anoda
aluminium merupakan komoditas yang cukup besar dalam permintaan. Oleh karena itu pemilik
dermaga sering dihadapkan dengan penculikan anoda aluminium.

Impressed Current Cathodic Protection


Untuk struktur yang lebih besar, seperti kebanyakan jetti, anoda korban tidak ekonomis untuk
memberikan perlindungan yang lengkap pada tiang pancang.
Dengan metode proteksi korosi impressed current (ICCP) sebuah TRU (Transformasi Rectifier Unit)
yang terpasang dan terhubung dengan kabel ke tiang pancang (-) dan anoda eksternal (+). Dengan
metode ini semua tiang pancang di daerah tersebut perlu dihubungkan (diikat) satu dengan yang
lain. Ikatan tersebut memastikan semua tiang pancang saling terhubung dan dan membentuk satu
unit listrik. Jumlah anoda yang terbatas dapat ditempatkan pada pipa atau ditempatkan di dasar
laut. Namun, bila memungkinkan sedapat mungkin untuk mengubur anoda di darat. Hal ini untuk
mencegah bagian-bagian dari sistem ICCP ini hilang (dicuri).
Sistem ICCP pada umumnya secara teoritis dirancang untuk lifetime 25 tahun, yang diperlukan
hanya perawatan sederhana.

Gambar di bawah ini menunjukkan sebuah TRU (Transformation Rectifier Units)

2. Beban crane
Quay Side Container Crane manufactured by Doosan Pan United (marine) Pte Ltd, Singapore
DL
= 1050 ton
LL
= 40.6 ton
Wcrane
= DL+LL = 1090.6 ton
No of GT Wheels = 32
Maka beban 1 roda =
3. Truk T20
W
A

= 20 ton
= 2.46 m x5.65 m

QDL