Anda di halaman 1dari 1

BPPSPAM Terbuka Untuk Renegosiasi Kontrak Kerjasama Pemerintah

Swasta

Badan Pendukung Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM)


terbuka untuk dilakukannya renegosiasi atau evaluasi kontrak Kerjasama
Pemerintah Swasta (KPS), setelah dibatalkannya Undang-Undang Nomor 7 Tahun
2004 tentang Sumber Daya Manusia (SDA) oleh Mahkamah Konstitusi (MK).
Demikian disampaikan Kepala Bidang Analisis Keuangan, Investasi dan Promosi
BPPSPAM Adi Susetyo, Selasa (24/3/2015).
Renegosiasi terhadap kontrak kerjasama dapat diajukan oleh salah satu pihak
dalam kontrak. Langkah ini dilakukan menurutnya sebagai perbaikan agar
kontrak yang sudah berjalan dapat sesuai dengan 6 prinsip dasar pengelolaan
SDA yang ditetapkan MK.
Keenam poin batasan putusan MK itu adalah pertama, setiap pengusahaan atas
air tidak boleh mengganggu, mengesampingkan, apalagi meniadakan hak rakyat
atas air. Kedua, negara harus memenuhi hak rakyat atas air, Ketiga, harus
mengingat kelestarian lingkungan hidup. Keempat, pengawasan dan
pengendalian oleh negara atas air sifatnya mutlak. Kelima, prioritas utama yang
diberikan pengusahaan atas air adalah BUMN atau BUMD. Keenam, apabila
semua pembatasan diatas sudah terpenuhi dan ternyata masih ada ketersediaan
air, pemerintah masih dimungkinkan untuk memberikan izin kepada usaha
swasta dengan syarat-syarat tertentu dan ketat.
Sampai saat ini belum ada yang meminta ke kita untuk dilakukannya
renegosiasi dan kita juga tidak memaksakan untuk dilakukan renegosiasi. Dan
kontrak yang sudah ditandatangani sebelum keputusan MK itu tetap berjalan,
sebagaimana pendapat hukum yang disampaikan Kementerian Hukum dan
HAM, ujar Adi. Beberapa proyek KPS yang sudah berjalan dan sudah difasilitasi
BPPSPAM, diantaranya KPS antara Kabupaten Serang dengan PT. SCTK dan Kota
Makassar dengan PT. Moya Makassar.
Hal ini dilakukan sesuai dengan pendapat hukum yang disampaikan oleh Menteri
Hukum dan HAM sebagai tindak lanjut putusan MK. Disebutkan bahwa peristiwa
hukum seperti perjanjian kerja/kontrak ataupun izin yang diterbitkan sebelum
putusan MK harus dilakukan renegosiasi kontrak atau evaluasi terhadap izin
dengan mendasarkan pada peraturan perundang-undangan yang sesuai dengan
6 prinsip dalam putusan MK. Hen