Anda di halaman 1dari 15

PROSES PRODUKSI TEH BOTOL SOSRO

1.1 Gudang Logistik


Gudang logistik perannya sangat penting terhadap kegiatan produksi mulai
dari perencanaan bahan baku dan bahan penolong produksi, menerima bahan baku
dan bahan penolong produksi, menyimpan bahan baku dan bahan penolong
produksi, dan mengirim bahan baku maupun bahan pembantu bagi unit-unit yang
membutuhkan terutama unit produksi. sistem yang dilakukan pada gudang ini
ialah sistem FIFO (First In First Out) terhadap bahan baku yang datang lebih
awal harus langsung digunakan terlebih dahulu untuk kegiatan produksi.
1.2 Bahan Baku dan Bahan Pembantu
Bahan baku dan pembantu merupakan bahan yang sangat penting dalam
menentukan kualitas dan kuantitas produk yang dihasilkan. Bahan tersebut harus
diuji terlebih dahulu agar bahan yang digunakan masuk dalam standar yang
ditentukan. Bahan-bahan yang digunakan dalam kegiatan produksi antara lain :
a.

Teh Kering
Bahan baku utama dalam pembuatan Teh Botol Sosro (TBS), S Tee Bottle
(STB), dan Fruit Tea Bottle (FTB) adalah Teh kering yang langsung
didatangkan dari PT. Gunung Slamat, Slawi, Jawa Tengah. Teh kering tersebut
dikemas dalam kemasan plastik (primer) dan karung plastik (sekunder). Teh
kering tersebut disimpan dalam gudang khusus yang terbuat dari alumunium
untuk menjaga mutu Teh kering.

b. Gula
Bahan baku gula yang digunakan merupakan gula khusus kebutuhan
industri yang berasal dari Lampung produksi PT. Sugar Labinta. Gula ini
dikemas dengan menggunakan plastik (Primer) dan karung plastik (sekunder).
Gula ini disusun diatas pallet yang terdiri dari 30 karung gula dengan berat
masing-masing 50 kg.
c.

Air
Merupakan sumber kebutuhan utama di PT. Sinar Sosro KPB Pandeglang,
air yang digunakan berasal dari mata air yang terletak di lingkungan pabrik.
Air yang digunakan pada kegiatan produksi telah melewati tahapan proses
yang menjadikannya aman dan sesuai standar air produksi.

d. Botol
PT. Sinar Sosro KPB Pandeglang menggunakan botol gelas untuk bahan
pengemas yang didatangkan dari PT. Mulia Glass Industrindo dan kemasan
yang berasal dari konsumen. Botol baru sebelum digunakan harus diuji
terlebih dahulu sehingga sesuai spesifikasi yang telah ditetapkan. Pengujian
ini seperti pengujian spesifikasi dan dimensi serta pengujian Blooming.
Blooming merupakan flok biru yang menandakan bahwa pada botol itu
terdapat kerak carry over proses saat produksi botol baru. Pemesanan botol
baru dilakukan jika persediaan botol di gudang PB (peti botol) tidak
mencukupi.
e.

Tutup Botol (Crown Cork)


Tutup Botol (Crown Cork) yang digunakan oleh PT. Sinar Sosro KPB
Pandeglang berasal dari PT. Ancol Terang MPI dan PT. Lecapseal Indonesia.
Crown Cork ini dikemas dalam plastik (primer) dan peti atau kardus
(sekunder). Crown Cork ini disimpan dalam gudang logistik yang selanjutnya
digunakan dalam kegiatan produksi yang sebelumnya telah diuji sehingga
tidak terjadi kerusakan pada produk yang dihasilkan.

f.

Krat
Krat merupakan kemasan sekunder yang berfungsi untuk menyimpan
botol isi agar tersusun secara rapi. Krat yang digunakan oleh PT. Sinar Sosro
KPB Pandeglang berasal dari PT. Sinar Jati Mulia dan sebagian besar dari
konsumen. Pemesanan krat dilakukan apabila jumlah krat yang ada di pabrik
kondisinya tidak layak pakai.

g. Bahan Baku Pembantu


Bahan-bahan ini antara lain chlorin sebagai disinfektan yang berfungsi
membunuh mikroba yang terdapat pada bak reservoir, garam bata untuk
proses regenerasi resin dalam tangki softener, carbon active untuk
penyaringan dalam tangki carbon filter, flavour, citrit acid, ascorbic acid
untuk pembuatan FTB,

cellatom sebagai pelapis filter aid pada filtrox,

diverboat untuk membantu kinerja kaustik, stabillon untuk menghilangkan


blooming, kaustik soda untuk menghilangkan kotoran pada botol, nitrite acid
untuk keperluan cleaning, tinta untuk pemberian kode produk melalui mesin

Video jet, katalis sulfit dan amercor untuk keperluan boiler, serta liquid
sanitation untuk proses sanitasi.
1.3 Proses Pengolahan Air
Proses pengolahan air di PT. Sinar Sosro KPB Pandeglang telah memenuhi
persyaratan air industri. Pengolahan air itu antara lain:
1.3.1

Mata Air Sumber


Air baku yang digunakan oleh PT. Sinar Sosro KPB Pandeglang berasal

dari mata air yang terletak di lingkungan pabrik. Mata air ini dibendung dan
dibuat kolam untuk menampung air. Air ini dipompa menuju bak penampungan
atau reservoir yang berada dalam unit pengolahan air.
1.3.2

Kolam Reservoir
Air yang ditampung dalam kolam reservoir ditambahakan chlorin yang

berfungsi sebagai disinfektan atau bahan yang digunakan untuk mengurangi


jumlah mikroba. Penambahan chlorin dilakukan secara otomatis. Kolam ini
dilengkapi dengan level control untuk mengatur agar kolam ini tidak sampai
meluap.
1.3.3

Tangki Sand Filter


Didalam tangki ini terdapat pasir silica. Pasir ini akan menyaring kotoran

yang tidak larut dalam air. Pasir silica ini akan mengalami penyumbatan atau
kejenuhan ditandai dengan inlet dan outlet selisih > 2 bar dan turbidity 3 NTU.
Maka harus dilakukan scouring menggunakan udara agar pasir kembali gembur,
backwash atau pencucian dengan aliran air dari bawah ke atas untuk membuka
celah antar partikel dan mengeluarkan kotoran, serta rinsing aliran air dari atas ke
bawah untuk menyempurnakan proses pembersihan dan mengeluarkan kotoran
keluar dari tangki sand filter.
1.3.4

Tangki Carbon Filter


Tangki ini berisi Carbon Active yang berfungsi untuk mengikat chlorin

yang terdapat pada air baku, menyerap bau, rasa, dan warna. Pada saat tertentu
pori-pori carbon ini akan tersumbat, untuk mengatasinya dilakukan proses
steaming atau perendaman dengan air panas selama 4 jam agar pori-pori carbon
terbuka dan melepaskan chlorin, backwash dan rinsing untuk membersihkan

tangki dari clorin. Air dari tangki ini ditampung dalam buffer carbon untuk
produksi FTB dan dialirkan ke tangki softener.
1.3.5

Tangki Softener
Tangki ini bertujuan untuk mengurangi kesadahan air karena adanya ion-

ion Ca2+ dan Mg2+ yang dapat menimbulkan kerak pada alat penukar panas dan
dapat menimbulkan kekeruhan pada produk. Tangki ini beroperasi pada tekanan
min. 4 bar dan max. 6 bar. Bila kurang dari 4 bar maka suplai air ke tangki akan
rendah, dan bila lebih dari 6 bar maka tangki akan retak dan pecah. Resin yang
digunakan dalam tangki ini ialah Dowex Marathon C. Bila kualitas air softener
menurun maka perlu dilakukan regenerasi menggunakan NaCl dengan konsentrasi
tertentu. Kemudian di backwash dan rinsing dengan air untuk membersihkan
NaCl maupun sisa CaCl2 atau MgCl2 dalam tangki ini.
1.3.6

Anion Exchanger
Tangki Anion Exchanger bertujuan untuk mereduksi ion negatif (anion)

dalam air, terutama ion silika(SiO32-) yang berpotensi menimbulkan kerak pada
pipa maupun dinding boiler jika bereaksi dengan ion Ca 2+ dan Mg2+. Resin yang
digunakan adalah Dowex Marathon A. Bila resin jenuh maka harus diregenerasi
dengan NaOH 2-5%, backwash dan rinsing. Air dari tangki ini menuju ke boiler.
1.3.7

Carbon Buffer dan Buffer Softener


Merupakan tangki penampungan atau penyimpan bahan baku air untuk

kegiatan produksi. Tangki ini berfungsi sebagai tangki penampung dan sebagai
efisiensi karena sebagian besar prosesnya adalah proses batch.
Carbon water digunakan untuk proses produksi FTB, pembuatan larutan
garam untuk regenerasi, backwash, dan rinsing tangki softener. Softener water
untuk pembuatan TBS, mesin Bottle Washer, dan tangki sabun di Bottling line.
1.4 Proses Pembuatan Teh Cair Manis dan Teh Asam Manis
Proses pembuatan teh cair manis dan fruit tea manis di PT. Sinar Sosro KPB
Pandeglang dilakukan pada unit Kitchen. Unit Kitchen memiliki peralatan
pengolahan yang canggih sehingga dapat menghasilkan seduhan teh dengan mutu
yang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Unit Kitchen memiliki berbagai

tangki pengolahan antara lain: lima tangki extraction, satu tangki pendingin untuk
pembuatan FTB, empat tangki pencampuran, tangki dissolving untuk pemasakan
sirup gula, tangki buffer untuk menampung sirup gula, penyaringan pada filtrox,
niagara filter dan bag filter yang tertata rapi.
Semua kegiatan di unit ini, harus dilakukan sesuai dengan standar yang telah
ditetapkan oleh PT. Sinar Sosro KPB Pandeglang mulai dari waktu sirkulasi, suhu,
o

brix, warna, bahan baku teh, air yang digunakan dan jumlah bahan yang harus

ditambahkan sehingga memperoleh hasil yang sesuai standar. Kegiatan yang


dilakukan di Unit Kitchen antara lain:
1.4.1

Proses Pembuatan Sirup Gula


Pembuatan sirup gula dilakukan di dua tangki yaitu tangki dissolving dan

tangki buffer sirup gula dengan kapasitas masing-masing 5000 liter. Tahap awal
pembuatan sirup gula yaitu mengisi tangki dissolving dengan air panas yang
berasal dari PHE (Plate Heat Exchanger) dengan suhu minimal 90oC sampai
volume yang ditetapkan, secara gravitasi air panas ini akan mengalir pada sebuah
hopper, kemudian motor dinyalakan untuk proses sirkulasi dari hopper menuju
tangki dissolving. Proses ini bersamaan dengan masuknya gula pasir pada sebuah
hopper sesuai dengan volume yang telah ditetapkan, dengan cara menaikkan satu
per satu karung ke dalam sebuah hopper. Proses sirkulasi berlangsung selama 50
menit untuk, melarutkan gula pasir dan untuk mendapatkan tingkat kemanisan
yang sesuai dengan standar.
Setelah sirup gula siap, maka sirup ini akan dialirkan ke dalam tangki
secara mekanik ke dalam tangki buffer yang harus melewati alat penyaring yaitu
bag filter untuk menyaring sisa kotoran yang terdapat pada gula pasir, sirup di
tangki buffer siap digunakan untuk pembuatan teh cair manis atau fruit tea manis.
Satu kali pemasakan sirup dapat memenuhi kebutuhan dua batch pembuatan teh
cair manis dan fruit tea manis.
1.4.2

Proses Pembuatan Teh Cair Pahit


Pembuatan teh cair pahit dilakukan di lima tangki extraction dan satu

tangki pendinginan, yang berkapasitas masing-masing 5000 liter. Teh Kering


dimasukkan ke dalam tangki extraction, kemudian tangki ini diisi dengan air
panas yang mengalir melewati PHE dengan suhu minimal 99oC dengan volume

yang telah ditentukan, dan selanjutnya dilakukan proses sirkulasi. Lama sirkulasi
berkisar 25-30 menit dengan tujuan untuk mendapatkan warna seduhan teh yang
sesuai standar.
Setelah pemasakan selesai, selanjutnya dilakukan proses penyaringan
kasar yang terletak pada dasar tangki. Saringan ini berfungsi untuk menyaring
ampas teh. Selain itu hasil pemasakan disaring lagi dengan saringan yang lebih
halus yaitu Niagara Filter yang terletak diantara tangki extraction dan filtrox.
Saringan ini berfungsi untuk menyaring ampas teh yang lolos dari saringan
sebelumnya pada tangki TCP.
TCP yang telah melewati Niagara Filter selanjutnya akan dialirkan ke
saringan yang lebih halus yaitu Filtrox yang berbentuk seperti silinder dan
didalamnya terdapat lapisan berbentuk cakram yang mempunyai lubang dengan
ukuran 100 mesh. Filtrox ini harus dilapisi dengan Cellatom sebagai filter aid
yang berfungsi untuk menyaring kotoran tersuspensi dan kotoran halus dalam
TCP, filter aid ini dilapiskan dengan cara memasukkan cellatom dengan jumlah
tertentu pada tangki kecil sebelum masuk filtrox dengan air panas. Dengan
demikian akan terbentuk lapisan-lapisan pada setiap saringan yang berbentuk
cakram. Setiap batch cellatom ditambahkan sebanyak 310 gram untuk
mempertebal lapisan cake pada filtrox.
1.4.3

Proses Pembuatan Teh Cair Asam


Proses pembuatan TCA hampir sama dengan pembuatan TCP. Tapi pada

pembuatan TCA terdapat proses pendinginan yang berfungsi mempercepat proses


pengasaman serta mempercepat pembentukan koagulan. Proses pengasaman
diakukan dengan cara menambahkan asam sitrat untuk mengkondisikan teh
menjadi asam. Pengasaman juga berfungsi untuk mengkondisikan teh agar asam
menyerupai rasa buah. Bahan baku yang digunakan ialah Black Tea. Black Tea
dimasukkan kedalam tangki sesuai takaran, kemudian ditambahkan air panas
sesuai takaran yang telah ditentukan dengan suhu air minimal 99 oC dari PHE. Air
yang digunakan untuk membuat TCA ialah air dari Carbon Buffer yang masih
mengandung ion Ca2+ dan Mg2+ dengan tujuan untuk mempercepat proses
pengendapan, dikarenakan adanya padatan yang tidak larut air pada saat
pemanasan sehingga proses pengendapan lebih cepat. Proses sirkulasi dilakukan

pada saat tangki extraction mencapai volume yang diinginkan dengan waktu
sirkulasi yang ditentukan.
TCP yang telah disirkulasi akan ditarik ke tangki pengasaman dilewatkan
PHE Cooler (pendinginan) suhu pendinginan max 35oC. TCP dengan suhu yang
sesuai standar ditambahkan asam sitrat dengan jumlah tertentu untuk
mengasamkan TCP. Proses pengendapan berlangsung sampai gumpalannya
terendapkan semua yang kira-kira sebanyak 150-200 liter (limbah). Satu kali
pemasakan TCA memenuhi kebutuhan tiga batch pembuatan FTB. Setiap batch
memerlukan 1500 liter TCA dengan volume tangki pencampuran 9200 liter.
1.4.4

Proses Pencampuran dan Penyaringan


PT. Sinar Sosro KPB Pandeglang memiliki empat tangki pencampuran

dalam unit Kitchen. Dua tangki memiliki kapasitas 6000 liter (untuk lini 1) dan
dua tangki lagi memiliki kapasitas 10000 liter (untuk lini 2). TCP dan TCA yang
telah siap digunakan dimasukkan kedalam tangki pencampuran untuk membuat
Teh Cair Manis (TCM) dan Fruit Tea Manis (FTM). Di dalam tangki ini TCP
akan dicampur dengan sirup gula, sedangkan untuk TCA akan dicampur dengan
sirup gula, flavour, asam askorbat, konsentrat dan air sampai volume yang
diinginkan. Proses pencampuran TCM dan FTM dilakukan dengan sirkulasi
sampai sempurna, yang kemudian dilakukan pengujian kadar tannin, tingkat
kemanisan atau obrix dan standar warna.
TCM dan FTM yang sesuai standar kemudian dilewatkan pada sebuah
penyaringan yang dinamakan Bag Filter yang berbentuk seperti silinder yang
terbuat dari bahan stainless steel dan didalamnya terdapat kantong penyaring dari
bahan polyprophilene yang sangat halus dengan lubang penyaringan 1m (untuk
menyaring partikel yang sangat halus dan menyaring filter aid yang terbawa di
TCM atau FTM dan selanjutnya dilakukan proses Pasteurisasi yang terdapat di
Bottling line.
1.5 Bottling Line
Bottling Line merupakan sistem pembotolan yang menggunakan mesin serba
otomatis sehingga produk yang dihasilkan dapat terjamin kualitasnya. Bottling
Line terdiri dari bagian-bagian berikut, antara lain:
1.5.1

Depalletizer

Depalletizer berfungsi untuk mengambil krat yang disusun diatas pallet.


Forklift akan meletakkan pallet yang berisi 60 krat, kemudian diletakkan di atas
roll conveyor. Roll berputar membawa pallet melewati sensor, setelah 5 detik
sensor itu akan menggerakkan roll conveyor sehingga pallet bergerak. Kemudian
staple akan berputar 90o, selanjutnya gripper akan mengangkat krat dan
diletakkan di roll conveyor yang akan membawa krat berisi botol itu ke bagian
Decrater.
1.5.2

Decrater
Decrater merupakan alat yang berfungsi untuk memisahkan botol dari

dalam krat. Mesin ini menggunakan sistem tekanan udara. Krat yang berisi botol
kotor dengan bantuan roll conveyor berjalan menuju decaser. Pada conveyor
infeed decaser terdapat sensor fotocell yang mengontrol jalannya motor conveyor
infeed decaser. Ketika ada krat isi yang melewatinya, selang 6 detik kemudian
lampu sensor menyala dan conveyor infeed decaser berjalan membawa krat
menuju ke area bottle separator. Sebelumnya krat terlebih dahulu melewati
sebuah sensor fotocell yang bekerja bersamaan dengan 2 buah sensor yang ada
pada area pemisah botol dan sebuah sensor yang ada pada conveyor discharge
decaser. Setelah botol dipisahkan dari krat, krat kosong berjalan menuju crate
washer dengan bantuan conveyor discharge decaser.
a. Pre Soaking
Merupakan bak perendaman botol yang bertujuan untuk pemanasan awal
dengan suhu > 50oC agar botol tidak pecah saat pencucian di mesin Bottle
Washer. Bak ini berisi air luapan hot water 3 yang diambil panasnya sebagian
di PHE Fresh water.
b. Lye 1 (Rendam dan Semprot)
Lye 1 Rendam digunakan untuk merendam botol dalam larutan pencuci
yaitu NaOH 48% dan Diverboat sebagai pembantu kinerja kaustik dengan
suhu 70-80oC. Botol direndam dalam larutan dengan kadar 1-1,5% NaOH.
Kadar kaustik ini diperiksa oleh QC setiap awal dan pertengahan shift. Untuk
kondisi tertentu akan menimbulkan buih sehingga ditambahkan bahan antifoam (Defoamer) dengan kadar tertentu. Panas diperoleh dari aliran steam

dengan bantuan THE (pipa yang dipasang melingkar/spiral pada salah satu sisi
Lye 1)
Botol kemudian dibawa ke bagian Lye 1 Semprot, untuk disemprot dengan
larutan dari bak Lye 1 Rendam dengan bantuan pompa yang dipompakan
dengan tekanan 1,5-1,8 bar. Kotoran yang sudah terlepas, dibuang keluar
melalui konveyor label removal dan sikat yang bekerja dengan bantuan motor.
c.

Lye 2 (Semprot)
Botol melewati Lye 2 untuk disemprot kembali dengan larutan kaustik
dengan kadar lebih rendah dibanding Lye 1 dengan suhu 80-85oC. Fungsinya
untuk menyempurnakan proses pencucian botol dengan kaustik. Dalam lye 2
larutan dipanaskan terlebih dahulu dalam PHE Lye 2 dengan steam.

d. Hot Water 3, 2, dan 1


Setelah dikontakkan dengan kaustik, botol kemudian di bilas dengan air.
Air yang digunakan dalam proses ini (Hot Water 3,2,1) berasal dari limpasan
fresh water dengan suhu 75-85oC. Air dari fresh water berasal dari tangki
softener buffer. Air dari Hot water 3 dialirkan menuju PHE Fresh Water.
Disana, panas dari Hot water 3 dimanaatkan untuk memenaskan fresh water
dingin (pre-heating). Air keluarannya dialirkan menuju ke bak presoaking dan
bak air di crate washer.
e.

Fresh Water
Botol dibilas terakhir dengan Fresh Water yang berasal dari softener
buffer. sebelum digunakan air dipre-heating. Lalu pada sisi sebelahnya
dipanasi dengan PHE Fresh Water menggunakan steam hingga mencapai suhu
95-100oC. Sehingga diharapkan botol yang keluar Bottle washer mencapai
suhu minimal 80oC, bebas kaustik dan bebas kotoran.

1.5.6

Empty Bottle Inspection (EBI)


EBI merupakan alat yang dirancang khusus untuk mendeteksi botol

kosong yang masih kotor bagian bawahnya. Mesin ini sangat sensitif terhadap
kotoran. Botol yang keluar dari bottle washer berjalan dengan bantuan conveyor
menuju mesin EBI. Prinsip kerja mesin ini ialah berdasarkan penginderaan bagian
dasar botol secara keseluruhan dengan sensor fotocell (mengidentifikasi benda

asing dari penyebaran cahaya yang dilakukan prisma. Terdapat 3 fotocell yang
bekerja di 3 titik fokus, yaitu dibagian tepi, tengah dan bagian pusat dasar botol.
Apabila ada kotoran yang menghalangi cahaya lampu reflektor dengan lensa,
maka fotocell akan mengirim signal ke ampliyer dan karet penghisap pada star
wheel, yang akan menghisap botol yang terdeteksi kotor dan memisahkannya.
1.5.7

Selektor Botol Kosong


Selektor Botol Kosong bertugas mengambil botol non standar yang lolos

mesin EBI. Botol yang diambil yaitu botol sompal, botol asing, botol karat, botol
kusam dan botol yang berisi benda asing. Botol pecah dan sompal akan
dimusnahkan, sedangkan botol lain dibersihkan manual dan dimasukkan kembali
ke Bottle washer.
1.5.8

Pasteurizer
Proses pasteurisasi merupakan proses untuk membunuh mikroba pathogen.

Suhu minimal pasteurisasi ialah 93oC. Didalam komponen alat pasteurisasi ini
terdapat sensor penunjuk suhu PT 100 yang dihubungkan dengan Three Way
Valve. Alat ini bekerja apabila suhu TCM dan FTM telah mencapai suhu standar
yang selanjutnya dimasukkan ke dalam mesin filler untuk proses pembotolan, alat
ini akan tertutup apabila suhu dibawah standard sehingga TCM dan FTM akan
dikembalikan pada small tank pada proses pasteurisasi. Proses pasteurisasi
dilakukan dengan melewatkan TCM dan FTM pada PHE (Plate Heat Exchanger)
kemudian akan dialirkan ke pipa-pipa yang terhubung langsung dengan mesin
filler. TCM atau FTM dari kitchen ditampung dalam Small Tank. Dengan bantuan
pompa, TCM / FTM dilewatkan pada PHE sampai mencapai suhu 93 oC dengan
media panas Steam. Debit TCM / FTM dipantau dengan mengamati flow-meter.
Aliran TCM / FTM kemudian dilewatkan pipa melingkar diatas small tank. Pipa
melingkar dengan jarak rapat dimaksudkan untuk menurunkan suhu TCM / FTM
yang suhunya kemudian akan dikontrol oleh temperature control yang terhubung
dengan Three Way Valve. Bila suhunya kurang dari 93 oC maka aliran akan
dikembalikan ke small tank. Bila level filling bowl mengindikasikan penuh, maka
pompa pasteurizer secara otomatis akan memposisikan OFF.

1.5.9

Mesin Filler dan Mesin Crowner


Mesin filler berfungsi untuk mengisi botol yang sudah standar siap diisi

dengan TCM atau FTM. Botol kosong masuk filler melewati conveyor infeed
filler dan melewati sensor infra merah yang mengontrol jalan filler, kecepatan
filler, dan control pengereman. Prinsip kerja filler adalah dengan mengeluarkan
udara di dalam botol dan mengisi dengan cairan. Sebelum botol diisi dengan TCM
atau FTM, udara dalam botol akan dihisap dengan pompa vacuum. Ujung nozzle
pompa digabungkan dengan nozzle pengisian TCM dan FTM. Jumlah nozzle filler
ada 48 buah dan kecepatan maximal filler ialah 30.000 botol/jam.
Mesin crowner berfungsi untuk menutup botol yang telah berisi TCM atau
FTM dengan Crown cork. Crown Cork ini ditampung dalam box yang dilengkapi
dengan lampu UltraViolet untk membunuh bakteri pathogen. Crown Cork dalam
box dibawa oleh magnetic belt conveyor menuju hopper. Kerja motor magnetic
belt conveyor dikendalikan oleh level crown cork yang ada dalam hopper. Setelah
Crown Cork ditampung dalam hopper, Crown Cork ini akan masuk ke dalam jalur
yang ada menuju ke penyetara posisi yang ada dalam tabung. Crown ini akan
memasuki crown cork starwheel. Gripper mengambil crown dengan prinsip
magnetic. Lalu berjalan untuk menjepitkan crown ke mulut botol. Tekanan
gripper untuk menjepit crown ke leher botol maximal 2 bar.
1.5.10 Pembasuhan
Botol yang keluar dari filler dan crowner selanjutnya akan dibasuh dengan
air yang bertujuan untuk membersihkan sisa TCM dan FTM yang menempel pada
botol.
1.5.11 Video Jet
Mesin Video Jet berfungsi untuk mencetak kode produksi, tanggal
kadaluarsa produk, jam produksi, penggunaan lini (Lini 1 atau lini 2), dan formasi
saat pembuatan produk serta mempermudah penelusuran produk jika dibutuhkan.
Mesin ini dioperasikan dan diset oleh karu produksi atau selektor botol isi pada
awal shift.

200913
G15:50D

291113
L15:00A

Untuk baris pertama merupakan tanggal kadaluarsa produk (sesuai dengan


peraturan pemerintah mengenai kadaluarsa produk makanan dan minuman, yaitu
selama 1 tahun). Sedangkan baris kedua adalah:
Digit pertama

: Kode lini (G: lini 1 dan L: lini 2)

Digit kedua sampai kelima

: Jam produksi : menit produksi

Digit keenam

: Formasi yang memproduksi

Mesin beroperasi pada tekanan 6 bar dengan sistem elektrostatik. Tinta


dan cairan make-up dibawa oleh tekanan udara menuju tempat pencampuran.
Tinta akan melewati filter dan menuju nozzle untuk disemprotkan ke bidang.tinta
dikondisikan seperti butiran-butiran oleh kerja kristal pada nozzle. Butiran ini
akan diberi muatan listrik pada deflection plate. Bila tidak digunakan, tinta drop
ini dikembalikan ke pencampuran melalui ink return block. Huruf dapat tercetak
pada bidang karena naik-turun gerakan nozzle.
1.5.12 Selektor Botol Isi
Selektor botol isi bertugas untuk mengambil botol non standar yang telah
keluar dari mesin filler. Botol yang diambil diantaranya, tutup miring, volume
kurang, botol tidak tertutup crown, botol kosong, dan botol pecah atau retak serta
mengambil sample QC yaitu 2 botol setiap 10 menit.
1.5.13 Crater
Crater berfungsi untuk memasukkan botol isi kedalam krat. Botol-botol
yang sudah terseleksi oleh selektor botol isi kemudian dibawa oleh conveyor
infeed caser menuju mesin caser. Botol-botol ini akan terakumulasi pada bottle
table lalu dibawa conveyor caser ke baris-baris yang ada. Pada bottle table
terdapat vibrator yang menata posisi botol-botol saat memasuki barisannya.
Botol-botol ini akan melewati sampai daerah sensor posisi, terdapat pula sensor
limit switch yang berfungsi mengaktifkan gripper bila tersentuh oleh botol. Mesin
ini dapat mengisi krat dengan botol sebanyak 3 krat sekaligus.

1.5.14 Palletizer
Palletizer berfungsi untuk menyusun krat pada pallet yang selanjutnya
akan dibawa forklift untuk disimpan dalam gudang. Prinsip kerjanya
menggunakan sensor untuk menggerakkan roll conveyor. Krat setelah keluar dari
mesin caser, dibawa conveyor infeed palletizer menuju palletizer. Krat berjalan
hingga conveyor karet dan berbaris hingga menutup sensor fotocell 1. Setelah 4
detik, motor conveyor infeed palletizer menggerakkan roll conveyor dan conveyor
karet, sehingga krat berjalan pada crate table. Sensor 2 dan 3 bekerja bersama
untuk mengeluarkan pendorong dari bawah crate table sehingga 4 krat yang ada
di crate table menuju zona lifting serta menghentikan kerja motor conveyor infeed
palletizer. Mesin ini mampu mengangkat 12 krat yang disusun rapi dan satu pallet
bisa disusun sampai 60 krat.
Pada proses palleting ini juga dilakukan pemberian nomor pallet yang
berfungsi untuk mempermudah penelusuran produk pada saat dibutuhkan.
Distribution Strategy
Distribusi (penempatan) adalah bagian dari bauran pemasaran yang
mempertimbangkan cara menyampaikan produk-produk dari produsen ke
konsumen. Perusahaan harus membuat keputusan mengenai saluran (channel)
yang akan digunakan dalam mendistribusikan produk-produk mereka. PT Sinar
Sosro merupakan salah satu contoh perusahaan terbaik yang sukses mengolah
minuman ringan (soft drink) teh, salah satu produk yang dihasilkan adalah teh
dalam kemasan botol dengan merek Teh Botol Sosro. Sukses pemasaran produk
dan besarnya keuntungan yang diraih perusahaan tidak terlepas dari strategi
distribusi yang jitu dalam menjangkau pasar. Strategi penjualan yang dilakukan
Sosro adalah dengan mengembangkan saluran distribusi secara luas dan terus
menerus. Mengutamakan availability dan kualitas produk sehingga berbuah pada
kesetiaan pelanggan.
Kesuksesesan Sosro dalam merebut hati konsumen sesungguhnya bisa
dilihat dari aspek pemasaran dan distribusi yang cukup unik. Sosro, dalam
beberapa hal, telah mengabaikan hukum-hukum umum yang terdapat di ilmu
pemasaran. Misalnya saja mengenai perlunya riset pasar sebelum meluncurkan
produk lewat iklan di berbagai media cetak ataupun elektronik. Distribusi Sosro,

khususnya untuk produk andalannya Teh Botol Sosro, juga tergolong unik, karena
tidak berfokus di satu tempat tapi merambah ke semua kalangan baik tua, muda,
menengah-atas maupun menengah-bawah Tidak heran dengan mudahnya di
mana-mana dapat ditemukan produk ini. Di kaki lima, warung makan, warteg,
nasi padang, restoran, bahkan sekarang McD. Selain itu distribusinya kini juga
telah merambah Australia, Vietnam, Brunei Darussalam, California, dan
Singapura.
Sebagai bisnis yang sangat mengandalkan pengembalian botol kosong,
Sosro sangat mengerti pentingnya sistem distribusi dua jalur yang rapat, dimana
bagian distribusi selalu sigap menyerbu bukan saja wilayah-wilayah pemasaran
baru, melainkan juga mengambil kembali botol-botol kosong untuk segera
diangkut ke pabrik. Bahkan, menurut sebuah sumber, untuk jaga-jaga, Sosro rela
membenamkan investasinya untuk memproduksi botol kosong sebanyak empat
hingga lima kali dari jumlah produksi teh botolnya
Distribusi Sosro mencakup hampir seluruh wilayah nasional mulai dari
Batam, Jabotabek, Jabar, Jatim, hingga Kalimantan dan Sulawesi. Bahkan teh
dalam kemasan botol Sosro diekspor ke Australia, Vietnam, Brunei Darussalam
dan Amerika Serikat. Sosro dikenal memiliki jaringan distribusi yang sangat
mengakar. Keputusan mengenai pergudangan dan pengendalian persediaan juga
merupakan keputusan distribusi. Ketersediaan (availability) menjadi kunci sukses
pemasaran. Pihak Sosro selalu memantau outlet-outlet Sosro dari pengaruh
pesaing (competitor) yang berniat menggantikan Teh Botol Sosro. Survei AC
Nielsen beberapa waktu lalu menemukan availability Sosro mencapai 100 persen.
Namun Coca-Cola juga tidak kalah kuat dalam saluran distribusi. Database CocaCola diketahui memiliki ratusan ribu warung pinggir jalan yang siap menjajakan
produk Coca-Cola termasuk Freshtea. Kini Coca Cola bersaing head to head
dengan Sosro yang mengusung teh botol dan Fruit Tea. Maka menarik melihat
persaingan di antara kedua pemain besar ini.
Pengembangan proses yang dilakukan oleh Sosro adalah dengan
mengintegrasikan supply chain, seperti memiliki kebun teh sendiri. berbeda
dengan proses distribusi produk dilakukan dengan bekerja sama dengan banyak
agen penjualan untuk memperluas cakupan distribusi dari Sosro

Bahan baku teh untuk PT. Sinar Sosro berasal dari:

Perkebunan Teh Gunung Rosa di Cianjur

Perkebunan Teh Gunung Manik di Cianjur

Perkebunan Teh Gunung Cempaka di Cianjur

Perkebunan Teh Gunung Satria di Garut

Perkebunan Teh Daerah Neglasari di Garut

Perkebunan Teh Daerah Cukul di Pangalengan

Perkebunan Teh Daerah Sambawa di Tasikmalaya

Promosi Penjualan ( Sales Promotion )

Promosi konsumen

Promosi Bisnis

Promosi Dagang