Anda di halaman 1dari 7

Dalam sistem renin-angiotensin, angiotensin I diubah menjadi angiotensin II oleh

enzim dari paru-paru yang dikenal sebagai enzim angiotensin-converting (ACE).


Hal ini menyebabkan konstriksi pembuluh darah, yang menyebabkan aldosteron
dan hormon lainnya untuk dirangsang dan menciptakan refleks haus. Ketika
seseorang minum lebih banyak air karena refleks haus, tekanan darah kemudian
dapat menormalkan, karena kapasitas retensi air dari aldosteron

Mekanisme kontraksi otot, adanya eksitasi pada miosit akan menyebabkan


peningkatan kadar Ca2+ di intraseluler. Eksitasi akan menyebabkan Ca2+ msk
dari ECM ke intrasel melalui L type channels lalu Ca2+ tersebut akan berikatan
dengan reseptor ryanodin- sensitive reseptor di Sarkoplasmik retikulum dan akan
dihasilkan lebih banyak lagi Ca 2+ ( CICR = Ca2+ induced Ca2+ release).
Kalsium yang masuk akan berikatan dengan troponin C dan dengan adanya
energi dari ATP akan menyebabkan kepala miosin lepas dari aktin dan dengan
ATP berikutnya akan menyebabkan terdorongnya aktin ke bagian dalam ( M line ).
Proses ini terjadi berulang ulang dan akhirnya terjadi kontraksi otot.

Pengikatan dengan reseptor memungkinkan terangkainya reseptor pada


sebuah protein G. Jika protein G menstimulasi sistem cAMP-adenilil siklase,
protein G tersebut disebut protein Gs (G stimulator). Stimulasi adenilil-siklase,
suatu enzim yang terikat pada membran, oleh protein G akan mengatalis konversi
sejumlah kecil adenosine trifosfat. (ATP) sitoplasma menjadi cAMP di dalam sel.
Hal ini selanjutnya mengaktivasi protein kinaseyang bergantung pada cAMP, yang
memfosforilasikan protein spesifik di sel, dan memicu berbagai reaksi biokimia
yang akhirnya berakibat timbulnya respon sel.
Kompleks R2C2 tidak memiliki aktivitas enzimatik, tetapi pengikatan cAMP
oleh R membebaskan R dari C sehingga C menjadi aktif. Subunit C yang telah
aktif mengatalisis pemindahan fosfat ATP yang pada akhirnya akan menimbulkan
berbagai efek, yaitu mefosforilasi berbagai protein regulator Ca dengan
memobilisasi Ca dari retikulum endoplasma sehingga menyebabkan

Dikatakan obat adrenergic karena efek yang ditimbulkannya mirip


perangsangan saraf adrenergic, atau mirip efek neurotransmitter norepinefrin dan
epinefrin ( yang disebut juga noradrenalin dan adrenalin ). Golongan obat ini
disebut juga obat simpatik atau simpatomimetik yaitu zat zat yang dapat
menimbulkan ( sebagian ) efek yang sama dengan stimulasi susunan simpaticus
( SS ) dan melepaskan noradrenalin ( NA ) di ujung ujung sarafnya.
cAMP gagal mengaktifkan PKA yang selanjutnya gagal memfosforilasi myosin light
chain kinase (MLCK). MLCK yang tidak terfosforilasi menjadi berkurang
afinitasnya terhadap kompleks CA-Calmodulin, sehingga aktivitasnya juga
berkurang dalam memfosforilasi myosin. Dengan demikian, ikatan aktin-myosin-P
pada otot polos akan berkurang sehingga tidak terjadi kontraksi otot

The proximal tubule of the nephron is contiguous with Bowmans capsule and
takes a tortuous
path until finally forming a straight portion that dives into the renal medulla.
Normally, ~65%
of filtered Na+ is reabsorbed in the proximal tubule; since this part of the tubule is
highly permeable
to water, reabsorption is essentially isotonic. Between the outer and inner strips of
the outer
medulla, the tubule abruptly changes morphology to become the descending thin
limb (DTL),
which penetrates the inner medulla, makes a hairpin turn, and then forms the

Hedralazine dan Minokxidil menyebabkan relaksasi langsung otot polos arteriol.


Aktivitasi refleks baroreseptor dapat meningkatkan aliran simpatetik dari pusat
vasomotor, meningkatnya denyut jantung, curah jantung, dan pelepasan renin.
Oleh karena itu efek hipotensi dari vasodilator langsung berkurang pada penderita
yang juga mendapatkan pengobatan inhibitor simpatetik dan diuretik.

ACE membantu produksi angiotensin II (berperan penting dalam regulasi tekanan


darah arteri). ACE didistribusikan pada beberapa jaringan dan ada pada beberapa
tipe sel yang berbeda tetapi pada prinsipnya merupakan sel endothelial.
Kemudian, tempat utama produksi angiotensin II adalah pembuluh darah bukan
ginjal. Pada kenyataannya, inhibitor ACE menurunkan tekanan darah pada
penderita dengan aktivitas renin plasma normal, bradikinin, dan produksi jaringan
ACE yang penting dalam hipertensi.
Angiotensin II digenerasikan oleh jalur renin-angiotensin (termasuk ACE) dan jalur
alternatif yang digunakan untuk enzim lain seperti chymases. Inhibitor ACE hanya
menutup jalur renin-angiotensin, ARB menahan langsung reseptor angiotensin tipe
I, reseptor yang memperentarai efek angiotensin II. Tidak seperti inhibitor ACE,