Anda di halaman 1dari 7

BAB II

LANDASAN TEORI
A. Definisi
Perencanaan adalah proses pemikiran dan penentuan secara matang
hal-hal yang akan dikerjakan dimasa mendatang dalam rangka mencapai
tujuan organisasi.
Perencaan merupakan fungsi organik manajemen yang merupakan
dasar atau titik tolak dan kegiatan pelaksaan kegiatan tertentu dalam usaha
mencapai tujuan organisasi.
B. Ciri-ciri perencaan yang baik
1. Mengandung pemikiran

kedepan

dan

mengikuti

kemajuan

ilmu

pengrtahuan dan teknolog mutakhir


2. Bisa mengontrol masa depan, yaitu mampu memperkirakan dan
memprediksi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, kemudian
membuat antisipasi yang tepat apa yang akan terjadi dimasa depan.
3. Memiliki prosedur pelamaran dengan mengikuti kecendrungan indikator
kesehatan dan organasi awal yang ada.
4. Mengembangkan kepetusan terpadu, agar segala permasalahan yang ada
dapat dikomunikasikan dengan baik dan tuntas penyelesainya.
5. Tersedia juga prosedur kerja yang formal/tertulis (SOP) dan disahkan oleh
pemimpin tertinggi organisasi.
C. Sifat Perencaan
a. Faktual
Faktual artinya berdasarkan fakta-fakta yang memang muncul dan dapat
diperkirakan bukan disesuaikan dengan pendapat atau opini manajer.
Tidak boleh ditambahi atau dikurangi
b. Rasional
Rasional maksudnya berusaha membuat perencanaan yang bisa diterima
oleh akal pikiran sehat bukan hanya sebuah angan-angan kosong.
c. Fleksibel
Maksudnya disini perencanaan sebagus apapun masih bisa berubah bila
memang situasi atau kondisi memaksa harus berubah, bahkan karena
diubah kadang-kadang hasilnya tidak akan efisien.
d. Berkesinambungan
Diharapkan bahwa setiap perencanaan yang baik bisa diteruskan bahkan
menjadi landasan bagi kemajuan organisasi.

Perencaan

seorang

manejer

keperawatan

dalam

sehari-hari

dapat

keperawatan

harus

menentukan :
a. Kebutuhan pasien dalam pelayanan keperawatan
b. Sumber-sumber daya yang akan digunakan
c. Proses pelayanan keperawatan yang akan diterapkan
D. Ruang lingkup perencanaan
Dalam setiap pembuatan

perencaan

manajer

memperhatikan hal-hal yang selalu berhubungan dengan ruang lingkup


perencanaan, antara lain :
a. Struktur, yang terdiri dari perangkat lunak (software) yaitu filosofi, visi,
misi, tujuan, standar kerja dan kebijakan pimpinan institusi.
b. Ketenagaan, yang dimulai dari proses penentuan jumlah kebutuhan
sampai pemberdayaan serta masa pelepasan kerja/pensiun.
c. Fasilitas/logistik, yang disedian organsasi guna mendukung proses kerja
agar lancar dan bersinergi dengan tujuan organisasi.
d. Budget/anggaran, yang disesuaikan dengan kesediaan

keuangan

organisasi dan cara mengelolanya.


E. Makna Perencanaan
Makna perencanaan keperawatan akan memiliki manfaat bagi manejer dan
organisasi yang menauginya, antara lain :
a. Proses memilih dan mengembangkan tindakan yang menguntungkan bagi
perawat.
b. Mengikuti pola manajemen dasar yaitu :
a) Mengarahkan pada tujuan
b) Memberi arti kepada pekerjaan
c) Menggunakan sumber daya secara efektif dan efisen
d) Mengatasi situasi krisis
e) Bisa tahan terhadap perubahan
c. Bermanfaat bagi organisasi dengan ciri-ciri :
a) Mengatasi masalah yang sedang dihadapi
b) Mudah mencapai tujuan organisasi
c) Mudah membuat rencana ulang
d. Mendapatkan keuntungan dari perencanaan itu sendiri :
a) Kegiatan bisa berjalan dengan optimal
b) Dapat digunakan secara efektif dan efisien
c) Menurukan resiko kecelakan atau kerugian
d) Menjadi landasan kuat bagi pengendalian
e) Mudah untuk diefaluasi dan diperbaiki
F. Syarat-syarat perencanaan yang baik
1. Sederhana

Sederhana

berarti

perencanaan

berdasarkan

kenyataan

dilangan

sehingga mudah dikenali dan diidentifikasi antara permasalahan dan jalan


penyelesaian masalahnya, tidak ada tambahan atau rekayasa.
2. Jelas tujuan yang akan dicapai
Membuat perencanaan berdasarkan keyataan yang jujur sehingga mudah
dimengerti.
3. Ada skala preoritas
Mengingat perencanaan selalu berhubungan dengan anggaran maka
manajer yang baik harus pintar dalam membuat preoritas sesuai dengan
kebutuhan yang ada.
4. Ada perlibatan aktif staf
Dalam level bawah sebagai manajer yang baik yang mengerti pentingnya
pembinaan semua staf maka mengikutsertakan masukan dan saran staf
yang ada di bawahnya harus diutamakan. Hal ini akan meningkatkan
motifasi kerja kerena semua perencanaan adalah hasil pemikiran dan ide
staf itu sendiri.
5. Ada urutan kegiatan
Disamping membuat prioritas maka dalam pelaksaannya setiap program
dibuat daftar kegiatan yang disusun mulai dari yang mudah dilaksanakan
sampai yang suit dikerjakan.
6. Praktis
Praktis berarti mudah dikerjakan oleh semua staf sesuai tugas dan
wewenagnya sehingga semua bekerja saling membantu sesuai fungsinya,
tidak ada duplikasi pekerjaan maupun saling melempar pekerjaan.
7. Fleksbel
Fleksibel berarti setiap perencaan akan mudah mengikuti perkembangan
situasi

sehingga

bisa

diubah

bai

dikurangi/dimodifikasi

ataupun

dihilangkan bila tidak sesuai dengan kebijakan institusi.


G. Hambatan dalam perencanaan
1. Kurang pengetahuan dan keterampilan kerena pengalaman yang masih
kurang. Seorang manajer harus mau belajar dan menambah pengetahuan
dan keterampilan baik pendidikan formal maupun non formal.
2. Bersikap reaktif dari pada proaktif
Bersikap reaktif karena dipengaruhi visi yang kurang mengena sehingga
tidak bisa mengantisipasi perubahan dan perkembangan mendadak yang
mungkin terjadi. Hal ini ditunjukan adanya kurang tanggapan bila ada
masalah dan baru bekerja untuk menyelesaikan masalah dengan cara

terburu-buru. Bila proaktif maka antisipasi sudah diprediksi dengan baik


sehingga setiap perubahan bisa diselesaikan secara ilmia dan profesional.
3. Kurang memahami faktor-foktor ekternal
Bisa saja kerena terlalu percaya diri karena tidak memperhatikan pesaing
yang ada dilluarnya. Hal ini membahayakan organisasi karena akan
mudah

ditinggalkan

sistem/metode

pelanggan

pelayanan

yang

karena

kalah

profesional

dalam

dengan

mengelola

para

pesaing

disekitarnya.
4. Kurang dukungan internal
Walaupun mempunyai rencana yang baik tetapi bila tidak ada dukungan
manajer diatasnya maka kesuksesan susah dicapai
5. Rencana tidak tepat dan kurang fleksibel
Bila perencanaan kurang pengalaman maka ada peramalan dan
penentuan yang kurang akurat terhadap perubahan yang akan terjadi.
Untuk itu dibutuhkan masukan dari pihak-pihak yang kompoten dibidang
masing-masing
6. Terlalu detail atau kurang detail
Perencaaan yang terlalu detail bisa dianggap oleh staf bahwa atasan
terlalu tidak percaya dengan kemapuan staf. Akan tetapi bila kurang detail
juga membuat staf ragu atau saling curiga apa yang sebenarnya yang
dikehendaki atasannya sehingga hasilnya menjadi tidak optimal.
7. Rencana sifat mengendalikan daripada inspirasi
Perencanaan mengandung pengendalian pengawasan dan supervisi dan
efisiensi biaya sehingga dipilih yang palig menguntungkan organisasi.
H. Hierarki Perencanaan
Terdapat banyak tipe perencenaan dan sebagian besar organisasi membuat
rencana dalam bentuk hierarki.
MISI
FILOSOFI
TUJUAN UMUM
TUJUAN KHUSUS
KEBIJAKAN
PROSEDUR

ATURAN

1. Tujuan atau pernyataan misi


Tujuan atau pernyataan misi

adalah

pernyataan

singkat

yang

mengidentifikasikan alasan keberadaan organisasi dan tujuan serta fungsi


organisasi dan di masa depan. Pernyataan tersebut membuat konstituen
organisasi dan menempatkan organsasi sesuai dengan etika, prinsip, an
standar praktik.
2. Filosofi diambil dari pernyataan tujuan atau misi dan menggambarkan
perangkat nilai dan keyakinan yang mengrahkan semua tindakan
organisasi. Filosofi menjadi dasar yang mengarahkan semua perencanaan
selanjutnya sesuia misi tersebut. Pernyataan filosofi biasanya dapat
ditemukan dalam manual kebijakan di intitusi atau tersedia jika diperlukan.
3. Tujuan umum dapat diidentifikasikan sebagai hasil yang diinginkan melalui
usaha yang dilakukan secara terarah. Tujuan umum juga merupakan
tujuan filosofi. Meskipun tujuan institusi biasanya ditentukan oleh para
petinggi organisasi, terdapat kecendrungan penekanan pada perlibatan
keryawan dalam penyusunan tujuan organisasi.
4. Tujuan khusus sama dengan tujuan umum, yang memotifasi orang menuju
akhir yang spesifik dan jelas, dapat diukur, dapat diobsesvasi atau dapat
diulang, dan dapat dicapai. Akan tetapi tujuan khusus lebih spesifik dan
dapat diukur dan dibandingkan tujuan umum karena tujuan khusus
mengidentifikasi bagaimana dan kapan tujuan umum akan tercapai.
5. Kebijakan adalah rencana dalam bentuk pernyataan atau instrusi yang
mengarakan

organisasi

dalam

pengambilan

keputusan.

Kebijakan

menjelaskan pencapaian tujuan umum dan menuntun kegiatan secara


umum dan lingkup aktivitas organisasinya. Kebijakan juga mengarahkan
perilaku induvidu sesuai misi organisasi dan mengidentivikasi batasan
yang luas dan hasil yang diinginkan dari situasi yang bisa terjadi berulang,
sekaligus memberi kebebasan dan inspiratif kepada pelaksaan kebijakan
tersebut.
6. Prosedur adalah rencana yang menghasilkan metode lazim atau mudah
diterima dalam melaksanakan tugas spesifik dalam bentuk urutan langkah
suatu tindakan.

7. Aturan rencana yang membatasi tindakan spesifik atau sesuatu yang


bukan tindakan. Sebagai bagian pernyataan kebijakan dan prosedur,
atuaran menjelaskan situasi yang memungkinkan hanya satu pilihan
tindakan.
I. Peran kepemimpinan dan fungsi manajemen yang berhubungan dengan
hierarki perencanaan dan perencanaan strategis.
1. Peran Kepemimpinan
a. Mengaji lingkungan internal dan eksternal

organisasi

dalam

meramalkan dan mengidentifikasi kekuatan pendorong dan hambatan


terhadap perencanaan strategis
b. Menampilkan visi, dan berpikir kreatif serta inovatif dalam perencanaan
organisasi dan unit sehingga tercipta perencanaan proaktif, bukan
reaktif
c. Memengaruhi dan menginspirasi anggota kelompok agar secara aktif
terlibat dalam perencanaan jangka panjang.
d. Secara periodik, melakukan klarifikasi nilai untuk meningkatkan
kesadaran diri
e. Mengarahkan bawahan pada klarifikasi nilai melalui mendengarkan
aktif dan memberikan umpan balik
f. Mengomunikasikan dan mengklarifikasi tujuan dan nilai organisasi
kepada bawahan
g. Memotivasi bawahan untuk terlibat dalam membuat kebijakan,
termasuk mengembangkan, mengimplementasikan, serta menelaah
filosofi, tujuan umum, tujuan khusus, kebijakan, prosedur, dan aturan
dalam unit
h. Terbuka untuk ide baru dan berbaga ide
i. Menjadi model peran dalam menerapkan metode perencanaan proaktif
bagi bawahan.
2. Fungsi Manajemen
a. Mampu memahami factor hukum, politik, ekonomi, dan social yang
memengaruhi perencanaan pelayanan kesehatan
b. Memahami dan menggunakan teknik yang tepat dalam perencanaan
individu dan organisasi
c. Memberikan kesempatan kepada bawahan, kolega, pesaing, lembaga
yang

mengatur,

dan

masyarakat

untuk

berpartisipasi

dalam

perencanaan
d. Mengoordinasikan perencanaan tingkat unit agar sejalan dengan
tujuan organisasi

e. Secara periodic mengkaji hambatan dan aset unik untuk menentukan


sumber daya yang tersedia untuk perencanaan
f. Membuat dan menuliskan filosofi suatu unit yang mencerminkan filosofi
organisasi
g. Membuat dan menuliskan tujuan umum dan tujuan khusus unit yang
mereksikan filosofi unit
h. Membuat dan menuliskan kebijakan, prosedur dan aturan unit yang
mengoperasionalkan tujuan khusus unit
i. Secara periodic mengkaji ulang filosofi, tujuan umum, kebijakan,
prosedur, dan aturan serta memperbaikinya agar dapat memenuhi
perubahan kebutuhan unit
j. Secara aktif berpartisipasi dalam perencanaan strategis organisasi
dengan menjelaskan dan melaksanakan rencana strategis tersebut
ditingkat unit.