Anda di halaman 1dari 45

WASPADA, 24 Jun 04 01:31 WIB

Pendidikan Yang Toleran

]Oleh David Krisna Alka

Sikap tidak toleran yang kadang kerap muncul tak semata disebabkan oleh faktor internal
masing-masing kelompok, namun sering pula akibat faktor dan motivasi eksternal, seperti
kebijaksanaan politik pemerintah tertentu atau politik global kekuatan dunia tertentu.
Beberapa gerakan radikal yang cenderung tidak toleran di Timur Tengah atau di Amerika
Latin misalnya, lebih banyak dipengaruhi politik pemerintah mereka yang represif serta
dominasi politik global negara-negara tertentu, terutama AS, yang sering menggunakan
standar ganda dalam memecahkan persoalan-persoalan internasional.

Oleh karena itu, mengupayakan pendidikan yang toleran bagi kalangan pelajar di
Indonesia sangat dibutuhkan. Tidak salah jika dikatakan bahwa Indonesia merupakan
sebuah “miniatur dunia”. Dalam arti, di Indonesia dapat ditemukan keanekaragaman yang
dihayati dalam kesadaran kesatuan utuh, meskipun perbedaan kadangkala dapat menjadi
hambatan dalam praksisnya.

Toleransi Umat Beragama

Model penciptaan manusia yang beraneka ragam oleh Tuhan, jelas sekali tidak dimaksudkan untuk memecah
belah manusia atau menjadikan mereka saling bermusuhan satu sama lain. Sebaliknya, berdasarkan perbedaan-
perbedaan yang ada manusia didorong untuk saling mendekat dan saling berkerjasama berlandaskan kesadaran
bahwa sesungguhnya mereka adalah umat yang satu.

Manusia, apapun tradisi dan agamanya, apapun bahasa dan warna kulitnya, adalah mahluk ciptaan Tuhan yang
satu; semuanya adalah ciptaaan Tuhan. Kesadaran atas kesatuan manusia; kesadaran bahwa Tuhan yang satu
telah menciptakan kita semua dan kesadaran bahwa sebagai mahluk ciptaan-Nya kita memiliki hak-hak yang
sama. Oleh karena itu, kita harus memperlakukan setiap orang secara manusiawi, merupakan prinsip utama
yang akan dapat menyatukan manusia sekalipun mereka memiliki latar belakang berbeda-beda.

Peneguhan toleransi umat beragama yang paling penting bukannya membongkar teologi masing-masing agama
yang lebih diutamakan. Malah yang lebih penting adalah menyadarkan lewat aksi bersama dalam melakukan
gerakan kemanusiaan dan melalui penerapan belajar-mengajar pada lembaga-lembaga pendidikan.

Peran Lembaga Pendidikan

Dalam paradigma baru, pendidikan agama-agama lebih ditekankan kepada moral improvement. Bila dalam
paradigma lama, metode pengembangan misi agama lebih bersifat emosional dan sering kurang jujur melihat
agama-agama lain, maka dalam paradigma baru yang perlu dikembangkan adalah metode kebijaksanaan
(hikmah, wisdom), keteladanan (mauizhah hasanah), dan dialog (jadal bil ahsan). Karena itu, pemaksaan,
indoktrinasi, dan debat tidak mendapat tempat dalam paradigma baru ini

Menurut Moeslim Abdurrahman (1997), kita mungkin berasumsi bahwa penanaman dasar-dasar pendidikan
agama sebagai kerangka pembentukan watak dan sikap kepribadian, telah dilaksanakan dengan intensif pada
tingkat dasar yang mungkin diteruskan pada tingkat menengah dan perguruan tinggi. Namun di tingkat mana
pun, sebaiknya pendidikan agama harus lebih berorientasi untuk menumbuhkan wawasan keagamaan dalam
kaitan dengan religious intelectual building.

Oleh karena itu, selain mungkin lebih cocok disajikan dalam kelas-kelas seminar dan evaluasi melalui karya tulis,
materi kuliah agama itu hendaknya bersifat “perspektif”. Misalnya: Islam dalam perspektif kebudayaan, dalam
perspektif sejarah, dalam perspektif perkembangan sains, dan lain sebagainya.

Akhir-akhir ini sudah ada upaya menyusun modul-modul gaya-gaya siswa aktif untuk pelajaran agama. Atau
yang lebih populer disebut CBSA Agama Islam. Sudah jelas, upaya ini harus kita hargai. Sebab metode itu
membuat siswa lebih dinamis dan bergairah. Akan tetapi, seperti kita ketahui, aspek lain dan yang paling penting
dalam pendidikan agama selain kognitif adalah psikomotoris dan afektif.

Persoalannya, untuk perkembangan jiwa anak, cara apa yang bisa menghidupkan dua hal itu. Di sinilah, mungkin
justru pentingnya mengembangkan bentuk-bentuk permainan psikologis yang dapat merangsang pertumbuhan
religiusitas anak, dalam proses belajar-mengajar agama. Yang mungkin tidak kalah pentingnya ialah cara-cara
memperoleh “suasana religiusitas” misalnya, melalui aktivitas-aktivitas seperti life in pesantren pada saat-saat
tertentu sebagai program tambahan luar kelas.

Sehubungan dengan itu, jika harus mempertimbangkan apakah jam pelajaran agama di kelas harus ditambah,
maka mungkin jam pelajaran tersebut sebaiknya tidak ditambah. Tetapi program-program seperti life ini
pesantren yang harus dikembangkan secara resmi. Pertimbangan lainnya ialah, penambahan jam pelajaran
agama akan beresiko pada terkuranginya jam pelajaran umum. Ini membuat anak-anak kita tidak cukup banyak
menyerap ilmu-ilmu umum, sehingga anak-anak didik beragama Islam mungkin akan tertinggal prestasi
belajarnya secara keseluruhan. Tentu, hal ini tidak baik buat masa depan anak-anak kita, terutama dalam era
Iptek mendatang.

Begitu juga dalam menumbuhkan religiusitas anak-anak tersebut, bentuk-bentuk kunjungan sosial, seperti ke
rumah jompo, ke lokasi bencana alam, ke permukiman kumuh, ke pusat-pusat pengembangan teknologi
kontemporer, tentunya juga bermanfaat. Ini adalah cara visual untuk “memberi pelajaran agama” yang sekaligus
dapat menghidupkan rasa kepekaan sosial, rasa mencintai sains, dan seterusnya.

Sejalan dengan itu, tiga komponen dasar pendidikan agama – guru, filsafat dan metodologi pendidikan, dan
perangkat keras (gedung dan lain sebagainya) – harus serempak dikembangkan. Selain membenahi sistem
pendidikan guru, penyiapan guru agama itu sendiri amat penting, agar para guru mendapat kelayakan mengajar
dari segi kecakapan didaktis-metodis. Tetapi karena masalah pendidikan agama berkaitan dengan penerusan
nilai-nilai dan penanaman adab bagi generasi penerus, maka sudah waktunya sistem pendidikan guru agama
juga harus mengandung aspek pandangan budaya. Kalaupun hal itu sudah ada, maka porsinya harus ditambah.
Dengan demikian, pendidikan agama tidak hanya sekedar proses belajar-mengajar agama, apalagi dalam konsep
schooling, tetapi lebih merupakan proses inkulturasi dan akulturasi yaitu, proses memperadabkan generasi.

Nah, dalam jangka panjang, dengan meningkatkan pendidikan budi pekerti, dan pendidikan akhlak di masing-
masing agama. Pendidikan akhlak pada dasarnya membatasi kepentingan diri sendiri ketika berhadapan dengan
kepentingan orang lain. Pendidikan akhlak, yang menuju kepada terciptanya masyarakat madani, itulah jalan
utama untuk mengatasi intoleransi agama.

* Penulis adalah Ketua Program Center For Moderate Moslem (CMM) Jakarta dan Penelit Al-Maun for Islamic
Transformation, Anggota Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah (JIMM).

Mengajarkan Anak Jalanan Menulis Sastra

Oleh
David Krisna Alka

Mengapa harus takut pada matahari
kepalkan tangan lawan teriknya
Mengapa harus takut pada malam hari,
nyalakan lilin sebagai penerangnya.
(Syair Anak Jalanan)

Adakalanya keterbatasan sulit untuk memaklumi keinginan memacu segala bentuk kreativitas
pada anak-anak jalanan. Keterbatasan itu salah satunya adalah dalam bentuk ketakmampuan
dari segi materi untuk meraihnya dengan mudah. Mereka berjalan di terik matahari, dalam dingin
malam, dan di tengah kegalauan negeri yang membiarkan mereka terpaksa untuk patuh
terhadap keterbatasan materi tersebut.
Sebenarnya anak-anak jalanan adalah anak-anak yang kreatif. Mereka mau menggali potensi
yang mereka miliki, seperti berpuisi dan bernyanyi di dalam bis kota, di tengah kemacetan kota,
dan di bawah lampu merah, dan mereka memiliki pengalaman hidup yang pahit dan unik. Dalam
perjalanan kehidupan mereka, kerikil-kerikil tajam yang menghadang merupakan tantangan hidup
yang mau tak mau harus mereka hadapi.

Pandangan keseharian yang sudah biasa terlihat di beberapa kota besar negeri ini yaitu,
nyanyian duka anak-anak jalanan. Lantunan syair lagu yang mereka nyanyikan merupakan
hiburan hidup yang berusaha menyenangkan hati dengan berpuisi dan bernyanyi, terkadang
hanya dengan iringan denting kumpulan tutup botol. Banyak dari mereka yang sepulang sekolah
pergi mengamen untuk membiayai keperluan sekolah dan banyak juga yang tak mampu sekolah
karena sanak saudara sudah tiada.
Di sisi lain, anak-anak yang berkecukupan tengah asyik membaca dan menonton film Harry
Potter, tanpa memikirkan apa yang akan di makan esok hari. Suatu hari, penulis pernah
mendengar syair lagu yang dilantunkan pengamen yang usianya sekitar kurang lebih berumur
lima tahun. Bait pertama syair itu kira-kira berbunyi, ”Aku ingin nyanyikan lagu, lagu tentang
kemunafikan dan penindasan....”
Penulis menjadi merasakan betapa puitis dan menggigit sekali syair itu dan syair yang di atas.
Mengapa para sastrawan belum mengajari mereka bagaimana menulis puisi atau cerpen. Apa
yang dilakukan para pengurus majalah sastra Horison pada salah satu programnya Sastrawan
masuk sekolah akan lebih berarti jika difokuskan juga bagaimana sastrawan membina anak-anak
jalanan untuk berkreativitas dengan menulis karya sastra.
Anak-anak jalanan lebih banyak memiliki pengalaman yang getir dan imajinasi mereka bahkan
lebih tajam untuk dituangkan dalam bentuk puisi atau cerpen. Keseharian yang menantang untuk
dapat bertahan hidup di kota-kota besar akan dapat mengumpulkan memori pengalaman yang
unik. Untuk itu, sudah seharusnya mereka dilatih bagaimana menuangkan pengalaman tersebut
dalam bentuk curahan rasa dan kata yang mendalam, diajarkan untuk menuangkannya dalam
bentuk karya sastra, minimal puisi.
Banyak sudah karya-karya sastra yang mengungkap fenomena sosial mengenai penindasan
terhadap rakyat kecil, tetapi jarang sekali ada pembinaan terhadap mereka untuk dapat berkarya
menciptakan karya sastra. Cerpenis Hudan Hidayat pernah melakukan pembinaan seperti itu
dengan mengajarkan bawahan di kantornya untuk menulis cerpen, tetapi belum banyak yang
mengikuti jejak Hudan, apalagi membina anak-anak jalanan menulis karya sastra.
Selain itu, para sastrawan khususnya yang telah ”mapan” cenderung untuk lebih mengurus diri
sendiri walau dalam karyanya berkisar pada persoalan kemanusiaan. Meskipun sastrawan
berjuang melalui karyanya, toh tak ada salahnya apabila melakukan penggalangan aksi mengajar
menulis sastra kepada anak-anak jalanan. Tidak selamanya keluh-kesah sosial harus
diperjualbelikan dengan bentuk karya sastra. Akan tetapi, bagaimana pengarang berguna
selamanya bagi masyarakat dengan mengkader orang-orang yang lemah supaya mampu juga
berkarya walau tak harus menjadi besar seperti mereka (sastrawan).

***
Selain itu, peran negara dalam program sosial kemanusiaan yang menitikberatkan pada
kesejahteraan anak-anak terlantar, baik pendidikan maupun ekonomi sudah seharusnya
dilaksanakan secara konkret dan berkelanjutan. Yang sering terjadi selama ini, penyelenggara
negara sering terlarut dalam persoalan politik untuk kepentingan kelompok atau golongannya dan
mengabaikan program-program sosial kemanusiaan terutama bagi anak-anak terlantar.
Peran negara untuk menciptakan kader-kader bangsa yang berkualitas kiranya tidaklah sebatas
memanfaatkan momen dan menjalankan rutinitas perayaan aksi sosial yang semu semata.
Namun lebih dari itu, penggalangan aksi sosial kemanusiaan dan pendidikan untuk kemandirian
bagi anak-anak tersebut, harus terus diupayakan tanpa kepentingan mengharapkan simpati, atau
ketika pemilihan umum, untuk menambah suara dari masyarakat. Negara dan lembaga sosial
yang ada, menurut Moeslim Abdurrahman (1997) tampaknya negara lebih peduli
memperjuangkan hak-hak masyarakat sebagai isu as a citizen dan as a consumer daripada
memperjuangkan nasib orang-orang yang menderita sebagai as a worker atau as under-class
citizen.
Selanjutnya peran negara dan sastrawan dalam masalah anak jalanan ini, dengan mengutip
Bourdieu, Dr. Setya Yuwana dalam buku Kesenian Rakyat dalam Hegemoni Negara (2000),
dalam konteks yang sama namun fokus yang berbeda, menyatakan ada tiga ruang yang
berhubungan satu dengan yang lainnya. Pertama, Medan kekuasaan (the field of power). Medan
ini merupakan suatu perangkat ekonomi dan politik sebagai hasil kekuasaan yang pada akhirnya
dipegang oleh kekuasaan konkret yang secara ruwet menjalankan kekuasaan tersebut.

Keruwetan tersebut (interpretasi penulis) dapat dikaitkan dengan medan kekuasaan negara yang
kebingungan bagaimana mengatasi ketimpangan sosial khususnya yang dialami anak-anak
jalanan.
Kedua, medan sastra (literary field), suatu universum sosial di bidang estetika yang memiliki
perangkat hubungannya sendiri. Ketiga, medan kebiasaan dalam penciptaan (the genesis of the
producers habitus), yakni sikap yang dimiliki oleh masing-masing seniman (sastrawan),
bagaimana ia berjuang menentukan posisinya berdasarkan persepsi pribadi.
Dalam hal ini, perjuangan para sastrawan tidak harus mengkonsolidasi kaum yang lemah untuk
melakukan perlawanan fisik menuntut kesetaraan ekonomi kepada negara meskipun pengaruh
eksternal kekuasaan negara (state power) dalam memberi ganjaran dan hukuman sulit dihindari.
Lebih jauh lagi menurut Bourdieu (1993), pengaruh kekuasaan negara berbentuk dominasi atau
penekanan (coercion) maupun kepemimpinan intelektual atau moral, kekuasaan itu masuk,
mengatur bahkan menentukan genre sosial yang dipergelarkan berdasarkan ideologi yang
mendominasi.
Akan tetapi, di bumi Indonesia yang katanya demokratis ini, rakyat tentu akan mendukung
apabila para sastrawan memulai bentuk perlawanan tersebut dengan mengkonsolidasikan anak-
anak jalanan untuk belajar menulis karya sastra, sebagai langkah strategis peran sastrawan
dalam membantu memperbaiki nasib bangsa ini.
Meminjam bahasa sastrawan muda Saut Situmorang (2004), sebaiknya para sastrawan tidak
dikesankan sebagai nabi kesepian yang sedang menghujat masyarakat sekitarnya, seakan-akan
kebenaran moral yang secara tak sadar diklaim dengan semena-mena yang akhirnya membuat
karya sastra tersebut gagal menjadi puitis tapi berhasil menjadi retorika. Oleh karena itu, lagu
tentang kemunafikan dan penindasan yang dilantunkan oleh anak-anak jalanan itu hendaknya
dapat menggugah kita semua. Amin.

Penyair dari Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Jakarta , Aktivis JIMM, Ketua Al-Maun Poetry
Society dan Chief of Program CMM.

Membangkitkan Kembali Sastra Profetik

Oleh David Krisna Alka

Dalam membaca karya sastra khususnya puisi, mayoritas penikmat sastra mendambakan
nuansa keindahan setelah membaca karya sastra. Oleh karena itu, banyak penyair berusaha
menuangkan harmoni kata yang indah dalam setiap karya puisi mereka, walau maksud dari puisi
tersebut adalah kegetiran kata yang tak tampak pada kasatmata.
Sastra yang bermukim pada wilayah teologi Islam merupakan bibit dari munculnya kesusastraan
Melayu. Sastra keagamaan yang merujuk pada Islam itu dapat dibagi menjadi tiga cabang; ilmu
tasawuf, ilmu kalam, dan ilmu fikih. Di antara ketiga cabang ilmu dalam kajian Islam itu, ilmu
tasawuf yang paling dekat dengan sastra, khususnya sastra Islam. Mengapa ilmu tasawuf
disebut sebagai bibit dari corak sastra Islam?
Ilmu tasawuf menjelaskan tentang wilayah esoteris manusia dengan Sang Pencipta. Setelah
melewati persinggahan-persinggahan (maqamat) dalam rasa kebatinan yang begitu dalam,
banyak tokoh tasawuf (sufi) berharap untuk dapat bersatu dengan Tuhan. Mereka berusaha
mendapatkan kesejatian diri, kesejatian alam, dan kesejatian Tuhan. Pesona indah kalimat yang
diucapkan para sufi yang mengharap pancaran Ilahi menyelam ke dalam hati, berbeda dengan
pengalaman pahit yang mereka derita.
Karena manusia tidak bisa melepaskan diri dari pengertian tentang Tuhan, maka banyak
kemungkinan bagi para sufi untuk memperoleh derajat tertinggi jika sudah bersatu dengan
Tuhan, atau bersatu dengan semesta. Singkatnya, dalam persinggahan itu muncul kalimat-
kalimat yang begitu indahnya dengan penjiwaan yang begitu dalam dan mengandung keindahan
bahasa yang sungguh luar biasa.
Dalam kesusastraan Islam, karya-karya paling universal termasuk ladang garapan tasawuf.

asal dilihat dari pandangan teologis dan metafisis.” Dalam konteks kesusastraan Indonesia. Bahasanya indah. dan karenanya menghirup udara dalam suasana yang penuh getar kerohanian. sesungguhnya semua sastra punya bobot transendental. Sastra profetik. bahwa para sufi hidup di dunia ini seakan-akan tinggal di suatu tempat yang dinamakan sebagai pelataran depan Taman Firdaus. atau membenarkan ungkapan spiritualitas itu adalah pelarian dari rasa ketakutan dalam diri manusia. Para penyair yang sufistik beralih ke dalam nuansa yang sama namun tujuan yang berbeda untuk menuangkan sajak-sajak keindahan tersebut. Sayyid Husein Nasr (1985) menjelaskan. Sastra transendental mengambil tema-tema keagamaan yang variasinya amat banyak dan tidak melulu harus mengacu kepada penyair sufistik. tapi substansi puisinya seperti “orang-orang kalah. Dan. *** Peran dunia tasawuf dalam khazanah kesusastraan Indonesia juga tak dapat dielakkan. setelah perkembangan sastra dan tasawuf tampak seperti terbawa arus roda zaman. menurut penulis mesti dikembangkan oleh kalangan pemerhati dan penikmat sastra generasi saat ini. Hampir dalam setiap bentuk seni. Menuangkan gagasan yang melulu melangit bukanlah suatu yang tak berguna. Hamzah Fansuri merupakan cendekiawan dan pemimpin tasawuf yang berpengaruh pada zamannya. kebanyakan dalam bentuk prosa dan sastra Persia Islam yang lebih lokal sifatnya. dan sastra transendental itu juga sah. dan menuangkan untaian sastra yang selalu membumi bukan berarti akan selalu membawa pencerahan. Menurut penyair Abdul Hadi WM. dan transendental) digabungkan oleh Kuntowijoyo menjadi sastra profetik. mulai dari puisi sampai kepada arsitektur terlihat dengan jelas perpaduannya dengan tasawuf. di mana keindahan memancar dari perkataan dan perbuatan mereka. Bukankan hidup ini memerlukan keseimbangan. Hamzah Fansuri merupakan pelopor sastra Islam yang bernuansa sufistik. Perkembangannya mencapai ketinggian setelah berada di tangan para sufi. istilah konseptual daripada al-Quran dan falsafah Islam. Amar ma’aruf itu memanusiakan manusia. Dalam pengantar buku Tasawuf dulu dan Sekarang. Lebih jauh lagi Kuntowijoyo menjelaskan. Dalam konteks sejarah sastra Islam di Indonesia. sastra profetik jelas kualitasnya dan kekuatan moralnya daripada sastra yang berbau seks serta kentara aspek komersial daripada kualitas karyanya. Bahasa ini lantas tampil sebagai bahasa intelektual yang dihormati. Kuntowijoyo dengan sastra profetiknya telah menanamkan dan memperkaya cakrawala sastra religius yang lebih membawa pencerahan dan tidak melulu lebih sibuk mengurus hablumminallah (melangit) daripada hablumminannas (membumi). *** Dewasa ini. Kemudian Kuntowijoyo muncul dengan sastra transendental guna menggenapi isu sastra yang ada. Peranan penting beliau dalam sejarah pemikiran dunia Melayu nusantara bukan saja karana gagasan tasawufnya. bakat Hamzah Fansuri sebagai sastrawan besar tampak dalam kesanggupan kreatifnya merombak bahasa lama menjadi bahasa baru dengan cara memasukkan ratusan kata Arab. Jika selalu terbawa pada persoalan yang horizontal bukankah kita nanti akan terjebak dalam pernyataan bahwa spiritualitas itu adalah candu. Pekik zaman yang kian hari makin menggetirkan membuat para penyair seperti kehilangan kaki untuk melangkah.Semangatnya yang membangkitkan kesusastraan Arab dan Persia. Lalu ketiga sastra itu (pembebasan. dan beriman kepada Tuhan itu transendental. sedangkan nahi munkar itu pembebasan. Sebagai pencipta pertama syair Melayu dengan bentuk puisi empat baris dengan pola sajak akhir aaaa. mulai dari lirik-lirik lokal dan sajak-sajak epiknya sampai kepada karya-karya didaktik dan mistik yang dimensinya sangat universal. kemanusiaan. Tasawuf memperkaya sastra Arab. sebab dapat menampung gagasan baru yang diperlukan pada zaman itu. . Penjumlahan semua itu menurut Kuntowijoyo menjadi sastra profetik. dalam arti melanjutkan tradisi kerasulan. malah puisinya yang mencerminkan pergulatan penyair menghadapi realitas zaman dan pengembaraan spiritualnya. ada dua kubu sastra yang keduanya sah: sastra pembebasan dan sastra kemanusiaan. Pengaruh tasawuf besar sekali. Manusia dituntut untuk ber-amarma’ruf nahi munkar.

12 Agustus 2005 `Mata' Kekerasan David Krisna Alka Direktur Program Center for Moderate Muslim (CMM) dan Peneliti Al-Maun Institute Yang terlambat disadari. peristiwa-peristiwa konflik. Jumat. Sastra dapat mengekspersikan zamannya sekaligus dapat memberikan kritik terhadap zamannya. Bengkulu. penyiksaan. kekerasan mengancam kehidupan kemanusiaan secara keseluruhan dan mengancam kelestarian kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Sastra dapat pula menjadi pembela moralitas. emosi massa mudah tersulut untuk melakukan kekerasan dan mengikuti apa yang terjadi di tempat lain. pemerkosaan. karya sastra yang membawa pencerahan jiwa dan pencerahan sosial sama- sama dibutuhkan. belum lama ini. pemberontakan. Oleh karena itu. ruang pencerahan yang dicetuskan oleh Kuntowijoyo melalui sastra profetiknya akan berkembang serta menggelora di hati para pembaca sastra di Tanah Air. Ketua Program CMM. bom memang belum berani meledak lagi (semoga tidak). penghancuran. Kekerasan tercipta karena ada keinginan yang dicapai tapi tak dapat dilakukan karena kekuatan objek yang akan dilawan begitu hebat dan sulit di tembus. Dan. sastra profetik menjadi inspirasi dan daya dorong kekuatan kreativitas dari munculnya karya- karya sastra baru yang membangkitkan. dalam proses sejarah. John Galtung (2000) pernah mengungkapkan. novel. orang sudah . Dengan menyatakan sesuatu sebagai absurd. aksi kekerasan masih saja terjadi di bumi Pertiwi ini. Dalam pernyataannya.Oleh karena itu. Sehingga cara yang dilakukan adalah pemberontakan. Di Tanah Air. tapi kerusuhan malah banyak yang terjadi. yang dimulai dengan kesadaran absurd pada pelaku kekerasan. perusakan. menumbuhkan kesadaran akan pentingnya sastra yang membebaskan kaum tertindas. walaupun bentuk penyadarannya melalui puisi. cerpen. bukan karya sastra yang berbau seks didagangkan. bahwa di setiap zaman sastra bisa berkembang. dan karya sastra yang lainnya. seperti pembunuhan. ruang sempit sastra religius dapat menjadi luas. perang. karya sastra yang jauh dari moralitas perlahan akan tergantikan dan lenyap terkunyah oleh zaman. perampasan. penyadaran melalui penyuluhan oleh lembaga swadaya masyarakat (LSM) tentang kekerasan telah dan masih disuarakan. seperti bom di London dan di Mesir. Hampir dapat dipastikan bahwa pada setiap terjadi perang. dan aksi kekejaman lainnya. dan revolusi. Jika kesadaran masyarakat menurun. Ironis memang. Tapi. sastra bisa tampil untuk menjadi profeter asal dia bervariasi di dalam tema sastranya. Masa depan sastra sama dengan masa depan organisasi sosial. pemuka-pemuka agama juga telah menyatukan suara- suara perdamaian.*** Penulis bergiat di Akademi Kebudayaan Rakyat (AKAR). dan mencerahkan. Lebih dari itu. lagi-lagi Kuntowijoyo menegaskan. revolusi dan perubahan. krisis. Padahal dialog telah dilakukan. akan dapat dijumpai aksi-aksi kekerasan dan tindakan di luar batas kemanusiaan (inhumanity). pemberontakan. Apalagi saat ini. membebaskan. selalu berhubungan dengan munculnya kekerasan. peristiwa kekerasan menjadi "menu favorit" dalam headline hampir semua media. Sastra profetik memang lebih progresif. Dari pemberontakan itu maka timbul kekerasan. Dampak yang kemungkinan muncul akibat gencarnya berita di media tentang kekerasan adalah. masyarakat Indonesia mesti menghadapi kenyataan yang tetap harus bergumul menghadapi kekerasan dan mengancam perdamaian. salah satunya kerusuhan di Kaur. dan Aktivis Budaya Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah (CMM).

khususnya menyangkut politik (political violence) adalah bisa dijustifikasi dan sebagian lagi tidak bisa dijustifikasi. Penegasan-diri mengandaikan sebuah situasi negatif kekaburan diri. Dengan menggunakan modal yang ada mereka menyusun strategi dan perlahan bangkit untuk melakukan kekerasan. Kekerasan yang sebagian orang tidak dibenarkan. Nah. Dalam suasana seperti itu maka bangkitlah kesadaran bahwa mereka (teroris) dapat mengidentifikasikan dirinya dengan sesuatu tujuan yang hendak dicapai. sangat boleh menjadi justifiable bagi pihak lain. terorisme merupakan masalah moral yang sulit. yang sekarang mengimbangi defisit jiwanya lewat penegasan diri dalam mengubah orang lain menjadi jenazah bisu. yakni membunuh. Menurut Budi Hardiman (2002). yakni diri yang menegaskan-diri. Sebuah dialektika yang keji terjadi di dalam batin setiap pelaku kekerasan: ketidakmampuannya untuk menentukan diri berubah secara gaib dalam kegagahan saat menghadapi korbannya yang terkapar dan tak berdaya. Ia tidak mampu membawa diri secara normal. mengelola konflik-konfliknya secara biasa. Tapi itulah manusia di . Kekerasan yang dikelompokkan ke dalam bagian terakhir inilah yang sering disebut sebagai "teror" atau "terorisme". Dan pernyataan itu merupakan suatu tuduhan. Sebuah dialektika yang keji terjadi di dalam batin setiap pelaku kekerasan: ketidakmampuannya untuk menentukan diri berubah secara gaib dalam kegagahan saat menghadapi korbannya yang terkapar dan tak berdaya. Apabila kekerasan adalah tindakan penegasan diri. dan bertindak pada zaman ini berarti melakukan aksi teroris. Sang survivor ini aslinya adalah seorang yang tak mampu menentukan diri. melainkan juga menyatakan kesetiaan pada aspek-aspek tertentu di dalam dirinya. kita tidak boleh mengabaikan suatu data antropologis lain: kekaburan-diri manusia. berarti masyarakat itu sakit. sang teroris ini aslinya adalah seorang yang tak mampu menentukan diri. terdapat batas-batas tindakan kekerasan yang justifiable dengan unjustifiable itu. sakit jiwa. Ia sakit. Namun. menjadi obyek belaka bagi suatu subyek belaka. menjadi obyek belaka bagi suatu subyek. Azyumardi Azra (1997) menjelaskan beberapa masalah pokok di sekitar masalah teror dan terorisme. Dan apabila dalam sebuah masyarakat intensitas kekerasan bertambah. Tujuannya teroris adalah mengubah. Kebebasan sebagai kesewenangan. Penggunaan kekerasan bisa dilakukan untuk tujuan kriminal dan personal.mengadakan suatu perbandingan antara apa pada kenyataannya ada dengan apa yang menurut dia seharusnya ada. kekerasan adalah tindakan penegasan diri. Inilah salah satu alasan pokok terjadinya kesulitan mendefinisikannya karena istilah ini sering didasarkan pada asumsi. suatu proses keadaan yang memasung ruang gerak atas keyakinan teroris untuk melakukan kekerasan termasuk pembunuhan. seorang yang direndahkan dan dinistakan. yakni diri yang menegaskan-diri. tergantung dari siapa yang mengelompokkan. kita tak boleh mengabaikan suatu data antropologis lain: kekaburan-diri manusia. Sang teroris bukan hanya menantang pelanggaran atas hak-hak asasi manusia. Kebebasan sebagai kesewenangan. yakni perlawanan atas ketidakadilan menurut mereka sehingga menempuh berbagai macam cara untuk membalas ketidakadilan tersebut. sakit hati. tapi mengubah berarti bertindak. seorang yang direndahkan dan dinistakan. pertama. Batas-batas pengelompokkan ini sangat relatif. bahwa sejumlah tindakan kekerasan . Penegasan-diri mengandaikan sebuah situasi negatif kekaburan diri. yang sekarang mengimbangi defisit jiwanya lewat penegasan diri dalam mengubah orang lain menjadi jenazah bisu. Bahwa orang cenderung bertindak kekerasan adalah sebuah masalah psikologi. Hal ini dikarenakan klasifikasi tindakan-tindakan kekerasan menjadi dua kelompok seperti itu mengandung persoalan dalam dirinya sendiri.

Dominasi kapitalisme ini telah sampai pada kenyataan. Hal itu sangat penting ditekankan untuk mencegah berakar dan tumbuhnya kekerasan. juga berselimutkan kepentingan politik. perlu membangun wacana dan kegiatan praksis keagamaan untuk menjawab tantangan kaum buruh yang semakin dipenjarakan oleh peradaban global ini. mereka telah di hadapkan secara langsung dengan praktek- praktek diskursif dan hegemonisasi kapitalisme. tidak lagi dilihat sebagi kejahatan tetapi telah diterima sebagai kewajaran. Selain itu. tapi belum cukup memberikan penyadaran tentang bagaimana agar tak terjebak dalam aksi-aksi kekerasan. diperlukan kerjasama yang progresif dalam upaya melakukan konsolidasi penegakan hak asasi manusia. memproduksi dan melakukan kontrol kesadaran melalui simultanitas dan intensitas frekuensi media cetak dan visual. Usaha untuk menjadikan kekerasan teroris sebagai musuh bersama harus direncanakan dan diorganisir secara rasional. seluruh tokoh agama.dalam keadaan alamiahnya. Setiap orang adalah pelaku potensial sekaligus korban potensial dari sebuah kekerasan. Menurut budayawan Agus Hernawan (2004). sehingga mata kita sudah tak lagi dijejali oleh aksi-aksi kekerasan. perlu adanya pemahaman tentang teologi baru dan ajaran-ajaran sosial agama yang mengajak dan membawa umat untuk mentransformasikan agama menjadi lebih membebaskan dan mencerahkan khususnya bagi kaum buruh” Republika. Kapitalisme detik ini telah menjadi ideologi dominan. Senin. Membaca wajah teroris berarti harus dengan berbagai macam pendekatan. dan kaum miskin kota). kekerasan yang dilakukan para teroris merupakan kekerasan yang paling menakutkan. Kaum buruh terus hidup dengan kesadaran tradisional perdesaan. Belum cukup hanya dengan seruan-seruan di balik mimbar atau opini-opini di media. radio) yang selama ini lebih banyak memperlihatkan peristiwa kekerasan. Suatu pandangan umum menyebutkan bahwa media yang merayu massa. Oleh karena itu. televisi. konsekuensi dari pengintegrasian sistem ekonomi nasional ke dalam sistem ekonomi dunia yang didasari oleh liberalisme . Ia membentuk. () Dilema Buruh dan Tantangan Bagi Agamawan David Krisna Alka 02-May-2005 “Sejatinya. Praktek-praktek kekerasan penindasan dan penghisapan terhadap kaum pekerja (buruh. Serangkaian tragedi kekerasan yang ada. Di samping itu. toleransi. media (koran. Tujuan mereka selain menghabiskan nyawa manusia. Sementara di sisi yang lain. 02 Mei 2005 Kepala Program Center For Moderate Moslem (CMM) dan Anggota Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah (JIMM) Hari Buruh yang peringati tiap 1 Mei. tani. Negara dan orang perorangan harus berupaya melalui sistem hukum dan pendidikan serta komunitas keagamaan agar menjunjung tinggi keadilan. dan saling menghargai hak asasi manusia. kantong-kantong budaya buruh saat ini berada di dalam kondisi gamang.

hari ini kita melihat media kapitalisme memborbandir buruh dengan tontonan visual yang penuh daya persuasif (bujuk rayu). potensi kolektivitas yang didasari oleh kesadaran kelas rakyat digiring untuk terpecah-pecah. Ia hanya hidup di dalam lingkungan pabrik. Tauhid dalam perspektif ‘’teologi kaum tertindas’’ lebih ditekankan kepada keesaan umat manusia. Ia tidak melekat padu di dalam rutinitas dan aktivitas kehidupan riil rakyat pekerja.perdagangan dan investasi di masa Orde Baru menjadi awal dari percepatan pembangunan kawasan-kawasan industri. Di samping bekerja kepada majikan. Islam sama sekali tidak menghendaki terjadinya dehumanistik-feodalistik. karena penghambaan hanya dikhususkan untuk Allah. konsumtif. daya korektif dan semangat resistensi rakyat. upah harus sesuai dengan kerja mereka. Menurut Mansour Fakih (1989) dalam Islam. Melalui tontonan dan sajian berita yang bebas nilai. areal perkebunan.telah memasuki ruang-ruang kultural di perdesaan. Di luar itu. doktrin . Kaum buruh belum lagi sampai pada kesadaran sebagai kelas sosial yang tertindas. yakni munculnya kelas sosial buruh perkotaan sebagai akibat arus urbanisasi yang masif dari desa ke kota. berkisar sekitar ke-Esaan Tuhan. sebagai sapi perahan di dalam siklus jam kerja dan kost produksi. Tradisi budaya itu sifatnya tidak organik. Ini terlihat pada kantong-kantong budaya buruh yang lebih didasari dan dibentuk oleh ikatan primordial-etnik. dengan penolakan terhadap penafsiran terhadap Tuhan. lahan sawah. Tauhid dalam teologi pembaharuan. Selain berdampak sosiologis. Dua bentuk represivitas ini dengan sendirinya membuat kaum buruh tetap dalam kondisi anonim dan terpecah-pecah. Dengan kata lain. Pertimbangan itu tidak dihitung dengan kira-kira. ia juga sebagai pekerja dan hamba Tuhan. Sementara seks pada batas tertentu yang masih tabu dan hanya sebatas gunjingan di perdesaan --dan identik sebagai bagian dari hedonisme di perkotaan-. Islam melihat buruh sebagai pekerja dan bukannya hamba kepada manusia lain untuk menghasilkan pengeluaran. Upah dibayar dalam Islam mencangkup pertimbangan keperluan perbelanjaan setiap buruh. baik melalui media visual atau pun media cetak. dan individualistik. akibat hegemonisasi. Islam dan buruh Islam katanya adalah agama yang menjunjung tinggi hak asasi manusia. juga memiliki dampak secara kultural. Mistik dan dunia klenik yang selama ini identik dengan realitas budaya tradisional di desa. Kecenderungan budaya liberal hari ini tidak terlepas dari praktek-praktek hegemonisasi itu. rakyat pekerja hidup dalam tradisi budaya yang semrawut. telah diproduksi dan direproduksi secara masif menjadi tontonan di perkotaan. Buruh adalah pekerja dan sekaligus khalifah Allah di muka bumi. Pengebirian potensi Disamping itu. doktrin tauhid adalah tema pokok teologi Islam. Budaya liberal telah membuka kemungkinan sebesar-besarnya bagi penguasaan dan pengebirian potensi kesadaran kritis. reifikasi dan ilusi-ilusi yang tak henti-hentinya disusupkan di ruang-ruang kesadaran rakyat pekerja oleh media-media kapitalisme. dan ruang perkantoran swasta.

Di samping itu. perlu adanya pemahaman tentang teologi baru dan ajaran-ajaran sosial agama yang mengajak dan membawa umat untuk mentransformasikan agama menjadi lebih membebaskan dan mencerahkan khususnya bagi kaum buruh. antara lain dalam menentukan nasibnya. karena warna kulit dan sebagainya. mereka adalah sama-sama manusia yang saling ketergantungan dan saling membutuhkan. Islam tidak mengenal adanya istilah budak dalam etika bisnis. sejatinya. serta mempekerjakan orang di bawah kompetensi bisnisnya. Oleh karena itu. ataupun kelas. seluruh tokoh agama. Di antara yang diperjuangkan oleh Nabi dalam bidang muamalat tersebut adalah membebaskan manusia dari keterkaitan yang menempatkan mitra kerja (buruh) sebagai objek atau budak. perlu membangun wacana dan kegiatan praksis keagamaan untuk menjawab tantangan kaum buruh yang semakin dipenjarakan oleh peradaban global ini. hendaklah dalam setiap hubungan antara majikan dan kaum pekerja dijadikan sebagai mitra bisnisnya dalam mengembangkan usaha dan jangan sekali-kali seorang pekerja (buruh) dieksploitasi dan dijadikan seorang budak. Selasa . melainkan sebagai subjek yang mempunyai peran. karena jenis kelamin. Oleh sebab itu. Nabi Muhammad mengajarkan. tidak dibedakan lagi karena kedudukan sosial. karena di dalam suatau pekerjaan tersebut mengandung prinsip saling ta’awun dalam mengentaskan kesulitan yang dihadapi. Wallahu ‘alam OPINI. kasta. Dalam masyarakat Tauhidi ini. Perjuangan Nabi Muhammad disektor muamalat (kerjasama antar manusia dengan manusia) tersebut. demokratisasi. Perbuatan zalim yang biasa dilakukan oleh si majikan adalah tidak membayar upah atau imbalan kepada buruh. Dan. Islam mengajarkan kepada umatnya untuk tidak berbuat zalim kepada siapa pun juga. janganlah kemanusiaan dilecehkan dengan watak- watak manusia yang arogan dan serakah. bahwa manusia dalam membangun usaha seperti berdagang. Sebab. umat benar-benar satu. Islam sama sekali tidak menghendaki adanya perbedaan derajat yang sangat jauh antara seorang majikan dengan buruhnya. dan tidak saling berbuat curang hendaklah ditegakkan. Konsep masyarakat Tauhidi adalah suatu konsep penciptaan masyarakat tanpa kelas. Dan. termasuk dalam hal ini berbuat zalimnya seorang majikan kepada buruhnya. Pekerja adalah mitra kerja seorang majikan dan bukan sebagai budak. maka prinsip kejujuran. keterbukaan. yang lebih menyedihkan lagi adalah majikan yang melakukan tindak kekerasan terhadap buruh. Oleh karena itu. Beliau menyadarkan manusia antara lain melalui muamalat agar nilai-nilai religius ditempatkan sebagai kekuatan moral (moral force) dalam membangun usaha-usaha yang berhubungan dengan kepentingan antar manusia. hakikatnya adalah reaktualisasi nilai-nilai religius.Tauhid menolak segenap bentuk diskriminasi dalam bentuk warna kulit. membesarkan sektor ekonomi. 18 Mei 2004. Nasionalisme para Penyair Kaum Miskin Menggugat Oleh David Krisna Alka .

Kemerdekaannya terenggut karena tak merasakan kebebasan menjalankan fungsi dalam hidup. Disamping itu. Dalam setiap pengambilan keputusan. persayaratan yang disebutkan Syafii Maarif itu bukanlah hal yang mudah dilakukan. manusia bisa berkehendak secara baik. negeri ini telah dikangkangi “penjajah-penjajah ekonomi dunia. Yang ada adalah bagaimana cara yang dilakukan itu berhasil dan sesuai dengan . apalagi bagi generasi muda dan anak-cucu-cicit nanti. masyarakat yang korup tidak lagi memikirkan. Tetapi. apalagi manusia Indonesia. ke arah manakah dari dua kecenderungan ini manusia Indonesia memilih. mengakui borok-borok yang menempel pada diri sendiri. karena itu adalah salah satu syarat untuk memulihkan dekadensi moral manusia Indonesia. Persoalannya.” Menjadi bangsa yang bemartabat baru sebatas cita-cita kata yang tertata dengan rapi dalam lembaran teks pidato pada setiap memperingati seremonial Ulang Tahun Hari Kemerdekaan. apalagi mempertimbangkan hal baik dan buruk. dan jangan pernah menjual kebohongan di mana-mana. Jika salah pilih. negatif dan disintegratif. negara ini terdampar dalam lilitan utang luar negeri yang terus-menerus mengekang kedaulatan kita. kelaparan dan hidup di jalanan atau tinggal di rumah sempir berukuran 2 x 2. Budaya korup dan menjilat yang seolah sudah menjadi bagian dari masyarakat dalam kehidupan sosial sehari- hari akan membangun ruang publik yang sakit. kemiskinan. Apakah yang salah dengan manusia Indonesia? Bermartabat berkelindan dengan bermoral. Disamping itu akan menghambat berkembangnya ruang sosial (publik) secara baik. Prof Dr Syafii Maarif (2005) seringkali menegaskan supaya manusia Indonesia menjadi manusia yang bermoral. Ketika bendera merah putih berkibar di bawah langit Indonesia dalam memperingati Dirgahayu Kemerdekaan RI Ke-61 belum lama ini. yang menurut Buya Syafii harus terpenuhi diantaranya. Pada satu sisi. adakah rasa merdeka bagi mereka yang pengangguran. integratif. cita-cita menjadi bangsa yang bermartabat itu belum terlaksana. Hingga kini. Beberapa persyaratan yang lain. dan positif serta di sisi lain ia berpotensi melakukan hal-hal yang buruk. Keunikan manusia itu secara natural terjadi dikarenakan terletak pada dualisme moral yang ada pada dirinya. berani memulai untuk bersikap jujur terhadap diri sendiri. Pelan tapi pasti. Hal itu disebabkan karena manusia itu memiliki posisi yang unik. manusia Indonesia telah mengikis eksistensi diri mereka dari tanah air mereka sendiri.5 meter persegi? Kaum miskin di negeri ini belum merdeka dari kepahitan hidup yang didera.

Terutama bagi manusia zaman modern ini. . nilai kemerdekaan yang sesungguhnya telah tercabik oleh kepentingan kelompok tertentu. Padahal. Apakah itu berarti sejarah tak punya arti? Menurut Karl Popper. kemerdekaan belum dirasakan kaum miskin di tanah air yang kekayaan alam melimpah ruah ini.. amat disayangkan. lelah para wakil rakyat tak seberapa dibandingkan dengan perjuangan orang-orang miskin yang berdesak-desakan mengambil dana bantuan langsung tunai dan antrian panjang membeli minyak yang harganya bertambah mahal. Kemerdekaan berarti juga pengakuan terhadap kesetaraan sesama manusia.keinginan pribadi. Dan. bahkan juga oleh wakil rakyat (DPR) yang tak pernah merasa puas dengan gaji yang mereka terima. ditambah lagi dengan beban perjuangan keseharian mereka untuk dapat bertahan hidup. they can gain it only through our decisions. Membandingkan angka kemiskinan pada 1999 dengan awal 2005 itu out of date. karena awal 2005 adalah prestasi pemerintahan Megawati Soekarnoputri. kemerdekaan kaum miskin di negeri ini pun “terkoyak” oleh “kedustaan” pemerintah. perlakuan yang sama kepada siapapun tanpa memandang status sosialnya.. orang- orang miskin berjuang untuk kebebasan supaya tercapai kesejahteraan. Fakta masa lalu tidak pernah memiliki arti pada dirinya sendiri. Ketika Pidato kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (16/82006). Karena kemiskinan adalah sebuah pengingkaran terhadap kebebasan. sejarah memang tidak punya arti. data kemiskinan yang diungkapkan SBY tidak up to date bahkan out of date.” Nasib Negeri Kemerdekaan berarti kebebasan. Meskipun hal itu harus menabrak norma-norma luhur yang potensial berkembang dalam masyarakat. Sejarah Tak Berarti Kemerdekaan bagi orang miskin adalah kebebasan untuk hidup. Semuanya tampak kontras. selama kebebasan itu belum diterima maka nilai kemerdekaan masih bisa ditakar kadar kemurniaannya. Bila kemerdekaan mereka dikebiri oleh sikap wakil rakyat dan kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada kaum miskin. “Facts as such have no meaning. maka tak ada arti kemerdekaan. Fakta itu baru memiliki arti kalau kita memutuskan untuk memberinya arti. Sementara Presiden SBY dan kabinetnya saat itu baru seumur jagung. Dari situ. Kemerdekaan juga ekspresi tindakan keadilan.

Lumpur panas PT Lapindo Brantas mengakibatkan tiga desa tenggelam dan tidak bisa dihuni. negeri ini pun megalamai tekanan psikologis yang berkepanjangan. Tengoklah. lahan pertanian yang terendam lumpur. mulai dari bencana tsunami di Aceh hingga lumpur panas di Porong. menimbulkan masalah sosial ekonomi. Sayang. yang proses pembentukannya berabad-abad melebihi usia peradaban manusia. Dan.” Selain teror bencana. hancur tertimbun lumpur untuk selama-lamanya. 1030004282402 Bank Mandiri KCP Gedung Jaya Jakarta Muhammadiyah dan Kaum Miskin Kota Oleh: DAVID KRISNA ALKA Dakwah Islam yang membebaskan dan mencerahkan bagi kaum mustadh’afin. saya selalu sepikiran dengan Anda. apakah negara kita ini akan eksist atau akan tenggelam?” Akhirnya. tangga demi tangga mencapai kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia berjalan setengah hati. ketika menerima penghargaan Ahmad Bakrie Award dengan puitis menyatakan: “Delta Sungai Brantas yang subur. utang luar negeri terus-menerus akan membelenggu kedaulatan negara kita yang katanya telah merdeka. yang sering disuarakan aktivis Muhammadiyah. Muhammadiyah masih kurang peduli (belum . David Krisna Alka. Deputi Direktur Center for Moderate Muslim (CMM).com Rek. yakni diteror untuk membayar utang luar negeri yang menumpuk. yang paling menderita adalah kaum miskin. Juga seperasaan. pengalaman membangsa selama ini ditambah dengan dekade-dekade penuh duka sebelumnya. sedang dipertanyakan praksisnya oleh kaum miskin kota. 081310794869 Email: dk_alka@yahoo. Kita pun tak mampu menghormati hak azasi negeri kita sendiri. lima belas pabrik yang mempekerjakan 1. Jakarta. Wajar bila sebelum wafat Ramadhan KH merasa gelisah dan mengirim pesan singkat (SMS) kepada Syafii Maarif (2006): “Saya merasa. Selama ini Muhammadiyah telah menyelenggarakan berbagai kegiatan sosial keagamaan yang bermanfaat. Rendra (2006). Aktivis Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah(JIMM) dan Alumnus UIN Syarif Hidayatullah.736 karyawan terpaksa tutup.

. Berkaca dari kegalauan para tokoh itu. selama ini Muhammadiyah belum mendasarkan program dan strategi kegiatan sosial berdasar elaborasi realitas sosial yang obyektif. dan kaum miskin kota. mereka terpaksa menjadi pemulung. Muhammadiyah seyogianya memberi pendidikan murah bagi anak-anak miskin kota. upaya pembaruan (tajdid) gerakan Muhammadiyah mendesak segera diformulasikan. Mengambil contoh kehidupan Jakarta. pangan. Bahkan. menurut Syafii Ma’arif. Muhammadiyah kurang siap merespons tantangan perubahan sosial di masyarakat atas dasar konsep. sebuah negara miskin dan tandus di Afrika. Di bidang pendidikan. Sebagai ormas Islam berbasis kelas menengah. mestinya lebih dekat dengan kaum miskin. buruh. membuat warga miskin Jakarta menjadi kelompok pinggiran. Di mata seorang warga negara Chad. serpihan surga itu benar- benar tak pernah menjadi surga bagi warganya. kita lihat ibu-ibu mengamen sambil mengendong anaknya.memberi manfaat) pada kelompok tertindas seperti petani. sekolah dan belajar. Prof Dr A Syafii Ma’arif pun galau menanggapi kemiskinan di negeri ini. Namun. Dengan kebutuhan hidup minimum. Godaan-godaan global yang merasuki gerakan sosial keagamaan Muhammadiyah harus diperhatikan tanpa ”tedeng aling-aling”. Tak jarang. yang merupakan gerakan Islam kota kelas menengah. dan aksi yang jelas. Maka. amat takjub menyaksikan hamparan indah Nusantara. Lebih dari sekadar lembaga keagamaan. pendapatan. problem kemasyarakatan yang dihadapi Muhammadiyah berubah dari problem kemasyarakatan (dihadapi di saat pendiriannya). Banyak anak Indonesia belum bisa menikmati kehidupan layaknya anak. dan pengamen. Ini menjelaskan. mereka menyebut Indonesia sebagai serpihan surga. Tidak siap Kuntowijoyo (1991:266) menyatakan. pedagang kecil. misalnya. Semua itu dilakukan untuk mencukupi kebutuhan hidup. Kehidupan kaum miskin kota amat memprihatinkan. Muhammadiyah merupakan organisasi nonpemerintah yang mengisi fungsi-fungsi riil di masyarakat yang sering diabaikan negara. Kegelisahan Kuntowijoyo sudah menjadi kegelisahan generasi muda Muhammadiyah yang sering menyuarakan keberpihakan Muhammadiyah bagi kaum tertindas. Tiadanya kesempatan yang adil dan tidak terpenuhinya kebutuhan papan. dengan mudah akan ditemui anak-anak usia sekolah mengamen atau mengemis di lampu merah. Tak jarang. geliat Muhammadiyah dalam gerakan sosial kemanusiaan di Tanah Air selayaknya ditafsir ulang. strategi. mereka ditemukan di bus-bus kota. buruh. 3-8 Juli 2005 di Malang. wajar dan adil jika menjelang Muktamar Muhammadiyah. teori. hidup di luar jaring keamanan sosial. dikenal sebagai ”anak jalanan”. Tidak berlebihan jika Muhammadiyah kini dan nanti diharapkan tumbuh sebagai organisasi pelayanan sosial (social services) terkemuka di Indonesia melalui berbagai aktivitas amal usaha. biaya sekolah dan kuliah di lembaga pendidikan Muhammadiyah tak terjangkau anak-anak miskin kota. dan pendidikan. Muhammadiyah.

tidak diizinkan oleh pemerintah Orde Baru. Sejarah menorehkan kekaguman kepada presiden pertama RI yang dari sipil itu. Lalu Bung Karno membentuk DPR Gotong Royong dan MPR Sementara untuk mendukungnya. Salah satu buku menyatakan Soekarno terlibat adalah tesis Antonie C.A. Sekarang. Ketika wafat. Pada masa rezim Orde Baru. 14 Agt 2003 Mitos Politis Bung Karno Oleh David K. setelah pergolakan dengan tentara sekutu dan Jepang. Hal ini menimbulkan kontroversi dan sarat nuansa politik. (Tempo. dan berwibawa. Selain itu. Anggota Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah Kamis. Soekarno memiliki karisma tidak hanya di negerinya sendiri. Edisi 4-10 Agustus 2003). Dia membubarkan DPR hasil Pemilihan Umum 1955 yang dianggap paling demokratis dalam sejarah Indonesia. Pada 1959. Sebagai figur pemersatu bangsa. dan nama jalan. tapi juga di dunia internasional. David Krisna Alka. Dia dikucilkan hingga menderita sakit-sakitan. Pidatonya dapat membangkitkan gairah yang berkobar untuk mengusir penjajah. Penghargaan yang diterima oleh sang Proklamator ketika Orde Baru berkuasa hanya pada monumen Pahlawan Proklamator. yang dibantah oleh Asvi Warman Adam. dalam sidang tahunan itu. Soekarno sering dalam setiap pidatonya mampu menggugah perasaan dan kesadaran kebangsaan rakyat Indonesia. agama. kalau boleh disebut "mitos politis Soekarno". tegas. nama besar Soekarno luntur. Nah. badan-badan pelayanan sosial Muhammadiyah tak hanya sekadar menjadi ”coretan-coretan dinding kota” yang terpampang di penjuru kota. Sebuah bangku sekolah di Muhammadiyah tak harus dibeli dengan harga mahal. Soekarno merupakan sosok yang memiliki daya juang luar biasa untuk mengangkat kedaulatan rakyat. Dake dalam bukunya. wajah lain Bung Karno mulai tampak. Direktur Program Center for Moderate Muslim (CMM). baik di medan perang maupun meja perundingan. dia menanamkan kepada rakyat untuk tidak menerima begitu saja sesuatu dari dunia luar. . Soekarno memiliki pengaruh yang besar sebelum dan sesudah wafat. Akhirnya pemerintah saat itu menetapkan agar dia dimakamkan di Blitar. agenda yang harus disiapkan Muhammadiyah saat ini adalah keperluan melakukan pembenahan dalam rangka menghadapi gejala metropolitan super-culture yang telah menjauhkan masyarakat dari rasa kepedulian terhadap kaum miskin kota. Sebab. Selain itu. In the Spirit of the Red Banteng. Masih banyak warga Muhammadiyah yang hidup dalam kemiskinan. Dake masih beranggapan bahwa inisiatif G30S berasal dari Presiden Soekarno sendiri dan itu hanya gara-gara secarik kertas. setelah lebih dari 30 tahun. Sidang Tahunan MPR tahun ini mengagendakan pembahasan ketetapan MPRS dan MPR mengenai keterkaitan Bung Karno dengan Gerakan 30 September 1965. Banyak versi mengenai hal ini. permintaan supaya Soekarno dikuburkan di Batutulis. bandara udara. dan komunis) dalam kedua lembaga tersebut dan menerima pengangkatan sebagai presiden seumur hidup. Presiden Soekarno membentuk pemerintahan otoriter yang dikenal sebagai demokrasi terpimpin dengan mengeluarkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Lebih dari itu. Bogor. Dalam catatan sejarah. Bung Karno memasukkan unsur Nasakom (nasionalis. Fraksi PDIP meminta nama baik Soekarno direhabilitasi karena sudah tercemar oleh simpang-siurnya sejarah versi Orde Baru. Sebagian kalangan menilai ada kesan politis yang dibawa FPDIP pada ST MPR itu. Indonesian Communist between Moscow and Peking 1959-1965. Alka * Dalam pergulatan sejarah kemerdekaan RI. Dia pun memukau dunia internasional dengan politik luar negerinya yang revolusioner.

Ketiga Tap MPRS itu adalah Tap MPRS No IX/1966 tentang Penyerahan Kekuasaan dari Soekarno ke Soeharto. Wahyu yang Hilang. maknanya sebagai mitos bisa dikatakan setaraf dengan mitos-mitos politis lain. Mitos-mitos Bung Karno dibesar-besarkan. Lembaga yang mendapatkan bantuan dari pihak asing tersebut tak terkecuali. Bila munculnya gambar Bung Karno di jalan-jalan itu terkait peristiwa pemilu. Emoh Bantuan Bersyarat Oleh David K Alka Aktivis Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah (JIMM) Peneliti Center for Moderate Moslem Jakarta Sekarang ini. Bung Karno selama ini sudah terehabilitasi dengan sendirinya dan Tap-Tap MPRS tersebut hanya berlaku sekali. Namun. dan Tap MPRS No XLIII/1968 tentang Pembubaran PKI. Gejala ini merupakan tolok ukur bagi pihak yang berkepentingan agar sosok yang memiliki nama besar dalam sejarahnya laku dijual. aktivis Maarif Institute For Culture and Humanity. Mitos Soekarno memiliki pengaruh besar untuk menggalang pendukung pada Pemilu 2004. Sebagian masyarakat terperangkap dengan daya tarik kekuatan tokoh seperti Bung Karno untuk dijadikan alat politik oleh partai yang mengaku sebagai penerus ajaran Bung Karno. 2003). Hari ulang tahunnya dirayakan besar-besaran dan seakan-akan semua itu secara magis dapat memberantas KKN serta memperbaiki kondisi bangsa yang sedang krisis ini. Ada gejala untuk memanfaatkan nama besar presiden pertama Republik Indonesia itu. sudah semestinya menempatkan tokoh kemerdekaaan seperti Soekarno pada tempat yang layak di pentas sejarah Indonesia agar sejarah bangsa Indonesia tidak berjalan terputus-putus. untuk mencicipi dana dari donor asing itu tentunya tidak semudah membalikkan telapak tangan.Gejala tersebut terlihat ketika FPDIP "ngotot" mengusulkan pencabutan ketiga Tap MPRS yang dianggap menghina Soekarno. lembaga yang kritis terhadap kebijakan pemerintah maupun yang manut terhadap pemerintah dan telah berupaya untuk mengecap nikmatnya donor asing tersebut. mitos Bung Karno tidak terikat secara riil dalam memecahkan problem bangsa ini. * David Krisna Alka. Penilaian objektif terhadap Pahlawan Proklamasi itu perlu ditempatkan secara kritis. Wajar kiranya fraksi selain FPDIP di MPR tidak setuju. Tap MPRS No XXXIII/1967 tentang Pencabutan Kekuasaan Soekarno dan Pemberian Kekuasaan kepada Soeharto. ketua IMM Cabang Ciputat. seperti mitos Napoleon (lihat Onghokham. Di setiap sudut kota terdapat fotonya. Fenomena ini mungkin baru terkuak sejak . hampir semua lembaga pemerintah maupun non pemerintah mendapatkan bantuan dari negara asing atau institusi asing. tentu dengan syarat-syarat yang sudah diatur sebelumnya. Bagaimanapun. Namun. Negeri Yang Goncang. Alasannya. Bantuan tersebut ada yang berupa pinjaman dan ada pula pure bantuan yang memiliki misi dibalik itu.

ajarkan pada santri bagaiaman cara mengoperasikan alat teknologi (hardware maupun software). ditambah dengan kemahiran dalam menawarkan program. menggarap lahan-lahan agama. dan ada proyek yang sangat menggiurkan akhir-akhir ini yaitu sekitar “proyek basah” dalam penantian Pemilu 2004. Asian Foundation. Orang-orang proyek biasa menyebut pihak asing itu dengan nama founding. lembaga pemohon (government atau non government) umumnya yang mengajukan permohonan bantuan. bukan ditawarkan.era reformasi. Tapi. Sebut saja founding itu. Ford Foundation dan yang lainnya. tentunya ada kesesuaian tema. dan siapa tahu? Ada salah satu santri yang pintar merakit bom yang lebih canggih kekuatan ledakannya dari bom Bali untuk mengebom AS. Nah. dan politik. bermacam rupa. Proyek mereka. seperti Islam pluralis dan Islam liberal. Lembaga pemohon akan yakin apabila ada relasi dalam struktur lembaga donor asing tersebut. misi dan kepentingan dari pihak asing tersebut. ternyata itu belum cukup untuk mendapatakan keyakinan agar dana dikucurkan. *** Selama ini. Tak pelak. Dengan bermodal proposal yang memiliki program menarik dan terencana dengan baik. terutama lembaga non pemerintah. sosial. misalnya IMF. entah ada angin syurga apa tiba-tiba pemerintah Ameika Serikat melalui "Presiden asingnya" menawarkan bantuan pendidikan untuk pesantren senilai 150 juta dolar. ada proyek ekonomi kerakyatan dan kapitalisme global. ekonomi. Pertemuan para kiai di Jakarta menolak bantuan tersebut jika bersyarat dengan mengubah kurikulum pesantren. UNDP. kecuali bantuan pihak asing terhadap pemerintah yang sudah nyaring terdengar sejak rejim saudagar Soeharto. Bagi lembaga non government persoalan ini baru marak sejak mulai dikenalnya LSM (lembaga swadaya masyarakat). reaksi pun bermunculan. bagi lembaga yang ingin mendapatkan bantuan. Isu yang berkembang adalah Bush akan mengintervensi kurikulum pendidikan pesantren." . Tapi ada anekdot menarik dari salah satu kiai yang nyeleneh ketika mendengar kabar itu: "Terima saja dananya. Ada proyek agama. ada proyek penelitian dan penyuluhan sosial. kita beli peralatan teknologi canggih.

Tapi. Pertama. pengguruan. yang sekarang menjabat Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat. Din Syamsudin. alumni jurusan pemikiran politik Islam dari University of California Los Angeles (UCLA) Amerika Serikat. maka jangan sekali-kali kita kehilangan kepercayaan diri dan jangan mau didikte. Din mengatakan bahwa bantuan AS untuk Pesantren adalah sebuah pelecehan. ujar Din yang juga salah satu ketua PP Muhamamdiyah. dan pendiktean kepada bangsa Indonesia. Sangat disayangkan. Prof. Fenomena terorisme dan radikalisme masih menghantui seluruh jagad ini. Bahkan mereka menempuh pendidikan di bawah naungan kurikulum universitas-universitas di Amerika Serikat itu sendiri. Lebih jauh lagi. maka itu sesungguhnya pendiktean dan pengguruan. MA. Dan para kiai sudah berasumsi bahwa Bush maenganggap pondok pesantren perlu dijinakkan karena pesantren identik dengan tokoh- tokoh radikal seperti Imam Samudera. sehingga makin menguatkan kedatangan Bush dengan agendanya sendiri. Respon para kiai terhadap tawaran Bush itu merupakan bentuk kekhawatiran bahwa AS memiliki misi lain dibalik tawaran itu. sebagian tokoh-tokoh Islam modernis dan Islam liberal. Dr. Alfaruk serta tersangka teroris-teroris berkopiah dan bersorban haji lainnya. ternyata juga memperoleh besasiswa dari pihak asing termasuk bantuan beasiswa dari negeri paman sam itu. Banyak tokoh-tokoh Islam nasional yang modernis bahkan tokoh Islam liberal yang dulunya belajar di pondok pesantren (santri). Dalam salah satu harian nasional. *** . ternyata Bush kurang pergaulannya kepada kalangan santri. terima saja tapi abaikan permintaan dari Amerika Serikat untuk mengubah kurikulum. dengan bersikap menolak bantuan tersebut jika ada motif untuk mengubah atau mengintervensi kurikulum pendidikan di pesantren. Selain respon para kiai mengenai tawaran Bush yang bersyarat tersebut. Mantan kader Golkar ini juga menyatakanan bahwa janji pemberian bantuan pendidikan dengan motivasi untuk memodernkan pendidikan Islam. memberikan dua opsi kepada lembaga pesantren untuk mensikapi tawaran bantuan dari Presiden Bush itu. Amrozi. Kedua. Tapi kalau menerima. berkomentar cukup keras.

mengenai tawaran Bush. 021. MH. Hegemoni negara-negara adikuasa dengan kekuatan moneter yang mereka miliki jangan sampai melecehkan harga diri negara yang sedang berkembang. Surya Paloh. apabila bantuan dari Presiden Bush ditolak oleh pimpinan pondok pesantren karena tawarannya mengandung misi yang tak baik bagi umat. jangan mentang-mentang gertakan dari Bush akan megganti kurikulum pendidikan pesantren membuat pihak yang terkait menolak untuk menerima bantuan itu. Bank Syariah Mandiri Pondok Indah Jakarta Bingung Memilih Calon Presiden Oleh : David Krisna Alka Proses pemilihan capres baru akan dilaksanakan kurang lebih satu tahun lagi. sekarang ini sudah beredar nama-nama yang akan bersaing seperti. 0047003470. Thamrin Jakarta Email : dk_alka@yahoo. Megawati Soekarnoputeri. Susilo Bambang Yudoyono. Dalam agama diajarkan bahwa tidak baik jika menolak bantuan yang telah ditawarkan orang lain. Bantuan yang mereka tawarkan tentunya memiliki konsekuensi dari apa yang nanti akan disepakti oleh pihak-pihak yang berkepentingan. Amien Rais. Telp.. Sri Sultan Hamengkubuwono X. Tapi. Syahrir. 081310794869. Nurcholish Madjid. Tawaran Bush seharusnya dipikirkan kembali. Skill lain yang harus dibutuhkan adalah keterampilan santri dalam menggunakan teknologi seperti komputer.com Hp. Santri tidak hanya diajarkan membaca kitab kuning dan menghapal kitab suci saja. Namun. apalagi bila kita benar-benar sangat membutuhkannya. Din Syamsudin. MA. internet dan yang lainnya. Alamat. ulama dan tokoh agama lainnya mempunyai persepsi dan cara pandang yang hampir sama. Dr. Dan mengenai komentar Prof. tentunya bantuan itu sangat dibutuhkan. pernyataan itu merupakan argumentasi yang berlandaskan emosi yang kurang arif. alangkah baiknya jika hal itui dirembukkan kembali. 14 No. Berapa banyak fasilitas pendidikan terutama pesantren yang kuramg memadai. Jadi. Gedung BPPT 1 lt. Abdurrahman Wahid. Wiranto. Akbar Tanjung. Jika melihat lembaga pendidikan sekarang. sikap kiai. Hasyim . sekarang belajar kitab kuning dan membaca kitab suci sudah bisa dengan menggunaan komputer maupun internet. Hamzah Haz. 08 Jl. itu berarti Bush akan memberikan syarat-syarat yang akan merugikan kita semua.3150717 Rek. Yusril Ihza Mahendra. Toh.

Surya Paloh. yang menguntungkan secara politis dan lumayan bersih adalah Nurcholish Madjid.Muzadi. dan Nurcholish Madjid. Trade record-nya memang bagus. Dari calon presiden ini ada beberapa calon yang sudah buram keberadaannya di mata masyarakat dan mahasiswa untuk dipercaya memegang tampuk kepemimpinan Indonesia mendatang. Menelusuri trade record masing-masing calon presiden merupakan upaya untuk meneliti apakah mereka tidak perna melakukan KKN? Seberapa besar respon masyarakat terhadap pencalonannya? Apakah gerakan politik mereka merugikan masyarakat? Putri Presiden RI ke-1 Megawati Soekarno Putri. Hal lain yang masih mengganjal ialah Undang-Undang Pemiliha Presiden dan Wakil Presiden mengenai capres harus sarjana yang tengah digodok oleh DPR. di tubuh Partai Golkar sendiri Ketua DPR dan juga terdakwa ini akan mendapat rintangan yang cukup berat untuk dapat dicalonkan menjadi presiden. Dengan menggunakan simbol sebagai pembela wong cilik. merupakan salah satu korban pemerintahan orde baru. Syahrir. Secara mengejutkan bersedia dicalonkan sebagai Presiden dengan langsung membawa Paltform 10-nya. dan Abu Rizal Bakri. dan pluralis. dan Abu Rizal Bakrie dan Wiranto. Ketua Umum PDI-P ini mampu meraih suara terbesar pada Pemilu 1999 yang lalu. jika ditelusuri trade record poltiknya. Soesilo Bambang Yudhoyono. Agum Gumelar. dan sudah barang tentu telah di susun sebelum kesediaannya untuk bertarung menjadi orang pertama di negeri ini. Akbar Tanjung. serta label lain yang melekat pada Rektor Universitas Paramadina ini. . Kharisma dari sang Ayah juga masih melekat pada dirinya. Nama yang disebut-sebut akan dicalonkan Partai Golkar untuk menjadi kandidat calon presiden dalam Pemilu 2004 selain akbar Tanjung adalah adalah Jusuf Kalla. sejak ia menjadi Presiden belum ada perbaikan berarti yang telah dilakukan. Dalam dunia akademis profilnya dapat diterima oleh mahasiswa dan namanya mungkin tidak setara untuk di sejajarkan dengan Surya Paloh. Cendikiawan. Namun. Ulama yang Inklusif. Sultan Hamengkobuwono X. Di kalangan mahasiswa dan masyarakat menengah tentunya tidak asing lagi dengan tokoh yang satu ini. Diantara capres dari Partai Golkar ini. Guru bangsa.

Kecakapan yang dimiliki mantan Ketua Umum PP. Dan akan menemukan lawan poltik yang tangguh pada Muktamar V PPP yaitu Bachtiar Chamsyah yang mengangkat isu kaum muda karena PPP adalah partai orang tua. Kebijakan dan pernyataannya yang banyak mengundang kontroversi banyak kalangan termasuk mahasiswa. Amin Rais. *** Pemilihan umum secara langsung yang baru pertama kali dilakukan di negeri ini. Selain itu pendamping Megawati ini ternyata memiliki istri tidak hanya satu. Sedangakan Hamzah Haz tidak punya peran yang berarti dalam kedudukannya sebagai Wakil Presiden. Partai Islam no”. Ketua MPR ini juga yang memukul palu sehingga Sidang Istimewa untuk menjatuhkan Gus Dur dari kursi presiden. Selain itu pendamping Megawati ini ternyata memiliki istri tidak hanya satu. Gus Dur banyak mengalami cobaan dan godaan. ada capres yang belum . Pada masa kepempinannya. sehingga partai yang dipimpinnya tidak mendapatkan tempat yang layak dalam kategori sebagai partai besar pada Pemilu 1999. Ada calon presiden yang masih menjadi terdakwa. kecakapannya Profesor muda ini dalam meraih simpati masyarakat kurang maksimal. mantan presiden RI ke-IV ini dengan percaya diri siap bertarung dalam pemilihan umum 2004. Poros tengahlah yang mengganjal Megawati untuk menjadi Presiden pada Pemilu 1999. diperkirakan akan menambah kebingungan bagi masyarakat untuk memilih capres pada Pemilu 2004. Ia lebih banyak berkampanye untuk persiapan Pemilu 2004 dengan melakukan kunjungan yang terkesan kepentingan politik daripada kepentingan bangsa. Abdurrahman Wahid. Yusril Ihza Mahendra. apa daya walaupuan tidak ikhlas harus menyerahakan kekuasaannya kepada Megawati. kecil kemungkinan Partai Islam akan mendukungnya pada Pemilu 2004. seringnya ia tampil di media massa maupun elektronik dengan komentarnya yang “berlebihan” serta tidak tegas terhadap kebijakan yang dilakukan pemerintahan Mega-Hamzah akan meredupkan sosoknya sebagai lokomotif reformasi. jika Cak Nur konsisten dengan pernyataannya. Muhammadiyah ini adalah ketangguhannya dalam berpolitik.“Islam yes. Pada Pemilu 2004 Gus Dur optimis bersama partainya akan meraih suara lebih besar dari Pemilu sebelumnya.

Saya teringat pesan Pramoedya Anantatoer ketika ditanya oleh reporter salah satu televisi swasta mengatakan. Peneliti pada MAARIF Institute for Culture and Humanity) Menumbuhkan rasa kemanusiaan (syuur insany) dalam kehidupan bermasyarakat dan beragama merupakan elan vital untuk mewujudkan negara yang berkeadilan sosial dan menjalankan ajaran agama yang emansipatoris. “Pemimpin indonesia mendatang haruslah dipegang oleh kaum muda. Dalam sebuah negara yang demokratis.” Harapan sastrawan besar ini patut kita hargai.tamat kuliah (belum sarjana). namun persoalannya bukan pada bersih atau kotor dan tua atau muda. ide yang bersumber dari bawah (rakyat kecil) sangat sesuai dengan . Kepedulian Negara dan Agama pada Anak-anak Terlantar Oleh : David K. Akan tetapi. Kebingungan tersebut tidak hanya ada pada masyarakat awam tapi juga termasuk mahasiswa. tentunya ini akan menjadi preseden buruk dalam sejarah perpolitikan nasional jika dalam Pemilu nanti gagal melahirkan tokoh yang sejalan dengan harapan masyarakat. seperti Cak Nur dan Amin Rais. Berapa banyak tokoh-tokoh besar yang memiliki semangat juang yang tinggi dan komitmen moral yang bersih. kelincahan dan kegigihan dalam political games adalah faktor besar dalam menentukan terpilihnya seorang presiden yang tua maupun muda. pemimpin kaum muda adalah sosok yang sehat untuk dapat dicalonkan sebagai Presiden Indonesia mendatang. ada capres yang hanya dikenal oleh kalangan menengah. karena kaum muda masih besih dari dosa politik terhadap bangsa ini. Lacurnya. Kebesaran figur capres bukanlah modal besar dalam dunia politik di Indonesia. ada capres apabila kelak terpilih akan mengusung syariat Islam. Wallahualam. Nah. Alka (Ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Cabang Ciputat.

sehingga mengabaikan program-program sosial-kemanusiaan terutama bagi anak- anak terlantar. sudah seharusnya dilaksanakan secara berkelanjutan. Yang sering terjadi selama ini. Namun lebih dari itu. Mereka tidur di emperan pertokoan dan di bawah jembatan dalam serangan malam yang seringkali menjadi lawan. kiranya tidaklah sebatas memanfaatkan momen dan menjalankan rutinitas perayaan.ciri utama demokrasi yang menekankan pada penciptaan keadilan. penyelenggara negara seolah-olah hanya mementingkan persoalan politik untuk kepentingan kelompok atau golongannya. . Dunia anak-anak mestinya dunia nan indah. politik dan ekonomi tidak tertransformasi pada rakyat dan umat secara baik dan merata.. seperti anak-anak terlantar yang berdiri bernyanyi di tengah sesaknya penumpang bus kemudian mengadahkan tangan. baik pendidikan maupun ekonomi. Agama dan negara yang demokratis. yang dimotori oleh pelaksana pemerintah tujuan utamanya adalah untuk menciptakan kesejahteraan dan keadilan bagi segenap warganya. Negara dan lembaga sosial yang ada. Dunia bermain yang tanpa tekanan berhak mendapatkan kebebasan untuk bermaiterlantar adalah bagian dari masyarakat Indonesia yang berhak mendapatkan keadilan sosial. Berilah mereka kebebasan bermain selagi itu tak membahayakan. harus terus diupayakan. Moeslim Abdurrahman- tampaknya lebih peduli memperjuangkan hak-hak masyarakat sebagai isu as a citizen dan as a consumer daripada memperjuangkan nasib orang-orang yang menderita sebagai as a worker atau as under-class citizen. Dalam memperingati Hari Anak Nasional ini. Mereka mengamen dengan tepukan tangan saat lampu merah di bawah panasnya matahari dan dinginnya malam. Program sosial- kemanusiaan yang menitikberatkan pada kesejahteraan anak-anak bangsa. tanpa momen Hari Anak Nasional pun penggalangan aksi sosial-kemanusiaan dan pendidikan untuk kemandirian bagi anak-anak tersebut. Itu semua adalah akta sosial yang terjadi pada sebagian anak-anak di negeri ini. Dan lebih menyedihkan lagi. Penuh canda dan tawa. mereka acapkali mengalami pelecehan seksual. Beberapa pandangan keseharian sering terlihat di kota-kota besar. Mereka berhneti bermain ketika benar-benar lelah. . peran negara untuk menciptakan kader-kader bangsa yang berkualitas.menurut Dr. tidak akan berdiri dengan mantap bila asas utama demokrasi yang bertumpu pada keadilan sosial. Negara. Mereka nakal bukan berari bodoh.

Pada saat-saat hari baik itu. memakai baju baru pemberian orang tua. Yaitu lewat agama yang mampu membebaskan belenggu-belenggu zamannya. berhati. Agama mesti mengayomi segenap golongan dan memelopori sikap saling berhubungan dan tolong menolong. Rasulullah melihat seorang anak kecil terpencil berdiri sendirian. bergembira. anak itu sudah lama hidup menderita yatim-piatu. Raut muka sedih berusaha untuk menahan air mata dari kegundahan yang tertanam. Dalam konteks kepedulian sosial bagi anak-anak terlantar. komitmen emansipatoris sebagai ukuran kebenaran itu harus diwujudkan di tengah kehidupan. saat melihat orang lain bergembira dan serba kecukupan. ketertindasan. kebodohan. Kebenaran agama sesungguhnya bisa dilihat dari keterkaitannya dengan komitmen emansipasi (pembelaan) dan solidaritas (kepedulian) kemanusiaan. “melindungi orang- orang yang tertindas adalah suatu keharusan”. serta menikmati hidangan hari raya dari ibunya. agama sudah selayaknya berfungsi sebagai etika kehidupan akhirat dan sosial yang menaungi segenap misi kemanusiaan sepanjang zaman. dan berotak luar biasa cerdas. Ia melihat teman-teman yang seusianya sedang berhari raya. Selain Negara. keterbelakangan dan misi suci lainnya. Agama janganlah dipaksakan untuk membela golongan kuat. Rasulullah sebagai seorang Nabi yang rendah hati. Pada suatu riwayat diceritakan: Ketika salah satu hari raya Idul Fitri. Ternyata. . (Asghar Ali Engineer. Menurut etika Qur’an. Islam sebagai salah satu agama yang berada di negeri ini memiliki peranan sangat berarti dalam melaksanakan misi sosial- kemanusiaan yang berdasarkan komitmen emansipatoris dan solidaritas kemanusiaan. Menurut Profesor Gregory Bahum (1997). telah menunjukkan kepeduliannya. dia merasakan alangkah pedih hatinya. Dan hubungan itu hendaknya mendasarkan diri pada dimensi luhur ajaran agama yang mesti dihayati dan diamalkan.1993).

nak?” tanya beliau. Sekarang ini. Hanya air matanya yang bercucuran. beliau bertanya: “Bersediakah bila Aisyah menjadi Ibumu. Kemudian Rasulullah pun tersenyum. Dia telah mempunyai ibu dan bapak kembali.” Ketika melihatnya. Rasa bahagia yang tampak pada orang yang diberikan pertolongan. Anak itu lalu diam meraskan beban yang sangat mendalam. Dengan suara penuh cinta kasih. aku yatim piatu” jawab anak kecil itu. dari waktu ke waktu kita dihadapkan pada persoalan sosial yang semakin rumit. Rasulullah lalu meletakkan telapak tangan kanannya di atas kepala anak yatim-piatu itu. di mana Bapak tempat meminta. Dan sudah menerima sesuatu yang tak ternilai harganya. refleksi merupakan cara yang tepat agar agama tidak kehilangan jawaban dalam masyarakat yang terus berubah. Rasulullah menghampiri anak itu: “Kenapa kamu berdiri sendirian di sini. Karena. anak itu melantunkan lagu kesedihan: “teringat pada nasib diri sendiri. Konsep yang lama harus ditransformasikan. Sehingga. dan penuh mesra. “Di manakah rumahmu?” ‘Tidak ada. di mana tempat Ibu mengadu. tak ada jawab bagi semua itu. Akhirnya. Selama ini. ada baiknya cerita di atas menjadi salah satu bahan refleksi untuk menumbuhkan kesadaran sosial bagi umat beragama. Anak kecil itu segera menghapus air matanya dan mengucap syukur dengan wajah gembira dan senyum yang berseri-seri. agar dewasa ini agama secara substansial tetap mampu mendampingi perubahan sosial yang terjadi secara tepat dan mendasar. agama selalu meng-intensitaskan ritual yang .Lalu. anak kecil itu merasa bukan yatim-piatu lagi. orang yang memberi dapat menikmati apa yang disebut rasa kebahagiaan dalam memberi. Moeslim Abdurrahman (Islam Transformatif. Menurut penulis. 1997). ikhlas. dan tempat tinggal Rasulullah jadi rumahmu?” Anak itu merasakan kebahagiaan yang besar ketika mendengar tawaran Rasulullah yang diucapkan spontan. di mana tempat rumah untuk pulang. menurut Dr. seakan-akan memantul kembali kepada yang memberi pertolongan. Muhammad menjadi bapakmu.

Proses kelahiran dan perkembangannya menunjukkan hal yang berkebalikan: berliku-liku dan kompleks. Baik bagi individu masing-masing umat. mestinya tidak hanya melalui penyadaran spiritual. 35 Kebayoran Baru Jakarta Selatan Telp. nasionalisme Indonesia rupa-rupanya tidaklah ditegakkan dalam satu garis lurus yang sederhana. Dan itu.seringkali menjadi sangat romantik. Mulanya nasionalisme itu dipahami sebagai manifestasi patriotisme radikal melawan kolonialisme dan imperialisme. Adityawarman No. Ketua Al-Maun Poetry Society. nasionalisme mengalami pergeseran orientasi akibat kepentingan para pelaku atau . 021 72011101. Setelah itu. lebih dihayati sebagai penyelamatan individu dan bukan sebagai keberkahan sosial secara bersama. Membebaskan ketelantaran dan ketidak-adilan bagi bibit-bibit bangsa adalah problem sosial negara dan agama. maupun kelompok-kelompok yang terlembagakan di dalam negara maupun agama. Kehidupan beragama seolah-olah menjadi sangat rutin. hanya sekadar mengusir penjajah dari Tanah Air. apalagi kesalehan sosial. Pada waktu itu. 18 Mei 2004 OPINI Nasionalisme para Penyair David Krisna Alka. Hp. Wallahualam Alamat: Jl. Sebagai sebuah konsep. tanpa keprihatinan yang melahirkan tanggung jawab sosial. tapi lewat kerja-kerja kongkret yang terprogramkan (konstruk sosial yang nyata). Kesadaran yang timbul akhir-akhir ini adalah kesadaran nasionalisme yang semu. hal itu tidak selalu membuahkan kesalehan diri. Namun. perjuangan beralih pada wilayah menata model kebangsaan dan mengatur penyelenggaraan negara yang akan dijalani. Jakarta DALAM melihat perkembangan kesusastraan Indonesia. Sebagai sebuah teks yang terbuka atau interpretatif. Pemahaman terhadap nasionalisme hanya sebatas cara mencapai tujuan dan tidak mengindahkan nilai-nilai yang dihayati sebagai kesadaran. nasionalisme adalah kebangkitan untuk memerdekakan diri dari penjajah. perasaan senasib dan sepenanggungan di bawah penindasan kolonialisme dan imperialisme. asas nasionalitas atau kebangsaan penting untuk ditekankan. kendati namanya semakin rajin disebut di mana-mana. Agama. Seolah Tuhan tidak hadir dalam problematik sosial. 081310794869 Selasa.

Rivai Apin. Imagined Communities. Bagi penyair yang intensif dalam mengelakkan kesenian daerah mestinya tetap konsisten untuk mengembangkan khazanah daerah mereka masing-masing. Setelah konsep nasionalisme mengalami keburaman. Berjuang bersama-sama dengan bangsa lain menciptakan dunia baru yang lebih harmonis. jika penekanan dalam membaca nasionalisme sesuai dengan yang dimaksud oleh STA tersebut. Sebab dunia dan umat manusia lambat alun menjadi satu dalam kemajuan ilmu dan teknologi. Pergulatan penyair dalam karya-karya mereka yang mengangkat dan mengembangkan salah satu daerah bukanlah suatu hal yang mudah. namun juga turut berkecimpung dalam pergolakan perjuangan kebangsaaan. Muhammad Yamin. Nah. tetapi juga berperan aktif dalam rangka persiapan kemerdekaan Republik Indonesia. nasionalisme pada kalangan penyair tidak hanya sebatas lewat karya. berarti merebut tempat. berputar pada dilema pengalaman lahir dan batin pada masa perjuangan kemerdekaan. Amir Hamzah. yang mengunci dirinya dalam keheningan .kepentingan golongannya. membaca kembali nasionalisme berarti harus pembacaan yang relevan dengan konteks zaman. Merujuk kepada pemahaman nasionalisme yang klasik. cukup untuk menjadi bahan berpuluh roman. ungkapan STA tersebut tidak harus selalu dituruti. Pembacaan nasionalisme Ben Anderson dalam karyanya yang sudah tak asing bagi sastrwaan kita. dan terutama sekali dalam kecepatan lalu lintas dan komunikasi. maka penyair tidak harus menuangkan gagasan kebangsaan mereka dalam bentuk yang sempit. Kontekstualisasi pembacaan terhadap konsep nasionalisme perlahan mulai dijajaki oleh penyair kita dengan menyajikan karya puisi yang mengkritik maupun membangkit mengenai fenomena Tanah Air yang penuh dengan kecam dan kecamuk. Nasionalisme adalah objektif dan netral. bagaimanakah pembacaan para penyair terhadap konsep nasionalisme itu? Pada dasarnya. Jiwa sang penyair Banyak kemungkinan bagi para penyair untuk menyelami rasa kebangsaan dan juga banyak kesukarannya. Dalam usaha menemukan identitas nasional. bebas nilai. menjelaskan bahwa nasionalisme itu harus menyentuh secara keseluruhan. Asrul Sani. dan penyair sebelum dan sejak zaman kemerdekaan. para penyair berusaha untuk mencari keseimbangan di dalam jiwanya. Dalam zaman pancaroba ini. seperti tiada terjadi seratus tahun sekali. Untuk merujuk pada pembacaan nasionalisme seorang sastrawan. dan beratus sajak. dan bebas kepentingan dalam masyarakat yang plural. Rustam Effendi. yakni perjuangan kebangsaan untuk membebaskan negeri dari penjajah. bukan berarti para penyair sekarang telah meniscayakan rasa kebangsaan telah memudar sedemikian rupa. dapat diterapkan dalam berbagai konteks. orang per orang dan golongan dalam masyarakat yang majemuk. Nah. duduk sama rendah berdiri sama tinggi dengan bangsa yang paling maju di dunia sekarang. Sutan Takdir Alisjahbana (STA) mengungkapkan bahwa. Bukan keseimbangan yang buta dan tuli. Toh kita tidak melulu mesti menerima berbagai pengaruh dan bentuk pencucapan seni dari budaya Barat. Nasionalisme yang baru. Reflections on The Origin and Spread of Nationalism. beragam sandiwara. telah melakukan perjuangan bukan hanya melalui kata-kata.

Nasionalisme tanpa sejarah itu namanya emosi bodoh. Menyucikan dan memuliakan jiwa manusia itu hanya mungkin dilakukan oleh seni apabila ia menjadi penjelmaan kesucian dan kemuliaan jiwa. tetapi mesti melihat kenyataan bangsa. dan sekacau ini. Seni mengangkat manusia dari kehidupan sekelilingnya ke suasana yang mulia dan suci untuk membersihkan jiwa. Kesadaran nasionalisme seperti itu menjadikan posisi penyair cukup penting dalam menumbuhkan jiwa kebangsaan yang tidak melulu patriotis. Nasionalisme harus disinari oleh kesadaran. dan pertentangan bunyi tinggi rendah yang berulang-ulang dan teratur. watak penyair sendiri. para penyair kini hendaknya bersyukur dapat menyaksikan dan mengalami semua itu. Pada setiap genre sastra selalu saja terjadi pembaruan yang dilakukan oleh pencipta. ketika membaca fiksi. dan menjadikan alat penyair untuk kepentingannya yang puitik. kita perlu belajar dan berkaca pada sejarah. Untuk dapat menikmati dan memahami puisi. Keadaan negeri yang sudah sesibuk. sedangkan irama adalah alun. mulia atau hina. sebagai penembus putih tulang dan sum- sum kata. Pada puisi terjadi pemadatan makna yang berwujud dalam bentuk larik dan bait-bait sebagai hasil cipta intuisi imajinatif penyairnya dalam bentuk sajak dan irama. Bangsa Yunani menyatakan bahwa guna seni itu dengan perkataan khatarsis. Para penyair akan berharga atau tidak. Selain itu. puisi juga merupakan unsur keindahan pada kata yang mempergunakan bunyi bersamaan. 04 Agustus 2005 Oleh David Krisna Alka Sebagai salah satu genre sastra. pengetahuan. Seni kata yang dituangkan penyair tidak melulu asyik bermain dengan dirinya sendiri. namun sebagai orang yang ikut serta bermain dengan hati yang berdebar-debar dan mata bersinar-sinar. carut-marut. Akan tetapi. antara keterikatan dan kebebasan mencipta. semata-mata bergantung kepada sifat. Lain halnya dengan fiksi. pengertian. Menurut Soedjatmoko (1991). yaitu pembersihan. akan dicapai suatu jalinan komunikasi seperti yang diungkapkan oleh Goenawan Mohammad bahwa puisi adalah suatu pembicaraan ke dalam hati yang mengimplikasikan pengakuan orang kedua sebagai persona. Puisi merupakan ekspresi pemikiran yang merangsang imajinasi dan pancaindra dalam susunan yang berirama. penyair berusaha untuk memberikan pencerahan dengan kemurnian jiwanya. gelombang. yaitu unsur yang tumbuh dari dalam karya (instrinsik) dan unsur yang mempengaruhi penciptaan karya tersebut (ekstrinsik).dan kesendirian. Sastra sebagai sebuah bentuk seni berada dalam ketegangan antara konvensi dan pembaruan. pembaca haruslah berusaha menghubungkan imajinasinya dengan intuisi imajinatif penyair. Akan tetapi bukan sebagai penonton. dan kesadaran sejarah. Dengan cara ini. seperti . *** Menanti Ikon Penyair Wanita Indonesia Kamis. puisi dibangun dari unsur-unsur genre sastra lainnya.

untuk dapat memahaminya.Yassin. Karena. dan menangkap realitas dengan penuh perasaan yang menggugah. Dari imajinasi dasar yang telah terarah ini. baik psikis maupun fisik. dalam puisi yang menceritakan tentang wanita hakikatnya mencoba untuk mengungkapkan hubungan-hubungan yang ada dalam dirinya sendiri. Diantara mereka masih sangat muda dan produktif sekali menghiasi rubrik puisi di media massa nasional. kepercayaan. *** Saat ini. kekayaan rasa yang lembut. nama-nama wanita penyair lainnya yang sudah cukup matang dan telah mendapat sorotan dari beberapa pemerhati sastra adalah Dorothea Rosa Herliany. beberapa nama baru wanita penyair pasca era penyair Toety Heraty. dan Ulfatin Ch. Wanita memilik sifat-sifat khas jika dibandingkan dengan pria. Karya-karya mereka telah . pembaca harus dapat memainkan imajinasinya atas teks tersebut yang diwujudkan melalui dialog antara teks. Wanita juga dapat mengubah kekuatan perasaannya membentuk aksara di atas kertas. disebabkan umur. Dalam membaca karya fiksi. pembaca dapat lebih mudah mengarahkan imajinasinya dengan menjelaskan alur dan perwatakan tokoh yang dipaparkan pengarang. Sosok wanita acapkali menjadi penghibur. Selain itu.cerpen atau novel. Pada puisi. Biasanya. dalam karya puisi kaum pria. Jarang sekali penyair pria dalam karya puisi mereka tak menuangkan perihal pergulatan kehidupan mereka terhadap wanita. wanita seringkali menjadi objek (penderita). St. pembaca dapat membina sesuatu imajinasinya akan gambaran-gambaran fiktif karya sastra yang sedang dibacanya. Rukiah dan Isma Sawitri perlahan mulai tampak bangkit. bahwa penyair pria seringkali memanfaatkan pengalamannya terhadap wanita untuk dijadikan objek dalam penciptaan puisi-puisi mereka. pengarang pun berlaku sebebasnya atas apa yang ia deskripsikan. dan pembaca. tidak ada duanya. Hal ini terjadi karena dalam mengolah imajinasi. membuat kata menjadi bermakna. dan pendukung makna bagi penyair pria. pengarang. Jika kita amati. Akan tetapi puisi bukan hanya keluh kesah yang melepaskannya cukup melalui kata-kata yang indah. keluh kesah wanita tertuang dalam sebuah catatan harian. S. Maksudnya. jenis kelamin. Nuraini. puisi seharusnya memiliki pengetahuan kelir belakang kemasyarakatan dan kesejarahan. seperti Dina Oktaviani dan Pranita Dewi. penyedap rasa. Sulit untuk ditampik. serta keadaan. Menurut H. Oka Rusmini. menjadikan imajinasi penuh rasa.B. pembaca akan berhadapan dengan suatu dunia rekaan yang dibentuk berdasarkan proses imajinatif yang dipaparkan. Mereka memiliki pengalaman unik. imajianasi pembaca dapat lebih diarahkan. Secara sengaja maupun tak sengaja perempuan mengkonstruksi realitas dan pengalamannya menjadi kata-kata puitis. bila ditinjau dari segi kualitas imajinatif.

puisi wanita Indonesia sampai saat ini belum memiliki ikon penyair wanita yang menjadi “idola”. walaupun semuanya pria. anggota JIMM dan Peneliti CMM Perempuan Menulis Puisi . Selain dari itu. pada kenyataannya dari angkatan 60-an sampai 90-an laki-laki penyair mendominasi khazanah kesusastraan Indonesia. Agus S. Sebenarnya. Apresiasi sastra berupa novel dan cerita pendek merupakan karya yang sangat diminati oleh peminat karya sastra di negeri ini. Memang bukan hanya berupa puisi ruang aktualisasi wanita untuk menorehkan keluh kesahnya dalam bentuk karya sastra. Sarjono dalam Panorama Sastra Nusantara (1997) menyebutkan bahwa semua eksperimentasi estetik telah dilakukan oleh generasi 60-an dan kian matang pada generasi 70-an yang menghasilkan sastrawan-sastrawan (laki-laki) yang mantap secara literer. baik antologi puisi sendiri maupun antologi puisi bersama. jika tak mau dibilang tidak. Dan juga tentunya bagaimana mengemas karya puisi menjadi karya laris seperti kemasan dan promosi novel-novel remaja (teenlith) yang tumbuh pesat akhir-akhir ini. Taufik Ismail. seperti Taufik Ismail. wanita penyair bebas menentukan kemana arah kekuatan puisi-puisinya. Sejatinya. Berbeda dengan novel. Menulis cerita pendek dan novel merupakan keluh kesah yang laris bagi penulis wanita. dan menampilkan sebuah kekhasan puitik yang dapat merebut perhatian khalayak penyair dan peminat karya sastra. bahkan berabad-abad dalam sejarah sastra Amerika. Mantan Ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Ciputat. tidak menyinggung satu orang pun penulis wanita. karya-karya puisi belum memasar. kurun-kurun waktu. yang disebut oleh Soenarjati Djajanegara dalam buku Kritik Sastra Feminisme mengungkapkan bahwa sejumlah besar bentuk sastra. Agus S. Sutardji Calzoum Bachri dan penyair besar laki-laki lainnya. Tetapi. Semoga ini tidak terjadi dalam dunia kesusastraan di Indonesia saat ini. sejauh pengamatan penulis. Elaine Showalter. pengkritik sastra feminisme yang terkemuka. harapan untuk menemukan ikon penyair wanita di Indonesia kemungkinan dapat terwujud. Sapardi Djoko Darmono. Lebih dari itu. Goenawan Mohammad. Ekperimentasi estetik perempuan melalui karya sastra seperti puisi memang tak mudah lepas dari kaum laki-laki. Banyak dari mereka yang masih “dihantui” oleh sajak- sajak Rendra. Penyair. Suatu survei di Amerika pada akhir tahun 1960-an menyebutkan bahwa kanon sastra di negeri itu merupakan tulisan kaum laki-laki. Sarjono memang tidak menyebutkan masalah tentang laki-laki penyair dan perempuan penyair. dan Abdul Hadi WM.mendapat perhatian dari beberapa penyair besar Indonesia. Semua latar belakang inilah yang kemudian menjadi latar bagi kelahiran generasi 80-an dan generasi 90-an dalam sastra Indonesia. menurut Sapardi Djoko Darmono persoalan itu terletak pada berani tidaknya penulis wanita memamerkan perasaannya pada khlayak ramai.

Nuraini. dan pendukung makna bagi laki-laki penyair. ekonom. . dan menangkap realitas dengan perasaan yang dalam menjadi puisi yang terurai dan berkembang. Beberapa perempuan penyair seperti Toety Heraty. Apa masalahnya? Padahal kekuatan rasa perempuan lebih tinggi dan mendalam dari laki-laki. Persoalan peran perempuan mulai banyak diperdebatkan sejak munculnya gerakan feminisme pada pertengahan tahun 60-an. Seluk beluk perempuan menjadi penghibur. platonis dan sulit terkadang pesimisitis. perempuan menulis keluh kesahnya dalam sebuah diary. Puisi bukan hanya keluh kesah yang melepaskannya cukup melalui kata-kata yang indah. karya-karya mereka kini sudak tak pernah terlihat lagi. Feminisme pada dasarnya muncul sebagai gerakan dengan tujuan untuk memperjuangkan hak-hak perempuan agar sama dengan laki-laki. Rukiah dan Isma Sawitri. Kompleksitas rasa pada perempuan memiliki daya menggugah yang cukup kuat untuk menulis puisi. S. Oleh David K Alka Penyair dan Ketua Program Sastra Al-Maun Poetry Society Perempuan penyair Indonesia dilihat dari segi kuantitas dan kualitas sangat sedikit dibandingkan dengan laki-laki penyair. penyedap rasa. St. sehingg dapat menggetarkan bahkan menanamkan makna kedamaian dalam sajak-sajaknya. politik. dan kegelisahan akan kehidupan. Hak-hak dalam segala bidang kehidupan. budaya dan sebagainya. perempuan cukup memilii kekauatn untuk memberikan pencerahan dan kelembutan. Oleh karena itu potensi perempuan menulis puisi kemungkinan dapat melebihi laki-laki. Jarang sekali penyair (laki-laki) tak menuangkan perihal perempuan dalam kumpulan puisi-puisinya. Secara sengaja maupun tak sengaja perempuan mengkonstruksi realitas dan pengalamannya menjadi kata-kata puitis. Akan tetapi. jika mulanya kekuatan puisi adalah rasa sebelum kata.B. Menurut H. sosial. menjadikan imajinasi penuh rasa. puisi seharusnya memiliki pengetahuan kelir belakang kemasyarakatan dan kesejarahan. Keluh kesah pribadi.Yassin (1993). Lantas apakah perempuan selalu akan menjadi objek dari laki-laki penyair? *** Wacana feminisme dan gender telah merambat hampir semua bidang. Menafikkan peran pengarang laki-laki dalam teks puisi yang objeknya perempuan tak dapat dipungkiri. sosial. Pengarang dan teks (puisi) sulit untuk dilepaskan dalam mencipakan puisi. Selama ini perempuan sering menjadi objek (penderita) bagi laki-laki penyair bukan sebagai subjek (pengarang). Biasanya. Perasaan pada perempuan begitu dalam. Karena dalam puisi yang menceritakan tentang seseorang (perempuan) hakikatnya mencoba untuk mengungkapkan hubungan- hubungan yang ada dalam dirinya sendiri. membuat kata menjadi bermakna. Perempuan merubah kekuatan perasaannya membentuk aksara di atas kertas. Imajinasi dan inspirasi dari segala yang ada pada perempuan dapat membuat teks puisi menjadi romantis.

memamerkan perasaannya pada khlayak ramai-. Berakitan dengna itu. Selain itu. ekperimentasi estetik perempuan melalui karya sastra seperti puisi memang tak mudah lepas dari laki-laki. meminjam istilah Sapardi Djoko Darmono . 1997). *** Sekarang ini beberapa perempuan penyair mulai menjajaki potensi kepenyairan dengan tampilnya penyair muda yang perempuan. para perempuan penyair belum memiliki ikon perempuan penyair yang patut dibanggakan. Menulis cerita pendek dan novel merupakan keluh kesah yang laris pada pengarang perempuan saat ini. Ulfatin Ch. Lebih dari itu.Feminisme ini kemudian melahirkan apa yang disebut “gender”. Persoalanya terletak pada berani tidaknya perempuan. Oka Rusmini. Sarjono (Panorama Nusantara. dan Abidah El Khalieky. Berbeda dengan puisi. jika tak mau dibilang tidak. belum memasar seperti cerpen dan novel. 2004). Menurut Agus S. dalam hal ini menyebutkan bahwa semua eksperimentasi estetik telah dilakukan oleh generasi 60-an dan kian matang pada generasi 70-an yang menghasilkan sastrawan-sastrawan (laki-laki) yang mantap secara literer. Isu tentang peran perempuan yang muncul dewasa ini. sebuah diskursus yang membedakan hak dan kewajiban antara laki-laki dan perempuan berdasarkan jenis kelamin (Said Ramadhan. Dalam menciptakan puisi. perempuan bebas menentukan kemana arah kekuatan puisi-puisinya dan menampilkan sebuah kekhasan puitik yang dapat merebut perhatian khalayak penyair dan peminat sastra. terutama di negara-negara berkembang seperti di Indonesia berkaitan dengan feminisme dan gender. Sejatinya. Namun. perempuan penyair tidak perlu bersusah payah untuk mempersoalkan dikotomi peran perempuan mengenai hak dan kewajibannya di sektor domestik (rumah tangga) atau di sektor publik (berkarir) dengan laki-laki. Taufik Ismail. Karya-karya mereka telah mendapat perhatian dari beberapa penyair besar Indonesia walaupun semuanya laki-laki. Tetapi secara umum. Beberapa nama perempuan penyair yang telah cukup mencuat akhir-akhir ini seperti. permasalahan mengenai peran perempuan penyair dalam hal itu memang agak rumit tetapi menarik untuk dikaji. karya-karya perempuan penyair belum memenuhi kuantitas dan kualitas yang lebih jika dibandingkan dengan laki-laki penyair. misalnya mengungkap persoalan feminisme dan gender. harapan untuk menemukan ikon perempuan penyair di Indonesia kemungkinan dapat terwujud. Memang tidak hanya berupa puisi ruang aktualisasi perempuan untuk menorehkan keluh kesahnya dalam bidang sastra. Apresiasi sastra berupa novel dan cerita pendek menjadi marketable bagi pengarang perempuan. Sutardji Calzoum Bachri dan penyair besar laki-laki lainnya.baik antologi puisi sendiri maupun antologi puisi bersama. Dorothea Rosa Herliany. seperti . Tetapi yang lebih penting adalah berkarya dalam menemukan makna dan mencari nilai artistik pada puisi. Mereka selalu merujuk pada Rendra.

Ayu Utami dan Djenar Mahesa Ayu (Cerpen) misalnya. Dalam cerita pendek. Para penikmat karya sastra kurang sekali melakukan kritik. Bukan lagi saatnya laki-laki menciptakan “dewa-dewa” dan perempuan menyembahnya. Sapardi Djoko Darmono. menurut penulis . Bukan Gaya Seks (Tanggapan untuk S. dan puisi-puisi mistik Abdul Hadi WM.081310794869 Sastra Indonesia Gaya Keilmuan. Mereka lebih banyak sebagai konsumen. Masalah itu juga terletak pada pengarang yang memanjakan penikmatnya dengan menyuguhkan karya sastra yang anti-intelektualisme dan cuma sebagai barang bacaan pengobat penat bahkan lebih dari itu. melakukan kritik sastra yang membangun dan mencerdaskan. Yoga) Oleh David Krisna Alka Bertaburannya karya sastra Indonesia dewasa ini ternyata banyak yang hanya menjadi lahapan baca sekadar pengisi waktu lenggang dan sebagai bahan bacaan hiburan. Dan. Taufik Ismail. demi mengembangkan budaya menulis puisi pada perempuan. perkembangan puisi. Tetapi. Danarto adalah pengarang terkuat dari sastra mistik yang sama sekali bersikap anti-intelektualisme. Tetapi perempuan lebih memacu diri untuk mencari alternatif bagi perkembangan diri. Berbeda dengan para pengarang yang disebutkan sebelumnya. dan itu terjual dengan laris. Beberapa pengarang yang disebut anti-intelektualisme kita temukan dalam puisi primitivisme yang mengigit Sutardji Calzoum Bachri. Beberapa pengarang disebut anti-intelektualisme itu terdapat pada esai-esai budaya dan masyarakat karangan Kuntowijoyo terbitan Tiara Wacana 1997.. banyak karya sastra anti-intelektualisme bermunculan dengan tema yang bukan lagi melangit. Oleh karena itu. telah memancing beberapa pengarang muda yang lain untuk mengikuti jejak mereka yang menjadikan karya sastra begitu liar jauh dari kesantunan dan kesan keilmuannya. Sejatinya. Sarjono memang tidak menyebutkan masalah tentang laki-laki penyair dan perempuan penyair. dan Abdul Hadi WM. puisi urakan Darmanto JT. Perempuan menulis puisi tak harus selalu bergantung pada laki-laki penyair. 021 79194641 Hp. Salah satu cerpen Djenar Mahesa Ayu berjudul ”Memek”. pada kenyataannya dari angkatan 60-an sampai 90-an laki-laki penyair mendominasi khazanah kesusastraan Indonesia. Duren Tiga Selatan VII 8a Warung Buncit Jakarta 12760 Telp. mengundang hasrat birahi. hendaknya sarana aktualisasi dan ruang gagasannya tidak lagi “dihantui” oleh kebesaran laki-laki penyair. Sekarang. karya sastra itu memberikan semangat intelektual yang mumpuni bagi peminatnya dan menyuguhkan karya yang menyadarkan akan pentingnya memaknai realitas dalam ruang sastra atau sebaliknya. Agus S. Semua latar belakang inilah yang kemudian menjadi latar bagi kelahiran generasi 80-an dan generasi 90-an dalam sastra Indonesia. Goenawan Mohammad. Tetapi. dan perkembangan kesusastraan Indonesia pada umumnya. dengan perspektif yang berbeda. (021) 79194642 Fax. Alamat: Jl. karya-karya sastra yang menjadikan imaji seks yang liar. belum menciptakan produksi baru dari karya sastra yang telah dibaca misalnya. tak ada salahnya jika kita berharap kepada perempuan untuk menulis puisi.

Oleh karena itu. Modernisasi dan globalisasi seakan menjadi patokan S. Secara lebih umum buku serupa kita temukan dalam Contingency. oleh karena itu. kita akan bertambah puritan tanpa memiliki kesantunan dalam berkarya. berkarya dengan berkutat seputar selangkang atau memberikan kesadaran melalui karya sastra yang menampilkan isi cerita yang berkualitas sosial dan intelektual? Lebih jauh lagi ST Sunardi mengatakan bahwa tema dan isi yang akan kita jadikan sebagai sebuah karya mestinya menggunakan bahasa yang longgar dan bermain dengan dirinya sendiri.terlalu vulgar. 19/06/2004). bagi sejumlah praktisi kajian budaya seperti Tony Bennett dan Laura Mulvey. Baumesiter berbicara secara khusus tentang inspirasi yang bisa diambil dari sastra (terutama narasi) oleh ilmu politik. tanpa mengemukakan hikmah dari karya sastra yang bertema seks itu sebagai karya sastra yang mencerdaskan dan menyadarkan di tengah kondisi bangsa kita yang carut-marut ini. ”Jadi kenapa dalam masyarakat yang tambah modern ini kita jadi uring-uringan tentang hal ihwal perempuan maupun laki-laki? Jangan-jangan tambah maju kita justru tambah puritan. Yoga.Yoga tersebut. Berikut puisi Joko Pinurbo sebagai bahan refleksi kita terhadap fenomena perempuan dan sekaligus membuat kita berpikir. tentunya bukan dari karya yang bicara seputar selangkangan. kajian budaya bukanlah sekadar pemberdayaan kaum intelektual humaniora. Berkaitan dengan itu. Misalnya dalam buku Literature and the political Imagiantion (1996) yang diedit oleh J. tentunya pembaca mendapatkan manfaat. tambah maju kita bukan malah tambah puritan tetapi membuka lahan bagi intelektual humaniora untuk menjelajah wilayah- wilayah baru dan memberikan perangkat analisis yang sekaligus mengangkat posisi humaniora untuk ”membaca” gejala-gejala zaman. dan tanpa mengarang tentang selangkangan dan ”teman-temanya” seakan pengarang yang menjaja imaji seks tak dapat hidup dibuatnya. . tanpa memberikan penyadaran tentang betapa kusamnya wajah bangsa. seakan tak ada bahan lain yang lebih mencerdaskan dan menyadarkan daripada mengarang seputar daerah selangkangan. Sunardi dalam Majalah Basis dua tahun yang lalu. tulisan S. pencerahan. sastra sebagai gaya keilmuan lebih baik daripada sastra sebagai gaya seks. sebagaimana yang ditulis ST. Tetapi. Yoga dengan puisi-prosa ”Anak Seorang Perempuan” karya Joko Pinurbo yang juga terkenal itu. Yoga dalam menanggapi tulisan Imam Cahyono tersebut. Banyak para ilmuan yang mengambil model sastra sebagai gaya keilmuannya bukan model sastra sebagai penggoda iman. Menurut Melani Budianta (2004). Tanggapan untuk Imam Cahyono” (Sinar Harapan. Yoga ”Puritisme dalam Sastra Indonesia. Nah. Ada harapan bahwa kemampuan membaca juga membawa kemampuan ”intervensi” terhadap sejumlah praktik budaya (karya sastra) yang menekan. Yoga menutup tulisannya dengan petikan puisi ”La Ronde” karya Sitor Situmorang yang terkenal itu karena melukiskan persetubuhan. bahkan akan mengkritik kembali tulisan pembelaan S. Horton dan Andrea T. misalnya pertanyaan S. Coba bandingkan puisi mana yang lebih indah bahasanya dan banyak membuat kita berpikir serta terkesan dalam hikmahnya antara membaca petikan puisi Sitor yang dikutip oleh S. Irony. bahwa dengan menunjukkan daya mempermainkan atau mengelak kekangan dalam berbagai wacana budaya sehari- hari.” Bukankah sebaliknya. manakah yang lebih penting. dan keindahan bahasa yang menggetarkan. lebih banyak mengumbar data para pengarang dan karya sastra yang masuk dalam lubang yang sama. Dalam hal model sastra sebagai gaya keilmuan. Jika S. Solidarity (1989) karya Richard Rorty yang pengaruhnya luar biasa–termasuk atas buku yang diedit Horton dan Baumesiter itu.

Pun ketika seorang teman penyair iseng-iseng bertanya apakah saya ini buah cinta sejati atau cinta birahi. Sekarang. Mereka lebih banyak sebagai konsumen. . melalui karya-karya sastra yang menjadikan imaji seks liar dan itu terjual dengan laris. Dalam cerita pendek. dengan perspektif yang berbeda. Sejak lahir saya diasuh dan dibesarkan Ibu tanpa kehadiran seorang ayah.dan bagi anak seperti saya yang mengalami kelembutan cinta seorang ibu soal itu toh tidak penting-penting amat. telah memancing beberapa pengarang muda yang lain untuk mengikuti jejak mereka yang menjadikan karya sastra begitu liar jauh dari kesantunan dan kesan keilmuan. bagaimana menampilkan karya yang memberikan pencerahan. Selain itu. Ketua Al-Maun Poetry Society. misalnya melakukan kritik sastra yang membangun dan mencerdaskan. belum menciptakan produksi intelektual baru dari karya sastra yang telah dibaca. Semestinya. Ayu Utami (novel) dan Djenar Mahesa Ayu (cerpen) misalnya. Beberapa tahun lalu. Mereka disebut anti-intelektualisme oleh Kuntowijoyo dalam beberapa esainya yang terkumpul dalam Budaya dan Masyarakat (1997). kecenderungan anti-intelektualisme ditemukan dalam puisi primitif yang menggigit Sutardji Calzoum Bachri. karya sastra yang anti-intelektualisme banyak bermunculan dengan tema yang bukan lagi melangit dan primitif. penyairku. Anggota Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah (JIMM) dan Peneliti CMM Jakarta Minggu. Ibu tak pernah menyebut dirinya perempuan jalang. Berbeda dengan para pengarang yang disebutkan di atas. Tetapi. Danarto adalah pengarang terkuat dari sastra mistik yang sama sekali bersikap anti-intelektualisme. dan mencerdaskan. karya sastra Indonesia memberikan semangat intelektual yang mumpuni bagi peminatnya dan menyuguhkan karya yang menyadarkan akan pentingnya memaknai realitas ke dalam ruang sastra atau sebaliknya. dan puisi-puisi mistik Abdul Hadi WM. apakah kau tahu pasti asal-usul benih yang tumbuh dalam kata-katamu?” Penulis adalah Penyair. saya menganggap dia bukanlah penyair cerdas. Justru Ibu yang bukan penyair pernah berkata. Para penikmat karya sastra Indonesia kurang sekali melakukan kritik. bukannya mengeksploitasi aurat perempuan dalam bungkus karya sastra. hasil hubungan terang atau hubungan gelap. masalahnya juga terletak pada pengarang yang memanjakan penikmatnya dengan menyuguhkan karya sastra yang anti-intelektual dan cuma sebagai barang bacaan pengobat penat bahkan lebih dari itu. 11 Juli 2004 Diperlukan Sastra yang Mencerdaskan Karya sastra Indonesia dewasa ini banyak yang hanya menjadi lahapan baca sekadar pengisi waktu lenggang dan sebagai bahan bacaan hiburan belaka.Hingga dewasa saya tak pernah tahu saya ini sebenarnya anak Siapa. puisi urakan Darmanto JT. Sebenarnya. para pembaca karya sastra dapat menjadi kritikus sastra dan tidak mesti harus akademikus sastra. mengundang hasrat birahi. Ibu pernah mengaku bahwa dulu ia memang suka kencan dengan banyak lelaki dan ia tak bisa memastikan benih lelaki mana yang tercetak di rahimnya dan kemudian terbit menjadi saya. ”Kau. Dan yang lebih penting lagi. hikmah. setelah dibaca.

terlalu vulgar. atau membaca cerpen yang berbau feminimisme. seperti mengambil inspirasi dari khasanah daerah yang begitu kaya dan beragam. Pengarang tidak harus melulu bermain dengan seks sebagai inspirasinya. Saat ini kita membutuhkan karya-karya sastra yang mencerdaskan dan menyadarkan di tengah kondisi bangsa kita yang carut-marut dan membutuhkan bacaan yang tidak terlalu 'menggoda iman'. Secara lebih umum hal serupa kita temukan dalam buku Contingency. Tetapi. tetapi membuka lahan bagi intelektual humaniora untuk menjelajah wilayah-wilayah baru dan memberikan perangkat analisis yang sekaligus mengangkat posisi humaniora untuk membaca gejala-gejala zaman. dan karya sastra yang memiliki kesan mendalam setelah dibaca. Namun. dan memanfaatkan perkembangan budaya pop yang 'heboh' dewasa ini. globalisasi. Irony. sekitar 60 persen pembaca memilih buku-buku sastra. manakah yang lebih penting. hikmah. membuat pembaca berpikir. bukan model sastra sebagai penggoda imannya. dan tidak mendidik. Seperti yang ditulis Maria Magladena (Republika. Misalnya dalam buku Literature and the Political Imagiantion (1996) yang diedit oleh J Horton dan Andrea T Baumesiter. para pengarang semestinya lebih mementingkan persoalan bagaimana karya sastra itu memberikan pencerahan. garang. Solidarity (1989) karya Richard Rorty yang pengaruhnya luar biasa. seiring dengan banyaknya tayangan media mempertontonkan bokong dan aurat lain yang seronok di hadapan kita.Salah satu cerpen Djenar Mahesa Ayu berjudul Memek misalnya. mengisahkan fenomena kemiskinan dan ketertindasan. Dilarang Mencintai Bunga-Bunga karya Kuntowijoya? Dari sisi pemasaran sebagai produk karya sastra kita memang cukup bangga melihat marak dan larisnya buku-buku sastra akhir-akhir ini. dari sisi kualitas yang diiringi oleh manfaat baca. perkembangan zaman seolah menjadi alasan yang kuat bagi para pengarang yang menjajakan seks melalui karya-karyanya. Apa pesan atau hikmah yang kita dapati setelah membaca karya-karya sastra yang berbau seks atau karya sastra yang bersemangat membuka aurat? Atau. kesadaran sosial dan kesadaran berbangsa. Menurut penulis. Seakan tak ada bahan lain yang lebih mencerdaskan dan menyadarkan daripada membicarakan seputar daerah selangkangan. termasuk terhadap buku yang diedit Horton dan Baumesiter itu. Karena itu. tambah maju kita bukan bertambah puritan. 27/06/04) naiknya gairah publik untuk membaca karya sastra itu akan memupus penyakit malas membaca sastra yang sekian lama diderita dan kecenderungan minat baca mulai bangkit. setelah kita membacanya kita mendapatkan pengetahuan yang menyadarkan. sebagaimana yang ditulis ST Sunardi di sebuah majalah sastra dua tahun yang lalu. tentunya pembaca mendapatkan manfaat. karya-karya sastra yang gencar bermain di seputar seks tersebut terasa jauh dari semua itu. Dalam hal model sastra sebagai gaya keilmuan. seperti ketika kita membaca roman Atheis karya Achdiat K Mihardja. Tanpa mengarang tentang selangkangan seolah-olah pengarang yang menjaja imaji seks itu tak dapat hidup. Banyak ilmuwan yang mengambil model sastra sebagai gaya keilmuannya. Buku ini berbicara secara khusus tentang inspirasi yang bisa diambil dari sastra (terutama narasi) oleh ilmu politik. dan keindahan bahasa yang menggetarkan. berkarya dengan berkutat seputar selangkang atau memberikan kesadaran melalui karya sastra yang menampilkan isi cerita yang berkualitas sosial dan intelektual? Lebih jauh lagi ST Sunardi mengatakan bahwa tema dan isi yang akan kita jadikan karya sastra mestinya menggunakan bahasa yang longgar dan bermain dengan dirinya sendiri. pencerahan. Akan tetapi. . Model sastra sebagai gaya keilmuan lebih baik daripada sastra sebagai gaya seks. dan bukan dari karya yang bicara seputar selangkangan. dan lain sebagainya. Mereka berdalih atas nama modernisasi.

Sastra merupakan tenda budaya yang mengedepankan keadaban dan menjadi kendali dari bobroknya moral bangsa. KHAZANAH SASTRA Nyanyian Sunyi Negeri Sealun Dendang Oleh David Krisna Alka Penyair dan Ketua Al-Maun Poetry Society Ketika sebuah pementasan puisi terpinggirkan oleh maraknya pertunjukkan populer di televisi yang menggelinjang akhir-akhir ini. Irmansyah termasuk baik dalam mengeksplorasi panggung disaat kejenuhan sempat menghampiri penonton. Suka atau tidak sukanya pembaca terhadap suatu karya. Membangun komunikasi pertunjukkan merupakan hal yang jarang dilakukan para penyair ketika membacakan puisi-puisinya. Irmansyah masih saja tetap duduk asyik dengan mengeluarkan bunyi bansi. Dengan bahasa lain. para pengarang yang mengumbar aurat itu mestinya tidak mudah terjebak pada sebuah emosionalisme yang amatiran. Dengan menggunakan sepasang sepatu yang berlainan warna. sedangkan kain batik dan bansi sebagai pencitraan terhadap sebuah tradisi budaya. Irmansyah mencoba memaknai negeri melaui jaringan penandaan dengan penempatan atau penerapan antara penanda (signifer) dan petanda (signified)-. memperjuangkan nilai-nilai moral dan kemanusiaan secara lebih utuh dan menyentuh. Sastra juga dianggap sebagai "alat kontrol" perilaku menindas nilai-nilai kemanusiaan. Irmansyah tengah melakukan pencarian identitas yang lebih kreatif seperti para penyair pendahulunya yang telah memiliki dayat tarik tersendiri ketika membacakan puisi. . harus mempertimbangkan sejauh mana karya yang ngeseks itu dapat memberikan pencerahan dan hikmah. Sastra merupakan salah satu "cakrawala budaya" untuk memperkenalkan ciri khas budaya. yang kiri merah dan kanan putih. Namun. Selain itu.Selain itu. memberikan semangat intelektual yang berwujud karya sastra. Dan. bukan suatu upaya berkarya dengan mengeksploitasi aurat secara serampangan. Tetapi. pertunjukkan yang bertema Negeri Sealun Dendang itu dihadapkan pada bahasa dan idiom lain dari yang pernah dilakukan penyair ketika membaca puisi-puisi mereka sendiri. kemudian berkata-kata. sebuah kesan eksentrik yang sudah biasa dari para penyair kita. Pertunjukkannya yang unik dibantu dengan alat musik tiup bansi dan dendang tanpa kata (permainan bunyi fonem yang berirama etnik khas Minang). Irmansyah memiliki gaya tersendiri dalam melisankan puisi-puisinya sehingga menimbulkan makna ganda antara menguatkan eksplorasi tradisi atau kritik terhadap negeri.merah dan putih sebagai simbol negara. Irmansyah melakukan pelisanan puisi-puisinya dengan sederhana tanpa ruah. Penggabungan bunyi alunan bansi dan dendang serta pengucapan puisi sebagai satu kesatuan memang merupakan kemampuan yang jarang dimiliki oleh penyair lain. *** Sebagai penyair. Mereka cenderung cukup mengandalkan kekuatan makna kata pada puisi tapi bukan pada ekplorasi puisi dalam bentuk yang lebih menarik. Kebanyakan para penyair kurang memiliki gaya dalam membacakan puisi. seperti yang dilakukan Irmansyah. seperti Rendra dan Sutardji membacakan puisi. Cukup dengan meja bundar dan kursi sebagai properti yang menunggu letih ingin turut di apresisasi oleh penyair.

Bantuan suara musik... apa yang telah dilakukan Irmansyah bukanlah pementasan spontanitas yang cuma mengandalkan energi kata dan ekspersi wajah. Alat musik yang digunakan tidak mengandung kesatuan sebagai pendukung sebuah bentuk musikalisasi puisi.pukh. ke-ta-pang…ke-ti-pung…pung…pang… pung. Sumatera Barat tempat Irmansyah pernah mengajarkan kepadaku (penulis) tentang apa itu puisi. karya Irmansyah yang pernah menang lomba cipta puisi Sanggar Kopi di Bali enam tahun yang lalu. di atasnya lumut Bercambur embun yang kemaren Membeku dalam dingin Kereta takkan pernah datang.. Pengarang cerpen Robohnya Surau Kami itu bisa dibilang ‘motor’ bagi beberapa penyair dan peminat sastra di Kayutanam. “Alam terkembang menjadi guru” kata almarhum A. Lalu malam itu semua tersapa dalam alunan dendang.. Puisi yang berjudul. Setidaknya. Gaya Irmansyah melisankan puisi-puisinya itu apakah dapat disebut sebagai musikalisasi puisi atau bukan tentunya akan paradoks jika ditilik lebih jauh.A Navis salah satu guru yang mengajarkan tentang kesusastraan dan kebudayaan kepadaku. Sedangkan alunan dendang merupakan sebuah kreatifitas yang butuh keberanian bagi penyair untuk mendukung kenikmatan sebuah pementasan pelisanan puisi seperti yang telah dilakukan oleh Irmansyah... Di sisi lain. ucapkan Apa saja di sana! Kau akan mendengar Musik kesunyian yang panjang Diiringi requiem yang amat mengerikan Salami saja apa yang kau inginkan dan Nikmatilah! Betapa hidup sendiri itu Sangat tak mengenakkan. kemudian Irmansyah melanjutkan membacakan puisinya.pukh.pakh.. Ketika Irmansayh membacakan puisi andalannya. walau ditunggu dalam sejuta musim Alunan bansi terdengar menyentuh. menembus keramaian arus kendaraan di depan Wapres Bulungan. Detakan hati ini turut bergetar. mungkin juga kepada Irmansyah.pakh. teringat kota tempat belajar tentang kesenian. Sunyi Kirim Surat Padaku.” Kalau ingin menyelami sepi. “Sunyi Kirim Surat Padaku. masuklah Kejantungku! Sebuah panorama tak terduga Bangku panjang diri. Keheningan yang terasa bertambah saat alunan bansi berirama khas minang mengingatkan akan kampung halaman. apabila pementasan yang bertema Negeri Sealun Dendang merupakan salah satu bagian dari pementasan yang mengusung perlawanan terhadap hiburan yang . baik dengan bansi maupun alunan suara mulut (baca:dendang) merupakan kekuatan tersendiri yang dimilikinya. Kalau ingin menegur malam.

Papua. Perlawanan itu tentu berkaitan dengan banyaknya penyair yang tak memiliki modal uang yang cukup untuk menerbitkan antologi puisinya sendiri. pengarang membubuhkan semua pengalamannya itu dalam salah satu bentuk karya sastra (cerpen. Nani Heroe.S. Sulawesi Utara. pengalaman yang menggelitik. La Rose. dan Jawa Tengah. Maria A. Tuti Nonka.16 kali angka nasional dan Bali 2. Secara nasional. Departemen Kesehatan (Depkes). (1938).puisi.roman dll) Begitu pula dengan novelis Titie said (1935). Kasus yang terbanyak dilaporkan dari DKI Jakarta. Akan tetapi. menyentuh. 2004). Riau.17 per 100. Ketika menemukan peristiwa yang memilukan. Titiek W. Jawa Timur. apalagi modal. dan lain-lain.komersial atau sastra yang komersial. lalu tereliminasi. HIV/AIDS dalam Novel Oleh David Krisna Alka Salah Seorang Penyair dalam antologi ON/OF Books. Dalam novel karya terbaru Titie Said yang berjudul Deana Pada Suatu Ketika (Obor.46 kali angka nasional. Titik Viva. Kalimantan Barat. Akan tetapi. Model seperti itu juga banyak digarap oleh novelis lainnya seperti Lastri Fardani (1941). Sarjono. DKI Jakarta 10. berpredikat sebagai mantan ratu kecantikan.novel. sosok pengarang wanita yang sering menggarap persoalan cinta yang dihubungkan dengan kehidupan keluarga. Sari Narulita. Jawa Barat. Yati Maryati Wiharja (1943- 1985).338 orang dan AIDS 2. waktu. The End of Trilogy dan Kepala Program CMM Begitu banyak macam realitas kehidupan yang tertoreh dalam bentuk karya sastra. kemudian nyanyian sunyi mengarungi. Data Depkes juga menunjukkan terdapat dua provinsi baru yang melaporkan AIDS. Sumatra Utara. kejadian nan unik dan hal-hal baru yang menggigit. Ike Supomo. *** Dalam peluncuran hari AIDS Sedunia tahun 2004 lalu. tingkat kasus AIDS sampai 30 September 2004 adalah 1. tentunya patut untuk didukung. wanita itu terkena virus HIV/AIDS. hingga 30 September 2004 jumlah kumulatif pengidap infeksi HIV sebanyak 3. berlomba unjuk gigi. Bali. Sebagai bentuk pencarian sebuah pertunjukkan puisi yang mendambakan peminat layaknya Akademi Fantasi Indosiar (AFI) atau Indonesian Idol.363 kasus.000 penduduk. Irmansyah tentunya belum mampu untuk menargetkan seperti itu dan butuh banyak makan tenaga. dan mencerahkan tentunya patut untuk kita hargai. Titie Said menggugah pembaca dengan menampilkan cerita novel mengenai problema kehidupan seorang wanita tenar. yaitu Nanggroe Aceh Darussalam dan Maluku Utara. dan istri dari seorang pengusaha yang tampan. sehingga sudah 27 provinsi yang melaporkan kasus AIDS. . Sri Bekti Subakir. Atau. Marga T. Nina Pane. sedangkan tingkat kasus AIDS tertinggi dilaporkan provinsi Papua dengan 20. jika pertunjukkan tersebut merupakan upaya untuk mengembangkan pementasan puisi yang lebih kreatif. mengadakan sebuah pertunjukkan puisi yang harus melalui saringan lewat tim penguji.27 kali angka nasional.

Itulah sebabnya jumlah perempuan yang terinfeksi HIV di Asia sejak 2000 meningkat 56%. Tujuh di antaranya meninggal dunia. dan kebanyakan pasien bukan dari pekerja seks. Di Batam. sepanjang tahun ini. yakni lima pasien. budaya. bukanlah kreatifitas yang sekali duduk langsung jadi. Ketua Tim Pelayanan dan Penanggulangan Penyakit AIDS RSUD Dr Muwardi Solo. walaupun perilaku perempuan itu tidak berisiko tinggi. Dari situ maka timbul pertanyaan. Namun. karena belum diketahuinya penderita HIV/AIDS yang tak terlacak. “Lalu aku pun bertanya. Kemungkinan besar data di atas bisa lebih dari itu. Itulah fakta data jumlah korban penderita HIV/AIDS yang ada di negeri yang “beradab” bernama Indonesia ini. Titie Said menekankan bahwa penderita HIV/AIDS harus diperhatikan dan penularannya harus dihentikan. ketika ia membutuhkan dukungan psikologis dari pihak keluarganya. dan gender menyebabkan perempuan lebih mudah terinfeksi HIV/AIDS. Kenaikan jumlah penderita HIV/AIDS juga terjadi di Solo. Penulis fiksi itu harus mampu menafsirkan kehidupan secara jitu. semua kombinasi faktor sosial dan gender tersebut membuat perempuan muda berusia 15-24 tahun di seluruh dunia dua kali lipat lebih berisiko terinfeksi HIV dibandingkan laki-laki. dan tidak sedikit pula istri yang baik terinfeksi HIV.3 juta orang. Titie Said menggugah kepedulian kita melalui novelnya ini. Lebih lanjut. bukanlah sekedar seni yang menjiplak kembali alam kehidupan. menurut Baby Jim Aditya. karena suaminya pernah berhubungan dengan orang lain. Diyakini mereka tertular virus mematikan itu akibat perilaku pasangannya. Mereka sering dilacurkan oleh keluarganya. Ada seorang napi perempuan yang positif HIV dari suaminya dikeluarkan dari penjara dengan tebusan uang. dua orang dalam perawatan intensif dan sisanya mengalami rawat jalan. sejauh mana novel dapat meningkatkan kepedulian kita terhadap masalah HIV/AIDS? *** Novel adalah salah satu karya sastra yang acapkali ceritanya menimbulkan dan memainkan rasa dan hati pembacanya. melainkan buruh dan pekerja pabrik. sejak Januari hingga November tahun ini sebanyak 21 orang penderita HIV/AIDS dirawat di RS Otorita Batam (RSOB). Tiga di antaranya meninggal dunia. mengapa perempuan yang paling banyak terkena virus HIV/AIDS?” Baby Jim Aditya menjawab bahwa faktor kerentanan sosial. Kerentanan sosial menyebabkan sering terjadinya kekerasan seksual terhadap perempuan di dalam maupun di luar perkawinan. Kemudian. Jumlah tersebut naik dibanding tahun lalu. Pertanyaan yang menggigit itu timbul dari sosok Deana. pihaknya menemukan sembilan pengidap penyakit mematikan itu. Dan. tokoh dalam novel itu. menulisnya penuh pergulatan yang intens terhadap rasa bahasa yang memperbincangkan realitas kehidupan dengan pengarang. ekonomi. meningkat dibanding tahun lalu. Menulis karya sastra seperti novel. Jumlah tersebut. menurutnya. . ternyata kehadirannya ditolak oleh keluarganya. “Mengapa harus aku? Mengapa bukan suamiku? Apakah virus yang menjalar pada tubuhku ini datang dari suamiku karena bersetubuh dengan pelacur penderita HIV/AIDS? Apakah kekuranganku?” Sangat menyentuh sekali Titie Said mengolah cerita novel barunya ini. Bila sakit pun sering terlambat diobati. mengungkapkan. sehingga jumlah total perempuan Asia yang terinfeksi HIV mencapai 2. Karya fiksi. perempuan kadang tidak mempunyai hak untuk menentukan kebutuhan sendiri. Menurut aktivis perempuan itu. dalam salah satu harianm media massa nasional Baby Jim bercerita.

sebuah praktik kanibalisme intelektual yang dipertunjukkan! Sejatinya. tanpa pesan moral yang berarti bagi pembacanya. Kurangnya perempuan mendapat akses pendidikan maupun pelatihan telah membuat mereka sulit mendapatkan pekerjaan layak. menurut penulis. Oleh mereka. dan ilmu fikih. tema-tema cerita seperti novel terbaru Titie Said ini dapat menjadikan kesusastraan tidaklah lagi menjadi penyamaran usang akibat sebuah praktik kanibalisme intelektual. David Krisna Alka email: dk_alka@yahoo. bagi penderita HIV/AIDS. Diantara ketiga cabang ilmu dalam . pengarang novel melakukan dekonstruksi terhadap karya-karya mereka yang “kekanak-kanakan”. bagaiamana karya fiksi mendapat tempat dalam perjuangan umat manusia? Nadine Gordimer. Maraknya novel bertema hura-hura yang melulu bercerita tentang pergumulan seks bebas dan. 081310794869 Jika Redaktur memuat tulisan ini Rekeningnya:1030004282402 Bank Mandiri KCP Jakarta Gedung Jaya Sastra Islam Sebagai Paradigma Pembebasan Oleh David Krisna Alka Sastra yang bermukim pada wilayah teologi Islam merupakan bibit dari munculnya kesusastraan melayu. sebuah praktik kanibalisme intelektual yang dipertunjukkan. Imajinasi seorang penulis adalah barang jajahan yang diambil dari kehidupan orang lain. Mari bercerita tentang keberpihakan kita kepada kemanusiaan. *** Novel Deana pada suatu ketika karya Titie Said setidaknya telah memberikan bentuk kesadaran baru bagi kita yang belum terkena HIV/AIDS dan. novel ini dapat dijadikan sebagai rujukan bahwa kita mesti berani mengahadapi hidup. penulis perempuan terkemuka peraih Hadiah Nobel Sastra 1991 mengungkapkan.com Hp. Tidak heran karena pendidikan yang rendah banyak perempuan muda terjerumus mencari pekerjaan sebagai pekerja seksual komersial (PSK). Dari sisi kesusastraan. Sastra keagamaan yang merujuk pada Islam itu dapat dibagi kepada tiga cabang. Karena kepentingan yang ada adalah untuk sosialisasi pencegahan bencana diri manusia dan membangkitkan kualitas hidup manusia. ilmu kalam. kesusastraan menjadi senantiasa ditelanjangi dengan senang hati. yaitu ilmu tasawuf. penulis fiksi itu sendiri sering dipersepsikan sebagai sesuatu yang fiktif. dan berusaha untuk mampu menjawab pertanyaan. akan membuat kesusastraan menjadi penyamaran usang yang senantiasa ditelanjangi dengan senang hati. jika dilihat dari karya yang ditulis.

sebab dapat menampung gagasan baru yang diperlukan pada zaman itu. Hamzah Fansuri merupakan pelopor sastra Islam tersebut. . atau bersatu dengan semesta. ilmu tasawuf yang paling dekat dengan sastra. kesejatian alam. Karena manusia tidak bisa melepasakan diri dari pengertian tentang Tuhan. Menurut penyair Abdul Hadi WM dalam disertasinya. maka banyak kemungkinan bagai para Sufi untuk memperoleh derajat tertinggi jika sudah bersatu dengan Tuhan. istilah konseptual dari al-Quran dan falsafah Islam. bakat Hamzah Fansuri sebagai sastrawan besar tampak dalam kesanggupan kreatifnya merombak bahasa lama menjadi bahasa baru dengan cara memasukkan ratusan kata Arab. Bahasa ini lantas tampil sebagai bahasa intelektual yang dihormati. khususnya sastra Islam. malah puisinya yang mencerminkan pergulatan penyair menghadapi realita zaman dan pengembaraan spiritualnya. menjelaskan. banyak tokoh tasawuf (Sufi) berharap untuk dapat bersatu dengan Tuhan. Setelah melewati persinggahan-persinggahan (maqamat) dalam rasa kebatinan yang begitu dalam. Estetika Sastra Sufistik: Kajian Hermeneutik terhadap Karya-karya Syaikh Hamzah Fansuri. bahwa Hamzah Fansuri merupakan cendekiawan dan pemimpin tasawuf yang berpengaruh pada zamannya. Mereka berusaha mendapatkan kesejatian diri. Ilmu tasawuf menjelaskan tentang wilayah esoteris manusia dengan Sang Pencipta. dan kesejatian Tuhan. Sebagai pencipta pertama syair melayu dengan bentuk puisi empat baris. dalam persinggahan itu muncul kalimat-kalimat yang begitu indah dengan penjiwaan yang begitu dalam dan mengandung keindahan bahasa yang sungguh luar biasa.kajian Islam itu. Dalam konteks sejarah sastra Islam di Indonesia. Singkatnya. Peranan penting beliau dalam sejarah pemikiran dunia melayu nusantara bukan saja karana gagasan tasawufnya.

mulai dari puisi sampai kepada arsitektur terlihat dengan jelas perpaduannya dengan tasawuf. Para penyair yang sufistik beralih ke dalam nuansa yang sama tapi tujuannya yang berbeda dalam menuangkan sajak-sajak keindahan tersebut. karya-karya paling universal termasuk ladang garapan tasawuf itu. adalah semangatnya yang membangkitkan kesusastraan Arab dan Persia. Hampir dalam setiap bentuk seni. Saat ini. setelah perkembangan sastra dan tasawuf tampak seperti terbawa oleh kencangnya arus roda zaman. Otokritik Banyak para penyair berusaha menuangkan harmoni kata yang indah dalam setiap karya puisi mereka. Tasawuf memperkaya sastra Arab. mulai dari lirik-lirik lokal dan sajak-sajak epik sampai kepada karya-karya didaktik dan mistik yang dimensinya sangat universal. Dalam kesusastraan Islam. Sayyid Husein Nasr menjelaskan.” Islam penuh dengan . bahwa para Sufi hidup di dunia ini seakan-akan tinggal di suatu tempat yang dinamakan sebagai pelataran depan Taman Firdaus. Dalam pengantar buku Tasawuf dulu dan Sekarang (1985). dan karenanya menghirup udara dalam suasana yang penuh getar kerohanian dimana keindahan memancar dari perkataan dan perbuatan mereka. Begitu juga tasawuf. Pekik zaman yang kian hari makin menggetirkan. walau maksud dari puisi tersebut adalah kegetiran yang tak tampak dalam kasat kata. kebanyakan dalam bentuk prosa dan sastra Islam Persia yang lebih lokal sifatnya. membuat para penyair seperti kehilangan kaki untuk melangkah. pesona indah kalimat yang diucapkan para Sufi berbeda dengan pengalaman pahit yang mereka derita karena mengharap pancaran Illahi menyelam ke dalam hati. Pengaruh tasawuf besar sekali. bahasa nan indah tapi substansi puisinya seperti “orang-orang kalah.

Kuntowijoyo menjelaskan. adalah sastrawan Islam (Timur Tengah) yang dalam karya-karyanya terdapat unsur pembebasan. Toha Husein.A Navis merupakan salah satu contoh karya sastra yang memiliki paradigma pembebasan dalam sastra Islam. Kuntowijoyo dengan sastra profetiknya telah menanamkan dan memperkaya cakrawala sastra religius yang lebih membawa pencerahan daripada sastrawan sufistik yang lebih sibuk mengurus hablumminallah (melangit) daripada hablumminannas (membumi). Nawal Sadawi. Bukankah hidup ini memerlukan keseimbangan. dan beriman kepada Tuhan itu transendental. sesungguhnya semua sastra punya bobot transendental. diperlukan paradigma pembebasan. sedangkan nahi munkar itu pembebasan. cerita pendek Robohnya Surau Kami karya A. Sastra transendental mengambil tema-tema keagamaan yang variasinya amat banyak dan tidak melulu harus mengambil tema yang kesepian. Kuntowijoyo muncul dengan sastra transendental guna mengenapi isu sastra Islam yang ada. Amar ma’aruf itu memanusiakan manusia. Menuangkan gagasan yang melulu melangit bukanlah suatu yang tak berguna. Tapi alangkah baiknya jika menciptakan karya sastra yang “langit menjadi lebih bumi”. peran dunia tasawuf dalam khasanah sastra di Indonesia tak dapat dielakkan. Dalam konteks kesusastraan Indonesia. Penjumlahan semua itu menurut Kuntowijoyo menjadi sastra profetik. asal dilihat dari pandangan teologis dan metafisis. Lebih luas lagi. . Namun. tapi Islam mesti diketengahkan dalam konteks yang lebih luas (eksoteris).dimensi. Begitu pula dengan sastra Islam. bukan hanya aspek esoteris saja yang dimiliki. Sastra profetik inilah yang menurut penulis mesti lebih dikembangkan dikalangan generasi terkini. dan Naquib Mahfudz. Kemudian. Manusia dituntut untuk ber-amarma’ruf nahi munkar.

dan Bung Hatta dalam Puisi HP 081310704869 Email: dk_alka@yahoo. sastra bisa tampil untuk menjadi profeter asal bervariasi di dalam tema sastranya. Dian Sastro for President.com Rek. Bukankah sastra itu dapat mengekspersikan zaman sekaligus dapat memberikan kritik terhadap zamannya? Setiap perubahan zaman. ruang sempit sastra Islam dapat diperluas menjadi lebih membebaskan dan mencerahkan. Sastra dapat pula menjadi pembela moralitas ketika kesadaran masyarakat menurun.com. Direktur progam Center for Moderate Muslim (CMM). cmm_jkt@yahoo. karya sastra itu dapat berkembang. sajak-sajaknya ada dalam Antologi puisi bersama. selain di media massa nasional. Masa depan sastra sama dengan masa depan organisasi sosial. Sejatinya. diantaranya. Duka Aceh Luka Semua. karya sastra yang membawa pencerahan jiwa dan pencerahan sosial sama-sama dibutuhkan. Tak dapat dipungkiri. 103-00-0428240-2 Bank Mandiri KCP Gedung Jaya Jakarta David Krisna Alka .