Anda di halaman 1dari 15

LAMPIRAN II.

2
PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR
706/PM.1/2008 TENTANG URAIAN JABATAN
DI LINGKUNGAN DIREKTORAT JENDERAL
ANGGARAN

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

-1-

1. NAMA JABATAN : Direktur Penyusunan Anggaran Pendapatan
dan Belanja Negara

2. IKHTISAR JABATAN:
Melaksanakan penyiapan penyusunan Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran
Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN), Laporan Semester I pelaksanaan
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Rancangan Anggaran
Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P), sumbangan bahan Pidato
dan Lampiran Pidato Presiden, Jawaban Pemerintah atas Pertanyaan Dewan
Perwakilan Rakyat, Jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga
Internasional dan Regional, dan Kerangka Pendapatan dan Belanja Negara, serta
Pembiayaan Anggaran Jangka Menengah.

3. TUJUAN JABATAN:
Tersusunnya Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja
Negara (RAPBN), Laporan Semester I pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan
Belanja Negara (APBN), Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
Perubahan (RAPBN-P), sumbangan bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden,
Jawaban Pemerintah atas Pertanyaan Dewan Perwakilan Rakyat, Jawaban
pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional, dan
Kerangka Pendapatan dan Belanja Negara, serta Pembiayaan Anggaran Jangka
Menengah yang transparan, akuntabel, dan tepat waktu.

4. URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN:
4.1. Mengkoordinasikan penyusunan outline Nota Keuangan dan Rancangan
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
4.1.1 Menugaskan para Kasubdit untuk menyusun konsep outline Nota
Keuangan dan RAPBN dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan
RAPBN;
4.1.2 Meneliti dan mengoreksi konsep outline Nota Keuangan dan RAPBN
dan menyampaikan kepada Direktur Jenderal Anggaran, Staf Khusus
Menteri Keuangan, Pejabat Eselon I di lingkungan Departemen
Keuangan, dan instansi terkait;
4.1.3 Meneliti dan mempelajari masukan dari Direktur Jenderal Anggaran,
Staf Khusus Menteri Keuangan, Pejabat Eselon I di lingkungan
Departemen Keuangan, dan instansi terkait;
4.1.4 Menugaskan Kasubdit Data dan Dukungan Teknis Penyusunan APBN
untuk melakukan perbaikan konsep outline Nota Keuangan dan
RAPBN;
4.1.5 Meneliti dan mengoreksi perbaikan konsep outline Nota Keuangan dan
RAPBN dan menyampaikan kepada Direktur Jenderal Anggaran untuk
dibahas dalam Rapat Pimpinan Departemen Keuangan;
4.1.6 Meneliti dan mempelajari bahan masukan konsep outline Nota
Keuangan dan RAPBN sesuai hasil Rapat Pimpinan Departemen
Keuangan;

2.1. 4.7 Menugaskan para Kasubdit untuk menyiapkan bahan-bahan rapat dari instansi terkait. 4.8 Meneliti dan mengoreksi bahan I-Account dalam rangka finalisasi. belanja negara.5 Meneliti dan mengoreksi perbaikan konsep time frame dan mekanisme penyusunan dan pembahasan Nota Keuangan dan RAPBN sesuai hasil Rapat Pimpinan Departemen Keuangan dan menyampaikan kepada Direktur Jenderal Anggaran.1. 4.1 Menugaskan Kasubdit Data dan Dukungan Teknis Penyusunan APBN untuk menyusun time frame (siklus dan jadwal) dan mekanisme penyusunan dan pembahasan Nota Keuangan dan RAPBN.2.3.3.2 Meneliti dan mengoreksi konsep time frame dan mekanisme penyusunan dan pembahasan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN dan menyampaikan kepada Direktur Jenderal Anggaran untuk dibahas dalam rapat pimpinan.2.3. 4. 4. pembiayaan anggaran. Mengkoordinasikan pembuatan perkiraan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam bentuk I-Account dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan Rancangan APBN 4. . 4. 4. 4.3.2. 4. 4. dan menyampaikan kepada Direktur Jenderal Anggaran.3 Meneliti dan memeriksa hasil pembahasan Rapat Pimpinan. Mengkoordinasikan penyusunan time frame (siklus dan jadwal) dan mekanisme penyusunan dan pembahasan Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 4.3.3 Meneliti dan mengoreksi hasil analisis dan perkiraan yang disampaikan para Kasubdit.2 Menugaskan para Kasubdit untuk menyusun perkiraan pendapatan negara. 4.5 Meneliti dan mengoreksi perkiraan APBN dalam tabel I-Account yang disampaikan oleh Kasubdit Data dan Dukungan Teknis.3.3. 4.4 Menugaskan Kasubdit Data dan Dukungan Teknis Penyusunan APBN untuk melakukan perbaikan konsep time frame dan mekanisme penyusunan dan pembahasan Nota Keuangan dan RAPBN sesuai hasil Rapat Pimpinan Departemen Keuangan.4 Menugaskan Kasubdit Data dan Dukungan Teknis Penyusunan APBN untuk menggabungkan hasil analisis dan perkiraan APBN dari masing- masing Kasubdit dalam bentuk tabel I-Account. MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -2- 4.3.1 Membahas persiapan penyusunan perkiraan APBN dalam bentuk I- Account dengan para Kasubdit dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN.2.7 Menugaskan Kasubdit Data dan Dukungan Teknis Penyusunan APBN untuk melakukan perbaikan terhadap konsep outline Nota Keuangan dan RAPBN sesuai dengan hasil Rapat Pimpinan.8 Meneliti dan mengoreksi perbaikan konsep outline Nota Keuangan dan RAPBN sesuai hasil Rapat Pimpinan Departemen Keuangan dan menyampaikan kepada Direktur Jenderal Anggaran. dan asumsi dasar ekonomi makro.6 Membahas dengan para Kasubdit mengenai tabel I-Account dan menyampaikannya kepada Direktur Jenderal Anggaran. 4. 4.3.2.

serta Staf Khusus Menteri Keuangan.3.4.4.9 Meneliti dan mengoreksi naskah analisis perkembangan dan perkiraan APBN yang telah diteliti oleh Tim Koreksi dari Kasubdit Data dan Dukungan Teknis Penyusunan APBN dan kemudian menyampaikan naskah tersebut kepada Direktur Jenderal Anggaran. Mengkoordinasikan pembuatan konsep analisis perkembangan dan perkiraan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 4. 4. Pejabat Eselon I lainnya.4. 4. 4. 4.2 Meneliti dan mengoreksi naskah analisa perkembangan dan perkiraan APBN. MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -3- 4.7 Meneliti dan mengoreksi hasil perbaikan naskah analisis perkembangan dan perkiraan APBN 4. pejabat Eselon I lainnya.4.3.12 Menugaskan kepada para Kasubdit untuk melakukan perbaikan rancangan perkiraan APBN sesuai dengan hasil rapat pimpinan Departemen Keuangan.3.4.4.1 Menugaskan para Kasubdit untuk menyusun naskah analisis perkembangan dan perkiraan APBN dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. 4.9 Menugaskan para Kasubdit untuk menyiapkan bahan-bahan (dan data pendukung serta penjelasannya) rapat pimpinan Departemen Keuangan. 4.10 Meneliti dan mengoreksi hasil perbaikan rancangan perkiraan APBN yang disampaikan oleh para Kasubdit untuk disampaikan kepada Direktur Jenderal Anggaran untuk dipergunakan dalam rapat Pimpinan Departemen Keuangan.4.4.3.4 Meneliti dan mengoreksi gabungan konsep naskah analisa APBN. 4. 4.3 Menugaskan Kasubdit Data dan Dukungan Teknis Penyusunan APBN untuk menggabungkan konsep analisis perkembangan dan perkiraan APBN. 4. 4. 4.4.6 Menugaskan Kasubdit Data dan Dukungan Teknis untuk melakukan perbaikan naskah analisis perkembangan dan perkiraan APBN sesuai dengan hasil koreksi tersebut. dan menyampaikan kepada Direktur Jenderal Anggaran.4. serta Staf Khusus Menteri Keuangan. .5 Meneliti dan memeriksa hasil koreksi naskah analisa perkembangan dan perkiraan APBN dari Direktur Jenderal Anggaran.13 Meneliti dan mengoreksi hasil perbaikan rancangan perkiraan APBN dari para Kasubdit dan kemudian menyampaikannya kepada Direktur Jenderal Anggaran.8 Membentuk Tim Koreksi yang anggotanya terdiri dari pegawai Direktorat Penyusunan APBN dibawah koordinasi Kasubdit Data dan Dukungan Teknis Penyusunan APBN untuk memeriksa ulang naskah analisis perkembangan dan perkiraan APBN terutama yang terkait dengan akurasi penulisan angka-angka. 4.11 Mengikuti rapat pimpinan Departemen Keuangan mengenai rancangan perkiraan APBN bersama dengan Direktur Jenderal Anggaran.3.

5.6. 4.5.7 Meneliti dan mengoreksi bahan rapat pimpinan dan melakukan finalisasi atas bahan-bahan tersebut yang kemudian disampaikan kepada Direktur Jenderal Anggaran. 4. 4.5.2 Meneliti dan mengoreksi hasil analisis perkiraan realisasi semester I dan prognosa semester II pelaksanaan APBN dari para Kasubdit.1 Menugaskan para Kasubdit untuk menyusun konsep perkembangan realisasi APBN semester I dalam rangka penyusunan laporan pemerintah tentang pelaksanaan APBN dalam semester I.1 Menugaskan Para Kasubdit untuk menyusun perkiraan realisasi semester I dan prognosa semester II pelaksanaan APBN.5. 4.6. 4.5. 4.5 Membahas perkiraan realisasi semester I dan prognosa semester II pelaksanaan APBN dengan para Kasubdit dan menyampaikan kepada Direktur Jenderal Anggaran. 4.2 Meneliti dan mengoreksi konsep perkembangan realisasi APBN semester I dari para Kasubdit.3 Menugaskan Kasubdit Data dan Dukungan Teknis Penyusunan APBN untuk menggabungkan konsep perkembangan realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara semester I untuk dijadikan laporan pemerintah tentang pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara dalam semester I. Mengkoordinasikan pembuatan konsep perkembangan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Semester I dalam rangka penyusunan Laporan Pemerintah tentang pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dalam Semester I 4.5.10 Meneliti dan mengoreksi hasil revisi tabel I-Account beserta data pokok dan tabel-tabel pendukung lainnya dari para Kasubdit dan menyampaikannya kepada Direktur Jenderal Anggaran.6 Menugaskan para Kasubdit untuk menyiapkan bahan-bahan (dan data pendukung serta penjelasannya) rapat pimpinan Departemen Keuangan.5. 4. . 4.5. MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -4- 4. 4.8 Meneliti dan mengoreksi hasil rapat pimpinan Departemen Keuangan mengenai perkiraan realisasi semester I dan prognosa semester II pelaksanaan APBN.9 Menugaskan para Kasubdit untuk melakukan perbaikan perkiraan realisasi semester I dan prognosa semester II pelaksanaan APBN sesuai dengan hasil rapat pimpinan Departemen Keuangan.5.5. 4.4 Meneliti dan mengoreksi hasil penggabungan perkiraan realisasi semester I dan prognosa semester II pelaksanaan APBN dalam tabel I- Account.5. 4. Mengkoordinasikan pembuatan perkiraan realisasi Semester I dan Prognosa Semester II Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dalam rangka penyusunan Laporan Semester I dan Prognosa Semester II Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 4.6.3 Menugaskan Kasubdit Data dan Dukungan Teknis Penyusunan APBN untuk menggabungkan menyusun perkiraan realisasi semester I dan prognosa semester II pelaksanaan APBN dalam bentuk tabel I-Account.6.

7. Mengkoordinasikan pembuatan perkiraan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RUU tentang Perubahan atas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN-P) 4. 4.5 Meneliti dan memeriksa hasil koreksi konsep perkembangan realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara semester I dari Direktur Jenderal Anggaran.7. 4. 4. 4. . MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -5- 4. 4.8 Meneliti dan memeriksa perkiraan realisasi APBN Perubahan hasil rapat pimpinan Departemen Keuangan dari Direktur Jenderal Anggaran.7 Meneliti dan mengoreksi hasil perbaikan konsep perkembangan realisasi APBN semester I 4.7 Meneliti dan mengoreksi bahan-bahan rapat pimpinan dari para Kasubdit dan melakukan finalisasi atas bahan-bahan tersebut yang kemudian disampaikan kepada Direktur Jenderal Anggaran. 4.8 Membentuk Tim Koreksi yang anggotanya terdiri dari pegawai Direktorat Penyusunan APBN di bawah koordinasi Kasubdit Data dan Dukungan Teknis Penyusunan APBN untuk memeriksa ulang konsep perkembangan realisasi APBN semester I terutama yang terkait dengan akurasi penulisan angka-angka.6.7.7.7. 4.7.6.6.4 Meneliti dan mengoreksi gabungan konsep perkembangan realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara semester I. 4.7. 4. 4.2 Menugaskan Kasubdit Pendapatan Negara untuk melakukan koordinasi dengan unit terkait untuk menetapkan usulan proyeksi penerimaan negara dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RUU tentang perubahan atas anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN-P).7.4 Menugaskan Kasubdit Data dan Dukungan Teknis untuk melakukan penggabungan perkiraan realisasi APBN Perubahan dalam bentuk tabel I-Account.9 Meneliti dan mengoreksi konsep perkembangan realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara semester I yang telah diteliti oleh Tim Koreksi dan menyampaikan kepada Direktur Jenderal Anggaran. 4.6 Menugaskan para Kasubdit untuk menyiapkan bahan-bahan rapat pimpinan Departemen Keuangan. dan kemudian menyampaikannya kepada Direktur Jenderal Anggaran.5 Meneliti dan mengoreksi hasil penggabungan perkiraan realisasi APBN Perubahan dalam tabel I-Account dan membahas dengan para Kasubdit serta menyampaikan hasilnya kepada Direktur Jenderal Anggaran. 4.6.6 Menugaskan Kasubdit Data dan Dukungan Teknis untuk memperbaiki konsep perkembangan realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara semester I sesuai dengan hasil koreksi Direktur Jenderal Anggaran.7.6.1 Menugaskan para Kasubdit untuk menyusun perkiraan realisasi belanja negara dan pembiayaan anggaran.6.3 Meneliti dan mengoreksi hasil analisis perkiraan realisasi APBN Perubahan .

5 Meneliti dan memeriksa hasil koreksi naskah analisa APBN-P dari Direktur Jenderal Anggaran. 4.1 Menugaskan para Kasubdit untuk menyusun naskah analisis perkembangan dan perkiraan APBN dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RUU tentang Perubahan atas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN-P). pejabat Eselon I lainnya.8.10 Meneliti dan mengoreksi hasil perbaikan perkiraan realisasi APBN Perubahan dalam bentuk tabel I-Account beserta data pokok dan tabel- tabel pendukung (supporting table) dari para Kasubdit dan kemudian menyampaikannya kepada Direktur Jenderal Anggaran. MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -6- 4. kemudian meneruskannya kepada Direktur Jenderal Anggaran. 4. Meneliti dan mengoreksi hasil analisis proyeksi APBN jangka menengah dari para Kasubdit. Menugaskan para Kasubdit untuk menyusun proyeksi belanja negara dan pembiayaan anggaran jangka menengah. serta Staf Khusus Menteri Keuangan.8. 4.2.3.1. 4.9. .7. serta Staf Khusus Menteri Keuangan. 4. 4. Mengkoordinasikan pembuatan konsep analisis perkembangan dan perkiraan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RUU tentang Perubahan atas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN-P) 4.9 Menugaskan para Kasubdit untuk melakukan perbaikan perkiraan realisasi APBN Perubahan sesuai dengan hasil rapat pimpinan Departemen Keuangan.8.9. dan kemudian menugaskan Kasubdit Data dan Dukungan Teknis Penyusunan APBN untuk melakukan perbaikan naskah analisa APBN-P sesuai dengan hasil koreksi tersebut.8.7 Meneliti dan mengoreksi naskah analisa APBN-P yang telah diteliti oleh Tim Koreksi dari Kasubdit Data dan Dukungan Teknis Penyusunan APBN dan kemudian disampaikan kepada Direktur Jenderal Anggaran.8. Pejabat Eselon I lainnya.8.9.8.4 Meneliti dan mengoreksi hasil gabungan draft naskah analisa APBN-P. 4.2 Meneliti dan mengoreksi naskah APBN-P 4. Menugaskan Kasubdit Pendapatan Negara untuk melakukan koordinasi dengan unit terkait dalam rangka penetapan usulan proyeksi penerimaan negara jangka menengah.3 Menugaskan Kasubdit Data dan Dukungan Teknis Penyusunan APBN untuk menggabungkan konsep analisis perkembangan dan perkiraan APBN dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan RUU tentang Perubahan atas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN-P).9.6 Meneliti dan mengoreksi hasil perbaikan naskah analisa APBN-P dari Kasubdit Data dan Dukungan Teknis serta membentuk Tim Koreksi yang anggotanya terdiri dari pegawai Direktorat Penyusunan APBN dibawah koordinasi Kasubdit Data dan Dukungan Teknis Penyusunan APBN untuk memeriksa ulang naskah analisa APBN-P terutama yang terkait dengan akurasi penulisan angka-angka. 4. Mengkoordinasikan pembuatan proyeksi APBN Jangka Menengah atau Medium Term Budget (MTB) dalam bentuk I-Account 4.8.7. 4. 4.

4. Mengkoordinasikan penyusunan Bahan Sidang Kabinet Paripurna dan Keterangan Pers Pemerintah tentang Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 4.8. Meneliti dan mengoreksi hasil perbaikan proyeksi APBN jangka menengah dalam bentuk tabel I-Account beserta data pokok dan tabel- tabel pendukung (supporting table) dari para Kasubdit dan kemudian menyampaikannya kepada Direktur Jenderal Anggaran 4.2. Meneliti dan mengoreksi bahan-bahan rapat pimpinan serta melakukan finalisasi atas bahan-bahan tersebut yang kemudian disampaikan kepada Direktur Jenderal Anggaran.4.9.10.9. Menugaskan para Kasubdit di lingkungan Direktorat Penyusunan APBN untuk menyiapkan bahan-bahan Sidang Paripurna Kabinet dan Keterangan Pers Pemerintah tentang Nota Keuangan dan RAPBN. 4. dan kemudian menugaskan Kasubdit Data dan Dukungan Teknis Penyusunan APBN untuk melakukan penggabungan.6.9. Meneliti dan mengoreksi konsep tabel dan draft ringkasan bahan sidang yang diajukan oleh Kasubdit. .9.1. Meneliti dan memeriksa proyeksi APBN jangka menengah hasil rapat pimpinan Departemen Keuangan dari Direktur Jenderal Anggaran.10. 4.10. Meneliti dan mengoreksi hasil penggabungan proyeksi APBN jangka menengah dalam tabel I-Account dan membahasnya dengan para Kasubdit dan menyampaikan hasilnya kepada Direktur Jenderal Anggaran. Menugaskan para Kasubdit untuk menyiapkan bahan-bahan rapat pimpinan Departemen Keuangan.9. 4.10.5. Menugaskan Kasubdit Data dan Dukungan Teknis untuk melakukan penggabungan proyeksi APBN jangka menengah dalam bentuk tabel I- Account. 4.3.10. 4.9. MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -7- 4. Menugaskan para Kasubdit untuk melakukan perbaikan proyeksi APBN jangka menengah sesuai dengan hasil rapat pimpinan Departemen Keuangan. 4. Meneliti dan mengoreksi hasil gabungan perbaikan konsep tabel dan draft ringkasan bahan sidang untuk disampaikan kepada Direktur Jenderal Anggaran.7.9. 4.9.

2. kemudian menugaskan Kasubdit Data dan Dukungan Teknis Penyusunan APBN untuk mengkoordinasikan penggabungan. Meneliti. (4) Kunjungan Kerja DPR ke Daerah. Memimpin rapat para Kasubdit untuk membahas rencana kerja. kemudian meneruskannya kepada Direktur Jenderal Anggaran.12.12. . (2) Pemandangan Umum atas RUU APBN. 4. 4. 4. 4.3.1. Mengkoordinasikan penyusunan bahan-bahan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) atau Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 4.11. 4. 4. dan mengoreksi bahan pidato dan lampiran pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia yang diajukan oleh Kasubdit.2.11. Meneliti dan mengoreksi hasil perbaikan konsep jawaban untuk disampaikan kepada Direktur Jenderal Anggaran.12.13. Mengkoordinasikan penyusunan Jawaban Pemerintah atas Pertanyaan Dewan Perwakilan Rakyat dalam rangka (1) Pembicaraan Pendahuluan Penyusunan RAPBN. 4.12. (5) Laporan Semester I Pelaksanaan APBN. Menugaskan para Kasubdit untuk menyusun bahan-bahan rencana kerja pemerintah (RKP) atau rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) dan menugaskan Kasubdit Data dan Dukungan Teknis Penyusunan APBN untuk melakukan penggabungan bahan-bahan tersebut.11. Menugaskan para Kasubdit untuk menyiapkan bahan pidato dan lampiran pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia di depan sidang Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) tanggal 16 Agustus. (7) Pertanyaan Komisi IX dalam rangka RUU APBN (8) Panitia Anggaran DPR RI dalam rangka RUU APBN 4. Meneliti dan mengoreksi konsep jawaban yang diajukan para Kasubdit kemudian menugaskan Kasubdit Data dan Dukungan Teknis Penyusunan APBN untuk melakukan penggabungan. pembagian tugas dan proses/prosedur/pola penyelesaian jawaban. Meneliti dan mengoreksi konsep bahan-bahan RKP atau RPJM dan tabel-tabel dari Kasubdit Data dan Dukungan Teknis Penyusunan APBN.11.13.1. memberitahukan master pertanyaan dan instansi penjawabnya.3.2. (3) Pembicaraan Tingkat III tentang RUU APBN. Meneliti dan mengoreksi hasil penggabungan perbaikan bahan pidato dan lampiran pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia untuk disampaikan kepada Direktur Jenderal Anggaran. MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -8- 4. menugaskan para Kasubdit untuk melakukan persiapan penyusunan jawaban yang dikoordinasikan oleh Kasubdit Data dan Dukungan Teknis Penyusunan APBN.13. (6) RUU Perubahan atas APBN-P. Mengkoordinasikan penyusunan bahan pidato dan lampiran pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia di depan Sidang Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) tanggal 16 Agustus 4.1. serta menentukan bagian penanggungjawab dan tanggal terakhir penyelesain jawaban.

kemudian menyampaikannya kepada Direktur Jenderal Anggaran. MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -9- 4. 4. 4.1. Meneliti dan mengoreksi konsep tabel-tabel bahan laporan berkala tentang pelaksanaan APBN. Rakor Bidang Perekonomian. dan menugaskan Kasubdit Data dan Dukungan Teknis Penyusunan APBN untuk melakukan penggabungan jawaban tersebut.14. menyusun dan melaporkan SDDS berdasarkan Laporan Realisasi Bulanan Direktorat Jenderal Perbendaharaan.2.15. Menugaskan para Kasubdit untuk menyiapkan dan menyusun jawaban atas pertanyaan-pertanyaan dari lembaga keuangan internasional.3.4.14. Membahas materi-materi yang perlu disiapkan dengan para Kasubdit dan membagi tugas para Kasubdit sesuai dengan bidang tugas masing- masing.15.14.14.14. Mengkoordinasikan pembuatan Special Data Dissemination Standard (SDDS) bulanan dalam rangka pelaporan realisasi anggaran negara kepada International Monetary Fund (IMF) 4.1. 4. 4. dan kemudian menyampaikan laporan SDDS bulanan tersebut kepada Direktur Jenderal Anggaran. Mengkoordinasikan penyusunan bahan-bahan laporan untuk lembaga keuangan internasional 4.16. 4. 4. Sidang Kabinet Bidang Perekonomian dari Direktur Jenderal Anggaran.16. dan kemudian menyampaikannya kepada Direktur Jenderal Anggaran.2.16.2.1. Meneliti dan mengoreksi laporan SDDS bulanan berupa Central Government Operations (CGO) dan General Government Operations (GGO). . Menugaskan para Kasubdit untuk menyusun Laporan Berkala tentang Pelaksanaan APBN berdasarkan buku laporan realisasi APBN mingguan dan bulanan dari Direktorat Jenderal Perbendaharaan Departemen Keuangan. 4.15. Meneliti dan memeriksa seluruh tabel bahan-bahan laporan menjadi suatu Laporan Indikator Ekonomi dan Keuangan untuk Pimpinan Departemen. Meneliti dan mengoreksi hasil gabungan konsep jawaban dan tabel- tabel. Mengkoordinasikan penyusunan Laporan Berkala tentang Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara sebagai bahan pimpinan untuk membuat kebijaksanaan di bidang keuangan negara 4. Menugaskan Kasubdit Data dan Dukungan Teknis Penyusunan APBN untuk mempersiapkan. dan kemudian menyampaikannya kepada Sekretaris DJA untuk diproses pengirimannya.

Renja. PK. 4. 4. menyusun.2. RKA-KL.19.1. RKA-KL.2. Renja. PK. 4. RKT dan Lakip Direktorat Penyusunan APBN sebagai bahan penyusunan konsep Renstra. RKA-KL. 4.19.5. RKA-KL. 4.18. PK. 4. Renja. 4. PK dan Lakip Direktorat Penyusunan APBN.19. Menetapkan Renstra. RKA-KL.17. Renja.17. .19.19.2.1. Menugaskan Kasubdit Data dan Dukungan Teknis Penyusunan APBN untuk menyiapkan. PK. RKT dan Lakip Direktorat Penyusunan APBN kepada Direktur Jenderal Anggaran melalui Sekretaris Direktorat Jenderal Anggaran. Meneliti dan mengoreksi konsep nota dinas atau surat mengenai tanggapan dan pendapat.18. PK. 4. RKA-KL. RKT dan Lakip Direktorat berdasarkan hasil pembahasan. Menugaskan Kepala Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Penyusunan APBN untuk menyusun konsep Renstra. RKT dan Lakip Direktorat Penyusunan APBN dengan para Kepala Subdirektorat. RKA-KL. Renja.3. Mempelajari Nota Dinas dari Sekretaris Direktorat Jenderal Anggaran untuk menyusun Renstra. RKT dan Lakip Direktorat Penyusunan APBN. MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan menyampaikan kepada Direktur Jenderal Anggaran. PK. 4.4. RKT. dan melaporkan GFS tahunan dengan format Manual GFS 2001 berdasarkan laporan berkala dari instansi terkait. Menugaskan Kepala Subdit sesuai dengan bidang tugas dan permasalahan untuk menyiapkan konsep nota dinas atau surat mengenai tanggapan dan pendapatan atas permasalahan dimaksud. Menugaskan Kepala Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Penyusunan APBN agar berkoordinasi dengan para Kepala Subdirektorat untuk memberi bahan masukan dalam rangka penyusunan Renstra.1.10 - 4. 4. Renja. Mengkoordinasikan pembuatan Government Finance Statistics (GFS) dalam rangka pelaporan fiskal tahunan dengan format manual GFS 2001 kepada IMF 4. Renja. Menandatangi konsep nota dinas atau surat dan atau menyampaikan kepada Direktur Jenderal Anggaran.3.4.19. 4. Membuat tanggapan dan pendapat atas permasalahan yang terkait dengan APBN. Mengadakan rapat pembahasan penyusunan Renstra. RKT dan Lakip Direktorat Jenderal Anggaran. Mempelajari surat permintaan tanggapan mengenai permasalahan yang terkait dengan APBN. 4.18. Meneliti dan mengoreksi laporan GFS tahunan dengan format Manual GFS 2001 tersebut. Menetapkan dan menyampaikan Renstra.18.18.17.

4.22.7. Konsep surat/nota dinas dari bawahan.3. Menugaskan Kepala Subdirektorat Data dan Dukungan Teknis Penyusunan APBN untuk mengkoordinasikan pelaksanaan administrasi kepegawaian. Mengoreksi dan menandatangani hasil pelaksanaan administrasi kepegawaian.2. tata usaha dan rumah tangga Direktorat Penyusunan APBN. 4. Memberikan pengarahan dalam rangka menegakkan disiplin pegawai di lingkungan Direktorat Penyusunan APBN.21. Laporan berkala Subdirektorat di lingkungan Direktorat Penyusunan APBN. 5.20. Meneliti LHP dari aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat yang telah didisposisi oleh Direktur Jenderal Anggaran melalui Sekretaris Direktorat Jenderal Anggaran.10. 4. Disposisi Direktur Jenderal Anggaran. Surat dari instansi lain. MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Menugaskan para Kepala Subdirektorat sesuai dengan bidang tugasnya untuk menindaklanjuti LHP.22. Memberi penilaian atas pelaksanaan pekerjaan para Kepala Subdirektorat di lingkungan Direktorat Penyusunan APBN.3. 5. Surat penyampaian sumbangan bahan dan data dari Departemen/Lembaga Non Departemen yang terkait dalam rangka penyusunan NK dan RAPBN. BAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 5.4. Laporan realisasi pelaksanaan APBN.21. 4.8.11 - 4. Mengkoordinasikan pelaksanaan tindak lanjut atas Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP).21.2.9.2. 5.20. 5.20. . Mengkoordinasikan pelaksanaan administrasi Direktorat Penyusunan APBN 4. Mengusulkan mutasi pegawai di lingkungan Direktorat Penyusunan APBN kepada Direktur Jenderal Anggaran melalui Sekretaris Direktorat Jenderal Anggaran. LHP dari aparat pengawasan fungsional/pengawasan masyarakat. Rencana kerja Subdirektorat di lingkungan Direktorat Penyusunan APBN. 5. tata usaha dan rumah tangga Direktorat Penyusunan APBN.3. 5. menandatangani dan menyampaikan tanggapan LHP tersebut kepada Direktur Jenderal Anggaran melalui Sekretaris Direktorat Jenderal Anggaran.22.1. Surat dari lembaga internasional.4.21.2. tata usaha dan rumah tangga Direktorat Penyusunan APBN.6. 5. 5. 4.20. 5. 4. Membahas tindak lanjut LHP bersama pejabat terkait untuk menyusun tanggapan LHP. Mengoreksi.1. 4.5. Membina pegawai di lingkungan Direktorat Penyusunan APBN untuk meningkatkan motivasi dan prestasi kerja 4. 4.22.1.3. 4.20. 4.1. 5. Surat/nota dinas dari direktur/sekretaris Ditjen Anggaran. Memantau pelaksanaan administrasi kepegawaian.

14.12. (5) Laporan Semester I Pelaksanaan APBN. 6.8. 6. (2) Pemandangan Umum atas RUU APBN. 7. MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .13.4. Bahan Pidato dan Lampiran Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia di Depan Sidang Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) tanggal 16 Agustus. (6) RUU Perubahan atas APBN-P. Laporan SDDS (Special data Dissemination Standart) bulanan dalam rangka pelaporan realisasi anggaran negara kepada IMF. 7.11. (8) Panitia Anggaran DPR-RI dalam Rangka RUU APBN.9.2. Konsep analisis perkembangan dan perkiraan APBN. 7. Laporan Berkala tentang Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara sebagai Bahan Pimpinan untuk membuat kebijaksanaan di bidang keuangan negara.1.3. 7. Buku-buku literatur yang berkaitan dengan ekonomi makro. Buku Laporan Pemerintah tentang Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dalam Semester I.15.1. Peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan anggaran pendapatan dan belanja negara. 7. Outline Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN). baik belanja pemerintah pusat maupun belanja ke daerah.6. Sumbangan bahan-bahan Rencana kerja Pemerintah (RKP) atau Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM).7.3. 7. 6. HASIL KERJA : 7. 7. 7. Konsep perkembangan realisasi APBN Semester I 7.6. Bahan Sidang Kabinet Paripurna dan Keterangan Pers pemerintah tentang Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Time Frame (siklus dan jadwal) dan mekanisme penyusunan dan pembahasan Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. (4) Kunjungan Kerja DPR ke Daerah. Jawaban Pemerintah atas Pertanyaan Dewan Perwakilan Rakyat dalam Rangka (1) Pembicaraan Pendahuluan Penyusunan RAPBN. I Account proyeksi APBN jangka menengah.12 - 6. Peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan keuangan negara. (3) Pembicaraan Tingkat III tentang RUU APBN. Bahan-bahan laporan untuk Lembaga Keuangan Internasional. Buku-buku literatur yang berkaitan dengan pendapatan negara. 7. 6.2. 7. 7. Konsep analisis perkembangan dan perkiraan APBN-P 7.5. baik penerimaan perpajakan maupun penerimaan negara bukan pajak (PNBP).10.17. ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 6. 7. . Buku-buku literatur yang berkaitan dengan belanja negara.4. I Account perkiraan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).5. Buku-buku literatur yang berkaitan dengan pembiayaan anggaran dan risiko fiskal. 7.16. 6. 7. I Account perkiraan realisasi Semester I dan Prognosa Semester II Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dalam rangka penyusunan Laporan Semester I dan Prognosa Semester II Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Laporan GFS dalam rangka pelaporan fiskal tahunan dengan format manual GFS 2001 kepada IMF. 7.

9. dan Kementerian/Lembaga terkait lainnya. Meminta penjelasan atau keterangan lebih lanjut mengenai data dan kebijakan kepada unit-unit lain di lingkungan Departemen Keuangan.3. 9. Menandatangani surat dan laporan.1. 9.6. Atas permintaan penjelasan atau keterangan lebih lanjut mengenai data dan kebijakan kepada unit-unit lain di lingkungan Departemen Keuangan. dan Lakip Direktorat Penyusunan APBN 7. Meminta bahan Jawaban Pemerintah atas Pertanyaan DPR RI kepada unit-unit lain di lingkungan Departemen Keuangan.11. 8. Mengajukan usul. Pelaksanaan administrasi Direktorat Penyusunan APBN. PK. Nota Dinas atau Surat Direktur mengenai pendapat/tanggapan atas permasalahan terkait dengan APBN dan atau konsep surat Direktur Jenderal mengenai pendapat/tanggapan atas permasalahan terkait dengan APBN 7. Membina dan mengarahkan pelaksanaan tugas. Atas usul hukuman disiplin pegawai yang melanggar ketentuan. 8.4. 9. 8.19. 8. 8. 8. Atas usul. Atas persetujuan atau penundaan permintaan cuti pegawai. Atas kebenaran penilaian dan penandatanganan DP 3 pegawai bawahan. 8. RKT. dan Kementerian/Lembaga terkait lainnya.20.9.12. 8. 8. Tanggapan atas tindak lanjut LHP. Renstra. dan Kementerian/Lembaga terkait lainnya. RKA-KL.5. 9. 9. dan Kementerian/Lembaga terkait lainnya. 8. 9.8.21. 8.6.10.5.8.13. dan Kementerian/Lembaga terkait lainnya. 9.7.22. Atas penegakan disiplin pegawai. dan pendapat yang diajukan. dan Kementerian/Lembaga terkait lainnya. Menegakan disiplin pegawai. Menjaga kerahasiaan pelaksanaan tugas. Meminta sumbangan bahan dan data kepada unit-unit lain di lingkungan Departemen Keuangan.2. Renja. MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . 8.4.3. Mengusulkan hukuman disiplin pegawai yang melanggar ketentuan. 9. WEWENANG : 8. 9. 7. 8. Atas permintaan bahan Jawaban Pemerintah atas Pertanyaan DPR RI kepada unit-unit lain di lingkungan Departemen Keuangan. dan Kementerian/ Lembaga terkait lainnya. . dan Kementerian/Lembaga terkait lainnya.18. Mengusulkan mutasi kepegawaian. Atas permintaan bahan dan jawaban pertanyaan serta bahan konsultasi dengan lembaga keuangan internasional/regional kepada unit-unit lain di lingkungan Departemen Keuangan. Meminta bahan dan jawaban pertanyaan serta bahan konsultasi dengan lembaga keuangan internasional/regional kepada unit-unit lain di lingkungan Departemen Keuangan. Menilai dan menandatangani DP 3 pegawai bawahan.10.13 - 7.2.7. Atas usul mutasi kepegawaian. Atas kebenaran konsep dan penandatanganan surat dan laporan. 9. Menyetujui atau menunda permintaan cuti pegawai bawahan. 7. TANGGUNG JAWAB : 9.1. 9. Peningkatan motivasi dan prestasi kerja.11. Atas permintaan sumbangan bahan dan data kepada unit-unit lain di lingkungan Departemen Keuangan. saran. saran dan pendapat kepada Direktur Jenderal Anggaran.

Para Direktur Bank Indonesia dalam hal pelaksanaan tugas. 11.5.Continuous Improvement (Level 3) Syarat lainnya : .1. Syarat lainnya : .Quality Focus (Level 4) Syarat lainnya : .Teamwork and Collaboration (Level 4) . 11.12. II 14.3.9.2.3. 12. Para Kepala Subdirektorat di lingkungan Direktorat Penyusunan APBN dalam hal pelaksanaan tugas.1 Jumlah bawahan langsung sebanyak 6 orang 10.Championing Change (Level 3) Syarat lainnya : . 13. pengarahan dan mengajukan usul.Planning and Organizing (Level 3) Syarat lainnya : . 11.Business Acumen (Level 3) Syarat lainnya : .2.2 Jumlah staff seluruhnya sebanyak 68 orang 11. 11. saran dan pendapat mengenai pelaksanaan tugas.4. 11. SYARAT JABATAN : 14. Para Direktur Bappenas dalam hal pelaksanaan tugas.13.14 - 9. dan mengajukan usul.Visioning (Level 3) .Decisive Judgement (Level 3) Syarat lainnya : . Para Direktur di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran dalam hal koordinasi pelaksanaan tugas. saran dan pendapat mengenai pelaksanaan tugas. Para Direktur/Kepala Biro/Kepala Pusat di lingkungan Departemen Keuangan. 11. DIMENSI JABATAN : 10. 11.4. Direktur Jenderal Anggaran dalam hal menerima tugas. MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN : Masih seringnya terjadi keterlambatan data karena tingkat kerahasiaan data yang diminta dan birokrasi yang panjang sehingga diperlukan kerjasama yang lebih baik. Para Direktur BPS dalam hal pelaksanaan tugas. pengarahan. RISIKO JABATAN : Risiko fisik: Tidak ada Risiko Mental: Tidak ada 14. Pangkat/Golongan : Pembina Utama Muda / IV c 14.6.In-Depth problem Solving and Analysis (Level 4) Syarat lainnya : . Menteri Keuangan RI dalam hal menerima tugas.Resilience (Level 3) Syarat lainnya : .Integrity (Level 4) Syarat lainnya : . MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .7. HUBUNGAN KERJA : 11. Atas pembinaan dan arahan pelaksanaan tugas. Pendidikan Formal : Strata 1 / Strata 2 / Strata 3 14. 11. 10.1.8. 9. Sekretaris Direktorat Jenderal dan para Direktur di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran dalam hal koordinasi pelaksanaan tugas.Stakeholder Focus (Level 4) Syarat lainnya : . Diklat/Kursus : Diklatpim Tk.Courage of Conviction (Level 3) Syarat lainnya : . Atas kerahasiaan pelaksanaan tugas.

KEDUDUKAN JABATAN : DIREKTUR JENDERAL ANGGARAN SEKRETARIS DIREKTORAT JENDERAL DIREKTUR DIREKTUR DIREKTUR DIREKTUR DIREKTUR DIREKTUR SISTEM PENYUSUNAN ANGGARAN I ANGGARAN I ANGGARAN I PNBP PENGANGGARAN APBN Subdirektorat Subdirektorat Subdirektorat Subdirektorat Subdirektorat Subdirektorat Analisis Penyusunan Data dan Penyusunan Penyusunan Penyusunan Asumsi Dasar Pembiayaan Dukungan Anggaran Anggaran Anggaran dan Kerangka Anggaran dan Teknis Pendapatan Belanja Belanja Ekonomi Perhitungan Penyusunan Negara Negara I Negara II Makro Risiko Fiskal APBN . MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .15 - 15.