Anda di halaman 1dari 1

PROSES PENYUSUNAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH

YANG BERBASIS PADA KEPENTINGAN MASYARAKAT DI KOTA
SURAKARTA (982)
(E.1105206)
Hukum Tata Negara

ABSTRAK

Edy Wibowo, 2008. PROSES PENYUSUNAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN
BELANJA DAERAH YANG BERBASIS PADA KEPENTINGAN MASYARAKAT DI
KOTA SURAKARTA, Fakultas Hukum UNS.

Penelitian ini mengkaji dan menjawab permasalahan mengenai proses
penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Surakarta yang
dilakukan oleh Pemerintah Kota Surakarta dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
(DPRD) Kota Surakarta dilihat dari mekanismenya apakah sudah berbasis pada
kepentingan masyarakat atau belum dan permasalahan apa saja yang muncul dalam
proses penyusunan APBD tersebut.
Penelitian ini termasuk jenis penelitian hukum empirik yang bersifat deskriptif.
Data penelitian meliputi data primer dan data sekunder, Data primer merupakan data
utama dari penelitian ini sedangkan data sekunder digunakan sebagai pendukung data
primer. Subyek yang diteliti lebih dipandang sebagai informan yang akan memberikan
informasi mengenai permasalahan yanag hendak diteliti. Data dikumpulkan dengan
tekhnik wawancara. Sedangkan untuk mengumpulkan data sekunder digunakan tekhnik
mencatat dokumen. Teknik analis yang digunakan bersifat kualitatif. Sifat dasar analis ini
bersifat induktif yaitu cara-cara menarik kesimpulan dari hal-hal yang bersifat khusus
kearah hal-hal yang bersifat umum.
Peraturan perundang-undangan yang dijadikan landasan dari penyusunan
Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tersebut adalah Undang--undang
Nomor 32 tahun 2004, Undang-undang nomor 33 tahun 2004, Peraturan Pemerintah
nomor 58 tahun 2005, serta Permendagri Nomor 13 tahun 2006. Proses penyusunan
APBD tersebut pada dasarnya sudah berbasis pada kepentingan masyarakat yang dapat
dilihat dari mekanisme proses penyusunannya yang perencanaanya melibatkan partisipasi
dari elemen masyarakat. Hasil alokasi anggran pun pada umumnya sudah memenuhi
aspirasi masyarakat dengan memberikan prioritas pada sektor-sektor publik.