Anda di halaman 1dari 1

Sejak permulaan abad ke-20, teknologi mengalami kemajuan yang sangat pesat.

Revolusi cara
hidup, berkomunikasi, berpikir, dan mencapai kesejahteraan adalah hal yang umu terjadi. Berbagai
temuan terbaru menghiasi surat kabar, jurnal, dan media massa lainnya. Masing-masing individu
berlomba untuk membuat sesuatu yang baru dan kemudian mematenkannya. Perkembangan di setiap
lini kehidupan telah melampaui batas ruang dan waktu.
Melewatkan tahun, bulan, atau minggu, bahkan hari tanpa menyimak berita terkini berarti telah
terlindas lindas oleh masa dengan segala kemajuannya yang semakin jauh meninggalkan. Terlebih lagi
ketika kita mengisolasi diri dari informasi barang seminggu saja, tentu kita akan tercengang dengan
realita perubahan yang terjadi.
Kemudahan dan kecanggihan adalah produk utama yang disajikan oleh perkembangan yang
akan terus berlangsung. Di antara sekian banyak cabang ilmu yang mengalami revolusi, teknologi
informasilah yang berada di garis pertama yang tampaknya sulit untuk disaingi. Hal ini memungkinkan
negara-negara berkembang melompati revolusi industri, dan segera memasuki era informasi dan
inovasi. Seperti yang telah dilakukan oleh Tiongkok dan India.
Sekolah pun hanya dapat memperkenalkan teknologi informasi, sebatas itu saja. Jika siswa
ingin mendapatkan informasi yang mereka butuhkan, peran guru akan mengalami pergeseran. Para
pendidik tersebut bukan lagi sebagai satu-satunya sumber informasi.
Don tapscott, seorang peneliti dan penulis The Digital Economy asal Kanada mengatakan, “Kita
telah memasuki Era Jaringan Kecerdasan. Sebuah era yang melahirkan ekonomi baru, politik baru, dan
masyarakat baru.”
Di Finlandia, pemerintah meminta 5000 siswa untuk mengajari guru-guru mereka cara
menggunakan komputer dan teknologi informasi.”. Hal ini menunjukkan fakta yang aneh : siswa yang
mengajari guru. Tetapi itulah yang terjadi.
Namun, dibalik itu semua teknologi juga mempunyai senjata yang dapat menyerang balik
kepada manusia itu sendiri. Menjerumuskan manusia kepada hal-hal yang membahayakan seperti
narkoba. Penggunaannya secara luas merupakan efek perkembangan dari teknologi kimia ataupun
farmasi. Sehingga dalam sehari, narkoba berjenis shabu-shabu bisa dibuat dalam jumlah yang sangat
banyak.
Tidak hanya narkoba saja, internet dan game adalah dua produk “unggulan” yang dihasilkan
oleh teknologi informasi. Mulai dari balita hingga orang dewasa yang telah berumah tangga pun
menjadi penikmat Interconnection Network ini. Demi “kepuasan” para konsumennya, para vendor atau
produsen dari bidang ini pun membuat produk yang sesuai dengan usia konsumen tersebut. Akan tetapi,
produk yang “diperuntukkan” bagi orang dewasa, bisa diakses oleh anak-anak dan remaja. Hal ini
sangat berdampak kepada berbagai aspek kehidupan mereka yang sedang berada di masa puncak
perkembangan otak dan pembentukan kepribadian mereka atau yang biasa disebut dengan Golden
Age.