Anda di halaman 1dari 65

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI GARUT

PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI

Mata Kuliah :

ANALISIS PERANCANGAN SISTEM

Dosen :
Dody Chandrahadinata, Ir., MT.

TEORI SISTEM
Ilmu Sitem
Sifat ilmu sistem adalah
(1)memperkenalkan
konsep
sistem
untuk
membentuk komponen-komponen struktural yang
berupa kerangka sistem sebagai hasil dari pemikiran
tertentu, dan juga
(2)wawasan yang memadai untuk penerapan
kerangka sistem. Ilmu sistem berkaitan dengan
kompleksitas (kerumitan) dari suatu dunia nyata.
Kompleksitas dapat dipandang dari dua aspek, yaitu
aspek sistem itu sendiri dan aspek manusia.

Ide ilmu sistem muncul dari disiplin ilmu biologi yang


dipelopori oleh Bertalanffy pada tahun 1940.
Bertalanffy memperkenalkan suatu kerangka konsep
dan teori umum yang dapat diterapkan dalam
berbagai bidang ilmu. Kerangka ini dikenal dengan
nama Teori Sistem Umum atau General System
Theory (GST). GST didasari oleh ide tentang adanya
kesamaan antar disiplin yang telah lama disadari
namun tertutupi oleh perbedaan subyek kajian.
Pada awal tahun 1950-an GST berkembang pesat
dan memberikan kontribusi yang cukup besar pada
perkembangan ilmu sistem. Flood dan Carson
(1990) menggambarkan perkembangan ilmu sistem
dalam empat siklus seperti gambar di bawah ini :

Gambar : Empat Siklus Perkembangan Ilmu Sistem

Siklus Perkembangan 1. Berpikir sistem ketika


diformalkan, menjadi teori sistem, yang kemudian
mendukung berpikir sistem. Berpikir sistem adalah
suatu kerangka penalaran atau gagasan yang
membantu kita untuk berurusan dengan obyek yang
kompleks dengan cara yang holistik. Formalisasi
dari berpikir sistem ini membentuk teori sistem.
Selanjutnya kesepakatan atau konvensi tertentu dari
teori sistem dipakai dalam proses berpikir sistem.

Siklus Perkembangan 2. Berpikir sistem, ketika


diformalkan, menjadi teori sistem, membantu untuk
menjelaskan struktur dan perilaku dalam disiplin
lain, yang kemudian mendukung berpikir sistem.
Siklus Perkembangan 3. Berpikir sistem, ketika
digunakan dalam aplikasi dunia nyata, membantu
untuk mendukung efektivitas manajemen dalam
disiplin yang lain, yang akan mendukung berpikir
sistem.
Siklus Perkembangan 4. Berpikir sistem, ketika
digunakan
dalam
aplikasi
dunia
nyata,
meningkatkan efektivitas dari persoalan manajemen
yang mendukung berpikir sistem.

Definisi Sistem
Terminologi Sistem digunakan dalam berbagai cara
yang luas sehingga sulit untuk mendefinisikannya
dalam suatu pernyataan yang merangkum semua
penggunaannya dan yang cukup ringkas untuk
memenuhi maksudnya.
Pengertian sistem tergantung pada latar belakang
cara
pandang
orang
yang
mencoba
mendefinisikannya.
Beragam orang mendefinisikan sistem seperti berikut
ini :

Menurut hukum, sistem dipandang sebagai


kumpulan aturan-aturan yang membatasi, baik
oleh kapasitas sistem itu sendiri maupun
lingkungan dimana sistem itu berada, untuk
menjamin keserasian dan keadilan.
Menurut rekayasa, sistem dipandang sebagai
proses masukan (input) yang ditransformasikan
menjadi keluaran (output).
Menurut awam, sistem dipandang sebagai cara
atau metoda untuk mencapai suatu tujuan.
Matematikawan memandang sistem sebagai set
persamaan-persamaan
simbolik
dengan
karakteristik tertentu.

Geoffrey Gordon (1987) mendefinisikan sistem


sebagai suatu agregasi atau kumpulan obyekobyek yang terangkai dalam interaksi dan saling
ketergantungan yang teratur.
Ludwig Von Bertalanffy (1940) memberikan
pengertian sistem sebagai suatu set elemenelemen yang berada dalam keadaan yang saling
berhubungan.
Schmidt and Taylor (1970) menyatakan bahwa
sistem adalah suatu kumpulan komponenkomponen (entiti-entiti) yang berinteraksi dan
beraksi antar atribut komponen-komponennya
untuk mencapai suatu akhir yang logis.

Kamus Webster (Webster Thrid New International


Dictionary) memberikan pengertian tentang
sistem sebagai suatu kesatuan (unity) yang
kompleks yang dibentuk oleh bagian-bagian yang
berbeda-beda (diverse) yang masing-masing
terikat pada rencana yang sama atau
berkontribusi untuk mencapai tujuan yang sama.
Hick mendefinisikan sistem sebagai sekumpulan
komponen yang saling berinteraksi dan
beroperasi di dalam suatu batasan. Pembatas
akan menyaring setiap jenis dan tingkat aliran
masukan dan keluaran antara sistem dan
lingkungannya.

John Burch mendefinisikan sistem sebagai suatu


kumpulan dari obyek-obyek dan ide-ide, yang
saling berhubungan dan diperintahkan untuk
mencapai sasaran atau tujuan bersama.
Murdick,
Ross
dan
Claggett
(1984)
mendefinisikan sistem sebagai suatu susunan
elemen-elemen yang berinteraksi dan membentuk
satu kesatuan yang terintegrasi.

Singkatnya sistem adalah kumpulan obyek-obyek


yang saling berinteraksi dan bekerja bersama-sama
untuk mencapai tujuan tertentu dalam lingkungan
yang kompleks.
Obyek yang dimaksud di sini adalah bagian-bagian
dari sistem, seperti input, proses, output,
pengendalian umpan balik, dan batasan-batasan,
dimana setiap bagian ini mempunyai beberapa nilai
atau harga yang bersama-sama menggambarkan
keadaan sistem pada suatu saat tertentu.

Interaksi disini menghasilkan suatu ikatan antar


obyek-obyek dalam proses sistem, antara sistem dan
sub-sistem, sehingga menghasilkan suatu perilaku
sistem tertentu.
Setiap perilaku mengarah pada suatu performansi
(unjuk kerja) yang mengendalikan dan mengarahkan
sistem pada suatu tingkat prestasi tertentu.

Semua definisi tentang sistem mencakup lima unsur


utama yang terdapat dalam sistem, yaitu :

1. Elemen-elemen atau bagian-bagian.


2. Adanya interaksi atau hubungan antar elemenelemen.
3. Adanya sesuatu yang mengikat elemen-elemen
tersebut menjadi suatu kesatuan.
4. Terdapat tujuan bersama, sebagai hasil akhir.
5. Berada dalam suatu lingkungan yang kompleks.
Elemen-elemen yang saling berinteraksi tersebut
sering disebut sebagai sub-sistem, karena
sebenarnya sub-sistem tersebut merupakan
suatu sistem yang mempunyai komponenkomponen tersendiri. Sebaliknya suatu sistem
dapat dikatakan sebagai subsistem dari suatu
sistem yang lebih besar. Fenomena ini
merupakan dasar pengkajian dari sistem-sistem

Suatu komponen dikatakan mempunyai arti jika


terdapat satu atau lebih atribut padanya pada saat
tertentu.
Setiap proses yang menyebabkan terjadinya
perubahan dalam sistem disebut aktivitas.
Keadaan aktivitas, atribut, dan komponen pada
suatu saat tertentu disebut keadaan sistem (state of
system/level of system) pada saat tersebut, yang
bisa saja berubah-ubah atau tetap tergantung pada
sistem yang diamati.

Esensi pengertian sistem muncul dengan anggapan


dasar bahwa elemen-elemen sistem akan
berinteraksi
pada
kondisi
tertentu
yang
menghasilkan efek terpadu dimana 1+1=3.
Keadaan ini disebut sinergi (synergy), yaitu kondisi
di mana efek terpadu (combined effect) dua macam
tindakan melebihi jumlah dari bagian-bagian
individualnya.

Konsepsi Sistem
Istilah sistem berasal dari perkataan systema dalam
bahasa Yunani, yang artinya keseluruhan yang
terdiri dari bermacam-macam bagian.
Secara umum sistem didefinisikan sebagai
sekumpulan
elemen-elemen
yang
saling
berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu di
dalam lingkungan yang kompleks.
Konsepsi sistem adalah penyajian komponenkomponen pembentuk sistem
ke dalam suatu
definisi yang mantap. Konsepsi sistem merupakan
awal dari studi sistem yang selanjutnya akan
didesain dan dievaluasi.

Konsep sistem mempunyai beberapa aspek yang


mempunyai makna untuk suatu tujuan tertentu.
Aspek-aspek tersebut digunakan untuk menjawab
pertanyaan-pertanyaan berikut :
1. Apa saja unsur-unsur sistem tersebut?
2. Apa tujuan sistem itu?
3. Apa yang dilakukan untuk mencapai tujuan itu?
4. Apa saja yang diproses oleh sistem itu?
5. Apa yang dihasilkan (output) proses situ?
6. Apa ukuran keberhasilan proses situ?
Kerangka dasar sistem dapat digambarkan dengan
formula sederhana berikut ini :
Gambar : Kerangka dasar sistem

Bila sistem beroperasi dalam situasi tertentu, formula


di atas berkembang menjadi seperti tampak pada
gambar berikut :

Gambar : Kerangka sistem

Tujuan, standar performansi dan konstrain,


kesemuanya merupakan restriksi bagi sistem.
Restriksi mempunyai peran sebagai berikut :
a.Mengarahkan pemasukan input ke dalam proses
yang sesuai dengan kebutuhan sistem.
b.Merupakan acuan untuk mengendalikan proses
c.Merupakan komponen untuk membangun control
model. Dengan model dapat ditentukan apakah
output sudah sesuai dengan keinginan sehingga
dapat diambil tindakan, apabila di antara model dan
output terdapat kesenjangan.

Elemen Sistem dan Atribut


Elemen sistem adalah bagian terkecil sistem yang
dapat diidentifikasi. Jika sebuah sistem cukup besar
(supra sistem) yang terdiri dari subsistemsubsistem, maka elemen sistem terdapat pada
tingkat yang paling rendah yang dapat dikategorikan
sebagai individu.
Elemen mempunyai ciri-ciri dan kualitas tersendiri,
karena mereka terdiri dari obyek atau manusia. Ciriciri ini mempunyai pengaruh terhadap operasi dari
segi ketelitian, kecepatan, keterandalan, kapasitas,
dan sebagainya. Oleh karena itu pemilihan atribut
harus relevan dengan tujuan sistem.

Untuk mempelajari suatu sistem maka harus ditinjau


dahulu aspek strukturalnya, yaitu kofigurasi elemenelemen sistem secara fisik/non fisik, dan aspek
fungsionalnya, bagaimana sistem menjalankan
fungsinya.
Elemen-elemen dari sistem dalam aspek struktural
sangat dipengaruhi oleh interest atau tujuan.
Elemen yang terlihat pada suatu interest/tujuan
tertentu berbeda dengan elemen yang terlihat pada
interest/tujuan yang lain.

Pengertian elemen dalam hal ini adalah :


a.Bagian penyusun dari sistem (bergantung pada
interest/tujuan)
b.Unit dari sistem yang terkecil (sejauh
interest/tujuan/keinginan)
c.Mempunyai perilaku tertentu
Ada dua cara untuk mengukur perilaku dari
elemen. Hasil pengukuran perilaku elemen tersebut
selanjutnya disebut sebagai atribut. Atribut adalah
ukuran dari elemen atau konsepsi kongkrit dari
elemen. Atribut dari elemen harus sesuai dengan
tujuan mempelajari sistem, dan pengukuran atribut
harus benar. Sebagai contoh ; sistem produksi
barang dengan tujuan optimasi sumber daya
(seperti terilihat dalam gambar di bawah).

Gambar : Elemen suatu Sistem Produksi

Elemen-elemennya adalah energi, tenaga kerja,


mesin/peralatan, bahan baku, dan barang/produk
(lihat gambar di atas).
Elemen produk memiliki atribut jumlah produksi dan
harga jual.
Bahan baku memiliki atribut harga bahan baku,
jumlah bahan baku, dan ongkos pengadaan.
Atribut dari mesin/peralatan adalah jumlah, jenis dan
kapasitas mesin.
Atribut dari elemen tenaga kerja adalah jumlah
tenaga kerja dan upah.
Sedangkan atribut dari energi adalah jumlah dan
ongkos energi.

Kuantitas dan Variabel Utama dari Sistem


Sistem dapat dipandang sebagai prosesor dari
sejumlah input sehingga menjadi output tertentu.
Kuantitas dan variabel utama dari sistem ini
ditunjukkan oleh penampilan dalam ukuran (jumlah,
volume, kilogram, kilometer, Rp., dll.) yang
diperlihatkan oleh input dan output sistem. Tiap
input atau output sistem dicantumkan dalam bentuk
simbol atau nama, dengan ukuran tertentu, dan
yang dapat berubah dari waktu ke waktu.
Selanjutnya kuantitas dari input tersebut akan
diolah
(diubah, diklasifikasikan, dijumlahkan,
dikalikan, dsb.) atau dianalisis lebih lanjut untuk
menghasilkan variabel yang dikehendaki dalam
output dengan nilai yang berlaku pada saat tertentu.

Parameter Sistem
Ada kalanya kuantitas dari variabel-variabel input
dianggap konstan untuk suatu periode tertentu,
atau untuk bentuk dari sistem operasionalnya.
Pada saat itu sistem sedang berada dalam
keadaan atau status tertentu, yang berlaku dalam
situasi nilai yang tetap dari kuantitas tersebut.
Gabungan kuantitas yang menentukan keadaan
sistem ini disebut tetapan variabel atau parameter
sistem.

Struktur Sistem
Struktur dari sebuah sistem adalah kaitan antara
obyek dan kemampuannya. Hubungan antara
berbagai obyek dan kemampuannya menentukan
sistem. Tingkat hubungan ini dapat digolongkan
sebagai berikut :
Orde pertama : hubungan fungsional dan
disfungsional yang disebabkan oleh fenomena
alami atau atribut yang berbeda-beda.
Orde kedua : simbiosis, hubungan yang diperlukan
antara organisme yang tidak sama.
Orde ketiga
:
hubungan yang sinergistik
dimana atribut dari masing-masing obyek saling
mendukung untuk meningkatkan output dari sistem.

Proses Sistem
Proses total dari sebuah sistem adalah jumlah bersih
dari semua kegiatan berjalan yang melaksanakan
konversi input menjadi output. Proses total ini
sebenarnya terdiri dari banyak proses kecil.
Hubungan fungsional antara sebuah input dengan
sebuah output dalam suatu proses disebut sebagai
fungsi pengalihan (transfer function). Istilah ini
selalu digunakan dalam membuat desain dan
evaluasi dari sistem umpan balik (feedback
systems).

Batas Sistem
Konsep dari sebuah sistem memungkinkan orang
untuk berkonsentrasi pada suatu sistem tertentu dari
seluruh hirarki sistem. Batas-batas suatu sistem
bisa berbentuk secara fisik maupun secara konsep.
Definisi operasional dari sebuah sistem sehubungan
dengan batas-batas (boundaries) ini adalah sebagai
berikut :
1.Buatlah daftar dari semua elemen yang
membentuk sistem tersebut dan buatlah batasbatasnya. Segala sesuatu yang berada dalam ruang
tersebut disebut sistem, dan yang berada di luarnya
disebut lingkungan.

2. Buatlah semua arus yang melewati batas. Arus


dari lingkungan ke dalam sistem adalah input,
dan arus dari dalam batas ke luar adalah output
3. Identifikasi semua elemen yang memberikan
kontribusi
dalam mencapai sasaran yang
ditentukan bagi sistem ini, dan masukkan ke
dalam lingkaran batasnya, bila seandainya
belum termasuk.

Kontrol
Murdick, Ross dan Claggett (1984) menegaskan
bahwa kontrol adalah konsepsi inti dari sistem,
karena faktor inilah yang menjiwai ide pokok dari
pengadaan sebuah sistem, dan sekaligus
merupakan perwujudan nyata dari tiap sistem.
Sistem-sistem ini dibentuk secara langsung ataupun
tidak, adalah untuk tujuan kontrol.
Kontrol berarti menciptakan atau memelihara :
a.Ukuran prestasi kerja dari individu, kelompok,
mesin, atau fasilitas; atau
b.Karakteristik dari individu, mesin, atau fasilitas;
atau

c. Karakteristik atau nilai dari suatu variabel; dalam


batas-batas yang telah ditentukan.
Kontrol menyebabkan segala sesuatu terlaksana
sesuai dengan keinginan atau rencana dari
pihak pengendali (controller). Kontrol dapat
dirumuskan dengan tahap sebagai berikut :
1. Menetapkan standar prestasi,
2. Membandingkan prestasi aktual dengan standar,
dan
3. Mengambil tindakan korektif untk mengurangi
penyimpangan dari standar.

Perspektif Sistem
Telah disebutkan bahwa sistem merupakan
kumpulan obyek yang saling berkaitan dan saling
bergantungan secara tetap (reguler) untuk
mencapai tujuan bersama di dalam suatu
lingkungan yang kompleks. Dari rumusan tersebut
dapatlah disebutkan bahwa komponen sistem terdiri
dari :
1.Elemen/entiti : obyek sistem yang menjadi pokok
perhatian.
2.Atribut : sifat yang dimiliki oleh elemen/entiti.
3.Aktivitas : proses yang menyebabkan perubahan
dalam sistem, yang dapat
mengubah atribut,
bahkan elemen.

4. Status : keadaan elemen/entiti dan aktivitas pada


saat-saat tertentu, atau kumpulan variabel yang
penting untuk menggambarkan sistem pada
sembarang waktu, tergantung pada tujuan studi
sistemnya.
5. Kejadiaan : peristiwa sesaat yang dapat
mengubah variabel status sistem.
Pernyataan sistem (yang lengkap) mencakup kelima
komponen di atas. Istilah endogenous digunakan
untuk menggambarkan aktivitas dan kejadian yang
terjadi di dalam sistem, dan istilah eksogenous
digunakan untuk menggambarkan aktivitas dan
kejadian di lingkungan yang mempengaruhi sistem.

Endogenous melihat sistem dari subsistemsubsistem yang berinteraksi untuk mencapai tujuan
tertentu. Eksogenous melihat pengertian sistem
dari supra sistem yang di dalamnya juga termasuk
unsur lingkungan yang kompleks.
Pernyataan sistem yang lengkap haruslah dimulai
dari konsep yang mendasar yang berorientasi pada
pencarian pemecahan. Konsep yang mendasar itu
adalah :
1.Abstraksi, menekankan kerincian dan konsentrasi
pada sifat sistem yang sedang diperhatikan,
2.Partisi, menggambarkan kesatuan sistem sebagai
jumlah komponen bagiannya,

3. Proyeksi, menggambarkan keseluruhn sistem


tapi hanya menonjolkan sebagian dari sifat-sifat
utamanya.
Perspektif sistem sejalan dengan konsep proyeksi
dimana tidak ada perspektif yang tunggal yang
dapat menjawab semua pertanyaan tentang desain
sistem saat ini maupun saat mendatang. Kita akan
menggunakan sedikitnya lima perspektif untuk dapat
memahami sistem. Perspektif-perspektif tersebut
adalah :

Perspektif Fungsional : pandangan mengenai


apa yang dilakukan atau dikerjakan oleh sistem
nyatanya. Fungsi atau kegunaan sistem adalah
untuk mengubah data guna mencapai tujuan
sistem.
Perspektif Perilaku : pandangan tentang apa
yang menjadi sifat temporal atau kesementaraan
sistem, perbedaan perilaku status dan kejadiankejadian yang menyebabkan perubahan atau
transisi dari satu status ke status berikutnya.
Perspektif Informasional ; pandangan tersendiri
mengenai fakta sistem, definisi dari informasi
yang relevan dan hubungan antara berbagai
potongan-potongan informasi yang penting
untuk mencapai tujuan sistem.

Perspektif Lingkungan : lingkungan sistem


adalah kumpulan obyek dimana perubahannya
akan mempengaruhi sistem dalam batas-batas
tertentu. Lingkungan sistem sangat kompleks,
karena itu untuk menempatkan sistem yang
sedang diamati ke dalam perspektif yang benar
maka terlebih dahulu harus didefinisikan batasan
(boundary) dari sistem tersebut. Pendefinisian
batasan lingkungan ini dipengaruhi oleh faktor
relevansi dan signifikansi dari lingkungan
terhadap sistem. Faktor relevansi berkaitan
dengan tujuan mempelajari sistem, sedangkan
faktor signifikansi berkenaan dengan tingkat
agregasi.

Perspektif Performansi : setiap sistem didesain


untuk mencapai tujuan tertentu. Ukuran
ketercapaian atau prestasi sistem disebut
performansi sistem. Performansi sistem
mencakup kriteria dan indikator keberhasilan,
serta standar numerik dari kriteria atau indikator.

Karakteristik Sistem
Karakteristik sistem merupakan ciri-ciri dasar yang
nenunjukkan sifat dari suatu sistem. Ciri-ciri tersebut
berlaku untuk semua sistem dan penting diketahui
sebagai dasar untuk memahami bagaimana
kehadiran bidang teori sistem mampu diterapkan
pada organisasi dan manajemen. Setiap ciri akan
digambarkan dalam contoh sistem mekanik (sebuah
mobil), sistem biologi (manusia), dan sistem
organisasi (perusahaan bisnis).
Karakteristik atau ciri-ciri dasar dari suatu sistem
meliputi :

1. Perilaku Sasaran (Purposive Behavior)


Setiap sistem berusaha mencapai satu sasaran
(purposive) atau lebih sehingga tujuan menjadi
pendorong (motivasi) dari sistem untuk
mencapai tujuan
tertentu. Secara umum,
pamrih suatu sistem adalah menciptakan nilai
(value)
dengan
menggabungkan
dan
menggunakan sumber-sumber melalui cara
tertentu. Beberapa contoh sumber-sumber
umum yang digunakan oleh ketiga tipe sistem
yang berbeda adalah sebagai berikut :

Mobil
Bensin
Oli
Air

Manusia
Makanan dan air
Pakaian
Informasi

Organisasi Bisnis
Orang
Peralatan
Material

Penciptaan
dari
sumber-sumber
tersebut
mencerminkan sasaran sistem. Beberapa contoh
sasaran dari ketiga contoh sistem tersebut adalah :
Mobil
Transportasi
Travel ekonomis
Simbol status
Alat bisnis

Manusia
Memperpanjang umur
Kesehatan fisik
Kesehatan mental
Kepuasan pribadi

Organisasi Bisnis
Produk atau jasa
Keuntungan
Kontribusi sosial
Kesempatan kerja

Setiap sistem mempunyai sasaran majemuk. Salah


satu diantaranya adalah yang mendasar atau
mempunyai prioritas yang lebih tinggi dari yang
lainnya.
Sistem dengan sasaran majemuk membutuhkan
penentuan prioritas berdasarkan satu set kriteria nilai
yang menggambarkan permintaan atau kondisi atas
sistem oleh pengguna sistem. Bagi kebanyakan
sistem, kriteria nilai ini terdiri dari empat kategori,
yaitu; kualitas, kuantitas, waktu, dan ongkos. Seperti
contoh berikut :

Kriteria Nilai
Kualitas
Kuantitas
Waktu
Ongkos

Mobil
Daya tahan
Kenyamanan
Keandalan
15km/liter
Pilihan model
Ketersediaan
Harga jual tinggi

Manusia
Hidup sehat
Kekuatan fisik
Kepintaran
Panjang umur
Gelar sarjana
Belajar cepat
Biaya murah

Organisasi Bisnis
Produk awet
Kepuasan pasar
Pelayanan baik
Volume produksi
Jumlah penjualan
Waktu pelayanan
Jaminan/garansi

Adakalanya tidak semua kriteria nilai dapat dicapai


secara simultan. Oleh karena itu perlu ada
pertukaran (trade-off) antar kriteria nilai untuk
mendapatkan prioritas dari sasaran majemuk. Yang
bermanfaat bagi satu alternatif bisa menjadi kerugian
bagi alternatif lain. Dalam hal ini kita berhubungan
dengan masalah analisis manfaat-biaya (benefit-cost)
dalam melakukan evaluasi alternatif.

2. Keseluruhan (Wholism)
Konsep keseluruhan adalah suatu teori yang
menyatakan
bahwa
faktor-faktor
penentu
merupakan kesatuan yang tidak dapat direduksi
lagi. Ini adalah ide bahwa suatu keseluruhan
melebihi jumlah dari bagian-bagiannya, dan
sekaligus juga merupakan ide sinergi atau efek
kombinasi, misalnya :
Sebuah mobil lebih dari hanya sekedar
sekumpulan logam, karet, dan komponenkomponen lainnya.
Seorang manusia lebih dari kombinasi tulang
belukang , otot, syaraf, dan sebagainya.
Sebuah organisasi bisnis lebih dari campuran
manusia dan sumber-sumber fisik.

3. Keterbukaan (Openness)
Sistem mempunyai sifat terbuka terhadap
pengaruh lingkungan dimana sumber dan
pemakai nilai-nilai yang dihasilkan sistem tersebut
berada. Setiap sistem mempunyai batasan. Segala
hal yang berada di sekitar sistem merupakan
lingkungannya. Pembatas merupakan garis
pemisah antara sistem dengan lingkungannya dan
setiap sistem mempunyai batasan, meskipun tidak
secara fisik. Contohnya adalah seperti berikut :

Mobil
Undang-undang
Kondisi jalan
Keadaan cuaca
Pengendalian polusi

Manusia
Organisasi Bisnis
Panas dan dingin
Persaingan
Tekanan sosial
Keinginan konsumen
Tuntutan organisasi
Undang-undang
Hukum sosial
Tekanan sosial

4. Transformasi (Transformation)
Transformasi berkaitan erat dengan siklus inputproses-output. Pengertian ini menunjukkan bahwa
suatu sistem mempunyai kemampuan
untuk
mengubah nilai status sumber daya (input)
menjadi keluaran (output) melalui suatu proses
transformasi
untuk
mencapai
sasarannya.
Contohnya :

Mobil
Manusia
Mengubah bensin jadi Mengubah makanan jadi
energi
energi

Organisasi Bisnis
Mengubah bahan
jadi produk

Proses
transformasi
suatu
sistem
sering
digambarkan dengan menggunakan kerangka model
input-output. Tujuan dasar suatu model adalah untuk
menggambarkan bagaimana operasinya guna
melengkapi pemahaman dan analisis.
Konsep kotak hitam dalam pemodelan sistem
ditunjukkan seperti gambar berikut :

Gambar 1.5 : Konsep Kotak Hitam

5. Keterhubungan (Interrelatedness)
Keterhubungan mencakup interaksi internal dan
ketergantungan antar bagian atau elemen
pembentuk sistem dan interaksi sistem dengan
lingkungannya. Contoh keterhubungan ini adalah
sebagai berikut :
Mobil
Manusia
Organisasi Bisnis
Sistem BBM dan daya Sistem syaraf dan otot Sistem pengadaan dan
penerimaan

Setiap sistem yang sangat kecil sekalipun


mempunyai elemen-elemen yang terdiri dari
subsistem. Subsistem ini mempunyai peranan

Dari subsistem-subsistem penyusun inilah


terbentuk karakteristik sistem yang lengkap.
Setiap sistem mempunyai ketergantungan,
disamping tergantung pada sesama subsistemsubsistem itu sendiri (hubungan horizontal),
subsistem tersebut juga tergantung pada sistem
yang lebih besar lagi (hubungan vertikal). Sistem
memiliki hirarki yang dapat terdiri dari subsubsistem, subsistem, sistem dan supra sistem.
Jika suatu sistem dianggap sebagai sistem maka
di bawahnya ada subsistem dan di atasnya ada
supra sistem.

6. Mekanisme Kontrol (Control Mechanism)


Sistem
harus
mampu
mengarahkan
subsistemnya agar mencapai tujuan yang
diharapkan. Pengendalian atau mekanisme
kontrol merupakan proses pengaturan yang
digunakan sistem untuk mengoreksi setiap
penyimpangan yang terjadi, baik akibat interaksi
internal maupun pengaruh lingkungannya. Untuk
menjaga keseimbangannya sistem memerlukan
evaluasi
terhadap
perubahan
dan
mencocokkannya kembali melalui proses umpan
balik dan adaptasi dengan menggunakan
beberapa tipe mekanisme kontrol. Contoh tipe
mekanisme kontrol ini dapat berupa :

Umpan balik Mekanisme kontrol Adaptasi


Mobil :
BBM habis
Gangguan di jalan

Jarum penunjuk
Rem

Mengisi BBM
Mobil berhenti

Manusia :
Latihan fisik
Kena api

Jantung
Otak

Sirkulasi darah cepat


Menarik tangan

Organisasi Bisnis :
Permintaan material

Bag. Pengadaan

Membeli material

Konsep tingkatan atau hirarki juga berlaku untuk


hirarki kontrol seperti yang diilustrasikan berikut ini :

Mobil
-Sistem penyalaan
mengendalikan
pembakaran
-Stir roda
mengendalikan
roda depan
-Sistem hidrolik
mengendalikan rem
-Pengemudi
mengotrol semua hal
di atas

Manusia
-Otot
mengendalikan
rangka tubuh
-Jantung
mengendalikan
aliran darah
-Otak mengontrol
sistem syaraf
-Hukum mengontrol
perilaku manusia

Organisasi Bisnis
-Manajer pengadaan
mengendalikan
material
-Manajer produksi
mengendalikan
sistem produksi
-Manajemen puncak
mengontrol semuanya
-Aturan upah minimum
mempengaruhi tindakan
manajemen puncak

Contoh di atas menunjukkan bagaimana hirarki kontrol


menembus semua tingkatan sistem, dari yang paling bawah
sampai ke yang paling atas. Tingkatan kontrol tertinggi dari
suatu sistem menerima umpan balik dari lingkungan. Umpan
balik ini terus menerus digunakan sebagai dasar untuk
melakukan pencocokan dan penyesuaian terhadap perubahan
kebutuhan lingkungan.

Klasifikasi Sistem
1.Konseptual (Conceptual) dan Empiris
Sistem konseptual terdiri dari kumpulan konsepsi,
ide, atau karakteristik guna menguraikan
penjelasan atau klasifikasi suatu sistem nyata.
Sistem konseptual mencakup struktur teoritis yang
bersifat unik. Sistem konseptual ini khas meliputi
sistem sistem ilmiah, seperti sistem ekonomi,
sistem geometri yang noneukledia, sistem umum
tentang relativitas, dan teori organisasi.

Sistem empiris pada umumnya merupakan sistem


operasional yang kongkrit atau nyata yang terdiri
dari manusia, peralatan, mesin, bahan, dan faktor
fisik lainnya. Sistem empiris juga mencakup
sistem yang tidak terbentuk (intangible), misalnya
sistem listrik, termal, kimia, informasi, tekanan,
dan lain-lain. Sistem empiris dapat dibentuk dari
atau didasarkan pada sistem konseptual, dan
merupakan konversi dari sebuah konsepsi
menjadi aplikasi dalam praktek.

2. Sistem Alamiah dan Sistem Buatan


Sistem alamiah adalah sistem yang telah
terbentuk dengan sendirinya yang dapat ditemui di
alam bebas. Misalnya sistem ekologi, sistem alam
semesta atau tata surya, dan lain-lain. Sedangkan
sistem buatan adalah sistem yang diciptakan dan
dikendalikan dengan tujuan tertentu. Sistem yang
dibuat ini kita temukan dengan variasi yang tak
ada habisnya di sekitar kita, mulai dari sistem
produksi sebuah perusahaan sampai sistem kota
metropolitan. Contoh lain adalah sistem ekonomi
dan sistem politik.

3. Sosial, Manusia-Mesin, dan Mesin


Sistem sosial menyangkut kumpulan manusia,
terlepas dari sasaran dan proses-proses lainnya
dari sistem itu. Contohnya organisasi perusahaan,
instansi pemerintah, profesi, dan lain-lain. Sistem
sosial ini terbentuk akibat adanya interaksi antara
struktur peran manusia dan perilaku manusianya.
Sistem manusia-mesin, sistem ini berupaya
mengakomodasikan
hubungan
mesin
dan
manusia dimana mesin dimanfaatkan oleh
manusia untuk mencapai tujuan tertentu.
Sistem mesin yang murni harus mampu
mendapatkan inputnya sendiri, dan melakukan
pemeliharaan sendiri sebagaiman layaknya suatu
organisme. Sistem ini masih merupakan khayalan.

4. Sistem Terbuka dan Tertutup


Sistem terbuka adalah sistem yang mampu
berinteraksi
dengan
lingkungannya
dimana
dimungkinkan adanya pertukaraan materi, energi,
maupun
informasi
dengan
lingkungannya.
Organisasi perusahaan pun dapat dipandang
sebagai sistem terbuka.
Sistem tertutup tidak mempunyai relasi atau
interaksi terhadap lingkungannya. Sistem tertutup
digunakan sebagai cara pendekatan awal pada
suatu sistem dengan menyederhanakan situasi
yang kompleks. Contohnya thermostat alat untuk
mengendalikan temperatur ruangan.

5. Adaptif dan Nonadaptif


Sistem adaptif memberikan reaksi terhadap
lingkungannya, sedemikian rupa sehingga dapat
memperbaiki
fungsinya,
prestasinya,
atau
kemungkinannya
untuk
bertahan
hidup.
Contohnya adalah perusahaan yang sukses
adalah perusahaan yang menyesuaikan diri
dengan lingkungannya pada waktu yang tepat.
Sedangkan sistem non-adaptif tidak memberikan
reaksi terhadap lingkungannya. Sistem nonadaptif dapat berubah menjadi adaptif seandainya
terdapat hubungan dengan lingkungannya,
belajar, dan koreksi diri selama proses adaptasi.

6. Permanen dan Sementara


Semua sistem yang berlaku untuk rentang waktu
yang cukup panjang, dibandingkan dengan
kegiatan manusianya dalam sistem tersebut,
dapat digolongkan sebagai sistem permanen.
Sedangkan sistem yang bersifat sementara
diadakan untuk jangka waktu tertentu saja dan
sesudahnya
dihapuskan
atau
dimodifikasi
kembali. Ada beberapa sistem yang bersifat
sementara tanpa direncanakan. Perusahaan yang
bangkrut yang hanya berdiri beberapa lama,
termasuk kategori ini. Sistem sementara penting
artinya dalam melaksanakan tugas tertentu dalam
dunia perusahaan dan untuk penelitian dalam
bidang ilmu.

7. Stasioner dan Nonstasioner


Sistem stasioner adalah sebuah sistem dimana
sifat dan operasinya tidak mengalami perubahan
yang berarti, atau hanya berubah menurut siklus
repetitif. Misalnya sistem manufakturing fleksibel,
operasi dalam toko swalayan, perguruan tinggi,
rute bis jarak jauh. Sistem nonstasioner merupakan
sistem yang sifat operasinya mengalami perubahan
dengan pola non-repetitif. Contohnya adalah riset
di laboratorium, organisasi periklanan, dan
manusia.

8. Subsistem dan Suprasistem


Hirarki yang menjadi perhatian kita tidak lain
adalah apa yang disebut sistem. Sistem yang lebih
kecil dalam sistem itu disebut subsistem. Masingmasing subsistem dapat dipandang sebagai sistem
yang mempunyai goal tertentu yang terkadang
berbeda dengan goal sistem
utamanya.
Sedangkan supra sistem adalah sistem yang lebih
besar dan serba kompleks. Bila wilayah suatu
kampus perguruan tinggi dianggap sebagai suatu
sistem, maka gedung fakultas/jurusan merupakan
subsistem, dan kota dimana kampus itu berada
merupakan suprasistemnya.

9. Sistem Abstrak dan Sistem Fisis


Kategori ini mirip dengan sistem konseptual dan
empiris. Sistem abstrak adalah suatu susunan
yang teratur dari gagasan atau konsepsi yang
saling tergantung satu sama lain. Sistem fisis
adalah kumpulan elemen-elemen yang beroperasi
secara bersama-sama untuk mencapai tujuannya.
10.Sistem Statis dan Sistem Dinamis
Peninjauan sistem statis dan dinamis dengan
perubahan waktu. Sistem statis adalah sistem
yang tidak dipengaruhi atau tidak bergantung pada
perubahan waktu. Sistem dinamis adalah sistem
yang dipengaruhi oleh perubahan waktu. Sistem
dinamis memakai waktu sebagai variabel
independen (bebas).