Anda di halaman 1dari 22

MAKALAH

PEMASARAN PERTANIAN
FUNGSI PEMASARAN KERIPIK NENAS DI KUALU NANAS KAMPAR

OLEH :
MIA DECNITA
1306115114

JURUSAN AGRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS RIAU
PEKANBARU
2015

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat
dan hidayah-Nya kepada kelompok penulis, sehingga dapat menyelesaikan
makalah Fungsi Pemasaran Pertanian yaitu tentang Pemasaran Keripik Nenas.
Makalah yang penulis buat merupakan tugas wajib dari mata kuliah
Pemasaran Pertanian. Makalah ini disusun berdasarkan sumber data dari buku dan
internet. Tujuan pembuatan makalah ini adalah agar pembaca dapat mengetahui
tentang Fungsi Pemasaran Pertanian. Penulis mengharapkan makalah ini dapat
memudahkan pembaca dalam pencarian pengetahuan yang lebih mendalam dari
mata kuliah Pemasaran Pertanian.
Penulis menyadari bahwa penyusunan makalah ini masih banyak
kekurangan baik dari segi materi, bahasa dan teknik penulisan, untuk itu kritik dan
saran yang baik sangat penulis harapkan demi penyempurnaan makalah penulis
selanjutnya. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis dan pembaca.

Pekanbaru, Maret 2015

Penulis

Fungsi Pemasaran Keripik Nenas Di Kualu Nanas , Kabupaten Kampar


2

DAFTAR ISI
Kata Pengantar......................................................................................................i
Daftar Isi...............................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang......................................................................................1
1.2 Tujuan....................................................................................................2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Agroindustri Keripik Nenas..................................................................3
2.2 Pemasaran ...........................................................................................6
BAB III ISI
3.1 profil responden ............................................................................................13
3.2 fungsi pemasaran ..........................................................................................15
BAB IV PENUTUP
3.1 Kesimpulan..........................................................................................18
3.2 Saran....................................................................................................18
Daftar Pustaka.....................................................................................................19

Fungsi Pemasaran Keripik Nenas Di Kualu Nanas , Kabupaten Kampar


3

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
.................Kampar merupakan salah satu kabupaten penghasil nanas terbesar
diprovinsi Riau. Kondisi tanah yang sangat cocok untuk budidaya nenas membuat
hampir semua masyarakat Kampar melakukan usaha budidaya nanas.
Nanas yang melipah di kabupaten Kampar membuat harga nenas sangat
murah. Dari sudut pandang teori ekonomi, bahwa apabila produksi melimpah
membuat harga tersebut turun. Sebaliknya, apabila produksi sedikit membuat
harga tersebut naik/tinggi. Oleh karena itu, nenas yang melimpah membuat harga
nenas Rp. 2000/ batang. Harga nenas yang murah, membuat pendapatan petani
nenas sangat rendah. Seiring berjalanya waktu, dilakukan pengolahan buah nanas
menjadi keripik nenas, dodol nanas, dan sebagainya. Hal tersebut juga terjadi
karena adanya perhatian dari pemerintah kabupaten Kampar. Pemerintah
memberikan bantuan berupa mesin dan pelatihan keberbagai kota untuk dapat
memberikan pembelajaran kepada para petani nenas agar dapat mengembangkan
usaha keripik nenas.
Oleh karena itu, berdasarkan uraian diatas dalam makalah pemasaran
pertanian penulis akan membahas tentang fungsi pemasaran yang dilakukan oleh
petani agroindustri keripik nenas bapak Khayarudin brutu di Jalan Raya
Pekanbaru-Bangkinang Km 25 Kualu Nanas.

Fungsi Pemasaran Keripik Nenas Di Kualu Nanas , Kabupaten Kampar


1

1.2 Tujuan
Tujuan dalam makalah pemasaran pertanian ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui 3 fungsi pemasaran
2. Untuk mengetahui fungsi pemasaran dalam agroindustri keripik nenas
1.3 Rumusan Masalah
Permasalah dalam makalah ini adalah bagaimana penggunaan fungsi pemasaran
dalam agroindustri keripik nanas di Jalan Raya Pekanbaru-Bangkinang Km 25
Kualu Nanas ?

Fungsi Pemasaran Keripik Nenas Di Kualu Nanas , Kabupaten Kampar


2

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Agroindustri Keripik Nenas
Nanas, nenas, atau ananas (Ananas comosus (L.) Merr.) adalah sejenis
tumbuhan tropis yang berasal dari Brasil, Bolivia, dan Paraguay. Tumbuhan ini
termasuk dalam familia nanas-nanasan (Famili Bromeliaceae). Perawakan
(habitus) tumbuhannya rendah, herba (menahun) dengan 30 atau lebih daun yang
panjang, berujung tajam, tersusun dalam bentuk roset mengelilingi batang yang
tebal. Buahnya dalambahasa Inggris disebut sebagai pineapple karena bentuknya
yang seperti pohon pinus. Nama 'nanas' berasal dari sebutan orang Tupi untuk
buah ini: anana, yang bermakna "buah yang sangat baik". Burung penghisap
madu (hummingbird) merupakan penyerbuk alamiah dari buah ini, meskipun
berbagai serangga juga memiliki peran yang sama.
Buah nanas sebagaimana yang dijual orang bukanlah buah sejati,
melainkan gabungan buah-buah sejati (bekasnya terlihat dari setiap 'sisik' pada
kulit buahnya) yang dalam perkembangannya tergabungbersama-sama dengan
tongkol (spadix) bunga majemukmenjadi satu 'buah' besar. Nanas yang
dibudidayakan

orang

sudah

kehilangan

kemampuan

memperbanyak

secara seksual, namun ia mengembangkan tanaman muda (bagian 'mahkota' buah)


yang merupakan sarana perbanyakan secara vegetatif. Nanas meningkatkan
pencernaan dan mengurangi jerawat. Di Indonesia, provinsi Kampar merupakan
salah satu daerah penanaman nanas utama, dengan beberapa pabrik pengolahan
nanas juga terdapat di sana.
Keripik nanas adalah keripik hasil olahan buah nanas yang digoreng
dengan cara khusus, biasanya menggunakan mesin penggoreng hampa. Jika
menggunakan cara penggorengan biasa yakni dengan menggunakan kuali/wajan
buah nanas tidak akan menjadi keripik karena buah akan rusak terkena suhu panas
yang berlebih. Dengan menggunakan mesin penggoreng hampa buah nanas
digoreng dengan suhu yang lebih rendah sekitar 50C-60C sehingga tidak
merusak buah nanas tersebut.
Fungsi Pemasaran Keripik Nenas Di Kualu Nanas , Kabupaten Kampar
3

Cara Pembuatan Kripik Nanas


Pemilihan buah nanas harus benar, buah dipilih dari yang sudah matang
tetapi tidak boleh terlalu lembek daging buahnya karena terlalu matang. Dengan
dipilih buah yang sudah matang maka akan dihasilkan rasa manis padaproduk
kripik nanas tanpa ada penambahan unsur manis dari luar.
Dari pemilihan buah yang baik selanjutnya dilakukan proses pengupasan
hingga bersih dilanjutkan dengan perendaman pada air garam. Setelah itu buah
diiris sesuai selera bentuk yang ingin dihasilkan dari kripik nanas, bisa bentuk
bulat sesuai buahnya atau bentuk memanjang kebawah. Ketebalan tiap irisan
diperkirakan kurang lebih 5 mm.
Cara Menggoreng Kripik Buah Nanas
Proses selanjutnya adalah mendinginkan buah pada Freezer sebelum
dilakukan penggorengan agar hasilnya bisa baik. Pada waktu proses
penggorengan dibutuhkan sekali alat penggorengan khusus buah buahan atau
dinamakan Vacuum Friying.
Memang mesin penggoreng buah buahan dikenal cukup tinggi harganya
dan juga apabila dilakukan dengan sistim penggorengan biasa atau tradisionil
maka hasil dari kripik nanas akan hitam atau meleleh seperti jeli. Hal tersebut
disebabkan karena kandungan glukose pada buah buahan sangat tinggi karena itu
suhu temperatur tidak boleh terlalu tinggi ketika menggorengnya.
Pada penggorengan biasa cenderung suhu bisa tinggi hingga 100 derajat
celcius bahkan lebih, dengan kondisi suhu kerja yang tinggi itu masih belum
cukup untuk menghilangkan kadar air dalam buah, dan apabila hal tersebut
diteruskan ketika proses menggoreng, maka hasil produksi kripik nanas akan
gosong.
Dengan menggunakan alat Vacuum Friying suhu temperatur bisa diatur
agar tidak terlalu tinggi dan selalu stabil ketika proses dilakukan, pada proses
pemanasan pada mesin kripik buah tidak boleh lebih dari 85 derajat celcius agar
hasilnya tidak gosong. Di dalam mesin ketika menggoreng buah, kandungan air
Fungsi Pemasaran Keripik Nenas Di Kualu Nanas , Kabupaten Kampar
4

dihisap keluar dari buah melalui mekanisme yang ada pada mesin penggoreng
kripik buah tersebut.
Penirisan dan Pengepakan Kripik Nanas
Setelah cukup diperkirakan sudah matang maka makanan ringan kripik
nanas dikeluarkan dari mesin Vacuum Friying kemudian ditiriskan atau
dipisahkan dari minyak nabati yang menempel di kripik dengan menggunakan alat
yang dinamakan mesin Spinner. Dengan alat peniris ini membuat hasil kripik buah
nanas akan lebih sempurna karena kandungan minyak bisa hilang sepenuhnya dari
kripik, hasilnya seolah tidak digoreng dengan minyak.
Selesai sudah urutan pengerjaan kripik nanas, tahap akhir yaitu
pengemasan dan penyimpanan produk agar bisa tahan lama, disini dianjurkan
apabila ingin membuat produk kripik nanas jadi tahan lama diharuskan
menggunakan Packing Aluminium Foil Bag, jenis packing ini lebih padat pori
porinya dari pada plastik sehingga daya tahan kripik nanas bisa lebih maksimal.
2.2 Pemasaran
Menurut Alma (2004), istilah pemasaran adalah terjemahan dari kata
marketing, pemasaran adalah segala tindakan yang berkaitan dengan adanya
pemindahan hak milik secara memuaskan. Termasuk didalamnya berbagai
kegiatan seperti membeli, menjual, mengangkut barang, menyimpan, menyortir
dan sebagainya. Pemasaran adalah proses perencanaan dan pelaksanaan
rancangan, penetapan harga, promosi dan distribusi gagasan serta jasa untuk
menciptakan pertukaran yang memenuhi sasaran-sasaran individu dan organisasi.
Dalam perkembangan perusahaan pada umumnya dapatlah diketahui
pemasaran merupakan masalah yang sangat penting dalam perusahaan untuk
menciptakan suatu tujuan (William dkk., 1995) Tataniaga adalah kegiatan
usahatani yang bertujuan untuk mengalirkan barang dan jasa dari titik produsen ke
konsumen (Hamid, 1974). Menurut Niti Semito (1991), tataniaga merupakan
kegiatan yang bertujuan untuk memperlancar arus barang dan jasa dari produsen
ke konsumen secara efisien, dengan maksud untuk menciptakan permintaan

Fungsi Pemasaran Keripik Nenas Di Kualu Nanas , Kabupaten Kampar


5

efektif sehingga tataniaga bukan semata-mata kegiatan untuk menjual barang dan
jasa saja, karena sebelum dan sesudahnya merupakan kegiatan tataniaga.
Secara umum pemasaran dianggap sebagai proses aliran barang yang
terjadi dalam pasar. Dalam pemasaran ini barang mengalir dari produsen ke
konsumen akhir yang disertai pnambahan guna bentuk melalui proses pengolahan,
guna tempat melalui proses pengangkutan dan guna waktu melalui proses
penyimpanan.dalam mendefinisikan proses pemasaran ini sangat tergantung posisi
seseorang yang terlibat dala proses pemasaran. Ada beberapa definisi pemasaran
yang dikemukakan oleh beberapa para ahli, antara lain :
1. Menurut King
Pemasaran merupakan pengambilan keputusan dan pelaksanaan, termasuk
perencanaan dan penetapan aktivitas untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang
berupa barang.
2. Menurut Fisk
Pemasaran ialah segala usaha bisnis sehingga dapat memenuhi kebutuhan barang
dan jasa yang diinginkan oleh semua konsumen.
3. Menurut Schewe dan Smith
Pemasaran adalah aktivitas-aktivitas dimana badan usaha melakukan promosi
untuk menyampaikan barang dan jasa antara perusahaan dan masyarakat.
4. Menurut Downey dan Erikson
Pemasaran merupakan ilmu yang menelaah terhadap aliran produk secara fisik
dan ekonomis dari produsen melalui lembaga pemasaran kepada konsumen.
Dengan melihat beberapa definisi pasar dan pemasaran seperti di atas,
maka dapat dikemukakan definisi dari pemasaran pertanian itu sendiri, yaitu
sebagai berikut :

Fungsi Pemasaran Keripik Nenas Di Kualu Nanas , Kabupaten Kampar


6

1. Menurut FAO (1958)


Pemasaran pertanian adalah serangkaian kegiatan ekonomi berturut-turut yang
terjadi selama perjalanan komoditi hasil-hasil pertanian mulai dari produsen
primer sampai ke tangan konsumen.
2. Menurut Breimeyer (1973)
Pemasaran pertanian adalah kegiatan-kegiatan yang terjadi diantara usahatani dan
konsumen. Definisi ini menegaskan bahwa pemasaran pertanian terjadi setelah
usaha tani (marketing post the farm) dan produksi terjadi pada usahatani
(production on the farm).
3. Menurut John Philips (1968)
Pemasaran pertanian adalah semua aktivitas perdagangan yang meliputi aliran
barang-barang dan jasa-jasa secara fisik dari pusat produksi pertanian ke pusat
konsumsi pertanian.
Istilah tataniaga di negara kita diartikan sama dengan pemasaran atau
distribusi yaitu kegiatan ekonomi yang berfungsi membawa atau menyampaikan
barang dari produsen ke konsumen, disebut tataniaga karena sesuatu yang
menyangkut aturan permainan dalam hal perdagangan barang sadangkan disebut
pemasaran karena sering terjadinya transaksi di pasar (Mubyarto, 1994).
Tataniaga merupakan salah satu cabang aspek pemasaran yang
menekankan bagaimana suatu produksi dapat sampai ke tangan konsumen
(distribusi). Tataniaga dapat dikatakan efisien apabila mampu menyampaikan
hasil produksi kepada konsumen dengan biaya semurah-murahnya dan mampu
mengadakan pembagian keuntungan yang adil dari keseluruhsn harga yang
dibayar konsumen kepada semua pihak yang ikut serta dalam kegiatan produksi
dan tataniaga. (Rahardi, 2000).
Definisi tataniaga di atas didasarkan pada konsep inti tataniaga sebagai berikut:
1. Kebutuhan, keinginan, dan permintaan
2. Produk
3. Utilitas, nilai dan kepuasan
Fungsi Pemasaran Keripik Nenas Di Kualu Nanas , Kabupaten Kampar
7

4. Pertukaran, transaksi, dan hubungan


5. Pasar
6. Pemasaran dan pemasar.
Tataniaga sayuran, sebagai salah satu produk pertanian, masih kurang
efisien, yaitu kurang adilnya pembagian keuntungan. Hal ini tergambar dari
sangat rendahnya harga produk sayuran di tingkat pengusaha produsen sayuran,
terutama pengusaha sayuran skala kecil (petani). Untuk menanggulangi masalah
itu perlu diketahui mata rantai distribusi beserta permasalahannya.
Produk adalah sesuatu yang dapat ditawarkan kepada seseorang untuk
memuaskan suatu kebutuhan atau keinginan. Dengan demikian, para produsen
harus mencurahkan perhatian baik terhadap produk maupun jasa (pelayanan) yang
diberikan oleh produk tersebut. Pelanggan membeli produk karena produk
tersebut memuaskan suatu kebutuhan. Makin dekat letak suatu produk aktual
dengan produk ideal menunjukkan tingkat utilitas (nilai kegunaan) yang semakin
tinggi. Seorang yang rasional pasti akan berusaha memaksimumkan utilitas,
artinya ia akan memilih produk yang menghasilkan utilitas yang paling besar per
rupiah yang dikeluarkannya. Nilai merupakan fungsi dari tampilan produk, jasa
dan harga instrinsik.
Kepuasan adalah manfaat yang diberikan sesuatu produk sesuai dengan
yang diharapkan atau didambakan pelanggan, baik secara fungsional dan
emosional. Pelanggan membeli manfaat, bukan produk.
Pertukaran adalah tindakan untuk memperoleh produk yang dikehendaki
dari seseorang dengan menawarkan suatu yang lain sebagai balasannya.
Pertukaran merupakan cara seseorang untuk memuaskan kebutuhan dan
keinginannya. Pertukaran terjadi di dalam pasar yang terdiri dari semua pelanggan
potensial yang mempunyai kebutuhan atau keinginan tertentu yang mungkin
bersedia dan mampu melibatkan diri dalam suatu pertukaran guna memuaskan
kebutuhan dan keinginan tersebut. Dengan adanya pertukaran, maka muncullah
pemasaran. Pemasaran adalah pengidentifikasian calon mitra pertukaran,
mengembangkan penawaran, mengkomunikasikan informasi, mengirimkan
produk dan mengumpulkan pembayaran. Pemasar adalah seseorang yang mencari
Fungsi Pemasaran Keripik Nenas Di Kualu Nanas , Kabupaten Kampar
8

sumberdaya dari orang lain dan bersedia menawarkan sesuatu yang bernilai
sebagai imbalannya.
Fungsi pemasaran terdiri dari tiga fungsi pokok, yaitu:
a. Fungsi pertukaran :
1) Penjualan : Mengalihkan barang ke pembeli dengan harga
yang memuaskan.
2) Pembelian : Mengalihkan barang dari penjual dan pembeli
dengan harga yang memuaskan.
b. Fungsi pengadaan secara fisik
1) Pengangkutan : Pemindahan barang dari tempat produksi dan
atau tempat penjualan ke tempat-tempat dimana barang tersebut akan
terpakai (kegunaan tempat).
2) Penyimpanan : Penahanan barang selama jangka waktu antara
dihasilkan atau diterima sampai dijual (kegunaan waktu).
c. Fungsi pelancar
1) Pembiayaan : Mencari dan mengurus modal uang yang berkaitan
dengan transaksi-transaksi dalam arus barang dari sektor
sampai sektor konsumsi.
2) Penanggungan risiko :

Usaha untuk

mengelak atau

produksi
mengurangi

kemungkinan rugi karena barang yang rusak, hilang, turunnya

harga

dan tingginya biaya.


3) Standardisasi dan Grading : Penentuan atau penetapan dasar
penggolongan (kelas atau derajat) untuk barang dan memilih

barang

untuk dimasukkan ke dalam kelas atau derajat yang telah ditetapkan


dengan jalan standardisasi.
4) Informasi Pasar : Mengetahui tindakan-tindakan yang

berhubungan

dengan fakta-fakta yang terjadi, penyampaian fakta, menafsirkan fakta dan


mengambil kesimpulan akan fakta yang terjadi.

Fungsi Pemasaran Keripik Nenas Di Kualu Nanas , Kabupaten Kampar


9

BAB III
ISI
3.1 Identitas Responden
Nama Responden

Khayarudin Brutu

Fungsi Pemasaran Keripik Nenas Di Kualu Nanas , Kabupaten Kampar


10

Umur
Luas lahan
Pendidikan terakhir
Tahun memulai usaha
Pekerjaan
Nama istri
Umur
Alamat

44tahun
0,5 ha
SD
2007
Petani
Rosmadiarti
34 tahun
Jalan Raya Pekanbaru-Bangkinang km

Jumlah Anggota keluarga

25 Kualu Nanas
5 orang

Profil responden merupakan gambaran secara garis besar dari identitas


responden penelitian, profil responden
pendidikan,

jenis

pekerjaan

utama,

dilihat dari: tingkat umur, tingkat


pekerjaan

sampingan,

pengalaman

berusahatani, jumlah anggota keluarga, luas lahan garapan, status kepemilikan


lahan, dan lain-lain.
Usia responden adalah 44 tahun . Usia sangat memengaruhi seseorang
dalam mempelajari sesuatu yang baru. Selain itu, usia juga memengaruhi kondisi
fisik seseorang, khususnya dalam memajukan kegiatan dibidang pertanian melalui
kegiatan usaha tani atau agroindustri. Dalam pertanian usia merupakan salah satu
factor yang paling berpengaruh bagi petani. Secara umum, umur dapat dibagi
dalam 2 jenis, yaitu umur yang produktif (15-45 tahun) dan tidak produktif ( <15
tahun dang >45 tahun). Umur seseorang akan berpengaruh terhadap kemampuan
dalam menyerap informasi dan teknologi, daya ingat, kemampuan menjalankan
suatu usaha maupun dalam pengambilan keputusan. Pada umumnya seseorang
yang mempunyai umur lebih muda memiliki kemampuan fisik yang lebih kuat
dalam mengelola usahanya bila dibandingkan dengan orang yang mempunyai
umur lebih tua (Soekartawi, 1995). Dalam hasil wawancara dengan responden
yang berusia produktif lebih aktif dalam bertani nenas dan usaha keripik nanas.
Dalam hasil wawancara tingkat pendidikan terakhir responden adalah
tamat SD. Tingkat pendidikan Tingkat pendidikan yang dimiliki oleh seseorang
akan sangat mempengaruhi kemampuan seseorang dalam berfikir dan bertindak
terhadap aktivitas yang dilakukan sehari-hari. Menurut Soekartawi (2001),
tingkat pendidikan akan sangat berpengaruh terhadap cara berfikir dan daya serap
seseorang terhadap teknologi baru. Akan tetapi, walaupun tingkat pendidikan
Fungsi Pemasaran Keripik Nenas Di Kualu Nanas , Kabupaten Kampar
11

rendah bapak Khayarudin brutu tergolong sukses dalam melakukan usaha


agroindustri keripik nenas. Hal tersebut dapat terjadi karena bapak Khayarudin
brutu memiliki jiwa kewirausahaan dan semangat kerja keras yang tinggi.
Menurut Thomas Alfa Edison bahwa Jenius adalah 1 % inspirasi dan 99 %
keringat. Tidak ada yang dapat menggantikan kerja keras.

3.2 Fungsi Pemasaran


3.2.1 Fungsi pertukaran
Fungsi pertukaran meliputi kegiatan yang memperlancar perpindahan hak
milik dari barang dan jasa yang dipasarkan. Dalam fungsi petukaran terdapat
penjualan dan pembelian.
Pada agroindustri keripik nenas bapak Khayarudin brutu di Jalan Raya
Pekanbaru-Bangkinang Km 25 Kualu Nanas, melakukan fungsi penjualan yaitu
responden menjual semua keripik nenas yang di olah dan melakukan fungsi
pembelian yaitu membeli faktor produksi seperti buah nenas untuk dijadikan
keripik nenas, karena lahan yang dimiliki bapak Khayarudin seluas 0,5 Ha yang
tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan bahan baku nenas.
3.2.2 Fungsi pengadaan secara fisik
Kegiatan-kegiatan secara langsung yang berhubungan dengan barang dan
jasa sehingga menimbulkan keguanaan bentuk, tempat, dan waktu. Pada
agroindustri keripik nenas bapak Khayarudin brutu di Jalan Raya PekanbaruBangkinang Km 25 Kualu Nanas, melakukan fungsi pengangkutan dan fungsi
penyimpanan.
Dalam fungsi pengangkutan bapak Khayarudin brutu menggunakan
sepeda motor dan paket travel untuk mengangkut keripik nenas yang akan diantar
kepada konsumen maupun di swalayan mulai dari kota Pekanbaru sampai ke
Pangkalan Kerinci.

Fungsi Pemasaran Keripik Nenas Di Kualu Nanas , Kabupaten Kampar


12

Dalam fungsi penyimpanan yang dilakukan bapak Khayarudin brutu


disimpan didalam plastic yang berukuran besar dalam jangka waktu paling lama
sekitar 6 bulan dan disimpan didalam ruangan atau tidak terpapar sinar matahari.
Apabila terkena sinar matahari akan membuat keripik nenas mengalami kerusakan
seperti keripik nenas tidak gurih.
3.2.3 Fungsi pelancar
Fungsi penyediaan fasilitas atau disebut fungsi pelancar , merupakan
usaha-usaha

perbaikan

sistem

pemasaran

untuk

meningkatkan

efisiensi

operasional dan efisiensi penetapan harga. Pada agroindustri keripik nenas bapak
Khayarudin brutu di Jalan Raya Pekanbaru-Bangkinang Km 25 Kualu Nanas,
melakukan fungsi pembiayaan, melakukan penanggungan

resiko, tidak

melakukan standarisasi dan grading, dan informasi pasar.


Dalam fungsi pembiayaan bapak Khayarudin brutu memijam uang dari
bank mandiri untuk modal awal sbesar Rp.30.000.000,00 dan telah lunas pada
tahun 2009 dan beberapa bantuan juga diterima dari pemerintah seperti mesin
penggoreng yang lengkap.
Dalam fungsi penanggungan resiko yang terjadi pada bapak Khayarudin
brutu adalah apabila ada keripik nenas yang mengalami kerusakan selama
pengangkutan dan tidak terjual habis maka bapak Khayarudin brutu menanggng
semua resiko yang terjadi.
Bapak Khayarudin brutu tidak melakukan fungsi standarisasi dan grading,
dikarenakan keripik nenas yang telah masak tidak ada di digolong-golongkan
semua keripik nenas langsung dimasukkan kedalam satu tempat atau kedalam
pelastik besar.
Bapak khayarudin brutu mendapat Informasi Pasar dari pelatihanpelatihan yang diberikan oleh pemerintah daerah Kampar.

Fungsi Pemasaran Keripik Nenas Di Kualu Nanas , Kabupaten Kampar


13

BAB IV PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Dalam ke tiga fungsi pemasaran tersebut bapak khayarudin melakukan
semua fungsi pertukaran, melakukan semua pengadaan secara fisik dan tidak
melakukan semua fungsi pelancar yaitu fungsi grading dan standarisasi.
4.2 Saran
Fungsi Pemasaran Keripik Nenas Di Kualu Nanas , Kabupaten Kampar
14

Saran yang disampaikan penulis adalah dalam mengetahui fungsi


pemasaran ini kita dapat menganalisis biaya pemasaran dengan mudah.

DAFTAR PUSTAKA
http://id.wikipedia.org/wiki/Nanas
http://id.wikipedia.org/wiki/Keripik_nanas
http://anekakripikmalang.com/2013/09/04/kripik-nanas-dan-cara-pembuatannya/

Fungsi Pemasaran Keripik Nenas Di Kualu Nanas , Kabupaten Kampar


15

Jurnal SISTEM PEMASARAN TOMAT (Lycopersicum esculentum L. Mill.) DI


DESA

BANGUNREJO

KECAMATAN

TENGGARONG

SEBERANG

KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA


http://shaylife.blogspot.com/2012/04/tataniaga-pertanian-saluran-tataniaga.html

LAMPIRAN

Fungsi Pemasaran Keripik Nenas Di Kualu Nanas , Kabupaten Kampar


16

Tempat pengolahan keripik nenas

Tempat

pengolahan

keripik nenas

Fungsi Pemasaran Keripik Nenas Di Kualu Nanas , Kabupaten Kampar


17

Trmpat penyimpanan keripik nenas

Kemasan keripik nenas

Fungsi Pemasaran Keripik Nenas Di Kualu Nanas , Kabupaten Kampar


18

Fungsi Pemasaran Keripik Nenas Di Kualu Nanas , Kabupaten Kampar


19