Anda di halaman 1dari 2

RUMAH SAKIT

UMUM
WIRADADI
HUSADA

KOMUNIKASI ANTAR DPJP


No. Dokumen :
Med.SPO.DPJP.04.04.201
1

No. Revisi :

Halaman :
/

Jl. Menteri Supeno 25


Sokaraja BMS

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONA
L

Tanggal Terbit

Ditetapkan :
Direktur RSU Wiradadi
Husada

16 April 2011
dr. Laeli Isticharijah
NIPRS. 0110001

Pengertian

Komunikasi antar DPJP dan pola operasional DPJP adalah


komunikasi yang dilakukan antar DPJP di bangsal
perawatan ketika melakukan rawat bersama dan mengatur

Tujuan

wewenang dan tanggungjawab masing-masing DPJP.


Agar pasien mendapatkan pelayanan kesehatan yang
bermutu, efisien dan dapat menjamin keselamatan pasien

Kebijakan

serta pelayanan berkesinambungan..


1. Koordinasi antar unit pelayanan

dalam

rangka

kesinambungan pelayanan
2. Komunikasikan dengan pasien / keluarga bilamana
Prosedur

terjadi insiden.
1. Kepala Ruang mendistribusikan pasien yang masuk ke
ruang perawatan kepada Dokter Ahli berdasarkan
diagnosis yang dibuat oleh dokter jaga IGD / dokter
poliklinik.
2. Dokter Ahli melakukan pemeriksaan ulang untuk
konfirmasi apakah diagnosis sesuai dengan bidang
keahliannya, apabila telah sesuai maka dokter Ahli tsb
mulai saat itu berstatus sebagi DPJP dan bilamana
diagnosis tidak sesuai maka Dokter Ahli tsb langsung
merujuk ke Dokter Ahli lain yang sesuai bidangnya dan
Dokter Ahli lain ini berstatus sebagai DPJP.
3. Dalam perkembangannya apabila DPJP harus meminta
bantuan kepada dokter Ahli Lain maka DPJP pertama
berperan sebagai DPJP Utama atau Koordinator DPJP.
4. Bentuk komunikasi / transfer informasi antar DPJP
dilaksanakan secara tertulis dalam catatan medis
pasien dan dikoordinasikan oleh Manajer Kasus/ Kepala
Ruang/ Perawat Pelaksana.
5. Semua DPJP mempunyai kewajiban memberikan
penjelasan secara jelas dan benar kepada pasien dan
keluarga tentang rencana dan hasil pelayanan,
pengobatan atau prosedur termasuk Kejadian yang
diharapkan dan Kejadian yang Tidak diharapkan.
6. DPJP Utama memiliki kewajiban memberi pendidikan
/edukasi kepada pasien tentang kewajibannya kepada
Rumah sakit.

7. Dalam Kondisi Rawat Bersama hanya DPJP Utama


yang memiliki hak untuk memulangkan pasien.
Pemulangan pasien dilakukan setelah DPJP Lain
menyetujui kepulangan pasien.
8. DPJP Utama bertanggungjawab terhadap kelengkapan
pengisian Rekam medis.
Unit Terkait

DPJP, Bidang Pelayanan dan instalasi terkait.