Anda di halaman 1dari 13

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) KONSULTAN

PENYUSUNAN RENCANA PENATAAN KAWASAN PUSAKA KOTA BANJARMASIN

KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA
UNIT ORGANISASI
PROGRAM

:
:
:

SASARAN PROGRAM

DETIL KEGIATAN

LOKASI KEGIATAN
KAWASAN

:
:

Kementerian Pekerjaan Umum


Direktorat Penataan Bangunan dan Lingkungan
Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur Permukiman
(033.05.07)
Jangka menengah untuk mengendalikan dan dan menata
perkembangan Kota Pusaka dengan tetap menjunjung tinggi
dinamika kota agar keberadaan kawasan pusaka kota tetap
terjaga keberlanjutannya, lestari dan terintegrasi dengan
kebijakan pembangunan sosial, ekonomi sehingga
mewujudkan tata bangunan dan dan lingkungan layak huni,
berjati diri, produktif dan berkelanjutan dalam skala kawasan
hingga skala kota.
Penyusunan Rencana Penataan Kawasan Pusaka Kota
Banjarmasin
Kawasan Sungai Martapura Banjarmasin
1. Kawasan Kampung Sasirangan
2. Kawasan Sungai Jingah
3. Kawasan Tendean
4. Kawasan Kampong Ketupat
5. Kawasan Veteran, Kawasan Sabilal Muttadin
Kecamatan Banjar Tengah (Kewenangan Provinsi)
6. Kawasan Pasar Ujung Murung (telah disusun RTBL
oleh Provinsi, namun belum tersusun rencana tindak)

1. LATAR BELAKANG
Indonesia merupakan negara yang kaya dengan limpahan pusaka yang bernilai tinggi, beragam dan unik,
tersebar dan dapat ditemui diseluruh pelosok tanah air baik secara kasat mata ataupun dalam jiwa. Berdasarkan
segi kepentingan dan luas pengaruhnya Indonesia memiliki pusaka kota, propinsi, nasional dan dunia.
Berdasarkan jenisnya, pusaka terdiri atas pusaka alam, pusaka budaya dan gabungan keduanya yaitu pusaka
saujana. Adapun secara fisik, pusaka dapat terbagi atas pusaka bendawi (tangible heritage) dan pusaka non
bendawi (intangible heritage).
Keberagaman dan banyaknya pusaka yang dimiliki Indonesia saat ini memerlukan perhatian dan penanganan
yang lebih intensif dan berkelanjutan. Banyak ragam pusaka bendawi tak bergerak seperti bangunan rumah
tradisional, candi, keraton maupun bendawi bergerak seperti kendaraan tradisional dibiarkan terbengkalai,
dilupakan dan akhirnya punah dan musnah. Hal ini juga terjadi pada pusaka non bendawi, dimana banyak
bahasa, tarian, adat istiadat kita yang mulai ditinggalkan sehingga dilupakan dan hilang. Rusak, hilang dan
musnahnya pusaka bisa disebabkan oleh tangan dan aktivitas manusia, namun juga tidak jarang disebabkan
oleh alam, baik melalui bencana alam seperti banjir, gempa bumi, gunung meletus, maupun akibat iklim.
Pemerintah, masyarakat, pemerhati pelestarian, hingga pihak swasta sebenarnya sudah menunjukkan
kepeduliannya akan upaya melestarikan pusaka Indonesia. Namun tidak jarang penanganannya masih bersifat
lokal dan belum banyak yang sejalan bahkan mendukung arah perkembangan kota yang dinamis, sehingga
pusaka tersebut belum berkaitan dengan kekinian. Hal ini sungguh disayangkan karena sebenarnya banyak
pusaka Indonesia yang berpotensi menjadi Pusaka Dunia.
KAK KONSULTAN PENYUSUNAN RENCANA PENATAAN KAWASAN PUSAKA KOTA BANJARMASIN-

Terkait dengan kondisi ini, tidak dapat dipungkiri bahwa upaya pelestarian saja tidak cukup. Perlu pengayaan
jangka panjang untuk berbagai kepentingan perkembangan peradaban manusia, ekonomi, pendidikan dan
penelitian. Sebuah pekerjaan besar untuk mewujudkan kota-kota pusaka di Indonesia agar dapat menjadi kota
pelestari peradaban (world heritage cities). Pemerintah kota harus dapat bekerjasama dengan komunitas
pusaka, dunia usaha dan perguruan tinggi setempat serta terus berkomitmen mengawinkan potensi masa lalu, di
mana landmark yang unik serta nafas tradisi harus tetap dipertahankan menjadi ruhnya, untuk kemudian
ditransformasikan di era kekinian dalam suatu sustainable urban development.
Adanya kebutuhan untuk pelestarian dan penataan akan aset-aset pusaka ini sejalan dengan Undang-udang
(UU) No. 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, yang menguraikan bahwa cagar budaya yang berkembang
merepresentasikan kekayaan budaya bangsa sebagai wujud pemikiran dan perilaku kehidupan manusia yang
penting artinya bagi pemahaman dan pengembangan sejarah, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara sehingga perlu dilestarikan. Upaya pelestarian ini
sebaiknya diwujudkan dalam penyelenggaraan penataan ruang sebagaimana yang diamanatkan dalam UU No.
26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang yang menjelaskan bahwa dalam penyelenggaraan penataan ruang
harus memperhatikan berbagai aspek, termasuk nilai budaya yang terkandung dalam kawasan bersejarah.
Dalam lingkup yang lebih mikro, upaya pelestarian ini juga perlu dilakukan terhadap bangunan gedung dan
lingkungan yang ditetapkan sebagai cagar budaya, sebagaimana yang diamanatkan dalam UU No. 28 Tahun
2002 tentang Bangunan Gedung.
Merujuk pada amanat peraturan perundangan tersebut, maka penanganan suatu kota yang diarahkan atau
memiliki potensi sebagai kota pusaka harus dilakukan secara sistemik dan utuh dalam lingkup kota sampai
dengan lingkup bangunan gedung dan lingkungannya. Untuk dapat mewujudkan kondisi ini diperlukan suatu
arahan penanganan yang komprehensif skala kota yang dapat menjadi payung perencanaan sampai dengan
skala bangunan dan lingkungannya. Dalam kerangka kebijakan pembangunan kota secara keseluruhan, arahan
pengembangan skala kabupaten/kota dan penataan skala kawasan akan menjadi dasar penyusunan
perencanaan detail skala kawasan, termasuk di dalamnya dalam proses penyusunan Rencana Tata Bangunan
dan Lingkungan (RTBL) kawasan strategis Kota Pusaka. Terkait dengan kebutuhan ini, maka Direktorat
Penataan Bangunan dan Lingkungan, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kemeterian Pekerjaan Umum pada tahun
anggaran 2014 ini memfasilitasi upaya pelestarian dan penataan kota pusaka tersebut dalam kegiatan
Penyusunan Rencana Penataan Kawasan Pusaka Kota Banjarmasin.

2. DASAR HUKUM
Penyelenggaraan kegiatan Penyusunan Rencana Penataan dan Pelestarian Kawasan Kota Pusaka didasarkan
pada beberapa peraturan perundangan sebagai berikut:
1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman;
2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya;
3) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana;
4) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang;
5) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2002tentang Bangunan Gedung;
6) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1997 tentang Lingkungan Hidup;
7) Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah;
8) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Penataan
Ruang
9) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah
Nasional;
10) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2005 tentang Peraturan Pelaksanaan Undangundang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung
KAK KONSULTAN PENYUSUNAN RENCANA PENATAAN KAWASAN PUSAKA KOTA BANJARMASIN-

11) Peraturan Menteri Peraturan Pekerjaan Umum Nomor 29/PRT/M/2006 tentang Pedoman Persyaratan
Teknis Bangunan Gedung;
12) Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05/PRT/M/2008 tentang Pedoman Penyediaan dan
Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di KawasanPerkotaan;
13) Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 06/PRT/M/2007 tentang Pedoman Umum Rencana Tata
Bangunan dan Lingkungan;
14) Peraturan Menteri Peraturan Pekerjaan Umum Nomor 30/PRT/M/2006 tentang Persyaratan Teknis Fasilitas
dan Aksesibilitas pada Bangunan Umum dan Lingkungan;
15) SNI 03-1733-2004 tentang Tata Cara Perencanaan Lingkungan Perumahan di Perkotaan;
16) Surat Edaran Direktur Jenderal Cipta Karya Nomor 01/SE/DC/2009 Perihal Modul Sosialisasi Rencana Tata
Bangunan dan Lingkungan;
17) Peraturan Daerah/Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) pada
Kabupaten/Walikota tempat lokasi studi; dan
18) Peraturan Daerah/Rancangan Peraturan Daerah tentang Bangunan Gedung pada Kabupaten/Walikota
tempat lokasi studi.
3. MAKSUD, TUJUAN DAN SASARAN
3.1 Maksud Kegiatan
Kegiatan Penyusunan Rencana Penataan Kawasan Pusaka Kota Banjarmasin ini diselenggarakan dengan
maksud untuk memberikan arahan bagi kota dalam melakukan penataan dan pelestarian kawasan yang
ditetapkan sebagai aset pusaka secara utuh dan komprehensif.
3.2 Tujuan Kegiatan
Kegiatan Penyusunan Rencana Penataan Kawasan Pusaka Kota Banjarmasin ini diselenggarakan dengan
tujuan untuk menghasilkan dokumen pengembangan untuk penataan dan pelestarian kota pusaka, baik untuk
skala kota maupun kawasan yang disertai dengan arahan pembangunan yang menjadi panduan dalam
implementasi.
3.3 Sasaran
Sasaran dari kegiatan ini adalah:
a. Tersusunnya arah pelestarian kota pusaka dan rencana penataan skala kawasan;
b. Tersusunnya Dokumen Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL)dengan tema pelestarian yang
dapat digunakan sebagai panduan dalam penyelenggaraan bangunan gedung dan lingkunganpada
kawasan pusaka; serta
c. Tersusunnya Rancangan Peraturan Walikota (Raperwal) tentang Rencana Penataan Kawasan Pusaka Kota
Banjarmasin.
3.4 Sasaran Pelaku
Kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan produk yang dapat mendorong beragam pihak untuk bersamasama mewujudkan kota pusaka yang berkarakter. Adapun pihak yang diharapkan dapat melaksanakannya
adalah:
Pemerintah Pusat;
Pemerintah Kota;
Pihak swasta dan investor;
Pemerhati dan komunitas pelestarian;
Arsitek maupun penggiat pelestarian;
Akademisi;
Pemilik lahan dan atau pemilik bangunan di lokasi penanganan

KAK KONSULTAN PENYUSUNAN RENCANA PENATAAN KAWASAN PUSAKA KOTA BANJARMASIN-

4. LOKASI KEGIATAN
Kegiatan Penyusunan Rencana Penataan Kawasan Pusaka Kota Banjarmasin ini diselenggarakan di Kota
Banjarmasin yang di dalamnya meliputi kawasan-kawasan pusaka sebagai berikut:
a. Kawasan Kampung Sasirangan
b. Kawasan Sungai Jingah
c. Kawasan Tendean
d. Kawasan Kampong Ketupat
e. Kawasan Veteran, Kawasan Sabilal Muttadin Kecamatan Banjar Tengah (Kewenangan Provinsi)
f. Kawasan Pasar Ujung Murung (telah disusun RTBL oleh Provinsi, namun belum tersusun rencana
tindak)
5. SUMBER PENDANAAN
Biaya pelaksanaan pekerjaan dibebankan pada Biaya Anggaran DIPA Direktorat Jenderal Cipta Karya,
Kementerian Pekerjaan Umum Tahun Anggaran 2014, pada kegiatan Satuan Kerja Direktorat Penataan
Bangunan dan Lingkungan. Adapun pelaksanaan pekerjaan ini dilakukan secara kontraktual sesuai dengan
ketentuan tentang pengadaan seleksi jasa konsultansi yang berlaku. Rincian Bill of Quantity pekerjaan
Penyusunan Rencana Penataan Kawasan Pusaka Kota Banjarmasin disampaikan dalam Lampiran 2 Kerangka
Acuan Kerja (terlampir).
6. NAMA DAN ORGANISASI PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN
Nama Pengguna Barang dan Jasa kegiatan ini adalah Pejabat Pembuat Komitmen Kegiatan Subdit Pembinaan
Penataan Bangunan dan Lingkungan Strategis dalam Satuan Kerja Satuan Kerja Direktorat Penataan Bangunan
dan Lingkungan
7.

RUANG LINGKUP KEGIATAN

Penyelenggaraan rapat koordinasi awal kegiatan untuk melakukan koordinasi dengan pemberi kerja dan
pemerintah daerah Kota Banjarmasin ;
Pelaksanaan survey lapangan guna menemukenali karakter fisik dan non fisik kawasan kajian, dengan
penekanan pada aset pusaka bendawi dan non bendawi, mengidentifikasikan dan melakukan pemetaan
persebaran titik aset pusaka, hingga mengidentifikasikan ragam tata bangunan dan lingkungan hingga
elemen arsitektural yang membawa karakter bagi kawasan
Pengumpulan data dan informasi awal, serta kajian literatur terkait aset pusaka yang dimiliki di Kota
Banjarmasin; kesejarahan, signifikansi budaya; klasifikasi cagar budaya, data kesiapan kelembagaan,
proses dan mekanisme pelestarian baik di pemerintahan, swasta, perguruan tinggi, lembaga masyarakat,
dll, di tingkat Kota hingga bagian kawasan, data dan dokumen perencanaan yang berorientasi pelestarian.
Identifikasi arah pelestarian kota pusaka, yang dilakukan melalui kegiatan:
Tinjauan terhadap substansi dokumen RAKP dan Inventarisasi Kota Pusaka, yang meliputi
identifikasi, pendokumentasian sederhana dan inventarisasi aset pusaka, signifikansi kota pusaka,
identifikasi potensi dan masalah pengembangan aset pusaka, visi dan misi, kebijakan dan strategi
pengembangan kota pusaka, rencana penanganan, serta rencana lembaga pengelolaan kota pusaka;
tinjauan disajikan dalam narasi dan sedapat mungkin dengan peta identifikasi dalam skala informatif
yang dilengkapi skala batang.
Perumusan konsep umum pelestarian kota pusaka, mengacu pada hasil tinjauan RAKP dan
Inventarisasi Kota Pusaka. Dalam hal dibutuhkan, dapat dilakukan penajaman terhadap kebijakan dan
strategi pengembangan kota pusaka serta rencana penanganannya; Penyusunan rencana umum
pelestarian kota pusaka dalam skala 1 : 25.000 (penggunaan lahan, intensitas pemanfaatan lahan,
integrasi kawasan kota pusaka, atraksi wisata/kegiatan). Bilamana dibutuhkan, skala rencana umum
harus dilengkapi peta rencana dalam skala yang lebih detil.

KAK KONSULTAN PENYUSUNAN RENCANA PENATAAN KAWASAN PUSAKA KOTA BANJARMASIN-

Penetapan 2 (dua) kawasan prioritas dari empat kawasan yang disebutkan di bawah untuk penataan
Penyusunan rencana aksi program penataan dan pelestarian kota pusaka
Penyusunan rencana penataan skala kawasan, yang dilakukan melalui kegiatan:
Identifikasi signifikansi kawasan, yang di dalamnya mencakup: (1) identifikasi karakter bangunan dan
lingkungan, (2) identifikasi signifikansi sosial budaya, (3) identifikasi zona inti, zona penyangga, zona
pengembangan, dan/atau zona pendukung serta (4) identifikasi stakeholder dan shareholder
pembangunan kawasan. Apabila kota yang bersangkutan sudah memiliki RTR Kawasan Strategis
Kawasan Cagar Budaya dan/atau RDTR, maka proses identifikasi zona inti, zona penyangga, dan
zona pengembangan mengacu pada RTR Kawasan Strategis Kawasan Cagar Budaya dan/atau
RDTR tersebut;
Penyusunan konsep dan rencana penataan kawasan dalam skala 1:5.000, yang mencakup
Kawasan Kampung Sasirangan
Kawasan Sungai Jingah
Kawasan Tendean
Kawasan Kampong Ketupat
Kawasan Veteran, Kawasan Sabilal Muttadin Kecamatan Banjar Tengah (Kewenangan
Provinsi)
Kawasan Pasar Ujung Murung (telah disusun RTBL oleh Provinsi, namun belum tersusun
rencana tindak)
Penetapan 1 (satu) bagian kawasan terpilih dari setiap kawasan prioritas, untuk dilakukan
penyusunan RTBL;
Penyusunan rencana aksi penanganan untuk penataan kawasan;
Penyusunan rencana program jangka menengah; serta
Penyusunan rencana pembangunan tahun pertama.
Penyelenggaraan FGD untuk membahas dan menyepakati arah pelestarian kota pusaka dan rencana
penataan kawasan;
Penyusunan rencana tata bangunan dan lingkungan (RTBL) dengan tema pelestarian pada bagian
kawasan terpilih, yang dilakukan melalui kegiatan:
Survey dan pendataan pada bagian kawasan terpilih yang meliputi pendataan terkait jenis dan tingkat
pusaka, pendataan elemen urban desain, pendataan sosial-ekonomi dan budaya, tata tautan,
keberlanjutan, nilai-makna dan ragam arsitektur, kajian makna kultural dan klasifikasi cagar budaya
terhadap peninggalan pusaka yang ada, dll.
Analisis atas hasil pendataan bagian kawasan terpilih;
Penyusunan konsep pembangunan kawasan yang didalamnya memuat tentang tujuan, visi, misi,
konsep rencana umum, serta konsep blok penataan dan pelestariankawasan);
Penyelenggaraan diskusi partisipatif dengan masyarakat di dalam kawasan untuk membahas
mengenai konsep penataan dan pelestarian kawasan;
Penyusunan rencana umum;
Penyusunan panduan rancangan. Pada lingkup ini termasuk penyusunan panduan rancangan untuk 1
(satu) area yang terdapat pada kawasan di atas dalam skala 1:200 yang dilengkapi dengan gambar
detil hingga skala 1:20 bilamana diperlukan ; termasuk panduan ragam dan gaya arsitektur bangunan
bangunan pelestarian maupun bangunan baru dan bukan pelestarian.
Penyusunan rencana investasi dengan mengacu pada rencana program di dalam rencana penataan
skala kawasan;
Penyusunan ketentuan pengendalian rencana; serta
Penyusunan ketentuan pengendalian pelaksanaan;

KAK KONSULTAN PENYUSUNAN RENCANA PENATAAN KAWASAN PUSAKA KOTA BANJARMASIN-

Penyelenggaraan FGD untuk membahas dan menyepakati rencana umum dan panduan rancangan
penataan kawasan;
Penyusunan struktur Ranperwal tentang Rencana Penataan Kawasan Pusaka Kota Banjarmasin;
Penyusunan Ranperwal tentang Rencana Penataan Kawasan Pusaka Kota Banjarmasin; serta
Penyelenggaraan diseminasi untuk sosialisasi hasil kegiatan.

8. KELUARAN KEGIATAN
Dari penyelenggaraan kegiatan Penyusunan Rencana Penataan Kawasan Pusaka Kota Banjarmasin diharapkan
akan dihasilkan keluaran kegiatan berupa:

Dokumen Rencana Penataan Kawasan Pusaka Kota Banjarmasin , yang didalamnya mencakup:
a. Arah Pelestarian Kota Pusaka, yang didalamnya memuat:
Hasil tinjauan dokumen RAKP dan Inventarisasi Kota Pusaka, yang terkait dengan identifikasi dan
inventarisasi aset pusaka, signifikansi kota pusaka, identifikasi potensi dan masalah pengembangan
aset pusaka, klasifikasi cagar budaya, visi dan misi, kebijakan dan strategi pengembangan kota
pusaka, rencana penanganan, serta rencana lembaga pengelolaan kota pusaka serta Konsep
umum pelestarian kota pusaka
Rencana umum pelestarian kota pusaka dalam skala 1: 25.000 (penggunaan lahan, jenis
pengembangan yang dimungkinkan, intensitas pemanfaatan lahan, peraturan pembangunan,
integrasi kawasan kota pusaka, atraksi wisata/kegiatan, pengguliran dan penggiliran waktu
pemanfaatan kawasan,)
Penetapan 2 (dua) kawasan prioritas untuk penataan
Rencana aksi program penataan dan pelestarian kota pusaka
b. Rencana Penataan Skala Kawasan, yang di dalamnya memuat:
Konsep penataan per kawasan dan konsep tata tautan antar kawasan rencana.
Identifikasi karakter bangunan dan lingkungan
Identifikasi signifikansi sosial budaya (nilai sejarah, nilai sosial, nilai estetika, nilai ekonomi, nilai
lingkungan)
Identifikasi zona inti, zona penyangga, zona pengembangan, dan/atau zona pendukung
Identifikasi stakeholder pembangunan kawasan
Konsep dan rencana penataan kawasan dalam skala 1:5.000
Rencana aksi penanganan (fisik lingkungan, sosial, dan ekonomi)
Rencana program penanganan jangka menengah
Dokumen Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) dengan tema pelestarian untuk bagian
kawasan terpilih, yang di dalamnya memuat:
Identifikasi karakter bangunan dan lingkungan
Identifikasi potensi permasalahan terkait bangunan dan lingkungan
Identifikasi arah dan solusi permasalahan untuk kebutuhan penataan bangunan dan lingkungan
Visi penataan dan pelestarian kawasan, tematik atau karakter yang akan dikembangkan.
Konsep dasar perancangan struktur tata bangunan dan lingkungan
Rencana Umum dan Panduan Perancangan, yaitu ketentuan tata bangunan dan lingkungan yang
mencakup 7 (tujuh) komponen perancangan: struktur peruntukan lahan, intensitas pemanfaatan lahan,
tata bangunan, sistem sirkulasi dan jalur penghubung, sistem ruang terbuka dan tata hijau, tata kualitas
lingkungan, sistem prasarana dan utilitas lingkungan (termasuk dalam hal ini adalah Panduan
Perancangan untuk area tersebut dalam skala 1:100 dan skala yang lebih detil bilamana diperlukan)

KAK KONSULTAN PENYUSUNAN RENCANA PENATAAN KAWASAN PUSAKA KOTA BANJARMASIN-

Penyusunan Architectural guidelines dalam skala 1:200 atau lebih detil (tergantung pada materi yang
akan disajikan)
Rencana Investasi
Ketentuan Pengendalian Rencana
Pedoman Pengendalian Pelaksanaan
Dokumen Architecture Guidelines; yang dicuplik dari Dokumen RTBL, merupakan panduan singkat bagi
pihak terkait pengembangan kawasan maupun pemilik lahan/bangunan dan memuat;
Visi penataan dan pelestarian kawasan, tematik atau karakter yang akan dikembangkan
Panduan penataan dan rancang penggal jalan yang menjelaskan fungsi utama satu penggal jalan,
fungsi per-tapak/ bangunan, pola penataan blok bangunan pertapak, garis sempadan bangunan secara
umum hingga per-tapak, perletakan parkir, ruang hijau , ruang publik, dan perlakuan jalur pedestrian di
bawah naungan bangunan (arcade) atau di luar naungan bangunan.
Panduan rancang rona dan raut muka bangunan (streetscape) yang meliputi panduan jenis, gaya dan
ketinggian atap, lisplank, jendela, pintu dan bukaan lain, elemen vertikal seperti kolom, hingga
penggunaan ornamen, gaya bangunan, warna, tekstur dan elemen arsitektur lain yang dapat
memberikan karakter tertentu untuk membangun warna dan jiwa kawasan pusaka.
Naskah Ranperwal tentang Rencana Penataan Kawasan Pusaka Kota Banjarmasin

9. PELAPORAN KEGIATAN
Dalam Rencana Penataan Kawasan Pusaka Kota Banjarmasin, terdapat 4 (empat) jenis laporan substansi
kegiatan dan 4 (empat) jenis laporan pendukung. Semua laporan ini disajikan juga dalam format CD kompilasi
data dan dokumen yang diserahkan pada akhir pelaksanaan kegiatan. Secara rinci ketentuan penyerahan
laporan kegiatan adalah sebagai berikut:

KAK KONSULTAN PENYUSUNAN RENCANA PENATAAN KAWASAN PUSAKA KOTA BANJARMASIN-

Tabel 1

Rincian Ketentuan Pelaporan Kegiatan

OUTPUT
JUMLAH
FORMAT
DOKUMEN
(EKS.)
LAPORAN SUBSTANSI KEGIATAN
1 Laporan
5 (lima)
A4
Pendahuluan

NO.

WAKTU
PENYERAHAN
30 Hari
(sejak penandatanganan
dokumen kontrak)

Laporan Antara

5 (lima)

A3

90 Hari
(2 Bulan Sejak
Lap.
Pendahuluan)

Laporan
Akhir

5 (lima)

A3

150 Hari
(2 Bulan Sejak
Lap. Antara)

Draft

KETERANGAN
Memuat :
a. Pemahaman dan tanggapan terhadap Kerangka Acuan Kerja;
b. Rencana pencapaian sasaran, mencakup jadwal kerja, target/sasaran dan alokasi tenaga ahli;
c. Metodologi pekerjaan penyusunan kegiatan;
d. Rencana survey;
e. Kompilasi / penyajian data-data sementara yang didapat;
f. Hasil identifikasi dan inventarisasi asset pusaka.
Memuat:
a. Hasil pengumpulan data/informasi pada kawasan terpilihyang akan disusun RTBL;
b. Hasil identifikasi potensi dan masalah pengembangan aset;
c. Rumusan kebijakan dan strategi pengembangan skala kota;
d. Hasil identifikasi kawasan prioritas untuk penataan;
e. Hasil identifikasi karakter bangunan dan lingkungan di tiap kawasan prioritas;
f. Hasil identifikasi signifikansi sosial budaya pada tiap kawasan prioritas;
g. Hasil identifikasi zona inti, zona penyangga, zona pengembangan dan/atau zona pendukung di tiap
kawasan prioritas;
h. Hasil identifikasi stakeholder pengembangan di tiap kawasan prioritas;
Memuat :
a. Rangkuman seluruh hasil yang terdapat di Laporan Pendahuluan dan Laporan Antara;
b. Rumusan program pelestarian aset pusaka;
c. Konsep dan rencana penataan di tiap kawasan
d. Rencana aksi penanganan di tiap kawasan;
e. Rencana program penanganan jangka menengah di tiap kawasan;
f. Rencana pembangunan tahun pertama di tiap kawasan;
g. Hasil analisis kawasan terpilihuntuk proses penyusunan RTBL
h. Rumusan konsep penataan bangunan dan lingkungan di tiap kawasan yang di dalamnya memuat
tentang tujuan, visi, misi, konsep rencana umum, dan konsep blok pengembangan kawasan;
KAK KONSULTAN PENYUSUNAN RENCANA PENATAAN KAWASAN PUSAKA KOTA BANJARMASIN-

NO.

OUTPUT
DOKUMEN

Laporan Akhir

JUMLAH
FORMAT
(EKS.)

WAKTU
PENYERAHAN

10
(sepuluh)

180 Hari
(1 Bulan Sejak
Lap. Draft Akhir)

A3

LAPORAN PENDUKUNG KEGIATAN


5 Buku Panduan
10
A3
Rancang
(sepuluh) Lansek
Arsitektur
ap
6 Eksekutif
10
A4
Summary
(sepuluh)
7

Dokumen Legal
Pendukung

A4

Album Inventaris
Cagar Budaya
kawasan P3KP
CD Kompilasi
Data dan
Dokumen /
Produk Akhir

A4

180 Hari
(1 Bulan Sejak
Lap. Draft Akhir)
180Hari
(1 Bulan Sejak
Lap. Draft Akhir)
180 Hari
(1 Bulan Sejak
Lap. Draft Akhir)
180 Hari
(1 Bulan Sejak
Lap. Draft Akhir)
180 Hari
(1 Bulan Sejak
Lap. Draft Akhir)

KETERANGAN
i. Rencana umum penataan bangunan dan lingkungan di tiap kawasan;
j. Panduan rancangan penataan bangunan dan lingkungan di tiap kawasan dan area contoh;
k. Panduan rancang penggal jalan pada jalan yang dianggap paling signifikan membawa karakter kota
pusaka
l. Rencana investasi dalam penataan bangunan dan lingkungan di tiap kawasan;
m. Hasil penentuan spot terpilih untuk pengembangan fisik;
n. Hasil kesepakatan di dalam FGD;
o. Rekapitulasi hasil diskusi partisipatif mengenai konsep pembangunan kawasan;
Memuat:
a. Rangkuman seluruh hasil kegiatan;
b. Rumusan ketentuan pengendalian rencana penataan bangunan dan lingkungan di tiap kawasan;
c. Rumusan ketentuan pengendalian pelaksanaan penataan bangunan dan lingkungan di tiap kawasan;
Memuat panduan rancang bangunan dan lingkungan hingga arsitektural pada beberapa penggal jalan
yang terpilih
Memuat ringkasan substansi hasil penyelenggaraan kegiatan yang termuat di dalam dokumen Laporan
Akhir.
Memuat tentang Arahan Penataan dan Pelestarian Aset Pusaka, baik skala kota maupun kawasan, serta
substansi RTBL
Memuat Album Gambar Teknis / Data Teknis dan Foto-Foto pendukung Bangunan dan Cagar Budaya di
Kawasan yang bersangkutan
CD yang berisi Laporan Akhir, DED, RAB, RKS, Gambar Perspektif/Ilustrasi (3D), Peraturan
Bupati/Walikota dan Eksekutif Summary.

KAK KONSULTAN PENYUSUNAN RENCANA PENATAAN KAWASAN PUSAKA KOTA BANJARMASIN-

10. KEBUTUHAN TENAGA AHLI


Dalam rangka pelaksanaan kegiatan ini dibutuhkan 24 orang personil yang terdiri dari 16 orang tenaga ahli dan
8 orang asisten tenaga ahli. Selain tenaga ahli dan asisten tenaga ahli, untuk mendukung pelaksanaan kegiatan
ini, dibutuhkan juga 6 tenaga pendukung yang mencakup CAD/Cam Operator, Administrasi/Keuangan, dan
Operator Komputer.Secara rinci kualifikasi yang dibutuhkan untuk tiap personil yang terlibat berikut dengan
keterlibatannya dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 2 Rincian Kualifikasi Personil yang Terlibat
JABATAN
/POSISI
NO.
TENAGA AHLI
TENAGA AHLI
1 Team Leader
(Ahli Arsitektur /
Urban Design)

JUMLAH
(ORANG)

LATAR BELAKANG
PENDIDIKAN

Strata 2 (S2) Arsitektur/Urban Design /


Perencanaan Wilayah Perkotaan
dengan latar belakang ijazah Strata 1
(S1) di bidang studi Jurusan Teknik
Arsitektur/Planalogi lulusan universitas
atau perguruan tinggi negeri atau
perguruan tinggi swasta yang telah
diakreditasi atau yang telah lulus ujian
Negara atau perguruan tinggi luar
negeri yang telah diakreditasi.
Strata 1 (S1) Perencanaan Wilayah
dan Kota lulusan universitas atau
perguruan tinggi negeri atau perguruan
tinggi swasta yang telah diakreditasi
atau yang telah lulus ujian Negara atau
perguruan tinggi luar negeri yang telah
diakreditasi.
Strata 1 (S1) Arsitektur lulusan
universitas atau perguruan tinggi negeri
atau perguruan tinggi swasta yang
telah diakreditasi atau yang telah lulus
ujian Negara atau perguruan tinggi luar
negeri yang telah diakreditasi.
Strata 1 (S1) Teknik Sipil lulusan
universitas atau perguruan tinggi negeri
atau perguruan tinggi swasta yang
telah diakreditasi atau yang telah lulus
ujian Negara atau perguruan tinggi luar
negeri yang telah diakreditasi

Tenaga Ahli
Perencanaan
Wilayah dan Kota

Tenaga Ahli
Arsitektur

Tenaga Ahli Sipil

Tenaga Ahli
Ekonomi

Strata 1 (S1) Ekonomi Pembangunan


lulusan universitas atau perguruan

PENGALAMAN
PROFESIONAL
MIN.

KETERLIBATAN

3 (tiga) tahun
sesuai bidang
keahlian
dilengkapi
dengan referensi
kerja.

6 bulan

3 (tiga) tahun
sesuai bidang
keahlian
dilengkapi
dengan referensi
kerja.

6 bulan

3 (tiga) tahun
sesuai bidang
keahlian
dilengkapi
dengan referensi
kerja.
3 (tiga) tahun
sesuai bidang
keahlian
dilengkapi
dengan referensi
kerja.

6 bulan

Mampu membuat
dokumen DED,
RAB dan RKS.
3 (tiga) tahun
sesuai bidang

KAK KONSULTAN PENYUSUNAN RENCANA PENATAAN KAWASAN PUSAKA KOTA BANJARMASIN-

6 bulan

6 bulan

10

NO.

JABATAN
/POSISI
TENAGA AHLI
Pembangunan

JUMLAH
(ORANG)

Tenaga Ahli
Lansekap

Ahli Teknik
Lingkungan

Tenaga Ahli
Arkeologi

Ahli Hukum dan


Peraturan

10

Ahli
Kelembagaan

11

Ahli Sosial/
Pemberdayaan
Masyarakat

LATAR BELAKANG
PENDIDIKAN
tinggi negeri atau perguruan tinggi
swasta yang telah diakreditasi atau
yang telah lulus ujian Negara atau
perguruan tinggi luar negeri yang telah
diakreditasi
Strata 1 (S1) Arsitektur Lansekap atau
Strata 2 (S2) Lansekap dengan latar
belakang pendidikan S1 Arsitektur
lulusan universitas atau perguruan
tinggi negeri atau perguruan tinggi
swasta yang telah diakreditasi atau
yang telah lulus ujian Negara atau
perguruan tinggi luar negeri yang telah
diakreditasi
Strata 1 (S1) Teknik Lingkungan lulusan
universitas atau perguruan tinggi negeri
atau perguruan tinggi swasta yang telah
diakreditasi atau yang telah lulus ujian
Negara atau perguruan tinggi luar
negeri yang telah diakreditasi.
Strata 1 (S1) Arkeologi lulusan
universitas atau perguruan tinggi negeri
atau perguruan tinggi swasta yang telah
diakreditasi atau yang telah lulus ujian
Negara atau perguruan tinggi luar
negeri yang telah diakreditasi.
Strata 1 (S1) Hukum lulusan universitas
atau perguruan tinggi negeri atau
perguruan tinggi swasta yang telah
diakreditasi atau yang telah lulus ujian
Negara atau perguruan tinggi luar
negeri yang telah diakreditasi.
Strata 1 (S1) Ekonomi Manajemen,
Hukum, Administrasi Negara atau Studi
Pembangunan universitas atau
perguruan tinggi negeri atau perguruan
tinggi swasta yang telah diakreditasi
atau yang telah lulus ujian Negara atau
perguruan tinggi luar negeri yang telah
diakreditasi.
Strata 1 (S1) Sosial lulusan universitas
atau perguruan tinggi negeri atau
perguruan tinggi swasta yang telah
diakreditasi atau yang telah lulus ujian
Negara atau perguruan tinggi luar
negeri yang telah diakreditasi.

PENGALAMAN
PROFESIONAL
MIN.
keahlian
dilengkapi
dengan referensi
kerja.

KETERLIBATAN

3 (tiga) tahun
sesuai bidang
keahlian
dilengkapi
dengan referensi
kerja.

6 bulan

3 (tiga) tahun
sesuai bidang
keahlian
dilengkapi
dengan referensi
kerja.
3 (tiga) tahun
sesuai bidang
keahlian
dilengkapi
dengan referensi
kerja.
3 (tiga) tahun
sesuai bidang
keahlian
dilengkapi
dengan referensi
kerja.
3 (tiga) tahun
sesuai bidang
keahlian
dilengkapi
dengan referensi
kerja.

6 bulan

3 (tiga) tahun
sesuai bidang
keahlian
dilengkapi
dengan referensi
kerja.

6 bulan

KAK KONSULTAN PENYUSUNAN RENCANA PENATAAN KAWASAN PUSAKA KOTA BANJARMASIN-

6 bulan

6 bulan

6 bulan

11

JABATAN
JUMLAH
LATAR BELAKANG
/POSISI
(ORANG)
PENDIDIKAN
TENAGA AHLI
ASISTEN TENAGA AHLI
12 Asisten Bidang
1
Strata 1 (S1) Perencanaan Wilayah
Perencanaan
dan Kota lulusan universitas atau
perguruan tinggi negeri atau perguruan
Wilayah dan Kota
tinggi swasta yang telah diakreditasi
atau yang telah lulus ujian Negara atau
perguruan tinggi luar negeri yang telah
diakreditasi.
13 Asisten Bidang
2
Strata 1 (S1) Arsitektur lulusan
Arsitektur
universitas atau perguruan tinggi
negeri atau perguruan tinggi swasta
yang telah diakreditasi atau yang telah
lulus ujian Negara atau perguruan tinggi
luar negeri yang telah diakreditasi.
14 Asisten Bidang
1
Strata 1 (S1) Hukum lulusan universitas
Hukum dan
atau perguruan tinggi negeri atau
Peraturan
perguruan tinggi swasta yang telah
diakreditasi atau yang telah lulus ujian
Negara atau perguruan tinggi luar
negeri yang telah diakreditasi.
15 Surveyor
4
Strata 1 (S1) Teknik Arsitektur/Teknik
Sipil lulusan universitas atau perguruan
tinggi negeri atau perguruan tinggi
swasta yang telah diakreditasi atau
yang telah lulus ujian Negara atau
perguruan tinggi luar negeri yang telah
diakreditasi.
TENAGA PENDUKUNG
16 CAD / Cam
3
SMA/SMK/D3
Operator
17 Administrasi/
1
SMA/SMK
Keuangan
18 Operator
2
SMA/SMK/D3
Komputer

NO.

PENGALAMAN
PROFESIONAL
MIN.

KETERLIBATAN

1 (satu) tahun
sesuai bidang
keahlian
dilengkapi
dengan referensi
kerja.

6 bulan

1 (satu) tahun
sesuai bidang
keahlian
dilengkapi
dengan referensi
kerja.
1 (satu) tahun
sesuai bidang
keahlian
dilengkapi
dengan referensi
kerja.
1 (satu) tahun
sesuai bidang
keahlian
dilengkapi
dengan referensi
kerja.

6 bulan

KAK KONSULTAN PENYUSUNAN RENCANA PENATAAN KAWASAN PUSAKA KOTA BANJARMASIN-

6 bulan

2 bulan

6 bulan
6 bulan
6 bulan

12

11. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN


Kegiatan Penyusunan Rencana Penataan Kawasan Pusaka Kota Banjarmasin ini akan diselenggarakan dalam
jangka waktu 6 (enam) bulan terhitung sejak Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) dikeluarkan.
12. PENUTUP
Kerangka Acuan Kerja ini merupakan pedoman dasar yang dapat dikembangkan lebih lanjut oleh Konsultan
Perencana sepanjang keluaran akhir dapat dihasilkan secara optimal dan sesuai dengan yang diharapkan.
Format laporan diupayakan mengikuti standar pelaporan yang representatif, baik jenis kertas, tulisan, maupun
sampul minimal mengikuti standar pelaporan Direktorat Jenderal Cipta Karya dan Kementerian Pekerjaan Umum
yang berlaku.

Jakarta, April 2014


Pejabat Pembuat Komitmen Kegiatan

KAK KONSULTAN PENYUSUNAN RENCANA PENATAAN KAWASAN PUSAKA KOTA BANJARMASIN-

13