Anda di halaman 1dari 22

Dropped Object Safety

Sugeng Riyono, Ops HSE Advisor


March 2011

Konteks
Tingginya jumlah Dropped Object Incident:
Di PHE ONWJ: HIPO jatuhnya overhaul ball crane di MMC area; LTI lepasnya
overhaul ball di EA crane, Nearmiss jatuhnya tuas trolley crane di NGL-A, Nearmis
shackle jatuh di ENSCO 67 di ESA area; Nearmis grating jatuh di kapal
Wildermere, dll.
Di PSC lain:
o Fatality Jatuhnya 16 botol O2 ke CB Abeer 32 di Udang B, Natuna, 09-Oct-09
o Fatality Jatuhnya elevator DP di UBEP Limau, 01-Dec-10
Tingginya tingkat resiko
Perlunya peningkatan pemahaman yang lebih luas bagi semua pekerja, pada:
Hazard
Potensi Dampak
Mitigasi & kontrol yang diperlukan

Pengertian

Dropped Object hazard Adalah hazard terkait gravitasi bumi, yaitu lepasnya Energy
Potential (E) suatu benda di ketinggian

Dropped Object dapat menimpa semua yang ada di bawahnya, personel ataupun
fasilitas, yang berada di platform, kapal ataupun bawah air

Jika jatuh, sulit dihindari waktu jatuhan sangat singkat


Ketinggian

Waktu Tempuh

5m

1 detik

10 m

1.4 detik

15 m

1.7 detik

20 m

2 detik

25 m

2.2 detik

45 m

3 detik

80 m

4 detik

Tabel
Ketinggian vs
Tempo Jatuhan

Faktor Dampak
Dampak yang terjadi akibat Dropped Object sangat tergantung pada:
Besarnya lepasan Energy Potential
Bentuk Object: tajam, runcing, tumpul, dll.
Kekerasan: metal, kayu, plastik, karet, dll.
Posisi jatuhan: kepala, tangan, kaki, lantai dll.
Reaksi jatuhan: Object bertekanan, flammable, explosive, toxic, dll.
Alat pelindung diri (PPE)

Faktor dampak
Faktor dampak:
Object runcing,
ketinggian 10 m,
standard & kondisi helmet
kurang baik
(dicat & berstiker)
Dampak:
Sleeve Bar (Obeng)
menancap ke
helmet pekerja

Sumber: SF Marine Safety Forum Feb 2011

Faktor dampak
Fatality Dropped Object Incident di CB Abeer 32 at Udang B Area 09-Oct-09
Terjadi Akibat Wire Alat Angkat Putus
Ketinggian Angkat
25 m
Di Atas Kapal

Tanpa
Cylinder Caps
16 Cylinders
O2
Full Pressure
Massa Object &
Kekerasan
Steel Frame
Sumber Spark
Terdapat
Flammable
Material
Di Deck Kapal

Faktor dampak
Fatality Dropped Object Incident di CB Abeer 32 di Udang B Area 09-Oct-09
Terjadi Akibat Wire Alat Angkat Putus
Ledakan &
Kebakaran
pada Kapal

Work vest rusak


ditemukan di laut.
Diduga milik
ABK yang
terlempar oleh ledakan.
Korban tidak berhasil
Diketemukan.

Lepasan Energy Potential (E)


Nilainya E = m x g x h = 10 x m x h
Dengan:
E = Energy Potential yang terlepas, dalam joule
m = massa Object, dalam kg

h = Selisih ketinggian, dalam m, diukur dari posisi


awal Object hingga posisi akhir
g = gravitasi = 10 m/det2

Lepasan Energy Potential (E)


Contoh 1
Jika h = 20 m, hitung Lepasan Energy (E) dari:
Biji buah yang rontok m = 25 gr (0.025 kg) dan
Kelapa muda m = 1.5 kg
Jawab
E biji = 10 x 0.025 x 20 = 4 joules
E kelapa muda = 10 x 1.5 x 20 = 300 joules

h = 20 m

Lepasan Energy (E) vs Severity


Cedera minimum yang berpotensi terjadi
tergantung dari besarnya Dropped Object

Energy

Energy yang diterima korban, lihat Diagram

Fatality

1600 J

Contoh 2

Lost Time
Incident

Menurut Diagram, apa cedera minimum


200 J

yang berpotensi terjadi pada Contoh 1.

Recordable
Incident

Jawab, Terkena jatuhan:


20 J

Biji buah

4 joules

Kelapa muda

300 joules

Catatan: 1 Joule = 1 kg.m.detik

First Aid
LTI

First Aid

E=mxgxh

Lepasan Energy (E) vs Severity


Energy

Fatality

Lost Time
Incident
200 J

Recordable
Incident
20 J

Nearmis - Bilah kayu boom rest crane + 5 kg jatuh dari


ketinggian 20 m ke main deck
E = 10 x 5 x 20 = 1000 joules
Berpotensi Lost Time Incident
Informasi: SF Marine Safety Forum Feb 2011

First Aid

E=mxgxh

1600 J

Lepasan Energy (E) vs Severity


Energy

Fatality

Lost Time
Incident
200 J

Recordable
Incident
HIPO - Overhaul ball crane m = 350 kg jatuh ke main
deck JC Barge, di MM Compressor area, 03-May-95
E = 10 x 350 x 27 = 94 500 joules
Berpotensi FATALITY

20 J

First Aid

E=mxgxh

1600 J

Lepasan Energy (E) vs Severity


Energy

Fatality

Lost Time
Incident
200 J

Recordable
Incident
Nearmiss Lepas & jatuhnya Lever Arm Trolley Tower
Crane , m = 14 kg h = 40 m, Jatuh di NGL-A, 16-May-09
E = 10 x 14 x 40 = 5 600 joules
Berpotensi FATALITY

20 J

First Aid

E=mxgxh

1600 J

Lepasan Energy (E) vs Severity


Energy

Fatality

Lost Time
Incident
200 J

Recordable
Incident
20 J

Nearmis - Grating crane walk way 10 kg jatuh ke deck h = 20 m,


di SSV Wildermere, PHE ONWJ, 02-Oct-10
E = 10 x 10 x 20 = 2 000 joules
Berpotensi FATALITY
Informasi: SF Marine Safety Forum Nov 2011

First Aid

E=mxgxh

1600 J

Lepasan Energy (E) vs Severity


Energy

Fatality

Lost Time
Incident
200 J

Recordable
Incident
Nearmis - Shackle pengangkatan BOP, 10 kg jatuh ke deck
h = 20 m, ENSCO 67 di ESA area, 18-Oct-10
E = 10 x 10 x 20 = 2 000 joules
Berpotensi FATALITY
Informasi: SF Marine Safety Forum Feb 2011

20 J

First Aid

E=mxgxh

1600 J

Lepasan Energy (E) vs Severity


Energy

Fatality

Lost Time
Incident
200 J

Recordable
Incident
20 J

Fatality Incident - Elevator DP jatuh menimpa anggota tubuh


Floorman, Sumur LB2 Rig Duta-10, UBEP Limau, 01-Dec-10
m > 100 kg h > 10 m

E > 10 000 joules


Terbukti FATALITY
Informasi: SSD Material PERTAMINA EP

First Aid

E=mxgxh

1600 J

Mitigasi & kontrol


A

Eliminasi
Hindari penempatan Object berat & berbahaya di ketinggian
Lepas & turunkan Object di ketinggian yang tidak berguna
Jangan letakkan benda yang mudah terbang di ketinggian

Reduksi:
Substitusi Ganti peralatan yang berat dengan yang lebih ringan, kokoh & aman
Segregasi Jauhkan atau lindungi material atau fasilitas berbahaya yang berada di
bawah beban (bertekanan, flammable, explosive, dll.)
Segregasi Jauhkan personel yang tidak berkepentingan dengan pemasangan barikade
& Safety Sign

Mitigasi & kontrol


B.

Reduksi (lanjutan):
Engineering control:
o Instal Object di ketinggian sesuai standard: las, bolting, clamp, dll.
o Pertimbangkan penggunaan solid plate pada lantai deck
o Lengkapi alas tambahan pada grating deck
o Lengkapi peralatan angkat sesuai standard
o Pertimbangkan cuaca buruk pada setiap rancangan peralatan
o Pasang jaring pengaman dengan baik pada helideck atau pekerjaan konstruksi yang
berbahaya

Mitigasi & kontrol


C.

Manage:
1. Infokan rencana pekerjaan ke seluruh team terkait
2. Jangan melintas di bawah Object yang sedang diangkat
3. Lengkapi toeboard scaffolding sesuai standard.
4. Letakkan Object di ketinggian dengan benar & stabil
5. Ikat Object yang tidak stabil, mudah jatuh atau terlepas
6. Pakai tool bag / box penyimpanan alat
7. Pilih jenis dan SWL peralatan yang sesuai
8. Lakukan persiapan kerja yang baik & persingkat pekerjaan sumber Dropped Object
9. Inspeksi peralatan angkat & rigging dengan benar
10. Lapor dan tindak lanjuti temuan Dropped Object tidak aman
11. Pamahi MSDS, lakukan site visit dan kaji resiko dengan benar
12. Lakukan Toolbox Talk dengan benar ke seluruh pekerja terkait
13. Lakukan lifting & pekerjaan di ketinggian sesuai SOP dan kajian resiko

Mitigasi & kontrol


D.

PPE Pergunakan PPE sesuai kajian resiko :


Safety Helmet
o Jangan memodifikasi, melubangi, mencat atau menambah sticker
berlebih yang dapat menurunkan standard perlindungan helmet.
o Ganti helmet yang rusak, retak atau umur pemakaian > 5 th
Safety Shoes
Work vest (untuk pekerjaan di dekat air)

Tetapkan Mitigasi & Kontrol ALARP Sesuai Resiko & Lingkungan Kerja

Penutup

Bacaan
Safety Flash Incident, Investigation Report dan Stand Down material beberapa kasus
di PHE ONWJ, PERTAMINA EP dan PSC lain