Anda di halaman 1dari 37

PEMERIKSA

AN
SITOLOGI
Dr. Ni Putu Ekawati, SpPA

SITOLOGI

Berasal dari kata :


- Sitos = Sel
- Logos = Ilmu pengetahuan
Adalah suatu ilmu yang mempelajari sel-sel
tubuh manusia baik terlepas sendiri atau
diambil dengan cara tertentu.

SEJARAHNYA
Dipelopori oleh George N. Papaniculoau
pada tahun 1928.
Bapak sitologi
Di Indonesia baru mulai berkembang tahun
1970-an
Sampai saat ini dipakai untuk pemeriksaan
massal/ screening test

KEGUNAAN

DIAGNOSTIK
SKRINING
TERAPEUTIK

PROSEDUR MANUAL

PERSIAPAN

PASIEN
PENGUMPULAN/PENGAMBIL
AN SPESIMEN
MELABEL SPESIMEN
PRESERVASI SPESIMEN
TRANSPORTASI

PROSEDUR MANUAL
LABORATORIUM

PROSEDUR MANUAL HARUS


MELIPUTI :
1. PERMINTAAN PENGAMBILAN
SAMPEL DAN PROSESING
2. KRITERIA UNTUK
PENOLAKAN SPESIMEN
3. PROSEDUR PEMERIKSAAN
MIKROSKOPIK
4. LANGKAH DEMI LANGKAH
DESKRIPSI PENJELASAN
PROSEDUR

TAHAPAN KERJA DALAM


LABORATORIUM SITOLOGI
PENGUMPULAN SPESIMEN DAN
TRANSPORTASI
PERSIAPAN SLIDE
PEMERIKSAAN SLIDE
LAPORAN HASIL
PENYIMPANAN HASIL

FORMULIR PERMINTAAN HARUS


MENCAKUP :
NAMA PASIEN
UMUR PASIEN
JENIS KELAMIN
NAMA DAN ALAMAT YANG MEMINTA
DILAKUKAN PEMERIKSAAN
TANGGAL PENGAMBILAN SAMPEL
PEMERIKSAAN YANG AKAN DILAKUKAN
BAHAN SPESIMEN
INFORMASI TAMBAHAN LAINNYA YANG
BERHUBUNGAN DAN DIPERLUKAN UNTUK
PEMERIKSAAN KHUSUS

METODE PENGUMPULAN
SPESIMEN

SPECIMEN COLLECTION:
Exfoliated cells

1.

Brushing/ abrasif

2.

5.

Sel sengaja dilepaskan dari jaringan dengan


teknik sikatan/abrasi
pap smear, bronchial brushing

Biopsi aspirasi

3.

4.

Sel terlepas spontan dari jaringan


sputum, effusions, urine, dan cairan tubuh
lainnya

Sel dilepaskan dengan teknik aspirasi (hisapan)


(FNAB=fine needle aspiration biopsy)

Imprint (Dapat dilakukan intra operatif)


Scrapping

Diagnosis

sitologi yang akurat tergantung

dari
Metode pengumpulan spesimen
(specimen collection)
Preservasi spesimen
Fiksasi dan preparasi untuk
pemeriksaan mikroskopik
Staining dan mounting

PRESERVASI SPESIMEN

Pre-fix :

pengumpulan

spesimen pada suatu medium yang


akan menjaga morfologi sel seperti aslinya sampai
spesimen tersebut dibuat slide

Fresh material:

Spesimen/material

yang dikirimkan belum


ditambahkan cairan preservatif
Laboratorium dekat dan spesimen bisa segera
diproses

FRESH MATERIAL

PREFIXATION OF MATERIAL
Mempertahankan morfologi sel dalam beberapa
hari-minggu
Kekurangan: sel mengeras, kondensasi kromatin
(presipitasi protein)
Yang umum digunakan alkohol 50% dengan
perbandingan 1:1
Untuk spesimen yang tinggi protein tidak
dianjurkan menggunakan alkohol dengan
konsentrasi lebih dari 50%

PERBANDINGAN
WET Pre-FIX

Sel terlihat lebih kecil


Telur rebus
Menggunakan larutan
preservatif
Staining:

Papanicolaou

Evaluasi inti sel lebih


baik
>> US
PAP SMEAR

DRY Pre-FIX

Sel terlihat lebih lebar


Telur goreng
Pengeringan di udara
terbuka, bisa dengan
hair dryer
Staining:

Romanovsky

staining

Evaluasi sitoplasma
lebih baik
>> Skandinavia
FNAB, blood smear

PREPARASI DAN FIKSASI

PREPARASI

Membuat smear langsung pada glass slide


Pap

smear
FNAB
Pick and smear technique untuk sputum

Membuat smear dari sedimen setelah di


centrifuge

Cytocentrifuge preparation

Automated cytology system

PREPARASI DARI SEDIMEN


Centrifuge:
Kapasitas tabung 1050-ml, horizontal
head.
Sel sedimen terbaik
didapatkan pada 600
gravity dalam
waktu 10 mnt.

Skala panjang radius


putaran

Skala kekuatan sentrifus relatif/graviti dan


kecepatan sentrifus dlm rpm (revolutions per menit

ETHANOL FIXATION

95% ethyl alcohol


Sampel dibuat smear/apusan, direndam dalam alkohol
95% selama minimum 15

Preparation of smears from body fluid

STAINING

PAPANICOLAOU STAIN
Polychrome

staining reaction
Terdiri dari water based nuclear
stain dan 2 alcohol based counter
stains

PROSEDUR
95 % ethanol (10 dips)
95 % ethanol (10 dips)
Distilled H20 (20 dips)

Hematoxylin (3 min)
Distilled H20 (20 dips)

95 % ethanol (20 dips)


95 % ethanol (20 dips)
Orange G (3 min)

PROSEDUR
95 % ethanol (20 dips)
95 % ethanol (20 dips)
EA-50 (3 min)
95 % ethanol (20 dips)
95 % ethanol (20 dips)
95 % ethanol (20 dips)
95 % ethanol (20 dips)
100 % ethanol (20 dips)
100 % ethanol (20 dips)

PROSEDUR
Xylene (20 dips)
Xylene (20 dips)
Xylene (20 dips)
Xylene (20 dips)
Mounting

DIFF-QUICK STAIN
Pewarnaan modifikasi WRIGHT-GIEMSA
Umumnya untuk blood smear
Pewarnaan yang baik untuk bahan sitologi airdried
>>> FNAC/FNAB

Larutan yang digunakan:


Fiksasi

Diff Quick (Metanol)


Larutan I Diff Quick (Eosin)
Larutan II Diff Quick (Methylene blue)

Prosedur pewarnaan:
Diff

Quick fixative 5 dips


Diff Quick solution I 10 dips
Diff Quick solution II 10 dips
Distlilled water 10 dips
Air dry stained slide
Xylene 5 dips
mounting

RESUME

CATATAN
Sebaiknya

semua larutan yang dipakai


disaring setiap hari
Preparat sitologi yang memuaskan untuk
dievaluasi tidak hanya tergantung dari
pengecatannya, tapi juga tergantung pada
teknik pengumpulan sampel, dan
fiksasinya.

Anda mungkin juga menyukai