Anda di halaman 1dari 28

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang (OJL)
Kepala Sekolah memiliki peran strategis sebagai manajer di sekolah, ketika perencanaan
pendidikan dikerjakan dan struktur organisasi persekolahannyapun disusun guna memfasilitasi
perwujudan tujuan pendidikan, serta para anggota organisasi, pegawai atau karyawan dipimpin
dan dimotivasi untuk mensukseskan pencapaian tujuan, tidak dijamin selamanya bahwa semua
kegiatan akan berlangsung sebagaimana yang direncanakan, dan dikelola dengan baik, di

antaranya adalah pengetahuan tentang manajemen. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional


Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah menetapkan 5 (lima)
dimensi kompetensi yaitu: (1) kepribadian, (2) manajerial, (3) kewirausahaan, (4) supervisi,
dan (5) sosial. Dasar kompetensi kepribadian ini akan sangat menentukan kompetensi
lainnya, khususnya dalam melaksanakan program pendidikan nasional, propinsi, dan
kabupaten/kota. Sebagai tambahan pengetahuan dan keilmuan dalam bidang perencanaan dan
pelaksanaan program pendidikan, kepala sekolah harus mampu menunjukkan kinerjanya
berdasarkan kebijakan, perencanaan, dan program pendidikan.
Kompetensi manajerial merupakan kompetensi kepala sekolah dalam memahami
sekolah sebagai sistem yang harus dipimpin dan dikelola dengan baik, di antaranya adalah

pengetahuan tentang manajemen.


Dengan kemampuan dalam mengelola ini nantinya akan dijadikan sebagai pegangan
cara berfikir, cara mengelola dan cara menganalisis sekolah dengan cara berpikir seorang
manajer.

Kepala sekolah juga harus memiliki kompetensi kewirausahaan. Sebagai salah satu
cara bagaimana sekolah mampu mewujudkan kemampuan dalam wirausahanya ini maka
kepala sekolah harus mampu menunjukkan kemampuan dalam menjalin kemitraan dengan
pengusaha atau donatur, serta mampu memandirikan sekolah dengan upaya berwirausaha.
Kompetensi supervisi ini sangat strategis bagi seorang kepala sekolah khususnya
dalam memahami apa tugas dan fungsi kepala sekolah sebagai pemimpin sekolah. Tugas dan
fungsi dari supervisi ini adalah untuk memberdayakan sumber daya sekolah termasuk guru.
Salah satunya adalah melaksanakan supervisi akademik terhadap guru dengan menggunakan
pendekatan dan teknik supervisi yang tepat.
Dalam

rangka

meningkatkan

mutu

kepala

sekolah/madrasah,

pemerintah

mengeluarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 28 tahun 2010 tentang


Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah/Madrasah. Permendiknas ini memuat sistem
penyiapan calon kepala sekolah/ madrasah, proses pengangkatan kepala sekolah/madrasah,
masa tugas, Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB), penilaian kinerja kepala
sekolah/madrasah, mutasi dan pemberhentian tugas guru sebagai kepala sekolah/madrasah.
Menindaklanjuti Permendiknas Nomor 28 Tahun 2010, Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan melalui Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS)
mengadakan pendidikan dan latihan calon kepala sekolah. Setelah melalui tahapan seleksi
administrasi dan seleksi akademik. Diklat tersebut dilaksanakan oleh LPPKS melalui
kegiatan in service 1, On the Job Training (OJL), dan in service 2.
Kegiatan OJL penting bagi peserta diklat calon kepala sekolah untuk mempraktikkan
kompetensi yang telah dipelajari selama kegiatan in service 1. Dalam OJL dipraktikkan
bagaimana mengkaji RKS, pengelolaan kurikulum sekolah, pengelolaan keuangan,
pembinaan tenaga administrasi sekolah, pengelolaan peserta didik, pengelolaan sarana
prasarana sekolah, pengelolaan pendidikan dan tenaga kependidikan, pemanfaatan TIK dalam

pembelajaran, sistem monitoring dan evaluasi, program supervisi guru yunior, menyusun
perangkat pembelajaran, dan pelaksanaan rencana tindak kepemimpinan berdasarkan AKPK.
Kegiatan OJL dilaksanakan pada 2 sekolah magang, yaitu pada sekolah tempat calon kepala
sekolah bertugas dan sekolah lain.
Sebagai peserta Diklat calon kepala sekolah Kabupaten Pontianak, penulis
melaksanakan OJL pada SDN 01 Sungai Pinyuh (sekolah tempat penulis bertugas) dan SDN
11 Sungai Pinyuh (sekolah magang lain). Berdasarkan petunjuk teknis pelaksanaan OJL,
maka penulis melaksanakan OJL pada SDN 01 Sungai Pinyuh dan pada SDN 11 Sungai
Pinyuh.
Berdasarkan hasil pelaksanaan OJL pada SDN 01 Sungai Pinyuh dan SDN 11 Sungai
Pinyuh, penulis menyusun laporan akhir OJL. Laporan ini merupakan salah satu tugas wajib
peserta Diklat calon kepala sekolah berdasarkan kondisi nyata di lapangan untuk
meningkatkan kompetensi calon kepala sekolah.
B. Tujuan (OJL)
Berdasarkan latar belakang di atas, maka yang menjadi tujuan laporan OJL ini adalah
untuk mengetahui dan dapat meningkatkan:
1.

Menghasilkan kepala sekolah yang mampu mengembangkan dan meningkatkan 5


kompetensi berdasarkan Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007, Kompetensi yang
dimaksud berupa kompetensi kepribadian, manajerial, sosial, kewirausahaan, dan
supervisi.

2.

Menghasilkan kepala sekolah yang dapat mengarahkan dan menggerakkan guru untuk
meningkatkan kuwalitas pembelajaran di sekolah.

3.

Menghasilkan kepala sekolah yang mampu mengidentifikasi masalah yang terkait


dengan standar nasional pendidikan (SNP).

4.

Menghasilkan kompetensi manajerial melalui pengkajian RKS, pengelolaan


kurikulum, pengelolaan keuangan, pembinaan tenaga administrasi sekolah, pengelolaan
peserta didik, pengelolaan sarana prasarana sekolah, pengelolaan pendidikan dan tenaga
kependidikan, pemanfaatan TIK dalam pembelajaran, dan sistem monitoring dan evaluasi
pada SDN 01 Sungai Pinyuh dan SDN 11 Sungai Pinyuh.

5.

Menghasilkan kepala sekoalah yang mampu melakukan supervisi akademik kepada


guru dengan teknik yang benar.

6.

Menghasilkan kepala sekolah yang mampu bekerja sama dengan pihak lain untuk
mendukung pelaksanaan kegiatan pendidikan di sekolah.

C. Hasil yang Diharapkan (OJL)


Setelah kegiatan On The Job Learning ini dilakukan maka sebagai calon kepala
sekolah harus memiliki kemampuan untuk :
1.

Mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dalam setiap kegiatan OJL, khususnya pada


pelaksanaan RTK.

2.

Mengintegrasikan nilai-nilai kewirausahaan dalam setiap kegiatan OJL, khususnya


pada pelaksanaan RTK.

3.

Mengintegrasikan nilai-nilai kepemimpinan yang selalu menempatkan pembelajaran


pada prioritas utama dalam pengambilan keputusan.

4.

Meningkatkan kemampuan guru kelas dan mata pelajaran dalam membuat media
pembelajaran (power point).

5.

Menyusun perangkat pembelajaran (RPP, bahan ajar dan evaluasi) sesuai standar.

6.

Memetakan kesenjangan sekolah sendiri dan sekolah magang lain dan menyusun
alternatif solusi untuk mengatasi kesenjangan.

Melaksanakan pra-observasi, observasi dan post-observasi dalam supervisi guru

7.

junior.

BAB II
KONDISI NYATA SEKOLAH MAGANG
A. KONDISI SEKOLAH SENDIRI (Profil SDN 01 Sungai Pinyuh)
Berdasarkan Surat penunjukan dari kepala sekolah SDN 01 Sungai Pinyuh peserta OJL dapat
melakukan pemetaan 8 standar nasional pendidikan (SNP) di SDN 01 Sungai Pinyuh berlokasi di
jalan Pendidikan Sungai Pinyuh Kelurahan Sungai Pinyuh Kecamatan Sungai Pinyuh Kabupaten
Pontianak Kalimantan Barat yang dibangun pada tahun 1974 di atas lahan seluas 3.600 m dan
mulai beroperasi tahun 1974 dengan nama Sekolah Negeri Sungai Pinyuh. Visi SDN 01 Sungai
Pinyuh Unggul Dalam Prestasi, Beriman Dan Bertaqwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, Cinta
Sesama, Beramal, Dan Kepedulian Serta Berbudi Luhur.
Misi SDN 01 Sungai Pinyuh :
1. Menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.
2. Berprestasi dalam segala lomba, baik ilmu pengeyahuan, olahraga, maupun kesenian.
3. Menciptakan suasana belajar mengajar yang aktif, kreatif, dan bermutu.
4. Membimbing siswa dalam kegiatan keagamaan, agar bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa.
5. Suka membantu teman dalam hal kebaikan.
6. Membimbing siswa dalam kegiatan peduli terhadap keindahan lingkungan.
7. Meningkatkan potensi fisik, menanamkan sportivitas dan selalu hidup sehat.
8. Sopan dan bertindak santun dalam berbicara.
Tahun pelajaran 2014/2015 ini SDN 01 Sungai Pinyuh membina sebanyak 344 siswa yang
terbagi ke dalam 12 rombongan belajar dengan kelas yang paralel, setiap ruang kelas menampung
2

rata-rata sebanyak 30 siswa.


SDN 01 Sungai Pinyuh memiliki tenaga pendidik dan tenaga kependidikan sekolah yang
cukup, sebanyak 18 orang PNS dan 4 orang non PNS. Sekolah SDN 01 Sungai Pinyuh memiliki
sarana dan prasana yaitu memiliki 10 ruang belajar, 1 ruang kepala sekolah, 1 ruang guru, 1
gedung perpustakaan, 1 ruang UKS, 7 kamar WC/jamban guru dan siswa, 2 kantin didalam
lingkungan sekolah. Prestasi siswa yang diraih SDN 01 Sungai Pinyuh empat tahun terakhir yaitu
juara II lomba gerak jalan dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Indonesia tahun 2014.
Kinerja SDN 01 Sungai Pinyuh dilihat dari pencapaian delapan standar pendidikan (SNP)
dapat diuraikan sebagai berikut :

Tabel : DATA SISWA MENURUT ROMBEL


SDN 01 Sungai Pinyuh

NO.

KELAS

JENIS KELAMIN
LAKI-LAKI

PEREMPUAN

JUMLAH

1.

Kelas 1.A

11

19

30

2.

Kelas 1.B

10

18

28

3.

Kelas 2.A

16

15

31

4.

Kelas 2.B

18

16

34

5.

Kelas 3.A

13

18

31

6.

Kelas 3.B

16

15

31

7.

Kelas 4.A

13

18

31

8.

Kelas 4.B

20

29

9.

Kelas 5.A

13

12

25

10.

Kelas 5.B

10

12

22

11.

Kelas 6.A

10

18

28

12.

Kelas 6.B

11

18

29

JU MLAH

165

179

344

Tabel : DATA SISWA MENURUT KELAS


SDN 01 Sungai Pinyuh

NO.

KELAS

JENIS KELAMIN
LAKI-LAKI

PEREMPUAN

JUMLAH

1.

Kelas 1

21

38

59

2.

Kelas 2

32

30

62

3.

Kelas 3

29

33

62

4.

Kelas 4

32

23

55

5.

Kelas 5

23

24

47

6.

Kelas 6

28

30

58

JUMLAH

165

179

344

Tabel : DATA SISWA MENURUT AGAMA


SDN 01 Sungai Pinyuh
DATA JUMLAH SISWA MENURUT AGAMA
No.

AGAMA

Kelas 1

Kelas 2

Kelas 3

Kelas 4

Kelas 5

Kelas 6

Jumlah

Total

1.

ISLAM

23

21

20

20

24

20

16

14

17

13

19

96

119

215

2.

KATOLIK

13

20

3.

KRISTEN

16

4.

HINDU

5.

BUDHA

11

47

45

92

6.

KONG HUCHU

21

38

32

30

29

31

32

23

23

24

28

30

165

179

344

JUMLAH

Tabel : DATA SISWA MENURUT JENIS KELAMIN


SDN 01 Sungai Pinyuh
DATA JUMLAH SISWA MENURUT JENIS KELAMIN
No.

Jumlah

Kelas

Jenis kelamin
1

1.

LAKI-LAKI

21

32

29

32

23

28

165

2.

PEREMPUAN

38

30

33

23

24

30

179

JUMLAH

59

62

62

55

47

58

344

Tabel : DATA PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN


SDN 01 Sungai Pinyuh

No

Nama

Jenis
Kelamin

NIP

Gol

STATUS GURU

1.

ASYHARI AS, S.Pd

19571011 197803 1005

VI A

Kepala Sekolah

2.

NURHAYATI, S.Pd

19580502 198103 2007

IV A

Guru Kelas I.A

3.

SUMISYATI, S.Pd.SD

19641022 198409 2001

IV A

Guru Kelas I.B

4.

LUSMIATI

19560505 198102 2001

IV A

Guru Kelas II.A

5.

HAMISAH, S.Pd.SD

19640503 198502 2001

IV A

Guru Kelas II.B

6.

ANNY SULASTRI, S.Pd

19581231 198008 2005

IV A

Guru Kelas III.A

7.

JAINUDDIN, S.Pd.SD

19740416 200011 1001

III C

Guru Kelas III.B

8.

YOHANNA, S.Pd.SD

19610409 198412 2001

IV A

Guru Kelas IV.A

9.

ERNALITA, S.Pd.SD

19641231 198504 2004

IV A

Guru Kelas VI.B

10.

Rr. TRI SUHARTININGSIH, S.Pd

19570806 197910 2003

IV A

Guru kelas V.A

11.

SAKNIAH, S.Pd.SD

19651028 199102 2001

III C

Guru Kelas V.B

12.

HEPI HERDANI, S.Pd.SD

19690404 19931 1001

III D

Guru Kelas VI.A

13.

SUPARDIONO, S.Pd.SD

19640204 198904 1003

IV A

Guru Kelas VI.B

14.

HADIANI, S.Pd.I

19610328 198212 2001

IV A

Guru Agama Islam

15.

HASNAWATI, S.Pd.I

19660806 198612 2003

IV A

Guru Agama Islam

16.

LIBERTA LIDIA, S.Ag

19600302 198212 2001

IV A

Guru Agama Katolik

17.

SUWARNO, S.Ag

19720510 199907 1001

III C

Guru Agama Budha

18.

JONI ISKANDAR, S.Pd

19641111 198601 1002

IV A

Guru Penjaskes

19.

ARI PARWATI

GTT

20.

IMAM MAULANA

Operator Sekolah

21.

MIA

Perpustakaan

22.

SANDI

Penjaga Sekolah

Tabel : KEGIATAN EKSTRAKURIKULER KURIKULUM 2013


SDN 01 Sungai Pinyuh

Kegiatan Ekstrakurikuler

ALOKASI WAKTU BELAJAR PERMINGGU


I

II

III

IV

VI

1.

Kegiatan Kepramukaan (Wajib)

2.

Usaha Kesehatan Sekolah (UKS)

3.

Palang Merah Remaja (PMR)

Jumlah Alokasi Perminggu

Tabel : KRITERIA KETUNTASAN BELAJAR MINIMAL ( KKBM )


SDN 01 Sungai Pinyuh

II

KELAS
III
IV

70

70

70

70

70

70

70

70

70

70

70

70

70
70
-

70
70
-

70
70
-

70
70
70
70

70
70
70
70

70
70
70
70

70

70

70

70

70

70

70

70

70

70

70

70

MATA PELAJARAN
1.
2.
3.
4.
5.
6.
1.
2.

Kelompok A
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Bahasa Indonesia
Matematika
Ilmu Pengetahuan Alam
Ilmu Pengetahuan Sosial
Kelompok B
Seni Budaya Dan Prakarya
Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan

VI

Tabel : STRUKTUR KURIKULUM 2013


SDN 01 Sungai Pinyuh

MATA PELAJARAN
1
.
2
.
3
.
4
.
5
.
6
.
1
.
2
.

Kelompok A
Pendidikan Agama dan Budi
Pekerti
Pendidikan Pancasila dan
Kewarganegaraan
Bahasa Indonesia
Matematika
Ilmu Pengetahuan Alam
Ilmu Pengetahuan Sosial
Kelompok B
Seni Budaya Dan Prakarya

ALOKASI WAKTU BELAJAR


PERMINGGU
I
II
III
IV
V
VI
WAKTU BELAJAR PERMINGGU

10

WAKTU BELAJAR PERMINGGU

Pendidikan Jasmani, Olah Raga


dan Kesehatan

Jumlah Alokasi Perminggu

30

32

34

36

36

36

1. Standar Isi

SDN 01 Sungai Pinyuh pada tahun pelajaran 2014/2015 menerapkan kurikulum 2013
menggunakan panduan yang disusun berdasarkan standar isi mengacu pada Permendiknas Nomor
22 tahun 2006 dan Permendiknas Nomor 67 Tahun 2013 yaitu :
1. Kurikulum SDN 01 Sungai Pinyuh memuat 8 mata pelajaran, muatan lokal dan pengembangan
diri.
2. Pembelajaran pada kelas I, II, IV dan V dilaksanakan melalui pendekatan tematik, sedangkan
kelas III dan VI dilaksanakan melalui pendekatan mata pelajaran dengan sistem KTSP.
3. Alokasi waktu : 1 jam pelajaran adalah 35 menit.
Kurikulum 2013 disekolah SDN 01 Sungai Pinyuh memiliki struktur sebagai berikut : Kelompok
A terdiri mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, Pendidikan Pancasila dan
Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan
Sosial, dan Kelompok B terdiri mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya, Pendidikan Jasmani,
Olah raga dan Kesehatan.
2. Standar Proses
RPP yang dikembangkan oleh guru-guru berdasarkan Standar Isi (SI), Standar Kompetensi
Lulusan (SKL), dan panduan penyusunan RPP kurikulum KTSP bagi guru kelas III dan VI, bagi guru
kelas I, II, IV dan V penyusunan RPP menggunakan panduan buku guru dan buku siswa
mengunakan multi metode yang mengarah ke pendekatan saintifik. Kegiatan penyusunan dan
pengembangkan RPP dilakukan secara mandiri ataupun berkelompok dalam pertemuan KKG
sekolah ataupun KKG mata pelajaran dengan memperhatikan lingkungan sekolah atau siswa, nilainilai, dan norma-norma yang ada dalam masyarakat.
3. Standar Kompetensi Lulusan
Perolehan nilai ujian nasional tahun pelajaran 2013/2014 untuk masing-masing mata pelajaran
memenuhi Standar kelulusan. Masing-masing mata pelajaran ujian nasional Bahasa Indonesia 7,50,
Matematika 6,65, Ilmu Pengetahuan Alam 7,00 Untuk setiap mata pelajaran dapat dikatakan bahwa
siswa sudah memperlihatkan kemajuan yang lebih baik dalam mencapai target yang ditetapkan
SKL, dilihat dari tingkat kelulusan siswa 100% berhasil dan melanjutkan tingkat sekolah berikutnya.
4. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Berdasarkan peraturan pemerintah nomor 74 tahun 2008 yang mengisyaratkan bahwa guru
wajib memiliki kualifikasi akademik, kompentensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani rohani serta
memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Untuk itu di SDN 01 Sungai
Pinyuh Jumlah guru 18 orang dan dibantu sebanyak 4 orang tenaga kependidikan sudah memenuhi
standar jumlah pendidik dan tenaga kependidikan sekolah.
5. Standar Sarana dan Prasarana
SDN 01 Sungai Pinyuh memiliki luas lahan 3.600 m dengan jumlah gedung sebanyak 3 unit,
Ruang kelas yang digunakan sebagai tempat proses belajar mengajar sebanyak 10 ruang kelas
dengan ukuran masing-masing 7 x 8 m per ruang kelas. Setiap ruang kelas masing-masing
memiliki satu white board sebagai papan tulis, satu meja dan kursi guru, satu lemari, masingmasing satu meja dan kursi untuk setiap siswa, memiliki prasaran lainnya seperti sapu, pengepel,
tempat sampah, jam dinding dan sebagainya untuk kelengkapan ruang kelas.
Ruang guru berukuran (7 8) m memuat 18 pasang meja dan kursi guru, 1 set kursi dan meja
tamu, 2 rak buku, 4 lemari buku, 1 TV, 1 set sound system dan 1 buah jam dinding, komputer PC
memiliki jaringan internet Wireless Network yang terkoneksi dengan jaringan internet speedy
schoolnet dari jardiknas bekerjasama dengan PT Telkom.
Ruang perpustakaan terdiri dari satu unit bangunan dengan ukuran (1015) m , meja baca
berjumlah 8 dengan tempat duduk secara resehan dilantai yang diberi tikar, 2 pasang meja kursi
2

untuk petugas perpustakaan, 5 rak buku untuk meletakan buku-buku bacaan, judul buku lebih dari
100 judul.
Ruang kepala sekolah berukuran (4 5)m terdapat 2 lemari buku, 1 pasang meja dan kursi
kepala sekolah, 1 set kursi tamu, 1 lemari piala, 1 set komputer PC dilengkapi dengan jaringan
internet, dan 1 pendingin udara (AC).
Sarana dan prasana sekolah lainnya adalah ruang UKS, jamban (WC) Kepala sekolah/Guru,
tamu dan siswa.
2

6. Standar Pengelolaan
Rencana kerja sekolah (RKS), rencana kerja tahunan (RKT) ataupun rencana kerja jangka
menengah (RKJM) disosialisasikan kepada warga sekolah. Demikian pula dengan rencana kegiatan
dan anggaran sekolah (RKAS) disosialisasikan kepada warga sekolah. Sekolah sudah melakukan
pengisian instrumen EDS sehingga RKS dan RKJM yang disusun berdasarkan rekomendasi EDS
sudah mengelompokkan ke dalam delapan standar yaitu Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi,
Standar Proses, Standar Pendidikan dan Tenaga Kependidikan, Standar Sarana dan Prasarana,
Standar Pengelolaan, Standar Pembiayaan Pendidikan, Standar Penilaian Pendidikan.
Kegiatan supervisi sudah dilaksanakan secara berkala dan berkelanjutan sehingga mudah
untuk mengukur dan menilai kinerja untuk melakukan perbaikan-perbaikan terutama dalam
peningkatan hasil belajar siswa.
7. Standar Pembiayaan
Sumber keuangan sekolah masih tergantung pada bantuan pemerintah berupa dana BOS
APBN dan dana pendidikan gratis pemerintah provinsi Kalimantan Barat dan pemerintah Kabupaten
Pontianak. Sekolah belum mampu untuk mencari sumber keuangan lain misalnya dengan
membangun kerja sama yang saling menguntungkan dengan dunia usaha dan industri.
Penyusunan RKAS melibatkan secara langsung pihak komite sekolah ataupun pemangku
kepentingan yang relevan, lewat rapat dewan guru, kepala sekolah, beberapa guru dan bendahara
sekolah, dengan tetap mempertimbangkan usulan-usulannya warga sekolah.
Penggunaan dana sekolah dilaporkan ke pihak pemerintah melalui Kantor Dinas Pendidikan
Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pontianak.
8. Standar Penilaian Pendidikan
Sebagian guru sudah menyusun perencanaan penilaian berdasarkan kompetensi inti dan
kompetensi dasar. KKM yang telah ditetapkan diinformasikan oleh guru kepada siswa diawal
pertemuan tatap muka dan menginformasikan KKM sebelum pelaksanaan setiap ulangan harian.
Guru melaksanakan penilaian melalui pelaksanaan ulangan harian, ulangan tengah semester,
ulangan akhir semester, kenaikan kelas, ujian sekolah dan ujian nasional dengan memperhatikan
prinsip-prinsip penilaian yaitu objektif, terpadu, ekonomis, transparan, akuntabel, dan edukatif.
Penilaian melalui ulangan harian dilaksanakan berdasarkan rencana yang telah dibuat oleh guru.
Guru kelas yang sudah melaksanakan kurikulum 2013 KKM sudah ditetapkan secara nasional
yaitu 2,67. Hasil penilaian guru pada pelaksanaan ulangan harian ataupun tugas-tugas pekerjaan
rumah ditambahkan informasi berupa komentar dan masukan untuk perbaikan. Setiap guru
menyampaikan hasil penilaian sikap dan akademik siswa kepada kepala sekolah. Hasil penilaian
dijadikan dasar bagi guru sebagai koreksi untuk melakukan perbaikan pembelajaran berikutnya.
Dari ke 8 standar nasional diatas, 5 standar sudah terpenuhi dan 3 standar nasional yang
terpenuhi secara maksimal. ( Data Dokumen Surat penunjukan terlampir di halaman 48 ).
B. KONDISI SEKOLAH LAIN (Profil SDN 11 Sungai Pinyuh)
Berdasarkan Surat penunjukan dari kepala sekolah SDN 11 Sungai Pinyuh peserta OJL dapat
melakukan pemetaan 8 standar nasional pendidikan (SNP) di SDN 11 Sungai Pinyuh berlokasi di
jalan Raya Galang-Anjongan Desa Galang Kecamatan Sungai Pinyuh Kabupaten Pontianak

Kalimantan Barat yang dibangun pada tahun 1975 di atas lahan seluas 2.841 m dan mulai
beroperasi tahun 1975 dengan status bangunan Inpres No.10 tahun 1975 Visi SDN 11 Sungai
Pinyuh Unggul Dalam Pelayanan Meningkatkan Prestasi, Terampil, Bertakwa, Bermoral
Serta Mengembangkan Lingkungan Belajar Yang Sehat Dan Indah.
Misi SDN 11 Sungai Pinyuh :
1. Menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
2. Berprestasi dalam segala lomba, baik ilmu pengetahuan, olahraga maupun
Kesenian.
3. Menciptakan suasana belajar mengajar yang aktif, kreatif dan bermutu.
4. Membimbing siswa dalam kegiatan keagamaan,agar bertaqwa kepada Tuhan Yang
Maha Esa.
5. Menanamkan kebiasaan berpikir positif dan menyayangi sesama.
6. Suka membantu teman dalam hal kebaikan.
7. Membimbing siswa dalam kegiatan peduli terhadap keindahan lingkungan,
8. Meningkatkan potensi fisik, menanamkan sportivitas dan selalu hidup sehat.
9. Sopan dalam bertindak serta santun dalam berbicara.
2

Tahun pelajaran 2014/2015 ini SDN 11 Sungai Pinyuh membina sebanyak 154 siswa yang
terbagi ke dalam 6 rombongan belajar dari kelas I sampai VI, setiap ruang kelas menampung ratarata sebanyak 30 siswa. SDN 11 Sungai Pinyuh memiliki tenaga pendidik dan tenaga kependidikan
sekolah yang cukup, sebanyak 9 orang PNS dan 2 orang non PNS. Sekolah SDN 11 Sungai Pinyuh
memiliki sarana dan prasana yaitu memiliki 6 ruang belajar, 1 ruang kepala sekolah, 1 ruang guru,
1 ruang UKS, 5 kamar WC/jamban guru dan siswa.
Kinerja SDN 11 Sungai Pinyuh dilihat dari pencapaian delapan standar pendidikan (SNP) dapat
diuraikan sebagai berikut :

Tabel : DATA SISWA MENURUT ROMBEL


SDN 11 Sungai Pinyuh
JENIS KELAMIN
NO.

KELAS

LAKI-LAKI

PEREMPUAN

JUMLAH

1.

Kelas I

16

12

28

2.

Kelas II

10

19

29

3.

Kelas III

17

4.

Kelas IV

13

11

24

5.

Kelas V

10

18

28

6.

Kelas VI

16

14

30

JUMLAH

73

83

156

Tabel : DATA SISWA MENURUT AGAMA


SDN 11 Sungai Pinyuh
DATA JUMLAH SISWA MENURUT AGAMA
No.

AGAMA

Kelas 1

Kelas 2

Kelas 3

Kelas 4

Kelas 5

Kelas 6

Jumlah

13

12

13

51

45

96

Total

1.

ISLAM

2.

KATOLIK

3.

KRISTEN

4.

HINDU

5.

BUDHA

21

35

56

6.

KONG HUCHU
16

12

10

19

13

11

10

18

16

14

73

83

156

JUMLAH

Tabel : DATA SISWA MENURUT JENIS KELAMIN


SDN 11 Sungai Pinyuh
DATA JUMLAH SISWA MENURUT JENIS KELAMIN
No.

Jumlah

Kelas

Jenis kelamin
1

1.

LAKI-LAKI

16

10

13

10

16

73

2.

PEREMPUAN

12

19

11

18

14

83

JUMLAH

28

29

17

24

28

30

156

Tabel : DATA PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN


SDN 11 Sungai Pinyuh
No

Nama

Jenis
Kelamin

NIP

Gol

STATUS GURU

1.

SABIRIN, S.Pd.SD

19601002 198305
1002

VI
A

Kepala Sekolah

2.

BARJI, S.Pd.SD

19600618 198201
1006

IV
A

Guru Kelas I

3.

SALMAH, S.Pd

19620310 198305
2011

IV
A

Guru Kelas II

4.

SURATMI

19570807 198109
2003

IV
A

Guru Kelas III

5.

EMMY PURNAMAWATI,
S.Pd.SD

19600307 198111
2003

IV
A

Guru Kelas IV

6.

HAMIDAH, S.Pd.SD

19650720 198909
2001

IV
A

Guru kelas V

7.

RIDUAN, S.Pd

19660712 200604
1014

III
A

Guru Kelas VI

8.

UMIYATI, S.Pd.I

19661201 199102
2003

IV
A

Guru Agama Islam

9.

KARIM

19590512 198402
1002

II C

Penjaga Sekolah

10.

SUHERNAWATI, S.Sos

GTT

11.

DIAN PUTERA, S.Pd

Operator Sekolah

Tabel : KEGIATAN EKSTRAKURIKULER KURIKULUM 2013


SDN 11 Sungai Pinyuh

Kegiatan Ekstrakurikuler

ALOKASI WAKTU BELAJAR PERMINGGU


II
III
IV
V

VI

1.

Kegiatan Kepramukaan (Wajib)

2.

Usaha Kesehatan Sekolah (UKS)

3.

Palang Merah Remaja (PMR)

Jumlah Alokasi Perminggu

Tabel : KRITERIA KETUNTASAN BELAJAR MINIMAL ( KKBM )


SDN 11 Sungai Pinyuh

MATA PELAJARAN
1.
2.
3.
4.
5.
6.
1.
2.

Kelompok A
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Bahasa Indonesia
Matematika
Ilmu Pengetahuan Alam
Ilmu Pengetahuan Sosial
Kelompok B
Seni Budaya Dan Prakarya
Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan

II

KELAS
III
IV

VI

70

70

70

70

70

70

70

70

70

70

70

70

70
65
-

70
65
-

70
65
-

70
65
70
70

70
65
70
70

70
65
70
70

70

70

70

70

70

70

70

70

70

70

70

70

Tabel : STRUKTUR KURIKULUM 2013


SDN 11 Sungai Pinyuh

MATA PELAJARAN
1
.
2
.
3
.
4
.
5
.
6
.

ALOKASI WAKTU BELAJAR


PERMINGGU
I
II
III
IV
V
VI

Kelompok A
Pendidikan Agama dan Budi
Pekerti
Pendidikan Pancasila dan
Kewarganegaraan

Bahasa Indonesia

10

Matematika

Ilmu Pengetahuan Alam

Ilmu Pengetahuan Sosial

WAKTU BELAJAR PERMINGGU

Kelompok B
1
.
2
.

WAKTU BELAJAR PERMINGGU

Seni Budaya Dan Prakarya

Pendidikan Jasmani, Olah Raga


dan Kesehatan

Jumlah Alokasi Perminggu

30

32

34

36

36

36

1. Standar Isi
SDN 11 Sungai Pinyuh pada tahun pelajaran 2014/2015 menerapkan berdasarkan pada
Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 dan Permendiknas Nomor 67 Tahun 2013 yaitu :
1. Kurikulum SDN 11 Sungai Pinyuh memuat 8 mata pelajaran, muatan lokal dan pengembangan
diri.
2. Pembelajaran pada kelas I, II, IV dan V dilaksanakan melalui pendekatan tematik, sedangkan
kelas III dan VI dilaksanakan melalui pendekatan mata pelajaran dengan sistem KTSP.
3. Alokasi waktu : 1 jam pelajaran adalah 35 menit.
Kurikulum 2013 disekolah SDN 11 Sungai Pinyuh memiliki struktur sebagai berikut : Kelompok
A terdiri mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, Pendidikan Pancasila dan
Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan
Sosial, dan Kelompok B terdiri mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya, Pendidikan Jasmani,
Olah raga dan Kesehatan.
2. Standar Proses
RPP yang dikembangkan oleh guru-guru berdasarkan Standar Isi (SI), Standar Kompetensi
Lulusan (SKL), dan panduan penyusunan RPP kurikulum KTSP bagi guru kelas III dan VI, bagi guru
kelas I, II, IV dan V penyusunan RPP menggunakan panduan buku guru dan buku siswa
mengunakan multi metode yang mengarah ke pendekatan saintifik. Kegiatan penyusunan dan
pengembangkan RPP dilakukan secara mandiri ataupun berkelompok dalam pertemuan KKG

sekolah ataupun KKG mata pelajaran dengan memperhatikan lingkungan sekolah atau siswa, nilainilai, dan norma-norma yang ada dalam masyarakat.
3. Standar Kompetensi Lulusan
Perolehan nilai ujian nasional tahun pelajaran 2013/2014 untuk masing-masing mata pelajaran
memenuhi Standar kelulusan. Masing-masing mata pelajaran ujian nasional Bahasa Indonesia 7,25,
Matematika 6,50, Ilmu Pengetahuan Alam 6,75 Untuk setiap mata pelajaran dapat dikatakan bahwa
siswa sudah memperlihatkan kemajuan yang lebih baik dalam mencapai target yang ditetapkan
SKL, dilihat dari tingkat kelulusan siswa 100% berhasil dan melanjutkan tingkat sekolah berikutnya.
4. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Berdasarkan peraturan pemerintah nomor 74 tahun 2008 yang mengisyaratkan bahwa guru
wajib memiliki kualifikasi akademik, kompentensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani rohani serta
memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Jumlah guru 9 orang dan
dibantu sebanyak 2 orang tenaga kependidikan sudah memenuhi standar jumlah pendidik dan
tenaga kependidikan sekolah. Standar kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan SDN 11
Sungai Pinyuh belum terukur karena belum ada hasil penilaian yang mengukur berapa tingkat
pencapaian kompetensi masing-masing.
5. Standar Sarana dan Prasarana
SDN 11 Sungai Pinyuh memiliki luas lahan 2.841 m dengan jumlah gedung sebanyak 2 unit,
Ruang kelas yang digunakan sebagai tempat proses belajar mengajar sebanyak 6 ruang kelas
dengan ukuran masing-masing 7 x 8 m per ruang kelas. Setiap ruang kelas masing-masing
memiliki satu black board sebagai papan tulis, satu meja dan kursi guru, satu lemari, masingmasing satu meja dan kursi untuk setiap siswa, memiliki prasarana lainnya seperti sapu, pengepel,
tempat sampah, jam dinding dan sebagainya untuk kelengkapan ruang kelas.
Ruang guru berukuran (7 8) m memuat 10 pasang meja dan kursi guru, 1 set kursi dan meja
tamu, 2 rak buku, 4 lemari buku, 1 TV, 1 set sound system dan 1 buah jam dinding, komputer PC
memiliki jaringan internet Wireless Network yang terkoneksi dengan modem prabayar.
Ruang perpustakaan ukuran (5 x 6) m dibangun secara swadaya sekolah bersebelahan
dengan ruang kepala sekolah yang pembangunannya menyekat ruang kepala sekolah dengan kaki
lima/teras bangunan sekolah yang dijadikan ruang perpustakaan, bangunan perpustakaan yang dari
pemerintah belum ada, meja baca 2 pasang beralaskan tikar sebagai tempat duduk, 2 lemari rak
buku.
Ruang kepala sekolah berukuran (4 5)m terdapat 2 lemari buku, 1 pasang meja dan kursi
kepala sekolah, 1 set kursi tamu, 1 lemari piala.
Sarana dan prasana sekolah lainnya adalah ruang UKS, jamban (WC) Kepala sekolah/Guru,
tamu dan siswa.
2

6. Standar Pengelolaan
Rencana kerja sekolah (RKS), rencana kerja tahunan (RKT) ataupun rencana kerja jangka
menengah (RKJM) disosialisasikan kepada warga sekolah. Demikian pula dengan rencana kegiatan
dan anggaran sekolah (RKAS) disosialisasikan kepada warga sekolah. Sekolah sudah melakukan
pengisian instrumen EDS sehingga RKS dan RKJM yang disusun berdasarkan rekomendasi EDS
sudah mengelompokkan ke dalam delapan standar yaitu Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi,
Standar Proses, Standar Pendidikan dan Tenaga Kependidikan, Standar Sarana dan Prasarana,
Standar Pengelolaan, Standar Pembiayaan Pendidikan, Standar Penilaian Pendidikan.
Kegiatan supervisi belum dilaksanakan secara berkala dan berkelanjutan sehingga masih sulit
untuk mengukur dan menilai kinerja untuk melakukan perbaikan-perbaikan terutama dalam
peningkatan hasil belajar siswa.
7. Standar Pembiayaan

Sumber keuangan sekolah masih tergantung pada bantuan pemerintah berupa dana BOS
APBN dan dana pendidikan gratis pemerintah provinsi Kalimantan Barat dan pemerintah Kabupaten
Pontianak. Sekolah belum mampu untuk mencari sumber keuangan lain misalnya dengan
membangun kerja sama yang saling menguntungkan dengan dunia usaha dan industri.
Penyusunan RKAS melibatkan secara langsung pihak komite sekolah ataupun pemangku
kepentingan yang relevan, lewat rapat dewan guru, kepala sekolah, beberapa guru dan bendahara
sekolah, dengan tetap mempertimbangkan usulan-usulannya warga sekolah.
Penggunaan dana sekolah dilaporkan ke pihak pemerintah melalui Kantor Dinas Pendidikan
Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pontianak.
8. Standar Penilaian Pendidikan
Sebagian guru sudah menyusun perencanaan penilaian berdasarkan kompetensi inti dan
kompetensi dasar. KKM yang telah ditetapkan diinformasikan oleh guru kepada siswa diawal
pertemuan tatap muka dan menginformasikan KKM sebelum pelaksanaan setiap ulangan harian.
Guru melaksanakan penilaian melalui pelaksanaan ulangan harian, ulangan tengah semester,
ulangan akhir semester, kenaikan kelas, ujian sekolah dan ujian nasional dengan memperhatikan
prinsip-prinsip penilaian yaitu objektif, terpadu, ekonomis, transparan, akuntabel, dan edukatif.
Penilaian melalui ulangan harian dilaksanakan berdasarkan rencana yang telah dibuat oleh guru.
Guru kelas yang sudah melaksanakan kurikulum 2013 KKM sudah ditetapkan secara nasional
yaitu 2,67. Hasil penilaian guru pada pelaksanaan ulangan harian ataupun tugas-tugas pekerjaan
rumah ditambahkan informasi berupa komentar dan masukan untuk perbaikan. Setiap guru
menyampaikan hasil penilaian sikap dan akademik siswa kepada kepala sekolah. Hasil penilaian
dijadikan dasar bagi guru sebagai koreksi untuk melakukan perbaikan pembelajaran berikutnya.
Dari ke 8 standar nasional diatas, 6 standar sudah terpenuhi dan 2 standar nasional yang
terpenuhi secara maksimal. ( Data Dokumen Surat penunjukan terlampir di halaman 49 ).

BAB III

PELAKSANAAN RENCANA TINDAK LANJUT ( RTL )


A. PELAKSANAAN RENCANA TINDAK KEPEMIMPINAN (RTK)
1. Tindakan Kepemimpinan calon kepala sekolah dengan indikator keberhasilan antara lain
:
1. Mampu menyusun program inovasi untuk meningkatkan kinerja sekolah.
2. Mampu menyusun kerja sama dengan pihak lain baik perorangan maupun insitusi.
3. Mampu melaksanakan evaluasi dan perbaikan terhadap program dan pelaksanaan kerja
sama.
4. Mampu melaksanakan supervisi akademik.
2. Meningkatkan kemampuan guru dalam menerapkan pendekatan saintifik (unsur EDS)
dengan indikator keberhasilan antara lain :
1. Guru mampu menjelaskan konsep sintifik pada pembelajaran.
2. Guru merancang kegiatan pembelajaran dengan pendekatan saintifik.
3. Guru mampu menerapkan pendekatan pembelajaran saintifik.
(Data Dokumen RTK terlampir halaman 41 ).
1. Siklus Pertama
Indikator keberhasilan RTK Mampu menyusun program inovasi untuk meningkatkan
kinerja sekolah.
a. Persiapan
1. Mengintegrasikan program pengolahan barang bekas ke dalam proses
pembelajaran.
2. Menetapkan tema dan sub tema dalam menyusun program inovasi untuk
meningkatkan kinerja sekolah yang diintergerasikan dalam proses
pembelajaran.
3. Membuat jadwal kegiatan.
4. Membuat materi.
5. Menetapkan bahan bekas dan peralatan.
6. Membuat lembar observasi.
7. Membagi kelompok kerja siswa.
8. Mensosialisasikan kegiatan pengolahan bahan bekas.
b. Pelaksanaan
Dilaksanakan pada satu kali pertemuan dengan waktu pertemuan 2 x 35 menit dengan
urutan pelaksanaan yang di tetapkan. Dari kegiatan ini berhasil di observasi ternyata
aktivitas fisik dalam mengumpulkan bahan baku mencapai 18 orang, yang membawa
peralatan lengkap 18 orang, Aktivitas mental siswa melaksanakan kegiatan sesuai
petunjuk 22 orang, tepat waktu dalam bekerja 14 orang. Aktivitas emosional siswa
bergembira melaksanakan kegiatan 20 orang, semangat dalam bekerja 16 orang dan
menghargai hasil karya teman 12 orang dengan jumlah siswa 24 orang.
c. Monev
Berdasarkan observasi hasil monev aktivitas siswa yang baru mencapai 47,5 %
disebabkan karena siswa belum terbiasa mengumpulkan barang bekas, peralatan yang
tersedia kurang lengkap.
No
1
2

Tabel 1 Kegiatan pengolahan bahan bekas


Kegiatan
Membawa bahan Baku
Membawa peralatan Kerja

Siklus I
18
18

persen
7,5 %
7,5 %

3
4
5
6
7

Mengunakan Petunjuk Pelaksanaan


Waktu selesai
Senang dalam bekerja
Semangat bekerja
Menghargai karya teman
Jumlah= 114/24x100=4,75

16
14
20
16
12
114

6,6 %
5,8 %
8,3 %
6,6 %
5,0 %
47,5%

d. Refleksi
Berdasarkan hasil monev maka kelebihan dan kekurangan pada kegiatan pengolahan
bahan bekas yang telah diketahui kendala dan hambatannya selama proses pelaksanaan
yang kemudian akan diperbaiki pada kegiatan siklus II.
2. Siklus Kedua
Indikator keberhasilan RTK Mampu menyusun program inovasi untuk meningkatkan
kinerja sekolah.
1.
Persiapan
1.
Mengintegrasikan program pengolahan bahan bekas ke dalam proses
pembelajaran.
2.
Menetapkan tema dan sub tema dalam menyusun program inovasi untuk
meningkatkan kinerja sekolah yang diintergerasikan dalam proses pembelajaran.
3.
Membuat jadwal kegiatan.
4.
Membuat materi.
5.
Menetapkan bahan bekas dan peralatan.
6.
Membuat lembar observasi.
7.
Membagi kelompok kerja siswa.
8.
Mensosialisasikan kegiatan pengolahan bahan bekas.
b. Pelaksanaan
Dilaksanakan pada satu kali pertemuan dengan waktu pertemuan 2 x 35 menit dengan
urutan pelaksanaan yang di tetapkan. Dari kegiatan ini berhasil di observasi ternyata
aktivitas fisik dalam mengumpulkan bahan baku mencapai 23 orang, yang membawa
peralatan lengkap 23 orang, Aktivitas mental siswa melaksanakan kegiatan sesuai
petunjuk 20 orang, tepat waktu dalam bekerja 18 orang. Aktivitas emosional siswa
bergembira melaksanakan kegiatan 22 orang, semangat dalam bekerja 20 orang dan
menghargai hasil karya teman 19 orang dengan jumlah siswa 24 orang.
Tabel 2 Kegiatan pengolahan bahan bekas
No
Kegiatan
Siklus I
persen
1
Membawa bahan Baku
23
9,5 %
2
Membawa peralatan Kerja
23
9,5 %
3
Mengunakan Petunjuk Pelaksanaan
20
8,3 %
4
Waktu selesai
18
7,5 %
5
Senang dalam bekerja
22
9,1 %
6
Semangat bekerja
20
8,3 %
7
Menghargai karya teman
19
7,9 %
Jumlah=145/24x100=6,01
145
60,1 %
c.

Monev
Berdasarkan observasi hasil monev aktivitas siswa terjadi peningkatan dari semua aspek
aktivitas siswa, siklus I berjumlah 47,5 % menjadi 60,1 % pada siklus II.
d.
Refleksi

Berdasarkan hasil monev maka kelebihan dan kekurangan pada kegiatan telah diperbaiki
dalam siklus II dan hasilnya sudah menunjukan peningkatan 12,6 % dari siklus I dan siklus
II.
No
1
2
3
4
5
6
7

Tabel 3 Hasil Kegiatan pengolahan bahan bekas


Kegiatan
Siklus I
Membawa bahan Baku
7,5 %
Membawa peralatan Kerja
7,5 %
Mengunakan Petunjuk Pelaksanaan
6,6 %
Waktu selesai
5,8 %
Senang dalam bekerja
8,3 %
Semangat bekerja
6,6 %
Menghargai karya teman
5,0 %
Jumlah persen siklus 1,2
47,5%

Siklus II
9,5 %
9,5 %
8,3 %
7,5 %
9,1 %
8,3 %
7,9 %
60,1 %

B. OBSERVASI GURU JUNIOR


Siklus I (pertama)
Observasi guru junior merupakan serangkaian kegiatan membantu pendidik mengembangkan
kemampuan dalam mengelola proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran.
1. Perencanaan
Pada tahap perencanaan colon terlebih dahulu melapor kepada kepala sekolah tentang
rencana dan tujuan observasi guru junior, kemudian kepala sekolah menetapkan guru junior
berdasarkan pertimbangan dan penilaian kepala sekolah terhadap guru junior, bersama kepala
sekolah calon menetapkan jadwal pelaksanaan observasi, berdasarkan surat penunjukan
kepala sekolah calon kemudian menyampaikan jadwal dan maksud dari supervisi terhadap
guru junior.
(Data Dokumen surat penunjukan terlampir halaman 50 ).
2. Pelaksanaan
1. Pra-Observasi
Pra-Observasi adalah kegiatan yang dilakukan oleh peserta OJL sebelum melakukan
observasi kelas. Tugas pengawasan pembelajaran oleh kepala sekolah dilakukan dalam
bentuk kegiatan pemantauan, supervisi, evaluasi dan pelaporan sebagaimana dinyatakan
dalam Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013, memperkuat Permendiknas Nomor 13 Tahun
2007, tentang standar kepala sekolah bahwa supervisi adalah salah satu dimensi kepala
sekolah. Berdasarkan hal tersebut maka ditetapkan bahwa guru junior yang ditunjuk untuk
disupervisi dengan alasan bahwa guru tersebut sudah dilatih kurikulum 2013 dan
melaksanakan kurikulum 2013 guru junior tersebut adalah:
Nama guru
: Yohanna, S.Pd.SD,
NIP
: 19610409.198412.2.001
Pangkat/Golongan : Pembina / IV.a
Mengajar di kelas
: IV
Langkah-langkah yang dilakukan menyiapkan instrumen perencanaan kegiatan
pembelajaran (RPP), peserta ojl berkonsultasi dengan guru junior untuk merencanakan
waktu observasi, meminta RPP pembelajaran 1 hari sebelum observasi, mengisi instrumen
perencanaan kegiatan pembelajaran. Berdasarkan langkah-langkah diatas dapat diketahui
RPP sudah memuat komponen kurikulum 2013 menurut Permendiknas Nomor 81A Tahun
2013 tantang pelaksanaan kurikulum.
( Data Pra-observasi terlampir halaman 52 ).

2. Observasi
Observasi dilaksanakan sesuai jadwal yang telah disepakati instrumen yang digunakan
berupa instrumen penilaian proses rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).
Berdasarkan penilaian melalui instrumen hasil observasi proses pelaksanaan
pembelajaran masih perlu diperbaiki karena dalam pelaksanaan belum terpenuhi sesuai
dengan tuntutan Permendiknas Nomor 65 Tahun 2013.
( Data Observasi terlampir halaman 53 ).
3. Pasca Observasi
Post observasi dilaksanakan setelah selesai jam pembelajaran instrumen yang digunakan
adalah instrumen penilaian proses pelaksanaan rencana persiapan pembelajaran, terdapat
temuan-temuan yang belum terpenuhi secara maksimal seperti penilaian, kunci jawaban
lembar kerja dan skor penilaian.
( Data Pasca Observasi terlampir halaman 55 ).
3. Tindak Lanjut
Proses tindak lanjut hasil siklus I dari RPP dan proses pembelajaran yang masih kurang
maksimal dapat di tindak lanjuti pada siklus II guna perbaikan. ( Tindak lanjut terlampir
halaman 58 ).
4. Hasil
Berdasarkan hasil pada siklus I maka hasil tersebut menjadi acuan pada perencanaan siklus II,
dari hasil diskusi supervisor dengan guru junior memberikan solusi untuk perbaikan, kendala
tersebut diutarakan kembali agar dapat diperbaiki pada siklus II.
( Hasil observasi terlampir halaman 60 ).
Tabel 1. Rata-rata peningkatan kompetensi tindakan siklus 1
Kompetensi awal
(%)
52

Kompetensi setelah tindakan siklus 1


(%)
62

Peningkatan kompetensi
(%)
10

Siklus II (kedua)
1. Perencanaan
Tahapan siklus ke II dengan guru yang sama pada siklus I disepakati jadwal pelaksanaan
supervisi.
2. Pelaksanaan
a. Pra-Observasi
Peserta ojl berkonsultasi dengan guru junior untuk merencanakan waktu observasi,
meminta RPP pembelajaran 1 hari sebelum observasi, mengisi instrumen
perencanaan kegiatan pembelajaran sudah sesuai dengan instrumen RPP kurikulum
2013.
b. Observasi
Observasi dilaksanakan sesuai jadwal yang telah disepakati instrumen yang
digunakan berupa instrumen penilaian proses rencana pelaksanaan pembelajaran
(RPP). Berdasarkan penilaian melalui instrumen hasil observasi proses Siklus II
pelaksanaan pembelajaran sudah ada peningkatan dibanding siklus I.
c. Pasca Observasi
Pasca observasi dilaksanakan setelah selesai jam pembelajaran instrumen yang
digunakan adalah instrumen penilaian proses pelaksanaan rencana persiapan

pembelajaran pada siklus II sudah terpenuhi dilihat dari poin siklus I yang belum
tercapai.
3. Tindak Lanjut
RPP dan proses pembelajaran yang masih kurang pada siklus I ternyata sudah terpenuhi pada
siklus II.
Tabel 2. Rata-rata peningkatan kompetensi tindakan siklus 2
Kompetensi setelah tindakan
siklus 1
(%)
62

Kompetensi setelah tindakan


siklus 2
(%)
92

Peningkatan
kompetensi
(%)
30

4. Hasil
Meningkatnya kwalitas proses pembelajaran yang mencakup; proses pembelajaran di
sekolah, guru mampu menyusun RPP berstandar, dan mampu melaksanakan
pembelajaran dengan baik.
Tabel 3. Rata-rata peningkatan kompetensi
Peningkatan kompetensi siklus
1
(%)
10

Peningkatan kompetensi siklus


2
(%)
30

Peningkatan
kompetensi
(%)
40

C. PENYUSUNAN PERANGKAT PEMBELAJARAN (RPP)


Pembuatan perangkat pembelajaran mengacu pada Permendiknas No 65 tahun
2003 tentang standar proses, Permendiknas Nomor 81A Tahun 2013 tantang
pelaksanaan kurikulum 2013 dimana dalam Permendiknas ini memuat tentang SKL
dan Isi serta kerangka RPP. Perangkat yang disusun yaitu berupa RPP, Bahan ajar dan
Instrumen penilaian.
1. RPP
Penyusunan RPP disusun secara rinci dari tema yang mengacu pada buku guru, buku
siswa dan silabus. Bahan ajar yang terdapat di buku siswa dapat dikembangkan sesuai
dengan karakteristik siswa. Kemudian penilaian yang dilakukan sebagai untuk
perbaikan, suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif
mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,
kecerdasan, ahlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat,
bangsa dan Negara. ( RPP terlampir halaman 61 ).
2. Bahan Ajar

Bahan ajar di ambil dari buku siswa dan buku guru Media / alat bantu dan sumber belajar
yang digunakan berupa benda- benda di kelas, lingkungan sekolah, Media /alat bantu
ini mengarah pada benda konkret .
( Bahan Ajar terlampir halaman 66 ).
3. Instrumen Penilaian
Evaluasi yaitu berupa tes lisan dan tulis yang digunakan sebagai alat ukur
keberhasilan proses dan ketercapaian indikator. Evaluasi berupa penilaian sikap,
pengetahuan dan keterampilan. Penilaian sikap melalui observasi yang dilakukan
selama proses pembelajaran berlangsung. Penilaian pengetahuan berupa tes lisan
maupun tulis menggunakan lembar kerja siswa. Penilaian keterampilan menggunakan
rubric sebagai acuan dalam penilaian. (Instrumen evaluasi terlampir halaman 69 ).

D. PENGKAJIAN ASPEK MANAGERIAL


Berdasarkan Permendiknas nomor 13 tahun 2007, tentang standar kepala sekolah,
Permendiknas nomor 28 tahun 2010, tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah
peserta OJL melakukan kajian di SDN 01 Sungai Pinyuh dan SDN 11 Sungai Pinyuh
sebagai berikut :
(Daftar Surat Keterangan Kajian Majerial SDN 01 Sungai Pinyuh terlampir halaman
71 ).
(Daftar Surat Keterangan Kajian Majerial SDN 11 Sungai Pinyuh terlampir halaman
72 ).
1. Rencana Kerja Sekolah (RKS).
Setelah mempelajari bahan pembelajaran penyusunan rencana kerja sekolah
(RKS) kemudian mengkaji RKS dan RKJM SDN 01 Sungai Pinyuh dan SDN 11
Sungai Pinyuh penulis mengerti dan memahami beberapa cara penyusunan RKS dan
RKJM diantaranya model RKS/RKJM yang disusun dikembangkan berdasarkan
rekomendasi EDS mengelompokkan kegiatan-kegiatan sekolah ke dalam 8 standar :
1) standar isi, 2) Standar proses, 3) standar kompetensi lulusan, 4) PTK, 5) sarana dan
prasarana, 6) pengelolaan, 7) pembiayaan, dan 8) penilaian.
Pengelompokan ini sejalan dengan ketentuan permendiknas nomor 19 tahun
2007 tentang standar pengelolaan pendidikan yang mengamanatkan penyusunan RKS
harus memuat kejelasan mengenai: 1) kesiswaan, 2) kurikulum dan kegiatan
pembelajaran, 3) PTK serta pengembangannya, 4) sarana dan prasarana, 5) keuangan
dan pembiayaan, 6) budaya dan lingkungan sekolah, 7) peran serta masyarakat dan
kemitraan, dan 8) rencana kerja lain yang mengarah kepada peningkatan dan
pengembangan mutu.
Pemahaman penulis tentang penyusunan RKS/RKJM sekolah belum utuh dan
sempurna karena belum pernah menyusun RKS/RKJM sekolah secara lengkap. Untuk
memaksimalkan penguasaan kompetensi penulis tentang penyusunan RKS/RKJM,
penulis berharap agar dalam penyusunan RKS/RKJM sekolah pada tahun berikutnya
dapat dilibatkan secara langsung guna mempraktekkan ilmu yang telah dimiliki.
( Daftar Matrik Kajian RKS/RKJM SDN 01 Sungai Pinyuh terlampir pada
halaman 73 ).
( Daftar Matrik Kajian RKS/RKJM SDN 11 Sungai Pinyuh terlampir pada
halaman 74 ).
2. Pengelolaan Keuangan Sekolah.
Setelah mempelajari bahan pembelajaran pengelolaan keuangan sekolah
kemudian mengkaji pengelolaan keuangan sekolah tempat magang, penulis dapat

mengetahui sumber-sumber keuangan sekolah serta dapat memahami penentuan


alokasi pembiayaan sekolah. Berdasarkan undang-undang nomor 20 tahun 2003 pasal
48 menyatakan bahwa pengelolaan dana pendidikan berdasarkan pada prinsip
keadilan, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas publik. Peraturan pemerintah nomor
19 tahun 2005 tentang Standar nasional pendidikan dalam pembiayaan meliputi biaya
personal, investasi, penyedia sarana prasarana, pengembangan sumber daya manusia,
dan modal kerja tetap. Kompetensi yang belum penulis kuasai adalah pengetahuan
tentang bentuk laporan pertanggung-jawaban penggunaan keuangan sekolah. Untuk
memaksimalkan penguasaan tentang pengelolaan keuangan sekolah secara
keseluruhan, penulis berharap dapat mempelajari contoh laporan pertanggungjawaban
keuangan suatu sekolah.
( Daftar Matrik Kajian Keuangan SDN 01 Sungai Pinyuh terlampir pada
halaman 75 ).
( Daftar Matrik Kajian Keuangan SDN 11 Sungai Pinyuh terlampir pada
halaman 77 ).
3. Pengelolaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Setelah mempelajari bahan pembelajaran pengelolaan pendidik dan tenaga
kependidikan kemudian mengkaji pengelolaan pendidik dan tenaga kependidikan
sekolah tempat magang, penulis mengetahui keadaan guru dan pegawai, kualifikasi
pendidikan, serta memahami pengaturan pembagian tugasnya masing-masing.
Berdasarkan permendiknas nomor 39 tahun 2009 tentang pemenuhan beban kerja
guru dan pengawas sekolah yang mewajibkan guru mengajar 24 jam tatap muka
kualifikasi pendidikan guru memperlihatkan bahwa guru-guru sudah memenuhi
standar kualifikasi pendidikan. Untuk mengembangkan kompetensi guru-guru, kepala
sekolah mengarahkan guru untuk terlibat aktif dalam kegiatan KKG atau ikut dalam
pelatihan-pelatihan tingkat Kabupaten, Provinsi dan Nasional. Penulis juga
memahami kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan setelah mempelajari
permendiknas terkait. Kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan sekolah magang
sebaiknya dapat diidentifikasi dan petakan oleh kepala sekolah untuk menjadi
pertimbangan dalam pembagian tugas dan pembinaannya secara berkelanjutan. Untuk
itu sebagai calon kepala sekolah, penulis berharap ada penilaian atau uji kompetensi
bagi guru-guru untuk mengetahui tingkat kompetensinya.
( Daftar Matrik Kajian Pendidik dan Tenaga Kependidikan SDN 01 Sungai
Pinyuh terlampir pada halaman 79 ).
( Daftar Matrik Kajian Pendidik dan Tenaga Kependidikan SDN 11 Sungai
Pinyuh terlampir pada halaman 81 ).
4. Pengelolaan Ketatausahaan Sekolah (TAS)
Setelah mempelajari bahan pembelajaran pembinaan tenaga administrasi
sekolah, permendiknas nomor 24 tahun 2008 tentang tenaga administrasi sekolah
yang dimiliki dimensi kompetensi, yaitu: (1) kompetensi kepribadian, (2) kompetensi
sosial, (3) kompetensi teknis administrasi sekolah, dan (4) kompetensi manajerial
ketatausahaan sekolah.
Kemudian mengkaji pembinaan TAS tempat magang, penulis mendapat
pengetahuan tentang kompetensi TAS yang harus dibina oleh kepala sekolah. Penulis
juga memperoleh pengetahuan tentang model-model pembinaan TAS. ( Daftar Matrik
Kajian Tenaga Administrasi Sekolah SDN 01 Sungai Pinyuh terlampir pada halaman
83 ).
( Daftar Matrik Kajian Tenaga Administrasi Sekolah SDN 11 Sungai Pinyuh
terlampir pada halaman 84 ).
5. Pengelolaan Sarana Prasarana Sekolah (Sarpras)

Setelah mempelajari bahan pembelajaran pengelolaan sarana dan prasarana


sekolah kemudian mengkaji pengelolaan sarana dan prasarana sekolah tempat
magang, penulis mengetahui sumber daya sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah
magang. Penulis juga mendapat pemahaman tentang perencanaan pengadaan,
pemeliharaan, inventarisasi dan penghapusan sarana prasarana sekolah. Standar
sarana dan prasarana sekolah menurut permendiknas nomor 24 tahun 2007 harus
dijadikan sebagai acuan dalam perencanaan pengadaan sarana dan prasarana sekolah.
( Daftar Matrik Kajian Sarana Prasarana SDN 01 Sungai Pinyuh terlampir pada
halaman 85 ).
( Daftar Matrik Kajian Sarana Prasarana SDN 11 Sungai Pinyuh terlampir
pada halaman 87 ).
6. Pengelolaan Kurikulum
Setelah mempelajari bahan pembelajaran pengelolaan kurikulum kemudian
mengkaji pengelolaan kurikulum sekolah tempat magang, penulis lebih mengerti
tentang pengelolaan kurikulum sekolah, proses penyusunan kurikulum, bentuk-bentuk
RPP yang memuat nilai-nilai karakter bangsa sesuai dengan KI dan KD yang
dikembangkan. RPP yang dikembangkan oleh guru-guru berdasarkan Standar Isi (SI),
Standar Kompetensi Lulusan (SKL), dan panduan penyusunan Kurikulum. Kegiatan
penyusunan dan pengembangkan RPP dilakukan secara mandiri ataupun berkompok
dalam pertemuan Kelompok Kerja Guru ( KKG ) sekolah ataupun KKG mata
pelajaran. Untuk memaksimalkan kompetensi pengelolaan kurikulum sekolah,
termasuk penyusunan RPP yang memuat nilai-nilai karakter, penulis akan lebih
banyak belajar dan berusaha selalu terlibat secara langsung dalam penyusunan dan
pengembangan kurikulum sekolah. ( Daftar Matrik Kajian Kurikulum SDN 01 Sungai
Pinyuh terlampir pada halaman 89 ).
( Daftar Matrik Kajian Kurikulum SDN 11 Sungai Pinyuh terlampir pada
halaman 91 ).
7. Pengelolaan Peserta Didik
Setelah mempelajari bahan pembelajaran pengelolaan peserta didik kemudian
mengkaji pengelolaan peserta didik sekolah tempat magang, penulis memiliki
pemahaman tentang perencanaan dan penerimaan peserta didik baru. Kegiatan
pembinaan peserta didik sebagaimana diatur dalam permendiknas nomor 39 tahun
2008 tentang pembinaan dimaksud adalah : 1) Pembinaan budi pekerti luhur atau
akhlak mulia; 2) Melaksanakan tata tertib sekolah; 3) Melaksanakan gotong royong
dan kerja bakti (bakti sosial); 4) Melaksanakan norma-norma yang berlaku dan
tatakrama pergaulan; 5) Menumbuhkembangkan kesadaran untuk rela berkorban
terhadap sesama; 6) Menumbuhkembangkan sikap hormat dan menghargai warga
sekolah; 7) Melaksanakan kegiatan 7K (Keamanan, kebersihan, ketertiban, keindahan,
kekeluargaan, dan kedamaian ). Penulis juga mendapat informasi dan pengetahuan
tentang kegiatan-kegiatan pengembangan diri siswa yang dikembangkan berdasarkan
bakat, minat, kreativitas dan kemampuan siswa. Untuk mengembangkan penguasaan
kompetensi dalam pengelolaan peserta didik, penulis akan lebih banyak membaca
bahan-bahan pembelajaran terkait pengelolaan peserta didik dari berbagai sumber.
( Daftar Matrik Kajian Peserta Didik SDN 01 Sungai Pinyuh terlampir pada
halaman 93 ).
( Daftar Matrik Kajian Peserta Didik SDN 11 Sungai Pinyuh terlampir pada
halaman 96 ).
8. Pemanfaatan TIK dalam Pembelajaran
Setelah mempelajari bahan pembelajaran TIK dalam pembelajaran kemudian
mengkaji pemanfaatn TIK dalam pembelajaran sekolah tempat magang, berdasarkan

Permendiknas nomor 13 tahun 2007 kompetensi manajerial memiliki kemampuan


mengoperasikan hardware dan software dalam presentasi multimedia pembelajaran
dan pengaplikasian media pembelajaran TIK, penulis mendapat informasi tentang
sumber daya sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah yang masuk dalam ketegori
TIK serta mendapat gambaran kompetensi pendidik (guru) dalam penguasaan TIK
terutama komputer. ( Daftar Matrik Kajian TIK SDN 01 Sungai Pinyuh terlampir
pada halaman 99 ).
( Daftar Matrik Kajian TIK SDN 11 Sungai Pinyuh terlampir pada halaman
101 ).
9. Monitoring dan Evaluasi (Monev)
Setelah mempelajari bahan pembelajaran monitoring dan evaluasi program
sekolah kemudian mengkaji monitoring dan evaluasi sekolah tempat magang,
berdasarkan Permendiknas nomor 13 tahun 2007 kompetensi manajerial mencapai
terget kompetensi Melakukan monitoring, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan
program kegiatan sekolah dengan prosedur yang tepat, serta merencanakan tindak
lanjutnya Penulis belum mendapatkan hasil monitoring dan evaluasi yang
dilaksanakan oleh sekolah magang berdasarkan prinsip-prinsip monitoring dan
evaluasi sehingga belum memperoleh pengetahuan yang utuh yaitu paham secara teori
dan praktek. Untuk meningkatkan penguasaan kompetensi penulis dalam pelaksanaan
monitoring dan evaluasi program sekolah, maka penulis berharap agar dapat
dilibatkan secara langsung dalam pelaksanaan monev program-program sekolah
dimasa yang akan datang. ( Daftar Matrik Kajian Monitoring dan Evaluasi Program
Sekolah SDN 01 Sungai Pinyuh terlampir pada halaman 103 ).
( Daftar Matrik Kajian Monitoring dan Evaluasi Program Sekolah SDN 11
Sungai Pinyuh terlampir pada halaman 104 ).

E. PENINGKATAN KOMPETENSI BERDASARKAN AKPK


1. Persiapan
Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 13 tahun 2007 tentang
standar kepala sekolah dan dimensi kompetensi kewirausahaan yang dimaksud dalam
Permendiknas Nomor 13 tahun 2007 adalah sebagai berikut :
1. Menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembangan sekolah.
2. Bekerja keras untuk mencapai keberhasilan sekolah sebagai
organisasi pembelajar yang efektif.
3. Memiliki motivasi yang kuat untuk sukses dalam melaksanakan tugas
pokok dan fungsinya sebagai pemimpin sekolah.
4. Pantang menyerah dan selalu mencari solusi terbaik dalam
menghadapi kendala yang dihadapi sekolah.
5. Memiliki naluri kewirausahaan dalam mengelola kegiatan
produksi/jasa sekolah sebagai sumber belajar peserta didik.
2. Pelaksanaan
Nilai dan semangat kewirausahaan untuk kepentingan pendidikan yang bersifat sosial
bukan untuk kepentingan komersial, yang diambil adalah karakteristik seperti inovatif, bekerja
keras, motivasi yang kuat, pantang menyerah dan salalu mencari solusi dan memiliki naluri

kewirausahaan. Seorang kepala sekolah hendaknya mampu menciptakan visi sekolah yang
jelas, menjadi inspirator bagi warga sekolah, mampu memperdayakan tim untuk bekerja cepat
dan cerdas untuk mencapai visi dalam kondisi lingkungan yang tak menentu. Memiliki
karakteristik : proaktif, inovasi, berani mengambil resiko.
3. Hasil
Pembelajaran kewirausahaan yang efektif untuk mengembangkan karakteristik
yang mampu bersikap dan bertindak proaktif, inovatif, mengambil resiko dalam
merancang program kewirausahaan yang mampu membentuk kompetensi siswa
berkarakter pemimpin kewirausahaan.
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
1.

Kegiatan on the job learning meningkatkan kompetensi calon kepala sekolah dalam
bidang RKS, pengelolaan kurikulum, pendidikan dan tenaga kependidikan, sarana dan
prasarana, pengelolaan peserta didik, pembinaan tenaga administrasi sekolah, pemanfaatan
TIK, dan system monitoring dan evaluasi.

2.

Kegiatan on the job learning merupakan solusi efektif dalam penyiapan calon kepala
sekolah yang berkualitas.

B. Saran saran
1.

Mengingat banyaknya bahan kajian yang harus dipersiapkan oleh calon kepala
sekolah, maka waktu pelaksanaan on the job learning perlu waktu yang panjang.
Masalah lainnya adalah pelaksanaan OJL di sekolah lain yang kadang mengganggu
proses belajar mengajar di sekolah sendiri karena meninggalkan tugas mengajar di
sekolah. Keadaan ini sulit dihindari karena tidak adanya guru pengganti di sekolah
sendiri.

2.

Diperlukan kejelasan format dalam penyusunan laporan, sehingga tidak menimbulkan


keraguan dalam penyususnan.

3.

Saran dan keritik sangat penulis harapkan untuk perbaikan dalam laporan on the job
learning (OJL).

4.

Semua pihak yang membantu penulis membuat laporan akhir on the job learning tak
lupa diucapkan terima kasih. Amin.