Anda di halaman 1dari 18

TEKNIK REAKSI KIMIA 2

TUGAS REVIEW KULIAH TAMU


PEMBUATAN AMONIAK PT PUPUK KALTIM
JONATHAN

DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA


UNIVERSITAS INDONESIA
DEPOK
MEI, 2015

OUTLINE
PEMBUATAN AMONIAK PT PKT

PT
PUPUK
KALTIM

REAKSI
SINTESIS
AMONIA
K

JENIS
PROSES PEMBUATAN AMONIAK

REAKTO
R

Desulfuris
asi

Reforming

Shift
Converter

Methanat
or

Ammonia
Converter

Refrigeras
i

PT. PUPUK KALIMANTAN TIMUR


Kapasita

Tahun
Pabrik

Opera

Amoniak

si
Kaltim 1
Kaltim 2
Kaltim 3
Kaltim 4

1984

s
(Ton/Tah
un)

Lurgi Foster

Wheeler
1984 Kellog
1989 Haldor Topsoe
2002 Haldor Topsoe

595.000
595.000
330.000
330.000

REAKSI PEMBENTUKAN AMONIAK

EDNOTERMIS

JENIS REAKTOR
PROSES

BENTUK

KONDISI
OPERASI

KATALIS

Batch

Tangki

Isotermal

Homoge
n

Semi
Batch

Pipa

Adiabatis

Heteroge
n

Continuo
us

NonAdiabatii
s

REAKTOR
KATALIS
Fixed
Bed
Reactor
Tubular
Reactor
Reaktor Katalis di
PT. Pupuk Kaltim

PROSES PEMBUATAN
AMONIAK
DESULFURIS
ASI

PRIMARY
REFORMER

SECONDARY
REFORMER

HTS

LTS

METHANATO
R

AMMONIA
CONVERTER

REFRIGERAS
I

roses Kellog, PT. Pupuk Kaltim 2, Kellog


sensi: Stamicarbon, Belanda

DESULFURISASI

DESULPHURIZATION SECTION
HIDROGENASI: Mengubah sulphur organic menjadi
gas H2S
ABSORPSI H2S : Mengabsorpsi gas H2S dalam kolom
absorber

REAKSI PROSES DESULFURISASI


Hidrogenasi

Absorpsi H2S

KATALIS PROSES DESULFURISASI


Hidrogenasi

Absorpsi H2S

DESULPHURIZATION SECTION
Gas alam sebagai gas umpan baku
dengan kandungan sulphur < 5 ppm
pada tekanan 42.5 kg/cm2 dan suhu
70 oC ditambahkan dengan gas H2.
Campuran
gas
ini
kemudian
dipanaskan dalam preheater sebelum
direaksikan dalam reactor PBR
berisikan katalis CoMo. Kandungan
sulphur dalam gas alam akan
bereaksi
dengan
hydrogen
membentuk gas H2S. Gas alam
dengan kandungan gas H2S ini lalu
melalui kolom absorber berisi katalis
ZnO yang berperan mengabsorpsi
gas H2S. Dari kolom absorber ini
dihasilkan
gas
alam
dengan
kandungan sulphur < 0.05 ppm pada
suhu 330 oC.

REFORMING

REFORMING SECTION
PRIMARY: Superheated steam untuk mengubah hidrokarbon menjadi gas
CO, CO2, dan H2
SECONDARY: Udara untuk mengubah hidrokarbon menjadi gas CO, CO 2,
dan H2

REAKSI PROSES REFORMING


Primary

Secondary

KATALIS PROSES REFORMING


Primary
NiO

Secondary
Ni

REFORMING SECTION

Gas hasil proses desulfurisasi masuk ke dalam primary reformer bersama dengan superheated steam dengan perbandingan steam dan
karbon 3.25:1 untuk mengubah hidrokarbon menjadi gas CO, CO 2, dan H2. Jika perbandingannya lebih kecil dari nilai ini maka akan
terjadi reasi karbonasi sehingga katalis menjadi tidak aktif akibat pemanasan setempat. Reaksi endotermis ini terjadi pada suhu masukan
520 oC dengan tekanan 38 kg/cm2 dan suhu keluaran 830 oC dengan tekanan 35 kg/cm2. Keluaran dari primary reformer akan masuk ke
dalam secondary reformer.

REFORMING SECTION

Aliran gas keluaran primary reformer dicampurkan dengan aliran udara dari air compressor yang mengandung O2 dan N2. Reaksi
endotermis ini memanfaatkan sumber panas yang dihasilkan dari pembakaran H 2 oleh O2. Reaksi ini beroperasi pada suhu 1287 oC
dengan tekanan 31 kg/cm2. Gas keluaran dari secondary reformer ini kemudian didinginkan sampai 371 oC dengan waste heat
exchanger.

DESULFURISASI

SHIFT CONVERTER
High Temperature Shift Converter, 350- 420 oC,
menghasilkan gas CO2
Low Temperature Shift Converter, 246
gas CO2

KATALIS SHIFT CONVERTER


HTSC

LTSC

Fe2O3

Cu

Oc

, menghasilkan

REAKSI SHIFT CONVERTER


HTSC

LTSC

SHIFT CONVERTER
Kenapa digunakan 2 jenis shift converter?

Pada HTSC, katalis Fe berfungsi membantu mengubah CO dalam proses menjadi CO 2 dengan kecepatan reaksi yang cepat namun laju
konversinya rendah. Gas keluaran ini kemudian didinginkan terlebih dahulu untuk kemudian masuk ke LTSC. Pada LTSC, gas keluar
proses pengubahan CO menjadi CO2 dibantu katalis Cu dengan kecepatan reaksi yang lambat namun laju konversinya tinggi.

METHANATOR
KATALIS METHANATOR
NiO

REAKSI METHANATOR

Pada unit methanator, gas CO dan CO2 yang masih lolos dari unit CO2 removal diubah menjadi metana menggunakan katalis nikel
terkalsinasi sehingga terjadi pertukaran logam dengan oksidanya dengan cara pembakaran. Methanator beroperasi pada tekanan 26,7
kg/cm2G dan temperatur 330 oC. Karena panas yang dihasilkan dari reaksi ini, maka temperatur gas sintesa naik menjadi 366 oC. Oleh
karena itu, kandungan CO dan CO2 dalam gas yang keluar dari CO2. Absorber dibatasi maksimal 0,1% vol agar tidak
terjadioverheating. Gas sintesa keluaranMethanator mempunyai batasan kandungan CO dan CO2 maksimum 10 ppm.

AMMONIA CONVERTER

KATALIS AMMONIA CONVERTER Reaktor ini dibagi menjadi dua bagian berdasarkan
Fe3O4 atau
magnetite

fungsinya, yaitu ruang katalis atau ruang konversi


dan ruang penukar panas (heat exchanger).

Unit selanjutnya adalah sintesis amoniak. Pada unit ini terjadi reaksi antara gas H 2 dan
N2 dari gas sintetis murnidengan perbandingan 3:1 menggunakan katalis Fe.

REFRIGERASI
Kenapa harus dicairkan?
Refrijeran apa yang digunakan?
Setelah produk amoniak dihasilkan, perlu
dilakukan pendingian amoniak utnuk mengubah
fasanya dari gas menjadi cairan. Pada unit ini,
digunakan system pendinginan yang dapat
mengkondensasikan uap amoniak. Uap amoniak
didinginkan dan dikondensasikan dalam chiller
dan kemudian didinginkan menggunakan
refrijeran.

KESIMPULAN
1. PT Pupuk Kaltim (PKT) memiliki 4 pabrik yang memproduksi amoniak.
2. Reaksi pembentukan amoniak merupakan
perbandingan H2 dan N2 sebesar 3:1.

reaksi

endotermis

dengan

3. Reaktor dapat diklasifikasikan berdasarkan proses, bentuk, kondisi operasi,


katalis, dan reactor katalis.
4. Reaktor katalis pada PT PKT adalah fixed bed dan tubular.
5. Proses pembuatan amoniak terdiri dari desulphurization section (hidrogenasi
dan absorpsi H2S), reforming section (primary dan secondary),
shift
converter (HTCS dan LTCS), methanator, ammonia converter, dan refrigerasi.

DAFTAR PUSTAKA
Subagyo, Heri. 2015. Kuliah Umum: Reaktor Pabrik UreaAmoniak. Kalimantan: PT Pupuk Kalimantan Timur.
Rahmatika, Annie Mufyda dan Hasanah, Rima Diniatul.
2012. Laporan Kerja Praktek Kaltim-2 PT Pupuk
Kalimantan Timur Bontang. Surabaya: Institut Teknologi
Sepuluh Nopember.
Putri, Ayu Practica Ceriah Solikhawati Sukirno. 2010.
Laporan Kerja Praktek di Departemen Operasi Kaltim-2
PT Pupuk Kalimantan Timur Bontang. Samarinda:
Politeknik Negeri Samarinda.