Anda di halaman 1dari 9

REFLEKSI KASUS

EFEKTIVITAS PEMBERIAN SUPLEMENTASI ZINC


PADA ANAK DENGAN DIARE AKUT

Oleh :
Pande Made Gustiana
1070121049

Pembimbing :
dr. I.G.K. Oka Nurjaya, Sp.A

KEPANITERAAN KLINIK MADYA BAGIAN ILMU KESEHATAN


ANAK
RSUD SANJIWANI GIANYAR / PROGRAM STUDI KEDOKTERAN
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS WARMADEWA
2014
REFLEKSI KASUS

EFEKTIVITAS PEMBERIAN SUPLEMENTASI ZINC


PADA ANAK DENGAN DIARE AKUT
Oleh : Pande Made Gustiana (NIM : 1070121049)
Pasien laki-laki berinisial KAP berumur 1 tahun 4 bulan diantar oleh kedua orang tuanya
datang ke IGD RSUD Sanjiwani Gianyar dengan keluhan mencret sejak pagi hari sebelum

dibawa ke rumah sakit. Mencret lebih dari 6 kali dengan warna kuning berisi sedikit ampas,
tanpa lendir dan darah. Volume setiap BAB gelas aqua. Pasien juga dikeluhkan muntah
sebanyak 1 kali, muntah berisi minuman dan makanan yang dimakan sejak keluhan mencret
muncul. Keadaan ini membuat pasien lemas dan membuat pasien tidak mau makan, namun
pasien dikatakan haus dan minum cukup banyak. Pasien juga mengeluhkan demam. Demam
dirasakan sejak sore hari sebelum masuk rumah sakit. BAK masih dalam batas normal.
Pada pemeriksaan fisik didapatkan bahwa kesadaran pasien compos mentis, nadi 120 kali
per menit, regular, isi cukup, laju nafas 36 kali per menit, dan temperatur aksila 38,3oC. Berat
badan 8,5 kg dan panjang badan 78 cm. Pada pemeriksaan general didapatkan adanya mata
cowong +/+, bibir kering, bising usus (+) meningkat, turgor kembali cepat, akral hangat, CRT
< 2 detik, dan yang lainnya dalam batas normal.
Pada pasien juga telah dilakukan pemeriksaan penunjang hitung darah lengkap (DL),
elektrolit dan GDA (Gula Darah Acak). Pada hasil pemeriksaan DL ditemukan sedikit
penurunan Lymph (19,6), juga peningkatan Gran (73,9) sedangkan WBC , HGB dan PLT
masih dalam batas normal. Pada Pemeriksaan elektrolit, natrium (136), kalium (4,3), dan
klorida (107) masih dalam batas normal. Pemeriksaan GDA juga masih dalam batas normal
(89).
Berdasarkan hasil anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang, pasien
didiagnosa dengan diare akut dengan dehidrasi ringan sedang.

Diare definisikan sebagai bertambahnya frekuensi defeksi lebih dari biasanya yaitu lebih
dari 3 kali per hari, disertai perubahan konsistensi tinja menjadi cair dengan atau tanpa darah
dan atau lendir. Diare berdasarkan waktunya meliputi diare akut dan diare kronik. Diare akut
berlangsung kurang dari 14 hari sedangkan diare yang berlangsung lebih dari 14 hari disebut
diare kronik. Istilah diare kronik biasanya dipakai untuk diare yang penyebabnya adalah non
infeksi sedangkan diare persisten berlangsung lebih dari 14 hari dengan etiologi infeksi.
Berdasarkan derajat dehidrasi, diare dapat dibedakan menjadi diare tanpa dehidrasi, diare
dengan dehidrasi ringan-sedang, dan diare dengan dehidrasi berat.1,2Dibawah ini adalah tabel

penilaian derajat dehidrasi berdasarkan MTBS, yaitu terdapat dua atau lebih dari tanda-tanda
berikut ini.1,2
Derajat Dehidrasi
Tanpa Dehidrasi

Tanda dan Gejala


Tidak cukup tanda-tanda untuk diklasifikasikan
sebagai dehidrasi ringan-sedang atau dehidrasi

Dehidrasi Ringan-Sedang

Dehidrasi Berat

berat
Gelisah, rewel/mudah marah
Mata cekung
Haus, minum dengan lahap
Cubitan kulit perut kembalinya lambat
Letargi atau tidak sadar
Mata cekung
Tidak bisa minum atau malas minum
Cubitan kulit perut kembalinya sangat lambat

Pada prinsipnya, tata laksana diare pada anak adalah LINTAS DIARE (Lima Langkah
Tuntaskan Diare) yang meliputi pemberian oralit (rehidrasi), pemberian tablet zinc selama 10
hari berturut-turut, teruskan ASI-makan (nutrisi), pemberian antibiotika secara selektif, dan
berikan nasehat pada ibu atau keluarga. Salah satu poin yang harus dinilai dalam tata laksana
diare adalah derajat dehidrasi. Diare tanpa dehidrasi ditatalaksana dengan terapi A. Diare
dengan dehidrasi ringan-sedang ditatalaksana dengan terapi B. Sedangkan diare dengan
dehidrasi berat ditatalaksana dengan terapi C.1,2
Rencana terapi A adalah rencana terapi untuk mengobati diare tanpa dehidrasi di rumah.
Ibu diajarkan untuk terus mengobati anak diare di rumah dan memberikan terapi awal bila
terkena diare lagi. Ibu dijelaskan mengenai empat cara terapi diare dirumah, yaitu :1,2
1. Berikan anak lebih banyak cairan daripada biasanya untuk mencegah dehidrasi
Berikan larutan oralit osmolaritas rendah sejumlah 10mL/kgBB setiap kali buang air

besar.
Cara memberikan oralit : satu sendok teh tiap 1-2 menit untuk anak di bawah umur 2

tahun, beberapa teguk dari gelas untuk anak yang lebih tua
Bila anak muntah, tunggulah 10 menit. Kemudian berikan cairan lebih lama (misalnya

satu sendok tiap 2-3 menit)


Teruskan pemberian oralit sampai diare berhenti.
2. Beri tablet zinc
Dosis zinc untuk anak-anak : anak di bawah umur 6 bulan: 10 mg ( tablet) per hari,

anak di atas umur 6 bulan : 20 mg (1 tablet) per hari


Zinc diberikan selama 10-14 hari berturut-turut, meskipun anak telah sembuh diare

Cara pemberian tablet Zinc: Untuk bayi tablet zinc dapat dilarutkan dengan air
matang, ASI, atau oralit. Untuk anak-anak yang lebih besar, zinc dapat dikunyah atau

dilarutkan dalam air matang atau oralit.


3. Beri anak makan untuk mencegah kurang gizi
Teruskan ASI
Bila anak tidak mendapat ASI, berikan susu yang biasa diberikan
Bila anak 6 bulan atau lebih atau telah mendapat makanan padat :
a. Berikan bubur bila mungkin dicampur dengan kacang-kacangan, sayur, daging
atau ikan, tambahkan 1 atau 2 sendok teh minyak sayur tiap porsi.
b. Berikan sari buah segar atau pisang halus untuk menanbahkan kalium
c. Berikan makanan yang segar masak dan haluskan atau tumbuk makanan dengan
baik
d. Bujuk anak untuk makan, berikan makanan sedikitnya 6 kali sehari
e. Berikan makanan yang sama setelah diare berhenti, dan diberikan porsi makanan
tambahan setiap hari selama 2 minggu
4. Bawa anak kepada petugas kesehatan bila anak tidak membaik dalam 3 hari atau
mengalami BAB cair lebih sering, muntah terus menerus, rasa haus yang nyata, makan
atau minum sedikit, demam, dan tinja berdarah.
Rencana terapi B diberikan pada penderita diare dengan dehidrasi tak berat. Pada
dehidrasi tak berat, cairan rehidrasi oral diberikan dengan pemantauan yang dilakukan di
Pojok Upaya Rehidrasi Oral selama 3-6 jam. Oralit yang diberikan dihitung dengan
mengalikan BERAT BADAN penderita (kg) dengan 75 mL. Bila berat badan anak tidak
diketahui dan atau untuk memudahkan di lapangan berikan oralit paling sedikit sesuai tabel
dibawah ini.1,2
Umur

<1 tahun

1-5 tahun

>5 tahun

Dewasa

Jumlah Oralit

300 mL

600 mL

1200 mL

2400 mL

Jika anak minta minum lagi, berikan. Tunjukkan kepada orang tua bagaimana cara
memberikan rehidrasi oral:

Berikan minum sedikit demi sedikit

Jika anak muntah, tunggu 10 menit lalu lanjutkan kembali rehidrasi oral pelan-pelan

Lanjutkan ASI atau susu kapan pun anak minta

Setelah 3 jam, nilai ulang derajat dehidrasi anak. Bila rehidrasi berhasil, lanjutkan
pemberian oralit 10 mL/kgBB setiap habis buang air besar

Sebelum pulang :
a. Berikan oralit untuk rehidrasi selama 2 hari lagi
b. Jelaskan 4 cara dalam Rencana Terapi A untuk mengobati anak di rumah
c. Berikan anak lebih bayak cairan daripada biasanya
d. Dorong ibu untuk meneruskan ASI
e. Untuk bayi di bawah 6 bulan yang tidak mendapatkan ASI, berikan juga 100-200 mL
air masak atau teruskan pemberian susu formula

Beri tablet zinc

Beri anak makanan untuk mencegah kurang gizi (bila anak 6 bulan atau lebih atau telah
mendapat makanan padat)

Berikan nasehat kepada ibu mengenai kapan anak harus dibawa kembali kepada petugas
kesehatan.
Rencana Terapi C diberikan pada penderita diare dengan dehidrasi berat.Pada rencana

terapi C, penderita mulai diberi cairan IV segera.Bila penderita bisa minum, berikan oralit,
sewaktu cairan IV dimulai. Beri 100 ml/kgBB cairan Ringer Laklat (atau cairan normal salin,
atau ringer asetat bila ringer laktat tidak tersedia ), dibagi sebagai berikut:1,2
Umur
Bayi < 12 bulan
Anak > 1 tahun

Pemberian I :

Pemberian II :

30 mL/kgBB dalam
1 jam
- 1 jam

70 mL/kgBB dalam
5 jam
2 - 3 jam

Ulangi lagi bila denyut nadi masih lemah atau tidak teraba
Nilai kembali penderita tiap 1-2 jam. Bila rehidrasi belum tercapai, percepat tetesan IV
Segera berikan oralit (5 mL/kgBB/jam). Bila penderita bisa minum, biasanya setelah 3-4

jam pada bayi atau 1-2 jam pada anak


Setelah 6 jam pada bayi atau 3 jam pada anak, nilai lagi penderita menggunakan tabel
penilaian. Kemudian pilihlah rencana terapi yang sesuai (A, B atau C) untuk melanjutkan
terapi.
Pada pasien ini, diberikan rencana terapi B yaitu : pemberian cairan IV ringer laktat 24

tetes per menit dalam 3 jam pertama, kemudian selanjutnya menjadi 16 tetes per menit.
Selain itu, pasien juga diberikan Paracetamol IV 3 x 8 cc, cefotaxime 3x 300 mg IV, probiotik
2x1, Pasien juga diberikan Zinc tablet 1 x 1.
Penyebab utama diare akut pada anak adalah infeksi virus, terutama rotavirus. Virus ini
terutama menyerang anak berumur 6-24 bulan. Asian Rotavirus Surveillance Network
(ARSN) melaporkan 45% anak dibawah 5 tahun di Asia Selatan dirawat di rumah sakit
karena diare rotavirus. Dehidrasi dan gangguan elektrolit pada diare menyebabkan keadaan
yang sangat berbahaya dan mengancam hidup. Upaya rehidrasi oral (URO) merupakan
langkah penting dalam tata laksana diare akut, walaupun URO tidak dapat mempersingkat
lama diare. Beberapa penelitian lain juga telah menunjukkan bahwa dengan menambahkan
suplementasi seng (zinc) juga dapat mengurangi lama diare dan tingkat keparahan penyakit
diare akut pada anak. Zinc (Zn) yag biasanya disebut seng merupakan mikronutrien yang bisa
ditemukan di semua jaringan tubuh dan penting bagi pertumbuhan sel, diferensiasi sel dan
sintesis DNA, juga penting untuk menjaga sitem daya tahan tubuh. Zinc juga berperan di
dalam bekerjanya lebih dari 10 macam enzim. Berperan di dalam sintesa DNA, RNA dan
protein. Bila terjadi defisiensi zinc dapat menghambat pembelahan sel, pertumbuhan dan
pebaikan jaringan. Suplementasi seng (zinc) yang diberikan selama diare dapat mengurangi
lama dan tingkat keparahan dari episode diare dan jika diberikan selama 14 hari mulai dari
saat berlangsungnya dan setelah diare, dapat mengurangi insidens diare dalam waktu 2-3
bulan. 3,5,7,8
Sejak tahun 2004 suplementasi zinc dimasukkan oleh WHO dan UNICEF dalam
penatalaksanaan diare pada anak. Pemakaian zinc didasarkan pada alasan ilmiah bahwa zinc
mempunyai efek pada fungsi kekebalan pada saluran cerna dan berpengaruh pada fungsi dan
struktur saluran cerna serta mempercepat proses penyembuhan selama diare. 3,5,7,8 Pada sebuah
penelitian di nepal dengan menggunakan kelompok anak yang menderita diare, dimana
mereka dibagi dalam dua kelompok, satu kelomok mendapat zinc syrup dan 1 kelompok lagi
tidak mendapatkan zinc. Dari hasil penelitian tersebut didapatkan hasil akhir bahwa zinc

mampu mengurangi resiko diare berkepanjangan 43 % sampai 47%. 6 Pada Zinc telah
diketahui berperan dalam metalloenzym,polyribosomes,membran sel, dan fungsi sel, dimana
hal ini akan memacu pertumbuhan sel dan meningkatkan fungsi sel dalam sistem kekebalan.
Zinc juga meningkatkan penyerapan air dan elektrolit, meningkatkan regenerasi epitel usus
dan meningkatkan kadar enzim brush border. Zinc umumnya ada didalam otak, dimana zinc
mengikat protein. Kekurangan zic akan berakibat fatal terutama pembentukan otak, fungsi
otak dan mengganggu respon tingkah laku dan emosi. Zinc juga merupakan komponen dari
beberapa sistem enzim, yang berfungsi di dalam sintesa protein, transport karbondioksida dan
di dalam proses penggunaan vitamin A. 3,5,7,8
Rotavirus sebagai agen utama diare akut pada anak, merangsang sekresi Cl melalui
fosfolipase C yang bergantung pada sinyal jalur Ca2+ dan ini menyebabkan Cl di sel kripte
keluar, juga menyebabkan kapasitas sekresi di sel kripte meningkat sehingga terjadi
kehilangan air dan elektrolit yang berlebihan, disisi lain terjadi peningkatan pompa natrium,
dan natrium masuk kedalam lumen usus bersama Cl. Sebuah studi menunjukkan bahwa zinc
mampu menghambat cAMP, oksida nitrat, Ca2+ kecuali cGMP yang memediasi jalur
intraseluler sekresi ion usus. Dengan demikian zinc telah terbukti efektif dalam diare akut
yang disebabkan oleh rotavirus. Beberapa laporan baru-baru ini juga menunjukkan bahwa
pengaruh zinc pada diare akut dapat bervariasi sesuai dengan agen penyebab.7,8,9 Selain itu
ada beberapa kegunaan zinc diantaranya:3

Zinc merupakan kofaktor enzim superoxide dismutase (SOD). SOD akan merubah
anion superoksida ( merupakan radikal bebas hasil sampingan dari proses sintesis ATP
yang sangat kuat dan dapat merusak semua struktur sel) menjadi H2O2, yang
selanjutnya diubah menjadi H2O dan Ow oleh enzim katalase. Jadi SOD sangat

berperan dalam menjaga integritas epitel usus.


Zinc menghambat sintesis Nitric Oxide (NO). Dengan pemberan zinc, diharapkan NO
tidak disintesis secara berlebihan sehingga tidak terjadi kerusakan dan tidak terjadi

hipersekresi.
Zinc berperan dalam menjaga keutuhan epitel usus, berperan sebagai kofaktor

berbagai faktor transkripsi sehingga transkripsi dalam usus dapat terjaga.


Zinc berperan sebagai antioksidan3
Berdasarkan MTBS terapi zinc dapat diberikan sebagai berikut:4
Dosis tablet Zinc (1 tablet = 20 mg)
Berikan dosis tungga selama 10 hari :
- Umur 2 6 bulan : tablet
- Umur 6 bulan : 1 tablet
Cara pemberian tablet Zinc:

Larutkan tablet dengan sedikit air atau ASI dalam sendok teh ( tablet akan

larut 30 detik). Segera berikan kepada anak.


Apabila anak muntah sekitar setengah jam setelah pemberian tablet Zinc,
ulangi pemberian dengan cara memberikan potongan lebih kecil dilarutkan

beberapa kali hingga satu dosis penuh.


Ingatkan ibu untuk memberikan tablet Zinc setiap hari selama 10 hari

penuh, meskipun diare sudah berhenti.


Bila anak menderita dehidrasi berat dan memerlukan cairan infus, tetap
berikan tablet Zinc segera setelah anak bisa minum atau makan.4

Pemberian tablet zinc selama 10 hari berturut-turut, merupakan salah satu bagian
penatalaksanaan diare yang ada pada LINTAS DIARE. Pemberian tablet zinc bertujuan untuk
mempercepat pemulihan penderita. Setelah pasien dirawat selama sehari, pasien diberikan
terapi tambahan yaitu suplementasi zinc. Hal ini sesuai dengan teori yang telah dipaparkan
sebelumnya. Pemberian zinc bertujuan untuk meningkatkan sistem kekebalan pasien dan
mempercepat proses penyembuhan. Sebelum diberikan zinc, pasien masih mengeluhkan
berak encer, namun setelah pemberian zinc berak perlahan-lahan menjadi lebih kental dan
frekuensi berak kembali normal seperti biasanya. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian zinc
membantu mempersingkat lama diare pada pasien ini.

DAFTAR PUSTAKA
1. UKK-Gastroenterologi-Hepatologi IDAI. Buku Ajar Gastroenterologi-Hepatologi
Jilid 1. In: Subagyo B, Santoso NB. Bab VI: Diare Akut. Jakarta: IDAI; 2010.
2. Mansjoer A, Suprohaita et al. Diare Akut. Kapita Selekta Kedokteran. Jakarta. 2000
3. Chndrawati F. Pemberian Zinc Dalam Terapi Diare Pada Anak. Jurnal Saintika Medika Vol 6
No 13 (2010).

4. Buku Bagan Manajemen Terpadu Balita Sakit. Departemen Kesehatan Republik


Indonesia. Jakarta.2008

5. Lazzerini M, Ronfani L. Oral Zinc For Treating Diarrhoea In Children (Review). The
Cochrane Collaboration. Italy.2008
6. Strand T. Arne, Chandyo K. Ram et al. Children Effectiveness and Efficacy of Zinc
for the Treatment of Acute Diarrhea in Young.American Academy of
Pediatrics.Northwest Point, Boulevard, United States.2002
7. Bajait C,Thawani V. Role Of Zinc In Pediatric Diarrhea. Indian J Pharmacol. 2011 MayJun;43(3):232235. Available at:
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3113371/
8. Babu A. The Ideal Zinc Preparation In The Management Of Acute Diarrhea In Children.
Indian J Pharmacol. 2013 Sep-Oct; 45(5): 539. Available at:
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3793536/
9. Bagian/SMF Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Udayana. 2011. Pedoman Pelayanan
Medis Kesehatan Anak. Page: 96-104.