Anda di halaman 1dari 25

Journal Reading

Pediatric Assessment Triangle

Pande Made Gustiana


(1070121049)

Pembimbing: dr. Romy W.,M.Sc,Sp.A

DALAM RANGKA MENGIKUTI KEPANITRAAN KLINIK


DI BAGIAN/SMF ILMU PENYAKIT ANAK
RSUD SANJIWANI GIANYAR
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS WARMADEWA
2014

SEGITIGA PENILAIAN ANAK


Pendahuluan
Pada anak, tujuan utama dalam penanganan kegawat daruratan adalah: mengenali anak
dengan kondisi yang mengancam jiwa dan menetapkan prioritas dalam perawatan. Pada
beberapa aspek, penilaian pada anak sulit dilakukan karena memerlukan pengetahuan tentang
perkembangan anak yang normal dan abnormal, dan keterampilan khusus dalam menilai
pasien.
Dahulu penilaian bertujuan untuk menetapkan diagnosis yang spesifik, namun hal
tersebut membutuhkan waktu yang banyak dan dapat menyebabkan situasi di mana
kurangnya optimisasi yang dapat mengakibatkan konsekuensi hidup atau mati.
Penilaian awal adalah proses yang berbeda dari diagnosis; tujuan utama adalah untuk
mengidentifikasi kelainan dari anatomi dan fisiologis, dimana ini berguna untuk menilai
keparahan pasien dan menentukan ketepatan dan intensitas dalam pengobatan awal. Dalam
fase ini, pemeriksaan di ruangan dan laboratorium bukan komponen yang menentukan.
Umum, atau spesifik, pengobatan berfokus pada pemulihan keseimbangan tubuh dan
fisiologis.
Dalam beberapa tahun terakhir, di seluruh dunia, program utama yang diberikan
dalam perawatan gawat darurat dengan pasien anak telah mengadopsi pendekatan sistematis
untuk evaluasi, yang meliputi empat komponen:
1) Evaluasi awal atau " segitiga penilaian anak ".
2) Evaluasi Primer atau "ABCDE".
3) Evaluasi sekunder.
4) Evaluasi Tersier atau diagnosis
Segitiga Penilaian Anak/ Pediatric Assessment Triangle
Penilaian yang cepat sangat penting untuk menentukan jenis pengobatan pada
kegawatandaruratan. Untuk cedera, penilaian kadang-kadang mudah dilakukan, karena
biasanya mekanismenya diketahui, dan rasa sakit pada anak dan / atau deformitas pada
jaringan dapat menunjukkan masalah yang ada pada anatomi. Anak masih memerlukan
evaluasi yang cermat untuk cedera yang kurang jelas namun berpotensi menjadi luka yang
serius. Untuk penyakit, penilaian mungkin jauh lebih sulit, karena variabilitas dalam onset,
durasi dan sifat dari gejala, dan karakteristik yang lebih spesifik dari disfungsi sistem organ
yang mendasarinya. Segitiga penilaian anak (Gambar 1) adalah model yang cepat, tepat dan
mudah dipelajari untuk penilaian awal setiap anak. Hal ini memungkinkan dokter, hanya

dengan menggunakan petunjuk visual, dapat dengan cepat menilai keparahan penyakit anak
atau cedera dan pengobatan untuk kegawat daruratan, terlepas dari diagnosis yang
mendasarinya. Tiga komponen dari segitiga penilaian anak/Pediatric Assessment Triangle
saling berhubungan dan saling bergantung, dan menggambarkan status fisiologis secara
keseluruhan pada anak. Dengan menggunakan segitiga penilaian anak pada saat kontak awal
dengan pasien, dokter dapat secara langsung menetapkan tingkat keparahan dan alat
penunjang kehidupan yang dibutuhkan pada kegawatdaruratan, dan mengidentifikasi kunci
untuk mengatasi masalah fisiologis. Segitiga penilaian anak ini menyediakan dasar untuk
memantau respon terhadap terapi dan merupakan dasar untuk komunikasi di kalangan
profesional medis.
Gambar 1
Segitiga Penilaian Anak

PENAMPILAN

KERJA PERNAPASAN

SIRKULASI PADA KULIT

Secara fungsional, segitiga penilaian anak menyatukan tiga fitur utama dari penilaian jantung
dan paru anak, yang lebih akurat untuk evaluasi awal daripada tanda-tanda vital: 1)
penampilan 2) kerja pernapasan dan, 3) sirkulasi pada kulit. Hal ini didasarkan terutama pada
penilaian yang akurat, observasi langsung, dan tidak memerlukan stetoskop, manset tekanan
darah, alat pantau jantung, pulse oximeter, atau peralatan uji lainnya. Karena hanya
memerlukan pengamatan langsung pada anak, segitiga penilaian anak dapat diselesaikan
dalam hitungan detik.

Karakteristik Penampilan
Penampilan umum pada anak adalah parameter yang paling penting ketika menilai keparahan
penyakit atau cedera. Penampilan mencerminkan kecukupan ventilasi, oksigenasi, perfusi
otak, homeostasis tubuh dan fungsi SSP. Dan ini lebih akurat daripada karakteristik klinis
lain dari pasien dalam memprediksi gangguan secara keseluruhan, perlunya pengobatan dan
respon terhadap pengobatan.Komponen penampilan banyak, tapi satu singkatan mudah yang
merangkum semuanya adalah "tickles" (TICLS): Tone, Interactability, Consolabilty, Look/
Gaze, dan Speech/ Cry. (Tabel 1)
Penampilan merupakan indikator yang lebih sensitif dari derajat gangguan
dibandingkan pemeriksaan neurologis, atau penilaian neurologis AVPU (Alert, responsif to
Verbal, painful stimulation, or unresponsif) dalam survei primer pada anak.
Tabel 1
Komponen dari Penampilan
Singkatan tickles (TICLS)
Elemen
Tone/ Tonus

Penjelasan
Apakah dia bergerak atau menolak pemeriksaan dengan aktif

Interctability/Kemampuan

dan spontan? Apakah ada tonus otot yang baik?


Sebarapa waspada dia? seberapa mudah orang, benda, atau

Berinteraksi

suara mengalihkan perhatiannya atau menarik perhatian nya?


Akankah dia menjangkau, memegang dan bermain dengan

Consolabilty/Kenyamanan

mainan atau objek baru, seperti senter atau spatel lidah?


Bisakah dia dihibur atau merasa nyaman oleh pengasuh atau

Look/Gaze/Pengelihatan

dokter?
Bisakah dia memfokuskan pandangannya pada dokter atau

atau Pandangan

wajah pengasuhnya atau apakah ada tatapan berkaca-kaca

seperti "Tidak ada siapa di rumah"?


Speech/Cry/ Bicara atau Apakah dia bicara / menangis kuat dan spontan? Atau lemah,
Tangisan

redup, atau serak?

Teknik untuk menilai penampilan


Biasanya, menilai penampilan anak dilihat dari luar. Ini adalah langkah pertama pada
" Penilaian ABC pada anak". Teknik untuk menilai penampilan anak yang sadar meliputi:
pengamatan dari kejauhan, sehingga memungkinkan anak untuk tetap berada di pangkuan

atau lengan pengasuh, menggunakan gangguan seperti lampu terang atau mainan untuk
mengukur responnya, dan berlutut untuk berada di jarak setingkat mata dengan anak.
Pemeriksaaan yang langsung segera dilakuan tanpa pendekatan dapat menyebabkan
kegelisahan dan anak menangis, dan dapat mencegah penilaian pada kerja pernapasan, dan
sirkulasi pada kulit. Menyentuh pasien hanya diindikasikan pada anak yang tidak responsif
atau pada anak dengan penampilan yang abnormal. Dapatkan semua informasi yang mungkin
dengan mengamati anak sebelum menyentuh anak atau memeriksa tanda-tanda vital.
Sebuah contoh dari seorang anak dengan penampilan yang normal akan menunjukkan
kontak mata yang baik, warna kulit yang baik dan akan dengan spontan meraih spatel lidah.
Contoh dari bayi dengan penampilan mengkhawatirkan akan menunjukkan kontak mata yang
kurang dengan pengasuh atau dokter, kulitnya pucat atau belang-belang dan lesu.
Penampilan yang abnormal mungkin terjadi karena oksigenasi, ventilasi atau perfusi
otak yang kurang; ini mungkin disebabkan kelainan sistemik atau kegagalan akibat
keracunan, infeksi, perdarahan atau kelainan metabolik seperti hipoglikemia; atau dari cedera
langsung pada otak akibat cedera, infeksi, atau zat beracun. Terlepas dari penyebab
penampilan abnormal, setelah itu dinilai dengan segitiga penilaian anak bahwa anak sakit
parah atau terluka, segera mulai upaya penunjang kehidupan untuk mengoptimalkan
oksigenasi, ventilasi dan perfusi. Kemudian lakukan survei primer, seperti dijelaskan
selanjutnya.
Dalam keadaaan sadar, anak yang interaktif biasanya tidak sakit kritis, dan penting
untuk mengenali anak yang beresiko menjadi sakit kritis. Sebagai contoh:
1) Anak-anak dengan intoksikasi akut yang berat, seperti asetaminofen, besi, atau
antidepresan siklik mungkin asimtomatik pada awalnya. Meskipun penampilan
mereka normal, mereka memiliki potensi untuk menjadi komplikasi mematikan di
menit atau jam berikutnya.
2) Seorang anak dengan trauma tumpul mungkin dapat mempertahankan perfusi inti
yang adekuat meskipun terjadi pendarahan internal , dengan cara meningkatkan
curah jantung dan tahanan pembuluh darah sistemik. Ketika mekanisme
kompensasi gagal, dia mungkin secara akut "jatuh", dengan perkembangan yang
cepat menjadi syok klinis.
Perbedaan usia berhubungan dengan pentingnya perbedaan perkembangan dalam psikomotor
dan keterampilan sosial. Oleh karena itu, "normal" atau penampilan dan perilaku yang
diharapkan bervariasi antara kelompok umur. Pengetahuan tentang perkembangan normal

akan memandu pendekatan kepada anak-anak dan meningkatkan kemampuan klinis untuk
menilai perilaku dan penampilan yang sesuai.
Penampilan dari bayi dengan syok awal atau penurunan perfusi otak mungkin juga
termasuk mudah terganggu dan susah untuk dihibur. Ketika kondisi semakin memburuk, kita
dapat melihat perubahan pada bayi menjadi lemah dan mudah terganggu, di mana sedikit saja
stimulasi menyebabkan bayi menangis dan gemetar. Ketika stimulus yang menganggu
dihentikan, kelemahan kembali dengan cepat. Begitu gejala mengalami kemajuan, kelemahan
menjadi pengamatan yang dominan. Mata yang berkaca-kaca atau tatapan kosong adalah
tanda gangguan kesadaran pada bayi. Sebuah nada teriakan tinggi dan melengking atau
tangisan cephalic mungkin menunjukkan kurangnya perfusi otak, cedera otak atau infeksi
sistem saraf pusat pada bayi.
Sementara penampilan mencerminkan adanya penyakit yang nyata atau cedera,
namun itu tidak selalu menunjukkan sumber dari masalah. Penampilan adalah alat skrining
untuk segitiga penilaian anak. Unsur-unsur lain dari segitiga penilaian anak yaitu, kerja
pernapasan dan sirkulasi pada kulit, memberikan informasi spesifik tentang kelainan
fisiologis; mereka membantu mengidentifikasi kemungkinan sumber disfungsi pada sistem
sambil membantu menilai tingkat keparahan.
Karakteristik Kunci Dari Kerja Pernapasan
Kerja pernapasan merupakan indikator langsung yang lebih akurat untuk oksigenasi dan
ventilasi daripada pengukuran secara konvensional pada orang dewasa, seperti menghitung
laju pernapasan atau auskultasi dada. Kerja pernapasan mencerminkan respon kompensasi
fisiologis anak terhadap gangguan pada jantung dan paru. Menilai kerja pernapasan
memerlukan ketelitian dalam mendengarkan suara napas abnormal dan pengamatan untuk
informasi visual yang spesifik tentang usaha napas. Tabel 2 merangkum karakteristik kerja
pernapasan.
Suara abnormal memberikan petunjuk yang sangat baik untuk usaha napas, jenis
masalah pernapasan dan derajat hipoksia. Contoh suara abnormal yang dapat didengar dari
jauh yaitu perubahan suara, stridor, mendengkur dan mengi. Perubahan suara atau stridor
menunjukkan obstruksi jalan napas bagian atas. Mendengkur adalah teknik tubuh untuk
menjaga kantung pernapasan udara bagian bawah atau alveoli terbuka, selama keadaan sakit
tertentu, untuk pertukaran gas maksimum. Mendengkur berarti hipoksia dan penyakit saluran
napas bagian bawah. Mengi mengindikasikan obstruksi jalan napas bawah.

Ada beberapa tanda-tanda visual yang berguna dari peningkatan kerja pernapasan.
Petunjuk pengamatan ini menunjukkan jumlah usaha pernafasan yang anak lakukan untuk
menangani gangguan fisiologis; oleh karena itu ada atau tidak adanya tanda fisik tertentu
mencerminkan keparahan dari penyakit atau cedera. Contoh tanda-tanda visual adalah seperti
posisi yang abnormal, retraksi, dan pelebaran lubang hidung.
Posisi abnormal, seperti kepala mengangguk dan posisi tripoding, merupakan upaya
anak untuk mengoptimalkan potensi jalan napas. Anggukan kepala dan tripoding dapat
segera terlihat dari luar.
Retraksi dan pelebaran adalah tanda-tanda fisik dari peningkatan kerja pernapasan,
tetapi mereka mudah terlewatkan. Klinisi harus melihatnya secara khusus ketika anak benarbenar mengalaminya. Retraksi adalah ukuran yang lebih sensitif dari kerja pernapasan pada
anak-anak daripada orang dewasa karena dinding dada mereka tipis, membuat retraksi lebih
jelas. Kehadiran retraksi juga berarti anak tersebut mengambil upaya ekstra untuk menghirup
udara ke paru-paru.
Pelebaran pada hidung menunjukkan upaya kompensasi untuk meningkatkan
oksigenasi dan ventilasi. Pelebaran hidung juga menunjukkan hipoksia.
Teknik Untuk Menilai Kerja Pernapasan
Setelah mencatat keseluruhan penampilan pada anak, langkah ke 2 dari segitiga penilaian
anak yaitu menilai kerja pernapasan dengan mendengarkan suara napas abnormal dan
mencari indikator fisik adanya peningkatan usaha pernapasan. Tanpa menggunakan
stetoskop, pertama dengarkan adanya suara pernapasan abnormal. Kemudian, mencari posisi
yang abnormal, terutama anggukan kepala dan posisi tripoding.
Selanjutnya, mintalah pengasuh memperlihatkan dada si anak untuk pemeriksaan
langsung atau anak membuka bajunya di pangkuan pengasuhnya. Anak-anak mungkin telah
meningkatkan kerja pernapasan karena kelainan di mana saja di saluran pernapasannya,
parenkim paru, pleura atau dinding dada. Carilah retraksi interkostal, supraklavikula, dan
substernal. Setelah mencari retraksi, periksalah pelebaran pada hidung. Tabel 2 merangkum
karakteristik kerja pernapasan.

Tabel 2
Karakteristik Dari Kerja Pernapasan
Elemen

Penjelasan

Suara napas abnormal


Posisi abnormal
Retraksi
Pelebaran

Perubahan suara, stridor, mengi atau mendengkur


Anggukan kepala, Posisi tripoding
Retraksi dinding dada supraklavikula, intercostal atau substernal
Pelebaran hidung

Menggabungkan penilaian penampilan dan kerja pernapasan dapat menetapkan


tingkat keparahan dari penyakit. Seorang anak dengan penampilan normal dan peningkatan
kerja pernapasan menunjukkan ia sedang mengalami gangguan pernafasan. Penampilan yang
abnormal dan peningkatan kerja pernapasan berarti menunjukkan tanda awal dari kegagalan
pernafasan. Penampilan abnormal dan penurunan kerja pernapasan menunjukkan kegagalan
pernapasan yang parah.
Karakteristik Sirkulasi Pada Kulit
Tujuan penilaian sirkulasi secara cepat adalah untuk menentukan kecukupan curah jantung
dan perfusi dari organ vital. Penampilan anak merupakan salah satu indikator kecukupan
perfusi otak, namun penampilan yang abnormal dapat disebabkan oleh berbagai kondisi lain
dan karena itu tidak spesifik untuk kondisi penurunan perfusi inti.
Indikator penting dari perfusi inti adalah sirkulasi pada kulit. Ketika curah jantung
tidak memadai, tubuh menutup sirkulasi ke daerah anatomi yang tidak diperlukan seperti
kulit untuk mempertahankan suplai darah ke organ yang vital (misalnya otak, jantung dan
ginjal). Oleh karena itu, sirkulasi pada kulit mencerminkan status keseluruhan sirkulasi ke
organ tubuh yang penting. Pucat, bintik-bintik dan sianosis merupakan indikator visual yang
utama berkurangnya sirkulasi pada kulit. Tabel 3 merangkum karakteristik ini.
Tabel 3
Karakteristik Dari Sirkulasi Pada Kulit
Elemen
Pucat
Bintik

Penjelasan
Warna kulit putih akibat dari kurangnya aliran darah perifer
Perubahan warna kulit tidak merata, dengan bercak sianosis, akibat

Sianosis

ketidakstabilan vaskular atau dingin


Perubahan warna kebiruan pada kulit dan membran lendir

Pucat mungkin merupakan tanda pertama dari perfusi kulit yang buruk. Kehadirannya
mungkin menunjukkan upaya untuk mengkompensasi syok. Bintik-bintik, atau bercak pucat
dan sianosis, merupakan tanda-tanda akhir syok dan biasanya menunjukkan hilangnya
mekanisme kompensasi. Jangan bingung membandingkan bintik-bintik dengan penampilan

putih halus yang sering terlihat pada bayi yang kedinginan. Sianosis adalah warna biru pada
selaput kulit dan lendir. Sianosis dapat menjadi tanda syok atau kegagalan pernapasan.
Indikator penting lainnya dari sirkulasi pada kulit, seperti suhu kulit, waktu isi kapiler,
dan kualitas dari denyut, sebaiknya ditunda sampai penilaian langsung dilakukan dalam
hubungannya dengan survei primer, seperti yang dijelaskan nanti.
Teknik Untuk Menilai Sirkulasi Pada Kulit
Setelah menilai penampilan anak dan kerja pernapasan, Langkah ke 3 pada segitiga penilaian
anak adalah mengevaluasi sirkulasi pada kulit. Pastikan anak tersebut membuka bajunya
namun tidak kedinginan. Dingin akan memberikan tanda-tanda kulit positif palsu (yaitu anak
akan memiliki perfusi normal, tetapi akan memiliki tanda-tanda kulit abnormal.) Suhu udara
yang tiba-tiba dingin adalah alasan yang paling penting pada kesalahan interpretasi tandatanda pada kulit. Dengan anak yang bajunya sudah terbuka , periksalah kulit untuk melihat
adanya pucat, bintik-bintik dan sianosis. Lihatlah wajah, dada, perut dan kaki. Kemudian,
periksa bibir untuk melihat adanya sianosis.
Menggunakan Segitiga Penilaian Anak Untuk Mengevaluasi Keparahan Dan Penyakit
Yang Diderita Atau Kategori Cedera
Ketiga unsur segitiga penilaian anak saling bergantung dan bersama-sama memungkinkan
penilaian yang cepat dari stabilitas fisiologis pada anak. Sebagai contoh, jika seorang anak
sadar dan interaktif, warna kulit merah muda, tetapi memiliki retraksi yang ringan, kita dapat
mengambil waktu untuk mendekati anak dengan cara yang sesuai dengan tahapan
perkembangannya untuk melengkapi penilaian fisik. Di sisi lain, jika anak kurang responsif,
dengan respirasi yang cepat dan kuat, dan terlihat pucat atau kulit berintik-bintik, diagnosis
syok dapat segera ditegakkan, dan kita harus bergerak cepat melalui survei primer pada anak,
dan memulai resusitasi. Penampilan abnormal dan sirkulasi menurun pada kulit menunjukkan
adanya syok.
Dengan menggabungkan karakteristik yang berbeda dari segitiga penilaian anak, kita
dapat menetapkan derajat keparahan dan mengidentifikasi kemungkinan jenis atau kategori
kelainan fisiologis. ini akan membantu dokter mengukur seberapa cepat perlunya intervensi
dan apa saja jenis pengobatan umum dan khusus yang perlu diberikan. Seperti yang terlihat
pada Tabel 4 kategori status pasien berdasarkan segitiga penilaian anak.
Tabel 4

Kategori Status Pasien Berdasarkan Segitiga Penilaian Anak


Penampilan

Kerja

Sirkulasi

Status Yang Mungkin

Pernapasa

Pada Kulit

Abnormal

n
Normal

Normal

Primary Cerebral Dsifunction atau

Normal
Abnormal
Normal
Abnormal
Abnormal
Normal

Abnormal
Abnormal
Normal
Normal
Abnormal
Normal

Normal
Normal
Abnormal
Abnormal
Abnormal
Normal

penyakit sistemik
Kesulitan Bernapas
Insufisiensi Pernapasan
Kompensasi Syok
Dekompensasi Syok
Insufisiensi Jantung dan pernapasan
Pasien stabil

Segitiga penilaian anak memiliki dua keuntungan penting. Pertama, memberi pekerja
kesehatan profesional kesempatan untuk dengan cepat mendapatkan informasi penting
mengenai status fisiologis anak sebelum menyentuh atau mengganggu anak. Sulit untuk
mengidentifikasi penampilan abnormal atau peningkatan kerja pernapasan ketika seorang
anak gelisah dan menangis. Kedua, membantu menetapkan prioritas pada survei primer.
Segitiga penilaian anak hanya membutuhkan waktu beberapa detik, identifikasi dibutuhkan
untuk intervensi dalam menyelamatkan nyawa, dan menyatu dengan cepat ke dalam survei
primer.
Aspek penting lain dari segitiga penilaian anak bahwa segitaga tersebut adalah
segitiga sama sisi. Segitiga ini dapat diputar ke segala arah pada porosnya dan tetap
memberikan informasi kunci yang observasional, yaitu, tiga komponen dapat dinilai dalam
urutan apapun. Setiap urutan kerja ABC (penampilan, pernapasan, sirkulasi), terlepas dari
yang pertama atau kedua atau ketiga, dan susunan ABC adalah murni untuk membuatnya
mudah di ingat dalam keadaan darurat.

Segitiga Penilaian Anak Dan Survei Primer Pada Anak


Segitiga penilaia anak berbeda dengan survei primer pada anak dalam isi dan maksud.
Segitiga penilaian anak menggunakan elemen yang dipilih dari survei primer, dan
dikombinasika dengan pengamatan spesifik pada anak untuk menetapkan fungsi keseluruhan
dari jantung dan paru dan tingkat keparahan atau perawatan yang dibutuhkan segera. Ini
dimaksudkan untuk menyediakan sasaran, gambaran sesaat dari derajat gangguan pada anak

untuk membantu mengukur waktu diperlukannya pengobatan. Segitiga penilaian anak juga
akan memberikan dokter ide yang baik tentang sistem organ mana yang menjadi sumber dari
masalah.
Sebaliknya, survei primer pada anak adalah perintah dan evaluasi fisik pertama yang
komprehensif atas status jantung dan paru, yang memiliki maksud memprioritaskan urutan
intervensi penunjang kehidupan dan pembalikan dari patofisiologi. Segitiga penilaian anak
harus diselesaikan pada setiap pasien sebelum melakukan survei primer pada anak yang lebih
lengkap dan lebih memakan waktu, dan sebelum memulai intervensi penunjang kehidupan.
Survei Primer Pada Anak
Survei primer pada anak adalah sebuah pendekatan yang komprehensif, penilaian langsung
pada anak yang sakit atau terluka tanpa keluhan. Seperti pada orang dewasa, Survei primer
memberikan urutan yang spesifik untuk mengobati masalah yang mengancam nyawa seperti
yang diidentifikasi, sebelum pindah ke langkah berikutnya. Langkah-langkah dalam survei ini
sama dengan orang dewasa, tetapi ada perbedaan dalam tanda-tanda spesifik dari gangguan
atau ketidakstabilan fisiologis.
Komponen Survei Primer Pada Anak : Jalan Napas Dan Pernapasan
Pertama menentukan patensi jalan napas dengan mengamati kerja pernapasan dan
mendengarkan suara napas abnormal seperti stridor, mengi dan dengkuran sebagai bagian
dari melakukan penilaian segitiga penilaian anak.
Kerasnya stridor atau mengi tidak begitu berhubungan dengan tingkat obstruksi
saluran napas. Misalnya, anak asma dengan derajat gangguan yang parah mungkin terdapat
sedikit atau tidak sama sekali mengi. Demikian pula, anak-anak dengan benda asing pada
saluran napas bagian atas di bawah pita suara mungkin terdapat stridor yang minimal. Suara
napas abnormal hanya menunjukkan adanya tingkat obstruksi jalan napas atas atau bawah.
Beberapa tambahan temuan dari survei primer pada anak akan membantu lebih jauh
menentukan tingkat gangguan pernapasan dan lokasi kelainan anatomi. Dengarkan dengan
stetoskop untuk suara crackles pada inspirasi, yang mengindikasikan penyakit pada kantung
udara itu sendiri. Juga, evaluasi volume tidal dan efektivitas kerja pernapasan, dengan
mendengarkan gerakan udara bilateral di atas linea midaxillaris. Seorang anak dengan
peningkatan kerja pernapasan dan volume tidal yang kurang mungkin akan menderita
kegagalan pernafasan. Tabel 5 daftar berbagai

suara napas yang dapat dideteksi saat

melakukan penilaian segitiga penilaian anak dan survei primer pada anak, artinya, dan
contoh-contoh yang umum.
Tabel 5
Interpretasi Suara Nafas
Suara
Stridor
Wheezing(mengi)
Ekspirasi Mendengkur
Inspirasi crackles
Suara

nafas

Penyebab
Obstruksi jalan nafas atas
Obstruksi jalan nafas bawah
Oksigenasi Inadekuat
Cairan /sekret/darah pada jalan

Contoh
Croup,benda asing
Asma.benda asing
Pneumonia,contusio paru
Pneumonia,contusio paru

nafas
menghilang Obstruksi jalan napas lengkap Benda asing, asma berat

meskipun terjadi peningkatan (saluran nafas atas atau saluran hemothorax,


kerja pernapasan

napas
pleura,

bagian

bawah)Cairan pneumothorax

konsolidasi,

atau

pneumothorax
Tentukan laju pernapasan, tetapi interpretasikan laju pernapasan secara hati-hati. Laju yang
cepat mungkin hanya mencerminkan demam tinggi, kecemasan, nyeri atau kegembiraan
berlebih. Laju normal, pada sebaliknya, dapat terjadi pada anak yang telah bernapas dengan
cepat untuk beberapa waktu untuk mengatasi obstruksi jalan napas dan kemudian menjadi
lelah. Pada sebuah laju pernapasan yang sangat cepat (> 60/menit untuk setiap usia), terutama
berkaitan dengan penampilan abnormal atau ditandai retraksi, menunjukkan gangguan
pernapasan dan mungkin terjadi kegagalan pernapasan. Sebuah laju nafas lambat yang
abnormal selalu mengkhawatirkan dan menunjukkan kegagalan pernafasan. Bendera merah
dari laju pernapasan adalah < 20 / menit untuk anak < 2 tahun, dan < 10 untuk anak-anak > 2
tahun.
Seorang anak yang hipoksia cenderung menunjukkan kelainan lain, seperti
peningkatan kerja pernapasan, gelisah atau lesu jauh sebelum mereka terlihat "biru". Jangan
menunggu sianosis untuk memulai pengobatan dengan oksigen. Namun, jika terdapat sianosis
segera lakukan intervensi.
Pulse oximetry adalah alat yang sangat baik untuk mengkonfirmasi penilaian klinis
pada pernapasan anak. Pembacaan pulse oximetry diatas 94% menunjukkan bahwa
oksigenasi masih cukup; angka di bawah 90% dengan masker oksigen terpakai merupakan
indikasi untuk ventilasi yang dibantu. Jangan meremehkan gangguan pernapasan pada anak

dengan pembacaan di atas 94%. Hindari kesalahan ini dengan menggunakan kerja pernapasan
untuk membantu mengintrepretasikan pulse oximetry. Tabel 6 merangkum kegunaan tandatanda yang berbeda dari kerja pernapasan.
Tabel 6: Nilai Relatif Dari Tanda Pada Kerja Pernapasan
Tanda
Penampilan

Kata Kunci
Menunjukkan kesulitan nyata jika abnormal, tetapi dapat
mencerminkan berbagai masalah sistem organ lainnya selain

pernapasan. Sangat sensitif tapi tidak spesifik.


Pelebaran pada hidung Membutuhkan pemeriksaan jarak dekat untuk melihat, dan
, anggukan kepala

mungkin tidak terlihat jika hanya ada gangguan ringan sampai


sedang. Jika ada, segera berikan oksigen. Spesifik untuk

Retraksi

hipoksia tapi tidak peka terhadap gangguan yang ringan


Terbaik dan indikator paling terlihat dari peningkatan upaya

Mendengkur

pernapasan.
Menunjukkan adanya penyakit ruang udara yang parah dan
hipoksia. Jika ada, segera berikan oksigen dan dukungan

Tanda
Laju Pernapasan

ventilasi yang memungkinkan.


Komentar
Hanya berguna dalam keadaan ekstrem,> 60 / menit atau <10-

Sianosis

20 / menit.
Lambat di temukan. Penampilan yang abnormal akan

Pulse Oximetry

mendahului penemuan ini.


Membantu, tapi tidak tersedia di semua Unit Gawat Darurat.

Komponen Survei Primer Pada Anak: Sirkulasi


Selanjutnya, menilai sirkulasi. Segitiga penilaian anak akan menyediakan petunjuk visual
penting tentang kecukupan sirkulasi. Penampilan dan kerja pernapasan juga dapat berubah
jika anak mengalami syok. Penampilan akan abnormal karena perfusi otak kurang memadai.
Kombinasi penampilan abnormal dan penurunan sirkulasi pada kulit menunjukkan syok, baik
kompensasi atau dekompensasi.
Namun, penampilan yang abnormal juga didapatkan dari beberapa tingkatan gangguan yang
berat, seperti hipoksia, hiperkarbia, trauma kepala, infeksi, atau obat-obatan. Selain itu,
kadang-kadang anak-anak yang syok tampaknya sangat sadar, meskipun pengamatan dengan
seksama dari penampilan akan selalu menunjukkan beberapa kelainan seperti lesu atau
gelisah.

Anak yang syok akan sering mengalamai takipnea tanpa retraksi, karena mereka
berusaha untuk mengkompensasi asidosis metabolik (karena kurangnya perfusi) dengan
mengehembuskan CO2. pola pernapasan yang cepat ini dapat disebut " usaha takipnea ", dan
berbeda dari respirasi cepat dengan retraksi yang terlihat dengan masalah utama pada jalan
napas / pernapasan.
Denyut jantung (HR) dan tekanan darah (BP) memiliki peran yang terbatas tapi masih
berguna dalam mengevaluasi sirkulasi inti. Parameter yang biasa digunakan untuk menilai
status peredaran darah pada orang dewasa, yaitu HR dan BP, memiliki keterbatasan penting
pada anak-anak. Pertama, HR yang normal bervariasi berbanding terbalik dengan usia.
Kedua, takikardia mungkin merupakan tanda awal dari hipoksia atau perfusi rendah, namun,
hal itu mungkin juga hadir karena kondisi normal seperti demam, kecemasan, rasa sakit dan
kegembiraan yang berlebih. Karena itu HR harus diinterpretasikan dalam konteks riwayat
secara keseluruhan, segitiga penilaian anak dan pemeriksaan fisik yang komprehensif.
Sebuah peningkatan atau penurunan HR mungkin cukup berguna, dan mungkin menunjukkan
memburuknya hipoksia atau syok atau perbaikan setelah pengobatan.
Ketika hipoksia atau syok menjadi berat, denyut jantung jatuh ke bradikardia.
Bradikardia berarti hipoksia berat dan / atau iskemia. Ketika deyut jantung di atas 180 /
menit, denyut jantung tidak dapat ditentukan secara akurat tanpa bantuan dari monitor
elektronik.
Penentuan tekanan darah (BP) sulit pada anak-anak karena kurangnya kerjasama,
kesulitan mengingat ukuran manset yang tepat dan kesalahan dalam interpretasi. Untuk
pasien umur kurang dari tiga tahun kesulitan teknis ini mengurangi nilai dari BP. Ketika syok
dicurigai dalam kelompok usia ini berdasarkan pada parameter lainnya (misalnya, riwayat,
mekanisme, segitiga penilaian anak), ukur BP sekali, tapi jangan menunda manajemen lebih
lanjut.
BP mungkin menyesatkan. Meskipun BP rendah pasti menunjukkan dekompensasi
syok, BP yang normal sering terdapat pada kompensasi syok. Formula mudah untuk
menentukan batas bawah tekanan darah yang dapat diterima sesuai umur adalah: minimal
tekanan darah sistolik = 70 + 2 x umur (dalam tahun).
Penilaian peredaran darah juga menunjukkan deteksi lebih lanjut dari tanda-tanda
menurunnya sirkulasi ke kulit. Ini termasuk evaluasi langsung suhu kulit, waktu pengisian
kapiler (CRT) dan kualitas nadi. Untuk menilai secara cepat sirkulasi, letakkan tangan anda
pada tempurung lutut atau lengan bawah dan rasakan suhu kulit. Pastikan anak tidak dingin
karena paparan, karena tanda-tanda kulit akan menipu jika anak tidak hangat.

Selanjutnya, rasakan denyut nadi dan periksa waktu pengisian kapiler (CRT). Tandatanda sirkulasi pada kulit, yaitu suhu kulit dan warna, CRT, dan kekuatan denyut nadi, adalah
alat untuk menilai status sirkulasi anak, terutama bila dilakukan secara terus menerus pada
anak yang tidak dingin.
Pada bayi normal, Anda dapat dengan mudah meraba nadi brakialis, ekstremitas
hangat dan warna kulit terlihat sesuai (tidak "berbintik-bintik"), dan CRT kurang dari dua
detik. Tabel 7 merangkum nilai relatif tanda-tanda syok atau sirkulasi abnormal.
Tabel 7: Nilai Relatif Dari Tanda Syok
Tanda
Kata Kunci
Penilaian Segitiga Penilaian Pucat merupakan tanda awal dari kurangnya perfusi kulit;
Anak

sianosis dan / atau bintik-bintik bisa menjadi tanda-tanda

Warna kulit
Penampilan

akhir syok.
Mudah terganggu, lesu, kebingungan atau respon terhadap
rangsangan yang berubah merupakan tanda-tanda kurangnya

Kerja pernapasan

perfusi otak.
Respirasi yang cepat dan dalam tanpa peningkatan kerja
pernapasan

Survey Primer

dapat

menunjukkan

upaya

tubuh

untuk

mengkompensasi syok asidosis.


Denyut jantung yang cepat mungkin merupakan tanda

Denyut jantung

pertama dari syok, tapi sangat tidak spesifik; mungkin juga

Temperatur kulit

dilihat dengan hipoksia, demam atau ketakutan.


Ekstremitas dingin menunjukkan kurangnya perfusi ke kulit
dari syok hipovolemik; kulit hangat dengan bintik-bintik

Pengisian Kapiler
Kualitas nadi
Tekanan darah

menunjukkan syok septik.


Untuk akurasi anak perlu berada di lingkungan yang hangat
Bandingkan kualitas nadi pusat dengan nadi perifer
Mungkin sulit untuk didapatkan, dan penurunan tekanan
darah adalah tanda akhir dari syok

Komponen Survei Primer Pada Anak: Kecacatan Atau Status Neurologis


Penilaian status neurologis melibatkan evaluasi cepat dari kedua korteks dan fungsi batang
otak. Menilai status neurologis dengan observasi penampilan (Tabel 1), respon pupil terhadap
cahaya, tingkat kesadaran, dan aktivitas motorik. Dalam evaluasi aktivitas motorik, menilai
tujuan gerakan, gerakan simetris ekstremitas, kejang, sikap, atau keadaan normal.

AVPU (Tabel 8) adalah metode cepat untuk menilai tingkat kesadaran yang cukup
konsisten dengan pengamat yang berbeda. AVPU mengkategorikan respon motorik
berdasarkan respon sederhana terhadap rangsangan. Anak dikategorikan baik itu sadar,
responsif terhadap rangsangan verbal, responsif hanya terhadap rangsangan nyeri, atau tidak
responsif.
Tabel 8
Penilaian AVPU Neurologis
Kategori
A

Stimulus
Lingkungan

Tipe respon
Sesuai

Reaksi
Interaksi

Alert/Kesadaran
V

Sekitar
Perintah

Sesuai

lingkungan
Mengikuti Perintah

Verbal/Bicara

sederhana/st Tidak sesuai

normal

dengan

Tidak spesifik atau bingung

imulus
P

suara
Nyeri

Painful/Nyeri

Sesuai

Menarik diri dari rasa sakit,

Tidak sesuai

suara atau gerak tanpa tujuan


atau lokalisasi

U
Unresponsif/Tid

Patologi
Sikap Diam
Tidak ada reaksi apapun terhadap
stimulus

ak Merespon
Penampilan Abnormal Dan Tingkat Kesadaran Yang Berubah
Seorang anak dengan tingkat kesadaran yang berubah pada AVPU akan selalu memiliki
penampilan abnormal, karena setiap pasien sangat sakit sehingga dia tidak lagi "sadar" dan
hanya menanggapi rangsangan verbal, sudah bisa dikatakan berada dalam keadaan sakit
kritis. Oleh karena itu, tanda-tanda penampilan abnormal sangat berguna dalam
mengidentifikasi gangguan pada anak yang sadar yang memiliki tingkat keparahan gangguan
ringan hingga sedang. AVPU tidak hanya merupakan metode yang sangat sensitif untuk
mengidentifikasi anak-anak pada tahap awal gangguan pada sistem dari penyakit atau cedera.
Menilai penampilan menggunakan karakteristik seperti yang dijelaskan pada segitiga
penilaiana anak memungkinkan pengertian yang lebih baik dari kompensasi penyakit dan
cedera, memfasilitasi lebih intervensi awal dan mencegah perkembangannya ke tingkat yang
lebih jauh dari kerusakan neurologis pada skala AVPU. Seorang anak yang memiliki
penampilan yang abnormal atau yang tidak waspada pada AVPU, namun tidak ada

peningkatan atau penurunan kerja pernapasan atau sirkulasi abnormal pada kulit, mungkin
memiliki kelainan terfokus ke otak. Kelainan pada otak seperti stadium pasca-iktal,
keracunan, kelainan metabolik (misalnya, hipoglikemia), infeksi, perdarahan atau trauma.
Pita Resusitasi Dan Menentukan Berat Badan, Dosis Obat Yang Tepat Dan Ukuran
Peralatan
Dalam keadaan darurat, ketika seorang anak dapat tidak mudah ditimbang, gunakan pita
resusitasi yang berbasis panjang badan untuk menentukan dosis obat yang tepat dan ukuran
peralatan. Di anak, metode ini adalah lebih dipilih untuk menebak berat badan anak sebagai
perkiraan berat secara visual dan menghafal berat berdasarkan dosis obat rawan terjadi
kesalahan. Jika pita resusitasitidak tersedia dan pengasuh tidak tahu perkiraan
berat badan, gunakan usia untuk memperkirakan berat badan. Hanya perkiraan "kasarnya"
diperlukan. Gunakan aturan berikut:
1) berat lahir rata-rata 3,5 kg
2) bayi berat lahir kembar ganda dengan berat umur 5 bulan (7,0 kg)
3) bayi berat lahir kembar tiga berat pada satu tahun (~ 10 kg).
4) pada anak-anak, berat badan dalam kg = 8 + (2 x umur dalam tahun)
Jika berat badan bayi / anak dalam pound diketahui, bagi dengan 2 untuk mendapatkan
perkiraan berat badan dalam kg.
Perbandingan Antara Penilaian Jantung Dan Paru Pada Anak Dan Dewasa
Penilaian jantung dan paru-paru dewasa dimulai dengan pendekatan langsung. Sebaliknya,
untuk anak yang sadar umur enam bula , penilaiannya di mulai dari kejauhan, dengan gerakan
untuk mendapatkan kepercayaan dari anak. Setelah menetapkan tingkat gangguan pada anak
dari luar, menggunakan unsur-unsur kunci dari segitiga peilaian anak, segera lanjutkan ke
survey primer untuk memprioritaskan intervensi pendukung kehidupan.
Seperti pada orang dewasa, tanda-tanda vital dapat menyampaikan informasi penting.
Mendapatkan dan menginterpretasikan tanda-tanda vital pada anak-anak mungkin lebih sulit
karena sulit untuk memperoleh nilai yang akurat. Anak-anak mungkin kurang kooperatif dan
ukuran peralatan yang sesuai mungkin tidak tersedia. Nilai normal bervariasi dengan usia, ini
membuat pengenalan terhadap kelainan lebih sulit.
Ingat, tanda-tanda vital hanya sebuah potongan kecil dari gambaran klinis secara
keseluruhan, yang mencakup riwayat penyakit, mekanisme dari cedera, unsur-unsur dari
segitiga penilaian anak, dan evaluasi klinis anda yang komprehensif. Tanda-tanda vital saja

jarang mendorong pengambilan keputusan klinis, karena perubahan sebenarnya dalam tandatanda vital akan terwujud dalam bentuk kelainan pada unsur segitiga penilaian anak tersebut.

Kasus 1
Seorang ibu muda membawa anaknya yang berusia 6 bulan ke IGD dengan keluhan muntah
selama 24 jam. Bayi berbaring diam dan memiliki tonus otot yang kurang. Dia mudah
terganggu jika disentuh, dan tangisannya lemah. Tidak ada suara napas yang abnormal,
retraksi, ataupun pelebaran hidung. Dia nampak pucat dan kulitnya berbintik-bintik. Laju
pernapasan 30 kali/menit, denyut jantung 180 kali/menit, dan tekanan darah 50 mmHg.
Pergerakan udara normal dan suara nafas normal pada saat auskultasi. Kulit terasa dingin dan
waktu pengisian kapiler adalah 4 detik. Denyut nadi brakialis teraba lemah. Dan terdapat
distensi pada abdomen.
Apa tanda-tanda utama dari penyakit pada bayi ini?
Bagaimana laju pernapasan, denyut jantung, dan tekanan darah membantu dalam
mengevaluasi fungsi jantung dan paru?
Kasus 2

Seorang ayah membawa anaknya yang berusia 11 bulan ke IGD karena dia terbangun dengan
rewel, dan ia berpikir anaknya memiliki "infeksi pada otaknya". Ia memberitahu anda
sepupunya telah dirawat di rumah sakit dalam beberapa hari terakhir dengan kondisi yang
sama.
Anaknya berdiri, berteriak-teriak di kamar. Sang ayah cemas dan meminta agar
anaknya segera dirawat di rumah sakit. Bayi berubah warna menjadi merah muda dan
menjadi gelisah setiap kali anda mendekatinya. Tidak ada suara napas yang abnormal,
retraksi, atau pelebaran hidung. Laju pernapasan adalah 50 kali/menit, dan dia melawan
dengan kuat ketika anda menyentuhnya untuk melakukan penilaian fisik. Anda tidak dapat
menilai detak jantung atau tekanan darah.
Seberapa berguna Segitiga Penilaian Anak dalam mengevaluasi keparahan penyakit
dan penanganan yang dibutuhkan segera? Bagaimana Segitiga Penilaian Anak bisa berbeda
dari ABCDEs pada penilaian awal?
Kasus 3
Seorang gadis berumur 5 tahun tertabrak mobil di tempat penyeberangan pada hari pertama ia
masuk TK. Dia terlempar sejauh 10 kaki dan mengalami kehilangan kesadaran yang singkat.
Di IGD, dia berbaring tak bergerak di brankar, tapi membuka matanya dengan stimulus
verbal yang keras. Dia tidak berbicara atau berinteraksi. Tidak ada suara napas yang
abnormal, retraksi, atau pelebaran hidung. Warna kulitnya merah muda. Laju pernapasannya
20 kali/ menit, denyut jantung 95 kali/ menit, dan tekanan darah 100 mm Hg. Dada terlihat
normal dengan volume tidal yang baik. Kulit terasa hangat, waktu pengisian kapiler kurang
dari 2 detik, dan denyut nadi brakialis nya kuat. Dia memiliki hematoma frontal besar.
Apakah penampilan anak ini menunjukkan bahwa ia cedera serius?
Bagaimana skala AVPU melengkapi penampilan dalam menilai fungsi otak pada anak ini?
Kasus 4
Seorang kepala sekolah memanggil 911 karena seorang anak umur 13 tahun yang menderita
asma "tidak bisa bernapas." Anak itu mendapat perawatan harian berupa inhaler dosis terukur
(MDI). Dokternya meresepkan steroid oral kemarin untuk gejala asma yang memburuk. Di
IGD, ia memberitahu Anda bahwa dia terjaga sepanjang malam, menggunakan albuterol
MDInya setiap 1 sampai 2 jam.
Anak itu tampak mengantuk dan pucat dan memiliki mengi yang terdengar. Dia
berada pada posisi tripod. Terdapat retraksi suprasternal, interkostal, dan subkostal dan

pelebaran hidung. Laju pernapasannya 45 kali/ menit, denyut jantung 160 kali/ menit, dan
tekanan darah 120/70 mmHg. Saturasi oksigen darah 83% pada udara ruangan. Pada
auskultasi Anda mendengar gerakan udara minimal dan fase ekspirasi yang memanjang.
Apa status fisiologis anak ini?
Apa pengobatan yang paling penting?
Jawaban Kasus 1
Bayi ini sakit parah. Segitiga Penilaian Anak menunjukkan penampilan yang buruk dengan
tonus berkurang, kurang interaktif, dan tangisannya lemah. Ini adalah tanda penting
melemahnya jantung paru dan / atau fungsi neurologis pada bayi. Kerja pernapasan normal,
tapi sirkulasi pada kulit miskin. Segitiga Penilaian Anak menetapkan anak ini sebagai pasien
kritis yang membutuhkan resusitasi cepat. Namun, laju pernapasan, detak jantung, dan
tekanan darah mungkin masih dalam rentang normal untuk usia. Oleh karena itu, tanda-tanda
vital pada anak ini bisa menipu, kecuali berkorelasi dengan segitiga penilaian anak dan
seluruh penilaian awal. Dalam hal ini, segitiga penilaian anak memberitahu anda bahwa anak
ini memiliki penampilan yang abnormal dan penurunan sirkulasi pada kulit, yang mengarah
ke syok.
Penilaian langsung fase ABCDE menunjukkan tanda-tanda kulit yang buruk dan
berkurang denyut nadi brakialis. Temuan fisik yang penting ini menegaskan kesan syok pada
segitiga penilaian anak. Selain itu, ketika anda meninjau tanda-tanda vital pada konteks
penilaian awal, anda dapat mengidentifikasi bahwa anak ini memiliki "usaha takipnea," upaya
fisiologis untuk menghilangkan asidosis yang dihasilkan oleh syok.
Jawaban kasus 2
Segitiga penilaian anak adalah cara yang baik untuk mendapatkan kesan umum anak ini dan untuk
menilai derajat penyakit dan penanganan yang dibutuhkan. Banyak metode penilaian konvensional
lainnya seperti anamnesis, auskultasi, dan penentuan tekanan darah akan sulit untuk dilakukan dan
mungkin tidak akurat dalam menit awal. Penampilan dari anak meyakinkan. Dia memiliki tonus yang
baik, menangis kuat dan dia dengan mudah terhibur oleh ayahnya. Tidak ada suara napas yang
abnormal, retraksi, atau pelebaran hidung, sehingga kerja pernapasan normal meskipun tingkat
pernapasan dalam kisaran tinggi untuk usianya. Sirkulasi pada kulit normal. Dengan temuan ini pada
segitiga penilaian anak, sangat tidak mungkin bahwa anak ini memiliki penyakit yang serius. Segitiga
penilaian anak menunjukkan kesan anak yang relatif baik dan memungkinkan anda untuk
mendapatkan kepercayaan dari anak dan ayah sebelum melakukan evaluasi langsung. Tempatkan

anak ini dalam pelukan ayah dan ini memungkinkan ayah untuk menjaga anaknya itu di pangkuannya
saat anda melanjutkan evaluasi. Ketika anak tidak gelisah,lakukan pendekatan lembut untuk
menyelesaikan penilaian awal. Gunakan urutan dari kaki ke kepala.
Segitiga penilaian anak adalah tahap pertama yang penting dari penilaian awal. Ini tidak akan
menggantikan penilaian langsung ABCDEs dan tanda-tanda vital. Segitiga penilaian anak pada anak
ini harus meyakinkan Anda. Perawatan yang segera tidak diperlukan, dan fokus pada riwayat dan
pemeriksaan fisik yg lebih rinci dapat dilakukan pertama.
Jawaban kasus 3

Penampilan anak ini sangat tidak normal. Penampilan lesu gadis ini dengan tidak ada
peningkatan pada kerja pernapasan atau tanda-tanda abnormal kulit pada segitiga penilaian
anak menunjukkan kemungkinan cedera intrakranial. Ini bisa gegar otak, perdarahan, atau
edema otak. Penampilan menunjukkan pasien yang tidak stabil yang membutuhkan
perawatan yang cepat. Lengkapi ABCDEs dan imobilisasi anak. Sediakan oksigen 100%
melalui masker.
Gunakan pita resusitasi untuk menentukan panjang-nya, ukuran tabung endotrakeal,
berat badan, persyaratan volume, dan informasi lain yang relevan dengan dosis obat.
Dapatkan akses vaskular dan berikan 20 ml/kg kristaloid. Nilai kembali. Ulangi pemberian
kristaloid jika perlu.
Ada banyak metode untuk menentukan fungsi neurologis pada anak ini dimana
diperlukan untuk menuntun keputusan pengobatan, meminimalkan perbedaan antara
pengamat yang berbeda, dan menyediakan pengujian yang konsisten. Sistem yang berbeda
menggunakan metode yang berbeda seperti skala Glasgow Coma atau skala Glasgow Coma
pada anak. Beberapa masalah dengan sistem skoring neurologis dengan angka pada anakanak adalah sebagai berikut: mereka membutuhkan penghafalan atau harus ditulis; mereka
tidak dapat dengan mudah disesuaikan dengan anak-anak karena kesulitan mengevaluasi
kemampuan bicara pada anak yang tidak bisa bicara ataupun ketakutan; mereka hanya
berlaku untuk kasus-kasus cedera; dan tidak ada validasi standar nasional.
Skala AVPU adalah pendekatan dasar untuk anak-anak yang diadaptasi dari penilaian
disabilitas pada orang dewasa. Dan ini belum divalidasi pada anak-anak. Skala AVPU mudah
dikaitkan dengan penampilan yang abnormal dalam segitiga penilaian anak, dimana dapat
mengidentifikasi tanda-tanda yang lebih halus dari disfungsi awal neurologis. Skala AVPU
membagi respon otak menjadi kategori umum yang mudah diingat, yang tampaknya tetap

konsisten di antara pengamat yang berbeda, dan memberikan informasi yang baik untuk
keputusan pengobatan.
Jawaban kasus 4
Anak ini mengalami kegagalan pernapasan. Dia memiliki penampilan yang kurang
(mengantuk), warna kurang (pucat), dan peningkatan kerja pernapasan (retraksi, mengi
terdengar, pelebaran hidung, posisi tripod). Takipnea, takikardia, hipoksia, dan gerakan udara
yang kurang, mendukungan penilaian ini.
Lebih lanjut, ia diperlakukan secara agresif di rumah, dengan memburuknya gejala
meskipun penggunaan steroid dan albuterol MDInya jauh lebih sering daripada yang
disarankan untuk pasien. Fakta bahwa ia terjaga sepanjang malam menunjukkan bahwa ia
terlalu banyak mengalami gangguan pernapasan sehingga sulit untuk berbaring atau tidur.
Asma adalah penyakit kronis, yang melibatkan peradangan pada saluran udara kecil.
Meskipun bronkokonstriksi, edema saluran napas, dan peningkatan sekresi semua
berkontribusi pada obstruksi jalan napas bawah, satu-satunya bagian dari patofisiologi ini
yang dapat dibalik dengan cepat adalah bronkokonstriksi.
Pengobatan umum non-invasif meliputi pemberian oksigen aliran tinggi melalui
masker nonrebreathing, dan posisi yang nyaman. Dukung ventilasi dengan BVM (bag valve
mask) jika kondisinya memburuk. Ventilasi tekanan positif akan memerlukan tekanan
inspirasi puncak yang tinggi dan mungkin terkait dengan udara yang terperangkap dan
barotrauma.
Pengobatan khusus meliputi penggunaan terus menerus albuterol nebulasi dosis
tinggi, menggunakan 10 mg per dosis, dan perawatan nebulizer berturut-turut. Pertimbangkan
pemberian epinefrin SQ jika ia tidak merespon pengobatan nebulizer yang pertama atau jika
kondisinya memburuk. Intubasi endotrakeal mungkin diperlukan jika kerja pernapasan
menunjukkan kelelahan dan hipoventilasi atau hipoksia yang memburuk.

RESUME
Pada anak, tujuan utama dalam penanganan kegawat daruratan adalah mengenali anak
dengan kondisi yang mengancam jiwa dan menetapkan prioritas dalam perawatan. Pada
beberapa aspek, penilaian pada anak sulit dilakukan karena memerlukan pengetahuan tentang
perkembangan anak yang normal dan abnormal, dan keterampilan khusus dalam menilai
pasien. Penilaian yang cepat sangat penting dilakukan untuk menentukan jenis pengobatan
pada kegawatandaruratan. Pada cedera, penilaian kadang-kadang mudah dilakukan, karena
biasanya mekanismenya diketahui, dan rasa sakit pada anak dan / atau deformitas pada
jaringan dapat menunjukkan masalah yang ada pada anatomi. Untuk penyakit, penilaian
mungkin jauh lebih sulit, karena variabilitas dalam onset, durasi dan sifat dari gejala, dan
karakteristik yang lebih spesifik dari disfungsi sistem organ yang mendasarinya.
Segitiga penilaian anak adalah model yang cepat, tepat dan mudah dipelajari untuk
penilaian awal setiap anak. Segitiga penilaian anak memungkinkan dokter, hanya dengan

menggunakan petunjuk visual, dapat dengan cepat menilai keparahan penyakit anak atau
cedera dan pengobatan untuk kegawat daruratan, terlepas dari diagnosis yang mendasarinya.
Tiga komponen dari segitiga penilaian anak saling berhubungan dan saling bergantung, dan
menggambarkan status fisiologis secara keseluruhan pada anak. Dengan menggunakan
segitiga penilaian anak pada saat kontak awal dengan pasien, dokter dapat secara langsung
menetapkan tingkat keparahan dan alat penunjang kehidupan yang dibutuhkan pada
kegawatdaruratan, dan mengidentifikasi kunci untuk mengatasi masalah fisiologis.
Langkah pertama dari segitiga penilaian anak adalah menilai penampilan. Penampilan
umum pada anak adalah parameter yang paling penting ketika menilai keparahan penyakit
atau cedera. Penampilan mencerminkan kecukupan ventilasi, oksigenasi, perfusi otak,
homeostasis tubuh dan fungsi SSP. Dan ini lebih akurat daripada karakteristik klinis lain dari
pasien dalam memprediksi gangguan secara keseluruhan, perlunya pengobatan dan respon
terhadap pengobatan. Komponen penampilan banyak, tapi satu singkatan mudah yang
merangkum semuanya adalah "tickles" (TICLS): Tone, Interactability, Consolabilty, Look/
Gaze, dan Speech/ Cry. Teknik untuk menilai penampilan anak yang sadar meliputi:
pengamatan dari kejauhan, sehingga memungkinkan anak untuk tetap berada di pangkuan
atau lengan pengasuh, menggunakan gangguan seperti lampu terang atau mainan untuk
mengukur responnya, dan berlutut untuk berada di jarak setingkat mata dengan anak.
Setelah mencatat keseluruhan penampilan pada anak, langkah ke 2 dari segitiga
penilaian anak yaitu menilai kerja pernapasan dengan mendengarkan suara napas abnormal
dan mencari indikator fisik adanya peningkatan usaha pernapasan. Tanpa menggunakan
stetoskop, pertama dengarkan adanya suara pernapasan abnormal. Kemudian, mencari posisi
yang abnormal, terutama anggukan kepala dan posisi tripoding. Selanjutnya,lakukan
pemeriksaan langsung pada anak dengan membuka bajunya. Carilah retraksi interkostal,
supraklavikula, dan substernal. Setelah mencari retraksi, periksalah pelebaran pada hidung.
Setelah menilai penampilan anak dan kerja pernapasan, Langkah ke 3 pada segitiga
penilaian anak adalah mengevaluasi sirkulasi pada kulit. Pastikan anak tersebut membuka
bajunya namun tidak kedinginan. Dingin akan memberikan tanda-tanda kulit positif palsu
(yaitu anak akan memiliki perfusi normal, tetapi akan memiliki tanda-tanda kulit abnormal.)
Dengan anak yang bajunya sudah terbuka,periksalah kulit untuk melihat adanya

pucat,

bintik-bintik dan sianosis. Lihatlah wajah, dada, perut dan kaki. Kemudian, periksa bibir
untuk melihat adanya sianosis.
Dengan menggabungkan karakteristik yang berbeda dari segitiga penilaian anak, kita
dapat menetapkan derajat keparahan dan mengidentifikasi kemungkinan jenis atau kategori

kelainan fisiologis. ini akan membantu dokter mengukur seberapa cepat perlunya intervensi
dan apa saja jenis pengobatan umum dan khusus yang perlu diberikan.Segitiga penilaian anak
memiliki dua keuntungan penting. Pertama, memberi pekerja kesehatan profesional
kesempatan untuk dengan cepat mendapatkan informasi penting mengenai status fisiologis
anak sebelum menyentuh atau mengganggu anak. Kedua, membantu menetapkan prioritas
pada survei primer.
Segitiga penilaia anak berbeda dengan survei primer pada anak dalam isi dan maksud.
Segitiga penilaian anak menggunakan elemen yang dipilih dari survei primer, dan
dikombinasika dengan pengamatan spesifik pada anak untuk menetapkan fungsi keseluruhan
dari jantung dan paru dan tingkat keparahan atau perawatan yang dibutuhkan segera.
Sebaliknya, survei primer pada anak adalah perintah dan evaluasi fisik pertama yang
komprehensif atas status jantung dan paru, yang memiliki maksud memprioritaskan urutan
intervensi penunjang kehidupan dan pembalikan dari patofisiologi.
Survei primer adalah pendekatan sistematis yang terbagi dalam lima bagian yaitu
ABCDE (Airway,Breathing,Circulation,Disabilty,Exposure). Dalam evaluasi ini dokter yang
memeriksa menyentuh pasien dan menggunakan prosedur tambahan, seperti: pulse oximetry,
auskultasi, dan mengukur tekanan darah.
Segitiga penilaian anak harus diselesaikan pada setiap pasien sebelum melakukan
survei primer pada anak yang lebih lengkap dan lebih memakan waktu, dan sebelum memulai
intervensi penunjang kehidupan.