Anda di halaman 1dari 2

Ukuran "Kejantanan"

1 of 2

Tanya Dokter

http://klikdokter.com/sexandrologi/read/2010/07/05/15/ukuran--kejantanan-

Medis A-Z

Direktori

Quick Search

Rubrik Spesialis

Blog

Gaya Hidup

Arsip

Slide

Video

Jumat, 31 Mei 2013


Login | Register

Cari

Home Sex & Andrologi Andrologi Ukuran "Kejantanan"

Follow Us and Become a Fan

Andrologi
Ukuran "Kejantanan"
Tidak sedikit pria yang masih mengidap stigma: kejantanan
seorang pria berdasarkan penisnya. Tentunya aksioma macam ini
menyesatkan. Tidaklah benar demikian.
Namun bukan berarti ukuran penis bukanlah menjadi suatu isu
yang tabu untuk diangkat. Karena masih banyak jumlah pria di
Indonesia yang mengambil keputusan untuk menempuh usaha
proses membesarkan ukuran penis karena merasa tidak puas
dengan ukuran alami alat kelaminnya.
Anatomi Penis dan Fisiologi Ereksi

e-NEWSLETTER
Masukkan e-mail untuk
mendapatkan informasi
terbaru dari klikdokter

Ukuran penis dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya


adalah faktor genetik, ras, obesitas, dan hormon. Belum ada studi
yang meneliti ukuran penis rata-rata orang Indonesia, namun
umumnya tidak jauh berbeda dengan ukuran penis yang
ditemukan pada satu wilayah regional Asia, yaitu 8-11 cm saat
tidak ereksi dan 12-14 cm saat ereksi dengan diameter 3,2 cm.
Penis merupakan organ kompleks yang terbuat dari jaringan lunak, jaringan serat elastis, otot polos, pembuluh darah arteri dan
vena, dan sistem saraf. Penis merupakan mesin hidrolik yang terdiri dari dua silinder jaringan erektil yang berparalel disebut
korpus kavernosa yang dikelilingi oleh sebuah membran tunica albuginea dan silinder yang lebih kecil di tengah disebut korpus
spongiosa. Korpus spongiosa merupakan jaringan erektil yang mengelilingi uretra (saluran kemih) dan membentuk glans penis.
Jaringan erektil ini kaya akan sinus (kantung) pembuluh darah yang dikelilingi oleh otot polos dan jaringan serat elastis.
Rangsangan untuk ereksi datang dari persarafan korpus kavernosa (cavernous nervus) dari kelenjar prostat. Normalnya ereksi
terjadi akibat kompleks interaksi antara pembuluh darah dan sistem saraf. Ereksi penis dapat melalui dua mekanisme,
psikogenik sentral dan refleksogenik. Ereksi psikogenik diinisiasi dari otak sebagai respon terhadap rangsangan pendengaran,
penglihatan, penciuman atau imaginasi sedangkan ereksi refleksogenik terjadi akibat rangsangan berupa sentuhan pada penis
yang dinisiasi oleh persarafan tulang belakang.

Pada fase flaccid, atau non-ereksi, otot halus dan pembuluh darah arteri yang mengaliri sinus kavernosa berkontraksi.
Terdapat keseimbangan antara aliran darah masuk dan keluar jaringan erektil.
Saat merasa terangsang, sistem saraf pusat menstimulasi pelepasan sejumlah substansi kimia yang akan merelaksasikan otot
polos dalam penis, mengalirkan darah ke sinus-sinus pembuluh darah di korpus kavernosa penis. Jaringan erektil membesar
bersama tunica albuginea menekan pembuluh darah balik di sekitarnya, menghalangi aliran darah meninggalkan penis
sehingga penis menjadi kaku.
Pembesaran Penis, Baik atau Buruk?
Tedapat beberapa kiat dan cara dalam usaha memperbesar ukuran penis. Berikut ini adalah beberapa cara yang ada dalam
tinjauan medis:
1. Pil dan ramuan pembesar penis.
Untuk metode ini, para kaum pria tidak perlu menghabiskan banyak uang untuk hal ini karena tidak ada obat yang
beredar luas di pasaran memiliki efek permanen terhadap ukuran penis.
2. Alat vacuum
Alat ini seringkali direkomendasikan sebagai terapi untuk disfungsi ereksi, namun metode vacuum hanya dapat
meningkatkan ukuran penis selama 24 jam. Vacuum bekerja dengan diletakkan pada ujung penis, memberikan tekanan
negatif yang memaksa darah mengalir ke penis kemudian menyebabkan ereksi. Sebuah cincin dipasang secara

5/31/2013 10:10 AM

Ukuran "Kejantanan"

2 of 2

http://klikdokter.com/sexandrologi/read/2010/07/05/15/ukuran--kejantanan-

temporer pada pangkal penis untuk mencegah aliran balik darah yang terlalu cepat. Efek samping yang dapat
ditimbulkan antara lain robeknya pembuluh darah menyebabkan pembengkakan dan nyeri.
3. Latihan Penis
Oleh karena penis tidak memiliki otot, tidak ada latihan atau pijatan yang dapat membesarkannya dalam jangka
panjang.
4. Operasi
Operasi merupakan jalan keluar permanen yang dapat dilakukan. Terdapat dua macam prosedur yang dapat dilakukan:
Operasi memanjangkan penis
Jaringan ikat (ligamen) yang mengikat jaringan erektil ke tulang pubis dipotong membuat penis tampak lebih panjang
2-3 cm. Melakukan peregangan penis juga dapat dilakukan selama beberapa bulan untuk membuat efek permanen.
Efek samping: prosedur ini dapat menimbulkan jaringan parut dan posisi ereksi mengarah ke bawah.
Operasi membesarkan diameter penis
Metoda lain adalah dengan implan jaringan lemak bagian tubuh lain ke dalam penis. Kekurangannya adalah ukuran
kepala penis tidak dapat ditingkatkan sehingga secara visual tampak kurang memadai. Tingkat keberhasilan operasi
sangat bergantung pada keahlian dokter bedah yang menangani. Harga yang harus dikeluarkan pun bervariasi.
Bergantung pada tempat dan keahlian dokter bedah tersebut.
Bagaimanapun, seperti halnya prosedur operasi lain, tindakan operasi juga tidak terlepas dari penyulit baik secara fisik
ataupun psikologis, antara lain:
1.
2.
3.
4.

Bila hasil yang didapat tidak sesuai harapan tentu memiliki dampak psikologis yang luar biasa
Infeksi
Kerusakan jaringan sekitar dan persarafan
Efek samping anestes

Untuk metode pembesaran penis yang bersifat alternatif atau non medis, sejauh ini belum ada penelitian yang mendukung
aspek keamanan medis pada pasien. Namun sejauh dari pengamatan responden, sebagian besar pria yang menjalani operasi
pembesaran penis pun mengaku tidak puas dengan hasil yang diperoleh.
Aspek Psikologi
Sudah selumrahnya bagi pria mencemaskan ukuran penisnya. Namun penting pula bahwa masalah ini tidak bisa dipandang
sebelah mata karena dapat menyebabkan peningkatkan kekhawatiran dan kecemasan.
Tidak sedikit pria yang merasa ukuran penisnya kecil atau tidak sesuai dengan harapan yang kemudian mengalami hambatan
psikis hingga mengakibatkan disfungsi ereksi. Hambatan psikis diawali berupa rasa rendah diri, rasa malu atau tidak percaya
diri.
Pun hambatan psikis terasa semakin kuat pada saat pasangannya memberikan reaksi yang semakin membenarkan bahwa
ukuran penisnya tidak sesuai dengan harapannya juga.
Seorang urolog dari St Peters Andrology Center di London, Inggris, Nim Christopher menuturkan, Bagi pasien dengan
gangguan psikologis menyangkut ukuran penis -khususnya bila ukuran penis itu sebenarnya normal- tidak ada gunanya
ditawari mengikuti operasi pembesaran penis karena hasilnya ternyata tidak memberikan perbedaan."
Christopher beserta rekan timnya mewawancarai 42 pria yang telah melalui operasi pembesaran penis, dari hasil wawancara
ditemukan tingkat kekecewaan para pasien sangat tinggi. Bahkan, acapkali diantara pasien memohon untuk dilakukan
prosedur operasi lagi.
Lebih lanjut Christopher dalam laporannya di Journal of European Urology mengemukakan, Rata-rata panjang penis
bertambah 1,3 cm, tetapi tingkat ketidakpuasan pasien melebihi 70%.
Perlu perubahan dalam cara melihat masalah krusiil seperti ini, dari kaum pria dan pasangan pun diperlukan sudut pandang
objektif yang lebih sehat. Pendekatan terapi psikis lebih ditekankan untuk diberikan pada pria yang mengalami hambatan psikis
akibat dari masalah ukuran organ genital ini.
Banyak orang yang terjebak akan paradigma sesat tersebut. Antara lain timbulnya perasaan kecewa harapan karena
membandingkan ukuran penisnya dengan penis orang lain, apalagi dengan pemain film porno yang memang sengaja memiliki
agenda geksploitasi seks. Padahal secara fisik, pada kenyataannya ukuran penis tidak menentukan bagi fungsi ereksi dan
fungsi seksual pada umumnya asal perkembangannya sudah mencapai tahap perkembangan yang normal.
Pada sebuah survey yang dilakukan sebuah majalah wanita di Indonesia, sedikitnya lebih dari 50% wanita di Indonesia kecewa
tidak mendapatkan kepuasan seksual pada saat berhubungan intim. Faktor utamanya adalah disfungsi ereksi dan ejakuliasi
dini. Hampir tidak ada yang mengemukakan ketidakpuasan berasal dari ukuran penis yang terlalu kecil.
Perlu perubahan stigmatis para pria dalam melihat esensi dalam melakukan hubungan intim. Sesungguhnya wanita tidak hanya
mencari kepuasan fisik semata. Para wanita juga mencari getaran emosional, perasaan dicintai, merasa diperlakukan spesial,
dihargai, dan keintiman dengan partnernya.
Fakta yang menarik, persoalan ukuran penis pria lebih banyak dipusingkan oleh pria sendiri ketimbang wanita. Hubungan
suami-istri yang harmonis bukanlah ditentukan oleh ukuran penis. Indahnya hubungan seks ditentukan langsung oleh
kreativitas dan komunikasi masing-masing pasangan. [](SO/DA)

About Us | Terms of Use | Privacy Policy | Sponsor Policy | Site_map | Link to Us


Careers | Contact Us | Advertise With Us | P3K | Klikdokter Mobile | Newsletters

2008-2012 Klikdokter. All rights reserved. Klikdokter does not provide medical advice, diagnosis or treatment. See additional information.

5/31/2013 10:10 AM