Anda di halaman 1dari 14

Makalah

MODEL PENELITIAN SEJARAH ISLAM DAN


PEMIKIRAN MODERN DALAM ISLAM
Disusun Dalam Rangka Memenuhi Tugas Mata Kuliah
METODOLOGI STUDI ISLAM
Dosen Pembimbing: Kutbudin Aibak,M.HI

Disusun Oleh :
Kelompok X
1. Lailatunikmah
2. Rina Kusfia N
: Muamala

Program Studi Hukum Ekonomi Syariah


SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
TULUNGAGUNG
TAHUN AKADEMIK 2013/2014
KATA PENGANTAR
1

Puji Syukur kami panjatkan kehadirat Alloh SWT karena atas limpahan
rahmat dan hidayah-Nya maka pembuatan makalah Sejarah Peradaban Islam yang
bertemakan
Model Penelitian Sejarah Islam dan Pemikiran Modern Dalam Islam dapat
terselesaikan dengan lancar dan tepat waktu.
Pembuatan makalah ini ditujukan untuk melengkapi sebagai tugas Sejarah
Peradaban Islam semester 1 Tahun Ajaran 2013 / 2014. Dalam pembuatan makalah
ini, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kutbuddin Aibak,M.HI selaku
dosen Metodologi Studi Islam yang telah membimbing kami dalam pembuatan
makalah ini.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih memiliki banyak kekurangan.
Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun dari berbagai pihak
sangat kami harapkan.

Tulungagung, 6 September 2013

Penyusun

DAFTAR ISI
Kata Pengantar

Daftar Isi ..............

BAB I Pendahuluan.

A. Latar belakang...............
B. Rumusan masalah.
C. Tujuan masalah.

3
3
3

BAB II Pembahasan....................................... 5
A. Pengertian sejarah dan pembaharuan Islam...
B. Ruang lingkup sejarah Islam......
C. Model penelitian sejarah dan pemikiran modern dalam Islam...

5
5
5

BAB III Penutup

A. Kesimpulan.......................
B. Saran
....................

6
6

Daftar Pustaka

.....

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Bahwa dalam garis dalam garis besarnya sejarah Islam dapat dibagi kedalam tiga
periode besar, yakni periode klasik (650-1250), perode perteengahan (1250-1800),
dan periode modern (1800 M sampai dengan sekarang). Di periode-periode inilah
timbulnya ide-ide pembaharuan dalam Islam disebabkan terlihatnya turun naik,
pasang surut gelombang kemajuan dan kemunduran Islam. Kini umat Islam tengah
memikirkan kembali bagaimana cara memajukan dirinya. Pembaharuan terjadi
hampir seluruh Negara Islam, terutama Negara-negara yang pernah dijajah oleh
kekuatan barat seperti, Turki, Hindia, dan Mesir. Pembaharuan tersebut hingga
3

sekarang masih terus berlangsung untuk mencapai tujuan yang diinginkan.


Sementara itu, berbagai penelitian para ahli terhadap fenomena pembaharuan Islam
tersebut terus berlanjut dan hasil-hasilnya telah banyak dipublikasikan, baik dalam
buku, artikel, maupun dakwah dengan lisan dan sebagainya. Dari keadaan demikian,
muncul suatu bidang study pembaharuan dalam Islam dan menjadi salah satu mata
kuliah yang diajarkan pada berbagai perguruan tinggi Islam.
B. Rumusan Masalah
1. Mengetahui pengertian sejarah Islam dan pembaharuan Islam.
2. Mengetahui tentang ruang lingkup sejarah Islam.
3. Memahami model penelitian sejarah dan pemikiran modern dalam Islam.
C. Tujuan Pembahasan
1. Dapat mengetahui pengertian sejarah Islam dalam kamus umum bahasa
Indonesia
2. Dapat mengetahui pengertian pembaharuan islam yang lama dan baru
3. Dapat mengetahui ruang lingkup sejarah Islam
4. Dapat mengetahui model penelitian dan pemikiran modern dalam Islam

BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN SEJARAH ISLAM DAN PEMBAHARUAN ISLAM
A.1.Pengertian Sejarah Islam
Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, W.J.S. Poerwadarminta mengatakan
sejarah adalah kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa yang
lampau atau peristiwa penting yang benar-benar terjadi.1 Sedangkan dalam
pengertian yang lebih komprehensif suatu peristiwa sejarah perlu juga dilihat siapa
yang melakukan peristiwa tersebut, dimana, kapan, dan mengapa peristiwa tersebut
terjadi. Dari pengertian demikian kita dapat mengatakan bahwa yang dimaksud
dengan sejarah Islam adalah peristiwa-peristiwa atau kejadian-kejadian yang
sungguh-sungguh terjadi yang sebelumnya berkaitan dengan agama Islam.
Selanjutnya karena agam Islam itu luas cakupanya, maka sejarah Islam pun menjadi
luas pula cakupannya. Diantara cakupannya itu ada yang berkaitan dengan sejarah
proses pertumbuhan, perkembangan dan penyebarannya, tokoh-tokoh yang
1

W.J.S.Poerwadarminto, Kamus Umum Bahasa Indonesia,(Jakarta: Balai


Pustaka.1991), cet. XII,hlm. 887.

melakukan pengembangan dan penyebaran agama Islam tersebut, sejarah kemajuan


dan kemunduran yang dicapai umat Islam dalam berbagai bidang, seperti dalam
bidang ilmu pengetahuan agama dan umum, kebudayaan, arsitektur, politik
pemerintah, peperangan, pendidikan, ekonomi, dan lain sebagainya. Penelitian yang
berkenaan dengan berbagai aspek yang terdapat dalam sejarah Islam tersebut telah
banyak dilakukan baik oleh kalangan umat Islam sendiri, maupun para sarjana dari
Barat.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan sejarah
Islam adalah berbagai peristiwa atau kejadian yang benar-benar terjadi, yang
berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan agama islam dalam berbagai
aspek. Dalam kaitan ini, maka muncullah berbagai istilah yang sering digunakan
untuk sejarah ini, diantaranya Sejarah Islam, 2 Sejarah Peradaban Islam,3 Sejarah dan
Kebudayaan Islam,4
A.2.Pengertian Pembaharuan Islam
Di sebagian ummat Islam tradisional hingga saat ini Nampak ada perasaan masih
belum mau menerima apa yang dimaksud dengan pembaharuan Islam. Mereka
memandang bahwa pembaharuan Islam adalah membuang ajaran Islam yang lama
diganti dengan ajaran Islam baru, padahal ajaran Islam yang lama itu berdasarkan
pada hasil ijtihad para ulama lama besar yang dalam ilmuannya, taat beribadah dan
unggul kepribadiannya. Sedangkan ulama yang ada sekarang dipandang kurang
mendalami ilmu agamanya, kurang taat pada ibadahnya, dan kurang baik budi
pekertinya. Oleh karena itu mereka masih beranggapan bahwa pemikiran ulama di
abaad yang lampau sudah cukup baik dan tidak perlu diganti dengan pemikiran
ulama sekarang.

Istilah Sejarah Islam antara lain digunakan oleh Prof. Dr. Hamka dalam Bukunya
Sejarah Ummat Islam, sebanyak 4 jilid.
3

Istilah Sejarah Peradaban Islam antara lain digunakan oleh Drs. Badri Yatim.

Istilah Sejarah dan Kebudayaan Islam antara lain digunakan oleh A. Syalabi.

Persepsi demikian hingga kini nampak dipegang terus oleh sebagian umat Islam
tradisional, tanpa mau melakukan dialog atau diskusi dengan para tokoh pembaharu
dalam Islam, sehingga munculah istilah kaum modernis dan kaum tradisional.
Pembaharuan Islam bukan hanya sebagaimana yang dipersepsikan oleh sebagian
kaum tradisional di atas. Pembaharuan Islam adalah upaya-upaya untuk
menyesuaikan paham keagamaan Islam dengan perkembangan baru yang
ditimbulkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi modern.5 Dengan demikian
pembaharuan dalam Islam bukan berarti mengubah, mengurangi atau menambah tek
al-Quran maupun teks al-Hadis, melainkan hanya mengubah atau menyesuaikan
paham atas keduanya sesuai dengan perkembangan zaman. Hal ini dilakukan karena
betapa hebatnya paham-paham yang dihasilkan para ulama atau pakar zaman
lampau itu tetap ada kekurangan dan selalu dipengaruhi oleh kecenderungan,
pengetahuan, situasi social, dan lain sebagainya.
Selain itu pembaharuan dalam Islam dapat pula berarti mengubah keadaan
ummat agar mengikuti ajaran yang terdapat di dalam al-Quran dan al-Sunnah. Hal
ini perlu dilakukan, karena terjadi kesenjangan antara yang dikehendaki al-Quran
dengan kenyataan yang terjadi dalam masyarakat. Al-Quran misalnya mendorong
ummat agar menguasai pengetahuan agama dan ilmu pengetahuan modern serta
teknologi secara seimbang; hidup bersatu, rukun dan damai sebagai suatu keluarga
besar dsb. Namun kenyataannya ummatnya menunjukkan keadaan yang berbeda.
Sebagian besar ummat Islam menguasai pengetahuan agama sedang ilmu
pengetahuan modern tidak dikuasai bahkan dimusuhi;hidup dalam keadaan penuh
pertentangan dan peperangan , satu dengan yang lainnya saling bermusuhan.
Dengan demikian maka, pembaharuan Islam mengandung maksud mengembalikan
sikap dan pandangan hidup ummat agar sejalan dengan petunjuk al-Quran dan alSunnah.

Harun Nasution, Pembaharuan dalam Islam Sejarah Pemikiran dan Gerakan,


(Jakarta:Bulan Bintang 1975), cet. I, hlm. 10.

Sehingga dapat kita simpulkan bahwa yang dimaksud dengan pembaharuan


dalam Islam adalah bukan mengubah al-Quran dan al-Hadis, tetapi justru kembali
kepada al-Quran dan al-Hadis, sebagai sumber ajaran Islam yang utama.

B. RUANG LINGKUP SEJARAH ISLAM


Ruang lingkup sejarah Islam dilihat dari segi periodesasinya, dapat dibagi
menjadi periode klasik, periode pertengahan dan periode modern. Periode klasik
yang berlangsung sejak tahun 650-1250 Masehi ini dapat dibagi lagi menjadi masa
kemajuan Islam I, yaitu dari sejak tahun 650-1000; dan masa disintegrasi yaitu dari
tahun 1000-1250.6 Pada masa kemajuan Islam I ini tercatat sejarah perjuangan Nabi
M, Khulafur Rasyidin7 dari tahun 632-

Muhammad SAW dari tahun 570-632

661 M, Bani Umayyah dari tahun 661-750 M, Bani Abbas dari tahun 750-1250 M.
Selanjutnya periode pertengahan yang berlangsung dari tahun 1250-1800 M,
dapat dibagi kedalam dua masa, yaitu masa kemunduran I dan masa Tiga Kerajaan
Besar. Masa kemunduran I berlangsung sejak tahun 1250-1500 M. Di zaman ini
Jengis Khan dan keturunannya dating membawa penghancuran kedunia Islam.
Sedangkan masa tiga kerajaan Besar yang berlangsung dari tahun 1500-1800 dapat
dibagi menjadi fase kemajuan (1500-1700 M), dan masa kemunduran II (17001800).
Adapun periode modern yang berlangsung dari tahun 1800 M, sampai dengan
sekarang ditandai dengan zaman kebangkitan Islam.8
Secara keseluruhan berbagai peristiwa yang terjadi dalam sejarah Islam dapat
diketahui dalam beberapa periode tersebut di atas. Pembagian periodesasi sejarah
Islam demikian penting diketahui untuk lebih mudah dipahami.
6

Lihat Harun Nasution, Islam Ditinjau Dari Berbagai Aspeknya, Jilid I, (Jakarta: II
Press, 1979), man Ushlm.ah 56-75.
7

Khulafaur Rasyidin secara harfiah berarti para pemimpin yang jujur dan lurus.
Istilah tersebut diberikan kepada khalifah Abu bakar al-Shiddiq, Khalifah Umar
Ibn al-Khattab; Khalif ah Usman Ibn Affan, dan Khalifah Ali bin Abi Thalib.
8

Ibid., hlm. 84-89.

Selanjutnya dilihat dari segi isinya sejarah Islam dapat dibagi kedalam sejarah
mengenai kemajuan dan kemundurannya dalam berbagai bidang seperti dalam
bidang politik, pemerintah, ekonomi, kebudayaan, ilmu pengetahuan, dengan
berbagai paham dan aliran yang ada di dalamnya dan lain sebagainya, sejarah
mengenai

penyebarannya

ke

berbagai

belahan

dunia

,tokoh-tokoh

yang

mengembangkannya. Pembagian sejarah demikian penting diketahui untuk


menempatkan posisi studi kita, yaitu pada bidang mana yang akan kita tekuni.
C. MODEL PENELITIAN SEJARAH DAN PEMIKIRAN MODERN DALAM
ISLAM
Di bawah ini beberapa pendapat tentang pemikiran modern dalam pemikiran
modern dalam Islam yang dikemukakan oleh Deliar Noer dan H.A.R. Gibb:
a. Model Penelitian Deliar Noer
Salah satu buku tentang pemikiran modern dalam Islam yang dilakukan oleh
Deliar Noer berjudul Gerakan Modern Islam di Indonesia1900-1942,
diterbitkan oleh LP3ES disekitar tahun 80-an. Dari judulnya terlihat bahwa
penelitian tersebut bersifat deskribtif analitis, yaitu penelitian yang mencoba
mendiskribsikan gerakan modern Islam di Indonesia yang terjadi pada tahun
1900-1942. Penelitian tersebut antara lain memuat latar belakang pemikiran,
permasalahan, yang ingin dipecahkan, metode dan pendekatan serta analisis
yang digunakan.
Di antara pemikiran yang melatarbelakangi penelitian tersebut adalah adanya
asumsi bahwa perkembangan yang terjadi pada akhir periode 1900-1942
merupakan tahun pergantian penguasa di Indonesia dari tangan Belanda ke
tangan Jepang. Tetapi pemikiran, gerakan dan perkembangan yang umumnya
yang bersangkutan dengan gerakan modern Islam di negeri kita ini tidak
berhenti dengan pergantian ini. Malah, gerakan modern dalam Islam itu masih
terus berlanjut, bukan saja pada masa Jepang, melainkan juga sesudah merdeka,
hingga kini. Bahkan Deliar Noer mengatakan,agaknya gerakan tersebut lebih
kentara dimasa merdeka, oleh karena pertama : kebebasan yang sama-sama
dicapai dengan golongan lain sebangsa, dan kedua: karena tantangan-tantangan
yang dihadapi gerakan-garakan tersebut lebih pula bersifat bebas dan terbuka.
8

Dalam rangka ini maka mudah terlihat analogi yang dihadapi pada masa
merdeka dengan yang dihadapi di zaman jajahan Belanda dahulu.
Lebih lanjut, Deliar Noer mengatakan betapa perkembangan masa merdeka
banyak relevansinya dengan perkembangan pemikiran periode sebelumnya
antara tahun 1900-1942. Yaitu pertama, soal kilafian,. Gerakan modern Islam di
negeri kita, seperti juga di negeri Islam lain, bermula dengan soal-soal ubudiyah.
Dalam rangka rangka ini, paham gerakan tersebut berusaha mengubah paham
tradisional. Ke dalamnya termasuk apa yang disebut takhayul dan khurafat, ada
pula yang disebut masalah khilafiyah dalam kalangan Islam.
Kedua, sifat fragmentasi kepartaian. Sifat ini di masa tahun 1920-1942 sangat
menonjol, baik pada kalangan Islam maupun pada kalangan kebangsaan. Pada
kalangan Islam, disamping Partai Serikat Islam (Indonesia) muncul pula Permi,
Perti, Perii, Penyadar, PII dan PSII Kartosuwiryo; pada kalangan kebangsaan
(yaitu yang mengaku netral terhadap agama), muncul PMI, Partindo, Gerindo,
PBI dan BU (yang bergabung menjadi Perinda) dan Parpindo.
Ketiga,

kepemimpinan

kecenderungan

seperti

yang

ituterjadi,

bersifat

pribadi.

Dizaman

yaitu

pemimpin,

dengan

merdeka
alas

an-

alasannyasendiri, membawa pengikut-pengikutnya ke luar organisasi semula,


membangun partai baru ataupun mengubah sifat organisasinya menjadi partai
politik.9
Keempat, perbedaan dan pertentangan paham. Contoh adanya pertentangan
paham antara lain terlihat pada perbedaan kecenderungan dan sikap pada masa
demokrasi terpimpin, ketika sebagian kalangan Islam dengan keras meolak cinta
dan konsep Soekarno tentang ini, sedangkan lain, menerima dan sekurangkurangnya secara formal dan mendukug.
Kelima, hubungan dengan pemerintah.Sudah jelas, bahwa dipandang dari
pergerakan nasional, pemerintah jajahan adalah musuh yang harus dihancurkan.
Oleh sebab itu suasananya adalah suasana permusuhan dan suasana perang.
9

Deliar Noer, Gerakan Modern Islam di Indonesia 1900-1942, (Jakarta: LP3ES,


1980), cet. 1, hlm. Xiii-viv.

Berdasarkan latar belakang pemikiran di atas, maka permasalahan yang ingin


dijawab dalam penelitian ini adaalah bagaimana corak dan objek pembaharuan
pemikiran yang dilakukan gerakan modern Islam di Indonesia pada tahun 19001942 itu dan bagaimana relevensi gerakan tersebut

dengan gerakan

pembaharuan pemikiran Islam yang dilakukan gerakan modern Islam di


Indonesia pada masa setelah kemerdekaan.
Untuk mendapatkan bahan-bahan yang diperlukan untuk penelitian tersebut
Deliar Noer menggunakan bahan-bahan yabg terdapat dalam berbagai literature
baik yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun yang ditulis dalam dalam
bahasa Inggris dan Belanda; dan menggunakan bahan-bahan yang didapat dari
hasil wawancara dengan tokoh-tokoh yang berkompeten dalam bidangnya.
Bahan-bahan tersebut kemudian dideskribsikan secara sistematik dan kronologis
dan dianalisis dengan menggunakan menggunakan pendekatan historis
sosioligis. Dengan pendekatan historis dihasilkan pembahasan menurut urutan
peristiwasecara kronologis dan dapat dibuktikan keberadaannya dalamsejarah;
dan dengan pendekatan sosiologis dihasilkan deskripsi yang menjelaskan
berbagai peristiwa yang antara satu bagian dengan bagian lainnya saling
berkaitan.
Melalui metode dan pendekatan tersebut dihasilkan informasi yang
komprehensif mengenai asal-usul dan pertumbuhan gerakan modern Islam
dalam bidang pendidikan, sosial dan politik. Asal-usul dan pertumbuhan
gerakan modern Islam dalam bidang politik meliputi serikat Islam, partai-partai
Islam, reaksi Belanda, reaksi kalangan tradisi dan kalangan kebangsaan, reaksi
kalangan tradisi dan kalangan nasiosionalis yang netral agama.
Selanjutnya penelitian tersebut menghasilkan kesimpulan yang menjelaskan
tentang Timur Tengah dan pengaruhnya dalam pembaharuan,perkembangan dan
sifat gerakan modern Islam di Indonesia, golongan modern Islam dan system
pendidikan sekolah, kepemimpinan dalam gerakan pembaharuan, kalangan
modern Islam dan reaksi Belanda, hubungan antara golongan modern dan
10

tradisi, hubungan antara kalangan modern Islam dengan kalangna kebangsaan


yang netral.
Berkaitan dengan Timur Tengah dan pengaruhnya dalam pembaharuan ,
Deliar Noer menyimpulakan, bahwa para pembaharu di Indonesia, terutama
mereka yang menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa perantara untuk
menambah pengetahuan mereka, memperoleh informasi dan pemikiran yang
tumbuh di Mesir, terutama Pemikiran Abduh. Pemikiran Abduh tentang
pembaharuan pada dasarnya bersifat agama, dan memang segi ini yang
ditekankan oleh para pembaharu umumnya di Indonesia,Abduh menegakkan
ijtihad,menolak taklid dan melihat kepada rasulullah serta para sahabat sebagai
contoh dalam mengerjakan ibadah,dan masalah-masalah ini pula yang di
tekankan para pembaharu di indonesia.tidak berhenti hingga Abduh saja.Banyak
di antara mereka yang menggali lebih dalam dari sumber-sumber yang di per
gunakan Abduh sendiri,yaitu Ibn Taimiyah dan Ibn Al-ayyim.mereka juga
berusaha

menafsirkan

sendiri

sumber

dasar

islam

(Quran

dan

Hadis):Kesimpulan mereka bisa saja di ambil dari pendapat Abduh atau


pandangan ulama lain.
Mengenai perkembangan dan sifat gerakan modern islam di indonesia
indonesia,Deliar Noer menyimpulkan bahwa sifat dan kecenderungan oleh
gerakan di bentuk oleh pimpinan organisasi serta lingkungan organisasi
tersebut bergerak.menurut Deliar Noer,seakan terdapat bukan satu
penggerakan di indonesia,melainkan beberapa,masing-masing dengan sifat
sendiri-sendiri .selanjutnya dalam kesimpulannya Deliar Noer menyebutkan
adanya golongan tradisional dan golongan pembaharu.golongan tradisi lebih
menghiraukan soal-soal agama,din atau ibadah belaka.bagi mereka islam
seakan-akan sama dengan fiqih ,dalam hal ini meraka mengakui taklid dan
menolak ijtihad dan banyak pula yang memberi perhatian pada tasawuf
.sementara itu, golongan pembaharu lebih memberi perhatian pada sifat
islam pada umumnya.bagi mereka,islam sesuai dengan tuntan zaman dan
keadaan..islam juga berarti kemajuan,agama itu tidak akan menghambat
11

usaha mencari ilmu pengatahuan,perkembangan sains dan kedudukan


wanita10. Islam ialah agama universal,yang dasar dasar ajaranya telah
diungkapkan oleh para nabi,baik yang di kenal maupun tidak dikenal,11yang
diutus kepada semua bangsa,tugas mereka diselesaikan Muhammad,rasul
utusan terakhir untuk seluruh umat manusia.
Kesimpulan berikutnya Deliar Noer mengungkapkan tentang kepemimpinan
dalam gerakan pembaharuan .menurutnya,berdasarkan perkembangan dan
sifat gerakan modern islam,terdapat dualisme dalam kepemimpinan gerakan
ini.menurutnya hal ini menumbuhkan kesulitan dalam memilih
kepemimpinan islam di indonesia.para pemimpin modern islam berasal dari
segala macam bidang profesi:klangan ulama,kalangan perniagaan,kalangan
bangsawan,priyayi,atauadat dan pamong praja.secara geografis,pemimpin itu
kebanyakan berasal dari jawa dan minang kabau.
Deliar Noer juga menyimpulkan tentang sikap belanda yang tidak tetap
terhadap islam di indonesia.di suatu pihak islam dilihat sebagai agama,dan
katanya pemerintah netral terhadap hal ini ,tetapi sebaliknya ,pemerintah
mengambil sikap diskriminatif dengan memberi kelonggaran kepada
kalangan misionaris kristen lebih banyak ,termasuk bantuan berupa
uang.pemerintah juga melarang kegiatan misionaris islam di daerah
animisme,sedangkan misionaris kristen leluasa masuk.
Selanjutnya,mengenai hubungan antar galongan modern dan golongan
tradisi,Deliar Noer menyimpulkan bahwa golongan tradisi tidak pula
senantiasa berdiam diri dan bersikap statis. Merekapun mengadakan
perubahan dikalangan mereka,pada mulanya dengan mengorganisasikan diri
dalam Nahdatu l ulama(1926) ,dan Persatuan Tarbiyah Islamiyah(1929)dan
juga dengan mengadakan perubahan lain.

10

Lihat Moment Verslag Congres ke-18 Muhammadiyah di Medan


(Yogyakarta:Muhammadiyah,1939),hlm.19.
11

Lihat QS 10:47;2:164;35:24;40:78

12

Berdasarkan uraian diatas ,terlihat jelas bahwa Deliar Noer telah


memberikan model penelitian yang memenuhi persyaratan sebagai penelitian
sejarah.
b.Model penelitian H.A.R. Gibb
Hasil penelitian H.A.R.Gibb yaitu yang berjudul Modern Trends in Islam
yang diterjemahkan oleh L.E.Hakim dengan judul Aliran-aliran Modern dalam
Islam dan diterbitkan oleh Tintamas-Jakarta tahun 1954.
Penelitian Gibb

tentang gerakan modern tentang

islam dalam

islam

kelihatanya bertolak dari tesisnya yang mengatakan bahwa islam adalah suatu
agama yang hidup dan vital yang menyampaikan dakwah kepada hati, pikiran,
dan perasaan dari berpuluh puluh,malah berates-ratus miliun manusia,
memberikan kepadanya suatu pedoman supaya hidup jujur, sungguh-sungguh
dan takwa.12Pada bagian lain Gibb mengatakan bahwa agama Islam dan para
penganutnya merupakan sutu susunan yang sama, masing-masing membentuk
dan memberikan reaksi diantara satu sama lainnya selama Islam itu tetaptinggal
sebagai satu organismeyang hidup dan ajaran-ajarannya memberikan kepuasan
bagi perasaan keagamaan pengikut-pengikutnya.13
Berbicara tentang dasar-dasar alam pikiran Islam, Gibb mengatakan, bahwa
al-Quran adlah suatu kitab yang berisi perintah-perintah , yang didakwahkan oleh
Muhammad selama lebih kurang 20 tahun dari akhir hidupnya, yang terdiri
terutama kalimat-kalimat pendek mengenai pelajaran agama dan dasar-dasar
susila atau bukti-bukti keterangan terhadap mereka yang ingkar, tafsir dari
kejadian-kejadian yang sedang berlaku, dan beberapa peraturan mengenai soalsoal sosial dan hukum. Lebih lanjut, Gibb mengatakan tentang tidak adanya
pemisahan antara agama dengan alam pemikiran rasional; akan tetapi bilamana
keyakinan itu dikendalikan oleh agama atau hanya sebagai satu khayalan yang
subjektif, maka alam rasional memendang agama itu hanya sebagai salah satu
dari pada objek-objeknya.
12

H.A.R.Gibb, Aliran-AliranModern dalam Islam (terj.) L.E. Hakim, dari judul asli
Modern Trends in Islam, (Jakarta:Tintamas,1954), cet, II, hlm. x.
13

Ibid., hlm.xvii.

13

Selanjutnya Gibb mengatakaan

tentang ketegangan dalam Islam.

Menurutnya, di dalam kehidupan semua agama didapati ketegangan. Sebabnya


adalah terletak dalam keyakinan agama itu sendiri, dengan garis-garis batas
antara yang disembah dengan yang menyembah, pengertiannya tentang kesucian
dan pengertiannya tentang dosa.
Selanjutnya, ketika berbicara tentang dasar-dasar modernism, Gibb
mengatakan bahwa modernism menimbulakan satu pergolakan pemikiran yang
amat hebat pengaruhnya dikalangan mereka yang dangkal ilmu pengetahuannya,
kecuali orang-orang Manar yang modern yang bercorak Neo Hambali.14
Dari uraian tersebut, terlihat bahwa model penelitian gerakan modern dalam
Islam yang dilakukan Gibb bersifat penelitian kepustakaan, yaitu penelitian yang
sepenuhnya menggunakan bahan-bahan yang terdapat dalam sumber-sumber
tertulis, khususnya buku-buku yang dihasilkan oleh para penulis sebelumnya.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitiannya itu adalah pendekatan
filosofis historis , yaitu penelitian yang menekankan pada upaya untuk menarik
nilai-nilai universal yang didasarkan pada informasi yang terdapat dalam kitab
suci dan didukung oleh kebenaran sejarah.

14

Ibid., hlm. 61.

14