Anda di halaman 1dari 8

PATOGENESIS1

Seluruh infeksi harus selalu adanya keterkaitan antara penyerangan mikroba dan pertahanan
penjamu. Infeksi terjadi apabila jika organisme bersifat virulen dan jumlah inokulum yang besar.
Bakeri dapat masuk kedalam tubuh secara langsung dengan adanya trauma tembus, dengan
penyebaran secara hematogen dari sisi sampingnya atau suatu focus infeksi, atau paparan selama
operasi. Pada osteomielitis akut anak-anak, metafisis biasanya terlibat. Hal ini dikarenakan
pembulh darah arteri nutrisi kosong sampai dengan vena-vena sinusoidal, menyebabkan aliran
yang melambat dan turbulen pada perbatasan ini. Kondisi ini memudahkan bakteri berpindah ke
endothelium dan menempel pada matrix. Juga, tekanan oksigen yang rendah pada daerah ini
menurunkan aktivitas fagositik dari sel darah putih. Thrombosis menyebabkan daerah yang
terkena menjadi nekrosis yang bisa menyebabkan terbentuknya abses. Kumpulan pus dan
tekanan yang dihasilkan, dapat meembus korteks melalui system haversian dank anal Volkmann
dan akan dikumpulkan dibawah periostium. Abses subperiostium dapat menstimulasi
terbentuknya involucrum periosteal. Sekali mengenai korteks, pus dapat menembus jaringan
lunak sampai permukaan kulit, membentuk sinus pengeluaran (draining sinus).
Perbedaan Osteosarkoma, Osteomielitis dan Ewin Sarkoma2345678910
Osteosarkoma/Sarkoma Osteogenik
1 Swiontkowski, Marc F, MD; Stovitz, Steven D, MD. Manual of Orthopaedics, 6th Edition. Lipponcott Williams and Wilkins. 2001. Chapter 3 :
Prevention and Management of Acut Musculoskeletal Infections

Salter, Robert B. Textbook of disorders and injuries of the musculoskeletal system. 3 rd ed. Philadeiphia:
Lippincott Williams & Wilkins; 1999.p.400-3.

Skinner, Harry B. Current diagnosis & treatment in orthopaedics. Lange Medical Book. 3 rd ed. New York: McGrawHill; 2003.p.312-8.

Patterson FR. 2008. Osteosarcoma. In: Timothy AD, editor. Orthopaedic Surgery essential. Oncology and basic
science. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins; 2008.p.177-87.

Solomon L, Warwick D. Nayagam S.Apleyssystem of orthopaedics and fractures. 8th ed. NewYork: Oxford
University Press Inc; 2001.p.185 218.

Gebhardt, Mark C, Hornicek, Francis J. Osteosarcoma. Orthopaedic knowledge update musculoskeletal tumors.
American Academy of Orthopaedic Surgeons. 1st ed. NewYork: McGraw-Hill; 2002.p.175-82.

Merupakan neoplasma tulang ganas primer yang paling sering didapat.Terjadi pada dekade ke 2
dari kehidupan dimana masa tersebut merupakan masa aktif pertumbuhan tulang, hanya kurang
dari 5% terjadi pada anak-anak usia kurang dari 10 tahun. Bersifat sangat ganas, cepat
bermetastase ke paru-paru dengan melalui aliran darah.
Klinis:
Pria lebih banyak diserang daripada wanita dengan perbandingan 2 : 1
Didapat terutama pada usia muda, berusia 10-20 tahun
Keluhan utama penderita ialah perasaan sakit pada bagian tulang yang terkena disertai adanya
benjolan.
Didapat pula tanda-tanda keganasan umum seperti anemia, berat badan menurun
Lokasi : Didapat pada metafisis tulang-tulang panjang terutma pada bagian distal femur,
proksimal tibia dan proksimal humerus.
Radiologi : Didapat 3 macam gambar radiologi yaitu:
1. Gambaran osteolitik, dimana proses destruksi merupakan proses utama.
2. Gambaran osteoblastik, yang diakibatkan oleh banyak pembentukan tumor tulang.
3. Gambaran campuran antara proses destruksi dan proses pembentukan tumor tulang.
7

BechlerJR,RobertsonWW, MeadowsAT,Womer RB. Osteosarcoma as a second malignant neoplasm in children. J


Bone Joint Surg Am 1992;74:1079-83.

Wittig, James C, Bickels J, Priebat D, et al. Osteosarcoma: a multidisciplinary approach to diagnosis and
treatment.Apeer reviewed Journal of American Academic of Family Physicians 2002.

Frassica, Frank J, Frassica, DeborahA, McCarthy, Edward F. Orthopaedic pathology. In: Miller, Mark D, editors.
Review of orthopaedics. 4th ed. Philadelphia: Saunder; 2004.p.440-58.

10

Tsuji Y, Kusuzaki K, Kanemitsu K, et al. Calcaneal osteosarcoma associated with werner syndrome. The Journal
of Bone and Joint Surgery 2000;82:9-12

Gambara
n radiologis didapat adanya gambaran osteolitik dan osteoblatik, pada MRI ditemukan
garis destruksi
Pada MRI ditemukan garis akibat proses destruksi dan ekstensi jaringan lunak sel-sel tumor.
Pertumbuhan neoplasma yang cepat mengakibatkan terangkatnya poriosteum dan tulang reaktif
terbentuk antara periosteum yang terangkat dengan tulang dan padaX-Ray terlihat sebagai
segitiga Codman. Kombinasi antara tulang reaktif dan tulang neoplastik yang dibentuk sepanjang
pembuluh darah berjalan radier dari kortek tulang ke arah masa tumor membentuk gambaran
Sunbrust.
Patologi : Gambaran histologinya bervariasi. Kriteria untuk diagnosis adalah didapatnya stroma
sarkoma dengan pembentukan osteoid neoplastik dari tulang disertai gambaran anaplasia yang
menyolok. Sel-sel ganas menembus rongga antara kumpulan osteoid.

Gambaran patologis ditemukannya stroma sarcoma dan anaplasia.

Sarkoma Ewing
Tumor ganas yang jarang didapat. Disebut juga Small Round Blue Cell. Menyerang golongan
usia muda, kebanyakan dibawah usia 20 tahun dengan prevalensi kurang lebih 80%. Lebih
banyak didapat pada kaum pria.
Klinis : Penderita mengeluh sakit dengan diseretai adanya benjolan. Kemungkinan ada suhu
badan yang meninggi, berkeringat berlebih, lekositosis dan laju endap darah meningkat.
Lokasi : Pada diafsisi tulang-tulang panjang, paling sering pada femur, humerus, tibia, ulna dan
fibula, dapat juga mengenai tulang-tulang tipis.
Radiologi : Tampak proses destruksi tulang dengan batas yang tidak jelas. Pembentukan tulang
reaktif baru oleh periosteum bisa berlapis-lapis yang memberikan gambaran Onion Skin atau
tegak lurus yang nampak sebagaiSunbrust.

gambaran radiologist tampak destruksi tulang dengan batas tidak jelas, gambaran MRI
terdapat kerusakan korteks.
Pada MRI menunjukkan kerusakan kortek dan gangguan pada jaringan lunak sekitarnya.
Patologi: terdapat gambaran highly cellular, neoplasma infiltrat dengan bagian yang padat,
round cell dengan sitoplasma yang jernih round blue cell tumor, dan adanya ekstensif nekrosis
yang ditunjukkan dengan gambaran occasional Homer-Wright rossetes.

gambaran patologis dengan noeplasma infiltrate, round blue cell tumor dan HommerWright rossetess.

Daftar Pustaka
1. Swiontkowski, Marc F, MD; Stovitz, Steven D, MD. Manual of Orthopaedics, 6th
Edition. Lipponcott Williams and Wilkins. 2001. Chapter 3 : Prevention and Management
of Acut Musculoskeletal Infections
2. Salter, Robert B. Textbook of disorders and injuries of the musculoskeletal system. 3 rd
ed. Philadeiphia: Lippincott Williams & Wilkins; 1999.p.400-3.
3. Skinner, Harry B. Current diagnosis & treatment in orthopaedics. Lange Medical Book. 3
rd ed. New York: McGraw-Hill; 2003.p.312-8.
4. Patterson FR. 2008. Osteosarcoma. In: Timothy AD, editor. Orthopaedic Surgery
essential. Oncology and basic science. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins;
2008.p.177-87.
5. Solomon L, Warwick D. Nayagam S.Apleyssystem of orthopaedics and fractures. 8th ed.
NewYork: Oxford University Press Inc; 2001.p.185-218.
6. Gebhardt, Mark C, Hornicek, Francis J. Osteosarcoma. Orthopaedic knowledge update
musculoskeletal tumors. American Academy of Orthopaedic Surgeons. 1st ed. NewYork:
McGraw-Hill; 2002.p.175-82.
7. BechlerJR,RobertsonWW, MeadowsAT,Womer RB. Osteosarcoma as a second malignant
neoplasm in children. J Bone Joint Surg Am 1992;74:1079-83.

8. Wittig, James C, Bickels J, Priebat D, et al. Osteosarcoma: a multidisciplinary approach


to diagnosis and treatment.Apeer reviewed Journal of American Academic of Family
Physicians 2002.
9. Frassica, Frank J, Frassica, DeborahA, McCarthy, Edward F. Orthopaedic pathology. In:
Miller, Mark D, editors. Review of orthopaedics. 4th ed. Philadelphia: Saunder;
2004.p.440-58.
10. Tsuji Y, Kusuzaki K, Kanemitsu K, et al. Calcaneal osteosarcoma associated with werner
syndrome. The Journal of Bone and Joint Surgery 2000;82:9-12.
11.